Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Sen, 19 Okt, jam 04:57 WIB

Buatkan artikel singkat untuk caption postingan di media sosial tentang Mā yuḥyīkum.

Mā yuḥyīkum: Ketika Bantuan Menghidupkan, Bukan Sekadar Menyantuni

📖 "Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila Dia menyerumu kepada sesuatu yang menghidupkan kamu (mā yuḥyīkum)…" — QS al-Anfāl (8): 24

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَجِیبُوا۟ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا یُحْیِیكُمْ ۖ وَٱعْلَمُوۤا۟ أَنَّ ٱللَّهَ یَحُولُ بَیْنَ ٱلْمَرْءِ وَقَلْبِهِۦ وَأَنَّهُۥۤ إِلَیْهِ تُحْشَرُونَ

Kata mā yuḥyīkum — "apa yang menghidupkan kamu" — diangkat oleh Tarjih Muhammadiyah menjadi prinsip kerja kemanusiaan. Dalam Fikih Kebencanaan, prinsip ini ditegaskan: "bantuan harus memiliki semangat pemberdayaan sebagai dakwah untuk 'menghidupkan' (mā yuḥyīkum)" — Keputusan Tarjih Ke 29 Fikih Kebencanaan Bab V Pemenuhan Hak Korban Bencana.

Maknanya bagi kita

🔹 Bantuan adalah kewajiban, bukan kasihan. Yang berkelebihan sumber daya wajib menolong mereka yang kekurangan — "bantuan kemanusiaan 'dibayarkan' bukan karena rasa kasihan, namun sebagai kewajiban."

🔹 Tujuan bantuan adalah kemuliaan korban. "Tujuan bantuan adalah membela kemuliaan dan meningkatkan martabat korban bencana."

🔹 Bantuan harus memberdayakan. Tujuannya bukan menciptakan ketergantungan, tetapi membuat penerima "segera mandiri dan memiliki daya tahan untuk membangun sistem sosial mereka kembali."

🔹 Ini dakwah, bukan sekadar sedekah. Semangatnya adalah menghidupkan — memulihkan, menguatkan, dan membangkitkan daya hidup sesama.

Begitulah mā yuḥyīkum: setiap pertolongan sejatinya adalah ikhtiar menghidupkan kembali harapan dan martabat manusia. 🤝

—

📚 Sumber:

🔹️ Keputusan Tarjih Ke 29 Fikih Kebencanaan Bab V Pemenuhan Hak Korban Bencana

🔹️ Fikih Muhammadiyah Bagian S Kesehatan Publik

🔹️ Ma Yuhyikum

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format

Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.