putusan
Fatwa 62 1998 Waktu Salat Malam dan Posisi Tangan Ketika Berdoa
WAKTU SALAT MALAM DAN POSISI TANGAN KETIKA BERDOA
Pertanyaan Dari:
Soedjana, Jalan Kol. Masturi Blk No.15 Cimahi
Tanya:
Waktu yang sebaik-baiknya untuk melakukan sholat malam adalah pada tengah/sepertiga malam terakhir. Dalam melaksanakan sholat malam Nabi Daud tidur tengah malam, bangun sepertiganya lalu bangun lagi seperenamnya. Jam berapa kira-kira sholat malam itu dimulai? Ketika berdoa ada orang yang selalu mengangkat tangannya, ada yang kadang-kadang saja ada yang membalik-balikkannya dan diakhirnya ada yang meraup mukanya/mengusap mulutnya. Bagaimana sebenarnya menurut tuntunan sunnah?
Jawab:
Banyak hadis yang menyebutkan bahwa waktu sholat malam antara lain pada sepertiga malam yang terakhir. Hal ini seperti disebutkan dalam riwayat Jamaah dari Abu Hurairah:
يَنْزِلُ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ [رواه الجماعة]
Artinya: “Tuhan Allah Azza wajalla turun setiap malam ke langit dunia ketika malam tinggal sepertiga akhir, seraya berfirman: Siapa yang mendoa kepadaKu, Aku kabulkan baginya, siapa yang meminta sesuatu, Aku berikan kepadanya dan siapa yang memohon ampunanKu, Aku ampuni baginya.”
Dalam hadis yang saudara tanyakan adalah menyebutkan sebagian dari kepribadian Nabi Daud as, di antaranya beliau bangun pada sepertiga malam yang terakhir, selengkapnya hadis tersebut berbunyi demikian:
أَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبُّ الصَّلَاةِ إِلَى اللَّهِ صَلَاةُ دَاوُدَ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا [رواه الجماعة إلا الترمذي]
Artinya “Puasa sunnah yang paling disukai Allah ialah puasa Nabi Daud, shalat yang paling disukai oleh Allah ialah sholat Nabi Daud. Dia tidur setengah malam, sholat malam sepertiga malam (yang akhir) dan tidur lagi pada seperenamnya, berbuka satu hari dan berpuasa satu hari.”
Apabila waktu malam itu dimulai sejak matahari tenggelam sampai terbit matahari, maka sepertiga malam yang terakhir dalam hadis-hadis di atas pelaksanaan sholat lail bisa dilaksanakan kira-kira antara jam 02.00 sampai dengan jam 03.00. Sekalipun demikian sholat lail ini bisa juga dikerjakan setelah jam 12.00 malam, hal ini seperti disebutkan dalam ayat 20 surat al-Muzzammil:
[ARAB TIDAK TERBACA] [المزمل، 73: 20]
Artinya: “Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya …”
Perlu diketahui bahwa jam yang dimaksud adalah berdasarkan waktu setempat, karena berbeda waktunya antara WIB dengan WIT misalnya.
Mengenai mengangkat tangan ketika berdoa, hal ini sudah pernah ditanyakan dan dimuat dalam SM beberapa waktu yang lalu.

