putusan
KITAB HAJI BAGIAN 11 TUNTUNAN MANASIK
KITAB HAJI
11 TUNTUNAN MANASIK
(Antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani)
Ya Tuhanku, berilah kepadaku kebaikan di Dunia dan kebaikan di Akhirat dan jauhkanlah daripadaku siksa Neraka.
TUNTUNAN MANASIK HAJI
L. NIAT HAJI
1. Niat adalah kehendak hati yang ditekadkan untuk mendekatkan diri pada Allah swt yang
dibuktikan dengan suatu pekerjaan. Mayoritas ulama sepakat bahwa niat terletak di dalam hati untuk segala situasi.
2. Niat haji atau umrah terkait erat dengan masalah ihram, yaitu berniat ikhlas di dalam hati
karena Allah swt untuk melakukan haji atau umrah kemudian diiringi mengucapkan lafal
ﻟَﺒﱠﯿْﻚَ ﻋُﻤْﺮَةً atauوَﻋُﻤْﺮَةً ﻟَﺒﱠﯿْﻚَ ﺣَﺠÅﺎatauﻟَﺒﱠﯿْﻚَ ﺣَﺠÅﺎ
sesuai dengan jenis haji yang hendak dilakukan di
رَﺑﱠﻧَﺎ آﺗِﻧَﺎ ﻓِﻲ اﻟدﱡﻧْﯾَﺎ ﺣَﺳَﻧَﺔً وَﻓِﻲ اﻵﺧِرَةِ ﺣَﺳَﻧَﺔً وَﻗِﻧَﺎ ﻋَذَابَ اﻟﻧﱠﺎرِ
Rabbana-a-tina-fiddun ya-hasa natan wa fil a-khirati hasanatan wa qina-adza-banna-r
tempat-tempat (miqat) yang sudah ditentukan. Cara niat yang diiringi dengan ucapan dalam hal ini berdasarkan firman Allah swt dan perbuatan Nabi saw dalam riwayat berikut: a. Firman Allah swt,
وَﻣَﺎ أُﻣِرُوا إِﻻﱠ ﻟِﯾَﻌْﺑُدُوا االلهﱠَ ﻣُﺧْﻠِﺻِﯾنَ ﻟَﮫُ اﻟدِّﯾنَ ﺣُﻧَﻔَﺂءَ ...
Mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus …. [QS al-Bayyinah (89): 5]. b. Hadis dari ‘Umar Ibn al-Khaṭṭāb r.a. dari Rasulullah saw.
إِﻧﱠﻣﺎ اﻷﻋْﻣَﺎلُ ﺑﺎﻟﻧِّﯾﺎتِ ]رواه اﻟﺑﺧﺎرى[
Sesungguhnya amalan-amalan itu (harus dilakukan) dengan niat, dan bagi setiap orang apa yang diniatkan ...” [HR al-Bukhārī]. c. Hadis dari Anas r.a.,
ﺳَﻣِﻌْتُ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻَﻠﱠﻰ االلهﱠُ ﻋَﻠَﯾْﮫِ وَﺳَﻠﱠمَ أَھَلﱠ ﺑِﮭِﻣَﺎ ﺟَﻣِﯾﻌًﺎ ﻟَﺑﱠﯾْكَ ﻋُﻣْرَةً وَﺣَﺟ•ﺎ ﻟَﺑﱠﯾْكَ ﻋُﻣْرَةً وَﺣَﺟ•ﺎ ]ﻣﺗﻔق ﻋﻠﯾﮫ[.
Saya mendengar Rasulullah saw membaca talbiyah untuk berihram haji dan umrah bersama-sama dengan bacaan labbaika ‘umratan wa ḥajjan (Aku patuhi perintah-Mu untuk umrah dan haji) [HR al-Bukhārī dan Muslim].
M. TALBIYAH
1. Lafal talbiyah yang disepakati ulama adalah sebuah riwayat populer dari Rasulullah saw:
ﻋَنْ ﻋَﺑْدِ االلهﱠِ ﺑْنِ ﻋُﻣَرَ رَﺿِﻲَ ﷲُ ﻋَﻧْﮭُﻣﺎَ أنﱠ ﺗﻠْﺑِﯾَﺔَ رَﺳُوْلِ االلهﱠِ ﺻَﻠﱠﻰ االلهﱠُ ﻋَﻠَﯾْﮫِ وَﺳَﻠﱠمَ ﻟَﺑﱠﯾْكَ اﻟﻠﱠﮭُمﱠ ﻟَﺑﱠﯾْكَ ﻟَﺑﱠﯾْكَ ﻻَﺷَرِﯾْكَ ﻟَكَ ﻟَﺑﱠﯾْكَ إنﱠ اﻟْﺣَﻣْدَ وَاﻟﻧِّﻌْﻣَﺔَ ﻟَكَ وَاﻟْﻣُﻠْكَ ﻻَ ﺷَرِﯾْكَ ﻟَكَ ]رواه اﻟﺑﺧﺎرى[.
Dari ‘Abdullāh Ibn ‘Umar r.a. [diriwayatkan] bahwa talbiyah Rasulullah saw adalah: Labbaikallāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik, innal-ḥamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, lā syarīka lak (Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujian dan nikmat adalah milik-Mu, begitu pula kerajaan [juga milik-Mu]. Tiada sekutu bagi-Mu [HR al-Bukhārī].
2. Masalah membaca lafal ini dapat dilakukan sendiri, bersamaan, atau boleh melalui komando
hingga anggota/jamaah mengikutinya. Hal ini didasarkan pada sebuah hadis dari Ibn Mas’ūd r.a.,

