putusan
Keputusan Tarjih Ke 26 Bab V Hisab dan Rukyat
75Himpunan Putusan Tarjih 3
BAB V
HISAB DAN RUKYAT
- Hisab mempunyai fungsi dan kedudukan yang sama dengan Rukyah sebagai
pedoman penetapan awal bulan Ramadan, Syawal dan Zulhijjah. Adapun dalil-dalil
yang dijadikan landasan adalah,
a. Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 185,
… ُ فَمَن ْ شَهِد َ مِنْكُم ُ الشَّهْر َ فَلْيَصُمْه …
… Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di
bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, …” [QS al-Baqarah (2):
185].
b. Al-Quran Surat Yunus ayat 5, َْ
هُو َ الَِّي جَعَل َ الشَّمْس َ ضِيَاء ً وَالْقَمَر َ نُورًا وَقَدَّرَه ُ مَنَازِل َ لَِعْلَمُوا عَدَد َ السِّنِي
.َ وَالِْسَاب
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya
manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui
bilangan tahun dan perhitungan (waktu) [QS Yunus (10): 5),
c. Hadis dari ‘Abdullāh Ibn ‘Umar, َ
عَن ْ عَبْد ِ الل َِّ بْن ِ عُمَر َ رَض َِ الل َُّ عَنْه ُ أَن َّ رَسُول َ الل َِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم ْ
ذَكَر َ رَمَضَان َ فَقَال َ ال َ تَصُومُوا حَت َّ تَرَوُا الْهِالَل َ وَال َ تُفْطِرُوا حَت َّ تَرَوْه ُ فَإِن
.]رواه ابلخاري و مسلم[ َُ غُم َّ عَلَيْكُم ْ فَاقْدُرُوا ل
Dari ‘Abdullāh Ibn ‘Umar r.a. [diriwayatkan bahwa] Rasulullah saw menjelaskan
tentang bulan Ramadan dan berkata: Janganlah kamu berpuasa sehingga kamu
melihat hilal, dan jangan pula kamu berbuka sehingga kamu melihat hilal. Bila
hilal tertutup awan terhadapmu maka perkirakanlah (kadarkanlah) [HR al-Bukhārī
dan Muslim]. - Hisab sebagaimana tersebut pada poin satu ialah yang digunakan oleh Majelis
Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam Pimpinan Pusat Muhammadiyah yaitu
Hisab Hakiki dengan kriteria Wujudul Hilal. Adapun dalil-dalil yang dijadikan
landasan adalah,
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah76
a. Al-Quran Surat Ar-Rahman ayat 5,
.ٍالشَّمْس ُ وَالْقَمَر ُ بُِسْبَان
Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan [QS ar-Raḥmān (55): 5.
b. Al-Quran Surat Yasin ayat 40, ٍ
َ الشَّمْس ُ يَنْبَغ ِ لَهَا أَن ْ تُدْرِك َ الْقَمَر َ وَال َ اللَّيْل ُ سَابِق ُ انلَّهَار ِ وَك ٌُّ ف ِ فَلَك ال
. َ يَسْبَحُون
Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat
mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [QS Yasin
(36): 40].
3. Matlak yang digunakan adalah matlak yang didasarkan pada Wilayatul
Hukmi (Indonesia). Adapun dalil-dalil yang digunakan adalah,
a. Hadis dari Kuraib,ُ
عَن ْ كُرَيْب ٍ أَن َّ أُم َّ الْفَضْل ِ بِنْت َ الَْارِث ِ بَعَثَتْه ُ إِل َ مُعَاوِيَة َ بِالشَّام ِ قَال َ فَقَدِمْت َ
الشَّام َ فَقَضَيْت ُ حَاجَتَهَا وَاسْتُهِل َّ ع َََّ رَمَضَان ُ وَأَنَا بِالشَّام ِ فَرَأَيْت ُ الْهِالَل َ لَْلَة َِ
الُْمُعَة ِ ثُم َّ قَدِمْت ُ الْمَدِيْنَة َ ف ِ آخِر ِ الشَّهْر ِ فَسَأَلَن ِ عَبْد ُ الل َِّ بْن ُ عَبَّاس ٍ رَض ِ
الل َُّ عَنْه ُ ثُم َّ ذَكَر َ الْهِالَل َ فَقَال َ مَت َ رَأَيْتُم ُ الْهِالَل َ فَقُلْت ُ رَأَيْنَاه ُ لَْلَة َ الُْمُعَة
فَقَال َ أَنْت َ رَأَيْتَه ُ فَقُلْت ُ نَعَم ْ وَرَآه ُ انلَّاس ُ وَصَامُوا وَصَام َ مُعَاوِيَة ُ فَقَال َ لَكِنَّا َ
رَأَيْنَاه ُ لَْلَة َ السَّبْت ِ فَال َ نَزَال ُ نَصُوم ُ حَت َّ نُكْمِل َ ثَالَثِي َْ أَو ْ نَرَاه ُ فَقُلْت ُ أَو َُّ
ال َ تَكْتَف ِ بِرُؤْيَة ِ مُعَاوِيَة َ وَصِيَامِه ِ فَقَال َ ال َ هَكَذَا أَمَرَنَا رَسُول ُ الل َِّ صَل َّ الل
.]رواه مسلم[ ِْ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ وَشَك َّ يَْي َ بْن ُ يَْي َ ف ِ نَكْتَف ِْ أَو ْ تَكْتَف
Dari Kuraib [diriwayatkan bahwa] sesungguhnya Ummu Faḍl binti al-Ḥāriṡ
mengutusnya menemui Muawiyah di negeri Syam. Ia berkata: Saya tiba di negeri
Syam dan melaksanakan keinginannya. Dan masuklah bulan Ramadan sementara
saya berada di negeri Syam. Saya melihat hilal pada malam hari Jumat, Selanjutnya
saya kembali ke Madinah pada akhir bulan Ramadan. Lalu ‘Abdullāh Ibn ‘Abbās
r.a. bertanya kepada saya dan menyebut tentang hilal. Ia bertanya: Kapan kalian
melihat hilal? Saya menjawab: Kami melihat hilal pada malam hari Jumat. Ia
bertanya lagi: Apakah kamu sendiri yang melihatnya ? Maka jawab Kuraib, Benar,
dan orang yang lain juga melihatnya. Karenanya Muawiyah dan orang-orang
disana berpuasa. Lalu ‘Abdullāh ibn ‘Abbās berkata: Tetapi kami melihat hilal
77Himpunan Putusan Tarjih 3
pada malam hari Sabtu, karenanya kami akan terus berpuasa hingga 30 hari
(istikmal) atau kami melihat hilal sendiri. Saya (Kuraib) bertanya: Apakah kamu
(Abdullaah ibn ‘Abbās) tidak cukup mengikuti rukyatnya Mu’awiyah (di Syam) dan
puasanya. ‘Abdullāh ibn ‘Abbās menjawab : Tidak, demikianlah yang Rasulullah
saw perintahkan kepada kami [HR Muslim].
b. Keumuman Hadis Ibn ‘Umar, َ
عَن ْ عَبْد ِ الل َِّ بْن ِ عُمَر َ رَض َِ الل َُّ عَنْه ُ أَن َّ رَسُول َ الل َِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم ْ
ذَكَر َ رَمَضَان َ فَقَال َ ال َ تَصُوْمُوْا حَت َّ تَرَوُا الْهِالَل َ وَال َ تُفْطِرُوْا حَت َّ تَرَوْه ُ فَإِن
.]رواه ابلخاري و مسلم[ َُ غُم َّ عَلَيْكُم ْ فَاقْدُرُوْا ل
Dari ‘Abdullāh Ibn ‘Umar r.a. [diriwayatkan bahwa] Rasulullah saw menjelaskan
tentang bulan Ramadan dan berkata: Janganlah kamu berpuasa sehingga kamu
melihat hilal, dan jangan pula kamu berbuka sehingga kamu melihat hilal. Bila
hilal tertutup awan terhadapmu maka perkirakanlah (kadarkanlah) [HR al-Bukhārī
dan Muslim].
4. Apabila Garis Batas Wujudul Hilal pada awal bulan kamariah tersebut di atas
membelah wilayah Indonesia, maka kewenangan menetapkan awal bulan tersebut
diserahkan kepada Kebijakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.•

