putusan
Fatwa 30 2014 Menutup Khutbah dengan Salam
MENUTUP KHUTBAH DENGAN SALAM
Pertanyaan Dari:
H. Daming, NBM: 788.866, Makassar, Sulawesi Selatan
(disidangkan pada hari Jum'at, 25 Jumadats-Tsaniyah 1435 H / 25 April 2014)
Pertanyaan:
Assalamu ‘alaikum w. w.
Masih ada ustadz atau khatib salat Jum’at menutup khutbahnya dengan salam. Apa dasarnya atau dalilnya?
Wassalamu ‘alaikum w. w.
Jawaban:
Wa ‘alaikumus-salam w. w.
Saudara H. Daming, pertanyaan yang hampir sama dengan pertanyaan saudara sudah pernah dijawab dan dimuat di dalam rubrik Fatwa Agama SM No. 11 Tahun ke-81/1996 dan SM No. 2 Tahun Ke-84/1999. Tetapi tidak ada salahnya kami menjawab kembali sesuai dengan pertanyaan saudara.
Tidak diragukan lagi bahwa Nabi Muhammad saw apabila naik mimbar untuk khutbah, beliau selalu memulai dengan salam, asSalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu. Di antara hadis mengenai salam dalam khutbah ialah hadis riwayat Ibnu Majah dan al-Baihaqi:
عَنْ جَابِرٍ بِنْ عَبْدِ اللهِ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا صَعِدَ الْمِنْبَرَ سَلَّمَ.
“Dari Jabir bin Abdullah: Bahwasanya Nabi saw apabila naik mimbar beliau memberi salam.” [Ibnu Majah: 1109, Al-Baihaqi: 923]
Hal ini terdapat di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam asySyafi’i,
اسْتَوَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الدَّرَجَةِ الَّتِي تَلِى الْمُسْتَرَاحَ قَائِمًا ثُمَّ سَلَّمَ وَجَلَسَ عَلَى الْمُسْتَرَاحِ حَتَّى فَرَغَ الْمُؤَذِّنُ مِنَ الْأَذَانِ ثُمَّ قَامَ فَخَطَبَ الْخُطْبَةَ الْأُولَى ثُمَّ جَلَسَ ثُمَّ قَامَ فَخَطَبَ الْخُطْبَةَ الثَّانِيَةَ.
“Rasulullah saw pernah naik dan berdiri di tangga mimbar yang dekat dengan tempat duduk, lalu memberi salam, lalu duduk di tempat duduk hingga muazin selesai azan, lalu berdiri berkhutbah yang pertama, kemudian duduk lagi, lalu berkhutbah yang kedua.” [Al-Umm, juz 2, hlm 408]
Kedua hadis di atas menyebutkan bahwa Nabi Muhammad saw hanya memberi salam ketika akan berkhutbah, sedangkan memberi salam untuk menutup khutbah tidak ditemukan hadis mengenai hal tersebut. Oleh karenanya, di akhir khutbah Jum’at tidak perlu memberi salam sesuai dengan sunnah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw.
Wallahu a'lam bish-shawab.

