putusan
KITAB ZAKAT BAGIAN 04 BAB II KONSEP ZAKAT
KITAB ZAKAT
04 BAB II KONSEP ZAKAT
BAB II KONSEP ZAKAT
A. Makna Zakat 1. Menurut Bahasa (Lugah) Menurut Lisān al-‘Arab, zakat (al-zakāh) ditinjau dari sudut bahasa adalah suci, tumbuh, berkah, dan terpuji; semua digunakan dalam Al-Qur’an dan Hadis. Makna tumbuh dan suci ini tidak hanya diasumsikan pada harta kekayaan, lebih dari itu, juga untuk jiwa orang yang menzakatkannya. Firman Allah Swt.:
ﺧُذْ ﻣِنْ اَﻣْوَاﻟِﮭِمْ ﺻَدَﻗَﺔً ﺗُطَﮭِّرُھُمْ وَﺗُزَﻛِّﯾْﮭِمْ ﺑِﮭَﺎ ...
Ambillah sedekah (zakat) dari harta mereka, dengan zakat itu kamu menyucikan dan membersihkan … [QS al-Taubah (9): 103]. 2. Menurut Istilah (Syarā’) Zakat ialah nama suatu ibadah wajib yang dilaksanakan dengan memberikan sejumlah kadar tertentu dari harta milik sendiri kepada orang yang berhak menerimanya menurut yang ditentukan oleh syariat Islam.
B. Beberapa Kata yang Berarti Zakat dalam Al-Qur’an 1. Zakāh
وَاَﻗِﯾْﻣُوا اﻟﺻﱠٰﻠوةَ وَٰاﺗُوا اﻟزﱠٰﻛوةَ وَارْﻛَﻌُوْا ﻣَﻊَ اﻟﱣرﻛِﻌِﯾْنَ.
Dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk [QS al- Baqarah (2): 43]. 2. Ṣadaqah
اَﻟَمْ ﯾَﻌْﻠَﻣُوْٓا اَنﱠ ﱣاَﻟل ھُوَ ﯾَﻘْﺑَلُ اﻟﺗﱠوْﺑَﺔَ ﻋَنْ ﻋِﺑَﺎدِهٖ وَﯾَﺄْﺧُذُ اﻟﺻﱠدَٰﻗتِ وَاَنﱠ ﱣاَﻟل ھُوَ اﻟﺗﱠوﱠابُ اﻟرﱠﺣِﯾْمُ.
Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang? [QS al-Taubah (9): 104]. 3. Ḥaqq
وَھُوَ اﻟﱠذِيْٓ اَﻧْﺷَﺎَ ﺟﱠٰﻧتٍ ﻣﱠﻌْرُوْٰﺷتٍ وﱠﻏَﯾْرَ ﻣَﻌْرُوْٰﺷتٍ وﱠاﻟﻧﱠﺧْلَ وَاﻟزﱠرْعَ ﻣُﺧْﺗَﻠِﻔًﺎ اُﻛُﻠُﮫٗ وَاﻟزﱠﯾْﺗُوْنَ وَاﻟرﱡﻣﱠﺎنَ ﻣُﺗَﺷَﺎﺑِﮭًﺎ وﱠﻏَﯾْرَ ﻣُﺗَﺷَﺎﺑِﮫٍۗ ﻛُﻠُوْا ﻣِنْ ﺛَﻣَرِهٖٓ اِذَآ اَﺛْﻣَرَ وَٰاﺗُوْا ﺣَﻘﱠﮫٗ ﯾَوْمَ ﺣَﺻَﺎدِهٖۖ وََل ﺗُﺳْرِﻓُوْا اِۗﻧﱠﮫٗ لَ ﯾُﺣِبﱡ اﻟْﺳُْرِﻓِﯾْنَ
Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dibayarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan [QS al-An’ām (6): 141]. 4. Infāq
... وَاﻟﱠذِﯾْنَ ﯾَﻛْﻧِزُوْنَ اﻟذﱠھَبَ وَاﻟْﻔِﺿﱠﺔَ وََل ﯾُﻧْﻔِﻘُوْﻧَﮭَﺎ ﻓِﻲْ ﺳَﺑِﯾْلِ ﱣاِﻟل ﻓَۙﺑَﺷِّرْھُمْ ﺑِﻌَذَابٍ اَﻟِﯾْمٍۙ.
Orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah (zakat), maka beritahukanlah kepeda mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih [QS al-Taubah [9]: 34]. C. Hikmah Zakat Zakat merupakan ibadah yang memiliki dimensi ganda, transendental dan horizontal. Oleh sebab itu zakat memiliki banyak arti dalam kehidupan umat manusia, terutama Islam. Zakat memiliki banyak hikmah, baik yang berkait dengan hubungan manusia dengan Tuhannya, maupun hubungan sosial kemasyarakatan di antara manusia, antara lain:
1. Menyucikan diri dari kotoran dosa, memurnikan jiwa (karena menumbuhkan akhlak
mulia menjadi murah hati, memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi) dan mengikis sifat bakhil (kikir) dan serakah. Zakat membuat manusia dapat merasakan
ketenangan batin karena terbebas dari tuntutan Allah dan tuntutan kewajiban kemasyarakatan.
2. Menolong, membina dan membangun kaum yang lemah dan papa dengan materi,
untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. Sehingga mereka dapat melaksanakan kewajiban-kewajibannya terhadap Allah Swt.
3. Memberantas penyakit iri hati dan dengki yang biasanya muncul ketika melihat
orang-orang di sekitarnya berkehidupan cukup, apalagi mewah.
4. Mewujudkan sistem masyarakat Islam yang berdiri di atas prinsip ummatan
wāḥidatan (umat yang satu), musāwah (persamaan derajat, hak, dan kewajiban), ukhuwwah Islāmiyyah (persaudaraan Islam), dan takāful ijtimāiy (tanggungjawab bersama).
5. Mewujudkan keseimbangan dalam distribusi dan kepemilikan harta, serta
6. keseimbangan tanggung jawab individu dalam masyarakat.
7. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang ditandai dengan adanya hubungan
seorang dengan yang lainnya rukun, damai, dan harmonis sehingga tercipta ketenteraman dan kedamaian lahir dan batin. Dalam masyarakat seperti itu, maka bahaya komunisme, ateisme, dan paham yang sesat dan menyesatkan tidak akan tumbuh dan berkembang lagi. Sebab dengan dimensi dan fungsi ganda zakat, persoalan yang dihadapi kapitalisme dan sosialisme sudah terjawab. Dengan zakat akan terwujud sebuah masyarakat yang Baldatun Ṭayyibatun wa Rabbun Gafūr. D. Status, Kedudukan, dan Dalil-dalil Wajib Zakat 1. Status Zakat Dengan memahami banyak ayat dalam Al-Qur’an dan Sunah Nabi, terutama dalam menempatkan kata zakat mengiringi kata salat, kita dapat menentukan status zakat sebagai ibadah wajib yang penting seperti salat. Ketentuan ini sangat jelas, misalnya pada QS al- Baqarah (2): ayat 43;
وَاَﻗِﯾْﻣُوا اﻟﺻﱠٰﻠوةَ وَٰاﺗُوا اﻟزﱠٰﻛوةَ وَارْﻛَﻌُوْا ﻣَﻊَ اﻟﱣرﻛِﻌِﯾْنَ.
Dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah kamu bersama orang-orang yang rukuk. 2. Kedudukan Zakat Terdapat hadis riwayat Muslim sebagai berikut:
ﺑُﻧِﻲَ اﻹِْﺳْﻠَمُ ﻋَﻠَﻰ ﺧَﻣْسٍ ﺷَﮭَﺎدَةِ أَنْ لَ إِٰﻟﮫَ إِلﱠ اُ: وَأَنﱠ ﻣُﺣَﻣﱠدًا رَﺳُولُ اِ: وَإِﻗَﺎمِ اﻟﺻﱠﻠَﺔِ وَإِﯾﺗَﺎءِ اﻟزﱠﻛَﺎةِ وَﺣَﺞِّ اﻟْﺑَﯾْتِ وَﺻَوْمِ رَﻣَﺿَﺎنَ.
Islam didirikan atas lima sendi. Bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan salat dibayarkan zakat, haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadan [HR Muslim]. Dari hadis tersebut dapat dipahami bahwa zakat itu satu di antara sendi berdirinya Islam. Ini berarti bahwa zakat itu salah satu sendi atau tiang utama dari bangunan Islam, yang dalam istilah fikih disebut rukun Islam. Ibarat orang salat yang meninggalkan salah satu rukun, maka salatnya batal. Demikian pula zakat sebagai rukun Islam, meninggalkan zakat bagi yang mampu, batallah status orang sebagai penganut ajaran Islam yang baik. 3. Dalil-Dalil Wajib Zakat Firman Allah Swt.:
وَﻣَﺎٓ اُﻣِرُوْٓا اِلﱠ ﻟِﯾَﻌْﺑُدُوا ﱣاَﻟل ﻣُﺧْﻠِﺻِﯾْنَ ﻟَﮫُ اﻟدِّﯾْنَ ەۙ ﺣُﻧَﻔَﺎۤءَ وَﯾُﻘِﯾْﻣُوا اﻟﺻﱠٰﻠوةَ وَﯾُؤْﺗُوا اﻟزﱠٰﻛوةَ وَٰذﻟِكَ دِﯾْنُ اﻟْﻘَﯾِّﻣَﺔِۗ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan dibayarkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus [QS al-Bayyinah (98): 5]. Firman Allah Swt.:
وَﻓِﻲْٓ اَﻣْوَاﻟِﮭِمْ ﺣَقﱞ ﻟِّﻠﺳﱠﺎۤﯨ-لِ وَاﻟَْﺣْرُوْمِ.
Pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian [QS al-Żāriyāt (51): 19]. Firman Allah Swt.:
اﻣِﻧُوْا ﺑِﺎﱣلِ وَرَﺳُوْﻟِﮫٖ وَاَﻧْﻔِﻘُوْا ﻣِﻣﱠﺎ ﺟَﻌَﻠَﻛُمْ ﻣﱡﺳْﺗَﺧْﻠَﻔِﯾْنَ ﻓِﯾْﮫِۗ ﻓَﺎﻟﱠذِﯾْنَ ٰاﻣَﻧُوْا ﻣِﻧْﻛُمْ وَاَﻧْﻔَﻘُوْا ﻟَﮭُمْ اَﺟْرٌ ﻛَﺑِﯾْرٌۚ.
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar [QS al- Ḥadīd (57): 7]. Firman Allah Swt.:
ﯾٓﺎَﯾﱡﮭَﺎ اﻟﱠذِﯾْنَ ٰاﻣَﻧُوْٓا اَﻧْﻔِﻘُوْا ﻣِنْ طَﯾِّٰﺑتِ ﻣَﺎ ﻛَﺳَﺑْﺗُمْ وَﻣِﻣﱠﺎٓ اَﺧْرَﺟْﻧَﺎ ﻟَﻛُمْ ﻣِّنَ اﻟَْرْضِۗ
.
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah, zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu [QS al-Baqarah (2): 267]. Hadis Nabi Saw.:
ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ اِ: ﺻَﻠﱠﻰ اﱠُﻟل ﻋَﻠَﯾْﮫِ وَﺳَﻠﱠمَ ذَاتَ ﯾَوْمٍ ﺟَﺎﻟِﺳًﺎ ﻓَﺄَﺗَﺎهُ رَﺟُلٌ وَﻗَﺎلَ: ﯾَﺎ رﺳُولَ اِ: ﻣَﺎ اﻹِْﺳْﻠَمُ؟ ﻗَﺎلَ: اﻹِْﺳْﻠَمُ أَنْ ﺗَﻌْﺑُدَ اﱠَﻟل وَلَ ﺗُﺷْرِكَ ﺑِﮫِ ﺷَﯾْﺋًﺎ وَﺗُﻘِﯾمَ اﻟﺻﱠﻠَﺔَ اﻟﻛْﺗُوﺑَﺔَ وَﺗُؤَدِّيَ اﻟزﱠﻛَﺎةَ اﻟَْﻔْرُوﺿَﺔَ وَﺗَﺻُومَ رَﻣَﺿَﺎنَ.
Adalah Rasulullah Saw. pada suatu hari duduk beserta para sahabatnya. Lalu datanglah seorang laki-laki dan bertanya “Wahai Rasulullah, apakah Islam itu?” Nabi menjawab; “Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya, dan engkau dirikan salat wajib dan engkau tunaikan zakat yang difardukan, dan berpuasa di bulan Ramadan [HR al-Bukhārī dan Muslim]. Hadis Nabi Saw.:
ﺑُﻧِﻲَ اﻹِْﺳْﻠَمُ ﻋَﻠَﻰ ﺧَﻣْسٍ ﺷَﮭَﺎدَةِ أَنْ لَ إِٰﻟﮫَ إِلﱠ اُ: وَأَنﱠ ﻣُﺣَﻣﱠدًا رَﺳُولُ اِ: وَإِﻗَﺎمِ اﻟﺻﱠﻠَﺔِ وَإِﯾﺗَﺎءِ اﻟزﱠﻛَﺎةِ وَﺣَﺞِّ اﻟْﺑَﯾْتِ وَﺻَوْمِ رَﻣَﺿَﺎنَ.
Islam didirikan atas lima sendi. Bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan salat dibayarkan zakat, haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadan [HR Muslim]. Hadis Nabi Saw. yang berisi pesan ketika mengutus Mu’āż r.a. pergi ke Yaman:
إِﻧﱠكَ ﺗَﺄْﺗِﻲ ﻗَوْﻣًﺎ ﻣِنْ أَھْلِ اﻟْﻛِﺗَﺎبِ ﻓَﺎدْﻋُﮭُمْ إِﻟَﻰ ﺷَﮭَﺎدَةِ أَنْ لَ إِٰﻟﮫَ إِلﱠ اُ: وَأَﻧِّﻲ رَﺳُولُ اِ: إِنْ ھُمْ أَطَﺎﻋُوكَ ﻟِذَﻟِكَ ﻓَﺄَﻋْﻠِﻣْﮭُمْ أَنﱠ اَ: اﻓْﺗَرَضَ ﻋَﻠَﯾْﮭِمْ ﺧَﻣْسَ ﺻَﻠَوَاتٍ ﻓِﻲ ﻛُلِّ ﯾَوْمٍ وَﻟَﯾْﻠَﺔٍ ﻓَﺈِنْ ھُمْ أَطَﺎﻋُوكَ ﻟِذَﻟِكَ ﻓَﺄَﻋْﻠِﻣْﮭُمْ أَنﱠ اَ: اﻓْﺗَرَضَ ﻋَﻠَﯾْﮭِمْ ﺻَدَﻗَﺔً ﺗُؤْﺧَذُ ﻣِنْ أَﻏْﻧِﯾَﺎﺋِﮭِمْ ﻓَﺗُرَدﱡ ﻋَﻠَﻰ ﻓُﻘَرَاﺋِﮭِمْ ﻓَﺈِنْ ھُمْ أَطَﺎﻋُوكَ ﻟِذَﻟِكَ ﻓَﺈِﯾﱠﺎكَ وَﻛَرَاﺋِمَ أَﻣْوَاﻟِﮭِمْ وَاﺗﱠقِ دَﻋْوَةَ اﻟَْظْﻠُومِ ﻓَﺈِﻧﱠﮫُ ﻟَﯾْسَ ﺑَﯾْﻧَﮫُ وَﺑَﯾْنَ اِ: ﺣِﺟَﺎبٌ.
Sesungguhnya engkau (Mu’āż) akan mendatangi kaum dari ahli kitab, maka serulah mereka untuk bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah, dan aku (Muhammad) adalah Rasulullah. Jika mereka telah mentaati yang demikian, maka terangkanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan salat lima waktu sehari semalam. Jika yang demikian mereka taat juga, terangkanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka untuk dibayarkan zakat, yang dipungut dari harta orang-orang kaya di antara mereka, untuk diberikan kepada orang-orang fakir di antara mereka. Jika tugas inipun telah mereka taati, maka janganlah engkau mengambil selain dari hal tersebut. Muliakanlah harta-harta mereka. Jagalah dirimu dari doa orang-orang yang teraniaya, karena antara Allah dan orang yang teraniaya tidak ada hijab (penghalang) [HR al-Bukhārī dan Muslim].
Hadis Nabi Saw.:
ﻣَﺎ ﻣَﻧَﻊَ ﻗَوْمٌ اﻟزﱠﻛَﺎةَ إلﱠ اﺑْﺗَﻠَﮭُمُ اُ: ﺑِﺎﻟﺳِّﻧِﯾنَ.
Bila suatu kaum enggan membayarkan zakat, Allah akan menguji mereka dengan bertahun- tahun kekeringan dan kelaparan [HR al- Ṭabrānī]. Hadis Nabi Saw.:
ﻣَﺎ ﺧَﺎﻟَطَتِ اﻟﺻﱠدَﻗَﺔُ أوِ اﻟزﱠﻛَﺎةُ ﻣَﺎلً إلﱠ أَﻓْﺳَدَﺗْﮫُ
Bila zakat bercampur dengan harta lainnya maka ia akan merusak harta itu [HR al-Bazzār dan al-Baihaqī]. E. Macam-macam Zakat Zakat termasuk kategori ibadah (seperti salat, haji, dan puasa) yang telah diatur berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah. Sekaligus merupakan amal sosial- kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan umat manusia. Secara umum zakat terbagi menjadi dua macam: 1. Zakat Mal (Harta)
◌ٰﯾٓﺎَﯾﱡﮭَﺎ اﻟﱠذِﯾْنَ ٰاﻣَﻧُوْٓا اَﻧْﻔِﻘُوْا ﻣِنْ طَﯾِّٰﺑتِ ﻣَﺎ ﻛَﺳَﺑْﺗُمْ وَﻣِﻣﱠﺎٓ اَﺧْرَﺟْﻧَﺎ ﻟَﻛُمْ ﻣِّنَ اﻟَْرْضِ ۗ وََل ﺗَﯾَﻣﱠﻣُوا اﻟْﺧَﺑِﯾْثَ ﻣِﻧْﮫُ ﺗُﻧْﻔِﻘُوْنَ وَﻟَﺳْﺗُمْ ﺑِٰﺎﺧِذِﯾْﮫِ اِلﱠٓ اَنْ ﺗُﻐْﻣِﺿُوْا ﻓِﯾْﮫِ ۗ وَاﻋْﻠَﻣُوْٓا اَنﱠ ﱣاَﻟل ﻏَﻧِﻲﱞ ﺣَﻣِﯾْدٌ
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah, zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji [QS al-Baqarah(2): 267]. 2. Zakat Nafs (Jiwa), juga disebut Zakat Fitri
ﻋَنْ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ رَﺷِﻲَ اُ: ﻋَﻧْﮭُﻣَﺎ ﻗَﺎلَ ﻓَرَضَ رَﺳُولُ اِ: ﺻَﻠﱠﻰ اُ: ﻋَﻠَﯾْﮫِ وَﺳَﻠﱠمَ زَﻛَﺎةَ اﻟْﻔِطْرِ ﺻَﺎﻋًﺎ ﻣِنْ ﺗَﻣْرٍ أَوْ ﺻَﺎﻋًﺎ ﻣِنْ ﺷَﻌِﯾرٍ ﻋَﻠَﻰ اﻟْﻌَﺑْدِ وَاﻟْﺣُرِّ وَاﻟذﱠﻛَرِ وَاﻟُْﻧْﺛَﻰ وَاﻟﺻﱠﻐِﯾرِ وَاﻟْﻛَﺑِﯾرِ ﻣِنْ اﻟْﺳُْﻠِﻣِﯾنَ وَأَﻣَرَ ﺑِﮭَﺎ أَنْ ﺗُؤَدﱠى ﻗَﺑْلَ ﺧُرُوجِ اﻟﻧﱠﺎسِ إِﻟَﻰ اﻟﺻﱠﻠَﺔِ.
Dari Ibnu ‘‘Umar r.a. (diriwayatkan): Rasulullah Saw. telah mewajibkan zakat fitri satu ṣā’ dari kurma atau gandum atas budak, orang merdeka, laki- laki dan perempuan, anak kecil dan orangtua, dari seluruh kaum muslimin. Beliau perintahkan supaya dibayarkan sebelum manusia keluar untuk salat (‘Īd) [HR al-Bukhārī].
F. Syarat-Syarat bagi Orang yang Wajib Zakat 1. Mukmin dan Muslim Zakat merupakan salah satu dari rukun Islam. Oleh karenanya, hanya diwajibkan kepada orang mukmin dan muslim.
Firman Allah Swt.:
وَﻗَدِﻣْﻧَﺎٓ اِٰﻟﻰ ﻣَﺎ ﻋَﻣِﻠُوْا ﻣِنْ ﻋَﻣَلٍ ﻓَﺟَﻌَﻠْٰﻧﮫُ ھَﺑَﺎۤءً ﻣﱠﻧْﺛُوْرًا.
Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan [QS al-Furqān (25): 23].
وَاَﻗِﯾْﻣُوا اﻟﺻﱠٰﻠوةَ وَٰاﺗُوا اﻟزﱠٰﻛوةَ وَارْﻛَﻌُوْا ﻣَﻊَ اﻟﱣرﻛِﻌِﯾْنَ.
Dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk [QS al- Baqarah (2): 43]. 2. Berakal Orang yang tidak berakal tidak wajib berzakat. Kewajiban zakat harta orang yang belum dibebankan kepada walinya atau orang yang mengurus hartanya itu, seperti anak yatim yang mempunyai harta dan telah memenuhi syarat untuk dibayarkan zakatnya. Hal ini sebagaimana Hadis Nabi Saw.:
ﻗَﺎلَ رَﺳُوْلُ اِ: ﺻَﻠﱠﻰ اُ: ﻋَﻠَﯾْﮫِ وَ ﺳَﻠﱠمَ: اِﺗﱠﺟِرُوا ﻓِﻲ أﻣْوَالِ اﻟﯾَﺗَﺎﻣَﻰ ﺣَﺗﱠﻰ لَ ﺗَﺄْﻛُﻠَﮭَﺎ اﻟزﱠﻛَﺎةُ.
Rasulullah Saw. bersabda: Niagakanlah kekayaan harta anak-anak yatim (jangan dibiarkan saja), supaya tidak habis dimakan oleh zakat [HR al- Tirmiżī]. 3. Kepemilikan Sempurna (al-Milk al-Tām) Harta yang wajib dizakati adalah harta yang dimiliki secara sempurna oleh wajib zakat. 4. Memiliki Harta yang Mencapai Nisab Kententuan-ketentuan lainnya mengenai zakat, termasuk pada zakat mal, zakat fitri, mustahik zakat dan sebagainya akan dibahas lebih lanjut pada bab tersendiri dalam naskah ini.336
Ft. 14

