putusan
KITAB SHALAT BAGIAN 02 CARA SHALAT WAJIB
KITAB SHALAT
02 CARA SHALAT WAJIB
A. CARA SHALAT WAJIB
Bila kamu, hendak menjalankan shalat, maka bacalah: “Allahu Akbar"129 (1) dengan ikhlas niyatmu karena Allah130 (2) seraya mengangkat kedua belah tanganmu sejurus bahumu, mensejajarkan ibu jarimu pada daun telingamu131 (3). Ialu letakkanlah tangan kananmu pada punggung telapak tangan kirimu di atas dadamu132 (4) lalu bacalah do'a
ﻟِﺣَدِﯾْثِ اَﺑِﻰ دَاوُدَ وَاﻟﺗِّرْﻣِذِىِِّ ﺑِﺎِﺳْﻧَﺎدٍ ﺻَﺣِﯾﺢٍ: ﻣِﻔْﺗَﺎحُ اﻟﺻﱠﻼَةِ اﻟوُﺿُوءُ وَﺗَﺣْرِﯾﻣُﮭَﺎ اﻟﺗﱠﻛْﺑِﯾْرُ وَﺗَﺣْﻠِﯾْﻠُﮭَﺎ اﻟﺗﱠﺳْﻠِﯾمُ. وَﺣَدِﯾْثُ اﺑْنِ ﻣَﺎﺟَﮫ وَﺻَﺣﱠﺣَﮫُ اﺑْنِ ﺧُزَﯾْﻣَﺔَ وَاﺑْنِ ﺣِﺑﱠﺎنَ ﻣِنْ ﺣَدِﯾْثِ ﺣُﻣَﯾْدِ اﻟﺳﱠﺎﻋِدِىِّ ﻗَﺎلَ: ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ ﷲ ﺻﻠﻌم اِذَا ﻗَﺎمَ اِﻟَﻰ اﻟﺻﱠﻼَةِ وَاﺳْﺗَﻘْﺑَلَ اﻟﻘِﺑْﻠَﺔَ وَرَﻓَﻊَ ﯾَدَﯾْﮫِ وَﻗَﺎلَ: "ﷲُ3 اَﻛْﺑَرُ". وَﻟِﺣَدِﯾْثِ: اّﺿَﺎ ﻗُﻣْتُ اِﻟَﻰ اﻟﺻﱠﻼَةِ ﻓَﻛَﺑِّرْ. اﻟﺣَدِﯾْثُ. )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾﮫِ(
Menurut hadits shahih yang ada perbedaan diriwayatkan oleh Abu Dawud dan wanita dan Tirmidzi: "Kunci (pembuka) shalat itu wudlu, permulaannya takbir dan penghabisannya salam". Dan hadits shahih dari Ibnu Madjah Yang dishahihkan oleh Ibbnu Khuzaimah dan Ibnu Hiban dari hadits Abi Humaid Sa'idi bahwa Rasulullah, jika shalat ia menghadap ke Qiblat dan mengangkat kedua belah tangannya dengan membaca "Allahu Akbar". Dan menurut hadits: "Bila kamu menjalankan shalat, takbirlah……..seterusnya hadits. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
ﻟِﻘَوْﻟِﮫِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ: وَﻣَﺎ أُﻣِرُوا إِﻻﱠ ﻟِﯾَﻌْﺑُدُوا االلهﱠَ ﻣُﺧْﻠِﺻِﯾنَ ﻟَﮫُ اﻟدِّﯾنَ )اﻟﺑﯾّﻧﺔ: 5 (. وَﻟِﺣَدِﯾْثِ: اِﻧﱠﻣَﺎ اﻻَﻋْﻣَﺎلُ ﺑِﺎﻟﻧِّﯾﱠﺎتِ. اﻟﺣَدِﯾْثِ. )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾﮫِ(
Menilik firman Allah: 'Dan tidaklah mereka diperintah melainkan supaya menyembah kepada Allah dengan lkhlas kepadaNya dalam menjalankan Agama". (Bayyinah: 6). Dan menurut hadits: "Sesungguhnya (shahnya) amal Itu tergantung kepada niyat (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
ﻟِﺣَدِﯾْثِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ رض اَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻰِّ ﺻﻠﻌم ﻛَﺎنَ ﯾَرْﻓَﻊُ ﯾَدَﯾﮫِ ﺣَذْوَ ﻣَﻧْﻛِﺑَﯾْﮫِ اِذَا اﻓْﺗَﺗَﺢَ اﻟﺻ‘ﻼَةَ وَاِذَا ﻛَﺑﱠرَ ﻟِﻠرﱡﻛُوعِ وَاِذَا رَﻓَﻊَ رَاْﺳَﮫُ ﻣِنَ اﻟرﱡﻛُوعِ رَﻓَﻌَﮭُﻣَﺎ ﻛَذَاﻟِكَ وَﻗَﺎلَ "ﺳَﻣِﻊَ ﷲُ ﻟِﻣَنْ ﺣَﻣِدَهُ رَﺑﱠﻧَﺎ ﻟَكَ اﻟﺣَﻣْدُ" وَﻛَﺎنَ ﻻَ ﯾَﻔْﻌَلُ ذَاﻟِكَ ﻓِﻰ اﻟﺳﱡﺟُودِ. )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾﮫِ(. وَ ﻓِﻰ ﺻَﺣِﯾﺢِ ﻣُﺳْﻠِمٍ ﻋَنْ ﻣَﺎﻟِكِ اﺑْنِ اﻟﺣُوَﯾرِثِ اَنﱠ رَﺳُولُ ﷲ ﺻﻠﻌم ﻛَﺎنَ اِذَا ﻛَﺑﱠرَ رَﻓَﻊَ ﯾَدَﯾﮫِ ﺣَﺗﱠﻰ ﯾُﺣَﺎذِىَ ﺑِﮭِﻣَﺎ اُذُﻧَﯾْﮫِ وَاِذَا رَﻓَﻊَ رَاْﺳَﮫُ ﻣِنَ اﻟرﱡﻛُوعِ ﻓَﻘَﺎلَ: )ﺳَﻣِﻊَ ﷲُ ﻟِﻣَنْ ﺣَﻣِدَهُ( ﻓَﻌَلَ ﻣِﺛْلَ ذَاﻟِكَ,-وَﻓِﻰ رِوَاﯾَﺔِ اُﺧْرَﯨﻌَنْ وَاﺋِلٍ ﻋِﻧْدَ اَﺑِﻰ دَاوُدَ ﺑِﻠَﻔْظِ: ﺣَﺗﱠﻰ ﻛَﺎﻧَﺗَﺎ ﺣِﯾَﺎلَ ﻣَﻧْﻛِﺑَﯾﮫِ وَﺣَﺎذَ ﺑِﺎِﺑْﮭَﺎﻣَﯾﮫِ اُذُﻧَﮫُ )ﻗَﺎﻟَﮫُ ﻓِﻰ اﻟﻔَﺗْﺢِ ج2ص150
( Menurut haditts 1bnu 'Umar bahwa Nabi saw., mengangkat kedua tangannya selurus bahunya bila ia memulai shalat, bila takbir hendak ruku' dan bila mengangkat kepalanya dari ruku' ia mengangkat kedua tangannya Juga dengan mengucapkan: "Sa-mi 'allahu liman hamidah rabbana wa lakalhamd", dan tidak menjalankan demikian itu dalam (hendak) sujud. (Diriwayatkan oleh Bukhari Muslim). Tersebut dalam Shahih Muslim dari Malik bin Huwarits, bahwa Rasulullah saw, apabila takbir ia mengangkat kedua tangannya sampai sejajar pada telinganya, begitu juga bila hendak rukuk'; dan bila mengangkat kepalanya dari ruku' lalu mengucapkan: "Sami’allahu liman hamidah", ia mengerjakan demikian juga. Dan dalam hadits riwayat Abu Dawud dari Wail dengan kalimat: "Sehingga kedua tangannya itu selempang dengan bahunya serta ibu jarinya sejajar dengan telinganya". (Tersebut dalam kitab Fath juz 11 halaman 150).
ﻟِﺣَدِﯾْثِ وَاﺋِلٍ ﻗَﺎلَ: ﺻَﻠﱠﯾتُ ﻣَﻊَ رَﺳُولُ ﷲ ﺻﻠﻌم وَوَﺿَﻊَ ﯾَدَهُ اﻟﯾُﻣْﻧَﻰ ﻋَﻠَﻰ ﯾَدَهِ اﻟﯾُﺳْرَى ﻋَﻠَﻰ ﺻَدْرِهِ. رَوَاهُ اﺑْنُ ﺧُزَﯾﻣَﺔَ ﻓِﻰ ﺻَﺣِﯾﺣِﮫِ. وَ ﻓِﻰ ﺣَدِﯾْثِ وَاﺋِلٍ ﻋِﻧْدَ اَﺑِﻰ دَاوُدَ وَاﻟﻧﱠﺳﺎﺋِﻰِّ: ﺛُمﱠ وَﺿَﻊَ ﯾَدَهُ اﻟﯾُﻣْﻧَﻰ ﻋَﻠَﻰ ظَﮭْرِ ﻛَﻔِّﮫِ اﻟﯾُﺳْرَى, وَاﻟرﱡﺳْﻎِ وَاﻟﺳﱠﺎﻋِدِ, وَﺻَﺣﱠﺣَﮫُ اِﺑْنُ ﺧُزَﯾﻣَﺔَ وَﻏَﯾْرُهُ وَاَﺻْﻠُﮫُ ﻓِﻰ ﺻَﺣِﯾﺢِ ﻣُﺳْﻠِمٍ ﺑِدُونِ اﻟزِّﯾَﺎدَةِ ﻗَﺎﻟَﮫُ ﻓِﻰ اﻟﻔَﺗْﺢِ )ج2ص152 (. وَﻓِﻰ اﻟﺑُﺧَﺎرِىِّ ﻋَنْ ﺳَﮭْلِ اﺑْنُ ﺳَﻌْدٍ ﻗَﺎلَ: ﻛَﺎنَ اﻟﻧﱠﺎسُ ﯾُؤْﻣَرُونَ اَنْ ﯾَﺿَﻊَ اﻟرﱠﺟُلُ ﯾَدَهُ اﻟﯾُﻣْﻧَﻰ ﻋَﻠَﻰ ذِرَاﻋِﮫِ.
Menilik hadits shahih dari Wail yang berkata: "Saya shalat bersama Rasulullah saw. dan beliau meletakkan tangan kanannya pada, tangan kirinya di atas dadanya. (Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan dishahihkannya). Dan hadits dari Wail juga menurut riwayat Abu Dawud dan Nasai: "Lalu beliau meletakkan tangan kauamya pada punggung telapaktangan kirinya, serta pergelangan dan lengannya. (Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan lainnya, sedang asalnya dalam Shahih Muslim, dengan tidak ada tambahannya, sebagaimana yang tersebut dalam kitab Fath juz 11 halaman 152). Dan tersebut dalam Bukhari dari Sahl bin Sa'ad yang berkata: "bahwa orangorang diperintah supaya meletakkan tangankanannya pada lengannya
iftitah: "Allahummi bald baini wa baina khathayaya kama-b'adta bainal masyriqi walghrib. Allahumma naqqini-minal-khathaya kama yunaqqats tsa-ubul abyadlu minad danas.Allahummagsil- khathayaya bilma-I wats tsalji wal barad."133(5) atau "Waijahtu wajhiya lilladzi-pataras sama wati wal ardla hanifan musli man wa ma ana minal-musy rikin. Inna shalati-wa-nusuki wa mahyaya wama mati-lillahi rabbil 'alamin.lasari-kalahuwa bidzalika- umirtu wa-ana awwalul muslimin(wa ana – minal muslimin). Alla-humma antal maliku la-ila-ha illa-antal maliku la-ilaha illa-anta, anta rabbi-wa-ana abduka, dhalaman-tu nafsi-wa’taraftu bidambi-fagh firli-dzunu-ba illa-anta, wah dini-li ahsanil akhla-qila- yahdini-li ahsanil akhlag-qi-la yahdili ansaniha-illa-anta. Washrif’anni-sayyiha-la-yashrifu ‘anni-sayyiaha-illa-anta. Lab baika wa sa’daika wal khairu kul luhu-fi-yadaika, wasysyarru laisailaika. Wa ta’a-laita astaghfiruka wa atu-bu ilaika.134(6) lalu berdo’a mohon perlindungan dengan membaca: “A’u-dzubilla-hi minasy syaitha-nir ra-ji-m”135(7) dan
ﻟِﺣَدِﯾْثِ اَﺑِﻰ ھُرَﯾرَةَ رض ﻓِﻰ ذَاﻟِكَ )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾﮫِ(.
Menurut hadits Abu Hurairah tentang bacaan itu. (Diriwayikan oleh Bukhari dan Muslim).
ﻟِﺣَدِﯾْثِ ﻋَﻠِﻰٍّ رض ﻓِﻰ ذَاﻟِكَ )رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِمٌ ﻓِﻰ ﺻَﺣِﯾﺣِﮫِ(.
Mengambil dari hadits 'Ali r.a. tentang bacaan itu. (Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya).
ﻟِﻘَوﻟِﮫِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ: " ﻓَﺈِذَا ﻗَرَأْتَ اﻟْﻘُرْءَانَ ﻓَﺎﺳْﺗَﻌِذْ ﺑِﺎاللهﱠِ ﻣِنَ اﻟﺷﱠﯾْطَﺎنِ اﻟرﱠﺟِﯾمِ )اﻟﻧّﺣل: 98 ( وَﻟِﻣَﺎ رَوَى اَﺑُو ﺳَﻌِﯾدٍ اﻟﺧُدْرِىِّ رض اَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻰِّ ﺻﻠﻌم ﻛَﺎنَ ﯾَﻘُولُ ذَاﻟِكَ اَى "اَﻋُوذُ ﺑِﺎpِ ﻣِنَ اﻟﺷﱠﯾْطَﺎنِ اﻟرﱠﺟِﯾْمِ" )ﻗَﺎلَ ﻟَﮫُ ﻓِﻰ اﻟﻣُﮭَذﱠبِ(. وَ ﻗَﺎلَ اﺑْنُ اﻟﻣُﻧْذِرِ: ﺟَﺎءَ ﻋَنِ اﻟﻧﱠﺑِﻰِّ ﺻﻠﻌم اَﻧﱠﮫُ ﻛَﺎنَ ﯾَﻘُولُ ﻗَﺑْلَ اﻟﻘِرَاءَةِ " اَﻋُوذُ ﺑِﺎpِ ﻣِنَ اﻟﺷﱠﯾْطَﺎنِ اﻟرﱠﺟِﯾْمِ" )ﻛَﻣَﺎ وَرَدَ ﻓِﻰ ﻧَﯾْلِ اﻻَوْطَﺎرِ ﻓِﻰ اﻟﺟُزْءِ اﻟﺛﱠﺎﻧِﻰ(.
Menilik bunyi Quran surat Nahl ayat 98: "Apabila kamu akan membaca Quran hendaklah kamu mohon perlindungan kepada Allah dari Syetan yang terkutuk" (berdo'a: "a'udzu billahiminasy syaithanir rajim"). Dan menurut hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sa'id Khudri, bahwa Nabi s.a.w. adalah membaca ta’awwudz itu (sebagai yang tersebut dalam kitab Muhadz). IbnulMundzir berkata: bahwa diceritakan dari Nabi saw. bahwa sebelum membaca Quran beliau berdo'a: "A'udzubillahiminasy syaithanir rajim". (Tersebut dalam kitab Nailul Authar juz 2).
membaca:” Bismil-“Bismilla-hirrahma-nirrahi-m”136 (8) lalu bacalah surat Fatihah137 (9) dan berdo’a sesuadh itu: a-min”138 (10). Kemudian bacalah salah satu surat daripada quran139
وَﻟِﺣَدِﯾْثِ ﻧُﻌَﯾْمٍ ﻟِﻠﺟُﻣْرِ ﻗَﺎلَ: ﺻَﻠﱠﯾْتُ وَرَاءَ اَﺑِﻰ ھُرَﯾرَةَ رض ﻓَﻘَرَأَ " ﺑِﺳْمِ ﷲ اﻟرﱠﺣْﻣَنِ اﻟرﱠﺣﯾْمِ" ﺛُمﱠ ﻗَرَأَ ﺑِﺄُمِّ اﻟﻘُرْآنِ ﺣَﺗﱠﻰ ﺑَﻠَﻎَ "وَﻻَ اﻟﺿّﺂﻟِّﯾنَ" ﻓَﻘَﺎلَ: آﻣِﯾنَ, وَﻗَﺎلَ اﻟﻧﱠﺎسُ " آﻣِﯾنَ". وَﯾَﻘُولُ ﻛُﻠﱠﻣَﺎ ﺳَﺟَدَ "ﷲُ اَﻛْﺑَرُ" وَاِذَا ﻗَﺎمَ ﻣِنَ اﻟﺟُﻠُوﺳِﻔِﻰ اﻻِﺛْﻧَﺗَﯾْنِ ﻗَﺎلَ: "ﷲُ اَﻛْﺑَرُ" وَﯾَﻘُولُ اِذَا ﺳَﻠﱠمَ: وَاﻟﱠذِى ﻧَﻔْﺳَﻰ ﺑِﯾَدِهِ اِﻧِّﻰ ﻻََﺳْﺑَﮭُﻛُمْ ﺻَﻼَةً ﺑِرَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم. )رَوَاه اﻟﻧﱠﺳﺎﺋِﻰﱡ وَاﺑْنُ ﺧُزَﯾﻣَﺔَ وَاﻟﺳِّرَاجُ وَاﺑْنُ ﺣِﺑﱠﺎنَ وَﻏَﯾْرُھُمْ, ﻗَﺎلَ ﻓِﻰ اﻟﻔَﺗْﺢِ )ج2ص181 ( وَھُوَ اَﺻَﺢﱡ ﺣَدِﯾْثٍ وَرَدَ ﻓِﻰ ذَاﻟِكَ(.
Mengingat hadits dari Nu'aim Mujmir, katanya: "Saya bershalat di belakang Abu Hurairah r.a.maka ia membaca "Bismillahirrah-manirrahim" lalu membaca induk Quran! (surat Fatihah) sehingga tatkala sampai pada"wa ladldlallin" beliau membaca "amin" dan orangorangpun samasama membaca "arnin"." Begitu juga tiaptiap hendak sujud, mengucapkan: "Allahu Akbar" dan bila berdiri dari duduk dalam raka'at kedua beliau mengucapkan: "Allahu Akbar". Setelah bersalam beliau berkata: "Demi Yang menguasai diriku, sungguh shalatku yang paling menyerupai dengan shalatnya Rasulullah saw." (Diriwayatkan oleh Nasai, Ibnu Khusaimah, Siraj, Ibnu Hibban dan lainnya; tersebut dalam kitab AlFath Juz II halaman 181, dengan katanya bahwa inilah hadits yang paling shah, tentang hal yang disebut).
ﻟِﺣَدِﯾْثِ ﻋُﺑَﺎدَةَ ﺑْنُ اﻟﺻﱠﺎﻣِتِ رض اَنﱠ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ: ﻻَﺻَﻼَةَ ﻟِﻣَنْ ﻻَ ﯾَﻘْرَأُ ﺑَﻔَﺎﺗِﺣَﺔِ اﻟﻛِﺗَﺎبِ. )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾﮫِ(. وَﻟِﺣَدِﯾْثِ ﻋُﺑَﺎدَةَ ﻗَﺎلَ: ﺻَﻠﱠﻰ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم اﻟﺻﱡﺑْﺢُ ﻓَﺛَﻘُﻠَتْ ﻋَﻠَﯾﮫِ اﻟﻘِرَاءَةَ ﻓَﻠَﻣﱠﺎ اﻧْﺻَرَفَ ﻗَﺎلَ: اِﻧِّﻰ اَرَاﻛُمْ ﺗَﻘْرَؤُﻧَوَرَاءَ اِﻣَﺎﻣِﻛُمْ. ﻗَﺎلَ: ﻗُﻠْﻧَﺎ: ﯾَﺎ رَﺳُولِ ﷲِ اِى وَﷲِ, ﻗَﺎلَ: ﻻَﺗَﻔْﻌَلُ اِﻻﱠ ﺑِﺎُمِّ اﻟﻘُرْآنِ. )رَوَاهُ اَﺣْﻣَدُ وَاﻟدﱠارُ ﻗُطْﻧِﻰﱡ وَاﻟﺑَﯾﺣَﻘِﻰِّ(.وَﻟِﻣَﺎ رَوَاهُ اﺑْنُ ﺣِﺑﱠﺎنَ ﻣِنْ ﺣَدِﯾْثِ اَﻧَسٍ ﻗَﺎلَ: ﻗَﺎلَ رَﺳُولِ ﷲِ اِى وَﷲِ ﺻﻠﻌم: اَﺗَﻘْرَؤْنَ ﻓِﻰ ﺻَﻼَﺗِﻛُمْ ﺧَﻠْفَ اﻻِﻣَﺎمُ ﯾَﻘْرَأُ ﻓَﻼَ ﺗَﻔْﻌَﻠُوا وَﻟْﯾَﻘْرَأْ اَﺣَدُﻛُمْ ﺑِﻔَﺎﺗِﺣَﺔِ اﻟﻛِﺗَﺎبِ ﻓِﻰ ﻧَﻔْﺳِﮫِ.
Mengingat hadits 'Ubadah bin Shamit bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Tidak shah shalatnya orang yang tidak membaca permulam Kitab (Fatihah)". (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim). Ada lagi hadits 'Ubadah bahwa Rasulullah saw. Shalat Shubuh maka merasa terganggu oleh pembacaan ma'mum. Setelah selesai beliau. bersabda: "Aku melihat kamu sama membaca di belakang imammu?" Kata 'Ubadah , bahwa kita semua menjawab: "Ya Rasulullah, demi Allah benar begitu!" Maka sabda Nabi: "Janganlah kamu mengerjakan demikian, kecualibacaan Fatiha." (Diriwayatkan oleh Ahmad, Daraquthni dan Baihaqi). Dan mengingat hadits Anas, katanya bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Apakah kamu sekalian membaca dalam shalatmu dibelakang imammu, padahal imam sedang membaca? Janganlah kamu mengerjakannya, hendaklah masingmasing kamu membaca Fatihah sekedar didengar olehnya sendiri.”. (Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban).
ﻟِﺣَدِﯾْثِ اَﺑِﻰ ھُرَﯾرَةَ رض اَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻰﱠ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ: اِذَا اﻣﱠنَ اﻻِﻣَﺎمُ ﻓَﺎَﻣِّﻧُوا ﻓَﺎِﻧﱠﮫُ ﻣَنْ وَاﻓَقَ ﺗَﺄْﻣِﯾْﻧُﮫُ ﺗَﺄْﻣِﯾْنَ اﻟﻣَﻼَﺋِﻛَﺔِ ﻏُﻔِرَ ﻟَﮫُ ﻣَﺎﺗَﻘَدﱠمَ ﻣِنْ ذَﻧْﺑِﮫِ وَﻋَﻧْﮫُ اَﯾْﺿًﺎ اَنﱠ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ: اِذَا ﻗَﺎلَ اَﺣَدُﻛُمْ آﻣِﯾْنَ ﻓَوَاﻗَفَ اِﺣْدَاھُﻣَﺎ اﻻُﺧْرَى ﻏُﻔِرَﻟَﮫُ ﻣَﺎﺗَﻘَدﱠمَ ﻣِنْ ذَﻧْﺑِﮫِ. )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾﮫِ(. وَﻓِﻰ رِوَاﯾَﺔِ ﻣُﺳْﻠِمٍ: اِذَا ﻗَﺎلَ اَﺣَدُﻛُمْ ﻓِﻰ ﺻَﻼَﺗِﮫِ.
Mengingat hadits Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: "Apabila imam membaca "amin" maka kamu hendaklah pula membaca karena sungguh barang siapa yang bacaan "amin"nya bersamaan a-min-iinya Malaikat, tentulah diampuni dosanya yang telah lalu". Dan Hadits dari Abu Hurairah juga, bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Apabila salah seorang di antara kamu membaca "amin" sedang Malaikat dilangitpun membaca "amin" pula, dan bersamaan keduanya, maka diampunilah ia dari dosanya Yang sudah." (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dan dalam hadits riwayat Muslim ada tambahannya: "Apabila salah seorang membaca dalam shalatnya)."
ﻟِﺣَدِﯾْثِ اﺑْنِ ﻗَﺗَﺎدَةَ اَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻰﱠ ﺻﻠﻌم ﻛَﺎنَ ﯾَﻘْرَأُ ﻓِﻰ اﻟظﱡﮭْرِ ﻓِﻰ اﻻُوﻟَﯾَﯾنِ ﺑِﺄُمِّ اﻟﻛِﺗَﺎبِ وَﺳُورَﺗَﯾنِ وَﻓِﻰ اﻟرﱠﻛْﻌَﺗَﯾنِ اﻻُﺧْرَﯾَﯾنِ ﺑِﺄُمِّ اﻟﻛِﺗَﺎبِ وَﯾُﺳْﻣِﻌُﻧَﺎ اﻵﯾَﺔَ وَﯾُطَوِّلُ ﻓِﻰ اﻟرﱠﻛْﻌَﺔِ اﻻُوﻟَﻰ ﻣَﺎﻻَ ﯾُطِﯾلُ ﻓِﻰ اﻟرﱠﻛْﻌَﺔِ اﻟﺛﱠﺎﻧِﯾَﺔِ وَھَﻛَذَا ﻓِﻰ اﻟﺻﱡﺑْﺢِ )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾﮫِ(
Menilik hadits Abu Qatadah bahwa Nabi saw. dalam shalat Dhuhur pada kedua raka'at permulaan (raka'at, ke I dan ke 2), membaca induk Kitab (Fatihah) dan dua surat, serta pada dua raka'at lainnya (raka'at ke 3 dan ke4) membaca Fatihah saja, dan beliau memperdengarkan kepada kami akan bacaan ayat itu, danpada raka'at ke 1 diperpanjang tidak seperti dalam raka'at ke 2; demikian juga dalam shalat 'ashar dan Shubuh. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)
(11) dengan diperhatikan artinya dan dengan perlahan-lahan140(12). Kemudian angkatlah kedua belah tanganmu seperti dalam takbir permulaan141 (13) lalu ruku’lah142 (14) dengan bertakbir143 (15). seranya melapangkan (meratakan) punggungmu dengan lehermu, memegang kedua belah lututmu dengan dua belah tangammu144 (16), sementara itu berdo’a:
ﻟِﻘَوﻟِﮫِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ: أَﻓَﻼَ ﯾَﺗَدَﺑﱠرُونَ اﻟْﻘُرْءَانَ أَمْ ﻋَﻠَﻰ ﻗُﻠُوبٍ أَﻗْﻔَﺎﻟُﮭَﺎ )ﻣﺣﻣّد: 24 ( ﻟِﻘَوﻟِﮫِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ: وَرَﺗِّلِ اﻟْﻘُرْءَانَ ﺗَرْﺗِﯾﻼً )اﻟﻣزﻣّل:
( Karena firman Allah S.w.t.:"Apakah mereka itu tidak memperhatikan Quran, ataukah pada hati mereka ada tutupnya? " (Muhammad 24). Dan firmannya: Dan bacalah Quran itu dengan perlahanlahan." (Muazzammil 5).
ﻟِﺣَدِﯾْثِ اﺑْنِ اﻟﻌُﻣَرَ اﻟﻣُﺗَﻘَدﱠمِ ﻓِﻰ –
-. )
( ﻟِﻘَوﻟِﮫِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ: ﯾَﺎأَﯾﱡﮭَﺎ اﻟﱠذِﯾنَ ءَاﻣَﻧُوا ارْﻛَﻌُوا وَاﺳْﺟُدُوا وَاﻋْﺑُدُوا رَﺑﱠﻛُمْ وَاﻓْﻌَﻠُوا اﻟْﺧَﯾْرَ ﻟَﻌَﻠﱠﻛُمْ ﺗُﻔْﻠِﺣُونَ)اﻟﺣﺞّ: 77
(. Karena hadits Ibnu 'Umar tersebut nomor 3 di atas. Karena firman Allah: "Hai orangorang mu'min, hendaklah kamu ruku', sujud dan sembahlah Tuhanmu serta berbuatlah kebaikan, agar kamu berbahagia. "'(Hajj 77)
وَﻟِﺧَﺑَرِاﺑْنِ ھُرَﯾَﺔَ رض اﻟﻧّﺑِﻰﱠ ﺻﻠﻌم ٌَالَ: اِذَا ﻗُﻣْﺗُمْ اِﻟَﻰ اﻟﺻﱠﻼَةِ ﻓَﻛَﺑِّرْ ﺛُمﱠ اﻗْرَأْ ﻣَﺎﺗَﯾَﺳﱠرَ ﻣِنَ اﻟﻘُرْآنِ ﺛُمﱠ ارْﻛَﻊْ ﺣَﺗﱠﻰ ﺗَطْﻣَﺋِنﱠ رَاﻛِﻌًﺎ ﺛُمﱠ ارْﻓَﻊْ ﺣَﺗﱠﻰ ﺗَﻌْﺗَدِلَ ﻗَﺎﺋِﻣًﺎ ﺛُمﱠ اﺳْﺟُدْ ﺣَﺗﱠﻰ ﺗَطْﻣَﺋِنﱠ ﺳَﺎﺟِدًا ﺛُمﱠ ارْﻓَﻊْ ﺣَﺗﱠﻰ ﺗَطْﻣَﺋِنﱠ ﺟَﺎﻟِﺳًﺎ ﺛُمﱠ اﺳْﺟُدْ ﺣَﺗﱠﻰ ﺗَطْﻣَﺋِنﱠ ﺳَﺎﺟِدًا ﺛُمﱠ اﻓْﻌَلْ ذَاﻟِكَ ﻓِﻰ ﺻَﻼَﺗِكَ ﻛُﻠِّﮭَﺎ. )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾﮫِ(.
Dan menurut hadits dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: "Apabila kamu menjalankan shalat bertakbirlah, lalu membaca sekedar dari Quran, lalu ruku' sehingga tenang, (tum.a’ninah), terus berdiri sampai lurus kemudian sujud sehingga tenang, kemudian lakukanlah seperti itu dalam semua shalatmu." (Diriwayatkan oleh, Bukhari dan Muslim).
ﻟِﺣَدِﯾْثِ اَﺑِﻰ ھُرَﯾرَةَ رض ﻗَﺎلَ: ﻛَﺎنَ رَﺳُولِ ﷲِ اِى وَﷲِ ﺻﻠﻌم اِذَا ﻗَﺎمَ اِﻟَﻰ اﻟﺻﱠﻼَةِ ﯾُﻛَﺑِّرْ ﺣِﯾنَ ﯾَﻘُومُ ﯾُﻛَﺑِّرْ ﺣِﯾنَ ﯾَرْﻛَﻊُ ﺛُمﱠ ﯾَﻘُولُ."ﺳَﻣِﻊَ ﷲُ ﻟِﻣَنْ ﺣَﻣِدَهُ" ﺣِﯾنَ ﯾَرْﻓَﻊُ ﺻُﻠْﺑَﮫُ ﻣِنَ اﻟرﱡﻛُوعِ ﺛُمﱠ ﯾَﻘُولُ وَھُوَ ﻗَﺎﺋِﻣًﺎ "رَﺑﱠﻧَﺎ وَﻟَكَ اﻟﺣَﻣْدُ" ﺛُمﱠ ﯾُﻛَﺑِّرُ ﺣِﯾنَ ﯾَﮭْوِى ﺟَﺎﻟِﺳًﺎ ﺛُمﱠ ﯾُﻛَﺑِّرْ ﺣِﯾنَ ﯾَرْﻓَﻊُ رَأْﺳَﮫُ ﺛُمﱠ ﯾُﻛَﺑِّرْ ﺣِﯾنَ ﯾَﺳْﺟُدُ ﺛُمﱠ ﯾُﻛَﺑِّرْ ﺣِﯾنَ ﯾَرْﻓَﻊُ ﺛُمﱠ ﯾَﻔْﻌَلْ ذَاﻟِكَ ﻓِﻰ اﻟﺻﱠﻼَةَِ ﻛُﻠِّﮭَﺎ ﯾُﻛَﺑِّرْ ﺣِﯾنَ ﯾَﻘُوْمُ ﻣِنَ اﻟﺛِّﻧْﺗَﯾنِ ﺑَﻌْدَ اﻟﺟُﻠُوسِ. )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾﮫِ(.
Karena hadits Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasullullah saw. kalau shalat ia bertakbir ketika berdiri, Ialu bertakbir ketika ruku', lalu membaca “Sami allohu luman hamidah” ketika mengangkat punggungya (bangun) lalu membaca selagi beliau berdiri: "Rabbansa walakal hamd',lalu takbir tatkala hendak sujud, lalu bertakbir tatkala hendak mengangkat kepala (duduk antara dua suiud), lalu bertakbir tatkala hendak berdiri; kemudian melakukan itu dalam semua shalatnya serta bertakbir tatkala berdiri dari rakaat yang kedua sesudah duduk..(Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
ﻟِﺣَدِﯾْثِ اَﺑِﻰ ﺣَﻣِﯾدِ اﻟﺳﱠﺎﻋِدِىِّ رض ﻗَﺎلَ: اَﻧَﺎ ﻛُﻧْتُ اَﺣْﻔَظَﻛُمْ ﻟِﺻَﻼَةِ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم رَاَﯾْﺗُﮫُ اِذَا ﻛَﺑﱠرَ ﺟَﻌَلَ ﯾَدَﯾﮫِ ﺣَذْوَ ﻣَﻧْﻛِﺑَﯾﮫِ وَاِذَا رَﻛَﻊَ اَﻣْﻛَنَ ﯾَدَﯾَﮫِ ﻣِنْ رُﻛْﺑَﺗَﯾﮫِ ﺛُمﱠ ھَﺻَرَ ظَﮭْرَهُ ﻓَﺎِذَا رَﻓَﻊَ رَأْﺳَﮫُ اﺳْﺗَوَى ﺣَﺗﱠﻰ ﯾَﻌُودَ ﻛُلﱡ ﻓَﻘَﺎرٍ ﻣَﻛَﺎﻧَﮫُ ﻓَﺎِذَا ﺳَﺟَدَ وِﺻَﻊَ ﯾَدَﯾﮫِ ﻏَﯾْرَ ﻣُﻔْﺗَرِشٍ وَﻻَ ﻗَﺎﺑِﺿِﮭِﻣَﺎوِاﺳْﺗَﻌْﺑَلَ ﺑِﺎَطْرَافِ اَﺻَﺎﺑِﻊِ رِﺟْﻠَﯾْﮫِ اﻟﻘِﺑْﻠَﺔَ ﻓَﻠِذَا ﺟَﻠَسَ ﻓِﻰ اﻟرﱠﻛْﻌَﺗَﯾنِ ﺟَﻠَسَ ﻋَﻠَﻰ رِﺟْﻠِﮫِ اﻟﯾُﺳْرَى وَﻧَﺻَبَ اﻻُﺧْرَى. وَﻗَﻌَدَ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻘْﻌَدَﺗِﮫِ. )رَوَاهُ اﻟﺑُﺧَﺎرِىﱡ ﻓِﻰ ﺻَﺣِﯾﺣِﮫِ(.
Menurut hadits Humaid Sa’idi r.a yang berkata: ”saya lebih cermat (hafal) daripadamu tentang shalat Rasululllah saw. Kulihat apabila beliau bertakbir mengangkat kedua tangannya sejurus dengan bahunya dan apabila rukuk meletakkan kedua tangannya pada lututnya, lalu membungkukkan punggungya, lalu apabila mengangkat kepalanya ia berdiri tegak sehingga luruslah setiap tulang-tulang punggungya seperti semula; dan apabila sujud dia letakkan kedua telapak tangannya kepada tanah dengan tidak dengan tak meletakkkan lengan dan tidak merapatkannya pada lambung dan ujung jari-jarinya dihadapkan pada Qiblat. Kemudian apabila duduk pada raka’at kedua ia duduk diatas kaki kirinya dan menumpukkan kaki yang kanan. Dan apabila duduk pada rakaat yang terakhir ia majukan kaki kirinya dan menumpukkan kaki kanannya serta duduk bertumpu pada pantatnya.”(Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab Shahihnya).
"Subhanaka Allahumma rabbana wa bihamdika allahummaghfirli" 145(17) atau berdo'alah dengan salah satu do'a dari Nabi saw.146 (18). Kemudian angkatlah kepala untuk I’tidal147 (19) dengan mengangkat kedua belah tanganmu seperti dalam takbiratul ihram dan berdo'alah: "Sami 'allahu liman hamidah" dan bila sudah lurus berdiri berdo'alah:Rabbana- wa lakal-hamd”148 (20). lalu sujudlah149 (21) dengan bertakbir150 (22) letakkanlah kedua lututmu dan jari kakimu di atas tanah, lalu kedua tanganmu, kemudian dahi dan hidungmu151
ﻟِﺣَدِﯾْثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ رض ﻗَﺎﻟَتْ: ﻛَﺎنَ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﯾَﻘُولُ ﻓِﻰ رُﻛُوﻋِﮫِ وَﺳُﺟُودِهِ "ﺳُﺑْﺣَﺎﻧَكَ". اﻟﺣدﯾث. )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾﮫِ(.
Menilik Hadist Sayydatina Aisyah r.a menceritakan, bahwa Rasulullah saw. Dalam rukuk dan sujudnya beliau mengucapkan subha-nakalla-humma rabbana wabihamdikalla-hummagh firli-……seterusnya hadits.(muntafaq’alaihi atau diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
ﻟِﺣَدِﯾْثِ ﺧُزَﯾﻔَﺔَ ﻗَﺎلَ: ﺻَﻠﱠﯾْتُ ﻣَﻊَ اﻟﻧﱠﺑِﻰﱡ ﺻﻠﻌم ﻓَﻛَﺎنَ ﯾَﻘُولُ ﻓِﻰ رُﻛُوﻋِﮫِ "ﺳُﺑْﺣَﺎﻧَكَ رَﺑِّﻰَ اﻟﻌَظِﯾمِ" وَﻓِﻰ ﺳُﺟُودِهِ " ﺳُﺑْﺣَﺎﻧَكَ رَﺑِّﻰَ اﻻَﻋْﻠَﻰ" )اﻟﺣدﯾث رواه اﻟﺧﻣﺳﺔ وﺻﺣّﺣﮫ اﻟﺗّرﻣذى(. وَﺣَدِﯾْثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ رض اَنﱠ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻛَﺎنَ ﯾَﻘُولُ ﻓِﻰ رُﻛُوﻋِﮫِ وَﺳُﺟُودِهِ "ﺳُﺑﱡوحٌ ﻗُدﱡوسٌ رَبﱡ اﻟﻣَﻼَﺋِﻛَﺔِ وَاﻟرﱡوحِ". )رواه أَﺣْﻣَدُ وَ ﻣُﺳْﻠِمٌ وَ اَﺑُو دَاوُدَ وَ اﻟﻧﱠﺳﺎﺋِﻰﱡ-ﻛِﻼَھُﻣَﺎ ﻓِﻰ ﻧَﯾلِ اﻻَوطَﺎرِ اﻟﺟُزْءُ اﻟﺛﱠﺎﻧِﻰ ﻣِﻧْﮫُ(.
Menurut hadits Hudzaifah, katanya:”Aku bershalat bersama Nabi saw., maka dalam ruku’knya beliau membaca: “ Subhana Rabbiyal adhim" dan dalam sujud-nya beliau membaca "Subhana Rabbiyal a'la"………seterusnya haditts. (Diriwayatkan oleh lima Ahli Hadits*) dan dishahihkan bleh Tirmidzi). Dan ada lagi hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Nasai dari'Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw. dalam rukuk dan sujudnya membaca: "Subbuhun-quddusun rabbul Malaikatiwar-ruh". (Kedua hadits ini tersebut dalam kitab Nailul Authur juz 2).
ﻟِﺧَﺑَرِ اِذَ...اﻟﻣُﺗَﻘَدﱠمِ ﻓِﻰ-
- Lihat hadits Abu Hurairah tersebut no. 14 di atas
ﻟِﺣَدِﯾْثِ اَﺑِﻰ ھُرَﯾرَةَ اﻟﻣُﺗَﻘَدﱠمِ ﻓِﻰ-
- Lihat hadits Abu Hurairah tersebut nomor 15 di atas.
ﻵﯾَﺔِ اﻟﺧَﺑَرِ اﻟﺳﱠﺎﺑِﻘَﯾنِ ﻓِﻰ-
- Menurut ayat dan hadits dalam dalil nornor 14.
ﻟِﺣَدِﯾْثِ اَﺑِﻰ ھُرَﯾرَةَ اﻟﻣُﺗَﻘَدﱠمِ ﻓِﻰ-
- lihat hadits Abu Hurairah tersebut nomor 15 di atas.
ﻟِﺧَﺑَرِ اﺑْنِ ﻋَﺑﱠﺎسٍ رض ﻗَﺎلَ: ﻗَﺎلَ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم: )اُﻣِرْتُ اَنْ اَﺳْﺟُدَ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﺑْﻌَﺔِ اَﻋْظُمٍ ﻋَﻠَﻰ اﻟﺟَﺑْﮭَﺔِ-وَاَﺷَﺎرَ ﺑِﯾَدِهِ اِﻟَﻰ اَﻧْﻔِﮫِ-وَاﻟﯾَدَﯾنِ وَاﻟرﱡﻛْﺑَﺗَﯾنِ وَاَطْرَافِ اﻟﻘَدَﻣَﯾنِ. )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾﮫِ(. ﺣَدِﯾْثِ وَاﺋِلِ ﺑْنِ ﺣُﺟْرٍ ﻗَﺎلَ: رَاَﯾتُ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم اِذَا ﺳَﺟَدَ وَوَﺿَﻊَ رُﻛْﺑَﺗَﯾﮫِ ﻗَﺑْلَ ﯾَدَﯾﮫِ وَ اِذَا ﻧَﮭَضَ رَﻓَﻊَ ﯾَدَﯾﮫِ ﻗَﺑْلَ رُﻛْﺑَﺗَﯾﮫِ. رواه ﻟﺧﻣﺳﺔ اَﻻﱠ أَﺣْﻣَدُ ﻛَﻣَﺎ ﻓِﻰ ﻧَﯾلِ اﻻَوطَﺎرِ- وَﺣَدِﯾْثِ اَﺑِﻰ ھُرَﯾرَةَ رض ﻗَﺎلَ: ﻗَﺎلَ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم: اِذَا اَﺣَدُﻛُمْ ﻓَﻼَ ﯾَﺑْرُكْ ﻛَﻣَﺎ ﯾَﺑْرُكُ اﻟﺑَﻌِﯾرُ ﯾَﺿَﻊُ ﯾَدَﯾﮫِ ﻗَﺑْلَ رُﻛْﺑَﺗَﯾﮫِ. )ﻗَﺎﻟَﮫُ ﻓِﻰ ﺗَﯾْﺳِﯾرِ اﻟوُﺻُولِ(.
Menurut hadits dari Ibnu ‘Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah saw. Bersabda :”Aku dieprintah supaya bersujud di atas tujuh tulang: dahi – seraya menunjuk pada hidungnya – di atas dua belaha tangan, kedua lutut dan di kaki." (Muttafaq 'alaih) Ada lagi hadits dari Wail bin Hadjur, katanya: "Akumelihat Rasulullah saw. bila bersujud meletakkan kedua lutut sebelurn kedua tangannya dan kalau berdiri mengangkat kedua tangannya sebelum kedua, lututnya". (Diriwayatkan oleh Lima Imam kecuali Ahmad, sebagaimana yang tersebut dalam kitab Nailul Authar). Dan menurut hadits; dari.Abu Hurairah r.a. yang mengatakan, bahwa Rasulullah saw.
(23) dengan menghadapkan ujung jari kakimu ke arah Qiblat serta merenggangkan tanganmu dari pada kedua lambungmu dengan mengangkat sikumu152 (24). Dalam bersujud itu hendaklah kamu berdo’a: "Subhana-kallahumma rabbana wa bihamdikallahummaghfirli"153 (25), atau berdo'alah dengan salah satu, do'a dari pada Nabi saw.154 (26) lalu angkatlah kepalamu dengan bertakbir dan duduklah tenang berdo'a: Allahum maghibha- warhamni- wajburni wahdini warzuqni"155 (27). Lalu sujudlah kedua kalinya dengan bertakbir dan membaca "tasbih" seperti dalam sujud yang pertama; Kemudian Angkatlah kepalamu dengan bertakbir156 (28) dan duduklah sebentar sebentar, lalu berdirilah untuk raka'at yang kedua dengan menekankan (tangan) pada tanah157 (29).
bersabda: "Kalau salah seorang dari padamu bersujud, maka, janganlah berdekam sebagai unta. berdekam, ialah meletakkan tangannya sebelum lututnya". (Tersebut dalam kitab TaisirulWushul).
ﻟِﺣَدِﯾْثِ اَﺑِﻰ ﺣُﻣَﯾدِ اﻟﻣُﺗَﻘَدﱠمِ ﻓِﻰ- -وَ ﻟِﺣَدِﯾْثِ ﻋَﺑْدِﷲ ﺑْنُ ﻣَﺎﻟِكِ ﺑْنِ ﺑُﺣَﯾﻧَﺔَ اَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻰﱠ ﺻﻠﻌم ﻛَﺎنَ اِذَا ﺻَﻠﱠﻰ ﻓَرﱠجَ ﺑَﯾنَ ﯾَدَﯾﮫِ ﺣَﺗﱠﻰ ﯾَﺑْدُ وَﺑَﯾَﺎضُ اِﺑْطَﯾﮫِ. )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾﮫِ(. وَﻓِﻰ ﺻَﺣِﯾﺢِ ﻣُﺳِﻠِمٍ اَنﱠ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻛَﺎنَ اِذَا ﺳَﺟَدَ ﻓَرﱠجَ ﯾَدَﯾﮫِ ﻋَنْ اِﺑْطَﯾﮫِ ﺣَﺗﱠﻰ اِﻧِّﻰ ﻻََرَى ﺑَﯾَﺎضَ اِﺑْطَﯾﮫِ. وَﻓِﯾﮫِ اَﯾﺿًﺎ ﻋَنِ اﻟﺑَرَاءِ ﺑْنِ ﻋَﺎزِبٍ ﻗَﺎلَ: ﻗَﺎلَ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم: اِذَا ﺳَﺟَدَتْ ﻓَﺿَﻊْ ﻛَﻔﱠﯾكَ وَارْﻓَﻊْ ﻣِرْﻓَﻘَﯾْكَ.
Lihatlah hadits Abi Humaid tersebut nomor 16. Dan mengingat hadits dari Abdullah bin Malik bin Buhainah, bahwa Nabi saw. jika shalat merenggangkan antara, kedua tangannya sehihgga kelihatan putih ketiaknya. (Muttafaq 'alaih atau diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim). Dan dalam Shahih Muslim. Bahwa Rasulullah saw. jika bersujud merenggangkan kedua tangannya dari ketiaknya, sehingga kulihat putih ketiaknya. Dan hadits dari Bara' bin 'Azib dalam Shahih Muslim juga, bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Bila kamu bersujud, letakkanlah kedua belah telapak tanganmu dan angkatlah kedua sikumu".
ﻟِﺣَدِﯾْثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ اﻟﻣُﺗَﻘَدﱠمِ ﻓِﻰ-
- Lihatlah hadits 'Aisyah tersebut nomor 17 di atas
ﻟِﺣَدِﯾْﺛَﻰ ﺣُذََﯾﻔَﺔَ وَ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ اﻟﻣُﺗَﻘَدﱠﻣَﯾنِ ﻓِﻰ-
- Menilik hadits Hudzaifah dan 'Aisyah r.a. tersebut nomor (18) di atas
ﻟِﻣَﺎ رُوِىَ ﻋَنِ اﺑْنِ ﻋَﺑﱠﺎسٍ اَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻰﱠ ﺻﻠﻌم ﻛَﺎنَ ﯾَﻘُولَ ﺑَﯾنَ اﻟﺳﱠﺟْدَﺗَﯾنِ: "اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻏْﻔِرْﻟِﻰ وَارْﺣَﻣْﻧِﻰ وَاﺟْﺑُرْﻧِﻰ وَاھْدَﻧِﻰ وَارْزُﻗْﻧِﻰ" )رَوَاهُ اﻟﺗِّرﻣِذِىﱡ ﻛَﻣَﺎ ﻓِﻰ ﻧَﯾلِ اﻻَوْطَﺎرِ(.
Mengingat hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Ibnu 'Abbas r.a. bahwa Nabi saw.diantara kedua sujud mengucapkan; "Allahummaghfirli warhamni wajburni wahdini warzuqni.". (Tersebut dalam kitab, NailulAuthar).
ﻟِﺣَدِﯾْثِ اَﺑِﯨﮭُرَﯾرَةَ اﻟﻣُﺗَﻘَدﱠمِ ﻓِﻰ- -ﻟِﺣَدِﯾْثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ ﻓِﻰ- -ﻟِﻠﺣَدِﯾْثِ اﻟﻣُﺗَﻘَدﱠﻣَﯾنِ ﻓِﻰ-
- Periksalah hadits Abu Hurairah tersebut nomor 14, hadits 'Aisyah r.a. tersebut nomor 17 dan kedua hadits tersebut nornor 18 di atas
ﻟِﺣَدِﯾْثِ ﻣَﺎﻟِﻛِﺑْنِ اﻟﺣُوَﯾرِثِ رض اَﻧﱠﮫُ رَوَى اﻟﻧﱠﺑِﻰﱠ ﺻﻠﻌم ﯾُﺻَﻠِّﻰ ﻓَﺎِذَا ﻛَﺎنَ ﻓِﻰ وِﺗْرٍ ﻣِنْ ﺻَﻼَﺗِﮫِ ﻟَمْ ﯾَﻧْﮭَضْ ﺣَﺗﱠﻰ ﯾَﺳْﺗَوِىَ ﻗَﺎﻋِدًا. )رَوَاهُ اﻟﺑُﺧَﺎرِىﱡ ﻓِﻰ ﺻَﺣَﯾْﺣِﮫِ(. وَﻓِﻰ ﻟَﻔْظٍ ﻟَﮫُ: ﻓَﺎِذَا رَﻓَﻊَ رَأْﺳَﮫُ ﻣِنَ اﻟﺳﱠﺟْدَةِ اﻟﺛﱠﺎﻧِﯾَﺔِ ﺟَﻠَسَ وَاﻋْﺗَﻣَدَ ﻋَﻠَﻰ اﻻَرْضِ ﺛُمﱠ ﻗَﺎمَ.
Menilik hadits dari Malik bin Huwairits mengatakan bahwa la mengetahui Nabi saw. shalat; maka apabila beliau berada dalam raka'at gasal (ganjil, Jawa) dari shalatnya, beliau sebelum berdiri, duduk dahulu sehingga lurus duduknya. (Diriwaatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya).Ada lain hadits oleh Bukhari juga, apabila beliau mengangkat kepalanya dari sujud yang kedua, duduk dan menekan kepada tanah, lalu berdiri.
Dan kerjakanlah dalam rakaat yang kedua ini sebagai dalam raka'at yang pertama, hanya tidak membaca do'a "iftitah"158 (30).Setelah selesai dari sujud kedua kalinya, maka duduklah di atas kakikirimu dan tumpukkan kaki kananmu serta letakkanlah ke arah dua tanganmu di atas kaki-kirimu dan tumpukkan kaki kananmu serta letakkanlah kedua tanganmu diatas kedua lututmu. Julurkanlah jarijari tangankirimu, sedang tangankananmu menggenggamkan jari kelingking, jari manis dan jaritengah serta mengacungkan jari telunjukmu dan sentuhkan ibujari pada jari tengah159 (31). Duduk ini bukan dalam raka'at akhir. Adapun duduk dalam rakaat akhir maka caranya memajukan kaki kiri, sedang kaki kanan berturnpu dan dudukmu bertumpukan pantatmu160 (32).Dan bacalah tasyahud begini: attahiyyatu lillahi washshalawatu waththayyibat, assalamualaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh. Assalamualaina wa 'ala 'ibadillhis-shalihin. Asyhadu alla ilaha-illallah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasu1uh161 (33). Lalu bacalah shalawat pada Nabi
ﻟِﺣَدِﯾْثِ اَﺑِﻰ ھُرَﯾرَةَ اﻟﻣُﺗَﻘَدﱠم ﻓِﻰ- -وَﻟَﮫُ ﻓِﻰ ﺻَﺣَﯾﺢِ ﻣُﺳْﻠِمٍ: ﻛَﺎنَ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم اِذَا ﻧَﮭَﺿَﻣِنَ اﻟرﱠﻛْﻌَﺔِ اﻟﺛﱡﺎﻧِﯾَﺔِ اﺳْﺗَﻔْﺗَﺢَ اﻟﻘِرَاءَةَ ﺑِﺎﻟﺣَﻣْدِ pِ رَبِّ اﻟﻌَﺎﻟَﻣِﯾنَ وَﻟَمْ ﯾَﺳْﻛُتْ.
Periksalah hadits Abu Hurairah tersebut nomor 14. Dan tersebut dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah juga bahwa jika kalau Rasulullah saw. berdiri dari rakaat kedua, beliau tidak diam, melainkan:memulai bacaan dengan: "Alhamdu lillahi rabbil 'alamin".
ﻟِﺣَدِﯾْثِ اَﺑِﻰ ﺣُﻣَﯾدٍ اﻟﺳﱠﺎﻋِدِىِّ اﻟﻣُﺗَﻘَدﱠمِ ﻓِﻰ- -وَﻟِﻣَﺎ ﻓِﻰ ﺻَﺣِﯾﺢِ ﻣُﺳْﻠِمٍ ﻋَنِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ رض اَنﱠ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻛَﺎنَ اِذَا ﻗَﻌَدَ ﻓِﻰ اﻟﺗﱠﺷَﮭﱡدِ وَﺿَﻊَ ﯾَدَهُ اﻟﯾُﺳْرَى ﻋَﻠَﻰ رُﻛْﺑَﺗِﮫِ اﻟﯾُﻣْﻧَﻰ وَﻋَﻘَدَ ﺛَﻼَﺛًﺎ وَﺧَﻣْﺳِﯾنَ وَاَﺷَﺎرَ ﺑِﺎَﺻْﺑُﻌِﮫِ اﻟﺳﱠﺑﱠﺎﺑَﺔِ. وَﻓِﯾْﮫِ اَﯾْﺿًﺎ ﻋَنِ اﻟزﱡﺑَﯾرِ رض: ﻛَﺎنَ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم اِذَا ﻗَﻌَدَ ﯾَدْﻋُو وَوَﺿَﻊَ ﯾَدَهُ اﻟﯾُﻣْﻧَﻰ ﻋَﻠَﻰ ﻓَﺧِذِهِ اﻟﯾُﻣْﻧَﻰ وَﯾَدَهُ اﻟﯾُﺳْرَى ﻋَﻠَﻰ ﻓَﺧِذِهِ اﻟﯾُﺳْرَى وَاَﺷَﺎرَ ﺑِﺎَﺻْﺑُﻌِﮫِ اﻟﺳﱠﺑﱠﺎﺑَﺔِ وَوَﺿَﻊَ اِﺑْﮭَﺎﻣَﮫُ ﻋَﻠَﻰ اَﺻْﺑُﻌِﮫِ اﻟوُﺳْطَﻰ وَﯾَﻠْﻘَمُ ﻛَﻔﱡﮫُ اﻟﯾُﺳْرَى رُﻛْﺑَﺗَﮫُ.
Lihat hadits; Abu Humaid Sa'idi tersebut nomor 16 di atas. Dan yang tersebut dalam Shahih Muslim dari Ibnu Umar r.a. bahwa Rasulullah saw. jika duduk dalam tasyahhud, meletakkan tangan kirinya di atas lutut kirinya dan tangan kanan di atas lutut kanannya serta menggenggamkannya seperti membuat syarat "lima puluh tiga" dengan mengacungkan jari telunjuknya. Dalam Shahih Muslim Pula dari Zubair r.a. bahwa Rasulullah saw. kalau duduk berdo'a meletakkan tangankanannya di atas pahakanannya dan tangan kirinya di atas paha- kiri, serta mengacungkan jari telunjuknya, dan telapak tangan kirinya menggenggam lututnya
ﻟِﻣَﺎ ﻓِﻰ ﺣَدِﯾْثِ اَﺑِﻰ ﺣُﻣَﯾدٍ اﻟﺳﱠﺎﻋِدِىِّ اﻟﻣُﺗَﻘَدﱠمِ ﻓِﻰ-
- Periksalah hadits Humaid Sa’idi dalam dalil nomor di atas
ﻟِﻣَﺎ رُوِىَ ﻋَنْ ﻋَﺑْدِ ﷲِ ﺑْنِ ﻣَﺳْﻌُودٍ رض ﻗَﺎلَ: ﻛُﻧﱠﺎ اِذَا ﺻَﻠﱠﯾْﻧَﺎ ﺧَﻠْفَ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻗُﻠْﻧَﺎ:"اﻟﺳﱠﻼَمُ ﻋَﻠَﻰ ﺟِﺑْرِﯾْلَ وَﻣِﯾﻛَﺎﺋِﯾﻼَ, اﻟﺳﱠﻼَمُ ﻋَﻠَﻰ ﻓُﻼَنٍ وَﻓُﻼَنٍ" ﻓَﻠْﺗَﻔَتْ اِﻟَﯾْﻧَﺎ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻓَﻘَﺎلَ: اِنﱠ ﷲ ھُوَ اﻟﺳﱠﻼَمُ ﻓَﺎِذَا ﺻَﻠﱠﻰ اَﺣَدُﻛُمْ ﻓَﻠْﯾَﻘُلْ "اﻟﺗﱠﺣِﯾﱠﺎتُ ﻟﻠﮭوَاﻟﺻﱠﻠوَاتُ وَاﻟطﱠﯾِّﺑَﺎتُ " اﻟﺣدﯾث, )ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾﮫِ(. وَﻻِِﺑْنِ ﺧُزَﯾﻣَﺔَ ﻣِنْ وَﺟْﮫٍ آﺧَرَ ﻋَنِ اﻻَﺳْوَادِ ﻋَنْ ﻋَﺑْدِ ﷲ ﻋَﻠﱠﻣَﻧِﻰ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم اﻟﺗﱠﺷَﮭﱡدَ ﻓِﻰ وَﺳَطِ اﻟﺻﱠﻼَةِ وَﻓِﻰ آﺧِرِھَﺎ. ﻗَﺎﻟَﮫُ ﻓِﻰ اﻟﻔَﺗْﺢِ )اﻟﺟزء2ص200
( Karena hadits dari Abdullah bin Mas’ud r.a. bahwa tatkala kita shalat di belakng Rasulullah saw. Kita sama membaca: “Assalamu 'ala Jibrila wa Mi-kaila Assalamu. 'ala fulan wa fulan"; maka berpalinglah Rasullullah saw kepada kita lalu. bersabda: "Sesungguhnya Allah itu Yang Maha Selamat, maka apabila salahseorang dari padamu shalat, hendaklah berdo'a; Attahiy yatulillah, wash shala watu wath thayyibat"…..dan seterusnya hadits. (Muttafaq alaih) dari Aswad dan Abdullah pula dengan riwayat lain oleh Ibnu Khuzaimah,bahwa Rasullullah saw telah mengajarkan kepadaku "tasyahhud" dalam pertengahan dan penghabisan shalat Dalam kitab Fath (Juz 11 halaman 200)
s.a.w.: "Allahumma shalli 'ala Muhammad wa'ala ali Muhammad, kama shallaita 'ala lbrahim -wa ali lbrahim, wa barik ala Muhammad wa ali Muhammad kama barakta 'ala lbrahim wa ali lbrahim, innaka hamidum majid.162 (34).Kemudian berdolalah kepada Tuhanmu, sekehendak hatimu yang lebih pendek daripada, do'a dalam tasyahud akhir163 (35). Kemudian berdirilah untuk rakaat yang ketiga kalau shalatmu. itu pada raka'at, dengan tiga atau empat raka’at, dengan bertakbir mengangkat tanganmu164 (36) dan kerjakanlah dalam dua rakaat Yang akhir atau yang ketiga, seperti dalam dua raka'at yang pertama, hanya kamu cukup membaca Fatihah saja165 (37). Dan sesudah raka'at yang akhir, bacalah
وَﻓِﯨﺎﻻُمِّ )ج1ص102 ( ﻋَنْ ﻛَﻌْﺑَﯾنِ ﻋُﺟْرَةَ ﻋَنِ اﻟﻧﱠﺑِﻰِّ ﺻﻠﻌم اَﻧﱠﮫُ ﻛَﺎنَ ﯾَﻘُولُ ﻓِﻰ اﻟﺻﱠﻼَة: " اﻟﻠﱠﮭُمﱠ ﺻَلِّ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ وَ ﻋَﻠَﻰ اَلِ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ, ﻛَﻣَﺎ ﺻَﻠﱠﯾْتَ ﻋَﻠَﻰ اِﺑْرَاھِﯾمَ وَ ﻋَﻠَﻰ اَلِ اِﺑْرَاھِﯾمَ. وَﺑَﺎرِكْ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ وَ اَلِ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ ﻛَﻣَﺎ ﺑَﺎرَﻛْتَ ﻋَﻠَﻰ اِﺑْرَاھِﯾمَ وَ اَلِ اِﺑْرَاھِﯾمَ. اِﻧﱠكَ ﺣَﻣِﯾدٌ ﻣَﺟِﯾدٌ".وَﻓِﻰ اﻟﻔَﺗْﺢِ )ج2ص218 ( ﻓَﻌِﻧْدَ ﺳَﻌِﯾْدِﺑْنِ ﻣَﻧْﺻُورٍ وَاَﺑِﻰ ﺑَﻛْرِﺑْنِ اَﺑِﻰ ﺷَﯾْﺑَﺔَ ﺑِﺎِﺳْﻧَﺎدٍ ﺻَﺣِﯾْﺢٍ اِﻟَﻰ اَﺑِﻰ اﻻَﺣْوَاصِ ﻗَﺎلَ: ﻗَﺎلَ ﻋَﺑْدُ ﷲ: ﯾَﺗَﺷَﮭﱠدُ اﻟرﱠﺟُلُ ﻓِﻰ اﻟﺻﱠﻼَةِ ﺛُمﱠ ﯾُﺻّﻠِّﻰ ﻋَﻠَﻰ اﻟﻧﱠﺑِﻰِّ ﺛُمﱠ ﯾَدْﻋُو ﻟِﻧَﻔْﺳِﮫِ ﺑَﻌْدُ.
dan dalam kitab.Um (Juz I halaman 102) dari Ka'ab bin 'Ujrah, bahwa Nabi saw membaca shalawat: "Allahumma-shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad kama shallaita-ala-lbrahima wa ali lbrahim wa barik 'ala Muhammad kama barakta 'ala a-li -ibrahima wa ali ibrahima innaka hamidum majid".Dan dalam kitab, Fath (Juz 11 halaman 218); maka pada Said bin Mansur dan Abu Bakar bin Abi Sjaibah dengan sanad (rangkaian) shahih, sampai kepada Abu Ahwash berkata Berkata 'Abdullah: "Supaya orang itu dalam shalatnya membaca tasyahhud, lalumembaca shalawat kepada Nabi saw. kemudian berdo'a untuk dirinya sendiri".
ﻟِﻣَﺎ وَرَدَ ﻓِﻰ ﻧَﯾلِ اﻻَوْطَﺎرِ ﻋَنِ اﺑْنِ ﻣَﺳْﻌُودٍ ﻗَﺎلَ: اِنﱠ ﻣُﺣَﻣﱠدًا ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ: اِنﱠ ﻣُﺣَﻣﱠدًا ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ: اِذَا وَﻗَﻌَدْﺗُمْ ﻓِﻰ ﻛُلِّ رَﻛْﻌَﺗَﯾْنِ ﻓَﻘُوﻟُوا "اﻟﺗﱠﺣِﯾﱠﺎتُ pِ وَاﻟﺻﱠﻠَوَاتُ وَاﻟطﱠﯾِّﺑَﺎتُ اﻟﺳﱠﻼَمُ ﻋَﻠَﯾْكَ اَﯾﱡﮭَﺎ اﻟﻧﱠﺑِﻰﱡ وَرَﺣْﻣَﺔُ ﷲ وَﺑَرَﻛَﺎﺗُﮫُ. اﻟﺳﱠﻼَمُ ﻋَﻠَﯾْﻧَﺎ وَﻋَﻠَﻰ ﻋِﺑَﺎدِﷲ اﻟﺻﱠﺎﻟِﺣِﯾنَ. اَﺷْﮭَدُ اَنْ ﻻَ اِﻟَﮫَ اِﻻﱠ ﷲ وَاَﺷْﮭَدُ اَنﱠ ﻣُﺣَﻣﱠدًا ﻋَﺑْدُهُ وَرَﺳَوﻟَﮫُ" ﺛُمﱠ ﻟْﯾَﺗَﺧَﯾﱠرْ اَﺣَدُﻛُمْ ﻣِنَ اﻟدﱡﻋَﺎءِ اَﻋْﺟَﺑَﮫُ اِﻟَﯾﮫِ ﻓَﻠْﯾَدْعُ ﺑِﮫِ رَﺑﱡﮫُ ﻋَزﱠ وَﺟَلﱠ. )رِوَاهُ اَﺣْﻣَدُ وَاﻟﻧﱠﺳَﺎﺋِﻰ(. وَﻓِﻰ ﺗَﯾْﺳِﯾرِ اﻟوُﺻُولِ ﻋَنِ اﺑْنِ ﻣَﺳْﻌُودٍ رض ﻗَﺎلَ: ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ ﷲ ﺻﻠﻌم اِذَا ﺟَﻠَسَ ﻓِﻰ رَﻛْﻌَﺗَﯾنِ اﻻُﻟَﯾَﯾنِ ﻛَﺎَﻧﱠﮫُ ﻋَﻠَﻰ اﻟرﱠﺿْفِ ﺣَتﱠ ﯾَﻘُومَ.
Menilik yang tersebut dalam kitab NailulAuthar, dari Ibnu Mas'ud r. a. katanya, bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda: "Bila kamu duduk dalam tiaptiap dua raka'at, bacalah:Attahiyyatu lillah, washshaIawatu waththayyibat, Assalamu 'alaika ay.yuhan Nabiyyu wa rahmatullahi wabarakatuh, , assalamu. 'alaina wa 'ala 'ibadillahish shalihin.Asyhadu alla ilaha illallah waasyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh", lalu pilihlah do'a yang disukai dan berdo'alah dengan itu kepada. Tuhannya (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Nasai). Dan dalam kitalb Taisirul Wushul dari Ibnu Mas'ud r.a. bahwa Rasulullah saw. jika duduk dalam dua raka'at yang pertama seolaholah ia duduk di atas batu yang panas, hingga segera berdiri
ﻟِﻣَﺎ وَرَدَ اﻟﺑُﺧَﺎرِىﱡ ﻓِﻰ ﺻَﺣِﯾﺣِﮫِ ﻋِنْ ﻧَﺎﻓِﻊٍ اَنﱠ اﺑْنَ ﻋُﻣَرَ رض ﻛَﺎنَ اِذَا دَﺧَلَ ﻓِﻰ اﻟﺻﱠﻼَةِ ﻛَﺑﱠرَ وَرَﻓَﻊَ ﯾَدَﯾﮫِ وَاِذَا رَﻛَﻊَ وَرَﻓَﻊَ ﯾَدَﯾﮫِ وَاِذَا ﻗَﺎلَ: "ﺳَﻣِﻊَ ﷲ ﻟِﻣَنْ ﺣَﻣِدَهُ" رَﻓَﻊَ ﯾَدَﯾﮫِ وَاِذَا ﻗَﺎمَ ﻣِنَ اﻟرﱠﻛَﻌﺗَﯾْنِ رَﻓَﻊَ ﯾَدَﯾﮫِ. " رَﻓَﻊَ ذَاﻟِكَ اﺑْنَ ﻋُﻣَرَ رض ﻋَنِ اﻟﻧّﺑِﻰِّ ﺻﻠﻌم وَاِذَا ﻗَﺎمَ ﻓِﻰ اﻟرﱠﻛَﻌﺗَﯾْنِ ﻛَﺑﱠرَ وَرَﻓَﻊَ ﯾَدَﯾﮫِ ﻟَﮫُ ﺷَوَاھِدُ ﻗَﺎﻟَﮫُ ﻓِﻰ اﻟﻔَﺗْﺢِ )اﻟﺟزء اﻟﺛّﺎﻧﻰ ﻣﻧﮫ ص 151
( Dalam shahih Bukhari dari Nafi' bahwa Ibnu 'Umar kalau shalat bertakbir serta mengangkat kedua, tangannya, kalau rukuk, mengangkat kedua tagannya, apabila membaca "sami'allahu liman hamidah" mengangkatnya, dan jika berdiri dari raka'at yang kedua mengangkatnya pula. (Hadits ini marfu' (disambungkan) oleh Ibnu'Umar kepada Nabisaw.) Dan dalam riwayat Abu Dawud yang dishahihkan oleh Bukhari perantaraan Muharib bin Datstsar dari Ibnu 'Umar juga, bahwa Nabi saw. Apabila berdiri dari raka'at yang kedua bertakbir dan mengangkat kedua tangannya.. (Dan hadits ini dikuatkan oleh hadits lain sebagaimana yang diterangkan dalam Kitab Fath Djuz 2 halaman 151).
ﻲِﻓ ِمِّدَﻘَﺗُﻣْﻟا َةَرْﯾَرُھ ﻰَﻟِإ ِثﯾِدَﺣِﻟ- ٤١ - ﻲِﻓ ِمدﻘﺗﻣﻟا ٍمِﻠْﺳُﻣ ِﺢﯾِﺣَﺻ ﻲِﻓ ﺎًﺿْﯾَأ ُﮫَﻟَو- ٠٣ - ﻲﻓ مدﻘﺗﻣﻟا َةَدﺎَﺗَﻗ ﻲِﺑَأ ِثﯾِدَﺣِﻟَو- ١١
tasyahhud serta shalawat kepada Nabi saw., lalu hendaklah berdo'a mohon perlindungan dengan membaca: "Allahumma inni audzu bikamin 'adzabi jahannam- wa min-'adzabil qabri wa min fitnatil-mahya wal mamati wa min- sya-rri fitnatil masihid- dajjal166 (38). Kemudian bersalamlah dengan berpaling kekanan dan kekiri, yang pertama sampai terlihat pipikananmu dan yang kedua sampai terlihat pipikirimu oleh orang yang dibelakangmu167 (39) sambil membaca: "Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.168 (40). Jika shalatmu dua raka'at, maka letakkanlah do'a isti'adzah (a’udzubillah setelah membaca "shalawat kepada Nabi", sesudah raka'at Yang kedua, .1alu bersalamlah sebagai Yang kedualalu bersalamlah sebagai yang tersebut169 (41). Perhatian: Tidak ada perbedaan antara pria dan wanita dalam cara melakukan shalat sebagai yang tersebut di atas170 (42).
Lihatlah hadits Abu Hurairah yang tersebut pada nomor 14, dan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah yang tersebut pada no. 30 dan hadits Abu Qatadah yang tersebut pada no. 11 di atas.
ﻟِﺣَدِﯾْثِ اَﺑِﻰ ھُرَﯾرَةَ ﻗَﺎلَ: ﻗَﺎلَ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم: اِذَا ﺗَﺷَﮭﱠدَ اَﺣَدُﻛُمْ ﻓَﻠْﯾَﺳْﺗَﻌِذْ ﺑِﺎp ﻣِنْ اَرْﺑَﻊٍ ﯾَﻘُولُ "اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اِﻧِّﻰ اَﻋُوذُﺑِكَ". اﻟﺣدﯾث. )رواه ﻣﺳﻠم ﻓﻰ ﺻﺣﯾﺣﮫ(. وَﻓِﯾﮫِ اَﯾْﺿًﺎ ﺑِﻠَﻔْظِ: اِذَا ﻓَرَغَ اَﺣَدُﻛُمْ ﻣِنَ اﻟﺗﱠﺷَﮭﱡدِ اﻵﺧِرِ ﻓَﻠْﯾَﺗَﻌَوﱠذْ ﺑِﺎpِ ﻣِنْ اَرْﺑَﻊٍ. )اﻟﺣدﯾث(
Lihatlah hadits Abu Hurairah yang tersebut pada nomor 14, dan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah yang tersebut pada no. 30 dan hadits Abu Qatadah yang tersebut pada no. 2 di atas. Dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Apabila salah seorang dari padamu bertasyahhuud, hendaklah minta perlindungan kepada Allah,dari empat perkara*), dengan berdo'a: "Allahumma inni a'udzubika" …….dan seterusnya hadits. Demikian pula dalam riwayat lain, dengan kalimat:’ Kalau selesai bertasyahud akhir, hendaklah meminta perlindungan dari empat perkara……seterusnya hadits.
ﻟِﺣَدِﯾْثِ اَﺑِﻰ دَاوُدَ وَاﻟﺗِّرْﻣِذِىِّ اﻟﻣُﺗَﻘَدﱠمِ ﻓِﻰ- -وَﻟِﺣَدِﯾثِ ﺳَﻌْدٍ ﻗَﺎلَ: ﻛُﻧْتُ اَرَى رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﯾُﺳَﻠِّمُ ﻋَنِ ﯾَﻣِﯾﻧِﮫِ وَﻋَنِ ﯾَﺳَﺎرِهِ ﺣَﺗﱠﻰ اَرَى ﺑَﯾَﺎضَ ﺧَدِّهِ. )رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِمٌ ﻓِﻰ ﺻَﺣِﯾﺣِﮫِ(.
Periksalah dalil yang etrsebut nomor 1. dan hadist dari sa’d: “ Saya melihat Rasulullah saw. Bersalam kearah kanan dan kearah kirinya, sampai kulihat putih pipinya.”(Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitabnya Shahihnya).
ﻟِﺣَدِﯾْثِ اَﺑِﻰ دَاوُدَ ﺑِﺎِﺳْﻧَﺎدٍ ﺻَﺣِﯾْﺢٍ ﻋَنْ وَاﺋِلِ ﺑْنِ ﺣُﺟْرٍ ﻗَﺎلَ: ﺻَﻠﱠﯾْتُ ﻣَﻊَ اﻟﻧﱠﺑِﻰِّ ﺻﻠﻌم ﻓَﻛَﺎنَ ﯾُﺳَﻠِّمُ ﻋَنْ ﯾَﻣِﯾﻧِﮫِ "اﻟﺳﱠﻼَمُ ﻋَﻠَﯾْﻛُمْ وَرَﺣْﻣَﺔُ ﷲِ وَ ﺑَرَﻛَﺎﺗُﮫُ". وَﻋَنْ ﺷِﻣَﺎﻟِﮫ " اﻟﺳﱠﻼَمُ ﻋَﻠَﯾْﻛُمْ وَرَﺣْﻣَﺔُ ﷲِ وَ ﺑَرَﻛَﺎﺗُﮫُ ")ﻗَﺎﻟَﮫُ ﻓِﻰ ﺑُﻠُوغِ اﻟﻣَرَامِ(.
Menurut hadits Abu Dawud dengan sanat shahih dari wail bin Hujur, katanya:” aku shalat bersama-sama Rasulullah saw. Maka beliau bersalam kekanannya dengan membaca:” Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa baraka-tuh”. (Tersebut dalam kitab Bulughul Maram).
ﻟِﺣَدِﯾْثِ اَﺑِﻰ ھُرَﯾرَةَ اﻟﻣُﺗَﻘَدﱠمِ ﻓِﻰ- -وَ ﻟِﺣَدِﯾْثِ وَاﺋِلِ ﺑْنِ ﺣُﺟْرٍ اﻟﻣُﺗَﻘَدﱠمِ ﻓِﻰ -
- Periksalah dalil nomor 38 nomor1 dan hadits Wail bin Hujur, nomor 40 tersebut di atas.
ﻟِﻌَدَمِ وُرُودِ اﻟﺣَدِﯾثِ ﻓِﻰ ذَاﻟِكَ ﻧَﻌَمْ ﻗَدْ رُوِىَ ﻋَنِ اﻟﻧﱠﺑِﻰِّ ﺻﻠﻌم اَﻣْرُهُ ﺑِﺿَمِّ اﻟﻣَرْأَةِ ﺑَﻌْﺿِﮭَﺎ اِﻟَﻰ ﺑَﻌْضٍ ﻓِﻰ اﻟﺻﱠﻼَةِ ﻛَﻣَﺎ ﻓِﻰ ﻣَﺧْرَجِ اَﺑِﻰ دَاوُدَ ﻋَنْ زَﯾْدِﺑْنِ اَﺑِﻰ ﺣَﺑِﯾْبٍ. اِﻻﱠ اَنﱠ ھَذَا اﻟﺣَدِﯾثَ ﻣُرْﺳَلٌ. )ﻗَﺎﻟَﮫُ ﻓِﻰ ﺳُﺑُلِ اﻟﺳﱠﻼَمِ اﻟﺟُزْءِ اﻻَوﱠلِ(.
Sebab tidak ada hadits tentang hal ini (perbedaan pria dan wanita dalam bershalat). Benar telah diriwayatkan dari Nabi sa.w. bahwa beliau menyuruh wanita supaya merapatkan setengah anggotanya kepada lainnya, dalam shalat, sebagai hadits Abu Dawud dari Zaid bin Abi Habib, hanya sahaja hadits ini mursal (sebagaimana yang tersebut dalam kitab SubulusSalam juz. Pertama).
Penjelasan Tambahan
1. Pada halaman 83 mengenai bunyi ungkapan:
ﻏﯾر اﻧك ﻻ ﺗﻘرأ اﻻ اﻟﻔﺎﺗﺣﺔ ﻓﻘط
(Kamu hanya cukup membaca Fatihah saja) dimaksudkan bahwa : ungkapan tersebut mengarah pada pengertian: a. Do'a Iftitah dibaca pada raka'at pertama saja. b. Pada raka'at ketiga dan keempat tidak dibaca surat lain.
2. Pada halaman 96 mengenai dalil hadits no. 30, dengan ungkapan
اﺳﺗﻔﺗﺢ اﻟﻘراءة ﺑﺎﻟﺣﻣد : رب اﻟﻌﺎﻟﻣﯾن وﻟم ﯾﺳﻛت
Ia memulai bacaan dengan "Alhamdu lilla-hi rabbil 'a-lami-n dan tidak diam dimaksudkan bahwa: Setelah orang berdiri dari raka'at pertama ia langsung tanpa do'a iftitah membaca Fatihah dengan pengertian bacaan Ta'awwudz dan Basmalah juga, sejalan dengan putusan Congres ke 19 di Minangkabau th. 1930 yang menyatakan bahwa ; a. Bacaan Ta'awwudz dan Basmalah tetap seperti yang tersebut dalam kitab ini, yakni dibaca dalam tiap raka'at (Lihat dalil yang tersebut no. 7 dan 8, muka 87 dan 88). b. Hal bacaan makmum tentang Fatihah ini wajib walaupun imam membaca dengan keras atau tidak. (Lihat dalil yang tersebut di atas no. 9 muka 88 dan 89)
1. ARTI UCAPAN, DO’A DAN BACAAN
ﷲ اَﻛْﺑَرُ اﻟﻠَﮭُمﱠ ﺑَﺎﻋِدْﺑَﯾْﻧِﻰ وَﺑَﯾْنَ ﺧَطَﺎﯾَﺎىَ ﻛَﻣَﺎ ﺑَﺎﻋَدْتَ ﺑَﯾْنَ اﻟﻣَﺷْرِقِ وَاﻟﻣَﻐْرِبِ. اﻟﻠَﮭُمﱠ ﻧَﻘِّﻧِﻰ ﻣِنَ اﻟﺧَطَﺎﯾَﺎ ﻛَﻣَﺎ ﯾُﻧَﻘِّﻰ اﻟﺛﱠوبُ اﻻَﺑْﯾَضُ ﻣِنَ اﻟدﱠﻧَسِ. اﻟﻠَﮭُمﱠ اﻏْﺳِلْ ﺧَطَﺎﯾَﺎىَ ﺑِﺎﻟﻣَﺎءِ وَاﻟﺛﱠﻠْﺞِ وَاﻟﺑَرَدِ.
Allahu Akbar Allah Maha Agung Allahumma. ba'id baini wa bainakhathayaya kama ba'adta bainal masyriqi walmaghrib.Allahumma naqqini minal khthaya kama yunaqqats tsaubul abyadlu mi naddanas. Allahum maghsil khathayaya bilmaI watstsalji wal barad. Ya Allah, jauhkanlah antaraku dan antara segala kesalahanku, sebagai mana Kau telah jauhkan antara Timur dan Barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana. diberihkannya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah, cucilah segala kesalahanku dengan air, salju dan air hujan beku.
وَﺟﱠﮭْتُ وَﺟْﮭِﻰَ ﻟِﻠﱠذِى ﻓَطَرَ اﻟﺳﱠﻣَوَاتِ وَ اﻻَرْضَ ﺣَﻧِﯾﻔًﺎ ﻣُﺳْﻠِﻣًﺎ وَﻣَﺎ اَﻧَﺎ ﻣِنَ اﻟﻣُﺷْرَﻛِﯾْن, اِنﱠ ﺻَﻼَﺗِﻰ وَﻧُﺳُﻛِﻰ وَﻣَﺣْﯾَﺎىَ وَﻣَﻣَﺎﺗِﻰ :ِ رَبِّ اﻟﻌَﺎﻟَﻣِﯾْنَ, ﻻَﺷَرِﯾْكَ ﻟَﮫُ وَﺑِذَاﻟِكَ اُﻣِرْتُ وَاَﻧَﺎ اَوﱠلُ اﻟﻣُﺳْﻠِﻣِﯾْنَ )وَاَﻧَﺎ ﻣِنَ اﻟﻣُﺳْﻠِﻣِﯾْنَ( اﻟﻠَﮭُمﱠ اَﻧْتَ اﻟﻣَﻠِكُ ﻻَ اِﻟَﮫَ اِﻻﱠ اَﻧْتَ, اَﻧْتَ رَﺑِّﻰ وَاَﻧَﺎ ﻋَﺑْدُكَ ظَﻠَﻣْتُ ﻧَﻔْﺳِﻰ وَاﻋْﺗَرَﻓْتُ ﺑَذَﻧْﺑِﻰ ﻓَﺎﻏْﻔِرْﻟِﻰ ذُﻧُوﺑِﻰ ﺟَﻣِﯾْﻌًﺎ ﻻَﯾَﻐْﻔِرُ اﻟذَُﻧُوبَ اِﻻﱠ اَﻧْتَ وَاھْدِﻧِﻰ ﻻَِﺣْﺳَنِ اﻻَﺧْﻼَقِ ﻻَﯾَﮭْدِى ﻻَِﺣْﺳَﻧِﮭَﺎ اِﻻﱠ اَﻧْتَ وَاﺻْرِفْ ﻋَﻧِّﻰ ﺳَﯾِّﺋَﮭَﺎ اِﻻﱠ اَﻧْتَ ﻟَﺑﱠﯾْكَ وَﺳَﻌْدَﯾكَ وَاﻟﺧَﯾْرُ ﻛُﻠﱡﮫُ ﻓِﻰ ﯾَدَﯾكَ وَاﻟﺷﱠرﱡ ﻟَﯾْسَ اِﻟَﯾْكَ, اَنَ ﺑِكَ وَاِﻟَﯾكَ, ﺗَﺑَﺎرَﻛْتَ وَﺗَﻌَﺎﻟَﯾْتَ اَﺳْﺗَﻐْﻔِرُكَ وَاَﺗَوبُ اِﻟَﯾكَ.
Wajahtu –wajhiya- lilladzi fatha ras- samawati wal ardla, hanifan muslimin wa ma ana minal musyrikin. Inna shalati wa nusuki wa ma.hyaya wa mamati lillahi-rabbil'alamin. La syarikalahu wa bidzalika umirtu wa ana. awwalul muslimin (minal muslimin). Allahumma antal maliku la-ilaha ilia anta, anta rabbi-wa ana 'abduka. Dhalamtu nafsiwa'taraftu bidzanbi faghfirli dzu nubi jam’an. la yaghfir-udz dzunuba illa anta. Wahdi-ni liah sanil akhlaqi, layahdi liahsanihailla anta. Washrif 'anni sayyiaha, la yashrifu 'anni sayyiaha illa anta. Labbaika wasa'daika wal khairu kulluhu fiyadaika wasy syarru laisa ilaika. Tabarakta 'wa ta'alaita astaghfiruka wa-atubu ilaika. Aku hadapkan wajahku, kehadapan. yang Maha Menjadikan semua langit dan bumi, dengan tulus hati dan menyerah diri dan aku bukanlah golonganorangorang musyrik. Sungguh shalatku, 'ibadahku, hidup dan matiku ada kepunyaan Tuhan yang menguasai semua 'alam, yang tidak bersyarikat dan bandingannya, maka dengan demikian aku diperintah dan aku menjadi orang yang mulamula berserahdiri (daripada orang-orang berserahdiri). Ya Allah, Engkaulah raja, yang tidak ada yang disembah melainkan Engkau. Engkaulah Tuhanku dan
aku inilah hambaMu, aku telah berbuat aniaya pada diriku dan mengakui dosaku. Maka ampunilah dosadosaku semua, yang mana tidak ada yang mengampuni dosa, selain Engkau. Dan berilah petunjukMu padaku, budipekerti yang bagus, yang mana tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepada bagusnya budipekerti selain Engkau. Dan jauhkan daripadaku kelakuan yang jahat,yang mana. tidak ada yang dapat menjauhkannya kecuali Engkau. Aku junjung dan aku turutlah perintah Engkau; sedang semua kebaikan itu ada pada tangan Engkau, dan kejahatan itu tidak kepada Engkau. Aku dengan Engkau dan kembali kepada Engkau Engkaulah yang Maha Memberkati dan Maha Mulia, aku mohon ampun dan bertobat pada Engkau.kitab shalat
اَﻋُوذُ ﺑِﺎ:ِ ﻣِنَ اﻟﺷﱠﯾْطَﺎنِ اﻟرﱠﺟِﯾْمِ
A'udzu billahi minasy syaitha nirrajim Aku balindung kepada Allah, dari syaithan yang terkutuk.
ﺑِﺳْمِ االلهﱠِ اﻟرﱠﺣْﻣَنِ اﻟرﱠﺣِﯾمِ
Bismillahirramanirra-him. Atas nama Allah, Maha Pemurah, Maha Pengasih
اﻟْﺣَﻣْدُ لِلَّهِ رَبِّ اﻟْﻌَﺎﻟَﻣِﯾنَ. اﻟرﱠﺣْﻣَنِ اﻟرﱠﺣِﯾمِ. ﻣَﺎﻟِكِ ﯾَوْمِ اﻟدِّﯾنِ. إِﯾﱠﺎكَ ﻧَﻌْﺑُدُ وَإِﯾﱠﺎكَ ﻧَﺳْﺗَﻌِﯾنُ. اھْدِﻧَﺎ اﻟﺻِّرَاطَ اﻟْﻣُﺳْﺗَﻘِﯾمَ. ﺻِرَاطَ اﻟﱠذِﯾنَ أَﻧْﻌَﻣْتَ ﻋَﻠَﯾْﮭِمْ ﻏَﯾْرِ اﻟْﻣَﻐْﺿُوبِ ﻋَﻠَﯾْﮭِمْ وَﻻَ اﻟﺿﱠﺎﻟِّﯾنَ.
Alhamdu lillahi Rabbil 'alamin Arrahmanir rahim. Maliki yau-middin. lyyaka na'budu wa iyya ka nasta'in. Ihdinash shirathal mustaqim, shirathal ladzina an'amta 'alaihim ghairil maghdlubi 'alaihim wa ladldlallin. Segala puji bagi Allah yang mengasuh semua 'alam. Yang Maha. Pemurah, Yang Maha 'Pengasih, Yang mengadilli pada hari Qiyarnat. Hanya Engkau yang aku sembah dan hanya Engkau yang aku mintai pertolongan. Tunjukkanlah aku kepada jalan yang lempang. Jalannya orang-orang yang Engkau beri kenikmatan, yang tidak dimurkai dan tidak sama sesat.
آﻣِﯾنَ
Kabulkanlah permohonanku !
ﺑِﺳْمِ االلهﱠِ اﻟرﱠﺣْﻣَنِ اﻟرﱠﺣِﯾمِ
Bismillahirramanirra-him. Atas nama Allah, Maha Pemurah, Maha Pengasih
وَاﻟْﻌَﺻْرِ. إِنﱠ اﻹِْﻧْﺳَﺎنَ ﻟَﻔِﻲ ﺧُﺳْرٍ. إِﻻﱠ اﻟﱠذِﯾنَ ءَاﻣَﻧُوا وَﻋَﻣِﻠُوا اﻟﺻﱠﺎﻟِﺣَﺎتِ وَﺗَوَاﺻَوْا ﺑِﺎﻟْﺣَقِّ وَﺗَوَاﺻَوْا ﺑِﺎﻟﺻﱠﺑْرِ.
Wal 'ashri innal insana lakhusrin. illal ladzina amanu wa 'amilush shalihati'wa tawa shaubil haqqi wa tawa shaubish-shabri. Demi selama waktu (Demi waktu Ashar). Sungguh manusia itu dalam kerugian. Kecuali orangorang yang beriman dan berbuat kebaikan serta pesan memesan kepada barang yang hak dan pesanmemesan kepada kesabaran
ﺑِﺳْمِ اللَّه اﻟرﱠﺣْﻣَنِ اﻟرﱠﺣِﯾمِ
Bismillahirramanirra-him. Atas nama Allah, Maha Pemurah, Maha Pengasih
أَرَأَﯾْتَ اﻟﱠذِي ﯾُﻛَذِّبُ ﺑِﺎﻟدِّﯾنِ. ﻓَذَﻟِكَ اﻟﱠذِي ﯾَدُعﱡ اﻟْﯾَﺗِﯾمَ. وَﻻَ ﯾَﺣُض ﱡ ﻋَﻠَﻰ طَﻌَﺎمِ اﻟْﻣِﺳْﻛِﯾنِ. ﻓَوَﯾْلٌ ﻟِﻠْﻣُﺻَﻠِّﯾنَ. اﻟﱠذِﯾنَ ھُمْ ﻋَنْ ﺻَﻼَﺗِﮭِمْ ﺳَﺎھُونَ. اﻟﱠذِﯾنَ ھُمْ ﯾُرَاءُونَ. وَﯾَﻣْﻧَﻌُونَ اﻟْﻣَﺎﻋُونَ.
Araaitalladzi yukadzdzibu biddin. Fadzalikal ladzi yadu ul-yatim. Walayahudldlu'ala tha'amil miskin. Fawailul lil mushallin, alladzinahum 'an, shalatihim sahun. Alladzinahum yu- rauna wa yam na'unal ma'un Sudahkah Engkau lihat, orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menyianyiakan anak yatim, dan tidak mengajak untuk memberi makan orang miskin Maka siksa Wail kepada orangorang yang shalat. Yang mana mereka lupa akan shalatnya. Yang sama purapura saja. Dan yang tidak mau memberikan pertolongan.
ﺑِﺳْمِ اللَّه اﻟرﱠﺣْﻣَنِ اﻟرﱠﺣِﯾمِ
Bismillahirramanirra-him. Atas nama Allah, Maha Pemurah, Maha Pengasih
إِﻧﱠﺎ أَﻋْطَﯾْﻧَﺎكَ اﻟْﻛَوْﺛَرَ. ﻓَﺻَلِّ ﻟِرَﺑِّكَ وَاﻧْﺣَرْ. إِنﱠ ﺷَﺎﻧِﺋَكَ ھُوَ اﻷَْﺑْﺗَرُ.
Innaa'thainakal kautsar. Fashalli rabbika wanhar. Inna syaniakahuwal abtar. Sesungguhnya Kami (Allah) telah memberikan kebaikan yang sangat banyak. Maka shalatlah engkau untuk Tuhanmu dan sembelihlah (qurban). Sesungguhnya musuhmu itulah yang hancur.
ﺑِﺳْمِ اللَّه اﻟرﱠﺣْﻣَنِ اﻟرﱠﺣِﯾمِ
Bismillahirramanirra-him. Atas nama Allah, Maha Pemurah, Maha Pengasih
إِذَا ﺟَﺎءَ ﻧَﺻْرُ اللَّه وَاﻟْﻔَﺗْﺢُ. وَرَأَﯾْتَ اﻟﻧﱠﺎسَ ﯾَدْﺧُﻠُونَ ﻓِﻲ دِﯾنِ اللَّه أَﻓْوَاﺟًﺎ. ﻓَﺳَﺑِّﺢْ ﺑِﺣَﻣْدِ رَﺑِّكَ وَاﺳْﺗَﻐْﻔِرْهُ إِﻧﱠﮫُ ﻛَﺎنَ ﺗَوﱠاﺑًﺎ.
diturunkan di Makkah Surat An-Nashr Ayatnya ada tiga (Tiga ayat). idza jaa nashrullahi wal fateh Wa roaitan nasa yad khuluna fi-dinillahi afwajan , fa sabbih-bihamdi rabbika wastaghfirhu innahu.kanat tawwaba. Apabila sudah datang pertolongan Allah dan waktu kemenangan. Dan engkau lihat orang banyak berduyunduyun masuk Agama Allah. Maka Maha Sucikanlah dengan memuji Tuhamnu serta minta ampunlah: Sungguh Tuhan itu maha Mengampuni.
ﺑِﺳْمِ اللَّه اﻟرﱠﺣْﻣَنِ اﻟرﱠﺣِﯾمِ
Bismillahirramanirra-him. Atas nama Allah, Maha Pemurah, Maha Pengasih
ﻗُلْ ھُوَ اللَّهُ أَﺣَدٌ. اللَّهُ اﻟﺻﱠﻣَدُ. ﻟَمْ ﯾَﻠِدْ وَﻟَمْ ﯾُوﻟَدْ. وَﻟَمْ ﯾَﻛُنْ ﻟَﮫُ ﻛُﻔُوًا أَﺣَدٌ.
diturunkan di Makkah Surat Al-Ikhlas Ayatnya ada 4 (Emp4t ayat)QuI huwallahu ahad. Allahush shamad. Lam yalid walam yulad Walam yakullahu kufuwan ahad. Kau katakanlah: Allah itu Esa. Allah itu yang dihajati. Tidak berputera dan tidak diputerakan. Serta tidak ada bandingnya.
ﺳُﺑْﺣَﺎﻧكَ اﻟﻠﱠﮭُمﱠ رَﺑﱠﻧَﺎ وَﺑِﺣَﻣْدِكَ اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻏْﻔِرْﻟِﻰ
Subhanakallahumma rabbana wabi-hamdika allahummaghfirli. Maha Suci Engkau, Ya Allah ! Dan dengan memuji kepada Engkau, ya Allah! aku memohon ampun
ﺳُﺑْﺣَﺎنَ رَﺑِّﻰَ اﻟﻌَظِﯾمِ
Subhana rabbiyal 'adhim Maha suci Tuhanku, Yang Maha. Agung.
ﺳُﺑﱡوحٌ ﻗُدﱡوسٌ رَبﱡ اﻟﻣَﻼَﺋِﻛَﺔِ وَاﻟرﱡوحِ
Subbu-hun quddu-sur rabbul Malaikati warruh. Maha Suci, Maha Kudus, Tuhannya sekalian Malaikat dan Ruh (jibril).
ﺳَﻣِﻊَ ﷲُ ﻟِﻣَنْ ﺣَﻣِدَهُ رَﺑﱠِﻧَﺎ وَﻟَكَ اﻟﺣَﻣْدُ
Sami'allahu liman hamidah, rabbanawalakalhamd. Semoga Tuhan Allah mendengar orang yang memujinya Tuhanku ! Dan segala. puji itu bagi Engkau!
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ رَﺑﱠِﻧَﺎَﻟَكَ اﻟﺣَﻣْدُ ﻣِلْءُ اﻟﺳّﻣَوَاتِ وَﻣِلْءَ اﻻَرْضِ وَﻣِلْءَ ﻣَﺎﺷِﺋْتَ ﻣِنْ ﺷَﯾْﺊٍ ﺑَﻌْدُ
Allahumma rabbanalakalhamdu mil as samawati wa mil ardhi wa mil a masyi'ta min syai in ba'du Ya Allah, Tuhanku, bagi Kau segala puji, sepenuh semua langit, sepenuh bumi dan sepenuh semua apa yang Kau sukai dari sesuatu apapun
رَﺑﱠِﻧَﺎ وَﻟَكَ اﻟﺣَﻣْدُ ﻛَﺛِﯾْرًا طَﯾِّﺑًﺎ ﻣُﺑَﺎرَﻛًﺎ ﻓِﯾﮫِ.
Rabbana wa lakathamdu ham dan katsiran thayyiban mubara-kan fihitun' Ya Tuhanku, bagi Kaulah segala puji, pujian yang banyak, baik dan memberkati.
ﺳُﺑْﺣَﺎﻧكَ اﻟﻠﱠﮭُمﱠ رَﺑﱠﻧَﺎ وَﺑِﺣَﻣْدِكَ اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻏْﻔِرْﻟِﻰ
Subhanakallahumma rabbana-wa bihamdikallahummaghfirli.
Maha Suci Engkau, Ya Allah, dan dengan mernuji kepada Engkau, Ya Allah, aku memohon ampun
ﺳُﺑْﺣَﺎنَ رَﺑِّﻰَ اﻻَﻋْﻠَﻰ
Subhana rabbiyal a'la Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.
ﺳُﺑﱡوحٌ ﻗُدﱡوسٌ رَبﱡ اﻟﻣَﻼَﺋِﻛَﺔِ وَاﻟرﱡوحِ
Subbuhun 'quddusur rabbul malaikati warruh Maha Suci, Maha Kudus,Tuhannya sekalian' Malaikat dan Ruh (Jibril).
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻏْﻔِرْﻟِﻰ وَارْﺣَﻣْﻧِﻰ وَاﺟْﺑُرْﻧِﻰ وَاھْدِﻧِﻰ وَارْزُﻗْﻧِﻰ
Allahummaghfirli warhamni wajburni wahdini watzuqni Ya Allah, ampunilah aku, belas kasihanilah aku, cukupilah aku, kilah aku dan berilah rezeki kepadaku
اﻟﺗﱠﺣِﯾﱠﺎتُ :ِ وَاﻟﺻﱠﻼَةُ وَاﻟطﱠﯾِّﺑَﺎتُ. اﻟﺳّﻼَمُ ﻋَﻠَﯾْكَ اَﯾﱡﮭَﺎ اﻟﻧّﺑِﻰﱡ رَﺣْﻣَﺔُ ﷲ وَﺑَرَﻛَﺎﺗُﮫُ. اﻟﺳﱠﻼَمُ ﻋَﻠَﯾْﻧَﺎ وَﻋَﻠَﻰ ﻋَﺑَﺎدِ ﷲ اﻟﺻ•ﺎﻟِﺣِﯾنَ. اَﺷْﮭَدُ اَنْ ﻻَ اِﻟَﮫَ اِﻻﱠ ﷲ وَ اَﺷْﮭَدُ اَنﱠ ﻣُﺣَﻣﱠدًا ﻋَﺑْدُهُ وَرَﺳُوﻟُﮫُ
Attahiya-tu lilla-h washshlawatu waththayyiba-t.Assalamu’ala-ika ayyuhan nabiyyu wa rahmatul-lahiwa barakatuh. Assalamualaina wa Iala ibadillahish-sha-lihin. Asyhadu alla illallah wa asyhadu anna Muhammadan'abduhu wa rasuluh. Segala kehormatan, kebahagiaan dan kebagusan adalah kepunyaan* Allah. Semoga keselamatan bagi engkau, ya Nabi Muhammad, beserta rahmat dan kebahagiaan Allah. Mudahmudahan keselamatan juga bagi kita sekalian dan hambahamba Allah yang baikbaik. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba Allah dan Utusan-Nya.
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ ﺻَلِّ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ وَ ﻋَﻠَﻰ اَلِ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ, ﻛَﻣَﺎ ﺻَﻠﱠﯾْتَ ﻋَﻠَﻰ اِﺑْرَاھِﯾمَ وَ ﻋَﻠَﻰ اَلِ اِﺑْرَاھِﯾمَ. وَﺑَﺎرِكْ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ وَ اَلِ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ ﻛَﻣَﺎ ﺑَﺎرَﻛْتَ ﻋَﻠَﻰ اِﺑْرَاھِﯾمَ وَ اَلِ اِﺑْرَاھِﯾمَ. اِﻧﱠكَ ﺣَﻣِﯾدٌ ﻣَﺟِﯾد اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اِﻧّﻰ ظَﻠَﻣْتُ ﻧَﻔْﺳِﻰ ظُﻠْﻣًﺎ ﻛَﺛِﯾرًا وَﻻَ ﯾَﻐْﻔِرُ اﻟذﱡﻧُوبَ اِﻻﱠ اَﻧْتَ ﻓَﺎﻏْﻔِرْﻟِﻰ ﻣَﻐْﻔِرَةً ﻣِنْ ﻋِﻧْدِكَ وَارْﺣَﻣْﻧِﻰ اِﻧﱠكَ اَﻧْتَ اﻟﻐَﻔُورُ اﻟرﱠﺣِﯾمُ.
Allahumma shalli 'alaMuham.mad, wa'ala ali Muhammad, ka mashallaita 'ala Ibrahim wa ali Ibrahim, wa barik 'alaMuhammad wa ali Muhammad, kamabarakta 'ala Ibrahim ali Ibrahim. Innaka hamid majd. Ya, Allah, limpahkan kemurahanMu kepada Muhammad dan keluarnya,. sebagaimana Kau telah limpahkan kepada, Ibrahim keluarganya. Berkahilah Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Kau telah berkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnyalah Engkau Yang Maha Terpuji dan Maha Mulia.
اﻟﻠﱠَﮭُمﱠ اِﻧِّﻰ اَﻋُوذُﺑِكَ ﻣِنْ ﻋَذَابِ ﺟَﮭَﻧﱠمَ وَﻣِنْ ﻋَذَابِ اﻟﻘَﺑْرِ وَﻣِنْ ﻓِﺗْﻧَﺔِ اﻟﻣَﺣْﯾَﺎ وَاﻟﻣَﻣَﺎتِ وَﻣِنْ ﺷَرِّ ﻓِﺗْﻧَﺔِ اﻟﻣَﺳِﯾﺢِ اﻟدﱠﺟﱠﺎلِ ٌ
Allahumma inni a’udzubika min 'adzabi jahannama wa min fitnatil mahya walmamati wa min syarri-fitnatil masihid dajjal. Ya Allah ! aku berlindung kepada Engkau dari siksa Jahannam dan dari siksa qubur, begitu juga dari fitnah hidup dan mati, serta dari jahatnya fitnah Dajjal (Pengembara yang Dusta).
اﻟﺳﱠﻼَمُ ﻋَﻠَﯾْﻛُمْ وَرَﺣْﻣَﺔُ ﷲ وَﺑَرَﻛَﺎﺗُﮫُ
Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.Assalamu lalaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Berbahagialah kamu sekalian dengan rahmat dan berkah Allah
اﻟﺳﱠﻼَمُ ﻋَﻠَﯾْﻛُمْ وَرَﺣْﻣَﺔُ ﷲ وَﺑَرَﻛَﺎﺗُﮫُ
Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.Assalamu lalaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Berbahagialah kamu sekalian dengan rahmat dan berkah Allah
اﻟﻠﱠَﮭُمﱠ اِﻧِّﻰ ظَﻠَﻣْتُ ﻧَﻔْﺳَﻰ ظُﻠْﻣًﺎ ﻛَﺛِﯾْرًا وَﻻَ ﯾَﻐْﻔِرُ اﻟذَُﻧُوبَ اِﻻﱠ اَﻧْتَ ﻓَﺎﻏْﻔِرْﻟِﻰ ﻣَﻐْﻔِرَةً ﻣِنْ ﻋِﻧْدِكَ وَارْﺣَﻣْﻧِﻰ اِﻧﱠكَ اَﻧْتَ اﻟﻐَﻔُورُ اﻟرﱠﺣِﯾْمِ.
Allahumma inni dhalamtu naf-si dhulman katsiran, wa la Yaghfi rudz dzunuba illa anta- faghfirli maghfiratan min 'indika warhamniarhamni innaka antal ghafu-rur rahim. Ya Allah, aku sudah banyak menganiaya diriku, dan tiada yang dapat mengampuni dosa, selain Engkau. Maka ampunilah aku dan kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pengampun dan Penyayang.

