putusan
KITAB HAJI BAGIAN 10 THAWAF WADA
KITAB HAJI
10 THAWAF WADA
Apabila engkau bersetubuh sebelum Tahallul Awal, maka batallah ibadah Hajimu dan mestilah engkau menyembelih unta atau lembu tetapi teruskanlah amalan-amalan Haji dan mengqadla (mengulang) Hajimu440 (52). Adapun aqad nikah di waktu ihram, tidaklah shah dan tidak usah kifarat441 (53).
طَوَافُ اﻟوَدَاعِ وَﻣَﺗَﻰ أَرَدْتَ أَنْ ﺗَﻌُودَ إِﻟَﻰ وَطَﻧِكَ ﻓَطُفْ طَوَافَ اﻟْوَدَاعِ .
K. THAWAF WADA'
Apabila engkau hendak pulang ke tanah airmu, maka kerjakanlah Thawaf Wada'.442
ﻟِﺣَدِﯾثِ ﻋُﻣَرَ وَ ﻋَﻠِﻲﱞ وَأَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ أَﻧﱠﮭُمْ ﺳُﺋِﻠُوا ﻋَنْ رَﺟُلٍ أَﺻَﺎبَ أَھْﻠَﮫُ وَھُوَ ﻣُﺣْرِمُ ﺑِﺎﻟْﺣَﺞِّ ﻓَﻘَﺎﻟُوا: ﯾَﻧْﻔُذَانِ ﻟِوَﺟْﮭِﮭِﻣَﺎ ﺣَﺗﱠﻰ ﯾَﻘْﺿِﯾَﺎ ﺣَﺟَﮭﺎﺗُمْ ﻋَﻠَﯾْﮭِﻣَﺎ ﺣَﺞ ﻗَﺎﺑِلُ وَاﻟْﮭَدَى ﻗَﺎلَ ﻋَﻠِﻲﱞ ﻓَﺈِذَا أَھَﻼً ﺑِﺎﻟْﺣَﺞِّ ﻣِنْ ﻋَﺎمٍ ﻗَﺎﺑِلٍ ﺗَﻔَرﱠﻗَﺎﺣَﻰ ﯾَﻘْﺿِﯾَﺎ ﺣَﺟَﮭُﻣَﺎ وَاﻟﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋَﺑﱠﺎسٍ أَﻧﱠﮫُ ﺳُﺋِلَ ﻋَنْ رَﺟُلٍ وَﻗَﻊَ ﺑِﺄَھْﻠِﮫِ وَھُوَ ﺑِﻣِﻧَﻰ ﻗَﺑْلَ أَنْ ﯾُﻔِﯾْضَ ﻓَﺄَﻣَرَهُ أَنْ ﯾَﺧْرَ ﺑَدَﻧَﺔً . ) وَاﻟْﺟَﻣِﯾﻊُ ﻟِﻣَﺎﻟِكِ ﻓِﻲ اﻟْﻣُوَطﱠﺄَ (.
Menilik hadits 'Umar, 'Ali dan Abu Hurairah r.a. bahwasanya mereka ditanya tentang seorang yang mengumpuli isterinya sedang ia dalam ihram Haji, maka kata mereka: "Kedua-duanya harus melangsungkan tujuannya sampai selesai hajinya kemudian keduanya berkewajiban berhaji yang akan datang dan berhidyah". Kata 'Ali: "Maka apabila keduanya berihram Haji tahun yang akan datang, hendaklah keduanya berpisah sampai menyelesaikan hajinya". Dan hadits Ibnu 'Abbas bahwasannya ia ditanya oleh seseorang laki-laki yang mengumpuli isterinya, padahal ia sedang berada di Mina belum berifadlah, maka ia menyuruhnya menyembelih unta. (Kesemuanya ini tersebut dalam Kitab Muwaththa' oleh Malik).
ﻟِﺣَدِﯾثِ ﻋُﺛْﻣَﺎنَ ﺑْنِ ﻋَﻔﱠﺎنَ أَنﱠ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ : ﻻَ ﯾَﻧْﻛِﺢُ اﻟْﻣُﺣْرِمُ وَﻻ ﯾُﻧْﻛِﺢُ وَﻻَ ﯾَﺧْطُبُ . ) رَوَاهُ اﻟْﺟَﻣَﺎﻋَﺔُ إِﻻﱠ اﻟْﺑُﺧَﺎرِي ( وَاﻟْﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ اﻧﱠﮫُ ﺳُﺋِلَ ﻋَنِ اﻣْرَأَةٍ أَرَادَ أَنْ ﯾَﺗَزَوﱠﺟَﮭَﺎ رَﺟُلٌ وَھُوَ ﺧﺎرِجُ ﻣِنْ ﻣﱠﻛﱠﺔَ ﻓَﺄَرَادَ أَنْ ﯾَﻌْﺗَﻣَرَا وَ ﯾَﺣْﺞَ ﻓَﻘَﺎلَ : ﻻَ ﺗَﺗَزَوﱠﺟْﮭَﺎ وَاﻧتَ ﻣُﺣْرِمَ ﻧَﮭَﻰ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻋَﻧْﮫُ . رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ(.
Menilik hadits Utsman bin 'Affan, bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Orang berihram itu tidak boleh nikah atau menikahkan atau melamar (meminang)". (Riwayat Jama'ah Ahli hadits kecuali Bukhari). Dan lagi hadits Ibnu 'Umar bahwa ia ditanya tentang seseorang wanita yang hendak dikawini oleh seorang pria ketika ia keluar Makkah hendak ber'umrah atau berhaji. Maka jawabnya: "Tidak boleh engkau mengawininya selagi engkau berihram. Rasulullah saw. Melarang hal itu". (Diriwayatkan oleh Ahmad).
اﻟﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋَﺑﱠﺎسٍ ﻗَﺎلَ : ﻛَﺎنَ اﻟﻧﱠﺎسُ ﯾَﻧْﺻَرِﻓُوْنَ ﻓِﻲ ﻛُلِّ وَﺟْﮫِ ﻓَﻘَﺎلَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم : ﻻَ ﯾَﻧْﻔِرَنﱠ أَﺣَدٌ ﺣَﺗﱠﻰ ﯾَﻛُونَ أَﺧِرُ ﻋَﮭْدِهِ ﺑِﺎﻟْﺑَﯾْتِ . ) رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ وَﻣُﺳْﻠِمُ وَأَﺑُودَاوُدَ وَاﺑْنُ ﻣَﺎﺟَﺔً( وَﻓِﻲ رواﯾﺔ : أَﻣَرَ اﻟﻧﱠﺎسُ أَنْ ﯾَﻛُونَ أَﺧِرُ ﻋَﮭْدِھِمْ ﺑِﺎﻟْﺑَﯾْتِ إِﻻﱠ أَﻧﱠﮫُ ﺧُﻔِّفَ ﻋَنِ اﻟﻣرأة اﻟْﺣَﺎﺋِضِ . )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ( . وَاﺣِدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋَﺑﱠﺎسٍ أَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم رَﺧﱠصَ ﻟِﺣَﺎﺋِضِ أَنْ ﺗَﺻَدُرَ ﻗَﺑْلَ أَنْ ﺗَطَوْفَ ﺑِﺎﻟْﺑَﯾْتِ إِذَا ﻛَﺎﻧَتْ ﻗَدْ طَﺎﻓَتْ ﻓﻲ اﻹِْﻓَﺎﺿَﺔِ . رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ ( .
Mengingat hadits Ibnu Abbas, katanya: "Adalah orang-orang berangkat pulang (menuju) kejurusan masing- masing, maka sabda Rasulullah saw.: "Jangan seorang berangkat (pulang) sehingga mengakhiri ibadahnya di Baitullah (thawaf wada')". (Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Dan dalam suatu riwayat orang-orang diperintahkan agar mengakhiri ibadahnya di Baitullah (thawaf wada) hanya saja dikecualikan wanita yang berhaid. (Hadits Muttafaq 'alaih). Dan menilik hadits Ibnu 'Abbas, bahwa Nabi saw. mengizinkan kepada orang yang berhaid keluar (dari Makkah) sebelum berthawaf di Baitullah bila ia telah berthawaf ifadlah. (Diriwayatkan oleh Ahmad).
Catatan:
ARTI UCAPAN DO'A DAN BACAAN
Yang tercakup dalam Kitab Haji ini. Ucapan Ihram Haji
Aku telah penuhi panggilan Mu, untuk berhaji. Ucapan Ihram 'Umrah
Aku telah penuhi panggilan Mu untuk 'Umrah. Ucapan Ihram Umrah dan Haji
Aku telah penuhi panggilan Mu untuk 'Umrah dan Haji Bacaan Talbiyah
Aku telah penuhi panggilanMu, Ya Allah, aku tunaikan panggilanMu, yang tidak ada sekutu bagiMu, aku telah penuhi panggilanMu. Sungguh segala puji dan kenikmatan bagiMu, pun kerajaan bagiMu juga, yang mana tidak ada sekutu bagiMu.
ﻟَﺑَكَ ﺣَﺟّﺎ
Labbaika hajjan
ﻟَﺑﱠﯾْكَ ﻋُﻣْرَةٌ
Labbaika umratan
ﻟﺑﯾك ﻋُﻣْرَةً وَﺣَﺟّﺎ
Labbaika 'umratan wa hajjan
ﻟَﺑﱠﯾْكَ اﻟﻠﱠﮭُمﱠ ﻟَﺑﱠﯾْكَ ، ﻟَﺑﱠﯾْكَ ﻻَ ﺷَرِﯾكَ ﻟَكَ ﻟَﺑﱠﯾْكَ ، إِنﱠ اﻟْﺣَﻣْدَ وَاﻟﻧِّﻌْﻣَﺔَ ﻟَكَ وَاﻟْﻣُﻠْكَ
Labbaika, alla-humma labbaika Labbaika la- syari-kalaka labbaika. Innal hamda wanni' matalaka wal mulka la-syari-kalaka.
Bacaan pada waktu di Shafa dan Marwah
Allah Yang Maha Besar, tak ada Tuhan melainkan Allah Yang Sendiri, yang tidak bersekutu, yang mempunyai kerajaan dan segala puji bagiNya serta kekuasaan atas segala sesuatu. Tiada Tuhan melainkan Allah Yang Sendiri. Yang menepati janjiNya, Yang menolong hambaNya dan Yang mengalahkan musuhNya. Ucapan setiap melempar Jumrah
Allah Maha Besar
Ya Allah, jadikanlah ini haji yang diterima dan disertai pengampunan dosa.
Bacaan mendatangi Shafa
Sesungguhnya Shafa dan Marwah itu dari Syi'ar Allah. Aku memulai dengan apa yang dimulai oleh Allah. Ucapan mengusap Hajar Aswad.
Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar Doa dalam Thawaf"
ﷲُ أَﻛْﺑَرُ ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ االلهﱠُ وَﺣْدَهُ ﻻَ ﺷَرِﯾكَ ﻟَﮫُ، ﻟَﮫُ اﻟْﻣُﻠْكُ وَﻟَﮫُ اﻟْﺣَﻣﱠدُ وَھُوَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُل ﺷَﻲْءٍ ﻗَدِﯾرُﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ االلهﱠُ وَﺣْدَهُ اﻟْﺟَزَ وَﻋْدَهُ وَﻧَﺻَرَ ﻋَﺑْدَهُ وَھَزَمَ اﻷَْﺣْزَابَ وَﺣْدَه
Alla-hu akbar, la-ila-ha illalla-huwahdahu- la-syari-kalah. Lahul mulku walahul hamdu wahua 'ala-kulli syaiin qadir, La-ila-ha illalla-hu wahdah, wa hazamal-ahza-ba wahdah. wahdah, anjaza wa'dah, wa nashara
ﷲُ أَﻛْﺑَرُ
Alla-hu akbar
اﻟﻠﮭمﱠ اﺟْﻌَﻠْﮫُ ﺣَﻘ•ﺎ ﻣَﺑْرُورًا وَذَﻧْﺑًﺎ ﻣَﻐْﻔُورًا
Alla-hummaj'alhu hajjan mabruran wa dzanban maghfu-ran
إِنﱠ اﻟﺻﱠﻔَﺎ وَاﻟْﻣَرْوَةَ ﻣِنْ ﺷَﻌَﺎﺋِرِ االلهﱠِ اﺑَدَأَ ﺑِﻣَﺎ ﺑَدَأَ االلهﱠُ ﺑِﮫِ
Innashshafa-wal marwata min sya'a-irilla-h. Abda u bima-bada alla-hubihi
ﺑِﺳْمِ ﷲِ وَااللهﱠُ أَﻛْﺑَرُ
Bismilla-hi walla-hu akbar

