putusan
KITAB JENAZAH BAGIAN 03 MEMANDIKAN
KITAB JENAZAH
03 MEMANDIKAN
ﻛَﯾْﻔِﯾﱠﺔٌ ﻏُﺳْلِ اﻟْﻣَﯾِّتِ ٣١ ) ِءوُﺿُوْﻟا ِﻊِﺿاَوَﻣَو ِنِﻣﺎَﯾَﻣْﻟﺎِﺑ اوَدْﺑﺎَﻓ ِتِّﯾَﻣْﻟا َلَﺳُﻏ ْمُﺗْدَرَأ اَذِإ( ْوَأ ﺎًﺛَﻼَﺛ اَرَﺗَو ُهوُﻠِﺳْﻏاَو ﺧَﻣْﺳًﺎ أَوَأَﻛْﺛَرَ ﻣِنْ ذَﻟِكَ ﺑِﻣَﺎءٍ وَﺳِدْرٍ وَاﺟْﻌَﻠُوا ﻓِﻲ اﻟﻐَﺳَﻠَﺔِ اﻷَْﺧِﯾرَةِ ﻛَﺎﻓُورًا أَوْ ﺷَﯾْﺋًﺎ ﻣِﻧْﮫُ وَاﺿْﻔِرُوا ١) َنوُرُﻗ َﺔَﺛَﻼَﺛ ِةَأْرَﻣْﻟا َرَﻌْﺷا( ٥١ ) ٍﺔَﻔَﺷْﻧِﻣ ِوَﺧَﻧِﺑ ُهوُﻔِّﻧَﺟ ﱠمُﺛ( ِلِﺳْﻐَﯾْﻟَو ٦١ ) َرَﺧﻵا ُلِﺳْﻐَﯾ ْنَأ ِنْﯾَﺟْوﱠزﻟا ِدَﺣ ﻻَو َلُﺟﱠرﻟا ُلُﺟﱠرﻟا( ٧١ )ُﮫَﺑْﯾَﻋ اوُﻣُﺗْﻛاَو(
B. CARA MEMANDIKAN MAYAT
Kalau kamu hendak memandikan mayat, maka mulailah dari anggota kanannya serta anggota wudlu477 (13) dan mandikanlah dengan bilangan gasal tiga atau lima kali atau lebih dari itu, dengan air dan daun bidara, serta pada kali yang terakhir taruhlah kapur barus meskipun sedikit, dan jalinlah rambut mayat perempuan tiga pintal478 (14), lalu keringkanlah dengan handuk misalnya479 (15). Hendaklah mayat pria dimandikan oleh orang pria, dan
اﻟﺣَدِﯾثِ أُمِّ ﻋَطِﯾﱠﺔً ﻗَﺎﻟَتْ : ﻗَﺎلَ: رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻓِﻲ ﻏَﺳْلِ اﺑْﻧَﺗِﮫِ اﺑْدَأْنَ ﺑِﻣَﯾَﺎ ﻣِﻧﮭَﺎ وَﻣَوَاﺿِﻊِ اﻟْوُﺿُوءِ ﻣِﻧْﮭَﺎ ( رَوَاهُ اﻟْﺑُﺧَﺎرِيﱡ وَﻣُﺳْﻠِم(
Menilik hadits Ummu 'Athiyah bahwa Rasulullah saw. bersabda ketika anak perempuan beliau dimandikan: "Mulailah dengan anggota kanannya dan anggota wudlunya". (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
ﻟِﺣَدِﯾْثِ أُمِّ ﻋَطِﯾﱠﺔً ﻗَﺎﻟَتْ : دَﺧَلَ ﻋَﻠَﯾْﻧَﺎ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﺣِﯾنَ ﺗُوُﻓِّﯾَتَ اﺑْﻧَﺗَﮫُ ﻓَﻘَﺎلَ : اﻏْﺳِﻠْﻧَﮭَﺎ ﺛَﻼَﺛًﺎ أَوْ ﺧَﻣْﺳًﺎ اوَاﻛْﺛَرَ ﻣِنْ ذَﻟِكَ إِنْ رَأَﯾْﺗُنﱠ ذَﻟِكَ ﺑِﻣَﺎءٍ وَﺳِدْرٍ وَاﺟْﻌَﻠْنَ ﻓِﻲ اﻵْﺧِرَةِ ﻛَﺎ ﻓُوْرًا أَوْ ﺷَﯾْﺋًﺎ ﻣِنْ ﻛَﺎﻓُورِ ﻓَﺈِذَا ﻓَرَﻏْﺗُنﱠ ﻓَﺎذِﻧﱠﻧِﻲ ، ﻓَﻠَﻣﱠﺎ ﻓَرَﻏْﻧَﺎ آذَﻧﱠﺎهُ ﻓَﺄَﻋْطَﺎﻧَﺎ ﺣِﻘْوَهُ ﻓَﻘَﺎلَ: أَﺷْﻌِرْ ﻧَﮭَﺎ إِﯾﱠﺎهُ ﯾَﻌْﻧِﻲ إِزَارَهُ . رَوَاهُ اﻟْﺟَﻣَﺎﻋَﺔُ ( . وَﻓِﻲ ﻟَﻔَظَ ﻟِﻠْﺑُﺧَﺎرِيِّ وَﻣُﺳْﻠِم وَاﺑِﻲ دَاوُدَ : اﻏْﺳِﻠْﻧَﮭَﺎ وَﺗْرَا ﺛَﻼَﺛًﺎ اوْ ﺧَﻣْﺳًﺎ أَوْ ﺳَﺑْﻌًﺎ أَوْ أَﻛْﺛَرَ ﻣِنْ ذَﻟِكَ إِنْ رَأَﯾْﺗُنﱠ ذَﻟِكَ . ﻓَﺿَﻔَرْﻧَﺎ ﺷَﻌْرَھَﺎ ﺛَﻼَﺛَﺔَ ﻗُرُونٍ .
Mengingat hadits Ummu: Athiyah bahwa Rasulullah saw bersabda ketika kematian anak perempuannya: "Mandikanlah ia tiga atau lima kali atau lebih dari pada itu menurut pendapatmu, dengan air dan daun bidara dan pada akhirnya taruhlah kapur barus atau sedikit kapur barus. Maka bilamana sudah selesai beritahukanlah kepadaku". Maka setelah kami selesai, kami memberitahukannya kepada beliau. Maka beliau memberi kepada kami kainnya seraya sabdanya: "Kenakanlah ini, yakni kainnya". (Diriwayatkan oleh Jama'ah Ahli Hadits). Dan menurut hadits Bukhari, Muslim dan Abu Dawud: "Mandikanlah dalam jumlah gasal, tiga atau lima atau tujuh kali atau lebih daripada itu menurut pendapatmu". Lalu kami menjalin rambutnya tiga jalinan.
ﻟِﺣَدِﯾثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ ﻗَﺎﻟَتْ : ادْرِجَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﻓﻲ ﺣُﻠﱠﺔٍ ﯾَﻣَﻧِﯾﱠﺔٍ ﺛُمﱠ ﻧُزِﻋَتْ ﻋَﻧْﮫُ اﻟْﺣَدِﯾثَ . ) رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِم( وَاﻟﺣَدِﯾثِ ھِﺷَﺎمِ ﺑْنِ ﻋُرْوَةَ أَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻟُفٌ ﻓِﻲ ﺑُرْدٍ ﺣِﺑَرَةٍ ﺟُﻧِّفَ ﻓِﯾﮫِ ﺛُمﱠ ﻧَزَعَ ﻋَﻧْﮫُ . رَوَاهُ ﻋَﺑْدُ اﻟرﱠزﱠاقِ ( .
Menilik hadits 'Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw. diselubungi dengan kain Yaman untuk mengeringkan, lalu dilepaskan dan seterusnya hadits. (Diriwayatkan oleh Muslim). Dan menilik hadits Hisyam bin 'Urwah, bahwa Nabi saw. diselubungi dengan kain hibarah untuk dikeringkan, kemudian dilepaskan. (Diriwayatkan oleh 'Abdurrazzaq).
dibenarkan bagi salah seorang dari suami-isteri, memandikan lainnya480 (16). Dan tutupilah kalau ada cela tubuhnya481 (17).
ﺗَﻛْﻔِﯾنُ اﻟﻣَﯾِّتِ ٨١ ﺎًﻧَﺳَﺣ ﺎﱠﻧَﻔَﻛ َتِّﯾَﻣْﻟا اوُﻧِّﻔَﻛَو ، ٩١ ) ِضْﯾِﺑ ِبﺎَﯾِﺛ ﻲِﻓ( ٠٢ ) ِﮫِﻧَدَﺑ ِﻊﯾِﻣَﺟﻟا ِةَرِﺋﺎَﺳ( ْرَﻣْﺟَأ اَذِإَو ١٢ ) ﺎًﺛَﻼَﺛ ُهوُرِﻣْﺟﺎَﻓ ُهوُﻣُﺗ( َﻻَو ُهْوُطِّﻧَﺣُﺗ َﻻَو ُﮫَﺳْأَر اوُرِّﻣَﺧُﺗ َﻼَﻓ َمِرْﺣُﻣْﻟا ِتِّﯾَﻣْﻟا ﱠﻻِإ ُهْوُطْﻧَﺣَو ٢٢ ) ٍبﯾِطِﺑ ُهوﱡﺳَﻣَﺗ( ٣٢ ِباَوْﺛَأ َﺔَﺛَﻼَﺛ َلُﺟﱠرﻟا اوُﻧِّﻔَﻛَو ﱠمُﺛِرﺎَﻣِﺣْﻟا ﱠمُﺛ ِعْرﱠدﻟا ﱠمُﺛﺎَﻘِﺣْﻟﺎِﺑ َةَأْرَﻣْﻟاَو ٤٢ ) ِبْوﱠﺗﻟا ﱠمُﺛ ِﺔَﻔَﺣْﻠِﻣْﻟا( ٥٢ ) ِنَﻔَﻛْﻟا ﻲِﻓ اوُﻟﺎَﻘُﺗ َﻻَو(
ﻟِﺣَدِﯾثِ أَﺳْﻣَﺎءَ ﺑِﻧْتِ ﻋَﻣِﯾْسٍ رَضِ أنﱠ ﻓَﺎطِﻣَﺔَ رَض أَوْﺻَتْ أَنْ ﯾَﻐْﺳِﻠَﮭَﺎ ﻋَﻠِﻲﱞ ﻋَﻠَﯾْﮫِ اﻟﺳﱠﻼَمُ : )رَوَاهُ اﻟدﱠارَ ﻗُطْﻧِﻲﱡ ( . وَﻟِﻣَﺎ رَوَاهُ اﻟْﺑَﯾْﮭَﻘِﻲ ﻣِنْ أَنﱠ أَﺑَﺎ ﺑَﻛْرٍ وَطَﻰ اﻣْرَأَﺗَﮫُ أَﺳْﻣَﺎءَ ﺑِﻧْتَ ﻋَﻣِﯾْسٍ أَنْ ﺗَﻐْﺳِﻠَﮫُ وَاﺳْﺗَﻌَﺎﻧَتْ ﺑِﻌَﺑْدِ اﻟرﱠﺣْﻣَنِ ﺑْنِ ﻋَوْفٍ ﻟِﺿَﻌْﻔِﮭَﺎ وَﻟَمْ ﯾُﻧْﻛِرُهُ أَﺣَدٌ ، وَاﻟﺣَدِﯾثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ أَﻧﱠﮭَﺎ ﺗَﻘُولُ : ﻟَوِ اﺳْﺗَﻘْﺑَﻠْتَ ﻣِنَ اﻷَْﻣْرِ ﻣَﺎ اﺳْﺗَدْ ﺑَرْتُ ﻣَﺎ ﻏَﺳَلَ رَﺳُولَ ﷲ ﺻﻠﻌم ﻏَﯾْرُ ﻧِﺳَﺎﺋِﮫِ . رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ وَاﺑُودَاوُدَ وَاﺑْنُ ﻣَﺎﺟَﮫُ وَﺻَﺣْﺣَﮫُ( وَﻟِﻣَﺎ ﺻَﺢَ ﻣِنْ ﻗَوْﻟِﮫِ ﺻﻠﻌم ﻟِﻌَﺎﺋِﺷَﺔَ : ﻣَﺎ ﺿَرَكِ ﻟَوْﻣُت ﻗَﺑْﻠِﻲ ﻟَﻐَﺳَﻠْﺗُكِ وَﺻَﻠﱠﯾْتُ ﻋَﻠَﯾْكِ وَدَﻓَﻧْﺗُكِ . ) رَوَاهُ اﻟﻧِّﺳَﺎﺋِﻲ وَاﺑْنُ ﺣِﺑﱠﺎنَ وَﺻَﺣْﺣَﮫُ ( .
Menilik hadits dari Asma' binti 'Amis r.a. bahwa Fathimah berwasiat supaya ia dimandikan oleh Ali r.a. (Diriwayatkan oleh Daraquthni). Dan menilik hadits Baihaqi, bahwa Abu Bakar berpesan pada isterinya, Asthma binti 'Amis, supaya memandikannya: kemudian ia (Asma'minta pertolongan pada 'Abdurrahman bin 'Auf, karena usianya yang tua serta tiada seorangpun yang menyangkal tindakannya. Dan mengingat hadits 'Aisyah r.a. bahwa ia berkata: "Seumpama aku dapat mengulangi barang yang telah lampau, pastilah yang memandikan Rasulullah saw. itu hanya isteri-isterinya". (Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah dan dishahihkan olehnya). Dan mengingat riwayat yang shahih dari sabda Rasulullah saw kepada 'Aisyah r.a.: Apa halangannya seumpama 'kau mati sebelumku, akulah yang memandikan 'kau, menshalatkan 'kau dan mengubur 'kau". (Diriwayatkan oleh Nasai dan Ibnu Hibban serta menshahihkannya).
ﻟِﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ رَاﻓِﻊٍ أَﺳْﻠَمَ ﻣَوْﻟَﻰ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم أَنﱠ رَﺳُولَ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ : ﻣَنْ ﻏَﺳَلَ ﻣَﯾْﺗًﺎ ﻓَﻛَﺗَمَ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ﻏَﻔَرَ ﷲُ ﻟَﮫُ أَرْﺑَﻌِﯾنَ ﻣَرﱠةً : ) رَوَاهُ اﻟْﺣَﺎﻛِمُ وَﻗَﺎلَ ﺻَﺣِﯾﺢٌ ﻋَﻠَﻰ ﺷَرْطِ ﻣُﺳْﻠِمٍ ( . رِﯾَﺎضُ اﻟﺻﱠﺎﻟِﺣِﯾنَ ص ) ٠١٢(
Karena hadits Abu Rafi 'Aslam pelayan Rasulullah saw. bahwa Rasulullah bersabda: "Barangsiapa memandikan mayat, lalu merahasiakan cacat tubuhnya, maka Allah memberi ampun baginya empat puluh kali". (Diriwayatkan oleh Hakim dengan katanya menurut syarat Muslim, tersebut dalam kitab Riyadlush- shalihin halaman 210).

