putusan
KITAB JENAZAH BAGIAN 02 PERSEDIAAN SAKIT
KITAB JENAZAH
02 PERSEDIAAN SAKIT
A. CARA PERSEDIAAN
Bilamana seorang dari kamu sakit, maka hendaklah bersabar 465(1) dan hendaklah ia kamu jenguk466 (2). Dan bila ia hampir sampai kepada ajalnya, maka hendaklah ia bersangka baik kepada Allah467 (3) dan berwasiatlah kalau ia meninggalkan barang milik468 (4) Hendaklah kalian talqinkan (tuntun baca) orang yang akan meninggal "La-ila-ha illa-lla-h" 469(5) dan hadapkanlah ia ke arah qiblat470 (6)
اﻟﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ رَض أَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱠ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ : ﻣَنْ ﻣَرِضَ ﻟَﯾْﻠَﺔً ﻓَﺻَﺑَرَ وَرَﺿِﻲَ ﺑِﮭَﺎ ﻋَنِ االلهﱠِ ﺧَرَجَ ﻣِنْ ذُﻧُوﺑِﮫِ ﻛَﯾَوْمٍ وَﻟَدَﺗْﮫُ أُﻣﱡﮫُ ) رَوَاهُ اﻟﺗﱠرْﻣِذِى ( اﻟﺳراج اﻟﻣﻧﯾرج ٣ ص ٨٥٣(
Menilik hadits Abu Hurairah, bahwa Nabi s.a.w bersabda: "Barangsiapa sakit satu malam, maka ia sabar dan pasrah kepada Allah, terlepaslah ia dari dosanya sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya". (Diriwayatkan oleh Tirmidzi tersebut dalam kitab Sirajul-Munir juz III halaman 358).
ﻟِﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ رَض أَنﱠ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ : ﺣَقﱠ اﻟْﻣُﺳْﻠِمِ ﻋَﻠَﻰ اﻟْﻣُﺳْﻠِمِ ﺧَﻣْسٌ : رَدﱡ اﻟﺳﱠﻼَمِ وَﻋِﺑَﺎدَةُ اﻟﻣرﯾضِ وَاﺗﱠﺑَﺎعُ اﻟْﺟَﻧَﺎزَةِ وَإِﺟَﺎﺑَﺔُ اﻟدﱠﻋْوَةِ وَﺗَﺷْﻣِﯾْتُ اﻟْﻌَﺎطِسِ اﻟْﺣَدِﯾثَ )ﻣَﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ(
Mengingat hadits Abu Hurairah, bahwa Rasulullah sa.w. bersabda; Hak orang Muslim, atas orang Muslim ada lima; 1. Menjawab salam, 2. Mengunjungi orang sakit. 3. Mengiringi jenazah, 4. Mendatangi undangan dan 5. Mendo'akan orang bersin seterusnya hadits. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
ﻟِﺣَدِﯾثِ ﺟَﺎﺑِرٍ: ﺳَﻣِﻌْتُ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﯾَﻘُولُ ﻗَﺑْلَ ﻣَوْﺗِﮫِ : ﻻَ ﯾَﻣُوْﺗَنﱠ أَﺣَدُﻛُمْ إِﻻﱠ وَھُوَ ﯾُﺣْﺳِنُ اﻟظﱠنﱠ ﺑِﺎاللهﱠِ ( اَﺧْرَﺟَﮫُ ﻣُﺳْﻠِمٌ ( . وَاﺣِدِﯾثِ أَﻧَسٍ أَﻧﱠﮫُ ﺻﻠﻌم دَﺧَلَ ﻋَﻠَﻰ ﺷَﺎبٌ وَھُوَ ﻓِﻲ اﻟْﻣَوْتِ ﻓَﻘَﺎلَ : ﻛَﯾْفَ ﺗﺟدكَ ؟ ﻗَﺎلَ : وَااللهﱠِ ﯾَﺎ رَﺳُولَ االلهﱠِ إِﻧِّﻲ أَرْﺟُو االلهﱠُ وَإِﻧِّﻲ أَﺧَﺎفُ ذُﻧُوﺑِﻲ ، ﻓَﻘَﺎلَ ﺻﻠﻌم : ﻻ ﯾَﺟْﺗَﻣَﻌَﺎنِ ﻓِﻲْ ﻗَﻠْبِ ﻋَﺑْدٍ ﻓِﻲ ﻣِﺛْلِ ھُذَا اﻟْﻣَوْطِنِ إِﻻﱠ اَﻋْطَﺎهُ ﷲُ ﻣَﺎ ﯾَرْﺟُو وَأَﻣﱠﻧَﮫُ ﻣِﻣﱠﺎ ﯾَﺧَﺎفُ . )أَﺧْرَﺟَﮫُ اﻟﺗﱠرْﻣِذِيﱡ ( .
Menilik hadits Jabir bahwa ia mendengar Rasulullah s.a.w bersabda sebelum wafatnya: Janganlah seorang dari kamu semua mati, kecuali berbaik-sangka (husnudzan) kepada Allah". (Diriwayatkan oleh Muslim). Dan menilik hadits Anas, bahwa Nabi saw. masuk kepada seorang pemuda yang hampir pada ajalnya, maka beliau bersabda: "Bagaimana perasaanmu?" Jawabnya: "Aku berharap kepada Allah dan khawatirkan akan dosaku". Maka beliau saw. bersabda: "Kalau berkumpul kedua sifat itu dalam hati seorang hamba pada peristiwa seperti ini tentulah Allah memberikan apa yang diharapkan dan melindunginya dari apa yang ditakutkan". (Diriwayatkan oleh Tirmidzi).
ﻟِﻘَوْﻟِﮫِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : ﻛُﺗِبَ ﻋَﻠَﯾْﻛُمْ إِذَا ﺣَﺿَرَ اﺣَدَﻛُمُ اﻟْﻣَوْتُ إِنْ ﺗَرَكَ ﺧَﯾْرًا اﻟوَﺻِﯾﱠﺔُ اﻵْﯾَﺔَ : ) اﻟْﺑَﻘَرَةُ : ٠٨١ ( .
Mengingat firman Allah Ta'ala: "Diwajibkan kamu, bilamana seorang dari kamu kedatangan mati, kalau meninggalkan harta benda (harta warisan) supaya berwasiatlah," (Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 180).
ﻟِﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ ﺳَﻌِﯾدٍ ﻋَنِ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ : ﻟَﻘِﻧُوا ﻣَوْﺗَﺎﻛُمْ ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ االلهﱠُ رَوَاهُ اﻟْﺟَﻣَﺎﻋَﺔُ إِﻻﱠ اﻟْﺑُﺧَﺎرِي ( أَﻣﱠﺎ ﻗِرَاءَةُ ﯾسَ ﻋَﻠَﻰ اﻟْﻣُﺣْﺗَﺿَرِ ﻓَﻠَﯾْسَ ﻟَﮭَﺎ أَﺻْلُ ﺛَﺎﺑِتٌ
Karena hadits Abu Sa'id dari pada Nabi saw. bahwa beliau bersabda: "Talqinkanlah mayatmu (orang yang akan meninggal) dengan mengucap: "La-ila-ha illa-lla-h". Diriwayatkan Jama'ah kecuali Bukhari). Bacaan Surat Yasin pada orang yang hampir mati itu tiada ada dalilnya yang shahih.
ﻟِﻣَﺎ رَوَى اﻟْﺣَﺎﻛِمُ وَاﻟْﺑَﯾْﮭَﻘِﻲﱡ ﻋَنْ أَﺑِﻲ ﻗَﺗَﺎدَةَ أَنﱠ اﻟْﺑَرَاءَ ﺑْنَ ﻣَﻌْرُورٍ أَوَﺻَﻰ أَنْ ﯾُوَﺟﱠﮫُ إِﻟَﻰ اﻟْﻘِﺑْﻠَﺔِ ، ﻓَﻘَﺎلَ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم اﺻَﺎبَ اﻟْﻔِطْرَةَ
Kemudian bilamana ia meninggal, maka pejamkanlah matanya471 (7) dan do'akanlah Kemudian lunasilah hutangnya dengan segera, kalau ia berhutang474 (10). Lalu segerakan pemeliharaannya475 (11) dan kabarkanlah kepada kerabat dan teman-temannya kaum Muslimin476 (12)
Menilik hadits Abu Qatadah, bahwa Bara' bin Ma'rur yang berwasiat supaya dihadapkan ke Qiblat; maka sabda Nabi saw: "ia mencocoki Fithrah". (Diriwayatkan oleh Hakim dan Baihaqi).
ﻟِﺣَدِﯾثِ أُمِّ ﺳَﻠَﻣَﺔَ ﻗَﺎﻟَتْ: دَﺧَلَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﻋَﻠَﻰ أَﺑِﻲ ﺳَﻠَﻣَﺔً وَﻗَدْ ﺷُقﱠ ﺑَﺻَرُهُ ﻓَﺎﻋْﻣَﺿَﮫُ ، ﺛُمﱠ ﻗَﺎلَ : إِنﱠ اﻟرﱡوحَ إِذَا ﻗَﺑَضَ ﺗَﺑِﻌَﮫُ اﻟْﺑَﺻَرُ ، ﻓَﺿَﺞﱠ ﻧَﺎسٌ ﻣِنْ أَھْﻠِﮫِ ﻓَﻘَﺎلَ : ﻻَ ﺗَدْﻋُوْ ﻋَﻠَﻰ أَﻧْﻔُﺳِﻛُمْ اﻷَﺑِﺧَﯾْرِ، ﻓَﺈِنﱠ اﻟْﻣَﻼَﺋِﻛَﺔَ ﺗُؤَﻣِّنُ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﺗَﻘُوﻟُونَ ﺛُمﱠ ﻗَﺎلَ: اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻏْﻔِرْ ﻻَِﺑِﻲ ﺳَﻠَﻣَﺔَ وَارْﻓَﻊْ دَرَﺟَﺗَﮫُ ﻓِﻲ اﻟْﻣَﮭْدِﯾِّﯾنَ وَاﻓْﺳَﺢْ ﻟَﮫُ ﻓِﻲ ﻗَﺑَرِهِ وَﻧَوْرْ ﻟَﮫُ ﻓِﯾﮫِ وَاﺧْﻠُﻔَﮫُ ﻓِﻲ ﻋَﻘِﺑِﮫِ )رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِمٌ ( .
Mengingat hadits Ummi Salamah katanya: "Rasulullah saw. datang kepada Abi Salamah (di waktu sampai pada ajalnya) padahal matanya celik, maka beliau memejamkannya" Kemudian Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya ruh itu kalau dipecatkan, diikuti oleh mata". Maka bergemurulah orang-orang dari ahlinya maka beliau bersabda: "Janganlah mendo'akan atas dirimu, kecuali kebaikan, karena sesungguhnya Malaikat itu mengamini atas apa yang kamu katakan" Kemudian sabdanya: Ya Allah, ampunilah Abu Salamah, junjunglah derajatnya setinggi derajat orang-orang yang shalih, lapangkan dan berilah gantinya pada sepeninggalnya". (Diriwayatkan oleh Muslim). Ibid.
اﻟﺣَدِﯾثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ أَنﱠ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﺣِﯾنَ ﺗُوَﻓﱠﻰ ﺳُﺟِّﻲَ ﺑِﺑُرُو ﺣِﺑَرَة. )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ (
Menilik hadits 'Aisyah r.a. bahwa ketika wafat Rasulullah saw. beliau dirahap dengan kain hibarah (sejenis kain Yaman yang bercorak). (Diriwayatkan oleh Bukhari Muslim).
اﻟﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ ﻋَنِ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ : ﻧَﻔْسُ اﻟْﻣُؤْﻣِنِ ﻣُﻌَﻠﱠﻘَﺔٌ ﺑِدَﯾﻧِﮫِ ﺣَﺗﱠﻰ ﯾُﻘْﺿَﻰ ﻋَﻧْﮫُ . رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ وَاﺑْنُ ﺣِﺑﱠﺎنَ وَاﻟﺗﱠرْﻣِذِي وَﻗَﺎلَ: ﺣَدِﯾثٌ ﺣَﺳَنٌ
Mengingat hadits Abu Hurairah, bahwa Nabi saw bersabda: "Nyawa orang Mu'min itu tergantung dengan hutangnya, sehingga dilunasinya." (Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Hibban begitu juga oleh Tirmidzi dengan mengatakan: Hadits Hasan).
اﻟﺣَدِﯾْثِ ﻋَﻠَﻰ : أَنﱠ رَﺳُولَ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ : ﺛَﻼَثُ ﯾَﺎ ﻋَﻠِﻲﱡ ﻻَ ﯾُؤَﺧِّرُنَ اﻟﺻﱠﻼَةُ إِذَا آﻧَتْ وَاﻟْﺟَﻧَﺎزَةُ إِذَا ﺣَﺿَرَتْ وَاﻷَْﯾِّمُ إِذَا وَﺟَدَتْ ﻛَﻔُؤًا ، )أَﺧْرَﺟَﮫُ أَﺣْﻣَدُ، وَأَﺧْرَجَ ﺑِﻣَﻌْﻧَﺎهُ أَﯾْﺿًﺎ اﻟﺗﱠرْﻣِذِيﱡ وَاﺑْنُ ﻣَﺎﺟَﮫُ وَاﻟْﺣَﺎﻛِمُ وَاﺑْنُ ﺣِﺑﱠﺎنَ وَﻏَﯾْرُھُمْ( `
karena hadits 'Ali, bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Tiga perkara, hai 'Ali, tidak boleh dipertangguhkan, yaitu shalat bila datang waktunya, jenazah bila telah terang matinya dan wanita tidak bersuami bila telah menemukan jodohnya". (Diriwayatkan oleh Ahmad; dan yang sepadan oleh Ahmad; dan yang sepadan artinya dengan hadits itu diriwayatkan oleh Tirmidzi Ibnu Majah Hakim, Ibnu Hibban dll).
ﻟِﻣﺎ رَوَى اﻟﺷﱠﯾْﺧَﺎنِ أَﻧﱠﮫُ ﺻﻠﻌم ﻧَﻰ ﻷَِﺻْﺣَﺎﺑِﮫِ رضِ اﻟﻧﱠﺟَﺎﺷِﻲ ﻓِﻲ اﻟْﯾَوْمِ اﻟﱠذِي ﻣَﺎتَ ﻓِﯾﮫِ . وَأَﻧﱠﮫُ ﻧَﻌَﻰ ﺟَﻌْﻔَرَ ﺑْنَ أَﺑِﻲ طَﺎﻟِبِ وَزَﯾْدَ ﺑْنَ ﺣَﺎرِﺛَﺔً وَﻋَﺑْدَ االلهﱠِ ﺑْنَ روَاﺣَﺔَ رض. وَﻟِﻣَﺎ رَوَى اﻟﺑُﺧَﺎرِيﱡ أَﻧﱠﮫُ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ ﻓِﻲ إِﻧْﺳَﺎنِ ﻛَﺎنَ ﯾَﻘُمُ اﻟْﻣَﺳْﺟِدَ ﻓَﻣَﺎتَ ﻓَدُﻓِنَ ﻟَﯾْﻼً أَﻓَﻼَ ﻛُﻧﺗُمْ آذَﻧْﺗُﻣُوﻧِﻲ ﺑِﮫِ؟ وَﻓِﻲ رِوَاﯾَﺔٍ : ﻣَﺎ ﻣَﻧَﻌَﻛُمْ أَنْ ﺗُﻌْﻠِﻣُوﻧِﻲ ؟ اﻟْﺣَدِﯾثَ
Menilik hadits riwayat Bukhari dan Muslim, bahwa Nabi saw memberitakan kematian Raja Najasyi kepada sahabat-sahabat r.a. pada hari mangkatnya. Dan beliau memberitakan kematian Ja'far bin Abu Thalib, Zaid bin Haritsah dan 'Abdullah bin Rawahah r.a. Begitu juga yang diriwayatkan oleh Bukhari bahwa beliau saw bersabda tentang orang yang menyapu masjid yang meninggal di kubur pada malam itu: "Tidak sudikah kamu memberitakannya kepadaku"? Dan ada riwayat lain, Nabi saw. bersabda: Mengapa kamu tidak memberitakan kepadaku"... seterusnya hadits.

