putusan
KITAB HAJI BAGIAN 03 LARANGAN IHRAM
KITAB HAJI
03 LARANGAN IHRAM
)٨١( َدْﻣَﺣْﻟا ﱠنِإ َكِّﯾَﺑَﻟ َكَﻟ َكﯾِرَﺷ َﻻ َكﱠﯾَﺑَﻟ ، َكﱠﯾَﺑَﻟ ﱠمُﮭﱠﻠﻟا َكﯾﺑﻟ : َكَﺗْوَﺻ ﺎًﻌِﻓاَر َﺔَﯾِﺑْﻠﱠﺗﻟا ِرْﻛا ﱠمُﺛ ٩١ ) َكَﻟ َكﯾِرَﺷ ﻻ َكْﻠُﻣْﻟاَو َكَﻟ َﺔَﻣْﻌِّﻧﻟاَو( ٠٢ ) ْلِﺳَﺗْﻏﺎَﻓ َﺔﱠﻛَﻣ ِمَرَﺣ َلوُﺧُد َتْدَرَأ اَذِإَو(
C. LARANGAN DALAM IHRAM
Dengan begitu, maka engkau menjadi orang yang sedang Ihram. Maka janganlah engkau menghilangkan atau memotong rambutmu397 (9) Janganlah memotong kukumu dan janganlah memakai wangi-wangian lagi398 (10), janganlah berbuat kotor, berkata cabul dan bertengkar399 (11) jangan memakai pakaian yang berjahit dan pakaian yang terkena za'faran dan waros, jangan pula memakai khuf (sepatu) yang menutup kedua mata kaki400 (12), jangan menutup kepalamu (untuk pria)401 (13). Adapun wanita maka tidak boleh menutup
اﻟﺣَدِﯾثِ ﻛَﻌَبِ اﺑْنِ ﻋُﺟْرَةَ رض ﻗَﺎلَ : ﺣُﻣِﻠْتُ إِﻟَﻰ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم وَاﻟْﻘُﻣﱠلُ ﯾَﺗَﻧَﺎ ﺛَرُ ﻋَﻠَﻰ وَﺟْﮭِﻲ ﻓَﻘَﺎلَ : ﻣﺎ ﻛُﻧتُ أَرَى اﻟْوَﺟَﻊَ ﺑَﻠَﻎَ ﺑِكَ ﻣَﺎ أَرَى اﺗَﺟِدُ ﺷَﺎةٌ ؟ ﻗُﻠْتُ : ﻻَ ، ﻗَﺎلَ : ﺗَﺻَوْمُ ﺛَﻼَﺛَﺔَ أَﯾﱠﺎمٍ أَوْ ﺗُطْﻌِمُ ﺳِﺗَﺔَ ﻣَﺳَﺎﻛِﯾنَ ﻟِﻛُلِّ ﻣِﺳْﻛِﯾنٍ ﻧِﺻْفُ ﺻَﺎعٍ ﻣَﺗﱠﻔَقٌ : مِﻠْﺳُﻣﻟا ِﺔَﯾاَوِر ﻲِﻓَو (ِﮫْﯾَﻠَﻋ ﺎًﺋْﯾَﺷ ِهِرَﺷَﺑَو ِهِرْﻌَﺷ ْنِﻣ ﱠنﱠﺳَﻣَﯾ َﻼَﻓ- ٠١ ) .ًﻼْﯾِﻟَد ِﮫْﯾَﻠَﻋ ُسِﻠْﺟَﻣْﻟا ِفِﻘَﯾ ْمَﻠَﻓ ِرْﻔﱡظﻟا ُمﯾﻘﺗ ﺎﱠﻣَأَو(
(9) Menilik hadits Ka'ab bin 'Ujrah r.a. mengatakan: "Saya dibawa kepada Rasulullah saw. sedang kutu-kutu bertebaran di mukaku, maka sabda Rasulullah saw.: "Aku tidak mengira sejauh itu sakitmu, apakah engkau mempunyai kambing?". Jawabku: "Tidak!" Maka sabda Nabi saw: "Engkau berpuasa 3 hari atau memberi makan 6 orang miskin, tiap orang ½ sha"" (Hadits Mutta faq'alaih). Dan menurut riwayat Muslim: "Maka janganlah ia melumuri sesuatu pada rambut dan kulitnya". Soal memotong kuku, Majelis Tarjih belum menemukan dalilnya.
اﻟﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋَﺑﱠﺎسٍ رَضِ ﻗَﺎلَ : ﺑَﯾْﻧَﻣَﺎ رَﺟُلٌ وَاﻗِفُ ﻣَﻊَ رَﺳُولِ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﺑِﻌَرَﻓَﺔً إِذْ وَﻗَﻊَ ﻋَنْ رَاﺣِﻠَﺗِﮫِ ﻓَوَﻗَﺻَﺗْﮫُ ﻓَذَﻛِرَ ذَﻟِكَ ﻟﻠﻧﺑﻲ ﺻﻠﻌم ﻓَﻘَﺎلَ : اﻏْﺳِﻠُوهُ ﺑِﻣَﺎءٍ وَﺳِدْرٍ وَﻛَﻔَﻧُوهُ ﻓِﻲ ﺗَوْﺑَﯾْﮫِ وَﻻَ ﺗُﺣَﻧِّطُوْهُ وَﻻَ ﺗُﺧَرُوا رَأْﺳَﮫُ ﻓَﺈِنﱠ االلهﱠَ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﯾَﺑْﻌَﺗُﮫُ ﯾَوْمَ اﻟْﻘِﯾَﺎﻣَﺔِ ﻣﻠﺑﯾﺎ . ) رَوَاهُ اﻟْﺟَﻣَﺎﻋَﺔُ( وَﻓِﻲ رِوَاﯾَﺔٍ ﻟِﻠﻧِّﺳَﺎﺋِﻲ وَﻻَ ﺗَﻣَﺳﱡوهُ ﺑِطِﯾبٍ .
Menilik hadits Ibnu 'Abbas ra berkata: "Di waktu seorang laki-laki berdiri di 'Arafah, tiba-tiba ia terjatuh dari kendaraannya dan terinjak (sehingga meninggal). Maka hal itu diterangkan kepada Nabi saw yang lalu bersabda: "Mandikanlah ia dengan air dan daun bidara dan kafanilah ia dengan kedua pakaiannya, jangan diberi cendana, dan janganlah kamu tutup kepalanya, karena Allah akan membangkitkannya besuk hari Qiamat dengan berihram" (Diriwayatkan Jama'ah). Dan dalam riwayat Nasai, disebutkan: "Janganlah ia kamu lumuri dengan bau-bauan harum".
: ةَرَﻘَﺑْﻟا ) ِّﺞَﺣْﻟا ﻲِﻓ َلاَدِﺟ َﻻَو َقْوُﺳَﻓ َﻻَو َثَﻓَر َﻼَﻓ ﱠﺞَﺣْﻟا ﱠنِﮭﯾِﻓ َضَرَﻓ ْنَﻣَﻓ : ﻰَﻟﺎَﻌَﺗ ِﮫِﻟْوَﻘِﻟ ا ٧٩١( .
Menilik firman Allah Ta'ala: "Maka barangsiapa sudah terang mengerjakan haji dalam masa itu, maka janganlah berbuat kotor, berkata cabul dan bertengkaran dalam berhaji itu". (Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 197).
)٢١( ٣١ ) َو( ٧ ِمْﻗَر ﻲِﻓ ِمِّدَﻘَﺗُﻣْﻟا ِثﯾِدَﺣْﻠِﻟ
(12 dan 13) Mengingat hadits tersebut pada no. 7 di atas. Ibid
muka dan kedua telapak-tangannya402 (14) dan boleh memakai pakaian yang berjahit, sepatu panjang dan kaos kaki yang menutup mata-kaki403 (15). Janganlah engkau meminang kepada wanita, janganlah engkau menikah atau menikahkan404 (16), janganlah engkau mengganggu binatang buruan405 (17), janganlah engkau memotong pohon bumi Haram406 (18). Kemudian perbanyaklah membaca Talbiyah dengan suara keras: "Labbaika, Alla-humma labbaika la
٤١ ٥١ و ِمِّدَﻘَﺗُﻣْﻟا َرَﻣُﻋ ِنْﺑا ِثﯾِدَﺣِﻟ مﻗر ﻲﻓ- ٨- .
(14 dan 15) Periksalah hadits Ibnu 'Umar tersebut pada no. 8 di atas. Ibid
)٦١( ُﺢِﻛْﻧُﯾ َﻻَو ُمِرْﺣُﻣْﻟا ُﺢِﻛْﻧَﯾ َﻻ : َلﺎَﻗ مﻌﻠﺻ ِﱠاللها َلوُﺳَر ﱠنَأ ضَر َنﺎَﻣْﺛُﻋ ِثﯾِدَﺣِﻟ . ( ٌمِﻠْﺳُﻣ ُهاَوَر) ، ُبُطْﺧَﯾ َﻻَو
Mengingat hadits 'Utsman ra bahwa Rasulullah saw bersabda: "Orang yang berihram itu janganlah menikah, jangan menikahkan dan jangan pula meminang" (Diriwayatkan oleh Muslim).
٥٩ ُةَدِﺋﺎَﻣْﻟا ُمُرُﺣ ْمُﺗْﻧَأَو َدْﯾﱠﺻﻟا اوُﻠُﺗْﻘَﺗ ﻻ اوُﻧَﻣآ َنﯾِذﱠﻟا ﺎَﮭﱡﯾﺎَﯾ : ﻰَﻟﺎَﻌَﺗ ِﮫِﻟْوَﻘِﻟ . ْمُﺗْﻣُد ﺎَﻣ ِّرَﺑْﻟا ُدْﯾَﺻ ْمُﻛْﯾَﻠَﻋ َمِّرُﺣَو :ﻰَﻟﺎَﻌَﺗ ِﮫِﻟْوَﻘِﻟَو ٦٩ : ُةَدِﺋﺎَﻣْﻟا ) ، ﺎًﻣُرُﺣ(
Karena firman Allah Ta'ala: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh hewan buruan selama kamu berihram". (Al-Quran surat Al-Maidah ayat 95). Dan firman Allah: "Dan diharamkan atas kamu, hewan buruan darat selagi kamu dalam berihram". (Al-Quran surat Al-Maidah ayat 96).
ﻟِﺣَدِﯾثِ إِﻟَﻰ ھُرَﯾْرَةَ : أَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱠ ﺻﻠﻌم ﻻ ﻓَﺗَﺢَ ﻣَﻛﱠﺔَ ﻗَﺎلَ : ﻻَ ﯾُﻧَﻔِّرُ ﺻَﯾْدُھَﺎ وَﻻَ ﯾﺧﺗﻠﻰ ﺷَوْﻛَﮭَﺎ وَﻻَ ﺗَﺣِلﱡ ﺳَﺎﻗِطَﺗُﮭَﺎ إِﻻﱠ ﻟﻣُﻧْﺷِدِ ﻓَﻘَﺎلَ اﻟْﻌَﺑﱠﺎسُ إِﻻﱠ اﻹِْذْﺧِرَ ﻓَﺈِﻧﱠﺎ ﻧَﺟْﻌَﻠَﮫُ ﻟِﻘُﺑُورِﻧَﺎ وَﺑُﯾُوﺗِﻧَﺎ . ﻓَﻘَﺎلَ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم : إِﻻ اﻹِْذْﺧِرَ ) ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ( .
Menilik hadits Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. waktu membebaskan negeri Makkah bersabda: "(Tanah Haram ini) tidak boleh diganggu hewan buruannya, dirusak durinya (pohonnya) dan tidak halal barang temuannya, kecuali bagi orang yang akan mengundangnya". Kata Ibnu 'Abbas (kepada Nabi): "Kecuali pohon idzkhir, karena kita buat kuburan dan untuk rumah-rumah kita". Maka sabda Rasulullah saw; "Kecuali pohon idzkir" (Hadits Mutta faq 'alaih).
syari-kalaka labbaika, Innalhamda wa ni'mata laka wal mulka la- syari-kalaka"407(19). Apabila engkau hendak masuk bumi Haram, maka mandilah408 (20).
اﻟطواف ١٢ ) ﺎﺑﻧﺟ نُﻛَﺗ ْمَﻟ ﺎَﻣ ِماَرَﺣْﻟا َدِﺟْﺳَﻣْﻟا ِلُﺧْدا ﱠمُﺛ( ْنَﻋ َتْﯾَﺑْﻟا ﻼِﻋﺎَﺟ ٍطاَوْﺷا َﺔَﻌْﺑَﺳ ِتﱠﯾَﺑْﻟﺎِﺑ ْفُطَو ﯾَﺳَﺎرِكَ ﻣُﺑْﺗَدِﻧﱠﺎ ﺑِﺎﻟْﺣَﺟَرِ اﻷَْﺳْوَدِ وَاﺳْﺗَﻠِﮫُ وَﻗَﺑْﻠَﮫُ إِنِ اﺳْﺗَطَﻌْتَ أَوِ اﺳْﺗَﻠِﻣُﮫُ ﺑِﯾَدِكَ وَﻗَﺑْﻠُﮭَﺎ ، أَوْ أَﺷِرَ ٢٢ ) ُﮫَﻠْﺑَﻗ َو ﺎَﺻَﻋ ِوْﺣَﻧِﺑ ِﮫْﯾَﻟِإ( ٣٢ ) ﺎًﻌَﺑْرَأ ِشْﻣاَو ﺎَﺛَﻼَﺛ ْلُﻣْرﺎَﻓ( ﻲِﻧﺎَﻣَﯾْﻟا ِنْﻛﱠرﻟا ﻰَﻠَﻋ َتْﯾَﺗآ ﺎَﻣﱠﻠُﻛَو ٤٢ ) لﯾِﺑْﻘَﺗ ِرْﯾَﻐِﺑ اًرَﺑَﻛُﻣ ِﮫْﯾَﻟا َرِﺷاَوَأ ُﮫُﻣِﻠَﺗْﺳﺎَﻓ( ﱠرَﻣ ﺎَﻣَﻛ ُﮫَﻠْﺑَﻗَو ُﮫْﻣِﻠَﺗْﺳﺎَﻓ َدَوْﺳَْﻷا َرﺟﺣﻟا َتَﯾَﺗ اَذِإَو وَھَﻛَذَا ﺗَﻔْﻌَلُ إِﻟَﻰ اﻟﺳﱠﺑْﻌَﺔِ اﻷَْﺷْوَاطِ ) ٢۵ ( ﺛُمﱠ ﺻَلِّ رَﻛَﻌَﺗَﯾْنِ ﺧَﻠْفَ ﻣُﺻَﻠﱠﻰ )ﻣَﻘَﺎمِ إِﺑْرَاھِﯾمَ ٦٢ ) ِﺔَﯾِﻧﺎﱠﺛﻟا ﻲِﻓ ِصَﻼْﺧِْﻹا َةَروُﺳَو ﻰَﻟوُْﻷا ِﺔَﻌْﻛﱠرﻟا ِﺔَﺣِﺗﺎَﻓ َدْﻌَﺑ َنوُرِﻓﺎَﻛْﻟا َةَروُﺳْأَرْﻗاَو( ِتْﻧا ﱠمُﺛ ٧٢ ) ُﮫُﻣِﻠَﺗْﺳاَو َدَوْﺳَْﻷا َرَﺟْﻟا(
ﻟِﺣَدِﯾثِ ﺧَﻼَدِ اﺑْنِ اﻟﺳﱠﺎﺋِبِ ﻋَنْ اﺑﯾْﮫِ رَض أَنﱠ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ : أَﺗَﺎﻧِﻲ ﺟِﺑْرِﯾلُ ﻓَﺄَﻣَرَﻧِﻲ أَنْ أَﻣْرًا أَﺻْﺣَﺎﺑِﻲ أَنْ ﯾَرْﻓَﻌُوا أَﺻْوَاﺗَﮭُمْ ﺑِﺎﻹِْھْﻼَلِ دَرَوَاهُ اﻟْﺧَﻣْﺳَﺔُ وَﺻَﺣَﺣَﮫُ اﻟﺗﱠرْﻣِذِي وَاﺑْنُ ﺣِﺑﱠﺎنَ ، وَاﻟْﺣَدِﯾثِ ﻓَﺿْلِ اﺑْنِ اﻟْﻌَﺑﱠﺎسِ أنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱠ ﺻﻠﻌم ﻟَمْ ﯾَزَلْ ﯾُﻠَﺑِّﻲ ﺣَﺗﱠﻰ رَﻣَﻰ ﺟُﻣْرَةَ اﻟْﻌَﻘَﺑَﺔَ . رَوَاهُ اﻟْﺑُﺧَﺎرِةُ وَاﻟﻧﱠﺳَﺎﺋِﻲ وَاﺣِدِﯾثٍ ﻋَنْ ﻋَﺑْدِ االلهﱠِ ﺑْنِ ﻋُﻣَرَ رِضْ أَنﱠ ﺗَﻠْﺑِﯾَﺔَ رَﺳُولِ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﻟَﺑَﯾْكَ اﻟﻠﱠﮭُمﱠ ﻟَﺑَﯾْكَ ﻟَﺑَﯾﱠكَ ﻻَ ﺷَرِﯾكَ ﻟَكَ ﻟَﺑَﯾْكَ إِنﱠ اﻟْﺣَﻣْدَ وَاﻟﻧِّﻌْﻣَﺔَ ﻟَكَ وَاﻟْﻣُﻠْكَ ﻻَ ﺷَرِﯾكَ ﻟَكَ رَوَاهُ اﻟْﺑُﺧَﺎرِيﱡ ، وَﻟِﻌُﻣُومِ اﻷَْﻣْرِ ﺑِﺄَﻛْﺛَﺎرِ اﻟﺗﻠﺑﯾﺔ
. Mengingat hadits Khallad bin Saib dari ayahnya r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Aku kedatangan Jibril, maka perintahnya kepadaku supaya aku memerintahkan kepada sahabat-sababatku agar mereka mengeraskan suaranya dengan bacaan Talbiyah". (Hadits shahih dari riwayat Lima Imam, kecuali Tirmidzi dan Ibnu Hibban). Demikian juga Hadits Fadlel bin 'Abbas, bahwa Nabi saw. selalu membaca Talbiyah sampai saat melempar Jumrah 'Aqabah. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Nasai). Dan karena hadits dari 'Abdullah bin 'Umar ra. bahwa Talbiyah Rasulullah saw: "Labbaika, Alla-humma labbaika, la-syari-ka laka labbaika. Innal hamda wan ni'matalaka walmulka labbaika la-syarikalaka". (Diriwayatkan oleh Bukhari). Demikian juga menilik umumnya perintah tentang memperbanyak bacaan Talbiyah. Idzkhir ialah tumbuh-tumbuhan yang lebar daunnya dan enak baunya yang digunakan membangun rumah dan kuburan juga bagi tukang besi, untuk dibakar pengganti kayu dan arang.
ﻟِﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ أَﻧﱠﮫُ ﻛَﺎنَ إِذَا دَﺧَلَ أدْﻧَﻰ اﻟْﺣَرَمِ أَﻣْﺳَكَ ﻋَنِ اﻟﺗﱠﻠْﺑِﯾَﺔِ ﺛُمﱠ ﯾَﺑِﯾتُ ﺑِذِي طُوَى ﺛُمﱠ ﯾُﺻَﻠِّﻲ ﺑِﮫِ اﻟﺻﱠﺑْﺢَ وَﯾَﻐْﺗَﺳِلُ . وَﯾُﺣَدِّثُ أَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻛَﺎنَ ﯾَﻔْﻌَلُ ذَﻟِكَ . ) ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ( .
Menurut hadits Ibnu 'Umar bahwa ia bila memasuki daerah yang terdekat tanah Haram, berhenti Talbiyah; kemudian bermalam di Dzithuwa dan shalat shubuh di situ serta mandi. Ia menerangkan bahwa Nabi Mengerjakan yang demikian itu. (Hadits Muttafaq'alaih). saw.

