putusan
HPT Jilid 1 Kitab Iman
PENDAHULUAN
“Bismillahirrahmanirrahim”
(Dengan nama Allah, Maha
Penyayang, Maha Pengasih).
Tiada Tuhan selain Allah sendiri,
tiada bersekutu dan dengan-Nyalah
adanya daya kekuatan. Segala puji untuk
Allah yang menciptakan semua alam
dan yang mengembalikan ruh kepada
jasadnya di Hari Kiamat. Rahmat dan
salam semog a terlimpah pada
Junjungan Nabi Muhammad penutup
para Nabi dan seutama-utamanya
Utusan, serta pada sekalian keluarganya.
Tersebut dalam hadits, dari sahabat
Umar ra.: “Tengah kami duduk pada
suatu hari bersama-sama Rasulullah
s.a.w., datanglah seorang laki-laki, putih
bersih pakaiannya, hitam bersih
rambutnya, tak terkesan padanya tanda
orang sedang bepergian dan tiada
seorangpun di antara kami yang
mengenalnya; kemudian ia bersimpuh
di hadapan Nabi dengan merapatkan
kedua lututnya pada kedua lutut Nabi
dan meletakkan kedua telapak
tangannya pada paha Nabi. Lalu ia
berkata: “Hai Muhammad, terangkanlah
padaku tentang Islam!”. Nabi
menjawab: “Islam, ialah engkau
mempersaksikan: tiada Tuhan selain
Allah dan Muhammad adalah utusan
Allah, mengerjakan shalat, membayar
zakat, berpuasa Ramadlan dan pergi
Haji bila engkau mampu melakukan-
nya”. Kata orang itu: “Benar engkau”!
Maka heranlah kami, betapa ia bertanya
lalu membenarkan. Orang itu bertanya
pula: “Terangkanlah padaku tentang
Iman”! Nabi menjawab: “Ialah bahwa
engkau percaya akan Allah, Malaikat-
Nya, Kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya,
Hari Kemudian dan percaya akan takdir
baik dan takdir buruk”. Orang itu
berkata: “Benar engkau!” (Hadits
riwayat Muslim).
Kemudian daripada itu, maka
kalangan ummat yang terdahulu, yakni
mereka yang terjamin keselamatannya
(1), mereka telah sependapat atas
kepercayaan bahwa seluruh alam
ke j a d i a n i t u m e n g a l a m i m a s a
permulaan, dijadikan oleh Allah dari
ketidakadaan dan mempunyai sifat akan
punah (2), Mereka berpendapat bahwa
memperdalam pengetahuan tentang
alam untuk mendapat pengertian
tentang Allah, adalah wajib menurut
ajaran Agama (3). Demikianlah maka
kita hendak mulai menerangkan pokok-
pokok kepercayaan yang benar.
IMAN KEPADA ALLAH
YANG MAHA MULIA
Wajib kita percaya akan Allah Tuhan
kita (4). Dialah Tuhan yang sebenarnya,
yang menciptakan segala sesuatu dan
Dialah yang pasti adanya (5), Dialah
yang pertama tanpa permulaan dan
yang akhir tanpa penghabisan (6). Tiada
sesuatu yang menyamaiNya (7). Yang
Esa tentang ketuhananNya, sifat-
sifatNya dan perbuatanNya (8). Yang
hidup dan pasti ada dan mengadakan
segala yang ada (9). Yang mendengar
dan yang melihat (10). Dan Dialah yang
berkuasa atas segala sesuatu (11).
PerihalNya apabila Ia menghendaki
sesuatu Ia sabdakan: “Jadilah”! maka
jadilah sesuatu itu (12). Dan Dia
mengetahui segala yang mereka
kerjakan (13). Yang bersabda dan
memiliki segala sifat kesempurnaan.
Yang suci dari sifat mustahil dan segala
kekurang an (14). Dialah yang
menjadikan sesuatu menurut kemauan
dan kehendakNya. Segala sesuatu ada di
tanganNya dan kepadaNya akan
kembali (15).
PERHATIAN
Allah tidak menyur uh kita
membicarakan hal-hal yang tidak
t e r c a p a i o l e h a k a l d a l a m h a l
kepercayaan (16). Sebab akal manusia
tidak mungkin mencapai pengertian
tentang Dzat Allah dan hubunganNya
dengan sifat-sifat yang ada padaNya.
Maka janganlah engkau membicarakan
hal itu (17). Tak ada kesangsian tentang
adanya. “Adakah orang ragu tentang
Allah? Yang menciptakan langit dan
bumi”? (Surat Ibrahim: 10).
Memang Al-Qur’an telah menutup
pintu pemikiran dalam membicarakan
hal yang tak mungkin tercapai oleh akal
dengan firmanNya yang berbunyi:
“Tiada sesuatu yang serupa dengan-
Nya. (Surat Syura 11). Diapun telah
menjelaskan bahwa kekuatan akal itu
terbatas dan bahwa Dia meliputi semua
manusia, dalam firmanNya: Dia tahu
segala yang ada dimuka dan di belakang
mereka sedang pengetahuan mereka tak
mungkin mendalaminya. (Surat Thaha
ayat 110). Bagi orang mukmin
memadailah bila mereka memikirkan
segala makhlukNya, guna membuktikan
a k a n a d a N y a , k e k u a s a a n d a n
kebijaksanaanNya (18).
IMAN KEPADA MALAIKAT
Kita wajib percaya, Allah itu
mempunyai Malaikat yang bersayap, ada
yang dua, ada yang tiga dan ada yang
empat (19). Dan mereka adalah hamba
Allah yang dimuliakan yang tidak
per nah menentang Allah akan
perintahNya dan mereka senantiasa
mengerjakan apa yang diperintahkan
(20). Mereka tidak makan dan tidak
minum (21). Tak berjodoh dan tidak
tidur (22). Dan sepanjang masa tidak
putus-putusnya mereka mengkuduskan
Tuhan (23). Dan masing-masing
d a r i p a d a m e r e k a m e m p u n y a i
kedudukan atau tugas tertentu (24). Ada
yang memikul Arsy Tuhan (25) ada yang
menjadi utusan (26) seperti Jibril (27)
dan Mikail (28), dan ada yang
mengamati serta mencatat (amal
manusia) (29). Kita tidak boleh
menggambarkan tentang Malaikat
kecuali dengan apa yang diterangkan
oleh syara’ (30).
PERHATIAN
Oleh Allah kita tidak dituntut untuk
mengetahui hakekat Malaikat, kita
hanya diperintahkan agar percaya akan
adanya. Adapun para Nabi, mereka
pernah melihatnya dalam rupa manusia
ataupun lain-lainnya (31). Tentang hal
i n i b e r i t a n y a t e l a h mu t awa t i r
(meyakinkan). Namun kita tidak boleh
menggambarkan tentang Malaikat,
kecuali dengan dasar keterangan dari
Nabi s.a.w. yang sampai kepada kita
dengan pemberitaan yang meyakinkan.
“ D a n t i a d a s e o r a n g p u n y a n g
mengetahui hakekat tentara (Malaikat)
Tu h a n mu s e l a i n D i a ” . ( S u r a t
Muddatstsir: 31).
IMAN KEPADA KITAB
Kita wajib percaya bahwa Allah
telah menurunkan beberapa kitab
k e p a d a R a s u l - r a s u l N y a u n t u k
memperbaiki manusia tentang urusan
dunia dan agama mereka (32). Di antara
kitab-kitab itu, ialah Zabur kepada Nabi
Dawud (33), Taurat kepada Nabi Musa
(34), Injil kepada Nabi Isa (35) dan
Qur’an pada Nabi Muhammad (36)
yang menjadi penutup sekalian Nabi
alaihimus shalatu was salam (37). Dan
bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah
dan kitab terakhir yang diturunkan,
yang memuat apa yang tidak termuat
pada lainnya, mengenai syariat, budi
luhur dan kesempurnaan hukum (38).
PERHATIAN
Kita wajib percaya akan hal yang
dibawa oleh Nabi s.a.w. yakni Al-Qur’an
dan berita dari Nabi s.a.w. yang
mutawatir dan memenuhi syarat-
syaratnya. Dan yang wajib kita percayai
hanyalah yang tegas-tegas saja, dengan
t a k b o l e h m e n a m b a h - n a m b a h
keterangan yang sudah tegas-tegas itu
dengan keterangan berdasarkan
pertimbangan, (perkiraan), karena
f i r m a n A l l a h : “ S e s u n g g u h n y a
persangkaan itu tidak sedikitpun
berguna untuk mencapai kebenaran”
(Surat Yunus: 36).
Adapun syarat yang benar tentang
kepercayaan, dalam hal ini ialah jangan
a d a se s u a t u y a n g m e n g u r a n g i
Keagungan dan Keluhuran Tuhan,
dengan mempersamakan-Nya dengan
makhluk. Sehingga andaikata terdapat
kalimat-kalimat yang kesan pertama,
mengarah kepada arti yang demikian,
meskipun berdasarkan berita yang
mutawatir (meyakinkan), maka wajiblah
orang mengabaikan makna yang
tersurat dan menyerahkan tafsir arti
yang sebenarnya kepada Allah dengan
kepercayaan bahwa yang terkesan
pertama pada pikiran bukanlah yang
dimaksudkan, atau dengan takwil yang
berdasarkan alasan-alasan yang dapat
diterima.
IMAN KEPADA RUSUL
Kita wajib percaya bahwa Allah
Yang Maha Bijaksana telah mengutus
para Rasul untuk memberi petunjuk
umat manusia akan jalan yang lurus.
Mereka adalah pembawa berita yang
gembira dan peringatan, agar bagi
manusia tiada alasan atau membantah
pada Allah setelah diutusnya para Rasul
(39). Para Rasul itu adalah manusia
seperti kita: makan, minum, dan pergi
ke pasar (40), yang telah dipilih oleh
Allah, menjadi utusanNya dan
mengistimewakan mereka dengan
diberi wahyu. Mereka adalah orang-
orang yang jujur (41), terpercaya (42)
menyampaikan tugas mereka (43) dan
c e r d a s, d a p a t m e m a h a m i d a n
memahamkan (44). Mereka adalah
manusia yang mengalami yang biasa
dialami oleh orang lain selagi tak
mengurangi kehormatan mereka dalam
martabat mereka yang luhur (45).
Diantara para Rasul yang tersebut
nama mereka dalam Quran adalah:
Adam, Idris, Nuh, Hud, Shalih,
Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, Yusuf,
Luth, Ayyub, Syu’aib, Musa, Harun,
Dzulkifli, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa,
Yunus, Zakariya, Yahya, Isa dan
M u h a m m a d ‘ a l a i h i mu s - s h a l a t u
wassalam (46). Dan ada Rasul-rasul
yang tidak diberitakan Allah kepada kita
(47). Tiada ummat yang terdahulu
melainkan pernah kedatangan Nabi
(48). Dan Allah telah mengokohkan
mereka dengan beberapa pembuktian
dan segala macam mu’jizat yang nyata
(49).
PERHATIAN
Adalah suatu kebenaran, bahwa
kekuasaan Allah dapat mengadakan hal-
hal yang menyimpang dari hukum
kebiasaan yang pernah berlaku bagi para
Nabi untuk menguatkan penugasan dan
menundukkan lawan-lawan mereka dan
tanda kebenaran mereka terhadap
mereka yang mengingkari misalnya apa
yang tersebut dalam Quran : api yang
tak membakar Nabi Ibrahim (50),
tongkat Nabi Musa yang berubah
m e n j a d i u l a r ( 5 1 ) . N a b i I s a
menghidupkan kembali orang mati (52).
Dan diturunkannya Quran kepada Nabi
Muhammad (53) dan lain-lain
sebagainya yang tersebut dalam
beberapa ayat dan semua itu adalah hal
yang wajib diimankan.
IMAN PADA
HARI KEMUDIAN
Kita wajib percaya tentang adanya
Hari Akhir dan segala yang terjadi di
dalamnya tentang kerusakan ‘alam ini,
serta percaya akan hal-hal yang
diberitakan oleh Rasulullah dengan
riwayat mutawatir tentang kebangkitan
dari kubur (54), pengumpulan di
Makhsyar (55), Pemeriksaan (56) dan
pembalasan (57). Maka Allah memberi
keputusan tentang perbuatan orang,
lalu ada yang masuk neraka selama-
lamanya tidak keluar dari padanya, yaitu
orang-orang kafir dan orang orang
musyrik (58), dan ada yang masuk
kemudian keluar dari neraka, yaitu
orang-orang mukmin yang berbuat dosa
(59). Dan ada yang masuk sorga dan
Kitab Iman | 21
kekal, yaitu orang-orang mukmin yang
benar-benar (60).
IMAN KEPADA QADLA’ QADAR
Kita wajib percaya bahwa Allahlah
yang telah menciptakan segala sesuatu
(61) dan Dia telah menyuruh dan
melarang (62), Dan perintah Allah
adalah kepastian yang telah ditentukan
(63). Dan bahwasanya Allah telah
menentukan segala sesuatu sebelum
Dia menciptakan segala kejadian dan
mengatur segala yang ada dengan
pengetahuan, ketentuan, kebijaksanaan
dan kehendakNya (64). Adapun segala
yang dilakukan manusia itu semuanya
atas Qadla’ dan QadarNya (65). Sedang
manusia sendiri hanya dapat berikhtiar.
Dengan demikian, maka segala
ketentuan adalah dari Allah dan usaha
adalah bagian manusia. Perbuatan
manusia ditilik dari segi kuasanya
dinamakan hasil usaha sendiri (66).
Tetapi ditilik dari segi kekuasaan Allah,
perbuatan manusia itu adalah ciptaan
Allah(67). Manusia hanya dapat
mengolah bagian yang Allah karuniakan
padanya berupa rizki dan lain-lain (68).
PENUTUP
Inilah pokok-pokok ‘aqidah yang
benar yang terdapat dalam Al-Quran
dan Hadits dan dikuatkan oleh
pemberitaan-pemberitaan yang
mutawatir. Maka barang siapa percaya
akan semua itu dengan keyakinan yang
teguh, masuklah ia dalam golongan
mereka yang berpegang pada kebenaran
dan tuntunan Nabi serta lepas dari
golongan ahli bid’ah dan kesesatan.
Selanjutnya kita mohon kepada
Allah keyakinan yang kuat dan
keteguhan menjalankan agamaNya.
Kita berdo’a untuk kita seluruh ummat
Islam. Sesungguhnya Tuhanlah yang
Maha Penyayang, Semoga Allah
melimpahkan kemurahan kepada
junjungan Nabi Muhammad s.a.w.
penutup para Nabi dan Rasul serta
kepada keluarga dan sahabatnya.
ALASAN (DALIL)
(1) Dari Abu Hurairah, bahwasanya
Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ummat
Yahudi telah bercerai-berai menjadi 71
atau 72 golongan; dan ummat
Nasranipun demikian pula. Dan
ummatku akan bercerai-berai menjadi
73 golongan” (Diriwayatkan oleh
Turmudzi dan mengatakan: Hadits
Hasan Shahih”).
Dan dari Abdullah bin ‘Amr, katanya:
“Rasulullah s.a.w. bersabda: “Niscaya
akan datang kepada ummatku apa yang
telah datang kepada Bani Israil, teladan
ceripu dengan ceripu-ceripu sampai
kalau ada orang yang menggagahi
ibunya dengan terang-terangan, pastilah
di antara ummatku ada pula yang
berbuat demikian.
Dan bahwasanya Bani Israil telah
bercerai-berai menjadi 72 aliran dan
ummatku akan bercerai-berai menjadi
73 aliran; semuanya masuk neraka,
kecuali satu aliran”. Kata sahabat-
sahabat: “Siapakah aliran yang satu itu
ya Rasulullah? Jawab beliau: “Ialah
mereka yang mengikuti jejakku dan
sahabat-sahabatku” (Diriwayatkan oleh
Turmudzi).
(2) “Itulah Allah, Tuhanmu sekalian,
tidak ada Tuhan yang wajib disembah
selain Allah, yang menciptakan segala
sesuatu, maka hambakanlah dirimu
padaNya dan Dialah yang mengurusi
segala sesuatu” (An’am : 102).
“Dan janganlah engkau memohon
kepada Tuhan lain di samping Allah,
sebab tidak ada Tuhan yang wajib
disembah selain Allah, segala sesuatu
akan binasa kecuali Dia yang
menentukan hukum dan kepada-Nya
kamu dikembalikan” (Qashash : 88).
(3). “Tidakkah mereka memperhatikan
langit yang ada di atasnya, bagaimana-
kah Aku telah membangunnya dan
menghiasinya dengan tiada retak (6)
Dan bumi telah Kubentangkan serta
Kuletakkan padanya gunung-gunung
dan Kutumbuhkan padanya segala jenis
berjodoh yang serasi (7); kesemuanya
itu menjadi ibarat dan peringatan bagi
tiap-tiap hamba, yang mau kembali
(kepada Allah). (8) Dan Aku turunkan
air dari langit yang banyak manfaatnya,
lalu Kutumbuhkan beberapa kebun dan
biji-biji ketam; (9) begitu juga, pohon
kurma yang tinggi bermayang yang
tersusun (10) menjadi rizki bagi segenap
hamba, dengan demikianlah Aku
hidupkan tanah yang tandus (mati) dan
sedemikianlah (hal) bangkitan (dari
kubur).(11) (Qaf : 6-11).
“Tidaklah mereka memperhatikan
kepada unta, betapa ia dijadikan? (17)
kepada langit, bagaimana ia ditinggi-
kan?, (18) kepada gunung-gunung
betapa ia ditegakkan, (19) dan kepada
bumi, betapa ia dibentangkan?” (20)
(Ghasyiyah : 17-20).
“Katakanlah (hai Muhammad)! Perhatikan-
lah apa yang ada di beberapa langit dan
bumi; tidaklah berguna beberapa bukti
dan peringatan itu bagi golongan yang
tidak beriman”. (Yunus: 101).
“Sesungguhnya pada penciptaan langit
dan bumi serta silih bergantinya malam
dan siang, sungguh menjadi bukti bagi
orang-orang yang berakal.” (Ali ‘Imran:
190).
“Sesungguhnya pada penciptaan langit
dan bumi, silih bergantinya malam dan
siang, adanya perahu (kapal) yang
berlayar di laut membawa barang yang
berfaedah bagi manusia, air yang
diturunkan Allah dari langit yang
digunakan untuk menyuburkan bumi
sesudah mati dan membiakkan
binatang-binatang serta pengisaran
angin dan awan yang dikendalikan
antara langit dan bumi, benar-benar
menjadi tanda bukti bagi orang-orang
yang berfikir”. (Baqarah: 164).
(4) “Maka berimanlah kamu kepada
Allah dan RasulNya, serta cahaya
(Quran) yang telah Aku turunkan. Dan
Allah itu Yang Maha Mengetahui akan
perbuatanmu”. (Thaghabun: 8).
(5) “Itulah Allah Tuhanmu yang hak
tidak ada kebenaran di luar itu,
m e l a i n k a n k e s e s a t a n , m a k a
mengapakah kamu berpaling”? (Yunus:
32).
(6) “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir.
Yang Dhahir dan Yang Bathin, dan Dia
Yang mengetahui segala sesuatu”.
(Hadid: 3).
“Segala yang ada di bumi itu akan
binasa. Dan tetap kekallah Tuhanmu
Yang Maha Agung dan Maha Mulia”.
(Rahman: 26-27).
(7) “Yang menciptakan langit dan bumi.
Diapun menjadikan dari pada jenismu
berjodohan, begitu juga dari binatang
ternak, yang Dia perkembangkan di atas
bumi. Tidak ada sesuatupun yang
menyamaiNya dan Dialah Yang Maha
Mendengar dan Maha Melihat.” (Syura:
11).
(8) “Katakanlah: Dialah Yang Maha
Esa, Allahlah pusat permohonan, Dia
tidak beranak dan tidak diperanakkan.
Dan tidak sesuatu yang menyamaiNya”.
(Ikhlas: 1-4).
“Atau siapakah yang menciptakan langit
dan bumi, dan telah menurunkan air
dari langit untukmu, lalu Aku
tumbuhkan dengan air itu beberapa
kebun yang indah serasi, yang kamu
tidak dapat tumbuhkan pohon-
pohonnya. Adakah tuhan lain di
samping Allah? Memang mereka itu
orang-orang yang menyimpang”
(Naml: 60).
(9) “Allah, yang tiada tuhan yang wajib
disembah selain Dia, yang hidup dan
berdiri sendiri... seterusnya”. (Baqarah:
255).
(10) “Dan Dialah Yang Maha
Mendengar dan Maha Mengetahui”.
(Syura: 11).
(11) “Bertambah-tambahlah berkah
Tuhan yang ditanganNya, segala
kekuatan dan Dialah Yang Maha Kuasa
atas segala sesuatu” (Mulk : 1)
(12) “Sesungguhnya firman-Ku kepada
sesuatu, apabila Aku menghendaki
adanya, Aku hanya mengatakan ;
Adalah, maka jadilah ia” (Nahl : 40).
(13) “Dan Dia itu Maha Mengetahui
segala sesuatu” (Baqarah : 29)
“Pengetahuan Tuhan kami, meliputi
segala sesuatu” (A’raf : 89)
“Sesung guhnya Allah itu Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan”
(Nahl : 91).
(14) “Maha Suci Allah daripada apa
yang mereka sifati” (Mu’minun : 91)
(15) “Dan Tuhanmu menciptakan apa
yang Dia kehendaki dan Dia pilih”
(Qashash : 68)
“ Bagi Allah-lah segala perkara, pada
sebelum dan sesudahnya” (Ruum : 4)
(16) “Allah tidak membebani seseorang
melainkan seimbang dengan kekuatan-
nya” (Baqarah : 286)
(17) Hadits dari Ibnu ‘Abbas, bahwa-
sanya orang banyak sama memikirkan
keadaan Allah Yang Maha Mulia dan
Agung, maka Nabi s.a.w. bersabda :
“Fikirkanlah makhluk Allah dan jangan
memikirkan dzat-nya, karena kamu
tidak akan dapat menduga kekuasaan-
Nya”. Dan dari Ibnu ‘Abbas juga
dengan lain perkataan : “Fikirkanlah
kamu dengan keadaan makhluk dan
jangan fikirkan keadaan Khaliq” (Allah
Yang Maha Menciptakan). Karena
k a m u t i d a k d a p a t m e n g u k u r
kekuasaanNya” (Diriwayatkan oleh
Abu Syaikh).
“Dan mereka tidak menghargai kepada
Allah sebagaimana mestinya, dikala
mereka berkata : Allah tidak
menurunkan sesuatupun kepada
manusia.” Katakanlah: Siapakah yang
menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa
oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk
bagi ummat manusia, yang kamu
jadikan lembaran-lembaran (sebagian)
kamu perlihatkan dan banyak kamu
sembunyikan, padahal telah diajarkan
kepadamu apa yang kamu dan bapak-
bapakmu tidak mengetahuinya?
K atakanlah : “Allah-lah (yang
menurunkannya) kemudian biarkanlah
m e r e k a b e r m a i n - m a i n d a l a m
kesesatannya” (An’am : 91).
(18) Mengingat yang tersebut dalam
nomor 17 di atas.
(19) “Segala puji bagi Allah pencipta
langit dan bumi, yang menjadikan
Malaikat sebagai utusan-utusan yang
bersayap, ada yang dua, ada yang tiga
dan ada yang empat” (Fathir : 1)
(20) “Bahkan para Malaikat itu hamba
yang dimuliakan (terhormat) yang tidak
mendahului firman Allah, sedang
mereka selalu mengerjakan perintah-
Nya” (Anbiya’ : 26 – 27).
“Wahai orang yang beriman jagalah
dirimu dan ahli keluargamu dari api
neraka yang umpannya adalah manusia
dan batu, penjaganya adalah para
Malaikat yang kasar, yang keras dan
yang tidak pernah menentang Allah
akan perintah-Nya, dan mereka
senantiasa mengerjakan apa yang
diperintahkan.” (Tahrim: 6).
(21) “Maka ketika Nabi Ibrahim melihat
tangan Malaikat tidak menjamah
hidangan, yang memandang aneh dan
merasa takut, berkatalah para Malaikat:
Janganlah kamu takut, sesungguhnya
kami diutus menghadapi kaum Luth”.
(Hud: 70).
(22) “Sepanjang masa tiada putus-
putusnya mereka mensucikan Tuhan”.
(Anbiya’: 20).
“Adakah Tuhanmu telah memilih kamu
sekalian sebagai anak laki-laki dan
menjadikan anak perempuan kepada
para Malaikat?” Sesungguhnya kamu
telah mengatakan ucapan yang besar
(dosanya). (Isra’: 40).
(23) Sepanjang masa tiada putus-
putusnya mereka mensucikan Tuhan.”
(Anbiya’: 20).
(24) “Dan tidak ada dari pada kami
(Malaikat) melainkan mempunyai
kedudukan yang tertentu”. (Shaffat:
164).
(25) “Dan pada hari itu ada delapan
Malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di
atas mereka”. (Haqqah: 17).
(26) “Di dalam lembaran-lembaran
yang dimuliakan, dijunjung dan
disucikan, di tangan para utusan
(Malaikat) yang mulia lagi berbakti.”
(‘Abasa: 13-16).
(27) “Dia dibawa turun Ruhul Amin
(Jibril), kepada hatimu agar kamu
menjadi g olong an orang yang
menyampaikan peringatan”. (Syu’ara:
193-194).
(28) “Barang siapa memusuhi Allah,
Malaikat-malaikat-Nya, Utusan-utusan-
Nya serta Jibril dan Mikail, maka Allah
akan memusuhi orang-orang kafir”.
(Baqarah: 98).
Hadits dari Samurah bin Jundub:
“Adapun rumah ini adalah rumahnya
para Syuhada’ dan aku adalah Jibril, dan
ini adalah Mikail” ... dan seterusnya
hadits. (Diriwayatkan oleh Bukhari,
tersebut dalam kitab Riyadlus Shalihin,
halaman 507).
(29) “Sungguh, di atasmu itu ada
pengawas (Malaikat) yang mulia yang
selalu mencatat, mengetahui apa-apa
yang kamu kerjakan” (Infithar: 10-12).
(30) “Jangan engkau mengikuti apa-apa
y a n g t i d a k e n g k a u k e t a h u i ,
s e s u n g g u h n y a p e n d e n g a r a n ,
penglihatan dan hati itu kesemuanya
akan ditanyai.” (Isra’: 36).
(31) Hadits dari pada ‘Umar berkata:
“Tengah kami duduk pada suatu hari
bersama Rasulullah s.a.w. datanglah
seorang laki-laki putih bersih
pakaiannya, hitam bersih rambutnya,
tak terkesan padanya tanda orang
sedang bepergian dan tiada seorangpun
di antara kami yang mengenalnya,
kemudian bersimpuh di hadapan Nabi
dengan merapatkan kedua lututnya
pada kedua lutut Nabi dan meletakkan
kedua telapak tangannya pada paha
Nabi lalu ia bakata: Hai Muhammad,
terangkanlah kepadaku tentang Islam”.
Nabi menjawab : Islam ialah engkau
mempersaksikan, tiada Tuhan selain
Allah, dan Muhammad adalah utusan
Allah, mengerjakan shalat, membayar
zakat, berpuasa Ramadlan dan pergi
Haji bila engkau mampu melakukan-
nya”. Kata orang itu : “Benar engkau.”
Seterusnya Hadits. (Diriwayatkan oleh
Muslim).
Dari Jabir bin Abdullah Anshari yang
menceritakan tentang putusnya wahyu,
katanya : “Sewaktu aku (Nabi) sedang
berjalan, tiba-tiba mendengar suara dari
langit, maka aku mengangkatkan
kepalaku. Tiba-tiba tampak Malaikat
yang pernah datang di gua Hira’ dahulu
duduk di atas kursi di antara langit dan
bumi, maka takutlah aku dan kembali
pulang. Sesampai di rumah aku berkata :
“Selimutilah aku, selimutilah aku”.
Maka Tuhan Allah menurunkan ayat :
Hai orang yang berselimut, bangunlah
dan berilah peringatan. Agungkanlah
Tuhanmu, bersihkanlah pakaianmu,
dan tinggalkanlah perbuatan dosa.
Kemudian lancarlah dan beruntun
turunnya wahyu” (Diriwayatkan oleh
Bukhari).
Dan sebagaimana yang ditafsirkan oleh
Syaukani dalam tafsirnya mengenai
firman Allah swt : “Dan sesungguhnya
Nabi telah melihat Jibril pada
kesempatan lain di Sidratul Munthaha”
(Najm : 13 – 14)
(32) “Sungguh Kami telah mengutus
Utusan-utusan Kami dengan membawa
segala pembuktian dan beserta mereka
itu Aku berikan Kitab dan neraca
(pertimbangan) agar supaya orang-
orang menegakkan keadilan” (Hadid :
25).
“Maka ada sebagian orang yang berdo’a
: Ya Tuhanku, berilah hamba (kebaikan)
di dunia ini, maka ia tidak mendapat
bahagian di akhirat. Dan di antara
mereka ada yang berdo’a; Ya Tuhanku
berilah hamba kebaikan di dunia dan
kebaikan di akhirat dan jauhkanlah
hamba dari api neraka. Mereka itulah
yang mendapat bahagian dari apa yang
telah mereka lakukan” (Baqarah : 200 –
202).
(33) “Dan Kami telah memberikan
kitab Zabur kepada Nabi Dawud”
(Nisa’ : 163)
(34) Diriwayatkan oleh Muslim,
Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Jarir dan
Ibnul Mundzir dari Bara’ bin ‘Azib
berkata : “Nabi telah lewat di dekat
seorang Yahudi yang berlumuran darah
karena hukum dera, maka Nabi
memanggil orang-orang Yahudi dan
bertanya : “Beginikah hukuman orang
zina di dalam kitabmu?” Mereka
menjawab : Ya. Maka Nabi lalu
memanggil seorang dari ‘ulama mereka
dan bertanya : Atas nama Allah yang
telah menurunkan kitab Taurat kepada
Nabi Musa. Beginikah hukuman orang
yang zina di dalam kitabmu? Ia
menjawab : Oh tidak, dan seandainya
tuan tidak mendesak atas nama Allah
kepadaku, niscaya tak kukatakan kepada
tuan, di dalam kitab kami, hukuman
orang zina itu rajam’… seterusnya
Hadits.
(35) “Dan sesudah mereka itu Kami
susulkan Isa bin Maryam untuk
membenarkan kitab Taurat yang ada
sebelumnya. Dan ia Kami yang beri
kitab Injil berisi petunjuk dan
penerang an…” seter usnya ayat
(Maidah : 46).
(36) “Sungguh Kami telah menurunkan
Quran dengan sebenar-benarnya
kepadamu (Muhammad)” (Dahr : 23).
(37) “Muhammad itu tidak menjadi
ayah dari seorang laki-laki di antaramu,
akan tetapi ia adalah utusan Allah dan
penghabisan (penutup) sekalian Nabi”
(Ahzab : 40).
(38) Karena firman Allah Ta’ala: “Dan
engkau (Muhammad) memang benar-
benar berbudi luhur”. (Qalam: 4).
Dan karena Hadits ‘Aisyah r.a. bahwa
akhlaq Nabi itu adalah Quran.
(Diriwayatkan oleh Muslim dan Abu
Dawud).
(39) “Dan (Kami telah mengutus)
beberapa Rasul yang telah Kuceritera-
kan kepadamu dan ada pula yang tidak
Ku-ceriterakan kepadamu. Dan Allah
telah berbicara benar-benar kepada
Nabi Musa. (Mereka Kami utus) selaku
Rasul Rasul yang memberi kabar
gembira dan kabar yang menakutkan ...”
seterusnya ayat. (Nisa’: 164-165).
(40) “Dan tidaklah Aku mengutus
beberapa Utusan sebelummu, kecuali
mereka itu memakan makanan dan
berjalan di pasar-pasar. Dan Aku
jadikan cobaan sebagianmu kepada
yang lain.” (Furqan: 20).
(41) “Dan ketika orang-orang mukmin
melihat lawan-lawan yang bersekutu,
mereka berkata: Inilah yang telah
dijanjikan oleh Allah dan UtusanNya,
dan benar (tidak dusta)-lah Allah dan
UtusanNya itu.” (Ahzab: 22).
“Perhatikanlah akan Nabi Ibrahim
dalam kitab, sesungguhnya ia benar dan
menjadi Nabi”. (Maryam: 4 1).
“Perhatikanlah akan Isma’il dalam kitab,
sesungguhnya ia benar janjinya dan ia
adalah Utusan dan Nabi.” (Maryam:
54).
“Perhatikanlah akan Idris di dalam
kitab, sesungguhnya ia adalah benar dan
Nabi.” (Maryam: 56).
(42) “Dan tidaklah ia (Muhammad)
menyembunyikan berita ghoib”.
(Takwir: 24).
(43) “Mereka yang telah menyampaikan
risalah-risalah Allah dan takut kepada-
Nya, serta tidak ada sesuatu yang
ditakuti kecuali Allah, dan memadailah
Allah yang menghitung”. (Ahzab: 39).
“Supaya ia mengetahui, bahwa mereka
telah menyampaikan risalah-risalah
Tuhan mereka, dan pengetahuanNya
meliputi apa yang ada di antara mereka
dan menghitung bilangan segala
sesuatu”. (Jin: 28).
(44) Kemudian atas tanggung jawabKu
penjelasan Quran itu”. (Qiyamah: 19).
( 4 5 ) “ K a t a k a n l a h ( o l e h m u
M u h a m m a d ) : B a h wa s a n y a a k u
hanyalah manusia seperti kamu, yang
diwahyukan kepadaku: bahwasanya
Tuhan itu hanyalah Tuhan Yang Esa.
Maka barang siapa yang ada mengharap
bertemu dengan Tuhannya, maka
hendaklah beramal shaleh dan jangan
menyekutukan sesuatupun dalam
berbakti kepada Tuhannya”. (Kahfi :
110).
(46) “Sungguh telah Aku memberi
wahyu kepadamu (Muhammad)
sebagaimana yang telah Ku-berikan
kepada Nabi Nuh dan Nabi-Nabi
sesudahnya, begitu juga Aku telah
memberikan wahyu kepada Nabi-Nabi:
Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub serta
turunannya, dan Isa, Ayub, Yunus,
Harun dan Sulaiman, dan kepada Nabi
Dawud Kuberikan Kitab Zabur”.
(Nisa’: 163).
“Dan (Kami telah mengutus) beberapa
Rasul yang telah Kuceritakan kepadamu
dari sebelumnya, dan ada pula beberapa
Rasul yang tidak Ku-ceritakan kepada
mu. Dan Allah berbicara benar-benar
kepada Nabi Musa.” (Nisa’: 164).
“Dan itulah hujjah (pembuktian)-Ku
yang Ku-berikan kepada Nabi Ibrahim
untuk mengalahkan kaumnya, Aku
mengangkat beberapa derajat orang
yang Ku-kehendaki. Sesungguhnya
Tuhanmu Maha Bijaksana, Maha
Mengetahui”. (An’am: 83).
“Dan Aku telah karuniakan kepada
Ibrahim (keturunan) yaitu Nabi Ishaq
dan Ya’qub, masing-masing Ku-berikan
petunjuk kepada Nabi Nuh dan di
antara keturunannya yakni Nabi
Dawud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa
dan Harun. Demikian juga Aku yang
telah menganugerahi orang-orang yang
berbuat baik”. (An’am: 84).
Dan Nabi-Nabi: Zakaria, Yahya, Isa dan
Ilyas, kesemuanya dari orang-orang
shalih”. (An’am: 85).
“Dan Nabi-Nabi: Isma’il, Ilyasa’, Yunus
dan Luth; dan kesemuanya telah Ku-
lebihkan dari semua orang”. (An’am: 86)
“Dan Nabi-Nabi: Ismail, Idris dan
Dzulkifli; kesemuanya dari orang-orang
yang shabar”. (Anbiya’: 85).
“Dan kepada penduduk Madyan Aku
telah mengutus saudara mereka, ialah
Nabi Syu’aib”. (Hud: 84).
“Dan kepada kaum Tsamud Aku telah
mengutus saudara mereka ialah Nabi
Shalih”. (Hud: 61).
“Dan kepada kaum ‘Ad Aku telah
mengutus saudara mereka ialah Nabi
Hud”. (Hud: 50).
“Perhatikanlah Nabi Idris dalam Kitab,
sesungguhnya ia benar lagi menjadi
Nabi”. (Maryam: 56).
“Sungguh Allah telah memilih Nabi-
Nabi: Adam, Nuh, dan keturunan Nabi
Ibrahim, keturunan Imran (melebihi)
semua orang”. (Ali ‘Imran: 33).
“Muhammad adalah Utusan Allah dan
orang-orang yang menyertainya, tegas-
tegas terhadap orang-orang kafir dan
kasih sayang di antara mereka...” dan
seterusnya ayat. (Fath: 29).
(47) Mengingat yang tersebut pada
nomer 39 di atas.
(48) “Sungguh Aku telah mengutus
e n g k a u ( M u h a m m a d ) d e n g a n
membawa kebenaran untuk memberi
kabar gembira dan memberi peringatan.
Dan tidak ada sesuatu ummat yang
dahulu, kecuali ada seorang (Nabi) yang
memberi peringatan”. (Fathir: 24).
(49) “Yang demikian itu karena mereka
telah kedatangan para utusan yang
membawa tanda bukti, kemudian
mereka kafir; maka Allah menimpakan
siksa kepada mereka, Sesungguhnya
Allah itu Maha Kuat dan Keras
siksanya”. (Mukmin: 22)
(50) “Kami berkata: Hai api! Jadilah
dingin dan menyelamatkan Ibrahim”.
(Anbiya’: 69).
( 5 1 ) “ K e m u d i a n N a b i M u s a
melemparkan tongkatnya, seketika
menjadi ular yang nyata”. (A’ raf.107).
(52) “Dan sebagai utusan kepada Bani
Israil (berkata): Sungguh aku telah
datang kepadamu dengan membawa
bukti dari Tuhanmu, (seperti) aku
membuat untukmu semacam burung
dari tanah lalu aku tiup, maka akan
jadilah burung dengan idzin Allah. Aku
menyembuhkan orang buta dan orang
yang berpenyakit sopak; dan aku
menghidupkan orang mati dengan idzin
Allah; begitu juga aku memberitakan
kepadamu akan apa yang akan kamu
makan dan apa yang kamu simpan di
d a l a m r u m a h - r u m a h mu . Ya n g
demikian itu adalah menjadi bukti
bagimu, kalau kamu beriman”. (Ali
‘Imran : 49).
(53) “Katakanlah: kalaupun manusia
dan jin berkumpul untuk mengadakan
seperti Quran ini, tentulah tidak akan
mampu mengadakannya, meskipun
sebagian menolong sebagiannya”.
(Isra’: 88).
(54) “Orang-orang kafir beranggapan
b a h w a m e r e k a , t i d a k a k a n
dibangkitkan”. (Taghabun: 7).
Kitab Iman | 39
“Dan setelah sangkakala ditiup, seketika
mereka keluar dari kubur bergegas
kepada Tuhan mereka. Mereka berkata:
celakalah kami, siapakah yang
membangkitkan kami dari tempat tidur
kami (kubur)? Inilah yang telah
dijanjikan oleh Yang Maha Pemurah,
dan benarlah Rasul-Rasul. Tidak adalah
tiupan itu kecuali hanya sekali, maka
tiba-tibalah mereka semua dihadapan-
Ku”. (Yasin : 51-53).
“Kemudian kamu semua dibangkitkan
kelak pada Hari Qiyamat”. (Mukminim:
16).
(55) “Dia (Allah) itulah yang telah
menjadikan bumi mudah (digarap) oleh
kamu, maka jelajahilah pelosok-
pelosoknya dan makanlah dari rizkiNya.
Dan kepadaNyalah kamu akan
dikumpulkan” (Mulk : 15).
(56) “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan
kedua ayah-bundaku serta orang-orang
mukmim pada hari berlakunya
pengadilan (Hari Qiyamat).” (Ibrahim:
4 1).
“ D a n b e r k a t a N a b i M u s a :
S e s u n g g u h n y a a k u m o h o n
perlindungan kepada Tuhanku dan
Tuhanmu dan setiap orang takabur
(sombong) yang tidak percaya pada
Hari Hisab”(Qiyamat). (Mu’min 27).
(57) “Pada Hari ini (Qiyamat) dibalaslah
t i a p - t i a p o r a n g a t a s s e g a l a
perbuatannya, pada hari itu dengan
(adil) tidak ada peng aniayaan.
Sesungguhnya Allah itu sangat cepat
menghisabnya”. (Mu’ min: 17).
(58) “Sungguh orang-orang kafir dari
ahli Kitab dan orang-orang musyrik itu,
di dalam Neraka Jahanam kekal. Mereka
itulah sejahat-jahat makhluq”.
(Bayyinah: 6).
Hadits dari Ibnu ‘Umar r.a. bahwa
Rasulullah s.a.w. bersabda: “Apabila
penghuni Syurga itu telah menuju ke
Syurga dan penghuni Neraka menuju ke
Neraka maka (diperagakan) “kematian”
dibawa di antara Syurga dan Neraka, lalu
disembelih, kemudian diserukan
(Malaikat); Hai penghuni Syurga,
kekallah kamu dan tidak akan mati. Dan
wahai penghuni neraka kekallah kami
dan tidak akan mati. Maka bertambah-
tambahlah gembira-lah penghuni
Syurga dan bertamba-tambah sedih-
s e s a l l a h p e n g h u n i N e r a k a ” .
(Diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim,
begitu juga oleh Tirmidzi dengan lafal
yang sama maknanya). - Tersebut dalam
Kitab Taisirul-Wushul, Juz IV, halaman
21, cetakan tahun 1346 H, fasal 5
tentang Dzikir-Syafa’ah dari bab
Qiyamat.
(59) Dari Abi Sa’id Khudri r.a.
bahwasanya Nabi s.a.w. telah bersabda:
“Apabila ahli Syurga itu telah masuk
Syurga dan ahli Neraka telah masuk
Neraka, maka Allah berfirman: Barang
siapa di dalam hatinya ada iman
s e k a l i p u n s e b e s a r b i j i s a w i ,
Keluarkanlah ia (dari neraka) lalu
mereka keluar ….” Seterusnya hadits.
(Diriwayatkan oleh Bukhari).
(60) “Sungguh Allah telah membeli dari
orang mu’min, jiwa dan harta benda
mereka dengan syurga; mereka
berperang pada jalan Allah, lalu ada
yang membunuh dan ada yang terbunuh
...... Seterusnya ayat (Taubah: 111).
“Tuhan menggembirakan mereka
dengan rahmat, keridlaan dan syurga
mereka memperoleh kesenangan yang
tetap, mereka kekal di dalamnya selama-
lamanya”. (Taubah: 21-22).
(61) “Itulah Dia Allah Tuhan kamu
sekalian, tidak ada Tuhan berhak
disembah selain Allah, yang menciptakan
segala sesuatu”. (An’am: 102).
(62) “Sungguh Allah menyuruh berlaku
adil, berbuat kebaikan dan memberi
kepada ahli kerabat, serta melarang
kekejian, kemunkaran dan kedurhakaan.
Allah menasehatkan kepadamu, agar
kamu selalu ingat”. (Nahl: 90).
(63) “Sama sekali tiada rasa sempit bagi
Nabi terhadap apa yang ditentukan oleh
Allah, demikianlah sunnah Allah
(hukum qudrat-iradat Allah) terhadap
orang-orang yang lampau sebelumnya.
Dan hukum Allah itu adalah ketentuan
yang pasti”. (Ahzab: 38).
(64) “Tidaklah ada musibah yang
menimpa di bumi dan tidak ada
musibah yang menimpa dirimu, kecuali
tertulis di dalam kitab, sebelum Aku
menciptakannya. Sesungguhnya yang
demikian itu mudah bagi Allah. (Hadid :
22).
“Sungguh segala sesuatu itu Aku
jadikan dengan ketentuan (ukuran)”
(Qamar : 49)
(65) “Allah yang telah menjadikan apa
yang kamu kerjakan”. (Shaffat : 96).
“Dan Allah itu yang telah menjadikan
apa yang Dia kehendaki dan yang Dia
pilih. Tidak ada pilihan bagi mereka.
Maha Suci Allah dan Maha Luhur
daripada apa yang mereka sekutukan”
(Qashash : 68)
(66) “Dan Kami telah menunjukkan
manusia dua jalan” (Balad : 10).
“Lalu mengilhamkan kepadanya
kejahatan dan kebaikannya” (Syams : 8)
Dan yang tersebut dalam nomor 57.
(67) Menilik ayat yang tersebut pada
nomer 65
(68) “Hai semua manusia, makanlah apa
yang ada di bumi ini, yang halal lagi baik;
dan jangan kamu mengikuti langkah
syaitan. Sungguh syaitan itu musuhmu
yang nyata” (Baqarah : 168).
“Hai orang-orang yang beriman,
makanlah kamu dari rizki yang baik yang
telah Ku-berikan kepadamu dan
bersyukurlah kamu kepada Allah, bila
benar-benar kamu berbakti kepada-
Nya” (Baqarah : 172)
“Maka makanlah kamu apa yang telah
diberikan oleh Allah, yang halal lagi
baik. Dan bersyukurlah ni’mat Allah,
bila kamu benar-benar hanya berbakti
kepada-Nya” (Nahl : 114)
Katakanlah wahai Muhammad : “Jika kamu
cinta kepada Allah, maka turutlah
kepadaku niscaya Allah cinta kepadamu :
malah Allah mengampuni dosa-dosamu,
karena Allah itu Maha Pengampun, Maha
Pengasih” (Al-Qur’an surat Ali’ Imran ayat
31)

