putusan
Fatwa 19.B 2004 doa sujud sahwi, sujud syukur dan sujud tilawah
DOA SUJUD SAHWI, SUJUD SYUKUR
DAN SUJUD TILAWAH
Pertanyaan Dari:
Saudara Udi el-Shin, Malang, Jawa Timur
Pertanyaan:
Dengan surat ini kami mohon perkenan bapak untuk membantu kami memberikan jawaban atas pertanyaan yang selama ini masih menjadi keraguan di hati, kami mengharap jawaban yang disertai dengan dasar hukumnya.
Pertanyaannya sebagai berikut: Bagaimana bunyi doa sujud sahwi, sujud syukur, dan sujud tilawah?
Jawaban:
Setelah kami teliti di beberapa kitab hadits, hingga kini belum mendapatkan doa sujud sahwi dan doa sujud syukur secara khusus. Maka sementara kami berpendapat, ketika melakukan sujud sahwi dan sujud syukur sebaiknya membaca doa yang biasa dibaca pada waktu sujud dalam shalat. Sebab doa yang biasa digunakan pada kedua sujud tersebut, seperti subhaana man laa yanaamu wa laa yashu, adalah buatan ulama yang tidak ada sumbernya.
Adapun doa sujud tilawah ialah:
سَجَدَ وَجْهِيْ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ. [رواه أحمد وأصحاب السنن والحاكم والبيهقي وصححه ابن السكن]
Artinya: “Wajahku sujud kepada Allah yang menciptakannya dan membentuknya, dan membuka pendengarannya dan penglihatannya dengan daya upaya dan kekuatan-Nya.” [HR. Ahmad dan Ash-habus Sunan, al-Hakim dan al-Baihaqiy, dan dinilai shahih oleh Ibnu as-Sakan]. Al-Hakim menambahnya dengan:
فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Artinya: “Maha berkahlah Allah dan sebaik-baik pencipta.”
Dalam hadits lain yang diriwayatkan Ibnu Abbas, diungkapkan sebagai berikut:
أَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي سُجُودِ التِّلاَوَةِ: اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ. [رواه الترمذي]
Artinya: “Bahwa Nabi saw dalam sujud tilawah membaca: Ya Allah, tulislah untukku bacaan al-Qur’an itu sebagai pahala di sisi-Mu, dan hilangkanlah dosaku dengan bacaan itu, dan jadikanlah bacaan tersebut bagiku sebagai simpanan di sisi-Mu, dan terimalah bacaanku, sebagaimana Engkau menerima dari hamba-Mu, Dawud.” [HR. at-Turmudzi, ash-Shan’aniy, 1960, I: 211]

