putusan
KITAB JENAZAH BAGIAN 04 MENGAFANI
KITAB JENAZAH
04 MENGAFANI
C. CARA MENGAFANI MAYAT
Kafan (bungkus)lah mayat itu dengan baik-baik482 (18) dalam kain putih483 (19) yang menutup seluruh tubuhnya484 (20). Dan bila kami hendak mengukupnya, maka ukuplah ia tiga kali485 (21), lututlah ia dengan bau-bauan yang harum (cendana); kecuali mayat yang sedang berihram, maka janganlah kamu tudungi kepalanya, jangan kamu lulut badannya dan jangan pula kamu kenakan harum-haruman486 (22). Kafanilah mayat pria dalam tiga helai
ﻟِﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ ﻗَﺗَﺎدَةَ ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ رﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم ، إِذَا وَﻟَﻰ أَﺣَدُﻛُمْ أَﺧَﺎهُ ﻓَﻠْﯾَﺣُﺳِنَ ﻛَﻔَﺗَﮫُ . ) رَوَاهُ اﺑْنُ ﻣَﺎﺟَﮫْ واﻟﺗرﻣذي( وَاﺣِدِﯾثِ ﺟَﺎﺑِرِ أَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱠ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ : إِذَا ﻛَﻔﱠنَ أَﺣَدُﻛُمْ أَﺧَﺎهُ ﻓَﻠْﯾُﺣْﺳِنُ ﻛَﻔَﺗَﮫُ . رَوَاهُ اﺣْﻣَدُ وَﻣَﺳْﻠِمُ وَأَﺑُودَاوُدَ(.
Menurut hadits Abu Qatadah bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Bilamana seorang dari kamu. mengurusi (jenazah) saudaranya, maka hendaklah memperbaiki kafannya (mengafani dengan baik-baik)". (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Tirmidzi). Dan menilik hadits Jabir, bahwa Nabi saw bersabda: "Apabila seorang dari kamu mengafani saudaranya, maka hendaklah baik-baik mengafani". (Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim dan Abu Dawud).
ﻟِﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋَﺑﱠﺎسٍ أَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ : اﻟْﺑَﺳُوا ﻣِنْ ﺛِﯾَﺎ ﺑِﻛُمُ اﻟْﺑَﯾْضَ ﻓَﺈِﻧﱠﮭَﺎ ﻣِنْ ﺧَﯾْرِ ﺛِﯾَﺎ ﺑِﻛُمْ وَﻛَﻔِّﻧُوا ﻓِﯾﮭَﺎ ﻣَوْﺗَﺎﻛُمُ رَوَاهُ اﻟﺧَﻣْﺳَﺔُ إِﻻﱠ اﻟﻧﱠﺳَﺎﺋِﻲ وَﺻَﺣْﺣَﮫُ اﻟﺗرﻣذى (
Menilik hadits Ibnu Abbas bahwa Nabi s.a.w. bersabda: "Pakailah pakaianmu yang putih, karena itulah sebagus-bagus pakaianmu dan kafanilah mayat-mayatmu dengan kain yang putih". (Diriwayatkan oleh Lima ahli Hadits kecuali Nasa'i dan disahihkan Tirmidzi).
ﻟِﺣَدِﯾثِ ﺧَﺑﱠﺎبِ ﺑْنِ اﻷَْرَتِ ان ﻣَﺻْﻌَبَ ﺑْنَ ﻋُﻣَﯾْرٍ ﻗُﺗِلَ ﯾَوْمَ اﻟْﺣُدٍ وَﻟَمْ ﯾﺗرك اﻷَﻣْرَةً ، ﻓَﻛُﻧﱠﺎ إِذَا ﻋَطَﯾْﻧَﺎ ﺑِﮭَﺎ رَأْﺳَﮫُ ﺑَدَتْ رِﺟْﻼَهُ وَإِذَا ﻋَطَﯾْﻧَﺎ رِﺟْﻠَﯾْﮫِ ﺑَدَارَاﺳُﮫُ، ﻓَﺄَﻣَرَ ﻧَﺎ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم أَنْ ﻧُﻐَطِﻲَ ﺑِﮭَﺎ رَأَﺳَﮫُ وَﻧَﺟْﻌَلَ ﻋَﻠَﻰ رِﺟْﻠَﯾْﮫِ ﺷَﯾْﺋًﺎ ﻣِنَ اﻹِْذْﺧِرِ ) رَوَاهُ اﻟْﺟَﻣَﺎﻋَﺔُ إِﻻﱠ اﺑْنَ ﻣَﺎﺟَﺔ(
Menurut hadits Khabbab bin Aratti bahwa Mash'ab bin 'Umair terbunuh pada hari perang Uhud, sedang ia tidak meninggalkan sesuatu kecuali sehelai kain loreng, kalau diperuntukkan untuk menutup kepalanya tampaklah kakinya dan kalau kami menutup kakinya tampaklah kepalanya. Lalu Rasulullah saw. menyuruh supaya menutupkan pada kepalanya dan supaya kakinya kami tutupi daun idzkhir. (Diriwayatkan oleh Jama'ah ahli Hadits kecuali Ibnu Majah.
ﻟِﺣَدِﯾْثِ ﺟَﺎﺑِرِ ﻋِﻧْدَ أَﺣْﻣَدَ وَاﻟْﺑَﯾْﮭَﻘِﻲ ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم : إِذَا أَﺟْﻣُرْﺗُمْ اﻟﻣﯾتَ ﻓَﺎﺟْرُوهُ ﺛَﻼَﺛًﺎ . ) رَوَاهُ اﻟْﺣَﺎﻛِمُ وَﺻَﺣْﺣَﮫُ ﻋَﻠَﻰ ﺷَرْطِ ﻣُﺳْﻠِمٍ ( .
Menilik hadits Jabir riwayat Ahmad dan Baihaqi, bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Bilamana kamu hendak mengukup mayat, maka ukuplah tiga kali". (Diriwayatkan oleh Hakim dan dishahihkannya menurut syarat Muslim).
ﻟِﻘَوْلِ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻓِﻲ ﺣَدِﯾثِ اﻟﻣﺣُرِمِ اﻟﱠذِي وَﻗَﺻَﺗْﮫُ ﻧَﺎﻗَﺗُﮫُ : ﻻَ ﺗُﺣَﻧِّطُوهُ وَﻻ ﺗُﺧَﻣرُ وا رَأَﺳَﮫُ ﻓَﺈِنﱠ االلهﱠُ ﯾَﺑْﻌَﺗُﮫُ ﯾَوْمَ اﻟْﻘِﯾَﺎﻣَﺔِ ﻣُﻠَﺑِﯾ‘ﺎ . ) رَوَاهُ اﻟْﺟَﻣَﺎﻋَﺔُ ﻋَنِ اﺑْنِ ﻋَﺑﱠﺎسِ( . وَﻗَﺎلَ ﺻﻠﻌم : اﻏْﺳِﻠُوا اﻟﻣَﺣرم ﻓِﻲ ﺗَوْﺑَﯾْﮫِ اﻟﱠذِﯾْنِ أَﺣْرَمَ ﻓِﯾﮭِﻣَﺎ وَاﻏْﺳِﻠُوهُ ﺑِﻣَﺎءٍ وَﺳِدْرٍ وَﻛَﻔِّؤُهُ ﻓِﻲ ﺗَوْﺑَﮫِ وَﻻَ ﺗَﻣَﺳﱡوهُ ﺑِطِﯾبٍ وَﻻَ ﺗَﺣْﻣِرُ وا رَأَﺳَﮫُ ﻓَﺈِﻧﱠﮫُ ﯾُﺑْﻌَثُ ﯾَوْمَ اﻟْﻘِﯾَﺎﻣَﺔِ ﻣُﺣْرِﻣًﺎ . ) رَوَاهُ اﻟﻧﱠﺳَﺎﺋِﻲﱡ ( . وَﻟِﻣَﺎ رَوَى اﻟْﺑُﺧَﺎرِيﱡ ﻓِﻲ ﻛﺗﺎﺑﮫ : ج ا ص ٤٤١ : ْنَﻋ ِﮫﯾِﺑَأ ْنَﻋ ِّﻲِﻠَﻋ ْنَﻋ ٍدْﯾَز ِدَﺗْﺳُﻣ ﻲِﻓ َيِوُر ﺎَﻣِﻟَو ، ٍدْﯾَز ِنْﺑ ِدﯾِﻌَﺳِﻟ ﺎَﻧْﺑا ضر َرَﻣَﻋ ُنْﺑا َطﱠﻧَﺣَو ِهِّدَﺟ ﻗَﺎلَ : ﻛَﺎنَ ﻋِﻧْدَ ﻋَﻠِﻲﱠ ﻋَﻠَﯾْﮫِ اﻟﺳﱠﻼَمُ ﻣِﺳْكَ ﻓَﺿْلُ ﻣِنْ ﺣَﻧُوطِ رَﺳُولِ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم وَأَوْﺣَﻰ أَنْ ﯾُﺣَﻧﱠطَ ﺑِﮫِ . ) وَأَﺧْرَﺟَﮫُ أﯾﺿًﺎ اﻟْﺑَﯾْﮭَﻘِﻲ ﺑِﺳَﻧدِهِ إِﻟَﻰ إِﻧِّﻲ وَاﺋِلٍ ﻧﺣوه ( . ) اﻟرِّوضُ اﻟﻧﱠﺻِﯾرُج ٢ ص ٦٧٣(
Karena hadits Nabi saw. ketika ada orang berihram meninggal karena terjatuh dari untanya, bersabda: "Janganlah kamu lulut ia dengan cendana dan jangan pula kamu tudungi kepalanya, sesungguhnya Allah membangkitkannya kelak di hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah". (Diriwayatkan oleh Jama'ah dari Ibnu 'Abbas). Dan sabda beliau saw.: "Mandikanlah orang ihram dalam kedua pakainnya yang dipakai berihram, dan mandikanlah ia dengan air dan daun bidara, kafanilah ia dengan kedua pakaiannya serta jangan kamu kenakan harum-haruman dan jangan pula kamu tudungi kepalanya, sebab ia kelak di hari kiamat akan
kain487 (23) dan mayat wanita dengan kain basahan, baju kurung, kudung selubung lalu kain488 (24). Jangan berlebih-lebihan dalam hal kafan489
ﻛَﯾْﻔِﯾﱠﺔُ اﻟﺻﱠﻼَةِ ﻋَﻠَﻰ اﻟْﻣَﯾِّتِ ٦٢ ) ِةَﻼﱠﺻﻟا ِطوُرُﺷِﺑ ِﮫِﻧَﻔَﻛَو ِﮫِﺗَرﺎَﮭَط ِلﺎَﻣَﻛ َدْﻌَﺑ ِتِّﯾَﻣْﻟا ﻰَﻠَﻋ اوﱡﻠَﺻ ﱠمُﺛ( ِﷲ ِﮫْﺟَوِﻟ ٍﺔَﺻِﻟﺎَﺧ ٍﺔﱠﯾِﻧِﺑ )٧٢( ﱠمُﺛ اوُرِّﺑَﻛ ﱠمُﺛ َمﱠﻠَﺳَو ِﮫْﯾَﻠَﻋ ُﱠاللها ﻰﱠﻠَﺻ ِّﻲِﺑﱠﻧﻟا ﻰَﻠَﻋ اوﱡﻠَﺻَو َﺔَﺣِﺗﺎَﻔْﻟا اُوَرْﻗا مُﺗ اوُرِّﺑَﻛَو اوُﺻِﻠْﺧا ﻟَﮫُ اﻟدِّﻋَﺎءَ ﺛُمﱠ ﻛَﺑَرُوا ﺛُمﱠ ادْﻋُوَا ﺛُمﱠ ﻛَﺑَرُوا ﺛُمﱠ ادْﻋُوا رَاﻓِﻌِﯾنَ أَﯾْدِﯾَﻛُمْ ﻋِﻧْدَ ﻛُلِّ ﺗَﻛْﺑِﯾرَةٍ ، وَﯾَﻛُونُ اﻟدﱡﻋَﺎءُ ﺑِﻧَﺣْوِ اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻏْﻔِرْ ﻟَﮫُ وَارْﺣَﻣْﮫُ وَﻋَﺎﻓِﮫِ وَاﻋْفُ ﻋَﻧْﮫُ وَأَﻛْرِمْ ﻧُزُﻟَﮫُ وَوَﺳِﻊْ ﻣَدْﺧَﻠَﮫُ وَاﻏْﺳِﻠُﮫُ ﺑِﻣَﺎءٍ وَﺛَﻠْﺞِ وَﻧَﻘِﮫِ ﻣِنَ اﻟْﺧَطَﺎﯾَﺎ ﻛَﻣَﺎ ﯾُﻧَﻘﱠﻰ اﻟﺗﱠوْب اﻻﺑﯾض ﻣِنَ اﻟدﱠﻧَسِ وَاﺑْدِ ﻟَﮫُ دَارًا ﺧَﯾْرًا ﻣِنْ دَارِهِ وَاھْﻼً ﺧَﯾْرًا ﻣِنْ أَھْﻠِﮫِ وَزَوْﺟًﺎ ﺧَﯾْرًا ﻣِنْ زَوْﺟِﮫِ وَﻗِﮫِ ﻓِﺗْﻧَﺔً اﻟْﻘَﺑْرِ وَﻋَذَاﺑَﮫُ أَوْ " اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻏْﻔِرْ اﻟِﺣِﯾﻧَﺎ وَﻣَﯾِّﺗِﻧَﺎ وَﺷَﺎھِدِﻧَﺎ وَﻏَﺎﺋِﺑِﻧَﺎ وَﺻَﻐِﯾرِﻧَﺎ وَﻛَﺑِﯾْرِﻧَﺎ وَذَﻛَرِﻧَﺎ وَاﻧْﺛَﺎﻧَﺎ، اﻟﻠﱠﮭُمﱠ ﻣَنْ أَﺣْﯾَﯾْﺗَﮫُ ﻣِﻧﱠﺎ ﻓَﺎﺣْﺑِﮫِ ﻋَﻠَﻰ اﻹِﺳْﻼَمِ وَﻣَنْ ﺗَوَﻓﱠﯾﱠﺗَﮫُ ﻣِﻧﱠﺎ ﻓَﺗَوَﻓَﮫُ ﻋَﻠَﻰ اﻹِْﯾْﻣَﺎنِ أَوْ ﻏَﯾْرِ ھِﻣَﺎ ﻣِﻣﱠﺎ وَرَدَ ﻋَنِ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻَﻠﱠﻰ االلهﱠُ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ٨٢ ) ِةَﻼﱠﺻﻟا ِمﯾِﻠْﺳَﺗَﻛ اوُﻣِّﻠَﺳ ﱠمُﺛ اًرْﺟاَوﺎًطَرَﻓَو ﺎًﻔَﻠَﺳ ﺎَﻧَﻟ ُﮫْﻠَﻌْﺟا ﱠمُﮭﱠﻠﻟا ِلْﻔﱠطﻠِﻟَو ، َمﱠﻠَﺳَو( ْنَأ ﺎَﻧَﻟَو ٩٢ ) ِدِﺟْﺳَﻣْﻟا ﻲِﻓ ِﮫْﯾَﻠَﻋ ﻲِّﻠَﺻُﻧ( ٠٣ ) ِفوُﻔُﺻ ِﺔَﺛَﻼَﺛ ﻰَﻠَﻋ ًﺔَﻋﺎَﻣَﺟ ِﮫْﯾَﻠَﻋ اوﱡﻠَﺻَو( ُمﺎَﻣِْﻹا ِمْﻘَﯾْﻟَو ﻋِﻧْدَ رَأْسِ اﻟذﱠﻛَرِ وَوَﺳَطِ اﻟْﻣَرْأَةِ ))٣( وَﻻَ ﺗُﺻَﻠﱡوا ﻋَﻠَﯾْﮫِ ﺣِﯾنَ ﺗَطْﻠُﻊُ اﻟﺷﱠﻣْسُ ﺑَﺎزِﻏَﺔً ﺣَﺗﱠﻰ ﺗَرْﺗَﻔِﻊَ ٢٣ ) ُبُرْﻐَﺗ ﻰﱠﺗَﺣ ِبوُرُﻐْﻠِﻟ ُفﯾِﺿَﺗ َنﯾِﺣَو ِةَرﯾِﮭﱠظﻟا ُمِﺋﺎَﻗ ُموُﻘَﯾ َنﯾِﺣَو(
dibangkitkan dalam keadaan berihram". (Diriwayatkan oleh Nasai). Dan menilik riwayat Bukhari dalam kitabnya juz I halaman 144, bahwa Ibnu Umar melulutkan cendana pada anak Sa'id bin Zaid. Dan menilik pula riwayat dalam musnad Zaid dari Ali dari bapaknya, dari kakeknya, bahwa ada pada 'Ali r.a. kasturi sisa dari bahan luluhan Rasulullah saw. dan ia berpesan agar supaya diluluti dengan kasturi itu. Begitu pula Baihaqi meriwayatkan hadits dengan sanadnya dari Wa'il seperti itu. (Tersebut dalam kitab Ar-Raudlun-Nadlir juz II halaman 376).
ﻟِﺣَدِﯾْثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ رَض ﻗَﺎﻟَتْ : ﻛُﻔِّنَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﻓِﻲ ﺛَﻼَﺛَﺔِ اﺛْوَابِ ﺑِﯾضِ ﺳَﺣُوﻟِﯾﱠﺔٍ ﻣِنْ ﻛُرُﺳُفٍ ﻟَﯾْسَ ﻓِﯾﮭَﺎ ﻗَﻣِﯾصُ وَﻻَ ﻋِﻣَﺎﻣَﺔٌ )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ (
Mengingat hadits 'Aisyah bahwa Rasulullah saw. dikafani dalam tiga pakaian putih bersih yang terbuat dari kapas, tanpa baju kurung dan serban. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
ﻟِﺣَدِﯾثِ ﻟَﯾْﻠَﻰ ﺑِﻧْتِ ﻗَﺎﻧِفِ اﻟﺛﱠﻘَﻔِﯾﱠﺔِ ﻗَﺎﻟَتْ : ﻛُﻧتُ ﻓِﯾﻣَنْ ﻏَﺳَلَ امَ ﻛُﻠْﺛُومٍ ﺑِﻧْتَ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻋِﻧْدَ وَﻓَﺎﺗِﮭَﺎ وَﻛَﺎنَ أَوﱠلُ ﻣَﺎ أَﻋْطَﺎﻧَﺎ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم اﻟْﺣِﻘَﺎﺗُمﱠ اﻟدِّرْعَ ﺛُمﱠ اﻟْﺧِﻣَﺎرَ ﺛُمﱠ اﻟْﻣِﻠْﺣَﻔَﺔَ ﺛُمﱠ ادْرِﺟَتْ ﺑَﻌْدَ ذَﻟِكَ ﻓِﻲ اﻟﺗﱠوْبِ اﻵْﺧَرِ، ﻗَﺎﻟَتْ: وَرَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﻋِﻧْدَ اﻟْﺑَﺎبِ وَﻣَﻌَﮫُ ﻛَﻔَﻧُﮭَﺎ ﯾُﻧَﺎ وِﻟُﮭَﺎ ﺗَوْﺑًﺎ ﺗَوْﺑًﺎ . ) رَوَاهُ اﺣْﻣَدُ وَأَﺑُو دَاوُدَ ( .
Menurut hadits Laila binti Qanif Tsaqafiyah, katanya: "Aku turut memandikan Ummi Kultsum binti Rasulullah saw. waktu wafatnya, maka adalah mula-mula barang yang diberikan kepadaku oleh Rasulullah saw. ialah kain, lalu baju kurung, lalu kudung, lalu selubung, kemudian sesudah itu dimasukkan dalam pakaian lain". Kata Laila selanjutnya: Selama itu Rasulullah di tengah pintu membawa kafannya dan menerimakannya kepada kami satu persatu". (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud).
ﻟِﻣَﺎ رَوَى أَﺑُودَاوُدَ ﺑِﺳَﻧَدٍ ﺣَﺳَنِ ﻋَنْ ﻋَﻠَﻰ ﻣَرْﻓُوﻋًﺎ : ﻻَ ﺗُﻐَﺎﻟُوا ﻓِﻲ اﻟْﻛَﻔَنِ ﻓَﺈِﻧﱠﮫُ ﯾُﺳْﻠَبُ ﺳَرِﯾﻌًﺎ .
Menilik riwayat Abu Dawud dengan sanad hasan dari Ali sampai Nabi saw: "Jangan kamu berlebih-lebihan dalam perkara kafan, karena sesungguhnya ia akan segera rusak.

