putusan
KITAB SHALAT BAGIAN 05 SHALAT IDAIN
KITAB SHALAT
05 SHALAT IDAIN
II. Mengamanatkan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majlis Tarjih untuk menyelenggarakan SEMINAR mengenai masalah QA’IDAH yang masih diperselisihkan seperti qa’idah tersebut diatas.
Garut, 21 Rab.akhir 1396/21 April 1976
Pimpinan Sidang:
Ketua,
Sekretaris,
(H. Dalhar BKN)
(Drs. Fahmi Muqaddas) Lampiran
KEPUTUSAN SIDANG PLENO
MU’TAMAR TARJIH MUHAMMADIYAH XX DI KOTA GARUT JABAR
TANGGAL : 18 S/D 23 RAB.AKHIR 1396 (18 S/D 23 APRIL 1976)
TENTANG TUNTUNAN SHALAT ‘IDAIN
SHALAT ‘IDAIN
١ اﻛﺛر ﻣن اﻟﺗﻛﺑﯾر ﻟﯾﻠﺔ اﻟﻔطر ﻣن ﻏروب اﻟﺷﻣس ﺣﺗﻰ ﺻﺑﺎح اﻟﻐد ﺣﯾن ﺗﺑدأ اﻟﺻﻼة
Perbanyaklah membaca takbir pada malam ‘Idul Fithri, mulai dari terbenamnya matahari sampai esuk paginya ketika dimulai shalat .
٢ وﻓﻰ اﻷﺿﺣﻰ ﻣن ﺻﺑﺎح ﯾوم ﻋرﻓﺔ إﻟﻰ آﺧر اﯾﺎم اﻟﺗﺷرﯾق
Adapun pada ‘Idul Adlha dimulai dari pagi hari ‘Arafah sampai akhir hari Tasriq.
٣ ﺗﻘول: ﷲ اﻛﺑر - ﷲ اﻛﺑر - ﻻ اﻟﮫ اﻻ ﷲ وﷲ اﻛﺑر - ﷲ اﻛﺑر و ﷲ اﻟﺣﻣد أو ﻧﺣو ذﻟك
Ucapkanlah: Allahu Akbar – Allahu Akbar – La ilaha illalallah – wallahu Akbar – Allahu Akbar – walillahil Hamd. – atau bacaan yang sesamanya.
٤ واﻟﺑس اﻟﺧروﺟك إﻟﻰ اﻟﻣﺻﻠﻰ اﺟود ﻣﺎ ﺗﺟد وﺗطﯾب
Untuk keberangkatanmu ke tempat shalat pakailah pakaianmu yang terbagus dan pakailah wangi-wangian yang kamu miliki.
وﺗﺄﻛل ﻓﻲ اﻟﻔطر ﻗﺑل ﺧروﺟك ﻟﻠﺻﻼة وﺑﻌد اﻟﺻﻼة ﻓﻲ اﻷﺿﺣﻰ
Dan malanlah sebelum engkau berangkat untuk shalat hari raya ‘Idul Fithri, dan sesudah shalat pada hari raya ‘Idul Adlha.
٦ وﺗذھب إﻟﻰ اﻟﻣﺻﻠﻰ ﻣﺎﺷﯾﺎ ﻣﻛﺑرا وﺗرﺟﻊ ﻟﻐﯾر اﻟطرﯾق اﻟذي ﺧرﺟت ﻓﯾﮫ
Dan berangkatlah ke tempat shalat dengan berjalan kaki sambil membaca takbir, dan pada waktu kembali ambillah jalan bukan yang engkau lalui (semula).
٧ وﻟﯾﺷﮭد اﻟرﺟﺎل واﻟﻧﺳﺎء اﻟﻣﺻﻠﻰ ﻛﺑﺎرا وﺻﻐﺎرا ﺣﺗﻰ اﻟﻌواﺋق واﻟﺣﯾض وذوات اﻟﺟذور وﻟﻛن ﯾﻌﺗزل اﻟﺣﯾض اﻟﻣﺻﻠﻰ وﻻ ﯾﺻﻠﯾن ﻣﻊ اﻟﻧﺎس
Hendaklah laki-laki dan wanita tu adan muda mendatangi tempat shalat, baik gadis remaja maupun yang sedang haidl dan gadis pingitan, hanya saja bagi mereka yang sedang haidl hendaknya menepi dri tempat shalat, tidak turut shalat bersama orang banyak.
٨ وﺗﺻﻠﻰ اﻟﻌﯾدﯾن رﻛﻌﺗﯾن ﻓﻲ ﺟﻣﺎﻋﺔ ﻓﻲ ﺟﺑﺎﻧﺔ )اى اﻟﻣﺻﻠﻰ( إﻻ ﻟﻌذر
Shalat ‘Idain hendaknya engkau kerjalan dua rak’at berjama’ah di lapangan (tempat shalat), kecuali jia ada halangan.
٩ وﺗﺻﻠﯾﮭﻣﺎ ﻣن ﻏﯾر آذان وﻻ اﻗﺎﻣﺔ وﻻ ﺗﺻل ﻧﺎﻓﻠﺔ ﻗﺑﻠﮭﺎ وﻻ ﺑﻌدھﺎ
Engkau kerjakan tanpa Adzan dan Iqamah, dan janganlah engkau kerjakan shalat sunnat baik sebelum maupun sesudahnya.
.١ وﻟﯾﻧﺻب اﻹﻣﺎم اﻣﺎﻣﺔ ﺳﺎرة
Imam hendaknya memasang “sutrah” dimukanya.
١١ ﺔﯾﻧﺎﺛﻠﻟ ﺎﺳﻣﺧو ﻰﻟوﻷا ﺔﻌﻛرﻠﻟ تارﯾﺑﻛﺗ ﻊﺑﺳ مارﺣﻹا تارﯾﺑﻛﺗ دﻌﺑ رﺑﻛﯾ مﺛ
Kemudian sesudah Takbiratul-ihram membaca tujuhkali Takbir pada raka’at pertama dan limakali Takbir pada raka’at kedua.
٢١ ﺔﻌﻛرﻟا ﻲﻓو دﯾﺟﻣﻟا نآرﻘﻟاو ق وا ﻰﻠﻋﻻا ةروﺳ ﻰﻟوﻷا ﺔﻌﻛرﻟا ﻲﻓ ﺔﺣﺗﺎﻔﻟا دﻌﺑ أرﻘﯾو اﻟﺛﺎﻧﯾﺔ ﺑﻌد اﻟﻔﺎﺗﺣﺔ ﺳورة اﻟﻐﺎﺷﯾﺔ او اﻗﺗرﺑت اﻟﺳﺎﻋﺔ
Kemudian sesudah membaca Al Fatihah pada raka’at pertama hendaknya membaca surat “Al-A’la” atau “Qaf wal Qur-anil Majid” dan sesudah membaca Al Fatihah pada raka’at kedua membaca surat “Al Ghasyiyah” atau Iiqtarabatis sa’ah”
٣١ مﮭﺿﺣﯾو نﯾرﺿﺎﺣﻟا ﺎﮭﯾﻓ رﻛذﯾو : دﻣﺣﻟﺎﺑ ﺎھءادﺑﯾو ةدﺣاو ﺔﺑطﺧ ةﻼﺻﻟا دﻌﺑ بطﺧﯾﻟو ﻋﻠﻰ اﻟﺧﯾر
Sesudah selesai shalat hendaklah Imam membaca khutbah satu kali, dimulai dengan “Al Hamdulillah” dan menyampaikan nasehat kepada para hadirin dan menganjurkan untuk berbuat baik.
٤١ ﺎﻣﯾﻠﺳ ﺎﻧاوﯾﺣ كﺗﯾﺣﺿا نوﻛﯾ نا رﺧﺗﻓ ﺔﯾﺣﺿﺗﻟا ﻰﻠﻋ ﺎﻣزﺎﻋ تﻧاو ﻰﺣﺿﻷا نﺎﻛ اذإو ﺻﺣﯾﺣﺎ ﻻﻋور ﺑﮫ وﻻ ﻋرج وﻻ ﻋﺟف وﻻ اﻋﺿب اﻟﻘرن واﻷذن
Jika hari itu hari raya Adlha, sedangkan engkau berniat akan menyembelih binatang qurban, hendaklah engkau berusaha agar qurbanmu berupa binatang yang tidak cacat, sehat, tidak pece, tidak pincang, tidak kurus sakit-sakitan, tidak patah tanduknya atau cacat telinganya.
١۵ ﺛم ان ﻛﺎن ﻣﻌزا او ﺿﺄﻧﺎ ﺗﺣرﯾت ﻣﻧﮫ ﻣﺎ ﺟﺎوز اﻟﺳﻧﺔ وان ﻛﺎن ﺑﻘرة ﺗﺣرﯾت ﻣﻧﮭﺎ ﻣﺎ دﺧﻠت ﻓﻲ اﻟﺛﺎﻟﺛﺔ
Dan jika qurban itu berupa kambing biasa atau biri-biri, hendaklah engkau pilih yang lebih dari setahun umurnya, jika berupa sapi hendaklah engkau pilih yang telah menginjak tahun ketiga umurnya.
٦١ رﮭﻧﻟا لوا نﻣ كرﺎﻔظاو كرﻌﺷ نﻋ كﺳﻣاو
Dan janganlah engkau potong rambut dan kukumu sejak awal bulan.
٧١ قﯾرﺷﺗﻟا مﺎﯾا رﺧآ ﻰﺗﺣ ﺎﮭﻠﺑﻗ ﻻ ةﻼﺻﻟا دﻌﺑ ﺢﺑذﺗو
Dan hendaklah engkau sembelih pada waktu sesudah shalat, jangan sebelumnya, dengan batas sampai akhir hari Tasyriq.
Garut, 21 Rab.akhir 1396/21 April 1976 Pimpinan Sidang : Ketua,
Sekretaris, ttd
ttd (H. Aslam Z)
(A. Djihas Al Fairuzi)
Anggota seksi :
1. Omo Suyatna ( Jabar)
2. H. Hambali Ahmad ( Jabar)
3. K. Umar Thalib (Jatim)
4.. K.H. Muh. Gusti (Jatim)
5. A. Somad Abdullah BA ( Jambi)
6. Muh. Ihsan ( Jateng) 16.
7. Jayadi Nur (Bengkulu) (Undangan)
8. Mukhtar Yatim (Bengkulu)
9. H. Muh. Shiddiq (Sumut)
10. H. Bakri Wahid (Sul Sel Ra) 11. H. Harun Ma’ani (Sumbar) 12. H.M. Djamil Muda 13. H.M. Nur Hajji (Aceh) 14. H. Hilahi (DIY) 15. K. Mas’udi (Kal-Bar) 16. H. Hasan Basri (Sum-Bar) 17. Muh. Zain Abdullah 18. H. Said Thalib (Undangan) 19. H.M. Ramli (Undangan)
KEPUTUSAN SIDANG PLENO TENTANG SHALAT KUSUFAIN &
ISTISQA’ 10

