putusan
KITAB HAJI BAGIAN 08 KEMBALI ARAFAH MINA
KITAB HAJI
08 KEMBALI ARAFAH MINA
٥٤ ) ِةَروُﻛْذَﻣْﻟا ِﺔﱠﯾِﻔْﯾَﻛﻟﺎﺑ َرَﺷَﻋ َثِﻟﺎﱠﺛﻟاَو( َجَرَﺣ َﻼَﻓ َرَﺷَﻋ ﻲِﻧﺎﱠﺛﻟا َدْﻌَﺑ َﺔﱠﻛَﻣ ﻰَﻟِإ َتْﻠَﺟَﻌَﺗ ْنِإَو )٦٤( .َكِّﺟَﺣ ُلﺎَﻣْﻋَأ اَذَﮭِﺑ ﻰَﮭَﺗْﻧَﺗَو
I. KEMBALI DARI 'ARAFAH
Sesudah terbenam matahari, maka pergilah dari 'Arafah ke Muzdalifah dan shalatlah jama' Magrib dan 'Isya' dan bermalamlah di sana, dan bagi orang-orang yang lemah, bolehlah pergi dari Muzdalifah ke Mina sebelum fajar424 (36): apabila engkau telah shalat Subuh, pergilah ke Mina425 (37) dan berdo'alah kepada Allah di waktu engkau telah sampai di Masy'aril- Haram dengan menghadap Qiblat serta bertakbir dan bertahlil; kemudian pergilah sebelum terbit matahari sehingga sampai di lembah Muhassir dan ambillah batu pelempar Jumrah
)٦٣ ٧٣ َو ٨٣ َو ٩٣ َو( َﻊَﻣ َةَرَﻣَﺟْﻟا ﺎَﻧْﯾَﻣَرَﻓ ِرْﺣﱠﻧﻟا َﺔَﻠْﯾَﻟ ﻰِّﻧِﻣ ﻰَﻟِإ ِﮫِﻠْھَأ َﻊَﻣ ُﮫَﺗَﻌَﺑ مﻌﻠﺻ ِﱠاللها َلوُﺳَر ﱠنَأ ٍسﺎﱠﺑَﻋ ِنْﺑا ِثﯾِدَﺣِﻟا اﻟْﻔَﺟْرِ )رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ ( . وَاﻟﺣَدِﯾثِ ﺟَﺎﺑِرَانﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱠ ﺻﻠﻌم اﺗﻰ اﻟْﻣُزْدَﻟِﻔَﺔَ ﻓَﺻَﻠﱠﻰ ﺑِﮭَﺎ اﻟْﻣَﻐَرِبَ وَاﻟْﻌِﺷَﺎءَ ﺑِﺄَذَانِ وَاﺣِدٍ وَإِﻗَﺎﻣَﺗَﯾْنِ وَﻟَمْ ﯾُﺳَﺑِّﺢْ ﺑَﯾْﻧَﮭُﻣَﺎ ﺷَﯾْﺋًﺎ ﺛُمﱠ اﺿْطَﺟَﻊَ ﺣَﺗﱠﻰ طَﻠَﻊَ اﻟْﻔَﺟْرُ ﻓَﺻَﻠﱠﻰ اﻟْﻔَﺟْرَ ﺣِﯾنَ ﺗَﺑَﯾﱠنَ ﻟَﮫُ اﻟﺻﱡﺑْﺢُ ﺑِﺄَذَانِ وَإِﻗَﺎﻣَﺔٍ ﺛُمﱠ رَﻛِبَ اﻟْﻘَﺻْوَاءَ ﺣَﺗﱠﻰ اﻟَﻰ اﻟْﻣَﺷْﻌَرَ اﻟْﺣَرَامَ ﻓَﺎﺳْﺗَﻘْﺑَلَ اﻟْﻘِﺑْﻠَﺔَ ﻓَدَﻋَﺎ االلهﱠَ وَﻛَﺑﱠرَهُ وَھَﻠﱠﻠَﮫُ . ﻓَﻠَمْ ﯾَزَلْ وَاﻗِﻔًﺎ ﺣَﺗﱠﻰ اﺳْﻔَرَ ﺟِد‘ا ﻓَدَﻓَﻊَ ﻗَﺑْلَ أَنْ ﺗَطْﻠُﻊَ اﻟﺷﱠﻣْسُ ﺣَﺗﱠﻰ أَﺗَﻰ ﺑَطْنَ ﻣُﺧَﺳِرِ ﻓَرَكَ ﻗَﻠِﯾﻼً ، ﺛُمﱠ ﺳَﻠَكَ اﻟطﱠرِﯾقَ اﻟْوُﺳْطَﻰ اﻟﱠﺗِﻲ ﺗَﺧْرُجُ ﻋَﻠَﻰ اﻟْﺟَﻣْرَةِ اﻟْﻛَﺑْرَى ﺣَﺗﱠﻰ إِﻟَﻰ اﻟْﺟَﻣَرَةَ اﻟﱠﺗِﻲ ﻋِﻧْدَ اﻟﺷﱠﺟَرَةِ ﻓَرَﻣَﺎھَﺎ ﺑِﺳَﺑْﻊٍ ﺣَﺻَﯾَﺎتٍ ﯾُﻛَﺑِّرُ ﻣَﻊَ ﻛُلِّ ﺣَﺻَﺎةٍ ﻣِﻧْﮭَﺎ ﺣَﺻَﻰ اﻟْﺧَذْفِ رَﻣَﻰ ﻣِنْ ﺑَطْنِ اﻟْوَادِي ﺛُمﱠ اﻧْﺻَرَفَ إِﻟَﻰ اﻟْﻣِﻧْﺣَرِهِ رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِم وَاﻟﺣَدِﯾثِ ﻓَﺿْلِ ﺑْنِ ﻋَﺑﱠﺎسٍ وَﻛَﺎنَ رَدِﯾفَ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ، أَنﱠ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ ﻓِﻲ ﻋَﺷِﯾﱠﺔِ ﻋَرَﻓَﺔً وَﻏَدَاةِ ﺟَﻣْﻊِ ﻟِﻠﻧﱠﺎسِ ﺣِﯾنَ دَﻓَﻌُوا : ﻋَﻠَﯾْﻛُمُ اﻟﺳﱠﻛِﯾﻧَﺔَ وَھُوَ ﻛَﺎفَ ﻧَﺎﻗَﺗَﮫُ ﺣَﺗﱠﻰ دَﺧَلَ ﻣُﺣَﺳِرًا وَھُوَ ﻣِنْ ﻣِﻧَﻰ وَﻗَﺎلَ : ﻋَﻠَﯾْﻛُمْ ﺑِﺣَﺻَﻰ اﻟْﺧَزْفِ اﻟﱠذِي ﯾُرْﺑَﻰ ﺑِﮫِ اﻟْﺟَﻣْرَةَ ، ) رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ وَﻣُﺳْﻠِمُ ، وَاﺣِدِﯾثِ اﺑْنِ ﻣَﺳْﻌُودٍ أَﻧﱠﮫُ اﻧﺗَﮭَﻰ إِﻟَﻰ اﻟْﺟَﻣْرَةِ اﻟْﻛُﺑْرَى ﻓَﺟَﻌَلَ اﻟْﺑَﯾْتَ ﻋِﻧْدَ ﯾَﺳَﺎرِهِ وَﻣِﻧَﻰ ﻋِﻧْدَ ﯾَﻣِﯾﻧِﮫِ وَرَﻗَﻰ ﺑِﺳَﺑْﻊٍ وَﻗَﺎلَ : ھُﻛَذَارَى اﻟﱠذِي أُﻧْزِﻟَتْ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ﺳُوْرَةُ اﻟْﺑَﻘَرَةِ . ) ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ (.
(36,37,38,39) Menilik hadits Ibnu 'Abbas, bahwa Nabi saw menyuruhnya mengantar keluarga beliau ke Mina pada malam Nahar, maka mereka melempar Jumrah bersama-sama terbitnya fajar. (Diriwayatkan oleh Ahmad). Dan menilik hadits Jabir bahwa Nabi saw tiba di Muzdalifah, lalu shalat Maghrib dan Isya (jama') di sana dengan sekali adzan dan dua qamat, di antara keduanya tidak ada shalat sunnat apapun. Kemudian Nabi saw tidur sampai terbit fajar, lalu shalat Subuh setelah nyata waktu Subuh, dengan sekali adzan dan sekali qamat. Kemudian mengendarai Qashwa' (nama unta Nabi) sampai tiba di Masy'aril-Haram, lalu menghadap Qiblat seraya berdo'a kepada Allah, bertakbir dan bertahlil. Beliau tetap berhenti sampai cuaca terang sekali, kemudian berangkat sebelum terbit matahari, dan setelah tiba di lembah Muhassir, mempercepat sedikit jalannya. Kemudian melalui jalan tengah yang menuju Jumrah Kubra ('Aqabah), sehingga tiba di Jumrah yang dekat pohon lalu melempar 7 kerikil dengan bertakbir pada tiap-tiap kerikil, yaitu batu pelempar. Beliau melempar dari tengah lembah. Kemudian beliau pergi ke tempat penyembelihan qurban. (Diriwayatkan oleh Muslim). Dan menilik hadits Fadlel bin 'Abbas yang membonceng Nabi saw bahwa Rasulullah saw. pada sore hari 'Arafah dan pada pagi hari di Muzdalifah ketika mereka berangkat bersabda: "Hendaklah kamu tenang!". Ketika itu beliau menahan untanya sampai memasuki Muhassir daerah Mina, dan sabdanya: "Hendaklah kamu mencari kerikil untuk melempar Jumrah" (Riwayat Ahmad dan Muslim). Dan menilik hadits Ibnu Mas'ud bahwa setibanya di Jumrah Kubra (Aqabah), ia menjadikan arah Ka'bah di kirinya dan Mina di kanannya dan melempari Jumrah 7 kali sambil berkata: 'Demikianlah cara melempar Jumrah menurut beliau (Rasulullah) yang dituruni ayat-ayat dari surat Al-Baqarah" (Muttafaq 'alaih)
425 Ibid.
dan percepatlah jalanmu di situ426 (38). Apabila engkau telah sampai di Mina, lemparlah Jumrah 'Aqabah dengan tujuh butir kerikil dari dalam jurang, dan ucapkanlah: "Alla-hu akbar427 (39) Alla-hum maj'alhu hajjan mabru-ran wa dzanban maghfu-ran."428 (40) Kemudian sembelihlah binatang hidyahmu dan tahallul dengan mencukur atau memotong rambut kepalamu429 (41). Dengan Tahallul Awal inilah maka halal segala hal yang menjadi larangan bagi orang yang ihram, kecuali bersetubuh430 (42). Kemudian pergilah ke Makkah dan Thawaf di Baitullah 7 kali ialah yang dinamakan Thawaf Ifadlah431 (43). Kemudian
426 Ibid. 427 Ibid.
ﻟِﻣَﺎ رَوَى أَﺣْﻣَدُ أَﻧﱠﮫُ اﻧْﺗَﮭَﻰ إِﻟَﻰ ﺟَﻣْرَةِ اﻟْﻌَﻘَﺑَﺔِ ﻓَرَﻣَﺎ ھَﺎ ﻣِنْ ﺑَطْنِ اﻟْوَادِي ﺳَﺑْﻊَ ﺣَﺻَﯾَﺎتٍ وَھُوَ رَاﻛِبُ ﯾُﻛَﺑِّرُ ﻣَﻊَ ﻛُلِّ ﺣَﺻَﺎةٍ ، وَﻗَﺎلَ : اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﺟْﻌَﻠْﮫُ ﺣَﻘ‘ﺎ ﻣَﺑْرُورًا وَذَﻧْﺑًﺎ ﻣَﻐْﻔُورًا ﺛَمﱠ ﻗَﺎلَ ھَﺎ ھُﻧَﺎ ﯾَﻘُومُ اﻟﱠذِي أُﻧْزِﻟَتْ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ﺳُوْرَةُ اﻟْﺑَﻘَرَةِ ، )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ( .
Menurut hadits riwayat Ahmad, bahwa ia setiba di Jumrah Aqabah, melemparnya dari tengah lembah dengan 7 kerikil sambil berkendaraan dan bertakbir pada tiap lernparan dan membaca: "Alla-hummaj'alhu hajjan mabruran wa dzanban maghfuran. Lalu berkata: "Di sinilah tempat berdiri beliau yang dituruni ayat-ayat dari surat Al-Baqarah". (Hadits Mutta faq 'alaih).
ﻟِﺣَدِﯾثِ أَﻧَسٍ أَنﱠ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم آﺗَﻰ ﻣِﻧَﻰ ﻓَﺄَﺗَﻰ اﻟْﺟَﻣْرَةَ ﻓَرَﻣَﺎ ھَﺎ ﺛُمﱠ إِﻟَﻰ ﻣَﻧْزَﻟَﮫُ ﺑِﻣِﻧَﻰ وَﻧَﺧَرَ، ﺛُمﱠ ﻗَﺎلَ ﻟِﻠْﺣَﻼﱠقِ ﺧُذْ وَأَﺷَﺎرَ إِﻟَﻰ ﺟَﺎﻧِﺑِﮫِ اﻷَْﯾْﻣَنِ ﺛُمﱠ اﻷَْﯾْﺳَرِ.. اﻟْﺣَدِﯾثَ ) رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ وَﻣُﺳْﻠِمَ وَأَﺑُو دَاوُدَ( . وَاﻟﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم : اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻏْﻔِرْ ﻟِﻠْﻣُﺣَﻠِّﻘِﯾنَ ﻗَﺎﻟُوا : ﯾَﺎ رَﺳُولَ االلهﱠِ وَﻟِﻠْﻣُﻘَﺻِّرِﯾنَ؟ ﻗَﺎلَ : اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻏْﻔِرْ ﻟِﻠْﻣُﺣَﻠِّﻘِﯾنَ ﻗَﺎﻟُوا : ﯾَﺎ رَﺳُولَ االلهﱠِ وَﻟِﻠْﻣُﻘْﺻِرِﯾنَ ؟ ﻗَﺎلَ : اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻏْﻔِرْ ﻟِﻠْﻣُﺣَﻠِﻘِﯾنَ ﻗَﺎﻟُوا: ﯾَﺎ رَﺳُولَ االلهﱠِ وَﻟِﻠْﻣُﻘْﺻِرِﯾنَ ﻗَﺎلَ : وَاﻟْﻣُﻘْﺻِرِﯾنَ . ) ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ( .
Menilik hadits Anas, bahwa Rasulullah saw. setiba di Mina menuju ke Jumrah melemparinya. Kemudian datang ke persinggahannya di Mina dan menyembelih qurban. Kemudian bersabda kepada pencukur: "Cukurlah!" Sambil menunjuk sebelah kanan lalu sebelah kirinya ... dan seterusnya hadits. (Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim dan Abu Dawud). Dan menilik hadits Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. berdo'a: "Ya Allah, ampunilah orang-orang yang bercukur". Kata mereka: "Ya Rasulullah! dan bagi yang menggunting rambutnya!". Sabda Nabi: "Ya Allah ampunilah orang-orang yang bercukur!". Kata mereka: "Ya Rasulullah!, Dan orang-orang menggunting!" Sabda Nabi melanjutkan do'anya: "Dan orang-orang yang menggunting!". (Hadits Muttafaq'alaih).
اﻟﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋَﺑﱠﺎسٍ ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم : إِذَا رَﻣَﯾْﺗُمُ اﻟْﺟَﻣْرَةَ ﻓَﻘَدْ ﺣَلﱠ ﻟَﻛُمْ ﻛُلِّ ﺷَﻲْءٍ إِﻻﱠ اﻟﻧِّﺳَﺎءَ ﻓَﻘَﺎلَ رَﺟُلٌ وَاﻟطﱠﯾبُ ؟ ﻓَﻘَﺎلَ اﺑْنُ ﻋَﺑﱠﺎسٍ : أَﻣﱠﺎ أَﻧَﺎ ﻓَﻘَدْ رَأَﯾْتُ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻَﻠﱠم ﯾُﺻِﯾﺦُ رَأْﺳَﮫُ ﺑِﺎﻟْﻣِﺳْكِ أَﻓَطِﯾبُ ذَﻟِكَ أَمْ ﻻَ ) رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ(.
Mengingat hadits Ibnu 'Abbas yang berkata, bahwa Rasulullah bersabda: "Bila kamu telah melempar Jumrah, maka telah halal bagimu segala sesuatu, kecuali wanita isterimu". Maka kata seorang laki-laki: "Dan harum- haruman?" Maka kata Ibnu 'Abbas: "Adapun saya telah melihat Rasulullah saw. melumuri kepala dengan kasturi, apakah itu harum-haruman atau bukan?". (Diriwayatkan oleh Ahmad).
ﻟِﺣَدِﯾثِ ﺟَﺎﺑِرِ انﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم اﻧْﺻَرَفَ إِﻟَﻰ اﻟْﻣَﻧَﺣْرِ ﻓَﻧَﺣَرَ ﺛُمﱠ رَﻛِبَ ﻓَﺄَﻓَﺎضَ إِﻟَﻰ اﻟْﺑَﯾْتِ ﻓَﺻَﻠﱠﻰ ﺑِﻣَﻛﱠﺔَ اﻟظﱡﮭْرَ اﻟْﺣَدِﯾثَ . ) رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِم(
Mengingat hadits Jabir, bahwasanya Nabi saw. berangkat ke tempat penyembelihan qurban, maka beliau menyembelih kemudian berkendaraan, lalu berangkat ke Baitullah, untuk berthawaf ifadlah lalu shalat Dhuhur di Makkah selanjutnya hadits (Diriwayatkan oleh Muslim).
shalatlah sunnat Thawaf 2 raka'at dan minumlah air Zamzam432 (44) dan Sa'ilah di antara Shafa dan Marwah (jika engkau belum Sai sehabis Thawaf Qudum di dalam Haji Qiran). Kemudian kembalilah ke Mina dan bermalam di sana dua atau tiga malam, dan lemparlah jumrah-jumrah ketiga-tiganya. (Jumrah Ula, Wustha dan 'Aqa bah), sesudah condong matahari pada tanggal 11, 12, dan 13 dengan cara-cara yang tersebut di muka433 (45) Apabila engkau tergesa ke Makkah setelah tanggal 12, maka tidak berhalangan434 (46). Dengan demikian ini selesailah amal-amal hajimu.
اﻧْوَاعُ اﻟﻛَﻔﱠﺎرَاتِ ٧٤ ) . كﺟﺣ ُءﺎَﺿَﻗ َكْﯾَﻠَﻋَو ًةﺎَﺷ ْﺢَﺑْذاَو ٍةَرْﻣُﻌِﺑ ْلﱠﻠَﺣَﺗَﻓ َﺔَﻓَرَﻌِﺑ ُفوُﻗُوْﻟا َكَﺗﺎَﻓ اَذِإ(
ﻲِﻓ ِمِّدَﻘَﺗُﻣْﻟا َرَﻣُﻋ ِنْﺑا ِثﯾِدَﺣِﻟ- ٦٢-
وَاﺣَدِﯾْثِ اﺑْنِ ﻋَﺑﱠﺎسٍ أَنﱠ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﺟَﺎءَ إِﻟَﻰ اﻟﺳﱠﻘَﺎﯾَﺔِ ﻓَﺎﺳْﺗَﺳْﻘَﻰ ﻓَﻘَﺎلَ اﻟْﻌَﺑﱠﺎسُ : ﯾَﺎ ﻓَﺿْلُ اذْھَبَ إِﻟَﻰ أﻣِّكَ ﻓَﺄْتِ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﺑِﺷَرَابِ ﻣِنْ ﻋِﻧْدِھَﺎ ﻓَﻘَﺎلَ اﺳْﻘِﻧِﻲ ، ﻓَﻘَﺎلَ : ﯾَﺎ رَﺳُولَ االلهﱠِ إِﻧﱠﮭُمْ ﯾَﺟْﻌَﻠُونَ أَﯾْدِﯾَﮭُمْ ﻓِﯾﮫِ ، ﻗَﺎلَ : اﺳْﻘِﻧِﻲ ، ﻓَﺷَرِبَ ﺛُمﱠ إِﻟَﻰ زَﻣْزَمَ وَھُمْ ﯾَﺳْﺗَﻘُونَ وَﯾَﻌْﻣَﻠُونَ ﻓِﯾﮭَﺎ ﻓَﻘَﺎلَ : اﻋْﻣَﻠُوا ﻓَﺈِﻧﱠﻛُمْ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﻣَلٍ ﺻﺎﻟﺢ ...... اﻟْﺣَدِﯾثَ . ) رَوَاهُ اﻟْﺑُﺧَﺎرِيﱡ (
Periksalah hadits Ibnu 'Umar pada dalil nomor 26 di atas. Dan mengingat hadits Ibnu 'Abbas bahwa Rasulullah saw., datang ke tempat air minum, lalu minta minum. Maka kata 'Abbas: "Hai Fadlel, pergilah kepada ibumu dan mintakan minuman daripadanya untuk Rasulullah?!". Sabda Nabi saw: "Berilah aku minum!". Maka kata 'Abbas: "Ya Rasulullah sesungguhnya mereka itu memasukkan tangan mereka dalam tempat itu". Sabda Nabi: "Beri minumlah aku". Lalu beliau menghampiri Zamzam sedang mereka menimba air dan bekerja. Maka sabda Nabi: "Kerjakanlah, karena kamu melakukan amal shalih"... dan seterusnya hadits (Diriwayatkan oleh Bukhari).
ﻟِﺣَدِﯾثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ ﻗَﺎﻟَتْ : أَﻓَﺎضَ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﻣِنْ أَﺧِرِ ﯾَوْمٍ ﺣِﯾْنَ ﺻَﻠﱠﻰ اﻟظﱠﮭْرَ ﺛُمﱠ رَﺟَﻊَ إِﻟَﻰ ﻣِﻧَﻰ ﻓَﻣَﻛَثَ ﺑِﮭَﺎ ﻟَﯾَﺎﻟِﻲ أَﯾﱠﺎمِ اﻟﺗﱠﺷْرِﯾقِ ﯾَرْﻣِﻲ اﻟْﺟَﻣْرَةَ إِذَا زَاﻟَتِ اﻟﺷﱠﻣْسُ ﻛُلﱠ ﺟَﻣْرَةٍ ﺑِﺳَﺑْﻊِ ﺣَﺻَﯾَﺎتٍ ﯾُﻛَﺑِّرُ ﻣَﻊَ ﻛُلِّ ﺣَﺻَﺎةٍ وَﯾَﻘِفُ ﻋِﻧدَ اﻷوﻟﻰ وَﻋِﻧْدَ اﻟﺛﱠﺎﻧِﯾَﺔِ وَﯾُطِﯾلُ اﻟْﻘِﯾَﺎمَ وَﯾَﺗَﺿَرﱠعُ وَﯾَرْﻣِﻲ اﻟﺛﱠﺎﻟِﺛَﺔَ ﻻَ ﯾَﻘِفُ ﻋِﻧْدَھَﺎ . ) رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ وَأَﺑُو دَاوُدَ(
Mengingat hadits 'Aisyah katanya: "Rasulullah saw telah thawaf ifadlah pada akhir hari setelah shalat Dhuhur, kemudian kembali ke Mina. Maka beliau tetap di situ pada malam-malam hari Tasyrik melempari Jumrah bila tergelincir matahari; tiap Jumrah dengan 7 kerikil, bertakbir pada tiap lemparan, dan beliau berhenti lama di Jumrah Ula dan Wustha sambil berdo'a. Dan melempar Jumrah 'Aqabah tanpa berhenti untuk berdo'a". (Riwayat Ahmad dan Abu Dawud).
ﻟِﻘَوْﻟِﮫِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : وَاذْﻛُرُوا االلهﱠَ ﻓِﻲ أَﯾﱠﺎمٍ ﻣَﻌْدُودَاتٍ ﻓَﻣَنْ ﺗَﻌَﺟَلَ ﻓِﻲ ﯾَوْﻣَﯾْنِ ﻓَﻼَ اﻧْمَ ﻋَﻠَﯾْﮫِ وَﻣَنْ ﺗَﺄَﺧﱠرَ ﻓَﻼَ إِﺛْمَ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ﻟِﻣَنِ اﺗﱠﻘَﻰ وَاﺗﱠﻘُوا االلهﱠُ وَاﻋْﻠَﻣُوا أَﻧﱠﻛُمْ إِﻟَﯾْﮫِ ﺗُﺣْﺷَرُونَ . )اﻟْﺑَﻘَرَةُ آﯾَﺔُ ٣٠٢ ( .
Mengingat firman Allah Ta'ala:"Dan ingatlah kepada Allah dalam beberapa hari yang tertentu. Bagi orang yang hendak bergesa-gesa selesai dalam dua hari, tidaklah ia berdosa, dan bagi yang hendak berlambat-lambat tidak pula berdosa, bagi orang yang bertaqwa kepada Allah. Dan ketahuilah bahwa kamu sekalian akan dikumpulkan di hadapan Allah". (Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 203).

