putusan
KITAB SHALAT BAGIAN 03 SHALAT TATHAWWU
KITAB SHALAT
03 SHALAT TATHAWWU
B. KITAB SHALAT-SHALAT TATHAWWU’
ﻣُﻘَدِّﻣَﺔٌ ﺑﺳم ﷲ اﻟرﺣﻣن اﻟرﺣﯾم ﻗَﺎلَ اللَّهُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ: ﯾَﺎأَﯾﱡﮭَﺎ اﻟﱠذِﯾنَ آﻣَﻧُوا ارْﻛَﻌُوا وَاﺳْﺟُدُ وَاوَاﻋْﺑُدُ وَارَﺑﱠﻛُمْ وَاﻓْﻌَﻠُوا اﻟﺧَﯾْرَ ٧٧ : ﺞَﺣْﻟا ) . َنوُﺣِﻠْﻔُﺗ ْمُﻛﱠﻠَﻌﻟ ( . ا ِلوُﺳَر ﻲِﻓ ْمُﻛَﻟ َنﺎَﻛ ْدَﻘَﻟ : ﺎًﺿْﯾَأ َلﺎَﻗَوالله وُﺟْرَﯾ َنﺎَﻛ ْنَﻣِﻟ ٌﺔَﻧَﺳَﺣ ٌةَوْﺳا ِﱠ اللَّه وَاﻟْﯾَوْمَ اﻵْﺧِرَ وَذَﻛَرَ ﷲَ ﻛَﺛِﯾرًا . ) اﻷَْﺣْزَابُ : )٢( . رَوَى ﻣُﺳْﻠِمٌ ﻣِنْ ﺣَدِﯾثِ رَﺑِﯾﻌَﺔَ ﺑْنِ ﻛَﻌَبٍ اﻻﺳﻠﻣﻲ ﻗَﺎلَ : ﻛُﻧتُ أَﺑَﯾْتُ ﻣَﻊَ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻓَﺄَﺗَﯾْﺗَﮫُ ﺑِوُﺿُوﺋِﮫِ وَﺣَﺎﺟَﺗِﮫِ ﻓَﻘَﺎلَ ﻟِﻲ ﺳَلِّ! ﻓَﻘُﻠْتُ: أَﺳْﺄَﻟُكَ ﻣُرَاﻓَﻘَﺗَكَ ﻓِﻲ اﻟْﺟَﻧﱠﺔِ . ﻗَﺎلَ : اوَ ﻏَﯾْرَ ذَﻟِكَ ؟ ﻗُﻠْتُ : ھُوَ ذَاكَ ﻗَﺎلَ: ﻓَﺄَﻋِﻧِّﻲ ﻋَﻠَﻰ ﻧَﻔْﺳِكَ ﺑِﻛَﺛْرَةِ اﻟﺳﱡﺟُودِ .
وَﻓِﻲ ﺣَدِﯾثِ طَﻠْﺣَﺔَ ﺑْنِ ﻋُﺑَﯾْدِ اللَّه ﻗَﺎلَ ﺟَﺎءَ رَﺟُلٌ إِﻟَﻰ رَﺳُولِ اللَّه ﺻﻠﻌم ﻣِنْ أَھْلِ ﻧَﺟَدٍ ﻧَﺎﺋِرَ اﻟرﱠأْسِ ﻧَﺳْﻣَﻊُ دَوِيﱠ ﺻَوْﺗِﮫِ وَﻻَ ﺗَﻔَﻘَﮫُ ﻣَﺎ ﯾَﻘُولُ ﺣَﺗﱠﻰ دَﻧَﺎ ، ﻓَﺈِذَا ھُوَ ﯾَﺳْﺄَلُ ﻋَنِ اﻹِْﺳْﻼَمِ ﻓَﻘَﺎلَ رَﺳُولُ اللَّه ﺻﻠﻌم : ﺧَﻣْسُ ﺻَﻠَوَاتٍ ﻓﻲ اﻟﯾوم وَاﻟﻠﱠﯾْﻠَﺔِ ، ﻓَﻘَﺎلَ : ھَلْ ﻋَﻠَﻰ ﻏَﯾْرُھَﺎ ؟ ﻗَﺎلَ : ﻻَ إِﻻﱠ أَنْ ﺗَطَوﱠعَ اﻟْﺣَدِﯾثَ ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ( . وَﻓِﻲ ﺣَدِﯾثِ ﺗَﻣِﯾمِ اﻟدﱠارِيِّ ﻋَنِ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم أَﻧﱠﮫُ ﻗَﺎلَ : أَوﱠلَ ﻣَﺎ ﯾُﺣَﺎﺳَبُ ﺑِﮫِ اﻟْﻌَﺑْدُ ﯾَوْمَ اﻟﻘِﯾَﺎﻣَﺔِ ﺻَﻼَﺗُﮫُ ﻓَﺈِنْ ﻛَﺎنَ أَﺗَﻣَﮭَﺎ ﻛُﺗِﺑَتْ ﻟَﮫُ ﺗَﺎﻣﱠﺔً، وَإِنْ ﻟَمْ ﯾَﻛُنْ أَﺗَﮭَﺎ ﻗَﺎلَ اللَّهُ ﻟِﻣَﻼَﺋِﻛَﺗِﮫِ اﻧظُرُ وَاھَلْ ﺗَﺟِدُونَ ﻟِﻌَﺑْدِي ﻣِنْ ﺗَطَوﱠعَ ﻓَﺗَﻛْﻠُونَ ﺑِﮭَﺎ ﻓَرِﯾﺿَﺗَﮫُ ؟ ﺛُمﱠ اﻟزﱠﻛَﺎةَ ﻛَذَﻟِكَ ﺛُمﱠ ﺗُؤْﺧَذُ اﻷَْﻋْﻣَﺎلُ ﺣَﺳْبَ ذَﻟِكَ . ) رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ وَأَﺑُو دَاوُدَ وَاﺑْنُ ﻣَﺎﺟَﺔ وَاﻟْﺣَﺎﻛِمُ (
.
وَﻋَنْ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ رَضِ ﻗَﺎلَ: ﻗَﺎلَ رَﺳُولَ اللَّه ﺻﻠﻌم إِنﱠ اللَّه ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻗَﺎلَ ﻣَنْ ﻋَﺎدَى ﻟِﻲ وَﻟِﯾ‚ﺎ ﻓَﻘَدْ آذﻧﺗﮫُ ﺑِﺎﻟْﺣَرْبِ، وَﻣَﺎ ﺗَﻘَرَبَ إِﻟَﻰ ﻋَﺑْدِي ﺑِﺷَﻲْءٍ اﺣَبﱠ إِﻟَﻲﱠ ﻣِﻣﱠﺎ اﻓْﺗَرَﺿْتُ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ، وَﻣَﺎ ﯾَزَالُ ﻋَﺑْدِي ﯾﺗﻘرب إِﻟَﻰ ﺑِﺎﻟﻧﱠوَاﻓِلِ ﺣَﺗﱠﻰ أُﺣِﺑﱠﮫُ ﻓَﺈِذَا أَﺣْﺑَﺑْﺗُﮫُ ﻛُﻧْتُ ﺳَﻣْﻌَﮫُ اﻟذِي ﯾَﺳْﻣَﻊُ ﺑِﮫِ وَﺑَﺻَرَهُ اﻟﱠذِي ﯾُﺑْﺻِرُ ﺑِﮫِ وَﯾَدَهُ اﻟﺗِﻲ ﯾَﺑْطِشُ ﺑِﮭَﺎ وَرِﺟْﻠَﮫُ اﻟﱠﺗِﻲ ﯾَﻣْﺷِﻲ ﺑِﮭَﺎ وَإِنْ ﺳَﺄَﻟَﻧِﻲ أَﻋْطَﯾْﺗُﮫُ وَﻟَﺋِنِ اﺳْﺗَﻌَﺎذَﻧِﻲ ﻻَ ﻋِﯾذَﻧﱠﮫُ : ) رَوَاهُ اﻟْﺑُﺧَﺎرِي ( . وَأَﺧْرَجَ أَﺑُودَاوُدَ ﻣِنْ ﺣَدِﯾثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ رَضِ أَنﱠ رَﺳُولَ اللَّه ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ : اﺧْﻠَﻔُوا ﻣِنَ اﻟْﻌَﻣَلِ ﻣَﺎ ﺗُطِﯾﻘُونَ ﻓَﺈِنﱠ اللَّه ﻻَ ﯾَﻣَلٌ ﺣَﺗﱠﻰ ﺗَﻣَﻠﱡوْا ﻓَﺈِنﱠ اﺣَبﱠ اﻟْﻌَﻣَلِ إِﻟَﻰ اللَّه أَدْوَﻣُﮫُ وَإِنْ ﻗَلﱠ وَﻛَﺎنَ إِذَا ﻋَﻣِلَ ﻋَﻣَﻼً أَﺛْﺑَﺗَﮫُ.
PENDAHULUAN
Bismillahhirrahmanirrahim (Dengan nama Allah Maha pengnyayang, Maha pengasih) Firman Allah Ta’ala: “Wahai orang-orang yang beriman! Ruku’, sujud dan sembahlah Tuhanmu serta bebuatlah kebaikan supaya kamu berbahagia”. (Quran surat Haj ayat 77). Dan firman Allah Ta’ala: “Benar-benar adalah ada pada Rasulullah itu percontohan yang bagus bagi kamu sekalian, bagi yang mengharapkan (ridla) Allah dan (kebahagiaan) Hari Kemudian dan banyak ingatnya kepada Allah”. (Quran surat Ahzab ayat 21). Diriwayatkan oleh Muslim sebagian dari hadits Rabi’ah bin Ka’ab Aslami yang berkata: “Adalah aku bermalam di tempat Rasulullah saw, maka aku membawakan air wudlunya dan keperluan hajatnya. Maka sabda Rasulullah saw: (Engkau mengharap apa?), mohonlah!”. Maka aku menjawab:”Aku mohon menyertai kau di dalam Syurga. “Sabda nabi saw. pula: “Atau ada lainnya lagi?” Aku jawab: “ Itu sajalah!” Maka sabda Nabi saw: “Bantulah aku, untuk dirimu dengan memperbanyak sujud (shalat)!”. Ada lagi hadist Thalhah bin “Ubaidilah yang berkata: “Telah menghadap kepada Rasulullah saw, seorang lelaki dari Ahli najeb yang tidak teratur rambutnya, yang mana kami dengar suaranya tetapi kami tidak mengerti apa yang dikatakannya, sehingga mendekati Rasulullah saw dan tiba-tiba menanyakan tentang Islam. Maka Rasulullah saw manjawab: “ Shalat lima waktu dalam sehari semalam.” Maka menanya pula: “Adakah kewajibanku lagi selainnya ?” Jawab Nabi saw :”Tidak ada, kecuali kalau engkau bertathawwu’ (menambah shalat sunnat).....” seterusnya hadits. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan muslim). Dan hadits Tamim Addari dari Nabi saw bersabda: “Perbuatan orang yang pertama kali dihisap (diteliti) kelak Hari Qiyamat ialah tentang shalatnya. Maka jika ia telah kerjakan dengan sempurna, dicatat baginya sempurna. Tetapi jika ia tidak kerjakan dengan sempurna, maka Allah akan berkata kepada Malaikat-Nya:”Periksalah ! Apakah kamu dapati perbuatan tathawwu’ bagi hambaku untuk kamu lengkapkan dengannya shalat fardlunya?”. Demikian juga tentang zakat, lalu diperhitungkan segala perbuatan semacam itu.” (diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Hakim). Dan hadits lagi dari Abu Hurairah yang berkata bahwa Rasulullah saw, bersabda: “ Seseungguhnya Allah Ta’ala berfirman : “Barang siapa memusuhi seseorang kakasihku,
maka Aku nyatakan perang kepadanya. Dan tiada sesuatu yang lebih Aku sukai bagi hambaKu, labih dari hal yang aku wajibkan padanya. Dan hambaKu yang selalu mendekatkan kepadaKu enggan segala perbuatab sunnat, pasti Aku sayangi dia. Maka apabila Aku sayangi dia, Aku jadi pendengarnya untuk mendengar, penglihatannya untuk melihat, tangannya untuk mengerjakan sesuatu dan kakinya untuk berjalan. Dan kalau dia mohon kepadaKu, akan Ku berikan dia dan kalau ia berlindung kepadaKu, paati Aku lindungi dia” (Diriwayatkan oleh Bukahri). Dan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari ‘Aisyah ra. Bahwa Rasulullah saw. bersabda : “Bebanilah (kuat-kuatlah) dirimu dengan ‘amalan sekuasamu, karena Tuhan Allah tidak akan jemu, sehingga kamu sendiri merasa jemu. Dan sesungguhnya Allah ialah yang tetap terus-menerus, meskipun sedikit. Dan adalah Rasulullah saw, itu apabila melakukan sesuatu, beliau kerjakan dengan tetap.
ﺗﻣﮭﯾد ﺻَﻠَوَاتُ اﻟﺗﱠطَوﱠعُ اﻟْﻣَﺄْﺗُورَةُ ﻛَﻣَﺎ دَﻟﱠتْ ﻋَﻠَﯾْﮫِ اﻷَْﺣَﺎدِﯾثُ ھِﻲَ : 1 - ﺳُﻧﱠﺔُ اﻟْوُﺿُوءِ ، وَ - ٢ - رَﻛْﻌَﺗَﺎنِ ﺑَﯾْنَ اﻵذَاﻧَﯾْنِ ، وَ-٣ - ﺗَﺣِﯾﱠﺔُ اﻟﻣَﺳْﺟِدِ، وَ ٠٤ - َو ، ِبِﻧاَوﱠرﻟا ُةَﻼَﺻ- ٥ - َو ، ِلْﯾﱠﻠﻟا ُةَﻼَﺻ- ٦ - َو ، ﻰَﺣِّﺻﻟا ُةﻼﺻ- ٧- و ِرَﻔﱠﺳﻟا ُةَﻼَﺻ-
-
ﺻَﻼَةُ اﻹِْﺳْﺗِﺧَﺎرَةِ ، وَ - - َو ، ِنْﯾَدﯾِﻌْﻟا ُةَﻼَﺻ- ٠١ - ُةَﻼَﺻ َو ، ِنْﯾَﻓوُﺳَﻛْﻟا- - ﺻَﻼَةُ اﻹِْﺳْﺗِﺳْﻘَﺎءِ . ﺗَطَﮭﱠرْ ﻟِﮭَذِهِ اﻟْﻣَﺳْﺋُوﻧَﺎتِ طُﮭُورَكَ ﻟِﻠْﻔَرَاﺋِضِ )1 ( وَﺻَﻠِّﮭَﺎ ﻓِﻲ اﻟْﺑَﯾْتِ )٢( وَﻻَ ﻣَﺎﻧِﻊَ ﻓِﻲ ﻏَﯾْرِهِ إِﻻﱠ ﻣَﺎ ﺧَﺻﱠصَ اﻟﺷﱠﺎرِعُ ﻣِﻧْﮭَﺎ وَﯾَﺟُوزُ ﻋَﻠَﻰ اﻟرﱠاﺣِﻠَﺔِ ﻓِﻲ اﻟﺳﱠﻔَرِ أَﯾْﻧَﻣَﺎ ﺗوﺟﮭت )٤( وَﻟَكَ أَنْ ﺗُﺻَﻠِّﯾﱠﮭَﺎ ﻣُﻧْﻔَرِدًا وَﻓِﻲ ﺟَﻣَﺎﻋَﺔٍ ، ﻗَﺎﺋِﻣًﺎ ﻛُﻧتَ أَوْﻗَﺎﻋِدًا أَوْ ﺑَﻌْﺿَﮭَﺎ ﻗَﺎﺋِﻣًﺎ وَﺑَﻌْﺿَﮭَﺎ ﻗَﺎﻋِدًا وَاﻟْﻘِﯾَﺎمُ ﻓِﯾﮭَﺎ أَﻓْﺿَلُ اﻷَﻟِﻌُذْرِ ، وَإِنْ ﻛُﻧتَ ﻓِﻲ ﺟَﻣَﺎﻋَﺔٍ ﻓَﺻَلِّ ﻣَﻊَ اﻹِْﻣَﺎمِ ﻛَﻣَﺎ ﯾُﺻَﻠِّﯾْﮭَﺎ ، إِنْ ﻗَﺎﺋِﻣًﺎ ﻓَﺻَلِّ ﻣَﻌَﮫُ ﻗَﺎﺋِﻣًﺎ وَإِنْ ﻗَﺎﻋِدًا ﻓَﻘَﺎﻋِدًا ) وَﻟَكَ ﻓِﻲ اﻟﻠﱠﯾْلِ أن ﺗَﺟْﮭَرَ ﺑِﺎﻟْﻘِرَاءَةِ أَوْ ﺗَﺳِرَھَﺎ، وَﯾَﺣْﺳُنُ ﺑِكَ اﻟْوَﺳَط )٨( وَإِذَا أَرَدْتَ اﻟْﻣَﻛْﺗُوﺑَﺔَ ﺑَﻌْدَ اﻧْﻘِﺿَﺎﺋِﮭَﺎ - أَوِ اﻟْﻌَﻛْسَ - ﻓَﺎﻓْﺻِلْ ﺑَﯾْﻧَﮭُﻣَﺎ ﺑِﺎﻟْﻛَﻼَمِ أَوِ اﻟْﺧُرُوجِ ) ﺑِﻧَﺣْوِ اﻻﻧﺗﻘﺎل( )9
( .
PENGANTAR
Shalat-shalat Tathawwu’ yang berdasarkan tuntunan dari Nabi saw. yang berdalil hadits yang shahih, ialah ; 1. Shalat sesudah wudlu, 2. Shalat antara adzan dan qamat, 3. Shalat Tahiyat
(hormat ketika masuk) masjid, 4. Shalat Rawatib, 5. Shalat Malam 6. Shalat Dluha, 7. Shalat akan bepergian, 8. Shalat Istikharah (mohon dipilihkan), 9. Shalat kedua hari raya (Fitrah dan Adlha), 10. Shalat Gerhana Dua (matahari dan bulan) dan 11. Shalat Istisqa’ (mohon hujan). Berwudlulah untuk shalat sunat, sunat itu sebagaimana shalat fardlu171 (1). Dan kerjakanlah shalat-shalat tersebut di rumah, meskipun tidak ada larangan di lain tempat172 (2); dikecualikan shalat yang sudah ditentukan oleh Syara’173 (3). Dan boleh dikerjakan di atas
ﻟِﺣَدِﯾثِ ﻋَﻠِﻲِّ رَضِ ﻗَﺎلَ: ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻم ﻣِﻔْﺗَﺎحُ اﻟﺻﱠﻼَةِ اﻟطﱠﮭُورُ وَﺗَﺣْرِﯾﻣُﮭَﺎ اﻟﺗﱠﻛْﺑِﯾرُ وَﺗَﺧْﻠِﯾﻠُﮭَﺎ اﻟﺗﱠﺳْﻠِﯾمُ . رَوَاهُ أَﺑُو دَاوُدَ(. وَاﻟﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ ﻗَﺎلَ إِﻧِّﻲ ﺳَﻣِﻌْتُ رَﺳُولَ ﷲ ﺻﻠﻌم ﯾَﻘُولُ: ﻻَ ﺗُﻘْﺑَلُ ﺻَﻼَةٌ ﺑِﻐَﯾْرِ طَﮭُورٍ وَﻻَ ﺻَدَﻗَﺔٌ ﻣِنْ ﻏُﻠُولٍ : )رَوَاهُ ﻣُﺳْمٌ(
Karena hadits “Ali ra. Yang berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Kunci shalat itu thaharah (suci dari hadats), permulaannya takbir dan penutupnya salam”. (Diriwayatkan olah Abu Dawud). Dan hadits Ibnu Umar yang berkata: Aku pernah dengar Rasulullah saw bersabda: “Tidak diterima shalat tanpa wudlu dan tidak diterima sedekah dari hasil serobotan (rampasan)”. (Diriwayatkan oleh Muslim).
ﻟِﺣَدِﯾثِ زَﯾْدِ ﺑْنِ ﺛَﺎﺑِتٍ رَض أَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱠ ﺻرم ﻗَﺎلَ : أَﻓْﺿَلُ اﻟﺻﱠﻼَةِ ﺻَﻼَةُ اﻟْﻣَرْءِ ﻓِﻲ ﺑَﯾْﺗِﮫِ اﻻ اﻟْﻣَﻛْﺗُوﺑَﺔَ . رَوَاهُ اﻟْﺑُﺧَﺎرِيﱡ وَﻣُﺳْﻠِمٌ(. وَاﺣِدِﯾْثِ أَنﱠ رَﺳُولَ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ : ﺻﻼة اﻟْﻣَرْءِ ﻓِﻲ ﺑَﯾْﺗِﮫِ أَﻓْﺿَلُ ﻣِنْ ﺻَﻼَﺗِﮫِ ﻓِﻲ ﻣَﺳْﺟِدِي ھَذَا إِﻻﱠ اﻟْﻣَﻛْﺗُوﺑَﺔَ . رَوَاهُ اﻟﺗﱠرْﻣِﻧِﻲ وَاﻟﻧﱠﺳَﺎﺋِﻲ وَأَﺑُودَاوُدَ وَاﻟﻠﱠﻔْظُ ﻟَﮫُ، وَأَﺧْرَجَ ﻣَﻌْﻧَﺎهُ اﺑْنُ ﻣَﺎﺟَﺔً ﻋَنْ ﻋَﺑْدِ االلهﱠِ ﺑْنِ ﺳَﻌْدٍ(. وَﻋَﻧْﮫُ ﻗَﺎلَ : ﺳَﺄَﻟْتُ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﻋَنْ اﻓﺿلِ اﻟﺻﱠﻼَةِ ﻓِﻲ ﺑَﯾْﺗِﻲ أَوِ اﻟﺻﱠﻼَةِ ﻓِﻲ اﻟْﻣَﺳْﺟِدِ ؟ ﻗَﺎلَ : ﻗَدْ ﺗَرَى ﻣَﺎ أَﻗْرَبَ ﺑَﯾْﺗِﻲ ﻣِنَ اﻟْﻣَﺳْﺟِدِ وَﻻَنْ أُﺻَﻠِّﻲ ﻓِﻲ ﺑَﯾْﺗِﻲ أَﺣَبﱡ إِﻟَﻲﱠ ﻣِنْ أَنْ أَﺻَﻠﱠﻰ ﻓِﻲ اﻟﻣﺳﺟدِ إِﻻﱠ أَنْ ﺗَﻛُونَ ﺻَﻼَةً ﻣَﻛْﺗُوﺑَﺔٌ ) رَوَاهُ اﻟﺗﱠرْﻣِذِي ﻓِﻲ اﻟﺷﱠﻣَﺎﺋِلِ ( . وَاﻟﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ ﻗَﺎلَ: ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم : اﺟْﻌَﻠُوا ﻓِﻲ ﺑُﯾُوﺗِﻛُمْ ﻣِنْ ﺻَﻼَﺗِﻛُمْ وَﻻَ ﺗَﺗﱠﺧِذُوھَﺎ ﻗُﺑُورًا ) رَوَاهُ اﻟْﺑُﺧَﺎرِ وَﻣُﺳْﻠِمٌ وَأَﺑُو دَاوُدَ (
Karena hadits Zaid binTsabit r.a yang berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Seutama-tamanya shalat ialah shalat orang dirumahnya, kecuali shalat fardlu (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim) Dan hadits yang menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabda “Shalat seseorang dirumahnya itu lebih utama daripada di masjidku ini kecuali shalat fardlu. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan lafal daripadanya. Begitu juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abdullah bin Sa’ad, hadits yang sama artinya. Dan dari ‘Abdullah bin Sa’ad yang berkata bahwa aku menanya kepada Rasulullah saw tentang shalat dirumahku atau shalat dimasjid. Jawab Rasulullah saw: “Engkau lihat, betapa dekatnya rumahku dengan masjid ! Namun aku lebih suka shalat dirumahku dari pada shalat di masjid, kecuali shalat fardlu (Diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam kitab Syamail- nya) Dan karena hadits Ibnu ‘Umar r.a yang berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Kerjakanlah sebagian shalatmu dirumahmu dan janganlah kamu jadikan rumahmu itu (sebagai) kuburan.” (Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).
ﻟِﺣَدِﯾثِ زَﯾْدِ ﺑْنِ ﺛَﺎﺑِتٍ أَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻَمِ اﺗﱠﺧَذَ ﺣﺟرةً ﻓِﻲ اﻟْﻣَﺳْﺟِدِ ﻣِنْ ﺣَﺻِﯾرٍ ﻓَﺻَﻠﱠﻰ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﻓﯾﮭَﺎ ﻟَﯾَﺎﻟِﻲ ﺣَﺗﱠﻰ اﺟْﺗَﻣَﻊَ إِﻟَﯾْﮫِ ﻧَﺎسٌ - اﻟﺣَدِﯾث. رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِمٌ(. وَﻛَذَﻟِكَ ﻣَﺎ وَرَدَ ﻣِنَ اﻷَْﺣَﺎدِﯾثِ ﻓﻲ اﺑْﺗِدَاءِ ﺻَﻼَةِ اﻟﻠﱠﯾْلِ وَاﻟﺣَدِﯾثِ أَﻧَسِ ﺑْنِ ﻣَﺎﻟِكِ أَنﱠ ﺟَدﱠﺗَﮫُ ﻣُﻠَﯾْﻛَﺔً دَﻋَتْ رَﺳُولَ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻟطَﻌَﺎمِ ﺻَﻧَﻌَﺗْﮫُ ﻓَﺄَﻛَلَ ﻣِﻧْﮫُ ﺛُمﱠ ﻗَﺎلَ: ﻗُوْﻣُوا ﻓَﺄَﺻَﻠِّﻲ ﻟَﻛُمْ . ﻗَﺎلَ أَﻧَسُ اﺑْنُ ﻣَﺎﻟِكٍ ، ﻓَﻘُﻣْتُ إِﻟَﻰ ﺣَﺻِﯾرٍ ﻟَﻧَﺎ ﻗَدْ اﺳْوَدﱠ ﻣِنْ طُولِ ﻣَﺎ ﻟَﺑِسَ ﻓَﻧَﺿَﺣْﺗُﮫُ ﺑِﻣَﺎءٍ ﻓَﻘَﺎمَ ﻋَﻠَﯾْﮫِ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠمٍ وَﺻَﻔَﻔْتُ أَﻧَﺎ وَاﻟﯾَﺗِﯾمَ وَرَاءَهُ وَاﻟْﺟَوزُ ﻣِنْ وَرَاءِ ﻧَﺎ ﻓَﺻَﻠﱠﻰ ﻟَﻧَﺎ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻم رَﻛْﻌَﺗَﯾْنِ ﺛُمﱠ اﻧْﺻَرَفَ . ) رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِمٍ ( .
Karena hadits Zaid bin Tsabit r.a bahwa Rasulullah saw pernah membuat (semacam) bilik dari tikar di dalam masjid, lalu Rasulullah saw. Shalat didalamnya beberapa malam, sehingga orang banyak berkerumun (makmum) ......seterusnya hadits. (Diriwayatkan oleh Muslim). Demikian juga yang diberitakan dari beberapa hadits pada waktu permulaan Shalat Lail. Dan hadits Anas bin Malik ra. Bahwa neneknya, Mulaikah, mengundang Rasulullah saw pada jamuan yang dibuatnya. Maka setelah Nabi saw makan dari hidangannya, beliau bersabda: “Marilah shalat, aku imami kamu!”. Berkata Anas bin Malik: “Aku mengambil sehalai tikar yang telah menghitam karena lama dipakai dan aku sekanya dengan air; lalu Rasulullah berdiri diatas tikar itu
kendaraan dalam perjalanan di atas kendaraan dalam perjalanan, kemana kendaraan itu mengarah174 (4). Boleh juga engkau kerjakan sendirian atau berjamaah175 (5); dengan berdiri atau duduk, atau sebagian dengan berdiri dan sebagian dengan duduk; dan dengan berdiri dalam hal itu diutamakan kacuali ada ‘udzur176 (6).
dan aku serta si Yatim berbaris dibelakangnya dan wanita tua itu dibelakang kami; maka Rasulullah saw mengimami kami shalat dua raka’at; kemdian beliau pergi.” (Diriwayatkan oleh Muslim)
اﻟﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ رَضْ ﻗَﺎلَ : ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﯾُﺻَﻠِّﻲ ﻋَﻠَﻰ رَاﺣِﻠَﺗِﮫِ ﻓِﻲ اﻟﺳﱠﻔَرِ ﺣَﯾْﻧَﺎ ﺗَوَﺟَﮭَتْ ﺑِﮫِ رَوَاهُ اﻟﺷﱠﯾْطَﺎنِ ( . وَﻟِﺣَدِﯾْثِ ﻋَﺎﻣِرِ ﺑْنِ رَﺑِّﯾﻌَﺔً ﻗَﺎلَ رَأَﯾْتُ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﯾُﺻَﻠِّﻲ ﻋَﻠَﻰ رَاﺣِﻠَﺗِﮫِ ﺣَﯾْثُ ﺗَوَﺟﱠﮭَتَ ﺑِﮫِ )رَوَاهُ اﻟﺷﱠﯾْﺧَﺎنِ( وَﻓِﻲ رِوَاﯾَﺔِ اﻟْﺑُﺧَﺎرِةِ ﯾُوﻧِﻲ ﺑِرَأْﺳِﮫِ ﻗِﺑَلَ أَي وَﺟْرٍ ﺗَوَﺟﱠﮫَ ، وَﻟَمْ ﯾَﻛُن رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠم ﯾَﺻْﻧَﻊُ ذَﻟِكَ ﻓِﻲ اﻟﺻﱠﻼَةِ اﻟْﻣَﻛْﺗُوﺑَﺔِ وَاﺣِدِﯾثِ أَﻧَسِ ﺑْنِ ﻣَﺎﻟِكِ أَنﱠ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻَمَ ﻛَﺎنَ إِذَا ﺳَﺎﻓَرَ ﻓَﺄَرَادَ أَنْ ﯾَﺗَطَوﱠعَ اﺳْﺗَﻘْﺑَلَ ﺑِﻧَﺎﻗَﺗِﺔِ اﻟﻘِﺑْﻠَﺔَ ﻓﻛﺑر ﺗم ﺻَﻠﱠﻰ ﺣَﯾْثُ وَﺟَﮭَﮫُ رِﻛَﺎﺑُﮫُ . ) رَوَاهُ ﻓﻠﺑرﺗم اﺑودَاوُدَ(. وَﻟِﺣَدِﯾثِ ﺳَﻌِﯾدِ ﺑْنِ ﯾَﺳَﺎرِ أَﻧﱠﮫُ ﻗَﺎلَ ﻛﻧتُ اﺳِﯾرُ ﻣَﻊَ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ ﺑِطَرِﯾقِ ﻣَﻛﱠﺔَ ، ﻗَﺎلَ ﺳَﻌِﯾدٌ: ﻓَﻠَﻣﱠﺎ ﺧَﺷِﯾْتُ اﻟﺻﱡﺑْﺢُ ﻧَزَﻟْتُ ﻓَﺄَوْﺗَرْتُ ﺛُمﱠ أَدْرَﻛْﺗُﮫُ ، ﻓَﻘَﺎلَ ﻟِﻲ اﺑْنُ ﻋُﻣَرَ: أَﯾْنَ ﻛُﻧْتَ ؟ ﻓَﻘُﻠْتُ ﻟَﮫُ ﺧَﺷِﯾْتُ اﻟْﻔَﺟْرَ ﻓَﻧَزَﻟْتُ ﻓَﺄَوَﺗَرْتُ ﻓَﻘَﺎلَ ﻋَﺑْدُ االلهﱠِ : أَﻟَﯾْسَ ﻟَكَ ﻓِﻲ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻم أﺳْوَةٌ ؟ ﻓَﻘُﻠْتُ : ﺑَﻠَﻰ ﻗَﺎلَ : إِنﱠ رَﺳُولَ ﷲِ ﺻﻠم ﻛَﺎنَ ﯾُوﺗِرُ ﻋَﻠَﻰ اﻟْﺑَﻌِﯾرِ )رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِم ( .
Karena hadits Ibnu ‘Umar ra.yang berkata; “aku pernah melihat Nabi saw shalat diatas untanya kearah manapun unta itu menghadap. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim). Dan di dalam riwayat Bukhari menyebutkan bahwa Nabi saw. memberi isyarat dengan kepalanya (di dalam ruku’ dan sujudnya). Akan tetapi Rasulullah saw tidak mengerjakan hal yang sedemikian itu didalam shalat fardlu. Dan hadits Anas bin Malik ra. Bahwa Rasulullah saw itu apabila sedang dalam perjalanan hendak shalat tathawwu’, beliau menghadapkan untanya kearah Qiblat, lalu bertakbir dan (meneruskan) shalat menghadap arah kemana untanya menuju. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud). Dari hadits Sa’id bin Yasar yang berkata: “Pernah aku pergi bersama Ibnu ‘Umar di jalan Makkah-kata Sa’id: maka ketika aku khawatir terkejar Subuh, lali aku turun untuk shalat Witir, kemudian aku susul dia. Maka Ibnu Umar menanya: “Dimana engkau tadi?” jawabku: “Aku khawatir akan terkejar fajar, maka aku turun untuk shalat witir”. Maka kata Abdullah (Ibnu Umar: “Tidakkah engkau mau mencontoh Rasulullah saw?” Jawabku; “Sudah tentu!” Kata Abdullah: “Rasulullah saw shalat witir diatas untanya”. (Diriwayatkan oleb Muslim).
ﻟِﻣَﺎ ﺗَﺑَتَ ﻓِﻲ أَﻓْﻌَﺎلِ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠمٍ وَﻣَﺎ ﺳَﺑَقَ ﻓِﻲ - - ﻣِنْ ﺣَدِﯾثِ أَﻧَسِ ﺑْنِ ﻣَﺎﻟِكٍ وَﻣَﺎ ﺳَﯾَﺄْﺗِﻲ ﻓِﻲ - - ﻣِنْ ﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ ﻓِﻲ ﺻَﻼَﺗِﮫِ ﻣَﻊَ اﻟﻧﱠﺑﻲ ﺻﻠم
Karena yang telah ternyata dari perbuatan Nabi saw. dan yang telah diterangkan pada dalil no. 3 diatas dari hadits Anas bin Malik serta yang tersebut dibelakang pada dalil no 17 dari hadits Ibnu Umar dalam shalatnya bersama Nabi saw.
ﻟِﺣَدِﯾثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ ﻗَﺎﻟَتْ : ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﯾُﺻَﻠِّﻲ ﻟَﯾْﻼ طَوِﯾﻼً ﻗَﺎﺋِﻣًﺎ وَﻟَﯾْﻼً طَوِﯾﻼً ﻗَﺎﻋِدًا وَﻛَﺎنَ إِذَا ﻗَرَأَ وَھُوَ ﻗَﺎﺋِمٌ رَﻛَﻊَ وَﺳَﺟَدَ وَھُوَ ﻗَﺎﺋِمٌ وَإِذَا ﻗَرَأَ ﻗَﺎﻋِدًا رَﻛَﻊَ وَﺳَﺟَدَ وَھُوَ ﻗَﺎﻋِدٌ )رَوَاهُ اﻟﺟَﻣَﺎﻋَﺔُ إِﻻ اﻟْﺑُﺧَﺎرِي ( . وَﻋَﻧْﮭَﺎ أَﯾْﺿًﺎ أَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱠ ﺻﻠﻌم ﻛَﺎنَ ﯾُﺻَﻠِّﻲ ﺟَﺎﻟِﺳًﺎ ﻓَﯾَﻘْرَأُ وَ ھُوَ ﺟَﺎﻟِسٌ وَإِذَا ﺑَﻘِﻲَ ﻣِنْ ﻗِرَاءَﺗِﮫِ ﻗَدْرَﻣَﺎ ﯾَﻛُونُ ﺛَﻼَﺛِﯾنَ أَوْ أَرْﺑَﻌِﯾنَ آﯾَﺔً ﻗَﺎمَ ﻓَﻘَرَأَھَﺎ وَھُوَ ام ﺛُمﱠ رَﻛَﻊَ ﺛُمﱠ ﺳَﺟَدَ ﺛُمﱠ ﯾَﻔْﻌَلُ ﻓِﻲ اﻟرﱠﻛْﻌَﺔِ اﻟﺛﱠﺎﻧِﯾَﺔِ ﻣِﺛْلَ ذَﻟِكَ . رَوَاهُ أَﺑُو دَاوُدَ ( وَرَوَى ﻋَﻧْﮭَﺎ ﻣِﺛْﻠَﮫُ ﻣُﺳْﻠِمٌ، وَﻟِﺣَدِﯾْثِ ﻋُﻣَرَ ﺑَنِ ﺣُﺻَﯾْنٍ أَﻧﱠﮫُ ﺳَﺎلَ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻋَنْ ﺻَﻼَةِ اﻟرﱠﺟُلِ ﻗَﺎﻋِدًا ﻗَﺎلَ: إِنْ ﺻَﻠﱠﻰ ﻗَﺎﺋِﻣًﺎ ﻓَﮭُوَ اﻓْﺿَلُ ، وَﻣَنْ ﺻَﻠﱠﻰ ﻗَﺎﻋِدًا ﻓَﻠَﮫُ ﻧِﺻْفُ أَﺟْرِ اﻟْﻘَﺎﺋِمِ ، وَﻣَنْ ﺻَﻠﱠﻰ ﻧَﺎﺋِﻣًﺎ ﻓَﻠَﮫُ ﻧِﺻْفُ أَﺟْرِ اﻟْﻘَﺎﻋِدِ . رَوَاهُ اﻟْﺟَﻣَﺎﻋَﺔُ اﻷَﻣﻼ ( وَﻣِنْ ﺣَدِﯾثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ ﻗَﺎﻟَتْ : ﻣَﺎ رَأَﯾْتُ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺳﻠم ﯾَﻘْرَأُ ﻓِﻲ ﺷَﻲْءٍ ﻣِنْ ﺻَﻼَةِ اﻟﻠﱠﯾْلِ ﺟَﺎﻟِﺳًﺎ ﺣَﺗﱠﻰ إِذَا ﻛَﺑِرَ ﻗَرَأَ ﺟَﺎ ﻟِﺳﱠﺎ ﺣَﺗﱠﻰ إِذَا ﺑَﻘِﻲ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ﻣِنَ اﻟﺳﱡورَةِ ﺛَﻼَﺛُونَ أَوْ ارْﺑَﻌُونَ آﯾَﺔً ﻗَﺎمَ ﻓَﻘَرَاھُنﱠ ﺗم رﻛَﻊَ رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِمٌ ( . وَاﺣِدِﯾْثِ أَﻧَسٍ ﻗَﺎلَ: دَﺧَلَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠمِ اﻟﻣَﺳﺟِدَ وَﺣَﺑْلٌ ﻣَﻣْدُودٌ ﺑَﯾْنَ ﺳَﺎرِﯾَﺗَﯾْنِ ﻓَﻘَﺎلَ : ﻣَﺎ ھَذَا ؟ ﻗَﺎﻟْوَاﻟِزَﯾْﻧَبَ ﺗُﺻَﻠِّﻲ ﻓَﺈِذَا ﻛَﺳَﻠَتْ أَوْﻓَﺗَرَتْ أَﻣْﺳَﻛَتْ ﺑِﮫِ ﻓَﻘَﺎلَ ﺣﻠوهُ ﻟِﯾُﺻَلِّ أَﺣَدُﻛُمْ ﻧَﺷَﺎطَﮫُ ﻓَﺈِذَا ﻛَﺳَلَ أَوْ ﻓَﺗَرَﻗَﻌَدَ - وَﻓِﻲ ﻟَﻔْظ : ﻓَﻠْﯾَﻘْﻌُدُ - )رَوَاهُ ﻣُﺳْل(. وَاﻟﺣَدِﯾثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ ﻗَﺎﻟَتْ : ﻻَ ﺗَدَعْ ﻗِﯾَﺎمَ اﻟﻠﱠﯾْلِ ﻓَﺈِنﱠ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻَﻠﱠمٍ ﻛَﺎنَ ﻻَ ﯾَدَﻋُﮫُ وَﻛَﺎنَ إِذَا ﻣَرِضَ أَوْﻛَﺳِلَ ﺻَﻠﱠﻰ ﻗَﺎﻋِدًا ، )رَوَاهُ أَﺑُو دَاوُدَ(.
Karena hadits ‘Aisyah r.a yang berkata: “ Adakalanya Rasulullah saw. diwaktu malam shalat lama sambil berdiri dan adakalanya sambil duduk. Dan apabila beliau membaca sambil berdiri, beliau kerjakan ruku’ dan
Dan kalau engkau shalat tathawwu’ berjama’ah, ikutlah imam sebagaimana ia kerjakan, kalau ia sedang berdiri hendaklah engkau berdiri dan kalau ia sedang duduk hendaklah engkaupun dengan duduk177 (7) Dan pada waktu malam engkau boleh membaca dengan nyaring atau tidak nyaring dan sebaliknya yang tengah-tengah178 (8) Dan apabila telah
sujud sebagai orang shalat dengan berdiri. Dan apabila beliau membaca sambil duduk, beliau kerjakan ruku’ dan sujud seperti orang shalat dengan duduk. (Diriwayatkan oleh jama’ah kecuali Bukhari). Dan dari Aisyah r.a juga bahwa adakalanya Nabi saw. shalat sambil duduk, dan membacanya dalam duduk, tetapi apabila tinggal 30 atau 40 ayat dari bacaannya, beliau berdiri dan meneruskan bacaannya sambil berdiri itu. Kemudian beliau ruku’ dan sujud. Beliau kerjakan serupa itu juga pada raka’at yang kedua. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud). Dan ada hadits yang serupa dari “Aisyah juga yang diriwayatkan oleh Muslim. Dan karena hadits ‘Umar bin hushain bahwa pernah ia bertanya kepada Nabi saw tentang shalat (tathawwu) sambil duduk. Jawab Nabi saw: “kalau ia shalat dengan berdiri itu lebih utama. Dan siapa yang shalat dengan duduk mendapat pahala separuh dari orang yang shalat dengan berdiri; dan siapa yang shalat dengan berbaring dapat pahala separuh dari orang yang shalat dengan duduk.” (Diriwayatkan oleh Jama’ah kecuali Muslim). Dan dari hadits ‘Aisyah ra. Yang berkata:”Aku tidak pernah lihat Rasulullah saw membaca ayat-ayat pada shalat Lail dengan duduk, melainkan setelah lanjut usia beliau membaca sambil duduk (itupun) apabila tinggal 30 atau 40 ayat dari surat, baliau bangunlah dan berdiri membacanya kemudian ruku’.” (Diriwayatkan oleh Muslim). Dan juga hadits Anas yang berkata; “Rasulullah saw pernah masuk masjid dan melihat seutas tali (terbentang) antara dua tiang lalu bertanya; “Apakah ini?”. Orang -orang menjawab:”Kepunyaan Zainab untuk shalat, agar ia bila merasa payah atau lemah berpeganglah padanya”. Maka sabda Rasulullah saw.:”Lepaskanlah itu, hendaklah orang mengerjakan shalat selama ia kuasa sedang payah atau lemah bolehlah duduk”. Dan dalam lafal lain:”hendaklah ia duduk!”(Diriwayatkan oleh Muslim) Dan hadits “Aisyah ra. Yang berkata:”Jangalah engkau tinggalkan shalat malam, karena Rasulullah saw tidak pernah meninggalkannya.” Dan apabila ia sakit atau payah, baliau shalat dengan duduk”.(Diriwayatkan dengan Abu Dawud).
اﻟﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم : إِﻧﱠﻣَﺎ ﺟُﻌِلَ اﻹِْﻣَﺎمُ ﻟِﯾُؤْﺗَمَ ﺑِﮫِ ، ﻓَﺈِذَا ﻛَﺑَرَ ﻓَﻛَﺑِّرُ وا وَﻻَ ﺗُﻛْﺑَرُ وا ﺣَﺗﱠﻰ ﯾُﻛْﺑَرَ ، وَإِذَا رَﻛَﻊَ ﻓَﺎرْﻛَﻌُوا وَﻻَ ﺗَرْ ﻟَﻌَوْا ﺣَﺗﱠﻰ ﯾَرْﻛَﻊَ ، وَإِذَا ﻗَﺎلَ : ﺳَﻣِﻊَ االلهﱠُ ﻟِﻣَنْ ﺣَﻣِدَهُ ﻓَﻘُوْﻟُوا اﻟﻠﱠﮭُمﱠ رَﺑﱠﻧَﺎ ﻟك اﻟﺣﻣدُ، وَإِذَا ﺳَﺟَدَ ﻓَﺎﺳْﺟُدُ وَا وَﻻَ ﺗَﺳْﺟُدُ وَا ﺣَﺗﱠﻰ ﯾَﺳْﺟُدَ، وَإِذَا ﺻَﻠﱠﻰ ﻗَﺎﺋِﻣًﺎ ﻓَﺻَﻠﱡوا ﻗِﯾَﺎﻣًﺎ وَإِذَا ﺻَﻠﱠﻰ ﻗَﺎﻋِدًا ﻓَﺻَﻠﱡوا ﻗُﻌُودًا أَﺟْﻣَﻌِﯾنَ . رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ وَاﺑُودَاوُدَ وَاﻟﻠﱠﻔْظُ ﻟَﮫُ ( .
Karena hadits Abu Hurairah r.a yang berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Seorang imam itu memang dijadikan untuk ditakuti; maka apabila ia telah takbir, (barulah) kamu takbir dan janganlah kamu takbir sebelum ia takbir. Dan apabila ia telah ruku’ (barulah) kamu ruku’. Dan apabila ia membaca: “Sami’allahuliman hamidah”, maka bacalah “Alla-humma rabbana lakalhamd”, dan apabila ia telah sujud, (barulah) kamu sujud, dan jangan kamu sujud sebelum ia sujud. Dan apabila ia shalat dengan berdiri, hendaklah kamu shalat dengan berdiri, dan apabila imam shalat dengan duduk”, maka shalatlah kamu semua dengan duduk:. (Diriwayatkan oleh Ahmad begitu juga oleh Abu Dawud dengan lafal hadits daripadanya).
اﻟﺣَدِﯾثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ أَﻧﱠﮭَﺎ ﺳُﻠَتْ ﻛَﯾْفَ ﻛَﺎﻧَتْ ﻗراءَةُ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﺑِﺎﻟﻠﱠﯾْلِ ؟ ﻓَﻘَﺎﻟَتْ : ﻛُلﱡ ذَﻟِكَ ﻗَدْ ﻛَﺎنَ ﯾَﻔْﻌَلُ رُﺑﱠﻣَﺎ أَﺳَرﱠ وَرُﺑﱠﻣَﺎ ﺟَﮭَرَ: )رَوَاهُ اﻟْﺧَﻣْﻣَﺔ( وَﻟِﻣَﺎ رَوَاهُ أَﺑُو دَاوُدَ ﻋَنْ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ أَﻧﱠﮫُ ﻗَﺎلَ : ﻛَﺎﻧَتْ ﻗرَاءَةُ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠم ﺑِﺎﻟﻠﱠﯾْلِ ﯾَرْﻓَﻊُ طَوْرًا وَﯾَﺧْﻔِضُ طَوْرًا وَﻟِﻘَوْﻟِﮫِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ: وَﻻَ ﺗَﺟْﮭَرْ ﺑِﺻَﻼَﺗِكَ وَﻻَ ﺗُﺧَﺎﻓِتْ ﺑِﮭَﺎ وَاﺑْﺗَﻎِ ﺑَﯾْنَ ذَﻟِكَ ﺳَﺑِﯾﻼً . )ﺳُورَةُ اﻹِﺳْرَاء : ٠١١( ٍسﺎﱠﺑَﻋ ِنْﺑا ِثﯾِدَﺣﻟاَو ﻗَﺎلَ : ﻛَﺎﻧَتْ ﻗرَاءَةُ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻَﻠمَ ﻋَﻠَﻰ ﻗَدْرِﻣَﺎ ﯾَﺳْﻣَﻌُﮫُ ﻣَنْ ﻓِﻲ اﻟْﺣَﺟْرَةِ وَھُوَ ﻓِﻲ اﻟْﺑَﯾْتِ . ) رَوَاهُ أَﺑَودَاوُدَ(.
Karena hadits “Aisyah ra. yang ditanya tentang bagaimana bacaan Nabi saw di waktu shalat malam; maka jawabnya; “Semuanya pernah beliau kerjakan, kadang-kadang membaca tidak nyaring, dan kadang-kadang beliau baca nyaring”, (Diriwayatkan oleh Lima Ahli Hadits). Dan hadits Abu Hurairah yang berkata: “Adapun bacaan Rasulullah saw. diwaktu malam, sekali-kali nyaring dan sekali-kali tidak nyaring”.(Diriwayatkan oleh Abu Dawud).
selesai shalat tathawwu’ kemudian akan shalat fardlu-atau sebaliknya-hendaklah engkau pisahkan antara keduanya dengan berbicara atau keluar (seumpama pindah tempat)179 (9)
ﺗﺣﯾﺔ اﻟﻣﺳﺟد ٠١ ) َكِﺗَﻣْﺣَر َباَوْﺑَأ ﻲِﻟ ْﺢَﺗْﻓا ﱠمُﮭﱠﻠﻟا ْلُﻗَو مﺻ ﻲِﺑﱠﻧﻟا ﻰَﻠَﻋ َمﱠﻠَﺳَﻓ َدِﺟْﺳَﻣْﻟا َتْﻠَﺧَد اَذِإ( َﻲِّﻠَﺻُﺗ ﻰﱠﺗَﺣ ُسِﻠْﺟَﺗ َﻻَو رَﻛْﻌَﺗَﯾْنِ )ﺣَقﱠ اﻟْﻣَﺳْﺟِدِ( وَﻟَوْ ﻛَﺎنَ ذَﻟِكَ أَﺛْﻧَﺎءَ ﺧُطْﺑَﺔِ اﻹِْﻣَﺎمِ ﯾَوْمَ اﻟﺟﻣﻌَﺔِ )ال ﺛُمﱠ ﻗُلْ ﻋِﻧْدَ ﺧُرُوﺟِكَ ﻣِﻧْﮫُ اﻟﻠﱠﮭُمﱠ ٢١ ) . َكِﻠْﺿَﻓ ْنِﻣ َكُﻟَﺄْﺳَأ ﻲِّﻧِإ( .
1. TAHIYATUL MASJID
Apabila engkau masuk masjid hendaklah engkau membaca salam untuk Nabi saw. dan berdo’alah: ”Alla-hummaftahli-abwa-ba rahmatik”180(10) dan janganlah engkau duduk sebelum engkau shalat 2 raka’at (itulah hak masjid) walaupun Imam sedang berkhutbah pada
Dan karena firman Allah Ta’la yang:”Dan janganlah engkau teriakkan do’amu dan jangan engkau lirihkan; usahakanlah tengah-tengah (antara nyaring dan lirih) (Al-Quran surat Isra’ ayat 110). Dan hadits Ibnu ‘Abbas yang berkata; “Bacaan Nabi saw adalah sekedar di dengar oleh yang ada dikamar, kalau beliau berada dirumah”. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud).
اﻟﺣَدِﯾثِ ﻋُﻣَرَ ﺑْنِ ﻋَطَﺎءِ ﺑْنِ أَﺑِﻲ اﻟْﺧُوَارِ انﱠ ﻧَﺎﻓِﻊَ اﺑْن ﺟُﺑَﯾْرِ أَرْﺳَﻠَﮫُ إِﻟَﻰ اﻟﺳﱠﺎﺋِبِ ﺑْنِ أُﺧْتِ ﺛَﻣَرِ ﯾَﺳْﺄَﻟُﮫُ ﻋَنْ ﺷَﻲْءٍ رَآهُ ﻣِﻧْﮫُ ﻣُﻌَﺎوِﯾَﺔٌ ﻓِﻲ اﻟﺻﱠﻼَةِ. ﻓَﻘَﺎلَ ﻧَﻌَمْ ﺻَﻠﱠﯾْتُ ﻣَﻌَﮫُ اﻟْﺟُﻣُﻌَﺔَ ﻓِﻲ اﻟْﻣَﻘْﺻُورَةِ ، ﻓَﻠَﻣﱠﺎ ﺳَﻠﱠمَ اﻹِﻣَﺎمُ ﻗُﻣْتُ ﻓِﻲ ﻣَﻘَﺎﻣِﻲ ﻓَﺻَﻠﱠﯾْتُ ، ﻓَﻠَﻣﱠﺎ دَﺧَلَ أَرْﺳَلَ إِﻟَﻰ ﻓَﻘَﺎلَ : ﻻَ ﺗَﻌُدْ ﻟِﻣَﺎ ﻓَﻌَﻠْتَ إِذَا ﺻَﻠﱠﯾْتَ اﻟْﺟُﻣُﻌَﺔَ ﻓَﻼَ ﺗَﺻِﻠُﮭَﺎ ﺑِﺻَﻼَةٍ ﺣَﺗﱠﻰ ﺗَﺗَﻛَﻠﱠمَ أَوْ ﺗَﺧْرُجَ ﻓَﺈِنﱠ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻَﻠﱠم أَﻣَرَ ﻧَﺎ ﺑِذَﻟِكَ أَنْ ﻻَ ﻧُوﺻِلَ ﺻَﻼَةٌ ﺑِﺻَﻼَةٍ ﺣَﺗﱠﻰ ﻧَﺗَﻛَﻠﱠمَ أَوْ ﺗَﺧْرُجُ . ) رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِمٍ (
Karena hadits ‘Umar bin ‘Atha’ bin Abu Khuwar, bahwa Nafi bin Jubair pernah menyuruhnya pergi kepada Saib bin Ukhti Namir, untuk menanyakan tentang sesuatu yang pernah ia lakukan di dalam shalat yang mendapat perhatian Mu’awiyah. Ia menjawab:”Memang aku pernah shalat Jum’ah bersama Mu’awiyah di dalam kerepyak. Setelah imam selesai shalat (membaca salam), aku lalu berdiri ditempat dan shalat (sunnat). Maka setelah kembali di menyuruh aku datang kepadanya dan berpesan: “Janganlah engkau mengulangi perbuatanmu. Apabila engkau shalat Jumah, dan janganlah langsung engkau ikuti dengan shalat lain, sebelum engkau berbicara atau keluar; karena Rasulullah saw. memerintahkan kita melakukan demikian, ialah agar kita tidak langsung menyambung shalat dengan shalat lain, sebelum kita berbicara atau keluar.
ﻟﺣَدِﯾْثِ أَﺑِﻲ ﺣُﻣَﯾْدٍ ﻋَنْ إِﻟَﻰ اﺳَﯾْدٍ ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﻋِﻠم : إِذَا دَﺧَلَ أَﺣَدُﻛُمُ اﻟْﻣَﺳْﺟِدَ ﻓَﻠْﯾُﺳَﻠِّمْ ﻋﻠَﻰ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻِﻠم ﺛُمﱠ ﻟَﯾَﻘُلْ : اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻓْﺗَﺢْ ﻟِﻲ أَﺑْوَابَ رَﺣْﻣَﺗِكَ وَإِذَا ﺧَرَجَ ﻓَﻠْﯾَﻘُلْ اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﺳْﺄَﻟُكَ ﻣِنْ ﻓَﺿْﻠِكَ . ) رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِمٌ وَأَﺑُودَاوُدَ وَاﻟﻧﱠﺳَﺎﺋِﻲﱡ وَاﺑْنُ ﻣَﺎﺟَﮫُ وَﻏَﯾْرُھُمْ ﺑِﺄَﺳَﺎﻧِﯾدَ ﺻَﺣِﯾﺣَﺔٍ (
Karena hadits Abu Hamid dari Abu Usaid yang berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Apabila seseorang masuk masjid, hendaklah membaca shalawat kepada Nabi lalu berdo’a:”Alla-hummaninni as aluka min fadlik”. (Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah dan lainnya dengan sanad yang shahih).
hari Jum’ah181 (11). Kemudian pada waktu engkau keluar berdo’alah: “Alla-humma- inni as aluka min fadlik”182 (12)
ﺻَﻼَةُ اﻟرﱠوَاﺗِبِ ٣١ ) . ﺎًﻋوطﺗ ِنْﯾَﺗَﻔﯾِﻔَﺧ ِنْﯾَﺗَﻌَﻛَر ِّلَﺻَﻓ ُرْﺟَﻔْﻟا َﻊَﻠَط اَذِإ( ِﺔَﺣِﺗﺎَﻔْﻟا َدْﻌَﺑ َنوُرِﻓﺎَﻛﻟا ﺎَﮭﱡﯾَأ ﺎَﯾ ْلُﻗ :ﺎَﻣُھَﻻوُأ ﻲِﻓ ْأَرْﻘَﺗ ٤١ ) ٌدَﺣَأ ُﷲ َوُھ ْلُﻗ : ِﺔَﯾِﻧﺎﱠﺛﻟا ﻲِﻓَو( ﺎِﺑ ﺎﱠﻧَﻣآ اوُﻟْوَﻗ : ﺎَﻣُﮭْﻧِﻣ ﻰَﻟوَْﻷا ﻲِﻓ ْوَأالله ﻲِﻓَو . َﺔَﯾْﻵا ﺎَﻧْﯾَﻟِإ َلِزْﻧُأ ﺎَﻣَو ِﱠ َنِﻣ َرﱠﺳَﯾَﺗ ﺎَﻣْوَأ َﺔَﯾْﻵا ُمُﻛَﻧْﯾَﺑَو ﺎَﻧَﻧْﯾَﺑ ٍءاَوَﺳ ٍﺔَﻣِﻠَﻛ ﻰَﻟِإ اْوَﻟﺎَﻌَﺗ ِبﺎَﺗِﻛْﻟا َلْھَأ ﺎَﯾ : ِﺔَﯾِﻧﺎﱠﺛﻟا ٥١ ) . ِنآْرُﻘْﻟا( . ِّلَﺻ ﱠمُﺛ ٦١ ) ( ﺎًﻌَﺑْرَأ ْوَأ ِنْﯾَﺗَﻌَﻛَر ىَأَر ُهَدْﻌَﺑ َكِﻟَذَﻛَو ﺎًﻌَﺑْرَأ ْوَأ ِنْﯾَﺗَﻌَﻛَر ِرْﮭﱠظﻟا َلْﺑَﻗ( ﺎَﻣ ﺎَﮭَﻠْﺑَﻗ ِّلَﺻَﻓ ِﺔَﻌُﻣُﺟْﻟا ُمْوَﯾ ﺎﱠﻣَأ ٧١ ) ﺎًﻌَﺑْرَأ ْوَأ ِنْﯾَﺗَﻌَﻛَر ﺎَھَدْﻌَﺑ ِّلَﺻَو ُمﺎَﻣِْﻹا ُرُﺿْﺣَﯾ ﻰﱠﺗَﺣ َكَﻟ َرِدُﻗ( ٨١ ) ِنْﯾَﺗَﻌَﻛَر ِرْﺻَﻌْﻟا َلْﺑَﻗ ِّلَﺻَو( ِّلَﺻَو ٩١ ) برﻐﻣﻟا ِةَﻼَﺻ َلْﺑَﻗ ِبوُرُﻐْﻟا َدْﻌَﺑ ِنْﯾَﺗَﻌْﻛَر( ٠٢ ) ﺎَھَدْﻌَﺑ ِنْﯾَﺗَﻌَﻛَرَو( ١٢ ) ِنْﯾَﺗَﻌَﻛَر ِءﺎَﺷِﻌْﻟا َدْﻌَﺑ ِّلَﺻَو( ٢٢ ) . ﺎًﻌَﺑراوا( .
2. SHALAT RAWATIB
Apabila fajar telah menyingsing, hendaklah engkau kerjakan shalat tathawwu’ 2 rakaat singkat-singkat183 (13); pada rakaat pertama Fatihah engkau baca “surat Al-Kafirun” dan
اﻟﺣَدِﯾْثِ أَﺑِﻲ ﻓَﺗَﺎدَةَ ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم : إِذَا دَﺧَلَ أَﺣَدُﻛُمُ اﻟْﻣَﺳْﺟِدَ ﻓَﻼَ ﯾَﺟْﻠِسُ ﺣَﺗﱠﻰ ﯾُﺻَﻠِّﻲ رَﻛَﻌَﺗَﯾْنِ ، وَاﻟﺣَدِﯾثِ ﺟَﺎﺑِرِ ﺑْنِ ﻋَﺑْدِ ﷲِ ﻗَﺎلَ: دَﺧَلَ رَﺟُلٌ ﯾَوْمَ اﻟْﺟُﻣُﻌَﺔِ وَاﻟﻧﱠﺑِﻲﱡ ﺻﻠﻌم ﯾَﺧْطُبُ ، ﻓَﻘَﺎلَ : أَﺻَﻠﱠﯾْتَ ؟ ﻗَﺎلَ : ﻻَ ، ﻗَﺎلَ : ﻗُمْ ﻓَﺻَلِّ رَﻛَﻌَﺗَﯾْنِ . ) رَوَاھُﻣَﺎ اﻟﺷﱠﯾْﺧَﺎنِ(
Karena hadits Abi Qatadah yang berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Apabila seorang masuk masjid, janganlah duduk sebelum ia shalat dua raka’at.” Dan hadits Jabir bin Abdullahnyang berkata bahwa pernah ada orang masuk masjid pada hari Jum’ah ketika Nabi saw. Sedang berkhutbah, lalu ditegurnya; “Sudahkah engkau shalat?”. Dia menjawab:”Belum!”. Maka sabda Nabi saw.: Berdirilah dan shalatlah dua raka’at!”. (keduanya diriwayatkan oleh Syaikhan atau Bukhari dan Muslim).
ﻟِﻠْﺣَدِﯾثِ اﻟْﻣُﺗَﻘَدِّمِ ﻓِﻲ )١( إِذَا ﺧَرَجَ ﻓَﻠْﯾَﻘُلْ : اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﺳْﺄَﻟُكَ ﻣِنْ ﻓَﺿْﻠِكَ
Karena hadits yang tersebut dalil no. 10 diatas:”Apabila keluar (dari masjid) hendaklah berdo’a:”Alla-humma inni-as aluka min fadlik!”.
اﻟﺣَدِﯾثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ رَض ﻋَنِ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ : رَﻛَﻌَﻧَﺎ اﻟْﻔَﺟْرِ ﺧَﯾْرٌ ﻣِنَ اﻟدﱡﻧْﯾَﺎ وَﻣَﺎ ﻓِﯾﮭَﺎ رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِمُ وَاﻟﺗﱠرْﻣِذِيﱡ ( وَﻋَﻧْﮭَﺎ أَﯾْﺿًﺎ أَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲ ﺻﻠﻌم ﻟَمْ ﯾَﻛُنْ ﻋَﻠَﻰ ﺷَﻲْءٍ ﻣِنَ اﻟﻧﱠوَاﻓِلِ أَﺷَدﱠ ﻣُﻌَﺎھَدَةً ﻋَﻠَﻰ رَﻛْﻌَﺗَﯾْنِ ﻗَﺑْلَ اﻟﺻﱠﺑﺢِ . )رَوَاهُ اﻟﺷﱠﯾْﺧَﺎنِ( وَاﻟﺣَدِﯾثِ ﺣَﻔْﺻَﺔَ رَضِ ﻗَﺎﻟَتْ : ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ ﷲ ﺻﻠم إِذَا طَﻠَﻊَ اﻟْﻔَﺟْرُ ﻻَ ﯾُﺻَﻠِّﻰ اﻷَْرَﻛْﻌَﺗَﯾْنِ ﺧَﻔِﯾﻔَﺗَﯾْنِ وَاﺣِدِﯾثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ ﻗَﺎﻟَتْ : ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﯾُﺻَﻠِّﻲ رَﻛْﻌَتَ اﻟْﻔَﺟْرِ ﻓَﯾُﺧْﻔِّفُ ﺣَﺗﱠﻰ إِﻧِّﻲ أَﻗُولُ : ھَلْ ﻗرأَ ﻓِﯾﮭِﻣَﺎ ﺑِﺄَمِّ اﻟْﻘُرْآنِ ؟ ) أَﺧْرَﺟَﮭُﻣَﺎ ﻣُﺳْﻠِمٌ (
Karena hadits “Aisyah r.a yang berkata bahwa Nabi saw bersabda:”Dua raka’at fajar itu lebih baik dari dunia seisinya”. (Diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi). Dari Aisyah ra. juga, bahwa tidaklah Nabi saw. mengerjakan shalat sunat setekun beliau mengerjakan dua raka’at sebelum Shubuh. (Diriwayatkan oleh Syaikhan). Dan karena hadits Hafshah ra. yang berkata bahwa Nabi saw. itu apabila fajar telah menyingsing, Rasulullah hanya shalat dua raka’at singkat-singkat. Juga karena hadits ‘Aisyah ra. yang berkata: “Rasulullah saw. mengerjakan dua raka’at-fajar itu singkat sekali, sehingga aku berkata (dalam hati)”apakah beliau sudah membaca Fatihah dalam kedua raka’at itu?”(Keduanya diriwayatkan oleh Muslim).
pada raka’at ke dua “surat Qul huwal lahu ahad”184 (14)1) atau pada rakaat pertama membaca: “Qulu- a- man na-billa-hi wama unzila ilaina,”......” seterusnya ayat dan pada raka’at kedua membaca: “Ya ahlal kita-bi ta’alau ila kalimatin sawa- in bain-na wa bainakum ...” seterusnya ayat atau dari ayat Qur’an mana yang mudah185 (15) Dan kerjakanlah shalat sebelum Dhuhur 2 atau 4 raka’at. Begitu juga sesudah shalat Dhuhur186 (16) Adapun pada hari Jum’ah, kerjakanlah shalat tathawwu sebelumnya
اﻟﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ ﻗَﺎلَ : رَﻓَﻘْتُ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﺷَﮭْرًا ﻓَﻛَﺎنَ ﯾَﻘْرَأْ ﻓِﻲ اﻟرﱠﻛْﻌَﺗَﯾْنِ ﻗَﺑْلَ اﻟْﻔَﺟْرِ ﻗُلْ ﯾَﺎ أَﯾﱡﮭَﺎ اﻟﻛَﺎﻓِرُونَ وَﻗُلْ ھُوَ االلهﱠُ أَﺣَدٌ رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِمُ وَاﺣْﻣَدُ وَاھْلُ اﻟﺳﱡﻧَنِ وَرَوَاهُ أَﯾْﺿًﺎ ﻣُﺳْﻠِم وَاﺑْنُ ﺣِﺑﱠﺎنَ وَاﺑُودَاوُدَ وَاﻟﻧﱠﺳَﺎﺋِﻲ وَاﺑْنُ ﻣَﺎﺟَﮫُ ﻣِنْ ﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَة (
.
Karena hadits Ibnu ‘Umar yang berkata bahwa ia telah mengikuti Nabi sebulan lamanya. Maka beliau dalam shalatnya dua raka’at sebelum fajar membaca surat “Qulya-ayyuhal ka-firu-n” dan surat “Qulhu walla-hu- ahad” (Diriwayatkan oleh Muslim, Ahmad dan Ahli Sunah. Sebagai hadits tersebut diriwayatkan juga oleh Muslim, Ibnu Hibban, Abu Dawud, Nasai Ibnu Majah dari Abu Hurairah).
ﻟِﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ رَضِ ﻗَﺎلَ : ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﯾﻘرأ ﻓِﻲ رَﻛَﻌَﺗَﻰ اﻟْﻔَﺟْرِ ﻗُوْﻟُوا آﻣَﻧﱠﺎ ﺑِﺎاللهﱠِ وَﻣَﺎ أﻧزِلَ إِﻟَﯾْﻧَﺎ - اﻵْﯾَﺔَ - وَاﻟﱠﺗِﻲ ﻓِﻲ آلِ ﻋِﻣْرَانَ : ﻗُلْ ﯾَﺎ أَھْلَ اﻟْﻛِﺗَﺎبَ ﺗَﻌَﺎﻟَوْا إِﻟَﻰ ﻛَﻠِﻣَﺔٍ ﺳَوَاءٍ ﺑَﯾْﻧَﻧَﺎ وَﺑَﯾْﻧَﻛُمْ اﻵﯾﺔَ - ) رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِمٌ وَأَﺑُو دَاوُدَ وَاﻟﻧﱠﺳَﺎﺋِﻲ( وَﻓِﻲ رِوَاﯾَﺔٍ ﻟِﻣُﺳْﻠِم وَﻓِﻲ اﻵْﺧِرَةِ : آﻣَﻧﱠﺎ ﺑِﺎpِ وَاﺷْﮭَدْ ﺑِﺄَﻧﱠﺎ ﻣُﺳْﻠِﻣُونَ ، وَاﺣِدِﯾثِ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ ﻗَﺎلَ ﺻﻠم ﺛمﱠ اﻗْرَأَ ﺑِﺎمِّ اﻟْﻘُرْآنِ وَ ﺑِﻣَﺎ ﺷَﺎءَ ﷲُ )رَوَاهُ أَﺑُو دَاوُدَ وَﻓِﻲ رِوَاﯾَﺔِ اﺑْنِ ﺣِﺑﱠﺎنَ ﺑِﻠَﻔْظِ : ﺛُمﱠ ﺑِﻣَﺎ ﺷِﺋْتَ
Karena hadits Abu Hurairah r.a yang berkata bahwa Rasulullah saw.ada kalanya membaca dalam shalat fajar:”Qu-lu-a-manna billa-hi wa ma-unzila ilaina-....”seterusnya ayat 136 surat Baqarah dan “Ya-ahlal kita-bi ta’a-lau ila-kalimatin sawa-in bai nana-wa bainakum.....” seterusnya ayat 64 surat Ali-Imran. (Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud dan Nasai). Dan dalam riwayat Muslim: “Pada raka’at akhir membaca: :a-manna- billa-hi wasyhad bianna-muslimu-n.” (Surat Ali ‘Imran ayat 52). Dan karena hadits Abu Hurairah r.a bahwa Nabi saw.bersabda:”Kemudian engkau bacalah Ummul-Qur’an (Fatihah) dan apa yang disukai Allah”. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud). Dan pada riwayat Ibnu Hibban dengan kata; “Kemudian (engkau baca) apa yang engkau sukai.”
اﻟﺣدﯾثِ ﻋَﺑْدِ االلهﱠِ ﺑْنِ ﻋُﻣَرَ ﻗَﺎلَ : ﺣَﻔِظْتُ ﻋَنْ رَﺳُولِ االلهﱠِ ﺻَﻠﱠم رَﻛَﻌَﺗَﯾْنِ ﻗَﺑْلَ اﻟظﱠﮭْرِ وَرَﻛَﻌْﺗَﯾْنِ ﺑَﻌْدَ اﻟظﱠﮭْرِ ، وَرَﻛَﻌْﺗَﯾْنِ ﺑَﻌدَ اﻟﻣﻐَرِبِ ، وَرَﻛْﻌَﺗَﯾْنِ ﺑَﻌْدَ اﻟْﻌِﺷَﺎءِ ، وَرَﻛْﻌَﺗَﯾْنِ ﻗَﺑْلَ اﻟْﻐَدَاةِ . ) رَوَاهُ اﻟْﺑُﺧَﺎرِي وَﻣُﺳْﻠِمٌ وَﻏَﯾْرُھُﻣﺎ( وَاﺧْرَجَ ﻧَﺣْوَهُ ﻣُﺳْﻠِمٌ وَأَھْلُ اﻟﺳﱡﻧَنِ ﻣِنْ ﺣَدِﯾثِ ام ﺣَﺑِﯾﺑَﺔَ ، وَاﺣِدِﯾﺛَﮭَﺎ ﻗَﺎﻟَتْ : ﺳَﻣِﻌْتُ رَﺳُولَ ﷲ ﺻﻠﻌم ﯾَﻘُولُ : ﻣَنْ ﺻَﻠﱠﻰ أَرْﺑَﻊَ رَﻛَﻌَﺎتٍ ﻗَﺑْلَ اﻟظﱠﮭْرِ وَارْﺑَﻌًﺎ ﺑَﻌْدَھَﺎ ﺣَرﱠﻣَﮫُ االلهﱠُ ﻋَﻠَﻰ اﻟﻧﱠﺎرِ. رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ وَأَھْلُ اﻟﺳﱡﻧَنِ وَﺻَﺣْﺣَﮫُ اﻟﺗﱠرْﻣِذِي وَاﺑْنُ ﺣِﺑﱠﺎنَ ( .
وَاﻟﺣَدِﯾثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ أَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱠ ﺻَﻠﱠم ﻛَﺎنَ ﻻَ ﯾَدَعُ ارْﺑَﻌًﺎ ﻗَﺑْلَ اﻟظﱠﮭْرِ وَرَﻛَﻌَﺗَﯾْنِ ﻗَﺑْلَ ﺻَﻼَةِ اﻟْﻐَدَاةِ. ) رَوَاهُ اﻟﺑُﺧَﺎرِي وَأَﺑُودَاوُدَ وَرَوَى ﻋَﻧْﮭَﺎ أَﯾْﺿًﺎ ﻋِﻧْدَ ﻣَﺎ ﺳُﺋِﻠَتْ ﻋَنْ ﺻَﻼَةِ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻣِنَ اﻟﺗﱠطَوﱠعُ ﻗَﺎﻟَتْ : ﻛَﺎنَ ﯾُﺻَﻠِّﻲ ﻗَﺑْلَ اﻟظﱠﮭْرِ أَرْﺑَﻌًﺎ ﻓﻲ ﺑﯾﺗﻲ ﺛم ﯾﺧرجُ ﻓَﯾُﺻَﻠِّﻲ ﺑِﺎﻟﻧﱠﺎسِ ، ﺛمﱠ ﯾَرْﺟِﻊُ إِﻟَﻰ ﺑَﯾْﺗِﻲ ﻓَﯾُﺻَﻠِّﻲ رَﻛْﻌَﺗَﯾْنِ وَﻛَﺎنَ ﯾُﺻَﻠِّﻲ ﺑِﺎﻟﻧﱠﺎسِ اﻟﻣﻐربَ ﺛُمﱠ ﯾَرْﺟِﻊُ إِﻟَﻰ ﺑَﯾْﺗِﻲ ﻓَﯾُﺻَﻠِّﻲ رَﻛَﻌَﺗَﯾْنِ وَﻛَﺎنَ ﯾُﺻَﻠِّﻲ ﺑِﮭِمُ اﻟْﻌِﺷَﺎءَ ﺛُمﱠ ﯾَدْﺧُلُ ﺑَﯾْﻧِﻲ ﻓَﯾُﺻَﻠِّﻲ رﻛﻌﺗﯾن - اﻟْﺣَدِﯾثَ - وَﻟِﺣَدِﯾثِ أَمْ ﺣَﺑِﯾﺑَﺔ ﻗَﺎﻟَتْ : ﺳَﻣِﻌْتُ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻَﻠﱠم ﯾَﻘُولُ : ﻣَنْ ﺻَﻠﱠﻰ اﺛْﻧَﻰ ﻋَﺷَرَةَ رَﻛْﻌَﺔً ﻓِﻲ ﯾَوْمٍ وَﻟَﯾْﻠَﺔٍ ﺑُﻧِﻲ ﻟَﮫُ ﺑِﮭِنﱠ ﺑَﯾْتُ ﻓِﻲ اﻟْﺟَﻧﱠﺔِ. وَﻓِﻲ رِوَاﯾَﺔٍ : ﺗَطَوﱡﻋًﺎ . )رَوَاهُ ﻣﺳﻠم( . وَﻗَدْ رَوَاهُ اﻟﺗﱠرْﻣِذِيﱡ وَﺻَﺣَﺣَﮫُ وَاﻟﻧﱠﺳَﺎﺋِﻲ وَﻓِﯾﮫِ أَرْﺑَﻌًﺎ ﻗَﺑْلَ اﻟظﱠﮭْرِ وَرَﻛَﻌَﺗَﯾْنِ ﺑَﻌْدَ اﻟْﻣَﻐْرِبِ وَرَﻛَﻌَﺗَﯾْنِ ﺑَﻌْدَ اﻟْﻌِﺷَﺎءِ وَرَﻛْﻌَﺗَﯾْنِ ﻗَﺑْلَ ﺻَﻼةِ اﻟْﻔَﺟْرِ، ﻗَﺎلَ اﻟﻧﱠﺳَﺎﺋِﻲﱡ: ﻗَﺑْلَ اﻟﺻﱠﺑﺢِ ، وَذَﻛَرَ رَﻛْﻌَﺗَﯾْنِ ﻗَﺑْلَ اﻟْﻌَﺻْرِ وَﺑَدَلَ رَﻛْﻌَﺗَﯾْنِ ﺑَﻌْدَ اﻟْﻌِﺷَﺎءِ . * وَرَﻛَﻣْﺗَﯾْنِ ﺑَﻌْدَهُ .
Karena hadits Abdullah bin ‘Umar yang berkata:”Yang aku ingat dari Rasulullah saw. ialah 2 raka’at sebelum Dhuhur, 2 raka’at sesudah Dhuhur 2 raka’at sesudah Maghrib, 2 raka’at sebelum Shubuh. (Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan lain-lain). Dan diriwayatkan oleh Muslim dan Ahli Sunan seperti tersebut diatas dari Ummi Habibah. Dan karena hadits Ummu Habibah berkata: “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda”Barang siapa shalat 4 raka’at sebelum Dhuhur dan 4 raka’at sesudahnya, Allah mengaharamkannya dari api neraka”. (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ahli Sunan yang dishahihkan Tirmidzi dan Ibnu Hibban). Dan hadits ‘Aisyah ra. yang berkata
sebanyak engkau sukai sampai imam datang. Dan kerjakanlan shalat tathawwu 2 atau 4 raka’at187 (17) Dan hendaklah engkau shalat Tathawwu‘sebelum ‘Ashar 2 raka’at188 (18) Dan sesudah matahari terbenam, hendaklah engkau shalat tathawwu’ 2 raka’at sebelum
bahwa Nabi saw. tidak pernah meninggalkan shalat 4 raka’at sebelum Dhuhur dan 2 raka’at sebelum shalat Shubuh. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Abu Dawud). Dan diriwayatkan juga dari ‘Aisyah r.a bahwa ketika ditanya tentang (cara) Nabi saw. Melakukan shalah tathawwu’, mengatakan;”Beliau mengerjakan shalat 4 raka’at sebelum Dhuhur di rumahku, kemudian mengimami orang banyak (di masjid), lalu kembali kerumahku untuk melakukan shalat 2 raka’at. Adakalanya beliau shalat Maghrib mengimami orang banyak lalu pulang kerumahku untuk mengerjakan shalat 2 raka’at. Dan adakalanya Nabi saw. shalat ‘Isya mengimami mereka, kemudian masuk kerumahku untuk shalat 2 raka’at ...“seterusnya hadits. Dan karena hadits Ummu habibah yang berkata bahwa ia mendengar Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa shalat 12 raka’at dalam sehari semalam, akan didirikan baginya rumah di Syurga”. Dan dalam riwayat hadits lain dengan tambahan kata “bertathawwu’”. (Diriwayatkan oleh Muslim). Dan diriwayatkan oleh Tirmidzi dengan dishahihkannya dan oleh Nasai dengan sebutan:”4 rakaat sebelum Dhuhur, serta dua raka’at sesudahnya, dan 2 raka’at sesudah Maghrib, 2 raka’at sesudah ‘Isya’ dan 2 raka’at sebelum shalat fajar”. Berkata Nasai:”Sebelum Shubuh” dan disebutkan:”2 raka’at sebelum Ashar pengganti 2 raka’at sesudah ‘Isya’.”
اﻟﺣَدِﯾثِ ﻧَﺎﻓِﻊٍ ﻗَﺎلَ : ﻛَﺎنَ اﺑْنُ ﻋُﻣَرَ ﯾُطِﯾلُ اﻟﺻﱠﻼَةَ ﻗَﺑْلَ اﻟْﺟُﻣُﻌَﺔِ وَﯾُﺻَﻠِّﻲ ﺑَﻌْدَ ھَﺎ رَﻛْﻌَﺗَﯾْنِ ﻓِﻲ ﺑَﯾْﺗِﮫِ وَﯾُﺣَدِّثُ أَنﱠ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻَل ﻛَﺎنَ ﯾَﻔْﻌَلُ ذَﻟِكَ . ) رَوَاهُ أَﺑُو دَاوُدَ ( وَرَوَى ﻣُﺳْﻠِمٌ ﻣِنْ ﺣَدِﯾﺛِﮫِ ﻗَﺎلَ : ﺻَﻠﱠﯾْتُ ﻣَﻊَ رَﺳُولِ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﻗَﺑْلَ اﻟظﱠﮭْرِ ﺳَﺟَدَﺗَﯾْنِ وَﺑَﻌْدَھَﺎ ﺳَﺟْدَﺗَﯾْنِ وَﺑَﻌْدَ اﻟْﻣَﻐْرِبِ ﺳَﺟَدَﺗَﯾْنِ وَﺑَﻌْدَ اﻟْﻌِﺷَﺎءِ ﺳَﺟَدَﺗَﯾْنِ وَﺑَﻌْدَ اﻟْﺟُﻣُﻌَﺔِ ﺳَﺟَدَﺗَﯾْنِ ، ﻓَﺄَﻣﱠﺎ اﻟْﻣَﻐْرِبُ وَاﻟْﻌِﺷَﺎءُ واﻟﺟﻣﻌَﺔُ ﻓَﺻَﻠﱠﯾْتُ ﻣَﻊَ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻓِﻲ ﺑَﯾْﺗِﮫِ. وَاﻟﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﻣِمْ إِذَا ﺻَﻠﱠﻰ أَﺣَدُﻛُمُ اﻟْﺟُﻣُﻌَﺔَ ﻓَﻠْﯾُﺻَلِّ ﺑَﻌْدَھَﺎ أَرْﺑَﻌًﺎ )رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِم (
Karena hadits Nafi’ yang berkata:”Ada kalanya Ibnu ‘Umar lama bershalat sebelum Jum’ah, lalu shalat sesudahnya 2 raka’at dirumahnya” dan ia mengatakan bahwa Rasulullah saw. Menjalankan hal yang serupa itu. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud) Dan diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Ibnu ‘Umar yang berkata:”Aku pernah shalat bersama- sama Rasulullah saw. 2 raka’at sebelum Dhuhur, 2 raka’at sesudahnya, 2 raka’at sesudah Maghrib, 2 raka’at sesudah ‘Isya dan 2 sesudah Jum’ah. Adapun pada Maghrib, ‘Isya’ dan Jum’ah, aku kerjakan shalat bersama-sama Nabi saw. dirumahnya. Dan karena hadits Abu Hurairah yang berkata bahwa Rasulullah saw.bersabda:”Apabila orang mengerjakan shalat Jum’ah hendaklah ia shalat 4 raka’at sesudahnya.”(Diriwayatkan oleh Muslim)
ﻲِﻓ َقَﺑَﺳ ﺎَﻣَﻛ ِرﯾِﺧَْﻷا َﺔَﺑﯾِﺑَﺣ ْمَأ ِثﯾِدَﺣِﻟ- ٦١ - . ِءﺎَﺷِﻌْﻟا َدْﻌَﺑ ِنْﯾَﺗَﻌَﻛَر َلَدَﺑ ِرْﺻَﻌْﻟا َلْﺑَﻗ ِنْﯾَﺗَﻌَﻛ َر َرَﻛَذَو : ِﮫﯾِﻓَو
Karena hadits Ummu Habibah yang akhir sebagai dalil no 16 diatas, yang menyebutkan “2 raka’at sebelum ‘Ashar pengganti 2 raka’at sesudah “Isya.”
shalat Maghrib189 (19) dan 2 raka’at sesudahnya190 (20) Kemudian kerjakanlah shalat tathawwu’ 2 raka’at sesudah ‘Isya’191 (21) atau 4 raka’at192 (22).
3. SHALAT DHUHA
)ﺻﻼة اﻟﺿﺣﻰ( ﺻﻠﻰ اﻟﺿﺣﻰ ﻋﻧد ارﺗﻔﺎع اﻟﺷﻣس )1 ( رﻛﻌﺗﯾن )2 ( او ارﺑﻊ رﻛﻌﺎت )3 ( اوﺗﻣﺎﻧﻰ رﻛﻌﺎت ﺧﻔﯾﻔﺎت ﺗﺳﻠم ﻣن ﻛل رﻛﻌﺗﯾن )4
(
ﻟِﺣَدِﯾثِ أَﻧَسِ ﺑْنِ ﻣَﺎﻟِكٍ رَضِ ﻗَﺎلَ : ﻛُﻧﱠﺎ ﻧُﺻَﻠِّﻲ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﮭْدِ رَﺳُولِ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم رَﻛَﻌَﺗَﯾْنِ ﺑﻌد ﻏُرُوبِ اﻟﺷﱠﻣْسِ ﻗَﺑْلَ ﺻَﻼَةِ اﻟْﻣَﻐْرِبِ ﻓَﻘُﻠْتُ ﻟَﮫُ : أَﻛَﺎنَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻِل ﺻَﻼﱠھُﻣَﺎ ؟ ﻗَﺎلَ : ﻛَﺎنَ ﯾَرَاﻧَﺎ ﻧُﺻَﻠِّﯾﮭُﻣَﺎ ﻓَﻠَمْ ﯾَﺄْﻣُرْﻧَﺎ وَﻟَمْ ﯾَﻧْﮭُﻧَﺎ. )رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِمٌ( وَﻟِﺣَدِﯾْثِ ﻋَﺑْدِ االلهﱠِ ﺑْنِ ﻣُﻐَﻔﱠلٍ اﻟﻣزﻧﻲ ﻋَنِ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ : ﺻَﻠﱡوا ﻗَﺑْلَ ﺻَﻼَةِ اﻟﻣﻐرب - ﻗَﺎلَ ﻓِﻲ اﻟﺛﱠﺎﻟِﺛَﺔِ ﻟِﻣَنْ ﺷَﺎءَ - )رَوَاهُ اﻟْﺑُﺧَﺎرِي وَاﺑْنُ ﺣِﺑﱠﺎنَ وَزَادَ أَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﺻَﻠﱠﻰ ﻗَﺑْلَ اﻟْﻣَﻐَرِبِ رَﻛَﻌَﺗَﯾْنِ ( .
Karena hadits Anas bin Malik r.a yang berkata:”Pada masa hidup Nabi saw. kami kerjakan 2 raka’at sesudah matahari terbenam sebelum shalat Maghrib”.aku tegor dia:”Adakah Rasulullah saw. sendiri yang mengerjakan itu?”. Jawabnya:”Beliau saw melihat kami mengerjakan 2 raka’at itu, tetapi tidak menyuruh ataupun melarang kami.” (Diriwayatkan Oleh Muslim). Dan karena hadits Abdullah bin Mughafffal Muzanni dari Nabi saw. yang bersabda:”Kerjakan shalat itu sebelum Maghrib”. Lalu pada tiga kalinya beliau mengatakan:”Bagi yang suka”. (Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dengan tambahan bahwa Nabi shalat sebelum Maghrib 2 raka’at).
٦١ ) ﻲﻓ ِمِّدَﻘَﺗُﻣْﻟا ُﺔَﺑﯾِﺑَﺣ ْماَو َرَﻣُﻋ ِنْﺑا ِثﯾِدَﺣﻟا( .
Karena hadits Ibnu ‘Umar dari Ummu Habibah yang tersebut pada dalil no.16 diatas 2 raka’at sesudah Maghrib.
ﻲِﻓ مِّدَﻘَﺗُﻣْﻟا َﺔَﺑﯾِﺑَﺣ ْماَو َرَﻣُﻋ ِنْﺑا ِثﯾِدَﺣِﻟ- ٦١- َلﺎَﻗ ﱠﻲِﻠَﻋ ْنَﻋ َةَرْﻣَﺿ ِنْﺑ ِمِﺻﺎَﻋ ِثﯾِدَﺣِﻟ ، ِﮫﯾِﻓ َﺔَﺷِﺋﺎَﻋ ِثﯾِدَﺣ ْنِﻣ َكِﻟَذَﻛَو : ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﯾُﺻَﻠِّﻰ ﻓِﻲ وَﺗْرِﻛُلِّ ﺻَﻼَةٍ ﻣَﻛْﺗُوﺑَﺔٍ رﻛﻌﺗﯾن إِﻻﱠ اﻟْﻔَﺟْرَ وَاﻟْﻌَﺻْرَ أَﺧْرَﺟَﮫُ أَﺑُو دَاوُدَ
Karena hadits Ibnu ‘Umar dan Ummu Habibah yang tersebut dalam dalil no.16 diatas, demikian juga terdapat pada hadits “Aisyah tentang hal itu. Karena hadits “Ashim bin Dlamrah dari Ali ra. yang berkata Rasulullah saw. setiap selesai shalat fardlu selalu mengerjakan shalat, selain Shubuh dan ‘Ashar. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud)
ﻟِﺣَدِﯾثِ زُرَارَةَ ﺑْنِ أَﺑِﻲ أَوْﻓَﻰ أَنﱠ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ ﺳُﺋِﻠَتْ ﻋَنْ ﺻَﻼَةِ رَﺳُولِ االلهﱠِ ﻓِﻲ ﺟَوْفِ اﻟﻠﱠﯾْلِ ﻓَﻘَﺎﻟَتْ : ﻛَﺎنَ ﯾُﺻَﻠِّﻰ اﻟْﻌِﺷَﺎءَ ﻓِﻲ ﺟَﻣَﺎﻋَﺔٍ ﺛُمﱠ ﯾَرْﺟِﻊُ إِﻟَﻰ أَھْﻠِﮫِ ﻓَﯾَرْﻛَﻊُ ارْﺑَﻊَ رَﻛَﻌَﺎتٍ ﺛُمﱠ ﯾَﺄْوِى إِﻟَﻰ ﻓِرَاﺷِﮫِ وَﯾَﻧَﺎمُ . ) رَوَاهُ أَﺑُو دَاوُدَ (
Karena hadits Zurarah bin Abi Aufa bahwa ‘Aisyah r.a pernah ditanya tentang shalat Rasulullah saw. ditengah malam, dan ia menjawab:”Adalah beliau shalat ‘Isya berjama’ah, kemudian pulang kepada keluarganya, lalu shalat 4 raka’at kemudian masuk tempat tidurnya dan tidur. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud).
Hendaklah engkau kerjakan shalat Dluha pada waktu matahari meninggi193 (1) dua raka’at194 (2), atau empat195 (3), atau delapan raka’at singkat-singkat dengan salam pada tiap-tiap dua raka’at196 (4).
4. SHALAT SAFAR
)ﺻﻼة اﻟﺳﻔر( إذا اردت اﻟﺳﻔر ﻓﺻل رﻛﻌﺗﯾن )5 ( وﻋﻧد ﻗدوﻣك ﺗﺻﻠﻰ رﻛﻌﺗﯾن ﻓﻰ اﻟﻣﺳﺟد ﻗﺑل ان ﺗﺟﻠس
) (
ﻟﺣدﯾث ام ھﺎﻧﺊ ﺑﻧت اﺑﻰ طﺎﻟب اﺧﺑرت ان رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم اﺗﻰ ﺑﻌد ﻣﺎارﺗﻔﻊ اﻟﻧﮭﺎر ﯾوم اﻟﻔﺢ ﻓﺄﺗﻰ ﺑﺛوب ﻓﺳﺗر ﻋﻠﯾﮫ ﻓﺎﻏﺗﺳل ﺛم ﻗﺎم ﻓرﻛﻊ ﺛﻣﺎﻧﻰ رﻛﻌﺎت-اﻟﺣدﯾث )رواه ﻣﺳﻠم(
Berdasarkan hadist Ummi Hanik puteri Abu Thalib yang menceritakan bahwa Rasulullah saw pada hari penaklukan kota Makah datang menjelang waktu matahari tinggi dan dibawakan sehelai kain untuk dibuat tabir baginya, lalu beliau mandi kemudian beliau shalat delapan raka’at. (Riwayat Muslim).
ﻟﺣدﯾث اﺑﻰ ھرﯾرة ﻗﺎل: اوﺻﺎﻧﻰ ﺧﻠﯾﻠﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﺑﺛﻼث ﺑﺻﯾﺎم ﺛﻼث ة اﯾﺎم ﻣن ﻛل ﺷﮭر ورﻛﻌﺗﻰ اﻟﺿﺣﻰ وان اوﺗر ﻗﺑل ان ارﻗد )رواه ﻣﺳﻠم( وﺣدﯾث اﺑﻰ ذر ﻋن اﻟﻧﺑﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم اﻧﮫ ﻗﺎل )ﯾﺻﯾﺢ ﻋﻠﻰ ﻛل ﺳﻼﻣﻰ ﻣن اﺣدﻛم ﺻدﻗﺔ وﻛل ﻧﺣﻣﯾدة ﺻدﻗﺔ وﻛل ﺗﮭﻠﯾل ﺻدﻗﺔ وﻛل ﺗﻛﺑﯾرة ﺻدﻗﺔ واﻣر ﺑﺎﻟﻣﻌروف ﺻدﻗﺔ وﻧﮭﻰ ﻋن اﻟﻣﻧﻛر ﺻدﻗﺔ وﯾﺟزئ ﻣن ذﻟك رﻛﻌﺗﺎن ﯾرﻛﻌﮭﻣﺎ ﻣن اﻟﺿﺣﻰ )رواه ﻣﺳﻠم( ورواه اﯾﺿﺎ اﺑو داود ﺑﺎﻟﻐﺎظ(
Beralasan hadits Abu Hurairah yang mengatakan: Rasulullah saw menganjurkan padaku tiga perkara, puasa tiga hari tiap bulan, dua raka’at Dluha dan agar aku kerjakan shalat witir sebelum tidur. (Riwayat Muslim). Beralasan pula hadits Abu Dzar yang menyatakan bahwa Nabi saw. pernah bersabda:”Tiap ruas tulang dari padamu ada sedekahnya dan setiap bacaan tasbih itu merupakan sedekah, begitu pula tiap bacaan tahmid itu sedekah dan tiap bacaan tahlil itu sedekah dan tiap bacaan takbir itu sedekah. Amar ma’ruf itu sedekah dan nahi munkar sedekah. Dari segala itu akan memadailah dua raka’at shalat Dluha”. (Riwayat Muslim dan Abu Dawud).
ﻟﺣدﯾث ﻣﻌﺎذة أﻧﮭﺎ ﺳﺄﻟت ﻋﺎﺋﺷﺔ رﺿﻲ ﷲ ﻋﻧﮫ : ﻛم ﻛﺎن رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﯾﺻﻠﻰ ﺻﻼة اﻟﺿﺣﻰ؟ ﻗﺎﻟت: ارﺑﻊ رﻛﻌﺎت وﯾزﯾد ﻣﺎﯾﺷﺎء )رواه ﻣﺳﻠم(
Beralasan hadits Mu’adz yang menceritakan, bahwa ia pernah bertanya kepada ‘Aisyah: “Berapa raka’at Rasuulullah saw. mengerjakan shalat Dluha?”. Ia menjawab:”Empat raka’at dan ada kalanya menambah sesukanya,.” (Riwayat Muslim ).
ﻟﺣدﯾث أم ھﺎﻧﺊ ﺑﻧت أﺑﻰ طﺎﻟب ان رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﯾوم اﻟﻔﺗﺢ ﺻﻠﻰ ﺳﺑﺣﺔ اﻟﺿﺣﻰ ﺛﻣﺎﻧﻰ رﻛﻌﺎت ﯾﺳﻠم ﻣن ﻛل رﻛﻌﺗﯾن )رواه اﺑو داود( وروى ﻣﺳﻠم ﻋﻧﮭﺎ اﻧﮭﺎ ﺣدﺛت ان اﻟﻧﺑﻲ ﻟﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم دﺧل ﺑﯾﺗﮭﺎ ﯾوم ﻓﺗﺢ ﻣﻛﺔ ﻓﺻﻠﻰ ﺛﻣﺎﻧﻰ رﻛﻌﺎت ﻣﺎرأﯾت ﺻﻠﻰ ﺻﻼة اﺧف ﻣﻧﮭﺎ ﻏﯾر اﻧﮫ ﻛﺎن ﯾﺗم اﻟرﻛوع واﻟﺳﺟود.
Beralasan hadits Ummi Hanik puteri Abu Thalib yang menceritakan bahwa Rasulullah saw pada hari penaklukan kota Makah mengerjakan shalat Dluha delapan raka’at dengan salam tiap dua raka’at. (Riwayat Abu Dawud). Muslim meriwayatkan pula daripadanya bahwa pernah ia menceritakan tentang Nabi saw masuk rumahnya pada hari penaklukan kota Makah lalu shalat delapan raka’at: “Belum pernah aku lihat beliau shalat secepat itu, meskipun cukup tertib ruku’dan sujudnya.”
Apabila engkau bepergian, hendaklah engkau kerjakan shalat dua raka’at197 (5). Dan apabila engkau kembali kerjakanlah shalat dua raka’at dimasjid sebelum engkau duduk198 (6).
5. SHALAT ISTIKHARAH
)ﺻﻼة اﻹﺳﺗﺧﺎرة( إذا ھﻣﻣت ﺑﺄﻣر ﻓﺎرﻛﻊ رﻛﻌﺗﯾن ﻣن ﻏﯾر اﻟﻔرﯾﺿﺔ ﺛم ﻗل )اﻟﻠﮭم إﻧﻰ أﺳﺗﺧﯾرك ﺑﻌﻠﻣك وأﺳﺗﻘدرك ﺑﻐدرﺗك وأﺳﺄﻟك ﻣن ﻓﺿﻠك اﻟﻌظﯾم ﻓﺈﻧك ﺗﻘدر وﻻأﻗدر وﻧﻌﻠم وﻻأﻋﻠم وأﻧت ﻋﻼم اﻟﻐﯾوب. اﻟﻠﮭم إن ﻛﻧت ﺗﻌﻠم أن ھذا اﻷﻣر ﺧﯾرﻟﻰ ﻓﻰ دﯾن ودﻧﯾﺎي وﻣﻌﺎﺷﻲ وﻋﺎﻗﺑﺔ أﻣرى )اوﻋﺎﺟل اﻣرى واﺟﻠﮫ( ﻓﺎﻗدره ﻟﻰ وﯾﺳره ﻟﻰ ﺛم ﺑﺎرك ﻟﻰ ﻓﯾﮫ. وإن ﻛﻧت ﻧﻌﻠم أن ھذا اﻷﻣر ﺷر ﻟﻰ ﻓﻰ دﯾﻧﻰ ودﻧﯾﺎي وﻣﻌﺎﺷﻰ وﻋﺎﻗﺑﺔ اﻣر )اوﻋﺎﺟل اﻣرى وأﺟﻠﮫ( ﻓﺎﺻرﻓﮫ ﻋﻧﻰ واﺻرﻓﻧﻰ ﻋﻧﮫ واﻗدرﻟﻰ اﻟﺧﯾر ﺣﯾث ﻛﺎن ﺛم رﺿن ﺑﮫ( )7 ( وﺗﺳﻣﻰ ﺣﺎﺟﺗك.
Jika engkau akan mengambil ketegasan sesuatu yang penting kerjakanlah shalat dua raka’at di luar shalat wajib dan bacalah do’a: Allahu-humma inni-astakhi-ruka bi’ilmika wa as taqdiruka biqudratika wa as aluka min fadlikal ‘adhi-m, fainnaka taqdiru wa la-aqdiru wa ta’lamu wa la-a’lamu wa anta ‘alla-mu wa anta ‘alla-mul ghuyu-b. Alla-humma in kunta ta’lamu anna ha-dzal amra khairun li-fi-di-ni-wa dunya-ya wa ma’a-syi-wa’a-qi- bati amri- (au ’a-jili amri –wa a jilihi-) faqdurhu li-wa yasirrhu li-tsumma ba-rik li- fi-hi. Wa in kunta ta’lamu anna ha dzal amra syarrun li fi-di-ni-wadunya-ya wa ma’a-syi-wa ‘a-qibati amri-
ﻟﺣدﯾث اﺑن ﻣﺳﻌود رﺿﻲ ﷲ ﻋﻧﮫ ﻗﺎل: ﺟﺎء رﺟل اﻟﻰ رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﻓﻘﺎل: ﯾﺎرﺳول ﷲ إﻧﻰ أرﯾد ان أﺧرج اﻟﻰ اﻟﺑﺣرﯾن ﻓﻰ ﺗﺟﺎرة ﻓﻘﺎل ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم: ﺛم ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم رﻛﻌﺗﯾن )رواه اﻟطراﻧﻰ ﻓﻰ اﻟﻛﺑﯾر وﻗﺎل ﻓﻰ ﻣﺟﻣﻊ اﻟزواﯾد ورﺟﺎﻟﮫ ﻣوﺛﻘون( وﺣدﯾث اﻟﻣطﻌم ﺑن اﻟﻣﻘداد ان اﻟﻧﺑﻲ ﻟﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﻗﺎل )ﻣﺎﺧﻠف اﺣد ﻋﻧد اھﻠﮫ اﻓﺿل ﻣن رﻛﻌﺗﯾن ﯾرﻛﻌﮭﻣﺎ ﻋﻧد ھم ﺣﯾن ﯾرﯾد ﺳﻔرا( )رواه اﻟطﺑراﻧﻰ وﻗد ذﻛر اﻟﻧواوى ﻓﻰ اﻷذ ﻛﺎر ﺻﻔﺔ ھذه اﻟﺻﻼة ﺑﻌد ذﻛره ﻟﮭذا اﻟﺣدﯾث(
Beralasan hadits Ibnu Mas’ud yang mengatakan”Pernah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah saw dan berkata:”Hai Rasulullah, saya hendak pergi ke Bahrein untuk urusan dagang. Lalu Rasulullah saw menyuruh orang itu:”Pergilah shalat dua raka’at. (Riwayat Thabrani dalam Al Kabir). Beralasan pula pada Hadits Muth bin Miqhdad yang menceritakan bahwa Nabi saw pernah berkata:”Tiadalah sesuatu yang sangat utama bagi seorang yang hendak meninggalkan sesuatu pada keluarganya melebihi shalat dua raka’at yang ia kerjakan ditengah mereka kalau ia hendak bepergian.”(Riwayat Thabrani)
ﻟﺣدﯾث ﺟﺎﺑر ﺑن ﻋﺑد ﷲ رﺿﻲ ﷲ ﻋﻧﮫ ﻗﺎل: ﻛﻧت ﻣﻊ رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﻓﻰ ﺳﻔر ﻓﻠﻣﺎ ﻗدﻣﻧﺎ اﻟﻣدﯾﻧﺔ ﻗﺎل ﻟﻰ: )ادﺧل اﻟﻣﺳﺟد ﻓﺻل رﻛﻌﺗﯾن( ﻣﺗﻔق ﻋﻠﯾﮫ وﺣدﯾث ﻛﻌب اﺑن ﻣﺎﻟك أن رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﻛﺎن ﻻﯾﻘدم ﻣن ﺳﺳﻔر إﻻ ﻧﮭﺎرا ﻓﻰ اﻟﺿﺣﻰ , ﻓﺈذا ﻗدم ﺑدأ ﺑﺎﻟﻣﺳﺟد ﻓﺻﻠﻰ ﻓﯾﮫ رﻛﻌﺗﯾن ﺛم ﺟﻠس ﻓﯾﮫ )رواه ﻣﺳﻠم(.
Beralasan Hadits Jabir bin Abdullah yang mengatakan: Pernah aku bersama-sama Rasulullah dalam perjalanan. Lalu setiba kami (kembali) di Madinah beliau berkata:”Masuklah ke Masjid dan kerjakan shalat dua raka’at.” (Riwayat Bukhari dan Muslim). Beralasan pula pada Hadits Ka’ab bim Malik yang menceritakan bahwa Rasulullah saw tiada kembali dari suatu perjalanan jauh melainkan diwaktu siang hari menjelang Dluha dan jika ia tiba maka pertama kali ia masuk masjid lalu shalat dua raka’at, baru ia duduk disitu. (Riwayat Muslim).
(au a-jili amri-wa ajilihi-) fashrifu ‘anni-washrifini-‘anhu waqdur liyal khaira haitsu ka-na tsumma radldlini-bihi-. Artinya : Ya Allah, arahkanlah diriku kepada yang baik dengan ilmuMu, dan berilah aku kemampuan dengan kekuasaanMu, dan aku selalu mengharapkan anugerahMu yang melimpah, sesungguhnya Engkau Yang Maha Kuasa, dan aku tidak kuasa sedikitpun, da Enkau Yang Maha Mengetahui, dan aku tidak tahu sedikitpun. Dan Engkaulah Yang Mengetahui segala yang ghaib. Ya Allah, jika hal ini baik bagiku, bagi agama, dunia, penghidupan dan kesudahan urusanku, maka mohon Engkau tetapkan kebaikan dan kemudahan bagiku, kemudian limpahkanlah berkah bagiku. Jika hal ini jelek bagiku, bagi agama, dunia dan penghidupan dan kesudahan urusanku, mohon Engkau jauhkan ia dari padaku dan jauhkan aku dari padanya dan limpahkanlah kepadaku keutamaan juga adanya, kemudian jadikanlah aku orang yang rela dengan pemberian itu.199 (7) Lalu engkau sebut kepentinganmu.
6. SHALAT LAIL
)ﺻﻼة اﻟﻠﯾل( أﻛﺛر ﻣن ﺻﻼة اﻟﻠﯾل )8 ( ﺑﻌد أن ﺗﺻﻠﻰ اﻟﻌﺷﺎء اﻟﻰ طﻠوع اﻟﻔﺟر )9 ( ﻓﻰ رﻣﺿﺎن وﻓﻰ ﻏﯾر رﻣﺿﺎن )10 ( ﺗﺻﻠﯾﮭﺎ إﺣدى ﻋﺷرة رﻛﻌﺔ )11 ( رﻛﻌﺗﯾن رﻛﻌﺗﯾن )12 ( اوارﺑﻌﺎ )
(
ﺗﻘرأ ﻓﻰ ﻛل رﻛﻌﺔ ﻣﻧﮭﺎ اﻟﻔﺎﺗﺣﺔ وﺳورة ﻣن اﻟﻘرآن )14 ( ﺛم ﺗوﺗز ﺑﺛﻼث )15 ( ﺗﻘرأ ﻓﻰ اﻷوﻟﻰ ﺑﻌد اﻟﻔﺎﺗﺣﺔ ﺳورة اﻷﻋﻠﻰ وﻓﻰ اﻟﺛﺎﻧﯾﺔ اﻟﻛﺎﻓرون وﻓﻰ اﻟﺛﺎﻟﺛﺔ اﻹﺧﻼص )16 ( ﺛم ﻗل ﺑﻌد اﻟﻔراغ ﻣن وﺗرك واﻧت ﺟﺎﻟس : )ﺳﺑﺣﺎﻧك اﻟﻣﻠك اﻟﻘدوس( ﺛﻼث ﻣرات ﯾﻣد ﺑﮭﺎ ﺻوﺗك وﺗرﻓﻌﮫ ﻓﻰ اﻟﺛﺎﻟﺛﺔ وﻗل )رب اﻟﻣﻼﺋﻛﺔ واﻟروح( )17 ( وﺻل ﻗﺑﻠﮭﺎ رﻛﻌﺗﯾن ﺧﻔﯾﻔﺗﯾن )18
(
ﺗﻘرأ ﻓﻰ اوﻻھﻣﺎ ﺑﻌد ﺗﻛﺑﯾرة اﻹﺣرام: )ﺳﺑﺣﺎن ذى اﻟﻣﻠك واﻟﻣﻠﻛوت واﻟﻌزة واﻟﺟﺑروت واﻟﻛﺑرﯾﺎء واﻟﻌظﻣﺔ( )19 ( ﺛم اﻟﻔﺎﺗﺣﺔ وﻓﻰ اﻟﺛﺎﻧﯾﺔ اﻟﻔﺎﺗﺣﺔ ﻓﻘط )20 ( وﻟﺗﻛن ﺻﻼﺗك اول اﻟﻠﯾل اووﺳطﮫ او آﺧره )21 ( وھو اﻷﻓﺿل إذا ﻛﻧت واﺛﻘﺎ ﻣن اﺳﺗﯾﻘﺎظك ﻓﻰ أﻧﮫ )22 ( وإذا ﺻﻠﯾت ﺧﻼف ﻣﺎذﻛر ﻓﻠﺗﻛن ﺻﻼﺗك اﻹﺣدى ﻋﺷرة رﻛﻌﺔ رﻛﻌﺗﯾن رﻛﻌﺗﯾن اوأرﺑﻌﺎ اوﺑﻌﺎ-
ﻟﺣدﯾث ﺟﺎﺑرﺑن ﻋﺑد ﷲ رﺿﻲ ﷲ ﻋﻧﮫ ﻗﺎل : ﻛﺎن رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﯾﻌﻠﻣﻧﺎ اﻹﺳﺗﺧﺎرة ﻓﻰ اﻷﻣور ﻛﻣﺎ ﯾﻌﻠﻣﻧﺎ اﻟﺳورة ﻣن اﻟﻘرآن ﯾﻘول )إذا ھم اﺣدﻛم ﺑﺄﻣر ﻓﻠﺑرﻛﻊ رﻛﻌﺗﯾن ﻣن ﻏﯾر اﻟﻔرﯾﺿﺔ ﺛم ﻟﯾﻘل-)اﻟﺣدﯾث ﻣن رواﯾﺔ اﻟﺑﺧﺎرى(
Beralasan Hadits Jabit bin Abdullah yang mengatakan; Rasulullah saw mengajarkan kepada kami beristikharah dalam segala hal sebagaimana ia mengajarkan pada kami akan surat dari Al-Qura’an. Ia mengatakan:”Apabila ada kepentingan bagimu untuk melakukan sesuatu, hendaklah kerjakan shalat dua raka’at diluar shalat fardlu, kemudian membaca (do’a) .......(lihat bacaan do’a istikharah).
ﻣﺛل ﻣﺎﺗﻘدم-اوﺳت رﻛﻌﺎت )23 ( اوﺛﻣﺎﻧﻰ رﻛﻌﺎت ﻣﺗواﻟﯾﺎت ﻻﺗﺟﻠس وﻻﺗﺳﻠم إﻻ ﻓﻰ اواﺧرھﺎ
)
( ﺛم ﺗوﺗر ﺑرﻛﻌﺔ اوﺛﻼث )25 ( اوﺧﻣس اوﺳﺑﻊ ﺗﺟﻠس ﻓﻰ اواﺧرھﺎ )26 ( اوﺑﺳﺑﻊ ﺗﺟﻠس ﻓﻰ اﻟﺳﺎدﺳﺔ واﻟﺳﺎﺑﻌﺔ ﺛم ﺗﺳﻠم )27 ( اوﺑﺗﺳﻊ ﺗﺟﻠس ﻓﻰ اﻟﺛﺎﻣﻧﺔ واﻟﺗﺎﺳﻌﺔ ﺛم ﺗﺳﻠم )28
(.
Hendaklah engkau membiasakan shalat malam200 (8) sesudah shalat ‘Isyak hingga menjelang terbit fajar201 (9), baik didalam maupun diluar bulan Ramadlan202 (10). Engkau kerjakan sebelas raka’at203 (11), dua raka’at, dua raka’at204 (12), atau empat raka’at empat
ﻟﺣدﯾث ﻋﺑد ﷲ ﺑن ﻋﻣر وﺑن اﻟﻌﺎص ﻗﺎل: ﻗﺎل رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم : ﺑﺎﻋﺑد ﷲ ﻻﺗﻛن ﻣﺛل ﻓﻼن ﻛﺎن ﯾﻘوم ﻣن اﻟﻠﯾل ﻓﺗرك ﻗﯾﺎم اﻟﻠﯾل )ﻣﺗﻔق ﻋﻠﯾﮫ(
Beralasan Hadits Abdullah bin Amr bin ‘Ash mengatakan: Pernah Rasulullah berkata:”Hai Abdullah, janganlah engkau jadi seperti Fulan. Ia pernah sering shalat malam tetapi lalu tidak melakukannya lagi”. (Riwayat Bukhari dan Muslim.
ﻟﺣدﯾث ﻋﺎﺋﺷﺔ زوج اﻟﻧﺑﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﻗﺎﻟت: ﻛﺎن رﺳو ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﯾﺻﻠﻰ ﻓﯾﻣﺎ ﺑﯾن ان ﯾﻔرغ ﻣن ﺻﻼة اﻟﻌﺷﺎء وھﻰ اﻟﺗﻰ ﯾدﻋو اﻟﻧﺎس اﻟﻌﺗﻣﺔ اﻟﻰ اﻟﻔﺟر اﺣدى ﻋﺷرة رﻛﻌﺔ. اﻟﺣدﯾث رواه اﻟﺷﯾﺧﺎن وﺣدﯾث ﺧﺎرﺟﺔ ﺑن ﺧذاﻓﺔ ﻗﺎل: ﺧرج ﻋﻠﯾﻧﺎ رﺳول ﷲ ﻟﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ذات ﻏداة ﻓﻘﺎل: )ﻟﻘد اﻣدﻛم ﷲ ﺑﺻﻼة ھﻰ ﺧﯾر ﻣن ﺣﻣر اﻟﻧﻌم( ﻗﻠﻧﺎ: وﻣﺎھﻰ ﯾﺎرﺳول ﷲ؟ ﻗﺎل )اﻟوﺗر ﺑﯾن ﺻﻼة اﻟﻌﺷﺎء اﻟﻰ طﻠوع اﻟﻔﺟر( )رواه اﺣﻣد واﺑو داود واﻟﺗرﻣذى واﺑن ﻣﺎﺟﮫ وﻛذا اﻟدار ﻗطﻧﻰ(
Beralasan hadits ‘Aisyah isteri Nabi saw yang menceritakan: Rasulullah saw mengerjakan shalat pada waktu antara selesai shalat ‘Isya’ yaitu orang yang disebut “Atamah: sampai fajar sebelas raka’at (Riwayat Bukhari dan Muslim). Beralasan pula Hadits Kharijah bin Hudzafah yang mengatakan: pernah pula suatu pagi Rasulullah saw datang kepada kami dan mengatakan:”Benar-benar Allah telah menganugerahi kami semacam shalat yang lebih menyenangkan dari pada unta pilihan.”Kami bertanya:”Apakah itu, Rasulullah? Ia menjawab:”Shalat witir antara shalat ‘Isya hingga fajar menyingsing.”(Riwayat Ahmad, Abu dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah. Begitu pula Daraquthni).
ﻟﺣدﯾث ﻋﺎﺋﺷﺔ ﺣﯾن ﺳﺋﻠت ﻋن ﺻﻼة رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﻓﻰ رﻣﺿﺎن ﻗﺎﻟت: ﻣﺎﻛﺎن رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﯾزﯾد ﻓﻰ رﻣﺿﺎن وﻻ ﻓﻰ ﻏﯾره ﻋﻠﻰ اﺣدى ﻋﺷرة رﻛﻌﺔ ﯾﺻﻠﻰ ارﺑﻌﺎ ﻓﻼ ﺗﺳﺄل ﻋن ﺣﺳﻧﮭن وطوﻟﮭن. ﺛم ﯾﺻل ارﺑﻌﺎ ﻓﻼ ﺗﺳﺄل ﻋن ﺣﺳﻧﮭن ﺛم ﯾﺻﻠﻰ ﺛﻼﺛﺎ )رواه اﻟﺑﺧﺎرى وﻣﺳﻠم(
Beralasan Hadits ‘Aisyah yang menerangkan, bahwa ketika ia ditanya tentang shalat Rasulullah saw dalam bulan Ramadlan; maka ia menjawab:’ Pada bulan Ramadlan maupun di bulan lainnya tak pernah Rasulullah saw mengerjakan lebih dari sebelas raka’at; ia kerjakan empat raka’at. Jangan engkau tanyakan eloknya dan lamanya. Lalu kerjakan tiga raka’at (Riwayat Bukhari dan Muslim).
ﻟﺣدﯾث ﻋﺎﺋﺷﺔ ﻓﻰ رﻗم )10
( Beralasan Hadits ‘Aisyah tersebut pada alasan nomor 10 juga.
ﻟﺣدﯾث اﺑن ﻋﻣر ﻗﺎل: ﻗﺎم رﺟل ﻓﻘﺎل: ﯾﺎرﺳول ﷲ ﻛﯾف ﺻﻼة اﻟﻠﯾل؟ ﻓﻘﺎل رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم: ﺻﻼة اﻟﻠﯾل ﻣﺛﻧﻰ ﻓﺈن ﺧﻔت اﻟﺻﺑﺢ ﻓﺄوﺗر ﺑواﺣدة )رواه اﻟﺟﻣﺎﻋﺔ( وﻟﺣدﯾث اﺑن ﻋﺑﺎس ﻗﺎل: ﻓﺗﻣت ﻓﺻﻧﻌت ﻣﺛل ﻣﺎﺻﻧﻊ رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ذھﺑت ﻓﺗﻣت اﻟﻰ ﺟﻧﺑﮫ ﻓوﺿﻊ رﺳول ﷲ ﯾده اﻟﯾﻣﻧﻰ ﻋﻠﻰ رأﺳﻰ واﺧذ ﺑﺄذﻧﻰ اﻟﯾﻣﻧﻰ ﯾﻔﺗﻠﮭﺎ. ﻓﺻﻠﻰ رﻛﻌﺗﯾن ﺛم رﻛﻌﺗﯾن ﺛم رﻛﻌﺗﯾن ﺛم رﻛﻌﺗﯾن ﺛم رﻛﻌﺗﯾن ﺛم أوﺗر ﺛم اﺿطﺟﻊ ﺣﺗﻰ ﺟﺎء اﻟﻣؤذن ﻓﻘﺎم ﻓﺻﻠﻰ رﻛﻌﺗﯾن ﺧﻔﯾﻔﺗﯾن ﺛم ﺧرج ﻓل اﻟﺻﺑﺢ )رواه ﻣﺳﻠم(. وﻟﺣدﯾث زﯾدﺑﻧﻰ ﺧﺎﻟد اﻟﺟﮭﻧﻰ أﻧﮫ ﻗﺎل: ﻷرﻣﻘن ﺻﻼة رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم اﻟﻠﯾﻠﺔ, ﻓﺻﻠﻰ رﻛﻌﺗﯾن ﺧﻔﯾﻔﺗﯾن ﺛم ﺻﻠﻰ رﻛﻌﺗﯾن طوﯾﻠﺗﯾن: طوﯾﻠﺗﯾن ﺛم ﺻﻠﻰ رﻛﻌﺗﯾن وھﻣﺎدون اﻟﻠﺗﯾن ﻗﺑﻠﮭﻣﺎ ﺛم ﺻﻠﻰ رﻛﻌﺗﯾن وھﻣﺎدون اﻟﻠﺗﯾن ﻗﺑﻠﮭﻣﺎ ﺛم ﺻﻠﻰ رﻛﻌﺗﯾن وھﻣﺎدون اﻟﻠﺗﯾن ﻗﺑﻠﮭﻣﺎ ﺛم رﻛﻌﺗﯾن وھﻣﺎدون اﻟﻠﺗﯾن ﻗﺑﻠﮭﻣﺎ ﺛم اوﻧر ﻓذﻟك ﺛﻼث ﻋﺷرة رﻛﻌﺔ )رواه ﻣﺳﻠم(
raka’at205 (13), dengan membaca Fatihah dan surat dari Al-Qur’an pada tiap-tiap raka’at206 (14). Kemudian engkau akhiri denga tiga raka’at207 (15), dengan membaca surat Al- A’la sesudah Fatihah pada raka’at pertama, surat Al-Kafirun pada raka’at kedua dan surat Al-
Beralasan Hadits Ibnu Umar yang mengatakan : seorang lelaki bangkit berdiri lalu menanyakan:”Bagaimana cara shalat malam, hai Rasulullah?”. Jawab Rasulullah saw: “Shalat malam itu dua raka’at dua raka’at. Jika engkau khawatir akan terkejar Shubuh, hendaklah engkau kerjakan witir witir satu raka’at saja.” (Riwayat Jama’ah). Beralasan pula pada Hadits Ibnu Abbas yang mengatakan:”Lalu aku berdiri disamping Rasulullah; tetapi ia lalu letakkan tangan kanannya pada kepala saya dan dipegangnya telinga kanan saya dan dililitnya, lalu ia shalat dua raka’at kemudian dua raka’at lagi lalu dua raka’at lagi kemudian dua raka’at lagi, lalu dua raka’at lagi kemudian dua raka’at, lalu, shalat witir, kemudian ia tiduran menyamping sehingga datang Bilal menyeru adzan. Maka bangunlah ia dan shalat dua raka’at singkat-singkat, kemudian pergi shalat Shubuh.” (Riwayat Muslim). Beralasan pula Hadits, Zaid bin Khalid Al Juhani yang mengatakan:”Benar-benar aku hendak mengamati shalat Rasulullah malam ini. lalu aku (lihat) dia shalat dua raka’at singkat-singkat kemudian dua raka’at panjang- panjang kemudian ia shalat dua raka’at yang kurang panjang dari sebelumnya lalu shalat dua raka’at yang kurang lagi panjangnya dari yang sebelumnya kemudian ia shalat lagi dua raka’at yang kurang lagi panjangnya dari yang sebelumnya lalu shalat lagi dua raka’at yang kurang lagi panjangnya dari yang sebelumnya, kemudian ia shalat witir. Maka jadilah seluruhnya tiga belas raka’at.” (Riwayat Muslim).
ﻟﺣدﯾث ﻋﺎﺋﺷﺔ ﻓﻰ رﻗم )10
( Beralasan Hadits ‘Aisyah tersebut pada alasan nomor 10.
ﻟﺣدﯾث ﻋﺎﺋﺷﺔ اﻧﮭﺎ ﺷﺋﻠت ﻋن ﺻﻼة رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﻓﻰ ﺟوف اﻟﻠﯾل ﻓﻘﺎﻟت: ﻛﺎن ﯾﺻﻠﻰ ﺻﻼة اﻟﻌﺷﺎئ ﻓﻰ ﺟﻣﺎﻋﺔ ﺛم ﯾرﺟﻊ اﻟﻰ اھﻠﮫ ﻓﯾرﻛﻊ ارﺑﻊ رﻛﻌﺎت ﺛم ﯾﺄوى اﻟﻰ ﻓراﺷﮫ وﯾﻧﺎم وطﮭوره ﻣﻐطﻰ ﻋﻧد رأﺳﮫ وﻛﺳواﻛﮫ ﻣوﺿوع ﺣﺗﻰ ﯾﺑﻌﺛﮫ ﷲ ﺳﺎﻋﺗﮫ اﻟﺗﻰ ﯾﺑﻌﺛﮫ ﻣن اﻟﻠﯾل ﻓﯾﺗﺳوك وﯾﺳﺑﻎ اﻟوﺿوع ﺛم ﯾﻘول اﻟﻰ ﻣﺻﻼة ﻓﯾﺻﻠﻰ ﺛﻣﺎﻧﻰ رﻛﻌﺎت ﯾﻘرأ ﻓﯾﮭن ﺑﺄم اﻟﻛﺗﺎب وﺳورة ﻣن اﻟﻘرآن وﻣﺎﺷﺎء ﷲ وﻻﯾﻘﻌد ﻓﻰ ﺷﯾﺊ ﻣﻧﮭﺎ ﺣﺗﻰ ﯾﻘﻌد ﻓﻰ اﻟﺛﺎﻣﻧﺔ وﻻﯾﺳﻠم وﯾﻘرأ ﻓﻰ اﻟﺗﺎﺳﻌﺔ ﺛم ﯾﻘﻌد ﻓﯾدﻋو ﺑﻣﺎﺷﺎء ﷲ ان ﯾدﻋو وﯾﺳﺄﻟﮫ وﯾرﻏب اﻟﯾﮫ وﯾﺳﻠم ﺗﺳﻠﯾﻣﺔ واﺣدة ﺷدﯾدة ﯾﻛﺎد ﯾوﻗظ اھل اﻟﺑﯾت ﻣن ﺷدة ﺗﺳﻠﯾﻣﮫ ﺛم ﯾﻘرأ وھو ﻗﺎﻋد ﺛم ﯾدﻋو ﻣﺎﺷﺎء ﷲ ان ﯾدﻋو ﺛم ﯾﺳﻠم وﯾﻧﺻرف. ﻓﻠم ﺗزل ﺗﻠك ﺻﻼة رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﺣﺗﻰ ﺑدن ﻓﻧﻘص ﻣن اﻟﺗﺳﻊ ﺛﻧﺗﯾن ﻓﺟﻌﻠﮭﺎ اﻟﻰ اﻟﺳت واﻟﺳﺑﻊ ورﻛﻌﺗﯾﮫ وھو ﻗﺎﻋد ﺣﺗﻰ ﻗﺑض ﻋﻠﻰ ذﻟك ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم )رواه اﺑو داود(
Beralasan hadits ‘Aisyah yang menceritakan bahwa ia pernah ditanya tentang shalat Rasulullah di tengah malam lalu ia mengatakan:”Ia kerjakan shalat ‘Isya dengan berjama’ah kemudian ia kembali kepada keluarganya, lalu shalat empat raka’at kemudian ia pergi keperaduannya lalu tidur, diarah kepalanya terletak tempat air wudlu yang ditutupi dan sikat gigi, sampai ia dibangunkan Allah pada saat ia dibangunkan pada tengah malam, ia lalu menggosok giginya dan berwudlu dengan sempurna kemudian pergi ketempat shalat lalu ia shalat delapan raka’at. Dalam raka’at-raka’at itu membaca Fatihah dan surat Al-Qur’an dan ayat-ayat lainnya. Ia tidak duduk (untuk tahiyyat awwal) selama itu kecuali pada raka’at kedelapan dan tidak menutup dengan salam. Pada raka’at kesembilan ia membaca seperti sebelumnya lalu duduk tahiyat akhir membaca do’a dengan macam-macam do’a dan mohon kepada Allah serta menyatakan keinginannya kemudian membaca salam sekali dengan suara keras yang hampir membangunkan isi rumah karena nyaringnya. Kemudian ia shalat sambil duduk dengan membaca Fatihah dan ruku’sambil duduk lalu ia kerjakan raka’at kedua serta ruku’ dan sujud sambil duduk kemudian membaca do’a sepuas hatinya dan akhirnya menutup dengan salam dan lalu bangkit pergi. Demikianlah selalu shalat Rasulullah sampai akhirnya bertambah berat badannya. Maka lalu yang sembilan raka’at itu dikurangi dua sehingga menjadi enam dan tujuh ditambah dua raka’at yang dikerjakan sambil duduk. Demikianlah dikerjakan sampai Nabi wafat.”(Riwayat Abu Dawud).
ﻟﺣدﯾث ﻋﺎﺋﺷﺔ ﻓﻰ رﻗم )10
( Beralasan Hadits ‘Aisyah seperti alasan nomor 10
Ikhlas pada raka’at ketiga208 (16). Kemudian setelah selesai bacalah sambil duduk: Subha- nal malikil quddu-s (artinya: Maha Suci Tuhan Yang Merajai dan Yang Maha Suci) tiga kali, dengan suara nyaring dan panjang pada bacaanmu yang ketiga, kemudian engkau teruskan membaca: Rabbil mala-ikati warru-h209(17) (yang artinya: Yang Menguasai Malaikat dan Jibril. Dan kerjakanlah sebelum itu, dua raka’at singkat-singkat210 (18). Pada raka’at pertama sesudah takbiratul ikhram, engkau membaca: Subha-na dzil mulki walmalaku-t wal ‘izzati wal jabaru- wal kibri ya-i wal ‘adhamah211 (19) (yang artinya: Maha Suci Tuhan yang memiliki alam semesta Yang Maha Besar dan Yang Maga Agung), lalu Fatihah dan pada raka’at kedua engkau baca Fatihah saja212 (20) Engkau kerjakan shalat itu pada bagian
ﻟﺣدﯾث اﺑﻰ ﺑن ﻛﻌب أن اﻟﻧﺑﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﻛﺎن ﯾﻘرأ ﻓﻰ اﻟوﺗر ﺑﺳﺑﺢ اﺳم رﺑك اﻷﻋﻠﻰ وﻓﻰ اﻟرﻛﻌﺔ اﻟﺛﺎﻧﯾﺔ ﺑﻘل ﯾﺎ أﯾﮭﺎ اﻟﻛﺎﻓرون وﻓﻰ اﻟﺛﺎﻟﺛﺔ ﺑﻘل ھو ﷲ أﺣد. )رواه اﻟﻧﺳﺎﺋﻰ واﻟﺗرﻣذى واﺑن ﻣﺎﺟﮫ(
Beralasan Hadits Ubai Ibnu Ka’ab yang menceritakan bahwa Nabi saw pada salat witir, ia membaca: “Sabbihisma rabbikal a’la-“ dan: “Qul ya ayyuhal ka-firu-n” pada raka’at kedua dan “Qul huwalla-hu ahad” pada raka’at ketiga. (Riwayat Nasai dan Tirmidzi serta Ibnu Majah).
ﻟﺣدﯾث اﺑﻰ ﺑن ﻛﻌب ﻗﺎل: ﻛﺎن رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﯾﻘرأ ﻓﻰ اﻟوﺗر ﺑﺳﺑﺢ اﺳم رﺑك اﻷﻋﻠﻰ وﻗل ﯾﺎأﯾﮭﺎ اﻟﻛﺎﻓرون وﻗل ھو ﷲ اﺣد. ﻓﺈذا ﺳﺳﻠم ﻗﺎل: ﺳﺑﺣﺎن اﻟﻣﻠك اﻟﻘدوس ﺛﻼث ﻣرات ﯾﻣد ﺻرﺗﮫ ﻓﻰ اﻟﺛﺎﻟث وﯾرﻓﻌﮫ )رواه اﺑو داود واﻟﻧﺳﺎئ واﻟدارﻗطﻧﻰ( وﻟﻐظ اﻟدار ﻗطﻧﻰ: إذا ﺳﻠم ﻗﺎل: ﺳﺑﺣﺎن اﻟﻣﻠك اﻟﻘدوس ﺛﻼث ﻣرات وﯾﻣد ﺻوﺗﮫ وﯾﻘول رب اﻟﻣﻼﺋﻛﺔ واﻟروح )وﺻﺣﺣﮫ اﻟﻌراﻗﻰ(
Beralasan Hadits Ubai bin Ka’ab yang menceritakan bahwa Rasulullah saw pada shalat witir membaca: “Sabihisma rabbikal a’la “. Dan “Qul ya ayyuhal ka-firu-n “ dan “Qul-huwalla-hu-ahad”. Lalu jika ia telah membaca salam, lalu membaca “Subha-nal malikil Quddu-s” tiga kali dengan memanjangkan suaranya dan membaca “Rabbil mala-ikati warruh”. (Hadits ini dikuatkan oleh ‘Iraqi). (Riwayat Abu Dawud, Nasai dan Daraqthni).
ﻟﺣدﯾث اﺑﻰ ھرﯾرة ﻗﺎل: ﻗﺎل رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم )إذا ﻗﺎم اﺣدﻛم ﻣن اﻟﻠﯾل ﻓﻠﯾﻔﺗﺗﺢ ﺻﻼﺗﮫ ﺑرﻛﻌﺗﯾن ﺧﻔﯾﻔﺗﯾن )رواه ﻣﺳﻠم واﺣﻣد واﺑو داود( وﻟﺣدﯾث ﻋﺎﺋﺷﺔ ﻗﺎﻟت: ﻛﺎن رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم إذا ﻗﺎم ﻣن اﻟﻠﯾل إﻓﺗﺗﺢ ﺻﻼﺗﮫ ﺑرﻛﻌﺗﯾن ﺧﻔﯾﻔﺗﯾن )رواه ﻣﺳﻠم واﺣﻣد(
Beralasan Hadits Abu Hurairah yang menerangkan bahwa Rasulullah saw pernah berkata:”Jika seorang di antaramu shala diwaktu malam, maka hendaklah ia kerjakan pendahuluan dengan shalat dua raka’at singkat.” (Riwayat Muslim, Ahmad dan Abu Dawud). Dan beralasan Hadits ‘Aisyah yang mengatakan:”Adapun Rasulullah saw jika telah bangun diwaktu malam untuk shalat ia mulai shalatnya dengan dua raka’at pendek- pendek.” (Riwayat Muslim dan Ahmad).
وﻟﺣدﯾث ﺧذﯾﻔﺔ ﺑن اﻟﯾﻣﺎن ﻗﺎل: اﺗﯾت اﻟﻧﺑﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ذات ﻟﯾﻠﺔ ﻓوﺿﺄ وﻗﺎم ﯾﺻﻠﻰ. ﻓﺄﺗﯾﺗﮫ ﻓﻘﻣت ﻋن ﯾﺳﺎره ﻓﺄﻗﺎﻣﻧﻰ ﻋن ﯾﻣﯾﻔﮫ ﻓﻘﺎل )ﺳﺑﺣﺎن ذى اﻟﻣﻠك-اﻟﺣدﯾث )اﺧرﺟﮫ اﻟطﺑراﻧﻰ ﻓﻰ اﻷوﺳط وﻗﺎل ﻓﻰ ﻣﺟﻣﻊ اﻟزواﺋد: رﺟﺎﻟﮫ ﻣوﺛﻘون(.
Beralasan Hadits Hudzaifah bin Yaman yang menyatakan:”Aku pernah mendatangi Nabi pada suatu malam. Ia mengambil wudlu kemudian shalat lalu aku hampiri di sebelah kirinya lalu aku di tempatkan di sebelah kanannya. Ia membaca:”Subha-na dzil mulk”. (Riwayat Thabrani dengan mengatakan bahwa perawinya orang terpecaya).
ﻟﺣدﯾث ﻛرﯾب ﻋن اﺑن ﻋﺑﺎس ﻗﺎل )ﻓﻰ ﻗﺻﺔ ﻣﺑﯾﺗﮫ ﻋﻧد ﻣﯾﻣوﻧﺔ رﺿﻲ ﷲ ﻋﻧﮫ ( ﻓﺻﻠﻰ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم رﻛﻌﺗﯾن ﺧﻔﯾﻔﺗﯾن ﻗد ﻗرأ ﻓﯾﮭﻣﺎ ﺑﺄم اﻟﻘرآن ﻓﻰ ﻛل رﻛﻌﺔ ﺛم ﺳﻠم ﺛم ﺻﻠﻰ ﺣﺗﻰ ﺻﻠﻰ إﺣدى ﻋﺷرة رﻛﻌﺔ ﺑﺎﻟوﺗر. ﺛم ﻧﺎم ﻓﺄﺗﺎه ﺑﻼل ﻓﻘﺎل: اﻟﺻﻼة ﯾﺎرﺳول ﷲ. ﻓﻘﺎم ﻓرﻛﻊ رﻛﻌﺗﯾن ﺛم ﺻﻠﻰ ﺑﺎﻟﻧﺎس )رواه اﺑوداود(
Beralasan Hadist Kuraib dari Ibnu ‘Abbas yang menceritakan dalam ceritanya ketika ia bermalam dirumah Maimunah; “Nabi lalu shalat dua raka’at pendek-pendek membaca Fatihah dalam tiap raka’atnya kemudian membaca salam lalu shalat sebelas raka’at dengan witirnya kemudia tidur. Maka sahabat bilal
pertama dari waktu malam atau tengah malam, atau pada bagian akhir213 (21), yang akhir malam itulah yang lebih utama jika engkau yakin akan dapat bangun pada saatnya214(22). Jika engkau hendak mengerjakan shalat dengan cara lain, maka yang sebelas raka’at itu boleh engkau kerjakan dua-dua raka’at, atau empat-empat raka’at seperti tersebut diatas, atau enam raka’at215 (23), atau delapan raka’at terus menerus dan hanya duduk pada penghabisannnya lalu salam216 (24), lalu engkau kerjakan witir satu raka’at atau tiga
mengahampirinya sambil berseru: Waktu shalat hai Rasulullah. Nabi lalu bangkit dan shalat dua raka’at, kemudian memimpin shalat orang banyak. (Riwayat Abu Dawud).
ﻟﺣدﯾث ﻋﺎﺋﺷﺔ ﻗﺎﻟت: ﻣن ﻛل اﻟﻠﯾل ﻗد أوﺗر رﺳول ﷲ ﻣن اول اﻟﻠﯾل واوﺳطﮫ وأﺧره ﻓﺎﻧﺗﮭﻰ وﺗره اﻟﻰ اﻟﺳﺣر )رواه اﻟﺑﺧﺎرى وﻣﺳﻠم(
Beralasan Hadits ‘Aisyah yang mengatakan: “Pada sepanjang malam Rasulullah pernah kerjakan shalat witir permulaan malam dan tengahnya serta akhirnya dan selesai witir pada waktu menjelang Shubuh.” (Riwayat Bikhari dan Muslim).
ﻟﺣدﯾث ﺟﺎﺑر ﻋن اﻟﻧﺑﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﻗﺎل: اﯾﻛم ﺧﺎف ان ﻻﯾﻘوم ﻣن آﺧر اﻟﻠﯾل ﻓﻠﯾوﺗر ﺛم ﻟﯾرﻗد وﻣن وﺛق ﺑﻘﯾﺎم ﻣن أﺧر اﻟﻠﯾل ﻓﻠﯾوﺛر ﻣن آﺧره ﻓﺈن ﻗرأة آﺧر اﻟﻠﯾل ﻣﺣﺿورة وذﻟك أﻓﺿل )رواه اﺣﻣد وﻣﺳﻠم واﻟﺗرﻣذى واﺑن ﻣﺎﺟﮫ(
Beralasan Hadits Jabir dari Nabi Saw yang mengatakan; “Siapa di antaramu khawatir tak akan dapat bangun pada akhir malam, maka hendaklah ia shalat witir lalu tidur. Dan barang siapa percaya akan dapat bangun pada akhir malam, hendaklah ia shalat witir pada akhir malam itu, sebab akhir malam itu disaksikan malaikat dan hal itu lebih utama.”(Riwayat Ahmad, Muslim Tirmidzi dan Ibnu Majah).
ﻟﺣدﯾث ﻋﺑد ﷲ ﺑن اﺑﻰ ﻗﯾس ﻗﺎل: ﻗﻠت ﻟﻌﺎﺋﺷﺔ ﺑﻛم ﻛﺎن رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﯾوﺗر؟ ﻗﺎﻟت: ﻛﺎن ﯾوﺗر ﺑﺄرﺑﻊ وﺛﻼث وﺳت وﺛﻼث. وﺛﻣﺎن وﺛﻼث. وﻋﺷر وﺛﻼث. وﻟم ﯾﻛن ﯾوﺗر ﺑﺎﻧﻘص ﻣن ﺳﺑﻊ وﻻ ﺑﺄﻛﺛر ﻣن ﺛﻼث ﻋﺷرة. )رواه اﺑوداود(
Beralasan Hadits Abdullah bin Abu Qais yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya pada ‘Aisyah “Berapa raka’at Rasulullah shalat witir?” ia menjawab:”Ia kerjakan witir empat lalu tiga, atau enam lalu tiga, atau delapan lalu tiga atau sepuluh lalu tiga. Ia tak pernah berwitir kurang dari tujuh raka’at dan tidak lebih dari tiga belas.”(Riwayat Abu Dawud).
ﻟﺣدﯾث ﻋﺑد ﷲ ﺑن اﺑﻰ ﻗﺑس ﻓﻰ رﻗم )23 ( وﻟﺣدﯾث اﺑﻰ ﺳﻠﻣﺔ ﻗﺎل: ﯾﺄﻟت ﻋﺎﺋﺷﺔ ﻋن ﺻﻼة رﺳو ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم, ﻓﻘﺎﻟت: ﻛﺎن ﯾﺻﻠﻰ ﺛﻣﺎﻧﻰ رﻛﻌﺎت ﺛم ﯾوﺗر ﺛم ﯾﺻﻠﻰ رﻛﻌﺗﯾن وھو ﺟﺎﻟس إذا اراد ان ﯾرﻛﻊ ﻗﺎم ﺛم ﯾرﻛﻊ ﺛم ﯾﺻﻠﻰ رﻛﻌﺗﯾن ﺑﯾن اﻟﻧداء واﻹﻗﺎﻣﺔ ﻣن ﺻﻼة اﻟﺻﺑﺢ. )رواه ﻣﺳﻠم( وﻓﻰ رواﯾﺔ اﺑﻰ داود ﻋﻧﮭﺎ ﻣن طرﯾق ﻗﺗﺎدة ﺑﺈﺳﻧﺎده ﻗﺎل: ﯾﺻﻠﻰ ﺛﻣﺎﻧﻰ رﻛﻌﺎت ﻻﯾﺟﻠس ﻓﯾﮭﺎ اﻻ ﻋﻧد اﻟﺛﺎﻣﻧﺔ ﻓﯾﺟﻠس وﯾذﻛر ﷲ ﻋز وﺟل ﺛم ﯾدﻋو ﺛم ﯾﺳﻠم ﺗﺳﻠﯾﻣﺎ ﯾﺳﻣﻌﻧﺎ ﺛم ﯾﺻﻠﻰ رﻛﻌﺗﯾن وھو ﺟﺎﻟس ﺑﻌد ﻣﺎ ﯾﺳﻠم ﺛم ﯾﺻﻠﻰ رﻛﻌﺔ, ﻓﺗﻠك إﺣدى ﻋﺷرة رﻛﻌﺔ ﯾﺎﺑﻧﻲ
Beralasan Hadits ‘Abdullah bin Abi Qais tersebut pada alasan nomor 23 dan beralasan Hadits Abu Salamah yang mengatakan: Pernah aku bertanya pada ‘Aisyah tentang shalat Rasulullah maka ia menjawab: “Ia kerjakan tiga belas raka’at. Ia shalat delapan raka’at kemudian shalat witir lalu shalat dua raka’at sambil duduk kalau ia hendak duduk kalau ia hendak ruku’ ia bangkit lalu ruku’. Kemudian dari pada itu ia shalat dua raka’at antara adzan dan iqamah pada shalat Shubuh. (Riwayat Muslim). Diterangkan dalam Riwayat Abu Dawud dari Qatadah katanya:”Nabi shalat delapan raka’at dengan tidak duduk (Tahiyat) kecuali pada raka’at kedelapan. Dalam duduk itu membaca dzikir dan do’a kemudian membaca salam dengan salam yang terdengar sampai kepada kami; lalu shalat dua raka’at sambil duduk setelah ia baca salam. Kemudian ia shalat lagi satu raka’at. Itulah sebelas raka’at semuanya, hai anakku.”
raka’at217 (25), atau lima raka’at atau tujuh raka’at dengan duduk pada pengahabisannya218 (26) atau tujuh raka’at dengan duduk tasyahud awal pada raka’at keenam dan diakhiri pada raka’at ketujuh dengan duduk untuk salam219 (27) atau sembilan raka’at dengan duduk tasyahud awal pada raka’at kedelapan dan diakhiri pada raka’at kesembilan dengan duduk untuk salam220 (28).
ﻟﺣدﯾث ﻋﺎﺋﺷﺔ زوج اﻟﻧﺑﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﻗﺎﻟت: ﻛﺎن رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﯾﺻﻠﻰ ﺑﯾن ان ﯾﻔرغ ﻣن ﺻﻼة اﻟﻌﺷﺎء وھﻰ اﻟﺗﻰ ﯾدﻋو اﻟﻧﺎس اﻟﻌﺗﻣﺔ اﻟﻰ اﻟﻔﺟر إﺣدى ﻋﺷرة رﻛﻌﺔ ﯾﺳﻠم ﺑﯾن ﻛل رﻛﻌﺗﯾن وﯾوﺗر ﺑواﺣدة ﻓﺈذا ﺳﻛت اﻟﻣؤذن ﻣن ﺻﻼة اﻟﻔﺟر ﺗﺑﯾن ﻟﮫ اﻟﻔﺟر وﺟﺎءه اﻟﻣؤذن ﻗﺎم ﻓرﻛﻊ ﻟﻺﻗﺎﻣﺔ )رواه اﻟﺑﺧﺎرى وﻣﺳﻠم(
وﻟﺣدﯾث ﻋﺎﺋﺷﺔ ﻗﺎﻟت: ﻛﺎن رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﯾوﺗر ﺑﺛﻼث ﻻﯾﻔﺻل ﺑﯾﻧﮭن )رواه اﺣﻣد واﻟﻧﺳﺎﺋﻰ واﻟﺑﯾﮭﻘﻰ واﻟﺣﺎﻛم وﻗﺎل ﺻﺣﯾﺢ ﻋﻠﻰ ﺷرط اﻟﺷﯾﺧﯾن(.
Beralasan Hadist “Aisyah isteri Nabi saw yang menceritakan: “Adapun Rasulullah mengerjakan shalat pada waktu antara ia selesai shalat ‘Isya-yaitu yang orang namakan ‘atamah-hingga fajar sebelas raka’at dengan membaca salam antara dua raka’at lalu shalat witir satu raka’at. Kemudian apabila muadzin telah selesai seruan Shubuhnya, dan terlihat olehnya akan fajar dan Bilal menghampirinya ia lalu shalat dua raka’at singkat-singkat kemudian berbaring pada lambung kanan sampai madzin datang kepadanya untuk serua iqamah”. (Riwayat Bukhari dan Muslim). Beralasan Hadis ‘Aisyah berkata: adalah kebiasaan Nabi mengerjakan shalat witir tiga raka’at dan tidak memisah-misahnya (Riwayat Ahmad, Nasa’i, Baihaqi, Hakim dan ini sesuai dengan syarat Syaikhaini)
ﻟﺣدﯾث اﺑﻰ ھرﯾرة ﻋن اﻟﻧﺑﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﻗﺎل )ﻻﺗوﺗروا ﺑﺛﻼث ﺗﺷﺑﮭوا ﺑﺻﻼة اﻟﻣﻐرب وﻟﻛن اوﺗروا ﺑﺧﻣس اوﺑﺳﺑﻊ )رواه اﻟدار ﻗطﻧﻰ واﺑن ﺣﺑﺎن واﻟﺣﺎﻛم ﺑﺄﻟﻔﺎظ ﻣﺗﻔرﻗﺔ وﻗﺎل اﻟﻌراﻗﻰ وإﺳﻧﺎده ﺻﺣﯾﺢ( وﻟﺣدﯾث ﻋﺎﺋﺷﺔ ﻗﺎﻟت: ﻛﺎن رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﯾﺻﻠﻰ ﻣن اﻟﻠﯾل ﺛﻼث ﻋﺷرة رﻛﻌﺗﺔ ﯾوﺗر ذﻟك ﺑﺧﻣس ﻻﯾﺟﻠس ﻓﻰ ﺷﯾﺊ اﻻ ﻓﻰ آﺧرھﺎ )رواه اﻟﺷﯾﺧﺎن(. وﻟﺣدﯾث ام ﺳﻠﻣﺔ ﻗﺎﻟت: ﻛﺎن رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ﯾوﺗر ﺑﺳﺑﻊ وﺑﺧﻣس ﻻﯾﻔﺻل ﺑﯾﻧﮭن ﺑﺳﻼم وﻻ ﻛﻼم )رواه أﺣﻣد واﻟﻧﺳﺎﺋﻰ واﺑن ﻣﺎﺟﮫ( وﻋن اﺑن ﻋﺑﺎس ﻋﻧد اﺑﻰ داود ﺑﻠﻔظ )ﺛم ﺻﻠﻰ ﺳﺑﻌﺎ او ﺧﻣﺳﺎ اوﺗرﺑﻌن ﻟم ﯾﺳﻠم اﻻ ﻓﻰ آﺧرھن(
Beralasan Hadits Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Nabi pernah berkata:”Jangan mengerjakan witir tiga raka’at seperti shalat Maghrib (dengan tahiyat awwal). Hendaklah kamu kerjakan lima atau tujuh raka’at.” (Riwayat Daraquthni, Ibnu Hibban dan Hatim dengan kata-kata yang berbeda. Kata Al Iraqi: Sanadnya Shahih). Beralasan pula pada Hadits ‘Aisyah yang menerangkan: “Adapun Rasulullah saw sering mengerjakan shalat- malam tigabelas raka’at dengan perhitungan lima daripadanya selaku witir yang ia kerjakan terusan tanpa duduk kecuali pada akhirnya”. (Riwayat Bukhari dan Muslim). Dan beralasan Hadits Ummi Salamah yang menerangkan: Rasulullah pernah mengerjakan witir tujuh atau lima raka’at tanpa dipisah antara semuanya dengan bacaan salam atau lainnya.” (Riwayat Nasai, Ibnu Majah). Beralasan pula Hadits Ibnu ‘Abbas tersebut pada kumpulan Abu Dawud yang bunyinya: “Kemudian Nabi shalat tujuh atau lima raka’at dengan pengertian witir, yang tidak ia membaca salam kecuali pada raka’at terakhir.”
ﻟﺣدﯾث ﺳﻌدﺑن ھﺷﺎم )ﻓﻠﻣﺎ اﺳن واﺧذ اﻟﻠﺣم اوﺗر ﺑﺳﺑﻊ رﻛﻌﺎت ﻟم ﯾﺟﻠس اﻻ ﻓﻰ اﻟﺳﺎدﺳﺔ واﻟﺳﺎﺑﻌﺔ وﻟم ﯾﺳﻠم اﻻ ﻓﻰ اﻟﺳﺎﺑﻌﺔ اﻟﺣدﯾث )رواه اﺣﻣد واﻟﻧﺳﺎﺋﻰ واﺑوداود(
Beralasan Hadits Sa’ad bin Hisyam: “Maka setelah ia bertambah berat badannya karena usia lanjut ia kerjakan witir tujuh raka’at dengan hanya duduk antara yang keenam dan ketujuh untuk hanya membaca salam pada raka’at yang ketujuh.”(Riwayat Ahmad, Nasai dan Abu Dawud).
ﻟﺣدﯾث ﻋﺎﺋﺷﺔ ﻓﻰ رﻗم )14
(
Beralasan Hadits “Aisyah tersebut pada alasan no 14.
7. SUJUD TILAWAH
)ﺳﺟود اﻟﺗﻼوة( إذا ﻗرأت اﻟﻘرآن ﻓﻰ ﺻﻼة اوﺧﺎرﺟﮭﺎ وﺳﻣﻌت ﺗﻼوﺗﮫ وﺗﻣرّ ﺑك آﯾﺔ اﻟﺳﺟده ﻓﻛﺑر واﺳﺟود ﺳﺟودك ﻓﻰ اﻟﺻﻼة ﺳﺟدة واﺣدة )1 ( ﻓﺎﺋﻼ ﻓﯾﮭﺎ )ﺳﺟد وﺟﮭﻰ ﻟﻠذى ﺧﻠﻘﮫ وﺻوره وﺷق ﺳﻣﻌﮫ وﺑﺻره ﺑﺣوﻟﮫ وﻗوﺗﮫ
( )
( واﻣﺎ ﻣراﺿﻊ اﻟﺳﺟود ﻓﮭﻲ ﺧﻣﺳﺔ ﻋﺷر ﻣوﺿﯾﺎ )3
(
Apabila engkau membaca Al-Qur’an, di dalam atau di luar shalat, atau engkau mendengar bacaan Al-Qur’an (diluar shalat), dan terbaca ayat sajdah, maka bertakbirlah dan sujudlah seperti sujud di dalam shalat satu kali221 (1) dengan membaca (pada waktu sujud):”Sajdah
ﻟﻘوﻟﮫ ﺗﻌﺎﻟﻰ )اذا ﺗﺗﻠﻰ ﻋﻠﯾﮭم اﯾﺎت اﻟرﺣﻣن ﺧروا ﺳﺟدا وﺑﻛﯾّﺎ. وﻟﺣدﯾث اﺑﻲ ھرﯾرة رض. ﻗﺎل : ﻗﺎل اﻟﻧﺑﻲ ﺻﻠﻌم : اذا ﻗرأ اﺑن ادم اﻟﺳﺟدة ﻓﺳﺟد اﻋﺗزل اﻟﺷﯾطﺎن ﯾﺑﺗﻛﻰ ﯾﻘول ﯾﺎوﯾﻠﮫ اﻣراﺑن ادم ﺑﺎﻟﺳﺟود ﻓﺳﺟد ﻓﻠﮫ اﻟﺟﻧﺔ واﻣرت ﺑﺎﺳﺟود ﻓﻌﺻﯾت ﻓﻠﻰ اﻟﻧﺎر )رواه اﺣﻣد وﻣﺳﻠم واﺑن ﻣﺎﺟﮫ(. وﻟﺣدﯾث اﺑﻲ داﻓﻊ ﻗﺎل : ﺻﻠﯾت ﻣﻊ اﺑﻲ ھرﯾرة اﻟﻌﺗﻣﺔ ﻓﻘرأ اذا اﻟﺳﻣﺎء اﻧﺷﻘت ﻓﺳﺟد ﻓﻘﻠت ﻣﺎ ھذه ؟ ﻗﺎل ﺳﺟدت ﺑﮭﺎ ﺧﻠف اﻟﻲ اﻟﻘﺎﺳم ﺻﻠﻌم ﻓﻼ ازال اﺳﺟد ﻓﯾﮭﺎ ﺣﺗﻰ اﻟﻘﺎه )ﻣﺗﻔق ﻋﻠﯾﮫ(. وﻟﺣدﯾث اﺑن ﻋﻣر اﻧﮫ ﻗﺎل : رﺑﻣﺎ ﻗرأ رﺳول ﷲ ﺛﻠﻌم اﻟﻘرآن ﻓﯾﻣرّ ﺑﺎﺳﺟدة ﻓﺳﺟد ﺑﻧﺎ ﺣﺗﻰ ازدﺣﻣﻧﺎ ﻋﻧده ﺣﺗﻰ ﻣﺎ ﯾﺟد اﺣدﻧﺎ ﻣﻛﺎﻧﺎ ﻟﯾﺳﺟد ﻓﯾﮫ ﻓﻲ ﻏﯾر ﺻﻼة )رواه ﻣﺳﻠم(. وﻟﺣدﯾث اﺑن ﻋﻣر ﻗﺎل : ﻛﺎن اﻟﻧﺑﻲ ﺻﻠﻌم ﯾﻘرأ ﻋﻠﯾﻧﺎ اﻟﺳورة ﻓﯾﮭﺎ اﻟﺳﺟدة ﻓﯾﺳﺟد وﻧﺳﺟد ﺣﺗﻰ ﻣﺎ ﯾﺟد اﺣدﻧﺎ ﻣوﺿﻊ ﺟﮭﺳﺗﮫ )ﻣﺗﻔق ﻋﻠﯾﮫ(. وﻟﺣدﯾث اﺑن ﻋﻣر ﻗﺎل ﻛﺎن رﺳول ﷲ ﺻﻠﻌم ﯾﻘرأ ﻋﻠﯾﻧﺎ اﻟﻘرآن. ﻓﺎذا ﻣر ﺑﺎﻟﺳﺟدة ﻛﺑر وﺳﺟد وﺳﺟدﻧﺎ ﻣﻌﮫ )رواه اﺑو داود(. ﻟﺧﺑر اﺑن ﻋﺑﺎس رض ﻗﺎل :ﻗﺎل رﺳول ﷲ ﺻﻠﻌم )اﻣرت ان اﺳﺟد ﻋﻠﻰ ﺳﺑﻌﺔ اﻋظم ﻋﻠﻰ اﻟﺟﻧﮭﺔ واﺷﺎر ﺑﯾده ﻋﻠﻰ ﺑﻧﻔﮫ واﻟﯾدﯾن واﻟرﻛﺑﺗﯾن واطراف اﻟﺻﻣﯾن(. )ﻣﺗﻔق ﻋﻠﯾﮫ(
Karena firman Allah Ta’ala: “Apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka sujud dan menangis.”(S. Maryam : 58). Dan karena Hadits Abu Hurairah yang berkata: Bersabda Nabi s.a.w.:”Apabila seseorang membaca ayat sajdah lalu sujud, maka menyingkirlah syethan dengan menangis sambil berkata: Sungguh celaka, manusia di perintah sujud lalu sujud, maka baginya syurga. Sedangkan aku diperintah sujud, tetapi aku membangkang, maka bagiku neraka”. (Riwayat Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah). Dan hadits Abi Rafi’ dia berkata: “Aku telah shalat ‘Isya, bersama-sama Abi Hurairah. Dia membaca: “Idzassama-unsyaqqat” lalu sujud. Aku bertanya: Sujud apa ini? Abi Hurairah menjawab: Aku pernah mengerjakan itu (sujud) ketika makmum Abi Ali Qasim (Nabi s.a.w). dan senantiasa aku akan kerjakan sampai aku mati.” (Riwayat Bukhari dan Muslim). Dan Hadits Ibnu Umar yang berkata:”Pernah Nabi saw membaca Al-Qur’an lalu bertemu dengan ayat sajdah, lalu kami bersama-sama beliau sujud, sehingga kami berdesak-desakkan di sekitarnya, sehingga diantara kami tidak mendapat tempat untuk sujud. Hal ini bukan didalam shalat.”(Riwayat Muslim). Dan Hadits Ibnu Umar yang berkata:”Pernah Rasulullah saw membacakan surat kepada kami, yang didalamnya ada ayat sajdah, lalu beliau sujud, kamipun sujud bersama-sama beliau, sehingga diantara kami ada yang tidak mendapatkan tempat sujud.”(Riwayat Bukhari dan Muslim). Dan Hadits Ibnu Umar yang berkata:”Adalah Nabi s.a.w membacakan Al-Qur’an kepada kami, maka tatkala kami bertemu dengan ayat sajdah, beliau takbir dan sujud, dan kamipun bersujud bersama-sama beliau.”(Riwayat Abu Dawud).
wajhi-lilladzi-khalaqahu-wa-wasyaqa sam’ahu-wa basharahu-bihauli-hiwa quwwatihi- .”(wajahku tunduk kepada Tuhan yang menjadikannya, yang melukisnya, yang memberi penglihatan dan pendengaran dapat dengan kekuatan dan kekuasaan-Nya)222 (2). Adapun ayat-ayat sajdah, terdapat pada lima belas tempat223 : (3).
إن اﻟذﯾن ﻋﻧد رﺑك ﻻ ﯾﺳﺗﻛﺑرون ﻋن ﻋﺑﺎدﺗﮫ وﯾﺳﺑﺣوﻧﮫ وﻟﮫ ﯾﺳﺟدون. )اﻷﻋراف : 706
( Innnaladzi-na ‘inda rabbika la-yastakbiru-na ‘an ‘iba-datihi-wa yusab bihu-nahu- wa lahu- yasjudu-n. (S.Al-A’raf: 206).
و‘ ﯾﺳﺟد ﻣن ﻓﻰ اﻟﺳﻣوات واﻷرض طرﻋﺎ وﻛرھﺎ وظﻼﻟﮭم ﺑﺎﻟﻐدو واﻷﺻﺎل. )اﻟرﻋد: 15
( Wa lilla-hi yasjudu man-fis sama-wa-ti wal ardli thau’an wa karhan wa dhila-luhum bil ghuduwwi wal a-sha-li. (S. Ar-Rad: 15).
و‘ ﯾﺳﺟد ﻣﺎﻓﻰ اﻟﺳﻣوات وﻣﺎ ﻓﻰ اﻷرض ﻣن داﺑﺔ واﻟﻣﻼﺋﻛﺔ وھم ﻻ ﯾﺳﺗﻛﺑرون. )اﻟﻧﺧل 491
(
Wa lilla-hi yasjudu ma fis sama-wa-ti wa ma fil ardli min da-bbatin wal mala-ikatu wa hum la-yastakbiru-n. (S. An-Nahl: 49).
ﻗل آﻣﻧوا ﺑﮫ اوﻻ ﺗؤﻣﻧوا, إن اﻟذﯾن اوﺗوا اﻟﻌﻠم ﻣن ﻗﺑﻠﮫ إذا ﯾﺗﻠﻰ ﻋﻠﯾﮭم ﺑﺧرون ﻟﻸذﻗﺎن ﺳﺟدا )اﻹﺳراء
(
Qul a-minu-bihi au la-tukminu-innalladzi-na u-tul ‘ilma min qablihi-idza-yutla-‘alaihim yakhirru-na lil adzqa-ni sujjadan. (S. Al-Isra’: 107)
إذا ﺗﺗﻠﻰ ﻋﻠﯾﮭم آﯾﺎت اﻟرﺣﻣن ﺧروا ﺳﺟدا وﺑﻛﯾﺎ )ﻣرﯾم: 58
(
Idza-tutla-‘alaihim a-ya-tur rahma-ni kharru-sujjadan wa bukkiyan.(S. Maryam: 58).
Dan Hadits Ibnu ‘Abbas yang berkata: Rasulullah s.a.w bersabda:”Aku diperintahkan sujud diatas tujuh tulang, diatas dahi (dan beliau memberi isyarat dengan tangannya kepada hidungnya, kedua telapak tangannya, kedua lutut ujung-ujung kedua telapak kaki).”(Riwayat Bukhari dan muslim).
ﻟﺣدﯾث ﻋﺎﺋﺷﺔ ﻗﺎﻟت : ﻛﺎن اﻟﻧﺑﻲ ﺻﻠﻌم ﯾﻘول ﻓﻲ ﺳﺟود اﻟﻘرآن ﺑﺎﻟﻠﯾل : )ﺳﺟد وﺟﮭﻲ ﻟﻠذي ﺧﻠﻘﮫ وﺷق ﺳﻣﻌﮫ وﺑﺻره ﺑﺣوﻟﮫ وﻗوﺗﮫ( )رواه اﻟﺧﻣﺳﺔ اﻻ اﺑن ﻣﺎﺟﮫ وﺻﺣﺣﮫ اﻟﺗرﻣذيّ( - وزاد اﻟﺑﯾﮭﻘﻲ )وﺻوره( ﺑﻌد ﻗوﻟﮫ )ﺧﻠﻘﮫ(
Karena Hadits ‘Aisyah yang berkata:”Pernah ada malam hari Nabi s.a.w. membaca didalam sujud bacaan Al- Qur’an: Sajada wajhiya lilladzi-khalqahu-wa syaqa sam ‘ahu-wa basharahu-bi hailihi-wa quwawatihi- .”(Riwayat Imam lima kecuali Ibnu Majah; dan Hadits dishahihkan oleh Tirmidzi). Dan Al-Baihaqi menambah “wa shawwarahu-“ sesudah bacaan “khalaqahu-“.
ﻟﺣدﯾث ﻋﻣروﺑن اﻟﻌﺎص أن رﺳول ﷲ ﺻﻠﻌم اﻗرأه ﺧﻣس ﻋﺷرة ﺳﺟدة ﻓﻲ اﻟﻘرآن ﻣﻧﮭﺎ ﺛﻼث ﻓﻲ اﻟﻣﻔﺻل وﻓﻲ اﻟﺣﺞ ﺳﺟداﺗﺎن. )رواه اﺑو دود واﺑن ﻣﺎﺟﮫ(.
Karena Hadits ‘Amar bin Ash yang menerangkan bahwa Rasulullah s.a.w. mengajarkan kepadanya (Amr bin Ash) lima belas ayat sajdah didalam Al-Qur’an, tiga diantaranya didalam surat yang pendek dan dua didalam surat Al-Hajj”. (riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah).
اﻟم ﺗر أن ﷲ ﯾﺳﺟد ﻟﮫ ﻣن ﻓﻰ اﻟﺳﻣوات وﻣن ﻓﻰ اﻷرض واﺷﻣس واﻟﻘﻣر واﻟﻧﺟوم واﻟﺟﺑﺎل واﻟﺷﺟرة واﻟدواب وﻛﺛﯾر ﻣن اﻟﻧﺎس وﻛﺛﯾر ﺣق ﻋﻠﯾﮫ اﻟﻌذاب وﻣن ﯾﮭن ﷲ ﻓﻣﺎﻟﮫ ﻣن ﻣﻛرم إن ﷲ ﯾﻔﻌل ﻣﺎﯾﺷﺎء. )اﻟﺣﺞ: 18
(
Alam tara analla-ha yasjudu-lahu- man fis sama- wa ti wa man fil ardli wasy syamsu wal qamaru wan nuju-mu wal jiba-lu wasy syajaru wad dawa-bbu wa katsi-run minna-si, wa katsi-run haqqa ‘alaihil ‘adza-b, wa-man yuhinilla-hu fama-lahu-min mukrimin innalla-ha yaf’alu ma yasya-u.(S. Al-Hajj:18)
ﯾﺎأﯾﮭﺎ اﻟذﯾن آﻣﻧوا ارﻛﻌوا واﺳﺟدوا واﻋﺑدوا رﺑﻛم واﻓﻌﻠوا اﻟﺧﯾر ﻟﻌﻠﻛم ﺗﻔﻠﺣون. )اﻟﺣﺞ: 77
(
Ya-ayyuhalladzi-na a-manur ka’u-wasjudu-wa’budu-rabbakum, waf a’lul khaira la’lakumtuflihu-n. (S. Al-Hajj:77).
وإذا ﻗﯾل ﻟﮭم اﺳﺟدوا ﻟﻠرﺣﻣن ﻗﺎﻟوا وﻣﺎ اﻟرﺣﻣن اﺗﺳﺟد ﻟﻣﺎ ﺗﺄﻣرﻧﺎ وزادھم ﻧﻔورا. )اﻟﻔرﻗﺎن:60
(
wa idza-qi-lahumusjudu-lirrahma-ni qa-lu wa marrahma-nu atas judu lima-ta’muruna-wa za—dahum nufu-ran. (S.AL-Furqon:60)
اﻻ ﯾﺳﺟدوا ‘ اﻟذى ﯾﺧرج اﻟﺧبء ﻓﻰ اﻟﺳﻣوات واﻷرض وﯾﻌﻠم ﻣﺎ ﺗﺧﻔون وﻣﺎ ﺗﻌﻠﻧون )اﻟﻧﻣل:25
(
Alla-yasjudu-lilla-hilladzi-yukhrijul khab a fis sama-wa-ti wal ardli wa ya’lamu ma-tukhfu- na wa ma-tu’linu-n. (S.An-Naml:25).
إﻧﻣﺎ ﯾؤﻣن ﺑﺂﯾﺎﺗﻧﺎ اﻟذﯾن إذا ذﻛروا ﺑﮭﺎ ﺧروا ﺳﺟدا وﺳﺑﺣوا ﺑﺣﻣدرﺑﮭم وھم ﻻﯾﺳﺗﻛﺑرون. )اﻟﺳﺟدة: 15
(
Innama-yu’minu bi a-ya-tinalladzi-na idza-dzukiru-biha-kharru sujjadan wa sabbahu- bihamdi rabbihim wa hum la-yastakbiru-n. (S.As. Sajdah:15).
وظن داود اﻧﻣﺎ ﻓﺗﻧّﺎه ﻓﺎﺳﺗﻐﻔر رﺑﮫ ووﺧر راﻛﻌﺎ واﻧﺎب, )ص : 23
(
Wa dhanna da-wu-du annama-fatanna-hu fastghfara rabbahu-wakharra ra-ki’an wa ana-ba. (S.Shad:24).
وﻣن اﯾﺗﮫ اﻟﻠﯾل واﻟﻧﮭﺎر واﻟﺷﻣس واﻟﻘﻣر. ﻻ ﺗﺳﺟدوا ﻟﻠﺷﻣس وﻻ ﻟﻠﻘﻣر واﺳﺟدوا ‘ اﻟّذى ﺧﻠﻘﮭن ان ﻛﻧﺗم اﯾّﺎه ﺗﻌﺑدون ) ﻓﺻّﻠت : 37
(
Wa min-a-ya-tihil lailu wan naha-ru wasysyamsyu wal qamaru la –tas judu-lisysyamsi wa la- lilqamari wasjudu-lilla-hilladzi-khalaqa hunna in kuntum iyya-hu ta’budu-n. (S. Fushshilat:37).
ﻓﺎﺳﺟدوا ‘ واﻋﺑدوا )اﻟﻧﺟم : 62
(
Fasjudu lilla-hi wa’budu-, (S.An-Najm:62)
واذا ﻗرئ ﻋﻠﯾﮭم اﻟﻘرآن ﻻ ﯾﺳﺟدون )اﻻﻧﺷﻘﺎق : 21
(
Waidza-quria ‘alaihimul qur-a-nu la-yasjudu-n. (S. Insyiqaq:21).
واﺳﺟد واﻗﺗرب )اﻟﻌﻠق : 19
(
Wasjud waqtarib. (S. Al-‘Alaq : 19)
8. SUJUD SYUKUR
) ﺳﺟود اﻟﺷّﻛر ( اذا اﺗﺎك اﻣر ﯾﺳرك او ﺑﺷرت ﺑﮫ ﻓﺧر ﺳﺎﺟدا ﺷﻛرا : ﺗﻌﺎﻟﻰ )4 ( واﻛﺛر ﻓﯾﮫ ﻣن اﻟدﻋﺎء
) (.
Apabila engkau mendapatkan atau diberi tahu sesuatu yang menggembirakan, maka sujudlah karena bersyukur kepada Allah224 (4) dan perbanyaklah do’a225 (5).
QUNUT
اﻟْﻘُﻧُوتُ ١- ﯾَرَى اﻟْﻣَﺟْﻠِسُ أَنﱠ اﻟْﻘُﻧُوتَ ﺑِﻣَﻌْﻧَﻰ طُولِ اﻟْﻘِﯾَﺎمِ ﻟِﻠْﻘِرَاءَةِ وَاﻟدﱠﻋَﺎءِ ﻓِﻲ اﻟﺻﱠﻼةِ ﻣَﺷرُوع.
٢- ﻻ ﯾَرَى اﻟْﻣَﺟْﻠِسُ ﺗَﺣْﺻِﯾصَ ﺗَﺳْﻣِﯾَﺔِ ذَﻟِكَ اﻟْﻘِﯾَﺎمِ ﺑِﻘُﻧُوتِ اﻟْﻔَﺟْرِ اﻟﻣﺗﻌَﺎرَفِ اﻟْﻣُﺧْﺗَﻠَفِ ﻓِﻲ ﺣُﻛْﻣِﮫِ
٣ - ﻗَﻧَتَ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻟِﻠﻧﱠﺎزِﻟَﺔِ ﺣَﺗﱠﻰ اﻧْزَلَ االلهﱠُ ) ﻟَﯾْسَ ﻟَكَ ﻣِنَ اﻷَْﻣْرِ ﺷَﻲْ(.
٤ - ﺗَوَﻗﱠفَ اﻟْﻣَﺟْﻠِسُ ﻓِﻲ اﻋْﺗِﺑَﺎرِ ﺣَدِﯾْثِ ﻗُﻧُوتِ اﻟوِﺗْرِﺟُﯾﱠﺔً ﻓِﻲ ﺗُﺑُوﺗِﮫِ .
اﻷدﻟﺔ
ﻟﺣدﯾث اﻟﺑراء ﺑن ﻋﺎزب رض ان اﻟﻧﺑﻲ ﺻﻠﻌم ﺑﻌث ﻋﻠﯾﺎ اﻟﻰ اﻟﯾﻣن – ﻓذﻛر اﻟﺣدﯾث
–
ﻗﺎل : ﻓﻛﺗب ﻋﻠﻲ ﺑﺎﺳﻼﻣﮭم. ﻓﻠﻣﺎ ﻗرأ رﺳول ﷲ ﺻﻠﻌم اﻟﻛﺗﺎب ﺧر ﺳﺎﺟدا ﺷﻛرا
p
ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻠﻰ ذاﻟك )رواه اﻟﯾﮭﻘﻲ واﺻﻠﮫ ﻓب اﻟﺑﺧﺎري, ﺳﺑل اﻟﺳﻼم
1: (
Karena Hadist Barra’ bin ‘Azib yang menerangkan bahwa Nabi saw mengutus ‘Ali ke Yaman, lalu menyebutkan bunyi Hadits- berkata Barra’ : “ Lalu ‘Ali mengirim surat tentang masuk Islamnya penduduk Yaman. Tatkala Rasulullah saw, membaca surat itu, besujudlah beliau karena Syukur kepada Allah atas masuk Islamnya mereka. “ (Riwayat Al Baihaqi. Dan asalnya di dalam Bukhari, Subulus Salam, 1:221).
ﻟﺣدﯾث اﺑﻲ ھرﯾرة أن رﺳول ﷲ ﺻﻠﻌﻣﻘﺎل : اﻗرب ﻣﺎ ﯾﻛون اﻟﻌﺑد ﻣن رﺑﮫ وھو ﺳﺎﺟد ﻓﺎﻛﺛروا اﻟدﻋﺎء.
Karena Hadits Abu Hurairah r.a. yang menerangkan bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: “ Paling dekatnya seorang hamba kepada Tuhannya, ialah pada waktu ia sedang sujud. Oleh karena itu perbanyaklah do’a. “ (Riwayat Muslim).

