putusan
Keputusan 229 2026 Fikih Takziah dan Kematian 03 Bab II Husnulkhatimah
BAB
II
HUSNULKHATIMAH
A. Definisi Husnulkhatimah
Husnulkhatimah adalah kalimat bahasa Arab yang bermakna sebaik-baik penutup/akhir atau
akhir yang terbaik. Kalimat husnulkhatimah, bila dikaitkan dengan kematian berarti akhir hidup yang
terbaik, atau bisa juga diartikan kematian yang indah atau kematian ideal.
Semua orang yang beriman pasti berkeinginan untuk mendapatkan husnulkhatimah, akhir hidup
yang terbaik. Namun tidak semua mereka mau mempersiapkan diri dan menjemputnya. Ada yang
masih tertarik dan terjebak dalam kilauan kehidupan dunia hingga ajal menjemputnya. Ada yang
memiliki keinginan untuk mengakhiri petualangan maksiat yang dilakukannya karena kesadaran akan
kematian, namun sebelum sempat bertaubat Allah swt. telah memanggilnya. Ada orang yang
hidupnya penuh dengan maksiat dan kemungkaran, lalu dia bertaubat dan Allah swt. menjemputnya
setelah dia bertaubat. Ada pula orang yang khusyu dan senantiasa berusaha beramal saleh dan dia
tetap istikamah dalam kebaikannya hingga ajal mendatanginya dengan husnulkhatimah. Semua
manusia bisa saja jatuh pada salah satu dari sekian keadaan di atas.
B. Tanda-tanda Husnulkhatimah
Allah Swt. telah memberikan tanda-tanda yang dapat diketahui bahwa seseorang memperoleh
kematian husnul khatimah pada akhir hidupnya. Seorang mukmin yang pada saat meninggalnya
menyandang tanda-tanda tersebut, berarti telah dianugerahi satu kabar gembira, yaitu
husnulkhatimah. Tanda-tanda itu adalah sebagai berikut.
- Tidak berbuat syirik dan mengucapkan kalimat syahadat ketika meninggal dunia,
sebagaimana sabda Rasulullah saw. riwayat Abu Dzar r.a. sebagai berikut.ْ
عَنأب35َقَالseipO Oاللهصلّىاللهlac St gni ellaْمِنرَبَىفأخْبَرَنِىَأؤقَال)AstesْمَنْماتمِنأَمْتَىYEB باللهsis alO ala iniA RJhHْوَإِنbOoG:ْوَإِنْزَنَىوَإِنekoB[رواهالبخاري]
iraD ubA razD )naktayawirid( awhab hallulusaR .was ,adbasreb adA gnay gnatad )takialam(
irad
uknahuT nad ukuhatirebmem
uata
irebmem
rabak aribmeg ukadapek aynasawhab
apaisajas
gnay
itam
irad
uktamu
apnat taubreb
kiriys
adapek
hallA
tikides
,nup akam
aid
naka kusam.agrus
ukA
,aynatreb
nupikseM aid anizreb uata ?irucnem
ibaN
,bawajnem ,aY
nupilakes
aid
anizreb
uata irucnem
.R.H(
.)irahkuB-la
Dari
hadis di
atas,
Nabi
saw. menegaskan bahwa
orang
yang dalam hidupnya tidak
pernah
sedikit
pun berbuat
syirik,
atau pernah berbuat
kemudian
bertobat dan
ketika meninggal dunia dia
sudah bersih sama sekali dari syirik, dia akan mati dengan husnulkhatimah dan masuk surga.
Orang yang bersih dari syirik ini akan memiliki kemampuan membaca kalimat syahadat tauhid,
sehingga dia meninggal dengan membaca kalimat tersebut, sesuai hadis riwayat Muaz bin Jabal
r.a. sebagai berikut.
[رواهأبوداودوأحمد Kaliَدَخَل du Yi all لآAAN ْ َمَنُ كَانآخِر pling ale ah َ َقَالُقَالرَسُولاللهصَلَّى hs Oh Sad ْ عَن
والحاكم]
iraD zauM nib ,labaJ )naktayawirid( ai ,atakreb hallulusaR .was ,adbasreb apaiS ajas gnayrihka
aynnaatakrep halada nakpacugnem aaL‘ ahaali ,’haallalli ai kusam agrus .R.H( ubA ,duwaD
damhA nad
.]mikaH-la
Meninggal dunia pada saat mengerjakan amal saleh, berdasarkan sabda Rasulullah saw..2
iagabes .tukireb
عَنْ
ALَ
َكَال
ُقَال
رَممُول
الله
صَلَّى
ِالله
عَلَيْه
gnikaْ
َمَن
قَال
lla
Y
إلّا
َاللهُ.
ٌقَال
حَسَن
ISAِ
وَجْه
الله
dA
AS
َبها
دَخَل
haKْ
وَمَن
RA SUS gaL aAاللهlA KGبهاNAEM SKْومَنdaHَبصتدقةِابْتََاوَجْهاللهlA digبها35]ylo haiMأحمد]
Dari
Huzaifah (diriwayatkan) ia
berkata,
Rasulullah
saw. bersabda,
Siapa saja yang
mengucapkan ‘Laa ilaaha illallah’, (Hasan berkata, dengan berharap akan keridaan Allah), dia
tutup usia dalam keadaan demikian, dia akan masuk surga. Siapa saja yang bepuasa pada suatu
hari mengharapkan keridaan Allah, kemudian dia tutup usia dalam keadaan demikian (puasa),
dia akan masuk surga. Siapa saja yang bersedekah mencari rida Allah, dia tutup usia dalam
keadaan demikian (sedekah), dia akan masuk surga (H.R. Ahmad].
3. Meninggal dunia dalam keadaan syahid fi sabilillah. Mengenai hal ini Allah Swt. berfirman:
sis laGidaGsY|متبيلاللهأَمْوَانًاeS NABhUَْرَبَهميُرْرَقُون(961)UAB gaL aG 3JْاللهمِنaklAََوَيَسْتَبْشِرُونبِالَّذِين
ega | knas laْمِنaS no goNْهُم35519(071)saJٍبنِعْمَةaHاللهsdnatS5اللهُلايُضِيعlaaGlaS (171-169/0© [آل (171)
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka
itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki, mereka dalam keadaan gembira disebabkan
karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-
orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati
dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala
orang-orang yang beriman [Q.S. Ali Imran (3): 169-171].
Kata “ahya” dalam ayat tersebut memberikan pengertian bahwa mereka hidup di sisi Allah
Swt. dengan mendapatkan rida dan surga-Nya.
Adapun hadis-hadis Rasulullah saw. yang berkenaan dengan masalah ini adalah sebagai
berikut.
Sasa وَيَرَى ata Ja ُ لهفى jang خصال1خ ad عند sl ig ale اللوصلى Oa Ob كربقال aka eka عن
فِيهًا Lag الدُنْيَا ye 5k Ugh Bhِ الْوَقَار GUulyle basis II َ مِنافرع Galود il ؛lke ُ ْ وَيْجَارمِن dial Gaْ
ِمِنأَقَارِبه[رواهالترمذي] Ganis ARE َ وَسَبْعِين4835َِمِنِ الْحُورالْعِين Call3519
Dari Migdam bin Ma'dikarib (diriwayatkan) ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, bagi orang
yang mati syahid ada enam keistimewaan, yaitu (1) diampuni dosanya sejak mulai pertama
darahnya mengucur, (2) melihat tempatnya di dalam surga, (3) dilindungi dari azab kubur dan
terjamin keamanannya dari malapetaka besar, (4) di kepalanya disematkan mahkota kebanggan,batu
delima
yang
lebih baik
dari
dunia dan seisinya,
(5) dinikahkan
dengan tujuh
puluh
dua
bidadari,
dan
(6)
diperkenankan memberi
syafaat
kepada tujuh
puluh orang kerabatnya
(H.R.
at-
Tirmidzi.
Ia mengatakan hadis
ini
sahih garib.*
Sementara
al-Albani
menyatakan hadis
ini
sahih
dalam kitab Sahih Sunan Ibnu Majah”).
Namun,
Nabi
saw.
juga
menyampaikan bahwa orang yang meninggal dunia dalam keadaan
syahid itu diampuni
semua
dosanya kecuali
utang, sebagaimana hadis
riwayat Muslim
berikut ini.
مسلم]
ol
9
J]
GAN
VI cad
OK
ُقال
ٍ يُغْقَر
ِلتهِيد pling َ
رَسُوْل
الله
صَلّى
ِ الله
عَلَيْه
Ol
Gate
ِ عَمْرِو
بْن
yi
all
ole
be
Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash (diriwayatkan) bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, orang
yang
mati
syahid
itu diampuni semua dosanya
kecuali
utang
[H.R. Muslim].
Selain itu, ada hadis yang menyatakan bahwa syahid itu tidak terbatas pada orang yang
meninggal dunia di medan perang atau fi sabilillah saja, namun termasuk juga orang yang
meninggal dunia karena wabah, karena ada penyakit di perutnya, dan orang yang mati tenggelam,
sebagaimana hadis berikut ini.
4
Isa bin Isa
al-Tirmidzi, Sunan al-Tirmidzi, Edisi B.A Ma'ruf, (Beirut: Dar al-Gharb al-Islami, 1998),
III:
239, nomor
hadis 1663, hadis dari al-Migdam bin Ma'di Karib, “Abwab fi
Fadha
il
al-Jihad,” “Bab
fi
Tsaw.ab al-Syahid.”
5
Nashiruddin al-Albani, Shahih Sunan Ibn Majah, (Riyadh: Maktabah al-Ma'arif, 1417 H),
I:
392.
عَنْأبيOSُرَسُولاللهiaاللهag alleَمَاتَعْدُونDagفيكمقَالُواَيَارَسُولْاللهمَنUBفِيمتبيلالله58ٌتَهِيدَ
قَالhg daoG | hg aO )1 la segatsyGَيَارَسُولاللهْقالمَنbOفىستبيلاللهgnA G9َْوَمَنمَاتفِىasaJَاللهفهُوegaSْوَمَن
ماتفىالطّاغونفهوdegaْوَمَنمَاتفِىaoفهوnp )iS UO egaSأثنهةعلىأبيكفىهذاTSA lagaGقالagaS niG yll
[رواه
مسلم]
iraD ubA hariaruH )naktayawirid( ai ,atakreb hallulusaR .was ,adbasreb apA“ gnay nailak
nakirogetak iagabes gnaro gnay itam dihays id aratna ”?nailak araP tabahas ,bawajnem iahaW“
,hallulusaR gnay imak paggna iagabes gnaro gnay itam dihays halada apais ajas gnay itam
hunubret id nalaj ”.hallA uaileB ,adbasreb ualaK“ utigeb uktamu gnay itam dihayshaltagnas
”?tikides araP tabahas ,aynatreb ualaK“ utigeb apais hakajas irad akerem gnay itam ,dihays
iahaw ”?hallulusaR uaileB ,bawajnem apaiS“ ajas gnay itam hunubret id nalaj ,hallA aid,dihays
apais ajas gnay itam gnaujreb id nalaj ,hallA aid ,dihays apais ajas gnay itam anerak ,habaw aid
,dihays apais ajas gnay itam anerak ada tikaynep id ,aynturep aid ”.dihays unbI masgiM,atakreb
ayaS“ iskasreb sata umhaya awhab aid ,nakhabmanem gnarO“ gnay itam ,maleggnet aid
”dihays .R.H( .]milsuM
Orang yang syahid karena tertimpa wabah dikuatkan oleh hadis berikut ini.
[رواهالبخاري] alias OKI Sala َ ُ قَالالطَّاعُون pay ِ اللهعَلَيْه hie pai ye ُ اللهعَنْه any ِ ِ بْنمَالِك sil ْ عَن
Dari Anas bin Malik r.a. (diriwayatkan), dari Nabi saw. beliau bersabda, “Wabah adalah
penyebab mati syahid bagi setiap muslim” (H.R. al-Bukhari|.
Selain itu yang termasuk mati syahid juga orang yang menjaga umat Islam dan serangan
musuh. Hal ini berdasarkan hadis sebagai berikut.َ
مَاتِ جَرَىعَلَيْه G5 Ady Je ٌ ْخَيْرٍ مِنصِيَام Alila 955 dala) Uji ang aie ُ َمَمِعْترَممُولاللهصَلّىالله OB ْ َعَنسَلْمَانsabah < sao ot ° Atlo- 442 رل. Pia
[رواهمسلم] SANَ وَأْمِن485) dalaَ وَأَخْرِىAang OS call Alan
Dari Salman (diriwayatkan) ia berkata, Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, “ Berjaga-
jaga
(di
jalan
Allah)
sehari
semalam
adalah
lebih
baik daripada
berpuasa selama sebulan
dengan
mendirikan
salat pada
malam
harinya.
Apabila ia
mati,
maka
pahala
amalannya
yang
dahulu
dilakukannya mengalir kepadanya
juga
rezekinya serta
aman
dari penjaga
kubur
(fitnah
kubur)”
(H.R.
Muslim].
Ribath
yang dimaksud dalam hadis
ini
adalah menjaga
umat
Islam
dari serangan musuh.4. Orang yang meninggal dunia
dengan
adanya keringat karena
aktivitas kebaikan.
Hal ini
berdasarkan hadis
Rasulullah
saw.
sebagai berikut.ُ
َ مَمِعْترَسُول
KT
الله
OS
Alan
(5983 ُ
ِفَوَجَدَه
بِالْمَوْت
َ وَإِذَا
هُو
Gan ya
RA
KI َ
َكَان
َ بِخُرَاسَان
فَعَاد
al
أبيه
Se
RNِ
ابْن
Geٍ
ِبِعَرَق
الْجَبِين
[رواه
أحمد]
adal
Lagaُ
يَقُول bing
Ale
الله
صَلّى
الله
Dari
Ibnu
Buraidah (diriwayatkan) dari
ayahnya bahwasanya dahulu ketika
di Khurasan,
ia
menengok
saudaranya yang
tengah sakit, namun
ia
telah wafat
dan
terlihat pada jidatnya
berkeringat, kemudian
ia
berkata,
“Allahu Akbar,
sungguh aku telah mendengar
Rasulullah
saw.
bersabda,
“Matinya
seorang
mukmin
adalah
dengan berkeringat
dahinya” (H.R.
Ahmad. Hadis
ini juga diriwayatkan
oleh
al-Nasa'i, al-Tirmidzi,
Ibnu
Majah,
Ibnu Hibban,
al-Hakim,
dan
al-
Thayalisi
dari
Abdullah bin Mas'ud).
Maksud
hadis
ini
adalah seorang
mukmin yang meninggal dunia dalam keadaan
beraktivitas
di
jalan Allah,
baik
untuk akhirat
dan dunianya, bukan orang yang malas
dan
menganggur.
Keringat yang dimaksud adalah keringat karena
aktivitas kebaikan yang
dilakukannya.
5.
Meninggal dunia karena wabah dan
musibah, seperti kolera,
covid-19, sakit
perut, tenggelam
dan tertimpa reruntuhan (tanah longsor). Hal ini berdasarkan hadis sebagai berikut.6
Muhammad Abdurrahman al-Mubarakfuri, Tuhfah al-Ahwadzi, (Beirut: Dar al-Kutub al-“Ilmiyyah, 1990),
IV:
49.
عَنَْأبيهْرَيْرَةرَضِياللهelAََّأنرَسُولاللهصَلّىاللهgnilp elAَقَالgalٌْحَمْسَةُالْمَطْعُونوَالْمََطُونyb(yllasُوَصَاحِب
gS NA igapفيnisaالله[رواهالبخاريومسلم]
iraD ubA hariaruH .a.r )naktayawirid( awhab hallulusaR .was ,adbasreb gnarO“ gnay itam
syahid itu ada lima, orang yang mati karena wabah, sakit perut, tenggelam, tertimpa reruntuhan
bangunan, dan syahid berperang di jalan Allah” (H.R. al-Bukhari dan Muslim].
Orang yang meninggal dunia karena musibah/kecelakaan itu syahid maksudnya adalah
orang yang dalam hidupnya tidak berbuat syirik dan senantiasa beramal saleh, namun tertimpa
musibah secara mendadak sehingga mereka tidak sempat mengucapkan kalimat tauhid di akhir
hidupnya. Orang seperti ini oleh Rasulullah saw. tetap dikatakan sebagai meninggal dunia dalam
keadaan syahid, sesuai dengan hadis sebagai berikut.
ٍعَنِيَ خَطَايَايفَقَال DASI فِيستبيلالله Gibْ إِن Cal sl َ رَسُولالله GOA. ing ale الله ghee ْ ٍعَنرَسُولالله BA ْ عَنأبيٌ
رَسُولاللهصَلّىالله OSS gueُ غَيْدUsia Cdٌ صابر Gilly فِيمتبيلالله Ci ْ ْ نَعَمإن pling ale اللهshinاللهgiesAd
Dikin
Cally
نعم
lg
Ai
الله
clin
الله
J}
yin
Olidَ
خَطَايَاي
ie
sasa
في
متبيل
الله
cay
elَ
قَال
Gals
Cass
alang
dalaٌ
مُحْتَسِب
eS
irOٍ
مُذبر
fO NAG
)Yَ
جِبْرِيل
alad
َالسّلام
قَال
SG
ley
[رواه
مسلم]
iraD ibA hadataQ )naktayawirid( irad hallulusaR .was ... al ,aynatreb iahaW“ ,hallulusaR
hakapa akij uka rugug id nalaj ,hallA aumes ukasod-asod naka ”?inupmaret ibaN .was
.bawajnem ,aY“ akij umak hunubret id nalaj ,hallA nad umak rabasreb sata apa gnay
,umapminem nad umak kadit taubreb ”.taiskam ulaL hallulusaR .was ,aynatreb apA“
”?umatak ikal-ikaL uti ,bawajnem akiJ“ uka hunubret id nalaj ,hallA hakapa ukasod-asodnaka
”?supahret ibaN .was ,bawajnem ,raneB“ akitek umak rabasreb sata apa gnay umapminemnad
tidak
melakukan
maksiat,
kecuali
utang.
Sebab,
Jibril
a.s.
telah mengabarkan
hal
itu
kepadaku”
(H.R. Muslim).
6.
Perempuan
muslimah yang meninggal dunia
ketika
melahirkan.
Hal ini
berdasarkan hadis
sebagai
berikut. ْ
مَن
og
Jil
AB
Aa
Se
AL
5555
La
OBَ
رَوَاحَة
Gi َ
عَاد
عَبْد
الله
pling َ
رَسُول
الله
صَلّى
ِ الله
عَلَيْه
GI ِ
بْن
الصّامِت
HUE ْ
عَن
ً وَلَدُهَا
جُمْعَا
kis
وَالْمَرْأَة
Bale ٌ
ٌ شهَادَة
وَالطَّاعُون
akad
OS
Cus َّ
إِن
شُهَداء
أُمّتِي
إذَا
Oٌ
شَهَادَة
ala
Chis
قَالُوا
sal
2g
[رواه
أحمد]
balas
Dari
Ubadah bin
Shamit
r.a.
(diriwayatkan)
bahwa
Rasulullah
saw. menjenguk
Abdullah
bin
Rawahah
yang
tidak bisa beranjak
dari
pembaringannya,
kemudian
beliau
bertanya,
“Tahukahkalian, siapakah orang
yang syahid dari umatku?” Orang-orang yang
ada
menjawab,
“Orang
muslim
yang
mati terbunuh
adalah
syahid.” Beliau
bersabda,
“Kalau
begitu
para
syuhada
dari
umatku
sangat sedikit.
Orang
muslim
yang
mati karena
terbunuh
adalah
syahid,
yang
mati karenaterkena
wabah adalah
syahid, begitu
pula
perempuan
yang
mati ketika bersalin adalah
syahid”
(H.R.
Ahmad].
Perempuan yang melahirkan
itu
syahid
pada hadis di
atas
maksudnya
adalah seorang
muslimah yang
taat, senantiasa beramal saleh,
lalu dia meninggal dunia ketika
berjuang
melahirkan anaknya.
Nabi
saw. memasukkan dalam golongan orang yang mati
syahid, meskipun
saat
kematiannya tidak bisa mengucapkan kalimat
tauhid.7.
Meninggal dunia karena mempertahankan harta dari perampok.
Di
antara dasarnya adalah
hadis sebagai berikut.ْ
عَن
iY
lla ela
عَمْرِو
رَضِي
lA
َعَنْهُمَا
قَال
متمغث
!spG
صَلَى
الله
gag
eliُ
ْيَقُول
مَن
MOَ
ِدُون
مَالِه
d45ُ
شَهِيد
[رواه
البخاري]
Dari
Abdullah
bin
Amr r.a. (diriwayatkan) ia
berkata,
“Saya
mendengar
Rasulullah
saw.
bersabda,
“Siapa saja yang
mati karena mempertahankan hartanya, ia syahid” (H.R. al-Bukhari
dan
Muslim].
ey llaG ela eGْعَنiagصَلّىUAِعَلَيْهO gnibْمَنأرِيدaiJaklAحيhO SAJَفَهُوtegaS[رواهأبوداودوأحمد]
Dari Abdullah bin Amr (diriwayatkan) dari Nabi saw., beliau bersabda, “Siapa saja yang akan
diambil hartanya tanpa kebenaran, kemudian ia mempertahankannya, lalu ia terbunuh, ia adalah
syahid” (H.R. Abu Dawud dan Ahmad].
C. Amal yang Bermanfaat bagi Mayit
Ketika seseorang meninggal dunia semua amalnya terputus kecuali tiga perkara. Hal ini sesuai
dengan hadis sebagai berikut.ْ
عَنَأبىهُرَيْرَةlOَرَسُولاللهeoِاللهعَلَيْهgnilpقالetiG )SIُالإِنْسَانُالْقطعُعَنْهعَمَلْهْإلمِنEAْإلاٍمِنٍصَدقَةجَارِيَةأوela
ya iliAأوylaصَالِحيَدْعُوlA[رواهمسلم]
iraD ubA hariaruH )naktayawirid( awhab ibaN .was ,adbasreb alibapA“ aisunam ,itam akam
terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak
saleh yang mendoakannya” (H.R. Muslim].
Namun demikian, orang yang sudah meninggal dunia masih bisa mendapat manfaat dari amalan
orang yang masih hidup, di antaranya:
- Doa seluruh umat Islam untuknya.
Hal ini berdasarkan firman Allah Swt. sebagai berikut.
GS) آمَنُوارَبَنا Ga Sia بالإيمَانْوَلَاتَجْعَلفِيقُلوبئا itaَ الَذِين WNAYG UI SAB Lio Groloy ْجَآءُواْ مِنبَعْدِِم Sallyٌ
رَحِيم
[الحشر/01]
Cag
5
Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar) berdoa, “Ya Tuhan kami,
ampunilah kami serta saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami dan
Janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya
Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (O.S. al-
Hasyr (59): 10].
Dalam ayat ini ditegaskan oleh Allah Swt. bahwa umat Islam yang datang belakangan
mendoakan saudaranya yang telah mendahuluinya dari Muhajirin dan Ansar. Ini artinya doa orang
yang masih hidup bermanfaat bagi orang yang sudah meninggal dunia.
Hal tersebut dikuatkan oleh hadis-hadis Rasulullah saw. di antaranya hadis riwayat Abu
Darda’ r.a. sebagai berikut.
Ala aul She لأخيهبظرٌ الْعَيْبمنْتَجَابَة alba َ كَانيَقُولُ:865 ٍِالْمَْء ping dil ٍأَبَيالدَرْداء...ََِّفإناللَبصَلّىالله Ge
sU ASU
دَعَا
saٍ
َبِخَيْر
قَال
gA
SO
llap
atidَ
َآمِينوَلَك
raJ
[رواه
مسلم]
Dari Abi Darda'
(diriwayatkan)
...
Sesungguhnya
Nabi
saw. bersabda,
“Doa
seorang
muslim
kepada
saudaranya
dari
kejauhan
(tidak
berhadapan) adalah
mustajab,
di atas kepalanya ada
malaikat yang
mewakili, setiap mendoakannya dengan kebaikan, berkatalah malaikat yang
mewakili itu, “Semoga doa itu dikabulkan dan bagimu yang semisalnya” (H.R. Muslim].
Sebenarnya, shalat jenazah juga sudah cukup sebagai bukti mengenai manfaat doa orang
yang hidup bagi orang yang sudah wafat, karena dalam pelaksanaannya sebagian besar berisikan
doa dan permohonan ampunan untuk orang yang meninggal dunia. - Pelunasan hutang-hutang orang yang meninggal dunia
Ini bisa dilakukan oleh orang yang diutangi maupun orang lain, baik kerabat orang yang
meninggal dunia maupun bukan. Hal ini sebagaimana dua hadis yang diriwayatkan secara sahih
sebagai berikut.
ٍعَنْجَابِرBOأصيبeMاللهeY giSوَديْئَاهiliGإلىlO NAG kaneيَضَعْواiUِْمِندَيْنِهlo d5َُفَأَتَيِتالنّبِىصَلّى
liaِعَلَيْهKO SS aiC BO | lj eliga 4 suissaCgnalpٍشئءalAعَلَىetacَعِذْقelg )IN ligَحِدَةٍءوَاللِينعَلَىalF(َ
وَالْعَجْوَةIS ijU dp lauJ if etelففعلث»alcifصلالهetac das gnilelAَوَكَالSAJSOحَتّىََِامنتؤفىءوَبَق SUNSَهُوdewS baSA[رواهالبخاري]
Dari Jabir (diriwayatkan) ia berkata, “Abdullah meninggal dunia dan meninggalkan keluarga
yang perlu ditanggung dan utang. Aku meminta kepada para pemilik piutang agar membebaskan
sebagian dari utangnya, namun mereka menolaknya. Lalu aku menemui Nabi saw. untuk meminta
bantuan beliau agar meminta keringanan kepada mereka, namun mereka tetap menolaknya.
Kemudian beliau bersabda, “Pisah-pisahkanlah buah kurmamu sesuai dengan jenisnya masing-
masing, kurma jenis Ibnu Zaid sendiri, kurma jenis al-Lin sendiri, serta kurma jenis al-‘Ajwah
sendiri, kemudian hadirkan mereka dan tunggu sampai aku datang kepadamu.” “Lalu aku
kerjakan semua perintah beliau itu, kemudian beliau datang lalu duduk dan membayar bagi
setiap piutang hingga lunas serta buah kurmanya masih tersisa sebagaimana semula seolah
belum pernah disentuh sedikit pun” (H.R. al-Bukhari].
eYِسَلمَةبْنالأفوعelig liah yas lag aGfUققالَ:هَلaiS eGeidقالؤا:bs elidaeL Yoٍأيبِجَتارَةأخرىء
َقَالَ:
aUِ
عَلَيْه
eyG
دَيْن؟
قَالْوا:نَعمْ.
قَالَ:
elg(
|
ak
صَاحِبِكُم.
قال
أَبُو
قَتَادَة:
llac
lC
yalp
SMA
elg
فصَلّى
عَلَيْهِ.
[رواه
البخاري]
iraD hamalaS nib 'awkA-la )naktayawirid( aynasawhab hanrep nakpadahid adapek ibaN .was
kososes hazanej kutnu uaileb .italas ulaL uaileb ,aynatreb hakapA“ aid aynup ”?gnatu akereM
,bawajnem ”.kadiT“ ulaL uaileb nup .aynitalaynem naidumeK nakgnatadid adapek uaileb
hazanej ,nial ulal uaileb ,aynatreb hakapA“ aid aynup ”?gnatu akereM ,bawajnem ”.aY“ulaL
uaileb
,adbasreb
halitalaS“
namet
nailak
”.ini
ubA
hadataO :atakreb
iahaW“
.hallulusaR ayaS
gnay
naka isanulem
”.ayngnatu
naidumeK uaileb nup
uam
aynitalaynem
.RH(
.)irahkuB-laDari
hadis-hadis di
atas
dapat
disimpulkan bahwa
seorang
mukmin
harus
berhati-hati
dengan utang dan cepat membayar utangnya sebelum meninggal dunia.
Ketika
meninggal dunia
dan
masih
berutang,
dia
tetap
punya
tanggungan
utang tersebut.
Ketika
punya
harta
waris,
ahli
waris
harus
mendahulukan melunasi utang-utangnya sebelum
membaginya.
Apabila
tidak
punyaharta
waris,
maka keluarganya
sangat
dianjurkan
untuk membayar
dan
melunasi
utangnya.
Jika
keluarganya tidak
mampu,
maka
umat
Islam lainnya
dianjurkan memberi
sedekah dengan
melunasi utangnya
atau
pemilik
piutang
mengikhlaskannya. Pembayaran
utang dari
keluarga
dansaudara sesama
Islam ini
oleh
Nabi
saw. dikatakan
bermanfaat untuk orang
yang
sudah
wafat.
Kepada
seluruh umat terutama
warga Muhammadiyah dianjurkan untuk memfasiltasi
atau
membantu pelunasan utang orang
tidak
mampu yang meninggal dunia
dengan
menjadikan mereka
sebagai
gharimin,
salah
satu
golongan yang berhak menerima zakat.Hadis-hadis
tersebut memberi pengertian bahwa
seseorang
yang telah meninggal dunia
akan mendapat faedah dengan
terlunasi utang-utangnya sekalipun bukan dari anaknya.
Selain
itu,
dilunasinya
utang tersebut
menyebabkan terhentinya siksaan yang menimpanya.
Hal ini
merupakan pengkhususan bagi
makna umum redaksi firman
Allah
Swt.
sebagai berikut.
eL
YY
sQ
la
ylS
سَعى
[النجم/93]
Bahwa manusia hanya memperoleh apa
yang
telah diusahakannya
[Q.S. al-Najm (53):
.]93
3.
Penunaian utang ibadah orang yang meninggal dunia, seperti utang puasa
Dijelaskan
dalam beberapa hadis
Nabi
saw. sebagai berikut.
[رواه
البخاري]
Ally Ale
lin َ
ْقَال
َمَنِمَات
ٌ وَعَلَيْه
صِيّام
pling
aie
الله
hie َ
رَسُول
الله
GI
Atle ْ
عَن
Dari Aisyah (diriwayatkan) bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Siapa saja yang meninggal dalam
keadaan ada kewajiban berpuasa, kerabatnya yang menggantikannya”
(H.R. al-Bukhari].
(al
أؤ
gli) ْ
أن
قَصُومششَهْرًا
قَنَجَّاهَا
الله
فلخ
تَصُح
ْحَتَّى
ٍ مَاتَت
فَجَاءَت
ail ْ إِن
نَجّاهَا
esas
yAِ
رَكِبَت shoal GI
une
oil usعَنْهَا[رواه
أبو
داود]
aghed
Gi
Wa
ada
bing
aie
ait
الله
صَلّى
Jgn
إلى
Dari Ibnu Abbas (diriwayatkan), ada seorang wanita yang naik kapal dan bernazar apabila Allah
menyelamatkannya, ia akan melakukan puasa selama sebulan. Allah pun menyelamatkannya dan
ia tidak melakukan puasa tersebut hingga meninggal dunia. Lalu datanglah putrinya atau
saudara perempuannya kepada Rasulullah saw. lalu beliau memerintahkan untuk berpuasa
untuknya (H.R. Abu Dawud].
ela lOeyََقَالجَاء)ROإلىiagصَلّىاللهhalO gag elAَيَارَسُولَّاللهإنetiClacوَعَلَيْهَاeeyثهرأَفأقْضِيهَعَنْهَا َقَالlanA IKS orG laG ef SIG ijَعَنْهَاقَالdapَقَالdsiاللهlOlaoGيُقُضَى[رواهالبخاريومسلم]
iraD unbI sabbA ,)naktayawirid( ai ,atakreb gnaroeseS“ gnitad aynatreb adapek ibaN ,.was
iahaW“ ,hallulusaR aynhuggnuses ukubI laggninem ainud nad aynup nagnuggnat gnatuasaup
utas ,nalub hakapa uka bijaw nakianunem ”?aynkutnu ibaN .was ,bawajnem hakapA“ alib ai
iaynupmem gnatu uakgne ”?aynrayabmem aI ,bawajnem ”.utneT“ uaileB ,adbasreb helO“
anerak uti gnatuh adapek hallA hibel bijaw kutnu uakgne ”rayab .R.H( irahkuB-la nad.]milsuM
iraD agit sidah id ,sata halsalej awhab aynilaw aynkana( uata tabarek )ayntaked tagnas
nakrujnaid kutnu nakianunem gnatu asaup gnaro gnay laggninem .ainud inI itrareb awhab
nasanulep gnatu adapek hallA gnay nakukalid helo kana nad tabarek ayntaked uti taafnamreb
kutnu gnaro gnay hadus laggninem .ainud
4. Penunaian nazar ibadah orang yang meninggal dunia, seperti nazar puasa atau haji
Disebutkan dalam hadis Nabi saw. sebagai berikut.
عَنْهَا
[رواه
Adi
OB
SAS
ile
5
مَاتث
al
فال
إن
gang
Ale
الله
صتلى
الله
gly
AI
Ba
َ متغد
بْن
SI
ile
gl
ge
البخاري]
Dari Ibnu Abbas (diriwayatkan) bahwasanya Sa'd bin Ubadah meminta fatwa kepada Rasulullah
saw.,
lalu dia
berkata,
“Ibuku meninggal dunia
dan
ia
mempunyai
nazar
yang
belum
dipenuhinya.
Beliau
bersabda,
“Tunaikanlah
nazar
ibumu”
(H.R.
al-Bukhari].
GAME
Cite
حَتَّى
45
ala
ASْ
أن
58
al
0
Calls
ling
Aula
الله
lie
at
col} ْ
َمِن
ْ جُهَيْئَة
جَاءَت
Bel
GIٍ
عَبّاس
gi
Ye
AA
iap
lO
ai
عَنْهَاء
asedَ
كَان
عَلَى
nI
ladِ
أَكُنْت
lA
اقَضوا
اللة»
lag(
aluaٍ
بِالْوَفَاء
[رواه
البخاري]
iraD
unbI
sabbA ,)naktayawirid(
awhab gnaroes atinaw
hamilsum
irad halibaK haniahuJ
gnatad
adapek
ibaN
.was
ayares
,atakreb
huggnuS“ ukubi
razanreb
kutnu
igrep
,ijah
nad
aid
muleb
tapmes
aynnakajregnem aggnih laggninem
.ainud
hakapA
uka surah
”?aynnakijahgnem ibaN
.was ,bawajnem
,aY“
halnakijah
.aid
anamiagaB
umturunem
ayniadnaes
umubi
ikilimem
,gnatu
hakapa
umak
naka ?aynisanulem halnakianuT
kah
,hallA
aynguggnuses
kah
hallA
hibel
amatu
kutnu
”nakianutid
.R.H(
.]irahkuB-la
Hadis
yang berkaitan dengan membayar nazar puasa
dan
haji
sangat
banyak, diriwayatkan
oleh
Muslim, Abu
Dawud,
al-Nasa'i, al-Tirmizi,
al-Baihagi,
al-Thayalisi,
dan
Ahmad
dengan
redaksi yang
sama dan beberapa berbeda.
Namun
isi
pokoknya
bahwa pembayaran nazar dari
anak orang
yang meninggal dunia, baik
berupa puasa, sedekah dan
lainnya,
bermanfaat bagi orang
yang meninggal dunia.
Pada dua poin
ini jelas
bahwa orang yang meninggal dunia dan
memiliki
utang puasa atau
nazar puasa atau
haji bisa ditunaikan oleh
walinya,
dan
yang dimaksud
wali
di sini adalah anak
dan kerabat dekatnya, yaitu ahli warisnya.
- Seluruh perbuatan baik anak
Apa yang dilakukan oleh anak saleh berupa kebaikan seperti menunaikan kewajiban,
meninggalkan kemungkaran, sedekah dll., orang tuanya juga mendapat pahala seperti yang
diperoleh anak tanpa dikurangi sedikit pun. Hal ini karena anak merupakan jerih payah usaha
orang tua, sebagaimana firman Allah Swt. yang artinya: Bahwa manusia hanya memperoleh apa
yang telah diusahakannya [Q.S. al-Najm (53): 39].
Hal ini juga berdasarkan hadis Nabi saw. sebagai berikut.
[رواه
النسائي]
ASْ
مِن
S55
ON
3 ْ
ِ مِن
كَدنْبه
JAN
OSI
مَا
Gatel
Gy
pling
صَلّى
ِ الله
عَلَيْه
dil
Ogan ْ
عَن
عَائِثَة
َقَالث
قَال
Dari Aisyah (diriwayatkan), ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya sebaik-baik
apa yang dimakan seseorang adalah dari hasiljerih payahnya, dan anak adalah termasuk bagian
dari upayanya” (H.R. al-Nasa'i).
Menurut al-Hakim, riwayat ini sahih sanadnya sesuai persyaratan Syaikhain. Begitu juga
menurut al-Dzahabi, riwayat tersebut mempunyai saksi penguat dari hadis Abdullah bin Amr r.a.
riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad dengan sanad hasan.
Ayat dan hadis di atas juga didukung oleh hadis-hadis tentang kegunaan amal baik dari anak
saleh bagi orang tuanya yang telah meninggal dunia, seperti sedekah, puasa, memerdekakan
budak, dan semisalnya, di antaranya adalah hadis-hadis berikut.ْ
عَنعَائِتَةOAقالiagصَلّىِاللهعَلَيْهNAG lag yG gnilpتَفسئهاءوَأَظَنُهَالوتكلّمثتصدقتءفهللهاlaSإنتَصَدّفت
َعَنْهَاقَالiap[رواهالبخاري]
Dari Aisyah (diriwayatkan) bahwa seseorang berkata kepada Nabi saw., “Ibuku telah meninggal
dunia mendadak (tanpa berwasiat sebelumnya), aku mengira, sekiranya dia berbicara, pastilah
ia akan bersedekah. Apakah ia akan memperoleh pahala bila aku bersedekah untuknya?” Beliau
me “Ya.” (H.R. al-Bukhari].
lO eYٍعَبَّاسIUَسَعْدبْنIAA daG eaBَوَهْوetsaCعَنْهَاءSOGَرَسُولاللهhaC 3 laoc yGوَأَنَاelCعَنْهاءأَيَنْفعْهَاثنئ
’aitaC4)َعَنْهَاْقَالنَعَمقالفىlac ahy ata 3giaستدقة]yalo elatالبخاري]
Dari Ibnu Abbas (diriwayatkan) bahwa Sa'd bin Ubadah ditinggal wafat ibunya ketika ia tidak
bersamanya. Lalu ia bertanya, “Wahai Rasulullah, Ibuku telah wafat, sedangkan aku tidak hadir
pada saat kematiannya. Apakah berguna baginya jika aku bersedekah untuknya?” Beliau
menjawab, “Ya, tentu”. Ia berkata, “Aku persaksikan di hadapan engkau bahwa buah dari hasil kebun yang dikelilingi tembok itu kusedekahkan atas namanya” (H.R. al-Bukhari]. ani ُتَصَدّقَ عَنْهقَال Sail ُ عَنْهْ أأن SKI gd Gap alg Yaَ وَتَرَكGila ازأبى Ka لينعلىاله DS NE ma عن | ol 9] Dari Abu Hurairah (diriwayatkan) bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi saw., “Sesungguhnya bapakku telah meninggal dunia dan meninggalkan harta tetapi tidak berwasiat, lalu apakah dapat menutup (dosanya) jika aku bersedekah untuknya?” Beliau menjawab, “Ya, dapat” (H.R. Muslim]. عنعروبنتعيبhalec lOرنISأؤصىأنيقleG jA eiH eHكناهجثناةA leaCفازاذNAAمروaSُ َعَنْهَالْحَميِينالْبَاقِيةMOحَتَّىhalOَرَممُولاللهصَلّىeia MAَوَسَلّمatk h82 3afاللهgnid alسولاللهfGأبى أؤصتىgiمالةpGناماأغتقعلهstae iSعلهٌحضونرَقبةفاختes cigااللهesaf SIG ij)iAْمُمْلِمًافَأَعْتَكتُملهأوolknuMأوegalpنه]ylo la iladأبوداودوأحمدوالبيهقي] Dari Amr bin Syuaib (diriwayatkan) bahwa al-‘Ash bin Wa'il telah berwasiat sebelum kematiannya untuk memerdekakan seratus orang budak, lalu putranya yang bernama Hisyam memerdekakan lima puluh orang budak, kemudian putranya yang lain bernama Amr ingin memerdekakan lima puluh budak sisanya, lalu ia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah terlebih dahulu” Kemudian ia medatangi Rasulullah saw. dan bertanya, “Wahai Rasulullah, ayahku mewasiatkan agar memerdekakan seratus budak, sesungguhnya Hisyam telah
memerdekakan lima puluh dan tersisa lima puluh budak, apakah aku memerdekakan lima puluh
sisanya?” Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya jika ia seorang muslim, lalu kalian
memerdekakan budak, bersedekah, atau berhaji atas namanya, maka akan sampailah pahala
kepadanya” (H.R. Abu Dawud, Ahmad, dan al-Baihaqi].
6. Segala kebaikan yang ditinggalkan orang yang meninggal dunia
Kebaikan ini seperti sedekah atau amal jariah, termasuk ilmu yang selama ini diajarkan
seseorang kepada orang lain. Hal ini berdasarkan firman Allah Swt. sebagai berikut.
SAGIUنُخييالْمَؤْتىaCمَاْقَدَمُواوَآنَارَهُم5SOٍثنيءAALفِي]abaٍمُبين[آيس/21]
Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami (pulalah) yang
mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Segala
sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauhulmahfuz) [Q.S. Yasin (36): 121.
Hal ini didasarkan pula pada hadis-hadis Rasulullah saw., di antaranya adalah sebagai
berikut.
ale ْ ٍمِن
ٍصَدَقَة
جَارِيَة
أو
VI
AASْ
مِن
VI)
Alan
Ale
الْقَطع
Sadَ
مَات
1S)َ
قَال
aa َ
رَسُول
الله
صلَّى
ِ الله
عَلَيْه
GI
S358 ْ
عَن
أبى
[رواه
مسلم]
Al
يَدْعُو
clin
aly
به
أؤ
ait
Dari
Abu
Hurairah
(diriwayatkan)
bahwa
Rasulullah
saw. bersabda,
“Apabila
seseorangmeninggal dunia, maka terputuslah
amalannya kecuali
dari
tiga
perkara:
sedekah
jariah,
ilmu
yang
bermanfaat,
atau
anak saleh
yang
mendoakannya”
(H.R.
Muslim].ٌ
صَالِح
يَدْعُو
My
HS ْ
ِ مِن
بَعْدِه
ORG
CARA ُ
خَيْر
مَا
ing
dal
الله
Li
dilُ
رَسُول
OB
َ أبيه
قَال
be ِ
بْن
َ أب
قَتَادة
all
ae Seِ
ْبِه
ِمِن
بَعْدِه
[رواه
ابن
ماجه]
Chak
ale
5
ta
58)
Aas ٌ
وَصَدقة
تَجْرى Al
Dari
Abdullah
bin
Abu
Oatadah
(diriwayatkan) dari
ayahnya, bahwa
ia
berkata,
“Rasulullah
saw. bersabda,
“Sebaik-baik yang
ditinggalkan
seseorang sepeninggalnya
adalah tiga:
anak
saleh
yang
mendoakannya, sedekah
yang
sampai
pahalanya
kepadanya, dan ilmu
yang
bermanfaat”
(H.R.
Ibnu
Majah).
eL
أبى
85358
قال
BOُ
رَسُول
الله
صتَلّى
الله
fG
gnilp
ela
مما
laGَ
ْالْمُؤْمِن
مِن
niA
3
palA
بَعْد
oliL
54apُ
عَلَمَه
i358
وَوَلَدا
allaKُ
تَرَكَه
ُوَمُصْحَفًا
وَرَنَه
أؤ
naaMُ
بَنَاه
أؤ
piٍ
لابْن
ladُ
بَناه
أؤ
ُتَهْرًا
أَخْرَاه
أؤ
aniA
ْأَخْرَجَهَا
ِمِن
مَالِه
فى
صِحَّتِه
وَحَيَاتِه
latAْ
ِمِن
ِبَعْد
مَوْتِه
[رواه
ابن
ماجه]
Dari
Abu
Hurairah
(diriwayatkan) ia
berkata,
“Rasulullah
saw. bersabda, "Sesungguhnya
dari
hal yang
sampai
kepada seorang
mukmin
sepeninggalnya
dari amalan
dan kebaikannya adalah
ilmu
yang diajarkan
dan disebarkannya,
anak saleh
yang
ditinggalkannya,
Al-Ouran
yangdiwariskannya, masjid yang
dibangunnya, rumah
yang
dibangun
untuk Ibnu
Sabil, sungai
yang
dialirkannya,
atau sedekah
yang dibelanjakannya
dari
hartanya
semasa hidupnya,
akan sampai
kepadanya
sepeninggalnya”
(H.R.
Ibnu
Majah).
Asy-Syaukani,
dalam kitab
Nail
al-Authar,
7
mengatakan sebagai
berikut.
“Hadis-hadis
dalam
bab
ini menunjukkan bahwa sedekah yang dilakukan
oleh seorang anak
pahalanya akan sampai kepada kedua orang tuanya sepeninggal keduanya sekalipun
tanpa
wasiat darinya. Dengan demikian, hadis-hadis dalam
bab
ini
mengkhususkan pemahaman
umum makna firman
Allah, “Bahwa
manusia hanya memperoleh apa
yang
telah
diusahakannya”
(O.S.
al-Najm (53):
39]. Namun, di dalam hadis-hadis
tersebut hanya
menjelaskan akan sampainya pahala sedekah anak kepada orang tuanya. Sebab, telah terbukti
ketetapannya bahwa anak merupakan salah satu dari hasil upaya seseorang.
Oleh karena itu,
tidak perlu untuk mendakwa bahwa ayat tersebut
dikhususkan maknanya oleh hadis-hadis
tersebut.
Adapun
mengenai selain anak, tampaknya ayat tersebut tetap pada kondisi
keumumannya, maksudnya pahala yang diperoleh dari amalan-amalan seseorang
tidaklah
sampai pahalanya kepada orang yang sudah meninggal. Oleh karena itu kita
harus berhenti
7
Muhammad bin Ali al-Syaukani, Nail al-Authar, (Kairo: Dar al-Hadits, 1993), IV: 112.
memahaminya sampai sebatas itu sehingga terbukti ada kesahihannya dari nas atau riwayat
yang mengkhususkannya.”

