putusan
KITAB JENAZAH BAGIAN 05 MENSHALATKAN
KITAB JENAZAH
05 MENSHALATKAN
D. CARA MENSHALATKAN MAYAT
Sesudah, dimandikan dan dikafankan, maka shalatkanlah mayat itu dengan syarat-syarat shalat490 (26), dengan niat yang ikhlas karena Allah491 (27) dan takbirlah, lalu bacalah Al- Fatihah dan selawat atas Nabi s.a.w lalu takbir, lalu berdo'alah dengan ikhlas bagi mayat, maka takbirlah dengan berdo'a, lalu takbirlah kemudian do'a dengan mengangkat tangan pada tiap kali takbir. Do'a itu umpamanya: Allahum maghfirlahu-warhamhu-wa'a-fihi-wa'fu'anhu, wa akrim nuzula-hu-wa wassi'madkhalahu-waghsilhu bima-in wa tsaljin, wa na-qqihi-minal khata-ya- kama-yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas, wa abdilhu da-ran khairan min da-rihi-wa ahlan khairan min ahlihi-wa zaujan khairan min zaujihi-wa qihi-fitnatal qabri wa 'adza-bah. Atau: Alla-hummaghfir lihayyina-wa mayyitina-wa sya-hidina-wa gha-ibina-wa shaghiri- na-wa ka bi-rina-wa dzakarina-wa untsa-na-Alla-humma man ahyaitahu-min na-fa ahyihi- 'alal isla-m, wa man tawaffaitahu-minna-fa ta-waffahu-'alal i-man. Atau lain-lain do'a yang berasal dari Nabi sa.w. Dan do'a bagi anak-anak: Allahhummaj 'alhu lana-salafan wa farathan wa ajran.
ﻟِﺣَدِﯾثِ ﺟَﺎﺑِرِ أَنﱠ رَﺟُﻼً ﻣِنَ اﻟْﻣُﺳْﻠِﻣِﯾنَ ﺗُوﻓِﻲ ﺑِﺧَﯾْﺑَرَ وَاﻧﱠﮫُ ذُﻛِرَ ﻟِرَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻓَﻘَﺎلَ : ﺻَﻠﱡوا ﻋَﻠَﻰ ﺻَﺎﺣِﺑِﻛُمُ اﻟْﺣَدِﯾثَ . ) رَوَاهُ اﻟْﺧَﻣْﺳَﺔُ إﻻ اﻟﺗﱠرْﻣِذِي ( . وَﻟِﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ رض ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ ﷲ ﺻﻠﻌم : ﻣَنْ ﺷَﮭِدَ اﻟْﺟَﻧَﺎزَةَ ﺣَﺗﱠﻰ ﯾُﺻَﻠﱠﻰ ﻋَﻠَﯾْﮭَﺎ ﻓَﻠَﮫُ ﻗِﯾرَاطَ وَﻣَنْ ﺷَﮭِدَھَﺎ ﺣَﺗﱠﻰ ﯾُدْﻓَنَ ﻓَﻠَﮫُ ﻗِﯾرَاطَﺎنِ ﻗِﯾلَ : وَﻣَﺎ اﻟْﻘِﯾرَاطَﺎنِ ؟ ﻗَﺎلَ : ﻣِﺛْلُ اﻟْﺟَﺑَﻠَﯾْنِ اﻟْﻌَظِﯾﻣَﯾْنِ ، )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ( . وَﻟِدُﺧُوﻟِﮭَﺎ ﻓِﻲ ﻣُﺳَﻣﱠﻰ اﻟﺻﱠﻼَةِ ﺷرﻋﺎ .
Mengingat hadits Jabir, bahwa ada seorang Muslim wafat di Khaibar dan dikabarkan kepada Rasulullah saw., maka sabda beliau: "Shalatkanlah temanmu itu seterusnya hadits. (Diriwayatkan oleh Lima Ahli Hadits selain Tirmidzi). Dan menurut hadits Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Barang siapa melawat jenazah sehingga dishalatkan, maka akan mendapat pahala satu qirath: dan barang siapa melawatnya sehingga dikubur, maka akan mendapat pahala dua qirath". Orang bertanya: "Apakah 2 qirath itu?". Sahut beliau: "Sebagai dua bukit yang besar". (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim). Dan menshalatkan mayat itu termasuk yang dinamakan shalat menurut Syara'.
ﻟِﺣَدِﯾثِ إِﻧﱠﻣَﺎ اﻷَْﻋْﻣَﺎلُ ﺑِﺎﻟﻧِّﯾﱠﺎتِ رَوَاهُ اﻟْﺑُﺧَﺎرِي وَﻣُﺳْﻠِمٌ (
karena hadits: "Sesungguhnya 'amal itu harus dengan niat". (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
Lalu bersalamlah seperti salam shalat492 (28). Dan bolehlah kita menshalatkan-nya di dalam masjid493 (29). Shalatkan ia, berjama'ah tiga baris494 (30). Dan hendaklah Imam berdiri pada
ﻟِﻣَﺎ رَوَى إِﺳْﻣَﺎﻋِﯾلُ اﻟْﻘَﺎﺿِﻲ ﻓﻲ ﻛِﺗَﺎبِ اﻟﺻﱠﻼَةِ ﻋَﻠَﻰ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻋَنْ أَﺑِﻲ أَﻣَﺎﻣَﺔَ أَﻧﱠﮫُ ﻗَﺎلَ : إِنﱠ اﻟﺳﱡﻧﱠﺔَ ﻓﻲ اﻟﺻﱠﻼَةِ ﻋَﻠَﻰ اﻟْﺟَﻧَﺎزَةِ أَنْ ﯾَﻘْرَأَ ﺑِﻔَﺎﺗِﺣَﺔِ اﻟْﻛِﺗَﺎبِ وَﯾُﺻَﻠِّﻲ ﻋَﻠَﻰ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﺛُمﱠ ﯾُﺧﻠص اﻟدﱡﻋَﺎءَ ﻟِﻠْﻣَﯾِّتِ ﺣَﺗﱠﻰ ﯾَﻔْرَغَ وﻻ ﯾﻘرا اﻵﻣَرﱠةً ﺛُمﱠ ﯾُﺳَﻠِّمُ ، وَأَﺧْرَﺟَﮫُ اﺑْن اﻟْﺟَﺎرُودِ ﻓِﻲ اﻟْﻣُﻧﺗَﻘَﻰ ﻗَﺎلَ اﻟْﺣَﺎﻓِظُ : ورﺟﺎﻟﮫ ﻣﺧرج ﻟَﮫُ ﻣُﺧْرَجَ ﻟَﮭُمْ ﻓِﻲ اﻟﺻﱠﺣِﯾﺣَﯾْنِ ( . ) ﻧﯾل اﻷوطﺎر : ج ٤ ص ٣٠١ ( . ْتَﺗ ﺎَﻣ ُﮫﱠﻧَأ ﻰَﻓْوَأ ﻲِﺑَأ ِنْﺑ ِﱠاللها ِدْﺑَﻋ ِثﯾِدَﺣﻟاَو َمﺎَﻗ ﱠمُﺛ ﺎًﻌَﺑْرَأ ﺎَﮭْﯾَﻠَﻋ َرَﺑَﻛَﻓ ُﮫَﻟ ُﮫَﻧْﺑا ِنْﯾَﺗَرﯾِﺑْﻛَﺗ َنْﯾَﺑ ﺎَﻣَر ْدَﻗ ِﺔَﻌِﺑاﱠرﻟا َدْﻌَﺑ ﯾَدْﻋُوﺗُمﱠ ﻗَﺎلَ : ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﯾَﺻْﻧَﻊُ ﻓِﻲ اﻟْﺟَﻧَﺎزَةِ ھُﻛَذَا. ) رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ وَاﺑْنُ ﻣَﺎﺟَﮫُ ﺑِﻣَﻌْﻧَﻰ ( . وَﻟَﻣَﺎ أَﺧْرَﺟَﮫُ اﻟْﺑَﯾْﮭَﻘِﻲ ﻋَنِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ : ﻗَﺎلَ اﻟْﺣَﺎﻓِظُ ﺑِﺳَﻧَدٍ ﺻَﺣِﯾﺢٍ وَﻋَﻠﱠﻘَﮫُ اﻟْﺑُﺧَﺎرِي أَﻧﱠﮫُ ﻛَﺎنَ وَوَﺻَﻠَﮫُ ﻓِﻲ ﺟُزْءِ رَﻓْﻊِ اﻟﯾَدَﯾْنِ أَﻧﱠﮫُ ﻛَﺎ ع ﯾَدَﯾْﮫِ ﻓِﻲ ﺟَﻣِﯾﻊِ ﺗَﻛْﺑِﯾرَاتِ اﻟْﺟَﻧَﺎزَةِ ﯾرﻓﻊ ) ﻧَﯾْلُ اﻷَوْطَﺎرِ : ج ٤ ص ٤٠١ ( وَاﻟﺣَدِﯾثِ ﻣُﺳْﻠِمِ وَاﻟﻧﱠﺳَﺎﺋِﻲ ﻋَنْ ﻋَوْفِ ﺑْنِ ﻣَﺎﻟِكٍ ﻓِﻲ اﻟدﱡﻋَﺎءِ اﻷَْوﱠلِ : " اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻏْﻔِرْ ﻟَﮫُ ..... « . وَاﺣْﻣَدُ وَاﻟﺗﱠرْﻣِذِي ﻋَنْ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ ﻓِﻲ اﻟﺛﱠﺎﻧِﻲ : " اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻏْﻔِرْ ﻟِﺟَﯾْﻧَﺎ ..... « وَزَادَ أَﺑُودَاوُدَ وَاﺑْنُ ﻣَﺎﺟَﺔ : اﻟﻠﮭُمﱠ ﻻَ ﺗَﺣْرِﻣْﻧَﺎ أَﺟْرَهُ وَﻻَ ﺗَﺿِﻠﱠﻧَﺎ ﺑَﻌْدَهُ ، وَﻟِﻣَﺎ رَوَى اﻟْﺑَﯾْﮭَﻘِﻲ ﻣِنْ ﺣَدِﯾثِ اﺑﻲ ھُرَﯾْرَةَ وَﺳُﻔْﯾَﺎنَ ﻓِﻲ ﺟَﺎﻣِﻌِﮫِ ﻋَنِ اﻟْﺣُﺳَﯾْنِ ﻓِﻲ دُﻋَﺎءِ اﻟطﱠﻔْلِ : " اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﺟْﻌَﻠْﮫُ ﻟَﻧَﺎ ﺳَﻠَﻔًﺎ وَﻓَرَطًﺎ وَأَﺟْرًا
" .
Mengingat hadits Isma'il Qadli dalam kitab "As-shalat 'alan-Nabi" dari Abu Umamah bahwa ia berkata: "Sesungguhnya menurut sunnah dalam menshalatkan jenazah ialah membaca Al-Fatihah dan membaca shalawat atas Nabi saw lalu dengan ikhlas mendo'akan kepada mayat sampai selesai, kemudian salam. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarud dalam kitab "Al-Muntaqa", yang dikatakan oleh Hafidh, bahwa mereka yang membawakan hadits ini tersebut dalam kitab Bukhari Muslim (Nailul Authar Juz IV muka 103). Dan menilik hadits 'Abdullah bin Abu Aufa, bahwa ia kematian anaknya perempuan, maka ia membaca takbir untuknya empat kali, lalu mendo'akan sehabis takbir yang keempat, yang panjangnya sekedar antara dua takbir, kemudian katanya: "Demikian Rasulullah saw. melakukan dalam shalat jenazah. (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah menurut artinya saja). Dan menilik hadits Baihaqi dari Ibnu Umar: kata Al-Hafidh sanadnya shahih; dan oleh Bukhari di mu'allaqkan dan pada bagian yang menerangkan "mengangkat tangan" sanadnya disebut muttashil (bersambung) bahwasannya beliau saw. mengangkat kedua tangannya dalam semua takbir shalat jenazah. (Tersebut dalam kitab Nailul Authar juz IV halaman 104). Dan menilik hadits Muslim dan Nasai dari 'Auf bin Malik dalam do'a yang pertama: "Alla-hum-maghfir lahu." seterusnya. Begitu juga hadits Ahmad dan Tirmidzi dari Abu Hurairah di dalam do'a yang kedua: "Alla-hum- maghfir lihayyina." dan seterusnya. Dan Abu Dawud dan Ibnu Majah menambah:"Alla-hum-mala-tahrimna- ajrahu wa latudlil lana-ba'dahu-". Dan mengingat riwayat Baihaqi dari hadits Abu Hurairah dan Sufyan dalam kitab "Jami'nya dari Husain", dalam mendo'akan bagi anak-anak:"Alla-hummaj'alhu lana-salafan wafarathan wa ajran".
ﻟِﻣَﺎ رُوِيَ ﻋَنْ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ أَﻧﱠﮭَﺎ ﻗَﺎﻟَتْ ﻟَﻣﱠﺎ ﺗُو ﻓِﻲ ﺳَﻌْدُ ﺑْنُ أَﺑِﻲ وَﻗَﺎصٍ : ادْﺧُﻠُوا ﺑِﮫِ اﻟْﻣَﺳْﺟِدَ ﺣَﺗﱠﻰ أُﺻَﻠِّﻲ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ﻓَﺎﻧْﻛَرُوا ذَﻟِكَ ﻋَﻠَﯾْﮭَﺎ ، ﻓَﻘَﺎﻟَتْ : وَااللهﱠِ ﻟَﻘَدْ ﺻَﻠﱠﻰ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻋَﻠَﻰ اﺑْﻧَﻰ ﺑَﯾْﺿَﺎءَ ﻓﻲ اﻟْﻣَﺳْﺟِدِ ﺳُﮭَﯾْلٍ وَأَﺧِﯾﮫِ . رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِمٌ( وَﻓِﻲ رِوَاﯾَﺔٍ : وَﻣَﺎ ﺻَﻠﱠﻰ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻋَﻠَﻰ ﺳُﮭَﯾْلِ ﺑْنِ ﺑَﯾْﺿَﺎءَ اﻵْ ﻓِﻲ ﺟَوْفِ اﻟﻣَﺳﺟِدِ. وَﻋَنْ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ ﻗَﺎلَ : ﺻُﻠﱠﻰ ﻋَﻠَﻰ ﻋُﻣَرَ ﻓِﻲ اﻟْﻣَﺳْﺟِدِ . ) رَوَاھُﻣَﺎ ﺳَﻌِﯾدٌ وَرَوَى اﻟﺛﱠﺎﻧِﻲ ﻣَﺎﻟِكُ(
Menilik hadits dari Aisyah r.a. bahwa ia berkata sewaktu kematian Sa'd bin Abi Waqqash: "Bawa masuklah ia ke masjid agar aku dapat menshalatkan-nya". Ada beberapa orang menegur tentang hal itu. Maka kata 'Aisyah r.a.: "Demi Allah, sungguh Rasulullah saw. menshalatkan kedua anak Baidla', ialah Suhail dan saudaranya di dalam masjid". Diriwayatkan oleh Muslim). Dan dalam riwayat lain, bahwa Rasulullah saw. telah menshalatkan Suhail bin Baidla' justru di tengah masjid. Dan dari Ibnu 'Umar katanya: 'Umar dishalatkan dalam masjid". (Keduanya diriwayatkan oleh Sa'id, dan Malik hanya meriwayatkan yang kedua).
ﻟِﺣَدِﯾثِ ﻣَﺎﻟِكِ ﺑْنِ ھُﺑَﯾْرَةً ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم : ﻣَﺎ ﻣِنْ ﻣُؤْﻣِنٍ ﯾَﻣوتُ ﻓَﯾُﺻَﻠِّﻲ ﻋَﻠَﯾْﮫِ أُﻣﱠﺔٌ ﻣِنَ اﻟْﻣُﺳْﻠِﻣِﯾنَ ﯾَﺑْﻠُﻐُونَ أَنْ ﯾَﻛُوﻧُوا ﺛَﻼَﺛَﺔَ ﺻُﻔُوفِ اﻷَﻏْﻔِرَ ﻟَﮫُ، ﻓَﻛَﺎنَ ﻣَﺎﻟِكُ ﺑْنُ ھُﺑَﯾْرَة ﯾَﺗَﺣَرﱠى إِذَا ﻗَلﱠ أَھْلُ اﻟْﺟَﻧَﺎزَةِ أَنْ ﯾَﺟْﻌَﻠَﮭُمْ ﺛَﻼَﺛَﺔَ ﺻُﻔُوفٍ . رَوَاهُ اﻟْﺧَﻣْﺳَﺔُ إِﻻﱠ اﻟﻧﱠﺳَﺎﺋِﻲ( ، وَﻟِﻣَﺎرُونَ ﻋَنِ اﺑْنِ ﻋَﺑﱠﺎسٍ ﻗَﺎلَ : ﺳَﻣِﻌْتُ رَﺳُولَ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﯾَﻘُولُ : ﻣَﺎ ﻣِنْ رَﺟُلٍ ﻣُﺳْﻠِمٍ ﯾَﻣُوتُ ﻓَﯾَﻘُومُ ﻋَﻠَﻰ ﺟَﻧَﺎزَﺗِﮫِ أَرْﺑَﻌُونَ رَﺟُﻼً ﻻَ ﯾُﺷْرِﻛُونَ ﺑِﺎاللهﱠِ ﺷَﯾْﺋًﺎ اﻷَﺷْﻔَﻌَﮭُمُ االلهﱠُ ﻓِﯾﮫِ . ) رَوَاهُ اﺣْﻣَدُ وَﻣُﺳْﻠِمُ وَأَﺑُو دَاوُدَ ( .
arah kepala mayat pria dan pada arah tengah (lambung) mayat wanita495 (31). Janganlah menshalatkannya pada waktu terbit matahari kecuali sesudah naik, pada waktu tengah- tengah hari, dan pada waktu hampir terbenam matahari kecuali sesudah terbenam496 (32).
ﻛَﯾْﻔِﯾﱠﺔُ اﻟدﱠﻓْنِ ٣٣ ) َنﯾِﻋِرْﺳُﻣ ِةَرَﺑَﻘﻣﻟا ﻰﻟإ ِﮫْﯾَﻠَﻋ ِةَﻼﱠﺻﻟا َدْﻌَﺑ َةَزﺎَﻧَﺟْﻟا اوُﻠِﻣْﺣا ﱠمُﺛ( ﺎَﮭَﻟْوَﺣ َنﯾِﺷ ﺎَﻣ ﺎَھوُﻌْﯾَﺷَو ٤٣ ) َنﯾِﻣﺎَﺻ ﺎَﮭْﻧِﻣ َنﯾِﺑﯾِرَﻗ ٥٣ ) ﻊﯾﯾﺷﺗﻠِﻟ ُءﺎَﺳِّﻧﻟا ُجُرْﺧَﺗ ﻻَو( ٦٣ ) َﻊَﺿْوُﺗ ﻰﱠﺗَﺣ اوُﺳِﻠْﺟَﺗ َﻻَو( ٧٣ ) ْوَأ ْمُﻛَﻔُﻠْﺧَﺗ ﻰﱠﺗَﺣ اوُﻣْوُﻘَﻓ َةَزﺎﻧَﺟْﻟا ُمُﺗْﯾَأَر اَذِإَو( ﺎَھوُﻧِﻓ ْداَو (ا) يِدوُﮭَﯾ َةَزﺎَﻧَﺟ ْوَﻟَو َﻊَﺿوُﺗ ٨٣ ) ٍقﯾِﻣَﻋ ِنَﺳَﺣ ِرْﻔَﺣ ﻲِﻓ( ٩٣ ) ﺎًﺑْﺻَﻧ َنﯾِﺑﱠﻠﻟاﺎَﮭْﯾَﻠَﻋ اوُﺑِﺻْﻧاَو اًدَﺣَﻟ ﺎَﮭَﻟ اوُدِﺣْﻟاَو( ِةَرَﺑْﻘَﻣ ﻲِﻓ اﻟْﻣُﺳْﻠِﻣِﯾنَ )٤( وَأَدْﺧِﻠُوھَﺎ ﻣِنْ ﻗِﺑَلِ رِﺟْﻠَﻲ اﻟْﻘَﺑْرِا٤( وَﻗُوﻟُوا ﻋِﻧْدَ وَﺿْﻌِﮫِ ﻓِﻲ ﻗَﺑْرِهِ " ﺑِﺳْمِ ﷲِ ٢٤ ) « ِﱠاللها ِلوُﺳَر ِﺔﱠﻠِﻣ ﻰَﻠَﻋَو( ٣٤ ) ﺎَﮭِﻧْﻓَد َنْﯾِﺣ ﻰَﺛْﻧُْﻷا ِرْﺑَﻗ ﻰَﻠَﻋ اوُرُﺗْﺳاَو( ﺎَھِرْﺑَﻗ ﻲِﻓ ُلِزْﻧَﯾْﻟَو ٤٤ ) ُﮫَﺗَﻠْﯾَﻟ ُفِرﺎَﻘُﯾ ْمَﻟ ْنَﻣ( ٥٤ ) ِﺔَﻠْﺑِﻘﻟا َلِﺑْﻘَﺗْﺳُﻣ َﻼِﺑْﻘَﺗْﺳُﻣ ُهوُﻌَﺿَو( َنْﯾِﺣ ُمُﻛﺎَﺗْوَﻣ اوُرَﺑْﻘَﺗ َﻻَو ﺗَطْﻠُﻊُ اﻟﺷﻣسُ ﺑَﺎزِﻏَﺔً ﺣَﺗﱠﻰ ﺗَرْﺗَﻔِﻊَ وَﺣِﯾْﻧَﯾَﻘُومُ ﻗَﺎﺋِمُ اﻟظﱠﮭِﯾﱠرَةِ وَﺣِﯾنَ ﺗَﺻِﯾفُ ﻟِﻠْﻐُرُوبِ ﺣَﺗﱠﻰ ﺗَﻐْرُبَ )٦٤( ٧٤ ) ٍرْﺑِﺷ ﻰَﻠَﻋ ًةَدﺎَﯾِز ُهوُﻌَﻓْرَﺗ َﻻَو( ٨٤ ) ًءﺎﻧﺑ ِﮫْﯾَﻠَﻋ اوُﻧْﺑَﺗ َﻻَو( ٍرَﺟَﺣ ِوَﺧَﻧِﺑ ِﮫْﯾَﻠَﻋ اوُﻣِﻠَﻋَو ٩٤ ) ِﮫِﺳْأَر َدْﻧِﻋ( ٠٥ ) ﺎًﺛَﻼَﺛ ِﮫِﺳْأَر ِلَﺑِﻗ ْنِﻣ ِﮫْﯾَﻠَﻋ اوُﺗْﺣاَو( ُدْﻌَﺑ ِّدَﺣْﻠُﯾ ْمَﻟَو ِرْﺑَﻘْﻟا ﻰَﻟِإ ْمُﺗْﯾَﮭَﺗْﻧاَذِإَو
Menurut Hadits Malik bin Hubairah bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Orang mukmin yang mati lalu dishalatkan oleh segolongan kaum Muslimin, sampai jadi tiga shaf, tentulah diberi ampun". Maka kalau sedikit bilangan orang yang menshalatkan jenazah, Malik bin Hubairah berusaha menjadikan mereka itu tiga shaf. (Diriwayatkan oleh Lima Ahli hadits selain Nasai). Dan mengingat pula riwayat Ibnu 'Abbas, bahwa Rasulullah saw bersabda: "Orang Islam yang mati lalu jenazahnya dishalatkan oleh empat puluh orang yang tidak musyrik, tentulah Allah mengabulkan do'a mereka untuknya". (Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim dan Abu Dawud).
ﻟِﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ ﻏَﺎﻟِبِ اﻟْﺣَﻧﱠﺎطِ ﻗَﺎلَ: ﺷَﮭِدْتُ أَﻧسَ ﺑْنَ ﻣَﺎﻟِكِ ﺻَﻠﱠﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺟَﻧَﺎزَةٍ رَﺟُلٍ ﻗَﺎمَ ﻋِﻧْدَ رَأْﺳِﮫِ ﻓَﻠَﻣﱠﺎ رُﻓِﻌَتْ أُﺗِﻲ ﺑِﺟَﻧَﺎزَةِ اﻣْرَأَةٍ ﻓَﺻَﻠﱠﻰ ﻋَﻠَﯾْﮭَﺎ ﻓَﻘَﺎمَ وَﺳَطَﮭَﺎ وَﻓِﯾْﻧَﺎ اﻟْﻌَﻼَءُ ﺑْنُ زِﯾَﺎدٍ اﻟﻌﻠوي . ﻓَﻠَﻣﱠﺎ رَأَى اﺧْﺗِﻼَفَ ﻗِﯾَﺎﻣِﮫِ ﻋَﻠَﻰ اﻟرﱠﺟُلِ وَاﻟْﻣَرْأَةِ ﻗَﺎلَ : ﯾَﺎ أَﺑَﺎ ﺣَﻣْزَةَ ھُﻛَذَا ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﯾَﻘُوْمُ ﻣِنَ اﻟرﱠﺟُلِ ﺣَﯾْثُ ﻗَﻣْتَ وَﻣِنَ اﻟْﻣَرْأَةِ ﺣَﯾْثُ ﻗَﻣْتَ ؟ ﻗَﺎلَ : ﻧَﻌَمْ ) رَوَاهُ أَﺣَﻣدُ وَاﺑْنُ ﻣَﺎﺟَﮫُ وَاﻟﺗﱠرْﻣِذِي وَرَوَاهُ أَﺑُو دَاوُدَ ﺑِزِﯾَﺎدَةِ ذِﻛْرِ ﻋَدَدِ اﻟﺗﱠﻛْﺑِﯾرِ ( .
Menilik hadits Abu Ghalib Hannath, katanya: "Aku menyaksikan Anas bin Malik menshalatkan jenazah seorang pria, ia berdiri pada arah kepalanya. Setelah diangkatnya didatangkanlah jenazah seorang wanita, lalu ia menshalatkannya, maka ia berdiri pada arah lambungnya. Pada hal diantara kita ada Al-'Ala' bin Ziyad 'Alawi. Maka setelah melihat perbedaan berdirinya pada jenazah pria dan jenazah wanita, menanyakan: "Hai Abu Hamzah adakah demikian Rasulullah saw. berdiri pada orang pria di tempat kamu berdiri dan pada orang wanita di tempat kamu berdiri?" Jawabnya: "Ya". (Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmidzi; sedang riwayat Abu Dawud, dengan tambahan menyebutkan bilangan takbir).
اﻟﺣَدِﯾْثِ ﻋُﻘْﺑَﺔَ ﺑْنِ ﻋَﺎﻣِرٍ ﻗَﺎلَ: ﺛَﻼَﺛَﺔُ ﺳَﺎﻋَﺎتِ ﻧَﮭَﺎ ﻧَﺎ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم أَنْ ﻧُﺻَﻠِّﻲ ﻓِﯾﮭِنﱠ وَأَنْ ﻧَﻘْﺑِرُ ﻣَوْﺗَﺎ ﻧَﺎﺣِﯾْنَ ﺗَطْﻠُﻊُ اﻟﺷﱠﻣْسُ ﺑَﺎزِﻏَﺔً ﺣَﺗﱠﻰ ﺗَرْﺗَﻔِﻊُ وَﺣِﯾنَ ﯾَﻘُومُ ﻗَﺎﺋِمُ اﻟظﱠﮭِﯾرَةِ وَﺣِﯾْنَ ﺗَﺿِﯾفُ ﻟِﻠْﻐُرُوبِ ﺣَﺗﱠﻰ ﺗَﻐْرُبُ . ) رَوَاهُ اﻟْﺟَﻣَﺎﻋَﺔُ إِﻻﱠ اﻟْﺑُﺧَﺎرِي (
Menurut hadits 'Uqbah bin 'Amir, katanya: "Tiga waktu Rasulullah saw. mencegah kami menshalatkan dan mengubur mayat kami: 1. waktu terbit matahari sehingga naik, 2. waktu matahari di tengah-tengah dan 3. waktu hampir terbenam sehingga benar-benar terbenam". (Diriwayatkan oleh Jama'ah kecuali Bukhari).

