putusan
Keputusan 53 2024 Bayi Tabung 02 Lampiran Keputusan Halaqah Kaji Ulang Bayi Tabung
Lampiran
Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Nomor : 53/KEP/I.0/B/2024
Tanggal : 5 Syakban 1445 H/15 Februari 2024 M
Tentang : Tanfidz Keputusan Halaqah Kaji Ulang Keputusan Muktamar Tarjih
Muhammadiyah XXI Tentang Bayi Tabung
�َِّاﷲَْ الﺮِ ﻤﺣَّﻦِ الﺮِ ﺣﻴﻢ
KEPUTUSAN HALAQAH KAJI ULANG
KEPUTUSAN MUKTAMAR TARJIH MUHAMMADIYAH XXI
TENTANG BAYI TABUNG
Peserta Kaji Ulang Keputusan Muktamar Tarjih Muhammadiyah XXI Tentang Bayi
Tabung Tahun 1400 H / 1980 M di Klaten yang diselenggarakan tanggal 15 Rabiul Awal
1437 H / 27 Desember 2015 M di Yogyakarta, setelah:
- Menimbang bahwa perlu diambil keputusan atas dualisme pandangan mengenai
masalah bayi tabung yang diputuskan oleh Muktamar Tarjih Muhammadiyah XXI
untuk ditanfidz sesuai dengan amanat Keputusan tersebut; - Memperhatikan:
a. Diktum Keputusan Muktamar Tarjih Muhammadiyah XXI Tentang Bayi Tabung
Tahun 1400 H / 1980 M di Klaten yang menyerahkan kepada Pimpinan Pusat
Muhammadiyah Majelis Tarjih untuk mengambil keputusan yang tegas atas dualisme
keputusan Muktamar Tarjih Klaten;
b. Rumusan Keputusan Muktamar Tarjih Muhammadiyah XXI Tentang Bayi Tabung
Tahun 1400 H / 1980 M di Klaten sebagaimana tersebut dalam dua lampirannya;
c. Presentasi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Mochamad Anwar, M.Med.Sc., Sp.OG.
yang berjudul “Perkembangan Teknologi Rekayasa Reproduksi Manusia dalam
Rangka Penanganan Problema Infertilitas”;
d. Presentasi yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A. yang berjudul
“Bayi Tabung dalam Tinjauan Maqasid Syariah”;
e. Pendapat-pendapat yang berkembang dalam diskusi selama berlangsungnya Halaqah
Kaji Ulang Keputusan Muktamar Tarjih Muhammadiyah XXI Tentang Bayi Tabung
pada tanggal 15 Rabiulawal 1437 H / 27 Desember 2015 M; - Mengingat:
a. Fungsi dan bidang tugas Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah,
b. Rekomendasi Muktamar Tarjih Muhammadiyah XXI di Klaten tahun 1980;
MEMUTUSKAN
- Islam menghargai ilmu dan memerintahkan mempelajari dan mengembangkannya
sebagai jalan pendekatan diri kepada Allah dan upaya pemenuhan kemaslahatan
manusia; dan pengembangan ilmu dapat dipandang sebagai substansiasi makna
dari maqasid syariah perlindungan akal (ḥifẓ al-‘aql). - Islam juga dengan sangat tegas mewajibkan penghormatan terhadap hidup manusia
sebagai pengejawantahan tujuan maqasid syariah perlindungan hidup (ḥifẓ an-
nafs); - Islam mengakui naluri untuk memiliki keturunan dan sekaligus memerintahkan
perlindungan terhadap keturunan (ḥifẓ an-nasl) sebagai salah satu maqasid syariah.
Oleh karenanya Islam juga memperhatikan dan memberikan perlindungan
terhadap proses reproduksi agar dilakukan dengan cara yang benar serta
memberikan perlindungan terhadap institusi keluarga sebagai unit sosial terkecil
tempat edukasi anak dan sosialisasi nilai. - Teknologi reproduksi berbantu (assisted reproductive technology) adalah hasil
pencapaian pengembangan ilmu dan dalam praktik telah berhasil membantu
pasangan menikah untuk mengatasi problem infertilitas sehingga memperoleh
peluang untuk mendapatkan keturunan. Dengan demikian pemanfaatan teknologi
tersebut selaras dan tidak bertentangan dengan maqasid syariah dan karena itu
hukum penerapannya dalam proses bayi tabung adalah mubah. - Benih (sperma dan ovum) dalam proses bayi tabung diambil dari pasangan suami-
istri yang sah dan resipien adalah istri sendiri. - Status anak dari fertilisasi dalam tabung, di mana sperma dan ovum dari suami-
istri yang sah dan resipien adalah istri sendiri yang mempunyai ovum itu, adalah
anak sah dari suami-istri yang bersangkutan. - Pelaksanaan fertilisasi, inplantasi dan seluruh proses inseminasi buatan bahkan
seluruh proses pengobatan pasien yang dilakukan oleh dokter berlawanan jenis
tidak melanggar hukum agama Islam.
Dalil-dalil - Ajaran agama Islam (syariah) bertujuan mewujudkan kemaslahatan manusia, dan salah
satu kemaslahatan itu adalah perlindungan akal (ḥifẓ al-‘aql) yang dapat dilakukan dari
dua sisi, sisi pasif dengan menghindari hal-hal yang merusak akal, dan sisi aktif dengan
melakukan pengembangan akal melalui belajar dan pengembangan ilmu. Oleh karena
itu Islam mendorong menuntut dan mengembangkan ilmu pengetahuan untuk
kemaslahatan manusia. Ini ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi saw.,ََِّ ُ ََِْ ٍَََ َِْْ ُُ َََِّ ُِْْ َُِ ََََُِّ ٌََِ ُِْْ ٍَِْ ُِّ ِْ َََ َََْ ًََّ َُِِْ َُُِْْ ََ ََ ِِّ َْ َُُِِْ َََُْ َََُّْ َِِْْ ََُ َِ َُِِّْْ ِ َُُِّْ ًَْ ِِ ُ ُِِ ََََّْ ًِْ ِِ ََُِْ ًَِ َََ َْ ُ ََِّْ َِ ًَِ ََُُْ َََُْ ًِْ َََ َِ ٍَِِ ََِِْ ََََُُِّْْ ََُ َََّ َِّ ََّْ َِِّْ َِّ
a. Firman Allah,
...ٍ ﻳَﺮْﻓَﻊ ِ اﷲ ُ اﺬﻟَِّﻳﻦ َ آﻣَﻨُﻮا ﻣِﻨ�ُْﻢ ْ وَاﺬﻟَِّﻳﻦ َ أُوﺗُﻮا اﻟْﻌِﻠْﻢ َ دَرَﺟَﺎت]اﻤﻟﺠﺎدﻟﺔ:١١[.
... niscaya Allah meninggikan orang-orang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu beberapa derajat [QS al-Mujadalah (58): 11].
b. Firman Allah,ِ
ِ وَﻣَﺎ ﺎﻛَن َ الْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮن َ ﻴﻟَِﻨْﻔِﺮُوا ﺎﻛَﻓَّﺔ ً ﻓَﻠَﻮْﻻ َ �َﻔَﺮ َ ﻣِﻦ ْ ﻞﻛ ُِّ ﻓِﺮْﻗَﺔ ٍ ﻣِﻨْﻬُﻢ ْ ﻃَﺎﺋِﻔَﺔ ٌ ﻴﻟَِﺘَﻔَﻘَّﻬُﻮا ﻲﻓْ اﺪﻟِّﻳﻦ
وَﻴﻟُِﻨْﺬِرُوا ﻗَﻮمَﻬُﻢ ْ إِذَا رَﺟَﻌُﻮا إِﻴﻟَْﻬِﻢ ْ ﻟَﻌَﻠَّﻬُﻢ ْ �َْﺬَرُون َ ]اﺘﻟﻮ�ﺔ:١٢٢[.
Tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang);
mengapa tidak ada satu kelompok orang dari tiap-tiap golongan di antara mereka
yang pergi untuk memperdalam pengetahuan agama dan untuk memberi peringatan
kepada kaumnya ketika mereka telah kembali agar meraka dapat menjaga diri [QS
at-Taubah (9): 122].
c. Sabda Nabi saw.,ِ
ﻣَﻦ ْ ﻳُﺮِد ِ اﷲ ُ ﺑِﻪ ِ ﺧ�ًَْا �ُﻔَﻘِّﻬْﻪ ُ ﻰﻓ ِ اﺪﻟِّﻳْﻦ]رواه اﺒﻟﺨﺎري ومﺴﻠﻢ[.
Barangsiapa yang Allah menghendaki suatu kebaikan baginya, maka Allah akan
memberikan pemahaman baginya dalam agama [HR al-Bukhāri dan Muslim].
d. Sabda Nabi saw.,َ
ُ ﻣَﻦ ْ ﺳَﻠَﻚ َ ﻃَﺮ�ِﻘًﺎ ﻳَﻠْﺘَﻤِﺲ ُ �ِﻴﻪ ِ ﻋِﻠْﻤًﺎ ﺳَﻬَّﻞِ اﷲﻪﻟ َُ ﻃَﺮ�ِﻘًﺎ إِﻰﻟ َ اﺠﻟَْﻨَّﺔ]رواه مﺴﻠﻢ واﻟﺮﺘﻣﺬي[.
Barangsiapa menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan
melapangkan jalan baginya menuju syurga [HR Muslim dan at-Tirmiẓī].
e. Sabda Nabi saw.,ْ
ُﻣَﻦَ ﻛَﺘَﻢ َ ﻋِﻠْﻤًﺎ أَﺠﻟَْﻤَﻪ ُ اﷲِﻳَﻮْم َ اﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔ ِ ﺑِﻠِﺠَﺎم ٍ ﻣِﻦاﻨﻟَّﺎر]رواه اﺑﻦ ﺣﺒﺎن واﺤﻟﺎ�ﻢ[.
Barangsiapa menyembunyikan suatu ilmu, maka pada hari kiamat Allah akan
mengekangnya (mengikatnya) dengan kekangan dari api neraka [HR Ibn Ḥibbān dan
al-Ḥākim].
2. Islam mengajarkan penghormatan terhadap hidup manusia dan penghormatan itu
merupakan salah satu dari maqāșid asy-syarī‘ah, yaitu ḥifẓ an-nafs (perlindungan hidup
manusia) sebagaimana dapat disimpulkan dari beberapa ayat,
a. Firman Allah,
ُوَﻻ َ �َﻘْﺘُﻠُﻮاِّ اﻨﻟَّﻔْﺲ َ اﻟَّﻲﺘ ِ ﺣَﺮَّم َ اﷲإِﻻ َّ ﺑِﺎﺤﻟَْﻖ]اﻷﻧﻌﺎم:١٥١[.
Janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali
dengan jalan yang benar [QS al-An’am (6): 151 dan al-Isra’ (17): 33].
b. Firman Allah,
6NOMOR 03/2022–2027/SYAKBAN 1445 H/FEBRUARI 2024 M ً
ﻣَﻦ ْ �َﺘَﻞ َ �َﻔْﺴًﺎ ﺑِﻐ� ِْ �ََﻔْﺲ ٍ أَو ْ ﻓَﺴَﺎد ٍ ﻲﻓ ِ اﻷَْرْض ِ ﻓَﻜ�َ�ََّﻤَﺎ �َﺘَﻞ َ اﻨﻟَّﺎس َ ﻤﺟَِﻴﻌﺎ وَﻣَﻦ ْ أَﺣْﻴَﺎﻫَﺎ
ﻓَﻜ�َ�ََّﻤَﺎ أَﺣْﻴَﺎ اﻨﻟَّﺎس َ ﻤﺟَِﻴﻌًﺎ ]اﻤﻟﺎﺋﺪة:٣٢[.
Barangsiapa membunuh jiwa bukan karena yang dibunuh itu melakukan
pembunuhan atau melakukan kerukan di muka bumi, maka seolah-olah ia membunuh
semua manusia, dan barang siapa menghidupkan satu jiwa, maka seolah-olah ia
menghidupkan seluruh manusia [QS al-Maidah (5): 32].
c. Firman Allah,ْ
َﻘ� َ وَﻻ َﺘُﻠُﻮا أ�َْﻔُﺴ�َُﻢ ْ إِن َّ اﷲﺎﻛَن َ ﺑ�ُِﻢ ْ رَﺣِﻴﻤًﺎ ]اﻟنﺴﺎء:٢٩[.
Janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah kasih kepadamu [QS an-
Nisa’ (4): 29].
d. Firman Allah,
وَﻻ َ �َﻘْﺘُﻠُﻮا أَوْﻻَد�َُﻢ ْ ﺧَﺸْﻴَﺔ َ إِمْﻼَق ٍ �َْﻦ ُ ﻧَﺮْز�ُُﻬُﻢ ْ و�َِﻳَّﺎ�ُﻢ ْ إِن َّ �َﺘْﻠَﻬُﻢ ْ ﺎﻛَن َ ﺧِﻄْﺌًﺎ ﻛَﺒ�ًِا
]اﻹﺮﺳاء:٣١[.
Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang
memberi rezki kepada mereka dan kepadamu. Sesungguhnya pembunuhan terhadap
mereka adalah suatu dosa yang besar [QS al-Isra’ (17): 31].
Dalam hukum syariah perlindungan terhadap hidup manusia itu dilakukan sejak
dimulainya hidup, yaitu sejak terjadinya pembuahan (konsepsi). Hal ini dipahami dari
sejumlah ayat dan hadis yang menjelaskan tahap-tahap penciptaan manusia,
a. Firman Allah,
إِﻧَّﺎ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎ اﻹ�ِْْﺴَﺎن َ ﻣِﻦ ْ �ُﻄْﻔَﺔ ٍ أَمْﺸَﺎج ٍ ﻧَبْﺘَﻠِﻴﻪ ِ ﻓَﺠَﻌَﻠْﻨَﺎه ُ ﺳَﻤِﻴﻌًﺎ ﺑَﺼ�ًِا ]اﻹ�ﺴﺎن:٢[.
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari benih (nutfah) yang
bercampur, yang hendak Kami uji, lalu Kami jadikan dia mendengar dan melihat
[QS al-Insan (76): 2].
b. Firman Allah,
اﺬﻟَِّي أَﺣْﺴَﻦ َ ﻞﻛ َُّ ﻲﺷَْء ٍ ﺧَﻠَﻘَﻪ ُ و�ََﺪَأ َ ﺧَﻠْﻖ َ اﻹ�ِْْﺴَﺎن ِ ﻣِﻦ ْ ﻃ�ِ ٍ )َ ٧ُﻢ َّ ﺟَﻌَﻞ� ( ٍ�َﺴْﻠَﻪ ُ ﻣِﻦ ْ ﺳُﻼَﻟَﺔ
ﻣِﻦ ْ ﻣَﺎء ٍ مَﻬ�ِ ٍ )َ ٨َ ( �ُﻢ َّ ﺳَﻮَّاه ُ و�ََﻔَﺦ َ �ِﻴﻪ ِ ﻣِﻦ ْ رُوﺣِﻪ ِ وَﺟَﻌَﻞ َ ﻟ�َُﻢ ُ الﺴَّﻤْﻊ َ وَاﻷَْﺑْﺼَﺎر َ وَاﻷَْﻓْﺌِﺪَة
ﻗَﻠِﻴﻼ ً ﻣَﺎ �َﺸْﻜُﺮُون)٩(]الﺴﺠﺪة:٧-٩[.
Yang memperindah segala sesuatu yang diciptakan-Nya, dan memulai penciptaan
manusia dari tanah. Kemudian menjadikan keturunannya dari saripati air yang
hina. Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalamnya dari roh-
Nya, dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati bagimu. (Namun)
sedikit sekali kamu bersyukur [QS as-Sajdah (32):7-9].ٍِ ِْ ٍََُ ِْ ََِْْ َََْ َََْ ٍَِ ٍََ ِ ًَُْ َََُْ ََََُُُّّْْ ََََْ ًَُْ ََََْ ََََْ ًَََ ََُّْ َََْ ًَْ ََِْ ََََْ ًَِ ََِِْ ََُْ ُ َََََ َََ ًَْ َََُْْ ًََََََُُّ ََِ ََُِْْ ِْ َُْ ََََ ًََْ َُُِْْ ِْ َُْ َََََِِّْ ََِّ َِ َََُِْْ َََِِْ َََِْ َِِّ َِ َََِّ ُُّ َِِّ َََُِّْ ََُ ََِ ََِْْ َََِْْ َََُِّْ ََََِِْْْ ُُْ َُِْ ََُّ َُّْ ًَََِّ ََُْْ ََََ ََِْ َُُِْ ًََْ َُُِْْ ِْ َُْ َََ َْ ََِِ َِْ
7NOMOR 03/2022–2027/SYAKBAN 1445 H/FEBRUARI 2024 M ًَِ ََّ َََ َََََّ َِْْ ِ ٍََ َْ ٍَْ َِِْ ًَْ َََ َْ َََْ ًَََِْ ََّ ََْ ََََََّْ ََ َ َِّ ََُُْْ ُُ ًَِ ُِْ ًَََِ ًِْ ََ ََُْْ َِّ ََُِّْ َُُُْْ َُْ ٍَِْ َََْ َََُْْ َُُْ ًَََِ ًَِ ََََُْ ََِِْ ٍََْ ٍَُْ ِْ ََِْْ َََْ ٍَِِّ ِْ َِِْْ ََْ ََََ َََُ ٍَْ َُّ َََْ َِّ َََ ٍَََُُّ ِْ ََُْ ٍَِ ٍَ ِْ ََََِْْ ََََْْ ََّْ َُُ ََََ ُِِ ِْ ِِ ََََ ََُّ َََُُُّْ َ ًَِ
c. Firman Allah,
وَﻟَﻘَﺪ ْ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎ اﻹ�ِْْﺴَﺎن َ ﻣِﻦ ْ ﺳُﻼَﻟَﺔ ٍ ﻣِﻦ ْ ﻃ�ِ ٍ )١٢( �ُﻢ َّ ﺟَﻌَﻠْﻨَﺎه ُ �ُﻄْﻔَﺔ ً ﻲﻓ ِ ﻗَﺮَار ٍ ﻣَﻜ�ِ ٍ )َّ ١٣ُﻢ� ( َ
ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎ اﻨﻟُّﻄْﻔَﺔ َ ﻋَﻠَﻘَﺔ ً ﻓَﺨَﻠَﻘْﻨَﺎ اﻟْﻌَﻠَﻘَﺔ َ مُﻀْﻐَﺔ ً ﻓَﺨَﻠَﻘْﻨَﺎ الْﻤُﻀْﻐَﺔﻋِﻈَﺎﻣًﺎ ﻓَﻜَﺴَﻮْﻧَﺎ اﻟْﻌِﻈَﺎم َ ﺤﻟَْﻤًﺎ
�ُﻢ َّ أ�َْﺸَﺄْﻧَﺎه ُ ﺧَﻠْﻘًﺎ آَﺧَﺮ َ �َﺘَﺒَﺎرَك َ اﷲ ُ أَﺣْﺴَﻦ ُ اﺨﻟَْﺎﻟِﻘ�ِ َ )١٤( ]اﻤﻟﺆﻣﻨﻮن:١٢-١٤[.
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati (yang berasal) dari
tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani (nutfah) di dalam tempat yang
kokoh. Kemudian air mani (nutfah) Kami menjadikan itu suatu yang melekat, lalu
suatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, lalu segumpal daging itu
Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan
daging. Kemudian Kami menjadikannya makhluk (yang berbentuk) lain. Maha Suci
lah Allah Pencipta terbaik [Q. 23: 12-14].
3. Naluri untuk memiliki keturunan telah diciptakan Allah pada manusia, dan naluri
tersebut merupakan sarana untuk suatu tujuan lebih jauh, yaitu kelangsungan eksistensi
bangsa manusia yang menjadi pemakmur bagi bumi. Oleh karena itu perlindungan
keturunan manusia dan penerusannya menjadi tujuan dari perlindungan syariah.
Perlindungan kelangsungan keturunan ini berarti pula perlindungan terhadap prosesnya,
yaitu proses reproduksi, serta institusi perawatannya, yaitu tatanan keluarga. Inilah yang
dalam maqasid syariah disebut ḥifẓ an-nasl. Ini semua dapat dipahami dari dalil-dalil
berikut,
a. Firman Allah,ُ
ًوَاﷲﺟَﻌَﻞ َ ﻟ�َُﻢ ْ ﻣِﻦ ْ أ�َْﻔُﺴ�ُِﻢ ْ أَزْوَاﺟًﺎ وَﺟَﻌَﻞ َ ﻟ�َُﻢ ْ ﻣِﻦ ْ أَزْوَاﺟ�ُِﻢ ْ ﺑَن�ِ َ وَﺣَﻔَﺪَة
]اﻨﻟﺤﻞ:٧٢[.
Allah menjadikan untukmu pasangan dari dirimu sendiri dan menjadikan dari
pasanganmu itu anak-anak dan cucu-cucu untukmu [QS an-Nahl (16): 72].
b. Firman Allah,ِ
َز�ُِّﻦ َ لِﻠﻨَّﺎس ِ ﺣُﺐ ُّ الﺸَّﻬَﻮَات ِ ﻣِﻦ َ اﻟنِّﺴَﺎء ِ وَاﺒﻟَْن�ِ َ وَاﻟْﻘَﻨَﺎﻃ�ِ ِ الْﻤُﻘَﻨْﻄَﺮَة ِ ﻣِﻦ َ اﺬﻟَّﻫَﺐ ِ وَاﻟْﻔِﻀَّﺔ
وَاﺨﻟَْﻴْﻞ ِ الْﻤُﺴَﻮَّﻣَﺔ ِ وَاﻷ�َْْﻌَﺎم ِ وَاﺤﻟَْﺮْث ِ ذَلِﻚ َ ﻣَﺘَﺎع ُ اﺤﻟَْﻴﺎة ِ اﺪﻟ�ُّْﻴَﺎ وَا� َُّ ﻋِﻨْﺪَه ُ ﺣُﺴْﻦ ُ الْﻤَﺂَب ِ]آل
ﻋﻤﺮان:١٤[.
Dijadikan indah bagi manusia kecintaan pada aneka kesenangan yang berupa
perempuan, anak-anak, harta benda yang bertimbun tak terhingga berupa emas,
perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di
dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik [QS Ali ‘Imran (3): 14].
c. Firman Allah,ً
وَﻣِﻦ ْ آَﻳَﺎﺗِﻪ ِ أَن ْ ﺧَﻠَﻖ َ ﻟ�َُﻢ ْ ﻣِﻦ ْ أ�َْﻔُﺴ�ُِﻢ ْ أَزْوَاﺟًﺎ ﻟِتَﺴْﻜُﻨُﻮا إِﻴﻟَْﻬَﺎ وَﺟَﻌَﻞ َ ﺑَيْﻨ�َُﻢ ْ مَﻮَدَّة
وَرَﻤﺣَْﺔ ً إِن َّ ﻲﻓ ِ ذَلِﻚ َ ﻵََﻳَﺎت ٍ ﻟِﻘَﻮْم ٍ �َﺘَﻔَﻜَّﺮُون َ ]الﺮوم:٢١[.
Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah bahwa Dia menciptakan untukmu
pasangan dari dirimu sendiri agar kamu memperoleh ketenangan (dengan bersatu)
kepadanya dan Dia menjadikan rasa kasih dan sayang di antaramu. Sesungguhnya
pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang
berfikir [QS ar-Rum (30): 21].
d. Firman Allah,
ﻫُﻮ َ أ�َْﺸَﺄ�َُﻢ ْ ﻣِﻦ َ اﻷَْرْض ِ وَاﺳْﺘَﻌْﻤَﺮ�َُﻢ ْ ]ﻫﻮد:٦١[.
Dia telah menciptakanmu dari (unsur yang berasal dari tanah di) bumi dan
menjadikan kamu (bertugas) memakmurkannya [Q. Hud (11): 61].
e. Sabda Nabi saw,ِّ
ْ اﻨﻟِّﺎﻜَح ُ ﻣِﻦ ْ ﺳُنَّﻰﺘ ِ �َﻤَﻦ ْ لَﻢ ْ �َﻌْﻤَﻞ ْ �ِﺴُنَّﻰﺘ ِ ﻓَﻠَيْﺲ َ ﻣ�ٌِ وَﺗَﺰَوَّﺟُﻮا ﻓَﺈ�ِ ِّ ﻣُﺎﻜَﺛِﺮ ٌ ﺑ�ُِﻢ ُ اﻷُمَﻢ َ وَﻣَﻦ
ﺎﻛَن َ ذَا ﻃَﻮْل ٍ ﻓَﻠْﻴَﻨْﻜِﺢ ْ وَﻣَﻦ ْ لَﻢ ْ �َِﺪ ْ �َﻌَﻠَﻴْﻪ ِ ﺑِﺎلﺼِّﻴَﺎم ِ ﻓَﺈِن َّ الﺼَّﻮْم َ ﻪﻟ َُ وِﺟَﺎء]رواه اﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ[.
Nikah itu adalah sunahku. Barangsiapa tidak mengamalkan sunahku, maka dia
tidak termasuk (umat)-ku. Menikahlah kamu, karena dengan kamu aku akan
bertanding banyak umat dengan umat-umat lain. Barangsiapa yang sudah mampu
untuk menikah, maka menikahlah, dan barang siapa belum mampu, maka hendaklah
ia berpuasa, karena puasa itu akan menjadi perisai baginya [HR Ibn Mājah].
f. Sabda Nabi saw.,َ
ﺗَﺰَوَّﺟُﻮا الْﻮَدُود َ الْﻮَلُﻮد َ ﻓَﺈ�ِ ِّ ﻣُﺎﻜَﺛِﺮ ٌ ﺑ�ُِﻢ ُ اﻷُمَﻢ]رواه أﺑﻮ داود[.
Nikahilah olehmu wanita yang penuh kasih dan banyak melahirkan, karena dengan
kamu aku akan bertanding banyak umat dengan umat-umat lain [HR Abū Dāwūd].
4. Tujuan syariah terhadap manusia ada lima, yaitu memberi perlindungan terhadap
keberagamaan, jiwa (hidup), akal, keturunan dan harta kekayaan. Oleh karena itu segala
hal yang berimplikasi perlindungan terhadap kelima prinsip ini adalah masalahat dan
segala hal yang berimplikasi peniadaan perlindungan terhadap kelima prinsip ini adalah
mafsadat dan mengatasinya adalah maslahat (Al-Gazzālī dalam al-Mustaṣfā II: 482).
Islam jelas mengakui naluri manusia untuk memiliki keturunan dan menganjurkan
pemeluknya untuk menikah dan melahirkan keturunan (sebagaimana tampak dalam
hadis yang dikutip pada angka 3. e dan f di atas) untuk mempertahankan kelangsungan
bangsa manusia yang diberi misi memakmurkan alam dan ini adalah tujuan syariah.
Segala hambatan dalam proses tersebut tentu harus diatasi dan penerapan teknologi bayi
tabung merupakan jalan mengatasi problem tersebut. Atas dasar itu praktik bayi tabung
hukumnya mubah.
Penggunaan ayat 189 surah al-A‘raf yang memuat pernyataan, “Setelah ia mencampuri
istrinya, sang istri mengandung kandungan ringan ...” untuk melarang teknologi bayi
tabung tidaklah tepat karena ayat itu bukan suatu statemen normatif atas pelaranganَ َِّ َُِِِْْ َ َُُِّ ََّ ٍَِْ َ َُُِّ ٌَََ َُِ ََِ ٌََ ٍَ ََُِِِّّ ِِِْ َََ َََّ َََّ ََِّ ِ ََِ َََْ ََْ َِّ ًَ َُِّْ َْ َََّ ََََََّْ ََْْ َِّ ًَِ ََُ ََ َِِِ ُُِْ ٍِِْ ُّ َِِْ ََْ ََُ ََِْ َْ ِِ ََِْْ
9NOMOR 03/2022–2027/SYAKBAN 1445 H/FEBRUARI 2024 M َََََُّ ٍَِْ ٍَََ ََِ ِ َِّ ًََََْ َِْْ َِ َََُْْ َُ َََُِِّْْْ َََْ َُِِّ ََْْ َْ ََْ َُِّ ِْ َُِّ ََْ ََُ ُُِ ٌَُِ َِِّ ََََُّ ٌَِ َُ ََّْ ََِّ َِِِّ َََِْ َِْ َْ ََْ ََِْْْ ٍَْ َ ََََُ ُُِ ٌَُِ َِِّ ََُْ ََُْ َََُّ
bayi tabung, melainkan hanya deskripsi atas kenyataan empiris yang terjadi. Pernyataan
dalam ayat ini bahwa istri hamil setelah "dicampuri" bukanlah larangan untuk
mendapatkan kehamilan melalui cara lain seperti bayi tabung dalam hal kehamilan
alami tidak dapat dilakukan. Begitu pula penggunaan ayat 50 surah asy-Syura juga tidak
tepat karena ayat itu juga bukan statemen imperatif yang berisi larangan, tetapi hanyalah
gambaran realitas konkret yang terkadang terjadi. Penyebutan ada orang yang mandul
(‘aqīm’) bukanlah larangan untuk mengatasi kenyataan mandul tersebut. Justru apabila
ada problem kita harus mengatasinya dengan berupaya melakukan perubahan ke arah
keadaan yang lebih baik sebagaimana allah berfirman,َ
إِن َّ اﷲﻻ َ �ُﻐ�َ ُِّ ﻣَﺎ ﺑِﻘَﻮْم ٍ ﺣَﻰﺘ َّ �ُﻐ�َُِّوا ﻣَﺎ ﺑِﺄ�َْﻔُﺴِﻬِﻢ ْ ]الﺮﻋﺪ:١١[.
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan yang ada pada suatu kaum sampai
kaum itu mengubah keadaan yang ada pada diri mereka [QS ar-Ra’d (13): 11].
Dalam hadis Nabi saw. juga diajarkan bahwa setiap penyakit ada obatnya yang berarti
setiap problem ada jalan keluarnya. Nabi saw. bersabda,ٌ
َﻟِﻞﻜ ُِّ دَاء ٍ دَوَاء ٌ ﻓَﺈِذَا أُﺻِﻴﺐ َ دَوَاءِاﺪﻟَّاءَّ ﺑَﺮَأ َ ﺑِﺈِذْن ِ اﷲﻋَﺰ َّ وَﺟَﻞ]رواه مﺴﻠﻢ[.
Setiap penyakit ada obatnya dan apabila ditemukan obat yang tepat bagi penyakit,
maka penyakit itu akan sembuh dengan izin Allah [HR Muslim].
Ayat dan hadis di atas menunjukkan bahwa setiap problem yang kita hadapi dianjurkan
untuk diatasi. Dalam hadis lain Nabi saw. bersabda,َ
َ ﺗَﺪَاوَوْا ﻋِﺒَﺎد َ اﷲ ِ ﻓَﺈِن َّ اﷲَﻋَﺰ َّ وَﺟَﻞ َّ لَﻢ ْ �ُ�َِّل ْ دَاء ً إِﻻ َّ أَﻧْﺰل َ ﻣَﻌَﻪ ُ ﺷِﻔَﺎء ً إِﻻ َّ الْﻤَﻮْت َ وَالْﻬَﺮَم]رواه
أﻤﺣﺪ[.
Berobatlah kamu. Sesungguhnya Allah tidak menimpakan suatu penyakit melainkan
menurunkan juga obatnya kecuali mati dan tua [HR Aḥmad].
Apabila ketidaksuburan (infertilitas) adalah suatu problem, maka berdasarkan semangat
ayat di atas kita dapat melakukan upaya mengatasi problem tersebut melalui fertilisasi
dalam tabung.
5. Dalam hadis Nabi saw. seorang lelaki dilarang menyiramkan benihnya kepada ladang
orang lain, yang berarti rahim seorang perempuan haram disirami oleh benih lelaki yang
tidak memiliki ikatan nikah dengannya. Ini artinya benih lelaki untuk fertilisasi benih
istri haruslah berasal dari suaminya yang terikat dalam perkawinan yang sah dengannya
dan tidak boleh dari benih asing sesuai sabda Rassulullah saw.,َ
َِ ﻻ�ِِ ﻞ ُّ ﻻِمْﺮِئ ٍ ﻳُﺆْﻣِﻦ ُ ﺑِﺎﷲوَاﻴﻟَْﻮْم ِ اﻵﺧِﺮ ِ أَن ْ �َﺴْﻰﻘ َِ ﻣَﺎءَه ُ زَرْع َ �َ�ِْه]رواه أﺑﻮ داود وأﻤﺣﺪ
واﺒﻟﻴﻬﻲﻘ[.
Tidak halal bagi seorang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir untuk
menyiramkan airnya ke ladang orang lain [HR Abū Dāwūd, Aḥmad, dan al-Baihaqī].
10NOMOR 03/2022–2027/SYAKBAN 1445 H/FEBRUARI 2024 M َ
ِ ﻣْ ﺎ ﻣَﻦْ ذٍ ﻧَﺐ� َْ ﻌِّْﺪِ الﺮﺸِكِ ﺑﺎَﷲْ أ� َُ ﻈِﻢْ ﻋَ ﻨِﺪِاﷲْ ﻣُﻦ� َْ ﻄٍ ﻔَﺔَ وَ ﺿَ ﻌَ ﻬُ ﺎ رٌ ﺟِﻞَ ﻲﻓِرٍ ﺣَﻢَِﻻُّ ﺤﺗَُﻞﻪﻟ]رواه
اﺑﻦ أﻲﺑ اﺪﻟﻧﻴﺎﻲﻓ الﻮرع ﺣﺪﻳﺚ رﻗﻢ١٣٧، واﺤﻟﺪﻳﺚ ﺿﻌﻴﻒاﻹﺳﻨﺎدوﻟ�ﻦ ﻗﻮى ﻣﻌﻨﺎه
اﺤﻟﺪﻳﺚ اﻷول[.
Tiada dosa, sesudah menyekutukan Allah, yang lebih besar di sisi Allah daripada mani
yang ditumpahkan seorang lelaki ke dalam rahim wanita yang tidak halal baginya [HR
Ibn Abī ad-Dunyā dalam kitabnya al-Wara‘, hadis no. 137. Hadis ini daif sanadnya,
tetapi maknanya selaras dengan hadis pertama yang sahih].
6. Berdasarkan hadis,ِ
الْﻮَﺪﻟ َُ لِﻠْﻔِﺮَاش]رواه اﺠﻟﻤﺎﻋﺔ[.
Anak itu berasal dari pelaminan yang sah (akibat perkawinan yang sah) [HR jamaah
ahli hadis].
7. Berdasarkan hadis-hadis,
a. Hadis Ummu ‘Aṭiyyah,
ِ �َﻦ ْ أُم ِّ ﻋَﻄِﻴَّﺔ َ اﻷَﻧْﺼَﺎر�َِّﺔ ِ ﻗَﺎَﻟَﺖ ْ ﻏَﺰَوْت ُ ﻣَﻊ َ رَﺳُﻮل ِ اﷲٍ ﺻ�َ َّ اﷲ ُ ﻋَﻠَﻴْﻪ ِ وَﺳَﻠَّﻢَ ﺳَﺒْﻊ َ ﻏَﺰَوَات
أَﺧْﻠُﻔُﻬُﻢ ْ ﻰﻓ ِ رِﺣَﺎلِﻬِﻢ ْ ﻓَﺄَﺻْﻨَﻊ ُ لَﻬُﻢ ُ اﻟﻄَّﻌَﺎم َ وَأُدَاوِى اﺠﻟَْﺮْﻰﺣ َ وَأَﻗُﻮم ُ ﻰﻠﻋ ََ الْﻤَﺮْﻰﺿ]رواه مﺴﻠﻢ
واﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ وأﻤﺣﺪ[.
Dari Ummu ‘Aṭiyyah (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Aku berperang bersama
Rasulullah saw tujuh kali. Aku berada di belakang pasukan. Aku menyiapkan
makanan untuk mereka, mengobati tentara-tentara yang terluka dan merawat yang
sakit [HR Muslim, Ibn Mājah, dan Aḥmad].
b. Hadis Anas,ْ
َﻦ� َِأ�ََﺲ ٍ ﻗَﺎل َ ﺎﻛَن َ رَﺳُﻮل ُ اﷲَ ﺻ�َ َّ اﷲ ُ ﻋَﻠَﻴْﻪ ِ وَﺳَﻠَّﻢَ �َﻐْﺰُو ﺑِﺄُم ِّ ﺳُﻠَﻴْﻢ ٍ و�َِﺴْﻮَة ٍ ﻣَﻌَﻬَﺎ ﻣِﻦ
اﻷَﻧْﺼَﺎر ِ �َﺴْﻘ�ِ َ الْﻤَﺎء َ و�َُﺪَاو�ِﻦ َ اﺠﻟَْﺮْﻰﺣ]رواه اﻟﺮﺘﻣﺬي[.
Dari Anas (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw pernah pergi berperang
dan ikut bersamanya Ummu Sulaim (ibunya Anas) dan beberapa wanita lain dari
kalangan Ansar. Mereka menyiapkan air dan mengobati yang luka-luka [HR at-
Tirmiẓī].
c. Hadis ar-Rubayyī‘,ِِّ
َ ﻋَﻦ ِ الﺮ�َُّﻴِّﻊ ِ ﺑِﻨْﺖ ِ ﻣُﻌَﻮِّذ ٍ ﻗَﺎﻟَﺖ ْ ﻛُﻨَّﺎ ﻣَﻊ َ اﻨﻟَّﻰﺒَ ﺻ�َ َّ اﷲ ُ ﻋَﻠَﻴْﻪ ِ وَﺳَﻠَّﻢ�َﺴْﻰﻘِ، وَﻧُﺪَاوِى اﺠﻟَْﺮْﻰﺣ،ِ
وَﻧَﺮُد ُّ اﻟْﻘَﺘ�ْ َ إِﻰﻟ َ الْﻤَﺪِﻳﻨَﺔ]رواه اﺒﻟﺨﺎري[.
Dari ar-Rubayyī‘ binti Mu‘awwiż (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Kami (para
wanita) ikut berperang bersama Nabi saw. Kami membagikan air, merawat tentaraََ َُّ ََّ ٍَِ َْ ِ ََُ َََْْْ ََََََّ ََِْ ُ ََّ َُِّّ ََََ ََِِْ ِ ََََّ ََِْ ُ َََََُّْ َْ َََْ ََ
11NOMOR 03/2022–2027/SYAKBAN 1445 H/FEBRUARI 2024 M َ َِْ ْ ٍَ ْ َِّْ ِِ َِ ْ َ ُِ ْ َِِ ُْ ْ َ ٍَ َ َ َ َُ ٌِ َِ ٍََِ ََُُِِِّْ َََُْ َََِِّْ َََِّ ُِّ َْ ِ َُِ ََ ََُْ َََََّْ ََِْ ُ ََّ ٍَََ ََْ ََْْ ََ ََُُ ََْْ ََُِ َََّ َُُ َََُْ َِِِْ ِ ََُُُْْْ ِ َُُ ََ ََ ٍََََََّ ََِْ ُ ََّ َِ َََ ٍََِْ ٍَُْ ُِِّ َُْ ََْْ َََُِ ََْ ََِْ َََِِِّّْ ََ َُّ ََْ ٍَُِّ ِِْ َُِِّّ َِ ََََّ ََِْ ُ ََّ ََْْ ََُِ َََِِِْْ َِ ََْْ ََُُّ
yang terluka dan membawa pulang yang terbunuh ke Madinah [HR al-Bukhārī].
d. Hadis Jābir,َ
ِ �َﻦ ْ ﺟَﺎﺑِﺮ ٍ أَن َّ أُم َّ ﺳَﻠَﻤَﺔ َ اﺳْﺘَﺄْذَﻧَﺖ ْ رَﺳُﻮل َ اﷲُِّ ﺻ�َ َّ اﷲ ُ ﻋَﻠَﻴْﻪ ِ وَﺳَﻠَّﻢَ ﻰﻓ ِ اﺤﻟِْﺠَﺎﻣَﺔ ِ ﻓَﺄَمَﺮ َ اﻨﻟَّﻰﺒ
ﺻ�َ َّ اﷲ ُ ﻋَﻠَﻴْﻪ ِ وَﺳَﻠَّﻢأَﺑَﺎ ﻃَﻴْﺒَﺔ َ أَن ْ �َْﺠُﻤَﻬَﺎ]رواه مﺴﻠﻢ[.
Dari Jābir (diriwayatkan) bahwa Ummu Salamah minta izin kepada Rasulullah saw
untuk berbekam. Lalu Nabi saw. menyuruh Abū Ṭaibah untuk membekamnya (Ummu
Salamah) [HR Muslim].
Hadis-hadis di atas menunjukkan kebolehan dokter/tenaga medis menangani dan
mengobati pasien berlawanan jenis. Imam aż-Żahabi (w. 748/1347) menegaskan,
Imam Aḥmad (w. 241/855) menyatakan: Dokter lelaki boleh melihat aurat
perempuan sejauh diperlukan. Ini ditegaskan dalam riwayat al-Marwaẓī, al-Aṡram
dan Ismā‘il. Demikian pula perempuan dibolehkan melihat aurat lelaki saat
diperlukan. Ini ditegaskan dalam riwayat Ḥarb. Al-Marwazī berkata: Imam Ahmad
pernah tertimpa sakit perut, lalu dia memanggil tabib perempuan untuk
mengobatinya [Aż-Żahabī, aṭ-Ṭibb an-Nabawī (1410/1990), h. 236].

