putusan
KITAB HAJI BAGIAN 04 THAWAF
KITAB HAJI
04 THAWAF
D. THAWAF
Kemudian masuklah ke Masjidil Haram selagi engkau tidak berhadats besar409 (21) dan berthawaflah di Baitullah 7 kali dengan menjadikan Baitullah di sebelah kirimu, dimulai dari Hajar Aswad dan usaplah kepadanya dan kecuplah bila mungkin, atau jamahlah dengan tanganmu, lalu kecuplah tanganmu atau tunjuklah (memberi isyarat) kepada Hajar Aswad dengan tongkat misalnya, atau kecuplah tongkat itu410 (22). Maka mulailah berlari kecil 3
ﻟِﻘَوْﻟِﮫِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : ﯾَﺎ أَﯾﱡﮭَﺎ اﻟﱠذِﯾنَ آﻣَﻧُوا ﻻ ﺗَﻘْرَﺑُوا اﻟﺻﱠﻼَةَ وَأَﻧْﺗُمْ ﺳُﻛَﺎرَى ﺣَﺗﱠﻰ ﺗَﻌْﻠَﻣُوا ﻣَﺎ ﺗَﻘُوﻟُونَ وَﻻَ ﺟُﻧﱠﺑًﺎ اﻷَﻋَﺎﺑِرِي ﺳَﺑِﯾلِ ﺣَﺗﱠﻰ ٣٤ : ُءﺎَﺳِّﻧﻟا ) . اوُﻠِﺳَﺗْﻐَﺗ ( . َلﺎَﻗ : ْتَﻟﺎَﻗ ِضَر َﺔَﺷِﺋﺎَﻋ ِثﯾِدِﺣاَو ِبﻧُﺟ َﻻَو ِضِﺋﺎَﺣِﻟا َدِﺟﱠﺳُﻣْﻟا ﱡلِﺣُأ َﻻ ﻲِّﻧِإ : مﻌﻠﺻ ِﱠاللها ُلوُﺳَر ) رَوَاهُ اﺑو دَاوُدَ وَﺻَﺣْﺣَﮫُ اﺑْنُ ﺧُزَﯾْﻣَﺔَ ( .
Menilik firman Allah Ta'ala: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengerjakan shalat selagi kamu mabuk sampai kamu mengerti apa yang kamu katakan (sadar). Demikian juga selagi kamu junub, sehingga kamu mandi, kecuali bagi orang yang hanya lewat (di masjid)". (Al-Qur'an surat An-Nisa' ayat 43). Dan menilik hadits 'Aisyah r.a. katanya bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Aku tidak menghalalkan masjid untuk orang yang berhaid dan juga untuk orang yang berjunub". (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).
)٢٢ ٣٢ و ﻰَﺷَﻣَو ﺎًﺛَﻼَﺛ َلَﻣَرَﻓ ِﮫِﻧﯾِﻣَﯾ ﻰَﻠَﻋ ﻰَﺷَﻣ ﱠمُﺛ ُﮫَﻣَﻠَﺗْﺳﺎَﻓ َرَﺟْﻟا ﻰَﺗَأ َﺔﱠﻛَﻣ َمِدَﻗ اَذِإ مﻌﻠﺻ ِﱠاللها َلوُﺳَر ﱠنَأ ِرِﺑﺎَﺟ ِثﯾِدَﺣِﻟ أَرْﺑَﻌًﺎ . ) رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِمُ وَاﻟﻧﱠﺳَﺎﺋِﻲﱡ( وَاﺣِدِﯾْثِ ﻋَﺎﺑِسِ ﺑْنِ رَﺑِﯾﻌَﺔً ﻗَﺎلَ : رَأَﯾْتُ ﻋُﻣَرَ ﺟَﺎءَ إِﻟَﻰ اﻟْﺣَﺟَرِ ، ﻓَﻘَﺎلَ : إِﻧِّﻲ ﻻ ﻋﻠَمُ أَﻧﱠكَ ﺣَﺟَرٌ وَﻟَوْﻻَ أَﻧِّﻲ رَأَﯾْتُ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﯾُﻘَﺑِّﻠُكَ ﻣَﺎ ﻗَﺑﱠﻠْﺗُكَ ﺛُمﱠ دَﻧَﺎ ﻣِﻧْﮫُ ﻓَﻘَﺑﱠﻠَﮫُ دَرَوَاهُ اﻟْﺑُﺧَﺎرِي وَﻣُﺳْﻠِمُ وَاﻟﻧﱠﺳَﺎﺋِﻲ وَأَﺑُوْدَاوُدَ ( وَاﻟﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ ﺳُﺋِلَ ﻋَنِ اﺳْﺗِﻼَمِ اﻟْﺣَﺟَرِ ﻓَﻘَﺎلَ : رَأَﯾْتُ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﯾَﺳْﺗَﻠِﻣُﮫُ وَﯾُﻘَﺑِّﻠُﮫُ : ) رَوَاهُ اﻟْﺑُﺧَﺎرِيﱡ ( وَاﻟﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋَﺑﱠﺎسٍ ﻗَﺎلَ : طَﺎفَ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱡ ﺻﻠﻌم ﻓِﻲ ﺣَﺟﱠﺔِ اﻟْوَدَاعِ ﻋَﻠَﻰ ﺑَﻌِﯾرِ ﯾَﺳْﺗَﻠِمُ اﻟرﱠﻛْنَ ﺑِﻣِﺣْﺟَرٍ . ) ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ( وَاﻟﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ اﻟطﱠﻔَﯾْلِ ﻗَﺎلَ رَأَﯾْتُ رَﺳُولَ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﯾَطُوفُ ﺑِﺎﻟْﺑَﯾْتِ وَﯾَﺳْﺗَﻠِمُ اﻟرﱠﻛْنَ ﺑِﻣِﺣْﺟَنٍ ﻣَﻌَﮫُ وَﯾُﻘَﺑِّلُ اﻟْﻣِﺣْﺟَنَ ) رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِمٌ( وَاﺣِدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَانٌ اﻟﻧﺑﻲ ﺻﻠﻌم ﻛَﺎنَ إِذَا طَﺎفَ ﺑِﺎﻟْﺑَﯾْتِ اﻟطﱠوَافَ اﻷَْوﱠلَ ﺧَبﱠ ﺛَﻼَﺛًﺎ وَﻣَﺷَﻰ ارْﺑَﻌًﺎ وَﻛَﺎنَ ﯾَﺳْﻌَﻰ ﺑِﺑَطْنِ اﻟْﻣَﺳِﯾْلِ إِذَا طَﺎفَ ﺑَﯾْنَ اﻟﺻﱠﻔَﺎ وَاﻟْﻣَرْوَةِ . ) ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ (
(22-23) Karena hadits Jabir bahwasanya Rasulullah saw. apabila telah sampai di Makkah, beliau mendatangi Hajar Aswad dan mengusapnya, kemudian berjalan ke kanan Hajar Aswad berlari-lari kecil tiga kali jalan, dan berjalan biasa empat kali. (Diriwayatkan oleh Muslim dan Nasai). Dan mengingat hadits 'Abis bin Rabi'ah katanya: "Aku melihat 'Umar bin Khathab datang kepada Hajar Aswad seraya katanya: Sungguh aku tahu bahwa engkau itu batu, andaikata aku tidak melihat Rasulullah saw. mengecup engkau, pastilah aku segan mengecupmu". Kemudian ia mendekat lalu mengecupnya. (Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Nasai dan Abu Dawud). Dan menurut hadits Ibnu 'Umar waktu ditanya tentang cara mengusap Hajar Aswad, katanya: "Aku melihat Rasulullah saw. mengusap Hajar Aswad dan mengecupnya". (Diriwayatkan oleh Bukhari). Dan menilik hadits Ibnu 'Abbas bahwa Nabi s.a.w. berthawaf pada Haji Wada' dengan mengendarai unta, mengusap rukun (Hajar Aswad) dengan tongkat. (Hadits Muttafaq 'alaih) Dan menilik hadits Abi Thufail berkata: "Aku melihat Rasulullah saw thawaf di Baitullah dan mengusap Rukun (Hajar Aswad) dengan tongkat lalu mengecup tongkatnya". (Diriwayatkan oleh Muslim). Dan menilik hadits Ibnu 'Umar bahwa Nabi saw. bila berthawaf pada Baitullah, thawaf yang permulaan berlari (dengan pendek) 3 kali dan berjalan 4 kali. Demikian juga bila bersa'i antara Shafa dan Marwah berlari-lari kecil di tengah lembah Masil (Hadits Mutta faq 'alaih).
kali dan berjalan biasa 4 kali411 (23) dan tiap engkau di Rukun Yamani, maka usaplah kepadanya atau berilah salam kepadanya sambil membaca takbir dengan tidak usah mengecupnya412 (24). Apabila engkau telah sampai di Hajar Aswad maka usaplah serta kecuplah sebagaimana yang lalu. Demikian selanjutnya engkau kerjakan sampai 7 kali413 (25). Kemudian shalatlah 2 raka'at di belakang Maqam Ibrahim dengan membaca surat Al-
411 Ibid
وَاﺣِدِﯾْثِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ انﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻛَﺎنَ ﻻَ ﯾَدَعُ أَنْ ﯾَﺳْﺗَﻠِمَ اﻟْﺣَﺟَرَ وَاﻟرﱡﻛْنَ اﻟْﯾَﻣَﺎﻧِﻲ ﻓِﻲ ﻛُلِّ طَوَاﻓِﮫِ . رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ وَاﺑُو دَاوُدَ
(
وَاﻟﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَانَ اﻟﻧﺑﻲ ﺻﻠﻌم ﻛَﺎنَ ﯾَﺳْﺗَﻠِمُ اﻟرﱡﻛْنَ اﻟْﯾَﻣَﺎﻧِﻲ وَاﻟْﺣَﺟَرَ اﻷَْﺳْوَدَ ﻓِﻲ ﻛُلِّ طَوَاﻓِﮫِ . وَﻻَ ﯾَﺳْﺗَﻠُم اﻟرﻛﻧﯾنِ اﻟﻠﱠذِﯾْنِ ﯾَﻠِﯾَﺎنِ اﻟْﺣَﺟَرَ ﻣَﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ( وَاﻟﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋَﺑﱠﺎسٍ ﻗَﺎلَ : طَﺎفَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﻋَﻠَﻰ ﺑَﻌِﯾرِ ﻛَﻠﱠﻣَﺎ أَﺗَﻰ ﻋَﻠَﻰ اﻟرﱠﻛْنِ أَﺷَﺎرَ إِﻟَﯾْﮫِ ﺑِﺷَﻲْءٍ ﻓِﻲ ﯾَدِهِ وَﻛَﺑﱠرَ )رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ وَاﻟْﺑُﺧَﺎرِي ( .
Mengingat hadits Ibnu 'Umar bahwa Nabi saw. tidak pernah meninggalkan mengusap Hajar Aswad dan Rukun Yamani pada tiap-tiap thawafnya. (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud). Dan lain hadits dari Ibnu 'Umar bahwa Nabi saw. mengusap Rukun Yamani dan Hajar Aswad pada tiap thawafnya, serta tidak mengusap dua rukun (penjuru) Ka'bah yang sesudah Hajar Aswad. (Hadits Muttafaq'alaih). Dan hadits Ibnu 'Abbas yang berkata: "Rasulullah saw. berthawaf dengan kendaraan unta, tiap melalui Rukun (Yamani) berisyarat kepadanya dengan sesuatu yang ada di tangannya dan bertakbir. (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Bukhari).
413٢٢ مﻗَر ﻲِﻓ ِمِّدَﻘَﺗُﻣْﻟا َرَﻣُﻋ ِنْﺑا ِثﯾِدَﺣِﻟ ٣و. ٦٢ ،
Periksa, hadits Jabir pada dalil nomor 26 di atas.

