putusan
KITAB HAJI BAGIAN 02 CARA BERHAJI UMRAH
KITAB HAJI
02 CARA BERHAJI UMRAH
A. CARA BERHAJI DAN 'UMRAH
Apakah engkau hendak menunaikan kewajiban Haji dan 'Umrah, maka pergilah ke negeri Allah yang mulia untuk menunaikan dua kewajiban ini dengan ikhlas karena Allah389 (1).
اﻹﺣرام إِذَا وَﺻَﻠْتَ إِﻟَﻰ اﻟْﻣِﯾْﻘَﺎتِ - ذِي اﻟْﺣُﻠَﯾْﻔَﺔِ او اﻟﺟُﺣْﻔَﺔِ أَوْ ﻗَرْنِ اﻟْﻣَﻧَﺎزِلِ أَوْ ﯾَﺗَﻠَمَ ﻓِﻲ أَﺷْﮭُرُ اﻟْﺣَﺞِّ ، ﻓَﺄَﺣْرِمْ ﺑِﺎﻟْﺣَﺞِّ إِن ﻛُﻧتَ ﻣُﻔْرِدًا ﻗَﺎﺋِﻼً : ﻟَﺑﱠﯾْكَ ﺣَﻘ•ﺎ )٣( وَإِنْ ﻛُﻧتَ ﻣُﺗَﻣَﺗِّﻌًﺎ ﻓَﻘُلْ : ﻟَﺑﱠﯾْكَ ﻋُﻣْرَةً )٤( وَإِن ﻛُﻧتَ ﻗَﺎرِﻧَﺎ ﻓَﻘُلْ ﻟَﺑﱠﯾْكَ ﻋُﻣْرَةً وَﺣَﺟﱠﺎ ه ﻣُﺧْﻠِﺻًﺎ ﻧِﯾَﺗَكَ لِلَّهِ ﺑَﻌْدَانَ ﺗَﻐْﺗَﺳِلَ وَﺗُرَﺟِلَ ﺷَﻌَرَ رَأَﺳِكَ وَﺗُدْھِﻧُﮫُ وَﺗَطَﯾِّبَ ﺑِﺄَطْﯾَبِ ﻣَﺎ ﺗَﺟِدُ وَﺗَﻠْﺑَسَ ﻟِﺑَﺎسَ اﻹِْﺣْرَامِ - إِزَارًا وَرِدَاءً اﺑْﯾَﺿَﯾْنِ ﻧَظِﯾﻔَﯾنِ )٧( ﻛَﺎﺷِﻔًﺎ رَأْﺳَكَ ، وَﻋَﻠَﻰ اﻟْﻣَرْأَةِ أَنْ ﻻَ ﺗَﺳْﺗُرَ وَﺟْﮭَﮭَﺎ وَﻛَﻔﱠﯾْﮭَﺎ )٨(
B. IHRAM
Apabila, engkau telah sampai di miqat (Dzul-Hulaifah atau Juhfah atau Qarnil-Manazil atau Yalamlam)390 (2) di dalam bulan-bulan berhaji maka ihramlah untuk berhaji, jika engkau menjalankan Haji Ifrad, ucapkanlah: "Labbaika hajjan"391 (3) dan jika engkau berhaji
٧٩ : َناَرْﻣِﻋ ِلار ًﻼﯾِﺑَﺳ ِﮫْﯾَﻟِإ َعﺎَطَﺗْﺳا ِنَﻣ ِتْﯾَﺑْﻟا ﺞُﺣ ِسﺎﱠﻧﻟا ﻰَﻠَﻋ ِﱠِاللَّهَو : ﻰَﻟﺎَﻌَﺗ ِﮫِﻟْوَﻘِﻟ( . ﻲِﺑﺎَﺣﱠﺻﻟا ﱡﻲِﻠْﯾَﻘُﻌْﻟا ِنﯾِزَروُﺑَأ َلﺎَﻗ ﯾَﺎ رَﺳُولَ االلهﱠِ إِنﱠ أَﺑِﻲ ﺷَﯾْﺦ ﻛﺑﯾر ﻻَ ﯾَﺳْﺗَطِﯾﻊُ اﻟْﺣَﺞﱠ وَاﻟْﻌُﻣْرَةَ وَاﻟظﱠﻌْنَ ﻗَﺎلَ : ﺣُﺞﱠ ﻋَنْ أَﺑِﯾكَ وَاﻋْﺗَﻣِرُ : ) رَوَاهُ اﻟْﯾَﻘِﻲ ﻗَﺎلَ اﻟْﺑَﯾْﮭَﻘِﻲﱡ: ﻗَﺎلَ ﻣُﺳْﻠِمِ ﺑْنُ اﻟْﺣَﺟَﺎج ﺳَﻣِﻌْتُ أَﺣْﻣَدَ اﺑْنَ ﺣَﻧْﺑَلٍ ﯾَﻘُولُ : ﻻَ أَﻋْﻠَمُ ﻓﻲ اﻟﺟَﺎبِ ﺣَدِﯾثِ اﻟْﻌُﻣْرَةِ أَﺟْوَدَ ﻣِنْ ﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ رَزِﯾنِ ھَذَا وَﻻَ أَﺻَﺢَ ( .
Menilik firman Allah: "Diwajibkan berhaji ke Baitullah (di Makkah) karena Allah, orang-orang yang kuasa perjalanannya" (Al-Quran surat 'Ali Imran ayat 97). Kata Abu Razin 'Uqaili: "Ya Rasulullah, ayahku sudah tua renta hingga tak dapat berhaji dan ber-'umrah, bahkan berkendaraanpun tak dapať". Sabda Nabi saw.: "Hajikan dan Umrahkanlah ayahmu". (Hadits ini diriwayatkan oleh Baihaqi). Kata Baihaqi bahwa Muslim bin Hajaj mengatakan bahwa ia mendengar dari Ahmad bin Hambal berkata: "Saya belum pernah mengetahui suatu hadits yang mewajibkan 'Umrah, melebihi baik dan shahihnya daripada hadits Abu Razin ini".
ﻟِﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋَﺑﱠﺎسٍ رَضِ ﻗَﺎلَ : إِنﱠ اﻟﻧﺑﻲ ﺻﻠﻌم وَﻗَتَ ﻷَِھْلِ اﻟْﻣَدِﯾﻧَﺔِ ذَا اﻟْﺣُﻠَﯾْﻔَﺔِ وَﻷَِھْلِ ﺷَﺎمِ اﻟْﺟُﺣْﻔَﺔ وَﻻَ ھَلِ ﻧَﺟَدٍ ﻗَرْنَ اﻟْﻣَﻧَﺎزِلِ وَﻻَھْلِ اﻟْﯾَﻣَنِ ﯾَﻠَﻣْﻠَمَ ھُنﱠ ﻟَﮭُنﱠ وَﻟِﻣَنْ أَﺗَﻰ ﻋَﻠَﯾْﮭِنﱠ ﻣِنْ ﻏَﯾْرِھِنﱠ ﻣِﻣﱠنْ أَرَادَ اﻟْﺣَﺞﱠ وَاﻟْﻌُﻣْرَةَ وَﻣَنْ ﻛَﺎنَ دُونَ ذَﻟِكَ ﻓَﻣِنْ ﺣَﯾْثُ اﻧﺷﺎء ﺣَﺗﱠﻰ أَھْلَ ﻣَﻛَﺔً ﻣِنْ ﻣَﻛﱠﺔَ ) ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ (
Mengingat hadits Ibnu 'Abbas r.a. yang mengatakan bahwa Nabi saw. membatasi (membuat) miqat bagi penduduk Madinah di Dzulhulaifah, penduduk Syam di Juhfah, penduduk Najed di Qarnul Manazil dan bagi penduduk Yaman di Yalamlam. Itu semua bagi mereka dan bagi orang-orang lainnya yang hendak menunaikan Haji dan 'Umrah yang datang melaluinya. Bagi orang yang berada di tempat yang kurang dari batas-batas itu (lebih dekat ke Makkah), maka berhaji ber'umrah dari tempatnya sehingga bagi penduduk Makkahpun berihram dari Makkah pula. (Hadits Muttafaq 'alaih)".
٣ وَ ٤ و ٥ ( ﻟِﺣَدِﯾثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ رض ﻗﺎل ﺧَرَﺟْﻧَﺎ ﻣَﻊَ رَﺳُولِ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﻋَﺎمَ ﺣَﺟَﺔِ اﻟْوَدَاعِ ﻓَﻣِﻧﱠﺎ ﻣَنْ أَھَلﱠ ﺑِﻌُﻣْرَةٍ وَﻣِﻧﱠﺎ ﻣَنْ أَھَلﱠ ﺑِﺣَﺞٍ وَﻋُﻣْرَةٍ وَﻣِﻧﱠﺎ ﻣَنْ أَھَلﱠ ﺑِﺞَ وَأَھَلﱠ رَﺳُولُ ﷲ ﺻﻠﻌم ﺑِﺎﻟْﺣَﺞِّ ﻓَﺄَﻣﱠﺎ ﻣَنْ أَھَلﱠ ﺑِﻌُﻣْرَةٍ ﻓَدﱠ ﻋِﻧْدَ ﻗُدُوﻣِﮫِ وَأَﻣﱠﺎ ﻣَنْ أَھَلﱠ ﺑِﺣَﺞّ
Tamattu',392 (4) dan jika engkau berhaji Qiran, ucapkanlah: "Labbaika 'umratan wa hajjan"393 (5), dengan ikhlas niatmu karena Allah394 (6). Setelah engkau mandi, menyisir serta meminyaki rambut kepalamu, memakai sebaik-baiknya wangi-wangian yang engkau dapati, memakai pakaian ihram (kain panjang dan selendang yang putih bersih keduanya)395 (7)
اوْﺟَﻣَﻊَ ﺑَﯾْنَ اﻟْﺣَﺞِّ وَاﻟْﻌُﻣْرَةِ ﻓَﻠَمْ ﯾَﺣِﻠﱡوا ﺣَﺗﱠﻰ ﻛَﺎنَ ﯾَوْمُ اﻟﻧﱠﺣْرِ . )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ( . وَاﻟﺣَدِﯾثِ أَﻧَسٍ رَضِ ﻗَﺎلَ : ﺳَﻣِﻌْتُ رَﺳُولَ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﯾُﻠَﺗِﻲ ﺑِﺎﻟْﺣَﺞِّ وَاﻟْﻌُﻣْرَةِ ﺟَﻣِﯾﻌًﺎ ﯾَﻘُولُ : ﻟَﺑﱠﯾْكَ ﻋُﻣْرَةً وَﺣَﺟﺎ . )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ(.
(3, 4, 5) Menilik hadits 'Aisyah r.a. mengatakan: "Kami pergi beserta Rasulullah saw, pada tahun Haji Wada', maka diantara kami ada orang yang berihram Umrah, ada pula yang berihram Haji dan Umrah, tapi ada juga yang berihram Haji saja. Sedang Rasulullah berihram Haji. Maka orang yang berihram 'Umrah ia bertahallul ketika tiba di Makkah. Adapun yang berihram Haji dan Umrah, maka mereka tidak bertahallul melainkan pada hari Nahar". (Hadits Muttafaq 'alaih). Dan karena menilik hadits Anas ra. yang berkata: "Aku telah mendengar Rasulullah saw. berihram Haji dan Umrah bersama-sama sambil mengucapkan: "La-bbaika "Umratan wa Hajjan". (Hadits Muttafaq'alaih). 392 Ibid Ibid
اﻟﺣَدِﯾثِ ﻋُﻣَرَ ﺑْنِ اﻟْﺧَطَﺎبِ رَضِ ﻗَﺎلَ : ﺳَﻣِﻌْتُ رَﺳُولَ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﯾَﻘُولُ : إِﻧﱠﻣَﺎ اﻷَْﻋْﻣَﺎلُ ﺑِﺎﻟﻧِّﯾﱠﺎتِ وَإِﻧﱠﻣَﺎ ﻟِﻛُلِّ اﻣْرِئٍ ﻣَﺎ ﻧَوَى اﻟْﺣَدِﯾثَ رَوَاهُ اﻟْﺑُﺧَﺎرِيﱡ وَﻣُﺳْﻠِمُ( وَﻟِﻘَوْﻟِﮫِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : وَﻣَﺎ أُﻣِرُوا إِﻻ ﻟِﯾَﻌْﺑُدُوا االلهﱠَ ﻣُﺧْﻠِﺻِﯾنَ ﻟَﮫُ اﻟدِّﯾنَ اﻵْﯾَﺔَ ، وَاﻟْﺑَﯾِّﻧَﺔُ :٥(
Menilik hadits 'Umar bin Khathab ra. katanya: "Saya mendengar Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya amalan- amalan itu dengan niat, dan bagi tiap orang apa yang diniatkan ....seterusnya hadits". (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim). Serta mengingat firman Allah: "Mereka itu tidak diperintah melainkan supaya menyembah kepada Allah dengan berikhlas kepadaNya, menjalankan Agama". (Al-Qur'an surat Al-Bayyinah ayat 5)
ﻟِﺣَدِﯾثِ زَﯾْدِ ﺑْنِ ﺛَﺎﺑِتٍ أَنﱠ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم اﻏْﺗَﺳَلَ ﻹِِﺣْرَاﻣِﮫِ . ) رَوَاهُ اﻟدﱠارِﻣﻲ وَاﻟﺗﱠرْﻣِذِي وَﻏَﯾْرُھُﻣَﺎ وَﻗَﺎلَ اﻟﺗﱠرْﻣِذِي ﺣَدِﯾثُ ﺣَﺳَنٌ( وَاﺣِدِﯾْثِ اﺑْنِ ﻋَﺑﱠﺎسٍ رض ﻗَﺎلَ : اﻧْطَﻠَقَ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱡ ﺻﻠﻌم ﻣِنَ اﻟﻣَدِﯾﻧَﺔِ ﺑَﻌْدَ ﻣَﺎ ﺗَرَﺟﱠلَ وَادﱠھَنَ وَﻟَﺑِسَ إِزَارَهُ وَرِدَاءَهُ ھُوَ وَأَﺻْﺣَﺎﺑُﮫُ ﻓَﻠَمْ ﯾَﻧْﮫَ ﻋَنْ ﺷَﻲْءٍ ﻣِنَ اﻷَْرْدِﯾَﺔِ وَاﻷَْزْرِ ﺗُﻠْﺑِسُ إِﻻﱠ اﻟْﻣُزْﻋَﻔَرَةَ اﻟﱠﺗِﻲ ﺗُرْدَعُ ﻋَﻠَﻰ اﻟْﺟِﻠْدِ ﺣَﺗﱠﻰ أَﺻْﺑَﺢَ ﺑِذِي اﻟْﺣُﻠَﯾْﻔَﺔِ رَﻛِبَ رَاﺣِﻠَﺗَﮫُ ﺣَﺗﱠﻰ اﺳْﺗَوَى ﻋَﻠَﻰ اﻟْﺑَﯾْدَاءِ أَھَلﱠ ھُوَ وَاﺻْﺣَﺎﺑُﮫُ اﻟْﺣَدِﯾثَ ) رَوَاهُ اﻟْﺑُﺧَﺎرِيﱡ (. وَاﻟﺣَدِﯾثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ رَضِ ﻗَﺎﻟَتْ : ﻛُﻧتُ أطﯾِّبُ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﻹِِﺣْرَاﻣِﮫِ ﻗَﺑْلَ ان ﯾُﺣَرِّمَ وَاﺣِﻠِﮫِ ﻗَﺑْلَ أَنْ ﯾَطُوفَ ﺑِﺎﻟْﺑَﯾْتِ )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ( وَاﺣِدِﯾثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ رَضِ ﻗَﺎﻟَتْ : ﻛُﻧتُ أَطَﯾِّبُ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱠ ﺻﻠﻌم ﻋﻧد إِﺣْرَاﻣِﮫِ ﺑِﺄَطِﯾبِ ﻣَﺎ أَﺟِدُ ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ(. وَاﺣِدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ ﻓِﻲ ﺣَدِﯾثٍ ﻟَﮫُ ﻋَنِ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ : وَﻟْﯾُﺣْرِمُ أَﺣَدُﻛُمْ ﻓِﻲ إِزَارٍ وَرِدَاءِ وَﻧَﻌْﻠَﯾْنِ ﻓَﺈِنْ ﻟَمْ ﺗَﺟِدْ ﻧَﻌْﻠَﯾْنَ ﻓَﻠْﯾَﻠْﺑِسَ ﺧُﻔﱠﯾْنِ وَﻟْﯾَﻘْطَﻌْﮭُﻣَﺎ اﺳْﻔَلَ ﻣِنَ اﻟﻛَﻌْﺑَﯾْنِ . )رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ ( . وَاﻟﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋَﺑﱠﺎسٍ رَضِ ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم : اﻟْﺑَﺳُوا ﻣِنْ ﺛِﯾَﺎ ﺑِﻛُمُ اﻟْﺑَﯾَﺎضَ ﻓَﺈِﻧﱠﮭَﺎ ﻣِنْ ﺧَﯾْرِ ﺛِﯾَﺎ ﺑِﻛُمْ وَﻛَﻔِّﻧُوا ﻓِﯾﮭَﺎ ﻣَوْﺗَﺎﻛُمْ رَوَاهُ أَﺑُودَاوُدَ وَاﻟﺗﱠرْﻣِذِي وَﻏَﯾْرُھُﻣَﺎ ﺑِﺄَﺳَﺎﻧِﯾدَ ﺻَﺣِﯾﺣَﺔٍ
Mengingat hadits Zaid bin Tsabit bahwa Rasulullah saw. mandi untuk ihramnya. (Diriwayatkan oleh Darimi, Tirmidzi dan lain-lainnya. Kata Tirmidzi bahwa hadits itu Hasan). Dan menurut hadits Ibnu Abbas r.a. katanya: "Berangkatlah Nabi saw. dari Madinah sehabis bersisir dan berminyak serta mengenakan kain dan selendangnya. Demikian itu beserta sahabat-sahabatnya. Maka beliau tidak melarang sesuatu selendang dan kain untuk dikenakan, selain yang dicelup za'faran yang mengenai kulit.
dengan membuka kepalamu (hanya bagi kaum pria) dan bagi wanita hanya tidak boleh menutup muka dan telapak tangannya396 (8).
ﻣُﺣَرﱠﻣَﺎتُ اﻹِﺣْرَامِ ٠١ ) بﯾطﺗﺗ َﻻَو ( َكَرْﻔُظ ٌمِّﻠَﻘُﺗ َﻻَو ) ُهْرِﺻَﻘُﺗ َﻻَو َكَرَﻌَﺷ ْلِزُﺗ َﻼَﻓ ، ﺎًﻣِرْﺣُﻣ ُنوُﻛَﺗ َكِﻟذِﺑَو( وَﻻَ ﺗَرْﻓَتْ وَﻻَ ﺗَﻔْﺳُقُ وَﻻَ ﺗَﺗَﺟَﺎدَلْ )١( وَﻻَ ﺗَﻠْﺑَسِ اﻟْﺧَﯾْطَ وَﻻَ ﺗَوْﺑًﺎ ﻣَﺳﱠﺗْﮫُ اﻟزﱠﻋْﻔَرَانُ وَﻻَ اﻟْوَرَسُ ٢١ ) ِنْﯾَﺑْﻌَﻛْﻟا ُرُﺗْﺳَﯾ يِذﱠﻟا ﱠفَﺧْﻟا َسِﺑْﻠَﺗ َﻻَو( ٣١ ) َكَﺳَأَر ِطﻐُﺗ ﻻو( َﻻ ْنأ ﺎَﮭْﯾَﻠَﻌَﻓ ُةاَرَﻣْﻟا ﺎﱠﻣَأَو ٤١ ) ﺎَﮭْﯾَﻔَﻛَو ﺎَﮭَﮭْﺟَو ُرُﺗْﺳَﺗ( ٥١ ) ِبَرْوَﺟْﻟاَو ِفَﺧْﻟاَو ِءاَذِﺣْﻟاَو ِطْﯾَﺧَﻣْﻟا ُسﺑﻟ ﺎَﮭَﻟَو( ِبُطْﺧَﺗ َﻻَو ٦١ ) َﺢِﻛْﻧُﺗ َﻻَو ﺎَﮭُﺣِﻛْﻧَﺗ َﻻَو ًةَأَرْﻣا( ٧١ ) ِّرَﺑْﻟا ِدْﯾَﺻِﻟ ْضﱠرَﻌَﺗَﺗ َﻻَو( ِماَرَﺣْﻟا َرَﺟَﺷ ْﻊَطْﻘَﺗ َﻻَو
Sehingga tiba di Dzul-Hulaifah pada waktu pagi, mengendarai kendaraannya sampai tepat di tanah lapang, beliau berihram bersama sahabat-sahabatnya dan seterusnya hadits." (Riwayat Bukhari). Lagi pula hadits 'Aisyah r.a. yang katanya: "Saya mengharumi Rasulullah saw. untuk ihramnya sebelum dimulai dan untuk tahallulnya sebelum berthawaf (wada) di Ka'bah". Juga hadits 'Aisyah pula yang mengatakan: "Saya mengharumi Nabi saw. ketika akan ihram dengan seharum- harumnya bau-bauan yang kudapati". (Hadits Mutta faq'alaih). Dan bila menilik hadits Ibnu 'Umar dari Nabi saw. sabdanya: Ihramlah masing-masing kamu dengan kain, selendang dan sepasang sandal. Kalau tidak didapati sepasang sandal maka pakailah sepasang khuf dan potonglah keduanya di bawah mata kaki" (Diriwayatkan oleh Ahmad). Dan hadis Ibnu 'Abbas r.a., katanya: Rasulullah saw bersabda: "Pakailah olehmu pakaian yang putih, karena itu sebaik-baiknya pakaianmu dan kafanilah dengannya mayat-mayatmu". (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi dan lain-lainnya dengan sanad yang shahih).
ﻟِﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ انﱠ رَﺳُولَ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﺳُﺋِلَ ﻋَﻣﱠﺎ ﯾَﻠْﺑَسُ اﻟْﻣُﺣْرِمُ ﻣِنَ اﻟﺷﱠﯾَﺎبِ ﻗَﺎلَ: ﻻَ ﯾَﻠْﺑَسُ اﻟْﻘَﻣِﯾصَ وَﻻَ اﻟْﻌَﻣَﺎﺋِمَ وَﻻَ اﻟﺳﱠرَاوِﯾﻼَتِ وَﻻَ اﻟْﺑَرَاﻧِسَ وَﻻَ اﻟْﺧِﻔَﺎفَ إﻻ أَﺣَدٌ ﻻَ ﯾَﺟِدُ ﻧَﻌْﻠَﯾْنِ ﻓَﻠْﯾَﻠْﺑَسِ اﻟْﺧَﻔﱠﯾْنِ وَﻟْﯾَﻘْطَﻌُﮭُﻣَﺎ اﺳْﻔَلَ ﻣِنَ اﻟْﻛَﻌْﺑَﯾْنِ وَﻻَ ﺗَﻠْﺑَﺳُوا ﺷَﯾْﺋًﺎ ﻣِنَ اﻟﻧِّﯾَﺎبِ ﻣَﺳﱠﮫُ اﻟزﱠﻋْﻔَرَانُ وَﻻَ اﻟْوَرَسُ : ) ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ( . واﻟﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ انﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻧَﮭَﻰ اﻟﻧِّﺳَﺎءَ ﻓِﻲ إِﺣْرَاﻣِﮭِنﱠ ﻋَنِ اﻟْﻘُﻔﱠﺎزَﯾْنِ وَاﻟﻧِّﻘَﺎبِ وَﻣَﺎ ﻣَﺳﱠﮫُ اﻟْوَرَسُ وَاﻟزﱠﻋْﻔَرَانُ ﻣِنَ اﻟﺷﱠﯾَﺎبِ وَﻟْﯾَﻠْﺑَﺳَنَ ﺑَﻌْدَ ذَﻟِكَ ﻣَﺎ اﺣْﺑَﺑْنَ ﻣِنْ اﻟْوَانِ اﻟﺷﱠﯾَﺎبِ ﻣِنْ ﻣُﻌَﺻْﻔَرٍ أَوْ ﺧَزْ أَوْ ﺣَرِﯾرِ أَوْ ﺣُﻠِﻲ أَوْ ﺳَرَاوِﯾلَ أَوْ ﻗَﻣِﯾصِ أَوْﺧُفِّ . ) رَوَاهُ أَﺑُو دَاوُدَ . ( .
Menilik hadits Ibnu 'Umar bahwa Rasulullah saw. ditanya tentang pakaian orang yang berihram, maka sabdanya: "Tidak boleh memakai baju kurung, serban, celana, kopyah dan khuf, kecuali orang yang tak mendapati sendal, maka pakailah sepasang khuf dan potonglah khuf itu di bawah mata kaki. Dan janganlah kamu mengenakan sesuatu pakaian yang telah terkena harum-haruman dari za'faran dan waros. (Hadits Muttafaq'alaih). Dan hadits Ibnu 'Umar pula, bahwa Nabi saw. melarang orang-orang perempuan dalam ihramnya memakai kaos-tangan, tutup muka (niqab) dan pakaian yang terkena waros dan za'faran. Pakailah selain itu, warna pakaian mana yang disukai, sutera tebal atau tipis, perhiasan, celana, baju atau khuf (Diriwayatkan oleh Abu Dawud).

