Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Min, 18 Okt, jam 06:43 WIB

Apa hukumnya jika kita meminjamkan sepeda utk pergi ke gereja? Kita ikut berDosa apa ga y?trmksh

☝️ Pertanyaan:

🔹 Apa hukum meminjamkan sepeda kepada seseorang yang akan memakainya untuk pergi ke gereja? Apakah kita ikut berdosa?

✨️ Jawaban:

🔹 Arsip Fatwa Tarjih yang saya telusuri tidak memuat fatwa yang secara persis membahas "meminjamkan sepeda". Karena itu jawaban di bawah disusun dari prinsip-prinsip yang benar-benar tertulis di halaman vault, bukan dari fatwa khusus tentang sepeda.

🔹 Yang perlu dibedakan lebih dulu: tujuan pemakaian barang. Dalam fatwa Tarjih, benda netral seperti sepeda menjadi persoalan bergantung pada untuk apa ia dipakai. Fatwa Tarjih secara konsisten membedakan dua ranah: (a) muamalah/duniawi — di sini Islam membolehkan bekerja sama dan bergaul dengan non-Muslim; dan (b) akidah/ibadah — di sini tidak boleh dicampuradukkan.

🔹 Fatwa 24/2015 (tentang menerima dan memberi sesuatu alat ibadah kepada pemeluk agama lain) menyatakan secara tegas:

"Kedua, umat Islam tidak dibenarkan untuk menyumbang sesuatu yang digunakan untuk sembahyang agama orang lain karena hal tersebut merupakan perbuatan menolong kepada kejelekan dan dosa."

🔹 Sepeda yang dipinjamkan khusus untuk mengantar seseorang menunaikan ibadah agama lain adalah sarana menuju ibadah tersebut. Dengan mengukur pada prinsip Fatwa 24/2015 di atas, meminjamkan sepeda untuk keperluan itu masuk kategori menolong/memfasilitasi ibadah agama lain — dan fatwa menyebutnya "menolong kepada kejelekan dan dosa."

🔹 Namun perlu dicatat pula Fatwa 06/2020 (membantu persiapan perayaan Natal di rumah atasan non-Muslim) memberi batas yang lebih rinci: yang dilarang adalah ikut serta dalam peribadatannya; sedangkan hal-hal yang bersifat muamalah (menyiapkan tempat dan tenaga) dipandang boleh, dengan syarat "dilakukan dengan sewajarnya" dan dihindari bila menimbulkan bahaya. Fatwa itu pun menegaskan:

"perlu ditegaskan di sini bahwa yang dilarang adalah mengikuti perayaan natalnya."

🔹 Jadi, jika sepeda dipinjamkan untuk keperluan umum/duniawi (misalnya untuk bekerja, sekolah, atau keperluan sehari-hari), maka ia masuk ranah muamalah yang asalnya boleh. Tetapi jika dipinjamkan justru supaya orang itu dapat pergi beribadah ke gereja, maka ia menjadi sarana langsung menuju ibadah agama lain — dan di sinilah berlaku prinsip larangan menolong kepada dosa pada Fatwa 24/2015.

📚 Dalil:

🔹 Firman Allah:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." [Q.S. al-Maidah (5): 2] — Fatwa 24 2015 Menerima Dan Memberi Alat Ibadah Dari Non Muslim

🔹 Firman Allah tentang batas kerukunan:

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ۝ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ۝ ... لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

"Katakanlah: Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah ... Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." [Q.S. al-Kafirun (109): 1–6] — Fatwa 24 2015 Menerima Dan Memberi Alat Ibadah Dari Non Muslim

🔹 Firman Allah tentang pergaulan yang baik di ranah keduniaan:

لَا يَنْهَاكُمُ اللهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ

"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu." [Q.S. al-Mumtahanah (60): 8] — Fatwa 06 2020 Membantu Perayaan Natal Di Rumah Atasan

✍️ Catatan:

🔹 Saya belum menemukan fatwa yang secara harfiah membahas "meminjamkan sepeda". Kesimpulan di atas adalah penerapan prinsip dari Fatwa 24/2015 dan Fatwa 06/2020, bukan bunyi fatwa tentang kasus sepeda itu sendiri — saya pisahkan secara jelas agar tidak dikira kutipan langsung.

🔹 Soal "ikut berdosa atau tidak": arsip menyebut perbuatan memfasilitasi ibadah agama lain sebagai "menolong kepada kejelekan dan dosa" (Fatwa 24/2015). Namun arsip tidak memuat ketetapan yang menghitung secara rinci kadar tanggungan dosa pelakunya. Untuk keputusan atas kasus konkret, arahkan ke Majelis Tarjih dan Tajdid setempat.

✅️ Kesimpulan:

🔹 Meminjamkan sepeda untuk keperluan umum/duniawi masuk ranah muamalah yang asalnya boleh. Namun meminjamkan sepeda khusus supaya seseorang dapat pergi beribadah ke gereja adalah memfasilitasi ibadah agama lain, dan berdasarkan prinsip Fatwa 24/2015 hal itu termasuk "menolong kepada kejelekan dan dosa" yang tidak dibenarkan. Batasnya bukan pada bendanya (sepeda), melainkan pada tujuannya.

💎 Sumber:

🔹 Fatwa 24 2015 Menerima Dan Memberi Alat Ibadah Dari Non Muslim (2015)

🔹 Fatwa 06 2020 Membantu Perayaan Natal Di Rumah Atasan (2020)

🔹 Fatwa 30 2004 Bergaul Dengan Non Muslim (2004)

🔹 Tanya Jawab Agama 1 Masalah Hubungan Dengan Non Muslim dan Tanya Jawab Agama 2 Masalah Hubungan Dengan Non Muslim (Tanya Jawab Agama Jilid 1–2)

🔹 Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 19 1 15 Oktober Hukum Menggunakan Fasilitas Milik Non Muslim Untu (2025)

Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.

Sajikan dalam Format

Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.