putusan
KITAB ZIKIR DOA
KITAB ZIKIR DAN DOA
BAB I
DZIKIR
A. Pengertian
Dzikir (اﻟذِّﻛْرُ ) secara bahasa berarti ingat. Dalam kehidupan beragama (Islam) yang dimaksud dengan dzikir adalah mengingat Allah. Dzikir sesungguhnya adalah menghadirkan hati untuk mengingat dan taat kepada Allah yang kemudian disusul dengan ucapan atau perbuatan dalam berbagai keadaan: ketika melakukan shalat, berpuasa, menunaikan zakat, mengerjakan haji, menghadapi yang halal dan yang haram, berjual beli dan dalam berbagai hal yang lain. Hanya saja dalam perkembangannya, istilah dzikir kemudian lebih banyak diartikan dengan dzikir yang berupa mengucapkan lafadl-lafadl tertentu. Dalam pengertian yang terakhir ini dapat disebutkan bahwa dzikir adalah mengingat Allah dengan mengucapkan lafadl-lafadl tertentu seperti lafadl tasbih ( ﺳُﺑْﺣَﺎنَ ﷲِ ), tahmid (اﻟْﺣَﻣْدُ لِلَّهِ ), tahlil (
)ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ ﷲُ
takbir (ﷲُ أَﻛْﺑَرُ) ( serta sifat-sifat keagungan, keindahan dan kesempurnaan-Nya.
B. Dasar Hukum
Dasar hukum disyariatkan dzikir adalah ayat-ayat al-Qur'an dan Sunah Nabi SAW sebagaimana dikemukakan dalam paragraf berikut.
1. Firman Allah:
ِنوُرُﻔْﻛَﺗ َﻻَو ﻲِﻟ اوُرُﻛْﺷاَو ْمُﻛْرُﻛْذَأ ﻲِﻧوُرُﻛْذﺎَﻓ )٢) ةرﻘﺑﻟا(: ٢٥١(
Artinya: Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari-Ku. [Q. al-Baqarah (2): 152].
2. Firman Allah:
ا اوُرُﻛْذا اوُﻧَﻣآ َنﯾِذﱠﻟا ﺎَﮭﱡﯾَﺄَﯾU بازﺣﻻا ) اًرﯾِﺛَﻛ اًرْﻛِذ َﱠ(٣٣١:١٤(
Artinya: Wahai orang-orang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya [Q. al-Ahzab (33): 41].
3. Firman Allah:
ا ﱠدَﻋَأ ِتاَرِﻛاﱠذﻟاَو اًرﯾِﺛَﻛ َﷲ َنﯾِرِﻛاﱠذﻟاَوالله٣٣ ) بازﺣﻷا ) ﺎًﻣﯾِظَﻋ اًرْﺟَأَو ًةَرِﻔْﻐﱠﻣ ْمُﮭَﻟ ُﱠ( : ٥٣ (
Artinya: ... dan orang-orang lelaki dan perempuan yang banyak berdzikir (mengingat) kepada Allah. Allah telah menyediakan untuk mereka itu ampunan dan pahala yang besar. [Q. al-Ahzab (33):35].
4. Firman Allah:
ا اوُرُﻛْذﺎَﻓ َةوﻠﱠﺻﻟا ُمُﺗْﯾَﺿَﻗ اَذِﺈَﻓU٤) ءﺎﺳﻧﻟا ) ... ْمُﻛِﺑوُﻧُﺟ ﻰَﻠَﻋَو اًدوُﻌُﻗَو ﺎًﻣﯾِﻗ َﱠ( : ٣٠١(
Artinya: Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat, maka ingatlah Allah dalam keadaan berdiri, duduk dan di waktu berbaring. [Q. an-Nisa' (4): 103].
5. Hadits Nabi SAW:
ﻋَنْ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ ، ﻗَﺎلَ: ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﷺ : ﯾَﻘُولُ االلهﱠُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : أَﻧَﺎ ﻋِﻧْدَ ظَنِ ﻋَﺑْدِي ﺑِﻲ ، وَأَﻧَﺎ ﻣَﻌَﮫُ إِذَا ذَﻛَرَﻧِﻲ، ﻓَﺈِنْ ذَﻛَرَﻧِﻲ ﻓِﻲ ﻧَﻔْﺳِﮫِ ذَﻛَرْﺗُﮫُ ﻓِﻲ ﻧَﻔْﺳِﻲ ، وَإِنْ ذَﻛَرَﻧِﻲ ﻓِﻲ ﻣَﻺٍَ ذَﻛَرْﺗُﮫُ ﻓِﻲ ﻣَﻺٍَ ﺧَﯾْرٍ ﻣِﻧْﮭُمْ ، وَإِنْ ﺗَﻘَرﱠبَ إِﻟَﻲﱠ ﺑِﺷِﺑْرٍ ﺗَﻘَرﱠﺑْتُ إِﻟَﯾْﮫِ ذِرَاﻋًﺎ، وَإِنْ ﺗَﻘَرﱠبَ إِﻟَﻲﱠ ذِرَاﻋًﺎ ﺗَﻘَرﱠﺑْتُ إِﻟَﯾْﮫِ ﺑَﺎﻋًﺎ، وَإِنْ أَﺗَﺎﻧِﻲ ﯾَﻣْﺷِﻲ أَﺗَﯾْﺗُﮫُ ھَرْوَﻟَﺔً . )رواه اﻟﺑﺧﺎري واﻟﻠﻔظ ﻟﮫ وﺳﻠم واﻟﺗﻌدي واﺑن ﻣﺎﺟﮫ واﺣﻣد(
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata: Nabi SAW bersabda: Allah SWT berfirman: "Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku bersama hamba-Ku apabila dia mengingat-Ku. Dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di hadapan sekumpulan orang, maka Aku akan mengingatnya di hadapan sekumpulan orang yang lebih baik dari mereka. Jika dia
mendekati-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekatinya satu hasta. Jika dia mendekati- Ku satu hasta, maka Aku akan mendekatinya satu depa. Jika dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berjalan cepat (HR al-Bukhariy, Muslim, at-Tirmidziy, Ibnu Majah dan Ahmad dengan lafal dari al-Bukhariy).'272
C. Keutamaan Berdzikir
1. Orang yang mengingat Allah akan diingat Allah, sebagaimana dijelaskan dalam firman
Allah:
٢) ةرﻘﺑﻟا) ِنوُرُﻔْﻛَﺗ َﻻَو ﻲِﻟ اوُرُﻛْﺷاَو ْمُﻛْرُﻛْذَأ ﻲِﻧوُرُﻛْذﺎَﻓ(: ٢٥١(
Artinya: Oleh karena itu, ingatlah kamu sekalian kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu dan janganlah kamu mengingkari-Ku [al-Baqarah (2): 152].
2. Orang yang berdzikir dan mengingat Allah adalah orang beruntung sebagaimana
dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW:
ﻋَنْ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ ، ﻗَﺎلَ: ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﷺ ﯾَﺳِﯾرُ ﻓِﻲ طَرِﯾقِ ﻣَﻛَﺔَ ﻓَﻣَرﱠ ﻋَﻠَﻰ ﺟَﺑَلٍ ﯾُﻘَﺎلُ ﻟَﮫُ ﺟُﻣْدَانُ ﻓَﻘَﺎلَ : ﺳِﯾرُوا ھُذَا ﺟُﻣْدَانُ ﺳَﺑَقَ اﻟْﻣُﻔَرِدُونَ ، ﻗَﺎﻟُوا : وَﻣَﺎ اﻟْﻣُﻔَرِدُونَ ﯾَﺎ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﻗَﺎلَ: اﻟذﱠاﻛِرُونَ االلهﱠَ ﻛَﺛِﯾرًا وَاﻟذﱠاﻛِرَاتُ )رواه ﻣﺳﻠم واﻟﻠﻔظ ﻟﮫ و أﺣﻣد (
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah SAW pernah berangkat menuju Mekah, lalu ia melintasi suatu bukit yang disebut Jumdan, lalu beliau bersabda: berangkatlah, ini adalah bukit Jumdan. Beruntunglah para mufarridun. Para Sahabat bertanya: "Siapakah para mufarridun itu ya Rasulullah?" Rasulullah menjawab: "Orang laki- laki ataupun perempuan yang banyak mengingat Allah." (HR. Muslim dan Ahmad dengan lafadh dari Muslim).273
3. Orang yang berdzikir pada hakikatnya adalah orang yang hidup sebagaimana dijelaskan
dalam hadits Nabi SAW.
ﻋَنْ أَﺑِﻲ ﻣُوﺳَﻰ هِ ﻗَﺎلَ: ﻗَﺎلَ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱡ ﷺ : ﻣَﺛَلُ اﻟﱠذِي ﯾَذْﻛُرُ رَﺑﱠﮫُ وَاﻟﱠذِي ﻻَ ﯾَذْﻛُرُ رَﺑﱠﮫُ ﻣَﺛَلُ اﻟْﺣَﻲِّ وَاﻟْﻣَﯾِّتِ . ) رواه اﻟﺑﺧﺎري واﻟﻠﻔظ ﻟﮫ وﺳﻠم (
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Musa r.a. ia berkata: Nabi SAW telah bersabda: "Perumpamaan orang yang senantiasa mengingat Tuhannya dan orang yang tidak mengingat Tuhannya seperti orang yang hidup dan orang yang mati." (HR. al-Bukhariy dan Muslim dengan lafadh dari al-Bukhariy).274
272 1 al-Bukhariy, Shahih al-Bukhariy, VIII: 97, Kitaab at-Tauhiid", hadits no. 7405; lihat juga no. 7505 dan 7537.
273 2 Muslim, Shahih Muslim, II:566, hadits no. 2676," Kitaab ad-Dzikr wa'd-Du'a'. 274 3 al-Bukhariy, Shahih al-Bukhariy, VII:216, hadits no. 6407.
4. Dzikir sebagai dasar amal shalih sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi SAW:
ﻋَنْ أَﺑِﻲ اﻟدﱠرْدَاءِ ، ﻗَﺎلَ: ﻗَﺎلَ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱡ ﷺ : أَﻻَ أُﻧَﺑِّﺋُﻛُمْ ﺑِﺧَﯾْرِ أَﻋْﻣَﺎﻟِﻛُمْ وَأَزْﻛَﺎھَﺎ ﻋِﻧْدَ ﻣَﻠِﯾْﻛِﻛُمْ وَأَرْﻓَﻌِﮭَﺎ ﻓِﻲ دَرَﺟَﺎﺗِﻛُمْ وَﺧَﯾْرٌ ﻟَﻛُمْ ﻣِنْ إِﻧْﻔَﺎقِ اﻟذﱠھَبِ وَاﻟْوَرِقِ وَﺧَﯾْرٌ ﻟَﻛُمْ ﻣِنْ أَنْ ﺗَﻠْﻘَوْا ﻋَدُوﱠﻛُمْ ﻓَﺗَﺿْرِﺑُوا أَﻋْﻧَﺎﻗَﮭُمْ وَﯾَﺿْرِﺑُوا أَﻋْﻧَﺎ ﻗَﻛُمْ ﻗَﺎﻟُوا : ﺑَﻠَﻰ ، ﻗَﺎلَ : ذِﻛْرُ االلهﱠِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻗَﺎلَ ﻣُﻌَﺎذُ ﺑْنُ ﺟَﺑَلٍ ﻟﮫ : ﻣَﺎ ﺷَﻲْءٌ أَﻧْﺟَﻰ ﻣِنْ ﻋَذَابِ االلهﱠِ ﻣِنْ ذِﻛْرِ ﷲِ . )رواه اﻟﺗﻧدي واﻟﻠﻔظ ﻟﮫ واﺑن ﻣﺎﺟﮫ وأﺣﻣد وﻣﺎﻟك واﻟﺣﺎﻛم وﻗﺎل ﺻﺣﯾﺢ اﻹﺳﻧﺎد(
Artinya: Diriwayatkan dari Abu ad-Darda' r.a. ia berkata: Nabi SAW bersabda: "Maukah kamu sekalian saya beritahukan amal perbuatan yang paling baik dan paling suci di sisi penguasamu (Tuhanmu) dan amal paling tinggi dalam mengangkat derajatmu, dan yang paling baik untukmu daripada menginfakkan emas dan perak dan yang paling baik untukmu daripada menghadap musuhmu sehingga kamu memenggal leher mereka dan mereka memenggal lehermu? Mereka berkata: Ya, lalu Nabi bersabda: Mengingat Allah ta'ala (dzikr Allah)". Mu'adz bin Jabal r.a. berkata: Tak ada satupun yang paling menyelamatkan dari azab Allah dibandingkan dengan dzikrullah. (HR. at-Tirmidziy, Ahmad dan Hakim dengan lafadh dari at-Tirmidziy. Hakim berkomentar: hadits ini sanadnya sahih).275
D. Manfaat Berdzikir
1. Mencegah perbuatan keji dan munkar, sebagai mana dijelaskan dalam firman Allah:
اﺗْلُ ﻣَﺎ أُوﺣِﻲَ إِﻟَﯾْكَ ﻣِنَ اﻟْﻛِﺗٰبِ وَأَﻗِمِ اﻟﺻﱠﻠُوةَ إِنﱠ اﻟﺻﱠﻠوةَ ﺗَﻧْﮭَﻰ ﻋَنِ اﻟْﻔَﺣْﺷَﺎءِ وَاﻟْﻣُﻧْﻛَرِ وَﻟَذِﻛْرُ اللَّه أَﻛْﺑَرُ وَاللَّهُ ٩٢ ) توﺑﻛﻧﻌﻟا) َنوُﻌَﻧْﺻَﺗ ﺎَﻣ ُمَﻠْﻌَﯾ( : ٥٤ (
Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu yaitu al-Kitab dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. [Al-Ankabut (29): 45].
2. Menenteramkan hati sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah,
ا ِرْﻛِذِﺑ ْمُﮭُﺑوُﻠُﻗ ﱡنِﺋَﻣْطَﺗَو اوُﻧَﻣآ َنﯾِذﱠﻟاللَّها ِرْﻛِذِﺑ َﻻَأ ِﱠU٣١ ) دﻋرﻟا) ُبوُﻠُﻘْﻟا ُنِﺋَﻣْطَﺗ ِﱠ( : ٨٢(
Artinya: (Orang yang bertobat ialah) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. [ar-Ra'd (13): 28].
275 4 At-Tirmidziy, Sunan at-Tirmidziy, hadits No. 3299, "Kitabad-Da'awat"
E. Adab Berdzikir
1. Berzikir dalam hati (dengan suara perlahan) dan merendahkan diri, sebagaimana
dijelaskan dalam firman Allah:
وَاذْﻛُرْ رَﺑﱠكَ ﻓِﻲ ﻧَﻔْﺳِكَ ﺗَﺿَرﱡﻋًﺎ وَﺧِﯾﻔَﺔً وَدُونَ اﻟْﺟَﮭْرِ ﻣِنَ اﻟْﻘَوْلِ ﺑِﺎﻟْﻐُدُ وَ وَاﻵْﺻَﺎلِ وَﻻَ ﺗَﻛُنْ ﻣِنَ اﻟْﻐَﻔِﻠِﯾنَ )٧) فارﻋﻷا( : ٥٠٢(
Artinya: Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. [Al-A'raf (7): 205].
2. Larangan dengan suara keras karena Allah Maha Mendengar lagi Maha Dekat,
sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW:
ﻋَنْ أَﺑِﻲ ﻣُوﺳَﻰ اﻷَْﺷْﻌَرِي ، ﻗَﺎلَ : ﻟَﻣﱠﺎ ﻏَزَا رَﺳُولُ ﷲِ ﷺ ﺧَﯾْﺑَرَ، أَوْ ﻗَﺎلَ : ﻟَﻣﱠﺎ ﺗَوَﺟﱠﮫَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﷺ أَﺷْرَفَ اﻟﻧﱠﺎسُ ﻋَﻠَﻰ وَادٍ ﻓَرَﻓَﻌُوا أَﺻْوَاﺗَﮭُمْ ﺑِﺎﻟﺗﱠﻛْﺑِﯾرِ االلهﱠُ أَﻛْﺑَرُ االلهﱠُ أَﻛْﺑَرُ ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ ﷲُ ، ﻓَﻘَﺎلَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﷺ: ارْﺑَﻌُوا ﻋَﻠَﻰ أَﻧْﻔُﺳِﻛُمْ إِﻧﱠﻛُمْ ﻻَ ﺗَدْﻋُوْنَ أَﺻَمﱠ وَﻻَ ﻏَﺎﺋِﺑًﺎ إِﻧﱠﻛُمْ ﺗَدْﻋُوْنَ ﺳَﻣِﯾﻌًﺎ ﻗَرِﯾﺑًﺎ وَھُوَ ﻣَﻌَﻛُمْ ، وَأَﻧَﺎ ﺧَﻠْفَ دَاﺑﱠﺔِ رَﺳُولِ االلهﱠِ ﷺ ﻓَﺳَﻣِﻌَﻧِﻲ وَأَﻧَﺎ أَﻗُولُ ﻻَ ﺣَوْلَ وَﻻَ ﻗُوﱠةَ إِﻻﱠ ﺑِﺎاللهﱠِ ، ﻓَﻘَﺎلَ ﻟِﻲ: ﯾَﺎ ﻋَﺑْدَ االلهﱠِ ﺑْنَ ﻗَﯾْسٍ! ﻗُﻠْتُ : ﻟَﺑَﯾْكَ ﯾَﺎ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﻗَﺎلَ: أَﻻَ أَدُﻟﱡكَ ﻋَﻠَﻰ ﻛَﻠِﻣَﺔٍ ﻣِنْ ﻛَﻧْزِ ﻣِنْ ﻛُﻧُوزِ اﻟْﺟَﻧﱠﺔِ ﻗُﻠْتُ : ﺑَﻠَﻰ ﯾَﺎ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﻓِدَاكَ أَﺑِﻲ وَأُﺗِﻲ، ﻗَﺎلَ : ﻻَ ﺣَوْلَ وَﻻَ ﻗُوﱠةَ إِﻻﱠ ﺑِﺎ:
. )
رواه اﻟﺑﺧﺎري وﺳﻠم وأﺑو داود وأﺣﻣد (
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Musa r.a. ia berkata: Tatkala Rasulullah SAW sampai di Khaibar, atau ia berkata: Ketika Rasulullah SAW menuju Khaibar, prajurit Rasul mengamati dari atas lembah lalu mereka mengeraskan suara dengan takbir "Allahu Akbar Allahu Akbar laa ilaaha illallaah", maka Rasulullah SAW bersabda: "Rendahkanlah suaramu karena kamu tidak menyeru Tuhan yang tuli dan yang gaib, tetapi kamu menyeru Tuhan yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan Dia selalu bersamamu." Sedangkan saya berada di belakang kendaraan Rasulullah SAW. Lalu beliau mendengarkan aku mengucapkan laa haula wa laa quwwata illa billah, maka beliau bersabda kepadaku; Wahai Abdullah bin Qais! Aku menjawab: Hamba ya Rasulullah. Rasulullah SAW bersabda: Maukah aku tunjukkan sepatah kata yang merupakan harta terpendam dari harta-harta surga? Saya menjawab: mau ya Rasulallah. Semoga bapak dan ibu dirahmati Allah. Rasulullah SAW bersabda: laa haula wa laa quwwata illaa bil-llaah. (HR. al-Bukhariy, Abu Dawud dan Ahmad).276
276 5 al-Bukhariy: Sahih al-Bukhariy, "Kitab ad-Da'awat", VII: 158; Muslim, Shahih Muslim, Kitab adz-Dzikr wa ad-Du'a wat-Taubah wal-Istighfar", IV: 575
F. Waktu Berdzikir
Waktu berdzikir (mengingat Allah dalam bentuk bermunajat di hadapan-Nya), berdasarkan ayat-ayat al-Qur'an:
1. Firman Allah
ﻓَﺎﺻْﺑِرْ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﯾَﻘُوﻟُونَ وَﺳَﺑِّﺢْ ﺑِﺣَﻣْدِ رَﺑِّكَ ﻗَﺑْلَ طُﻠُوعِ اﻟﺷﱠﻣْسِ وَﻗَﺑْلَ اﻟْﻐُرُوبِ وَﻣِنَ اﻟﱠﯾْلِ ﻓَﺳَﺑِّﺣْﮫُ وَأَدْﺑَﺎرَ ٠٥ ) ق ) ِدوُﺟﱡﺳﻟا( : ٩٣ - ٠٤(
Artinya: Bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam. Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang. [Qaf (50): 39-40].
2. Firman Allah
ﻓَﺎﺻْﺑِرْ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﯾَﻘُوﻟُونَ وَﺳَﺑِّﺢْ ﺑِﺣَﻣْدِ رَﺑِّكَ ﻗَﺑْلَ طُﻠُوعِ اﻟﺷﱠﻣْسِ وَﻗَﺑْلَ ﻏُرُوﺑِﮭَﺎ وَﻣِنْ أَﻧﱠﺎئِ اﻟﱠﯾْلِ ﻓَﺳَﺑِّﺢْ وَأَطْرَافَ ٠٢ ) ﮫط ) ﻰَﺿْرَﺗ َكﱠﻠَﻌَﻟ ِرﺎَﮭﱠﻧﻟا( :٠٣١(
Artinya: Maka bersabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam. Bertasbihlah pula pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari supaya kamu merasa senang. [Thaha (20) : 130].
3. Firman Allah
ﻓِﻲ ﺑُﯾُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ ﺗُرْﻓَﻊَ وَﯾُذْﻛَرَ ﻓِﯾﮭَﺎ اﺳْﻣُﮫُ ﯾُﺳَﺑِّﺢُ ﻟَﮫُ ﻓِﯾﮭَﺎ ﺑِﺎﻟْﻐُدُةِ وَاﻷَْﺻَﺎلِ رِﺟَﺎلٌ ﻻﱠ ﺗُﻠْﮭِﯾﮭِمْ ﺗِﺟَﺎرَةٌ وَﻻَ ا ِرْﻛِذ ْنَﻋ ٌﻊْﯾَﺑU٤٢ ) روﻧﻟا ) ُرﺎَﺻْﺑَْﻷاَو ُبوُﻠُﻘْﻟا ِﮫﯾِﻓ ُبﱠﻠَﻘَﺗَﺗ ﺎًﻣْوَﯾ َنْوُﻓﺎَﺧَﯾ ِةوُﻛﱠزﻟا ِءﺎَﺗﯾِإَو ِةوُﻠﱠﺻﻟا ِمﺎَﻗِإَو ِﱠ( : ٦٣-٧٣(
Artinya: Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya pada waktu pagi dan petang. Orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat dan membayar zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan mereka guncang. [an-Nur (24): 36-37].
4. Firman Allah
وَاذْﻛُرْ رَﺑﱠكَ ﻛَﺛِﯾرًا وَﺳَﺑِّﺢْ ﺑِﺎﻟْﻌَﺷِﻲِّ وَاﻹِْﺑْﻛَﺎرِ ) آل ﻋﻣران ٣١:١٤(
Artinya: Dan sebutlah nama Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari. [Ali 'Imran (3):41].
5. Firman Allah
٦٧ نﺎﺳﻧﻹا ) ًﻼﯾِوَط ًﻼْﯾَﻟ ُﮫْﺣِّﺑَﺳَو ُﮫَﻟ ْدُﺟْﺳﺎَﻓ ِلْﯾﱠﻟا َنِﻣَو( : ٦٢(
Artinya: dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. [al-Insan (76): 26].
6. Firman Allah
وَاﺻْﺑِرْ ﻟِﺣُﻛْمِ رَﺑِّكَ ﻓَﺈِﻧﱠكَ ﺑِﺄَﻋْﯾُﻧِﻧَﺎ وَﺳَﺑِّﺢْ ﺑِﺣَﻣْدِ رَﺑِّكَ ﺣِﯾْنَ ﺗَﻘُوْمُ وَﻣِنَ اﻟﱠﯾْلِ ﻓَﺳَﺑِّﺣْﮫُ وَإِدْ ﺑَﺎرَ اﻟﻧﱡﺟُومِ ) اﻟطور )٢٥):٨٤ – ٩٤(
Artinya: Bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami. Bertasbihlah kamu dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar). [Ath-Thur (52): 48-49]. Dengan demikian dzikir boleh dilakukan (dianjurkan) pada setiap saat dan di segala tempat kecuali pada tempat-tempat yang dilarang untuk berdzikir seperti di kamar kecil.
G. Lafal-lafal Dzikir
Lafal-lafal yang digunakan untuk berdzikir, sebaiknya berasal dari ayat-ayat al-Qur'an dan sunnah maqbulah seperti basmalah yaitu: Bismillahirrahmanirrahim (
)ﺑِﺳْمِ ﷲِ اﻟرﱠﺣْﻣَنِ اﻟرﱠﺣِﯾمِ
tasbih yaitu: Subhanallah ( ﺳُﺑْﺣَﺎنَ ﷲِ ) tahmid yaitu: Alhamdulillah ) اﻟْﺤَﻤْﺪُ £ِﱠِ (, hauqalah yaitu Laa haula wa laa quwwata illaa billah
)ﻻ ﺣَوْلَ وَﻻَ ﻗُوﱠةَ إِﻻﱠ ﺑِﺎpِ
( tahlil yaitu: Laa ilaaha illallah
(ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ ﷲُ).
BAB II
DOA
A. Pengertian Doa
Doa berasal dari bahasa Arab yaitu ad-du'a (اﻟدﻋﺎء ) yang artinya permohonan atau permintaan. Adapun menurut istilah, doa adalah permohonan manusia kepada Allah dengan penuh pengharapan agar tercapai segala sesuatu yang diinginkannya dan terhindar dari segala perkara yang ditakuti dan tidak diinginkan.
B. Dasar Hukum Doa
Dasar hukum disyariatkan doa adalah al-Qur'an dan hadits Nabi SAW.
1. Firman Allah
وَإِذَا ﺳَﺄَﻟَكَ ﻋِﺑَﺎدِي ﻋَﻧِّﻲ ﻓَﺈِﻧِﻲ ﻗَرِﯾبٌ أُﺟِﯾبُ دَﻋْوَةَ اﻟدﱠاعِ إِذَا دَﻋَﺎنِ ﻓَﻠْﯾَﺳْﺗَﺟِﯾﺑُوا ﻟِﻲ وَﻟْﯾُؤْﻣِﻧُوا ﺑِﻲ ﻟَﻌَﻠﱠﮭُمْ ﯾَرْﺷُدُونَ ٢) ةرﻘﺑﻟا( : ٦٨١(
Artinya: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran. [Al- Baqarah (2): 186]
2. Firman Allah
َنﯾِرِﺧاَد َمﱠﻧَﮭَﺟ َنْوُﻠُﺧْدَﯾَﺳ ﻲِﺗَدﺎَﺑِﻋ ْنَﻋ َنوُرِﺑْﻛَﺗْﺳَﯾ َنﯾِذﱠﻟا ﱠنِإ ْمُﻛَﻟ ْبِﺟَﺗْﺳَأ ﻲِﻧوُﻋْدا ُمُﻛﱡﺑَر َلﺎَﻗَو )٠٤ ) نﻣؤﻣﻟا( : ٠٦(
Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku perkenankan bagi-mu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina. [Al-Mu'min (40): 60]
3. Hadits Rasulullah SAW
ﻋَنْ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ ، ﻗَﺎلَ: ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﷺ : ﻣَنْ ﻟَمْ ﯾَﺳْﺄَلِ ﷲَ ﯾَﻐْﺿَبْ ﻋَﻠَﯾْﮫِ . ) رواه اﻟﺗﻧدي (
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa tidak memohon kepada Allah, maka akan dimurkai Allah (HR. at-Tirmidziy)'277
4. Hadits Rasulullah SAW
ﻋَنْ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ ، ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﷺ : ﻣَنْ ﻟَمْ ﯾَدْعُ ﷲَ ﺳُﺑْﺣَﺎﻧَﮫُ ﻏَﺿِبَ ﻋَﻠَﯾْﮫِ . ) رواه اﺑن ﻣﺎﺟﮫ (
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah SAW. bersabda: "Barangsiapa tidak berdoa kepada Allah subhanahu, maka akan dimurkai Allah" (HR. Ibnu Majah)278
C. Keutamaan dan Manfaat Doa
1. Keutamaan doa
a. Keutamaan doa di sisi Allah melebihi dari segala keutamaan yang lainnya sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW
ﻋَنْ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ ﻋَنِ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﷺ ﻗَﺎلَ: ﻟَﯾْسَ ﺷَﻲْءٌ أَﻛْرَمَ ﻋَﻠَﻰ االلهﱠِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻣِنَ اﻟدﱡﻋَﺎءِ . ) رواه اﻟﺗرﻧدي واﺑن ﻣﺎﺟﮫ واﻟﺣﺎﻛم واﻟﻠﻔظ ﻻﺑن ﻣﺎﺟﮫ (
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. dari Nabi SAW beliau bersabda: Tidak ada sesuatupun yang paling mulia di sisi Allah ta'ala selain doa. (HR. at-Tirmizi, Ibnu Majah dan al-Hakim dengan lafal dari Ibnu Majah).279 b. Doa sebagai ibadah, hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW
ﻋَنِ اﻟﻧﱡﻌْﻣَﺎنِ ﺑْنِ ﺑَﺷِﯾرٍ ﻗَﺎلَ: ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ ﷲِ ﷺ : إِنﱠ اﻟدﱡﻋَﺎءَ ھُوَ اﻟْﻌِﺑَﺎدَةُ ، ﺛُمﱠ ﻗَرَأَ وَﻗَﺎلَ رَﺑﱡﻛُمُ ادْﻋُوْﻧِﻲ أَﺳْﺗَﺟِبْ ﻟﻛم . )رواه أﺻﺣﺎب اﻟﺳﻣن واﻟﻠﻔظ ﻻﺑن ﻣﺎﺟﮫ واﻟﺣﺎﻛم وﻗﺎل ﺻﺣﯾﺢ اﻹﺳﻧﺎد(
Artinya: Diriwayatkan dari an-Nu'man Ibn Basyir ia berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya doa itu adalah ibadah." Kemudian beliau membaca ayat: Tuhanmu berfirman berdoalah kamu sekalian kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkan bagimu. (HR
277 1 At-Tirmidziy, Sunan at-Tirmidziy, "Kitab ad-Du'a", hadits no. 3295 278 2 Ibnu Majah, Sunan Ibn Majah, "Kitab ad-Du'a"", hadits no. 3817 279 Ibnu Majah, Sunan Ibn Majah, II:1258, hadits no. 3829, "Kitaabud-Du'a'."
Ashabus-Sunan dan al-Hakim dengan lafal dari Ibnu Majah. Al-Hakim berkata: hadits ini sahih sanadnya).280
2. Manfaat Doa
Doa kepada Allah sebagai sarana untuk memohon ampunan dosa, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah.
ا اوُرِﻔْﻐَﺗْﺳاَواللها ﱠنِإ َﱠU٣٧ ) لﻣزﻣﻟا ) ٌمﯾِﺣﱠر ٌروُﻔَﻏ َﱠ( :٠٢(
Artinya: Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Q.S. al-Muzzammil (73): 20].
D. Syarat-syarat Berdoa
Syarat-syarat berdoa agar dikabulkan oleh Allah adalah:
1. Beriman dan memenuhi kewajiban. Allah berfirman:
وَإِذَا ﺳَﺄَﻟَكَ ﻋِﺑَﺎدِي ﻋَﻧِﻲ ﻓَﺈِﻧِﻲ ﻗَرِﯾبٌ أُﺟِﯾبُ دَﻋْوَةَ اﻟدﱠاعِ إِذَا دَﻋَﺎنِ ﻓَﻠْﯾَﺳْﺗَﺟِﯾﺑُوا ﻟِﻲ وَﻟْﯾُؤْﻣِﻧُوا ﺑِﻲ ﻟَﻌَﻠﱠﮭُمْ ﯾَرْﺷُدُونَ )٢) ةرﻘﺑﻟا( : ٦٨١(
Artinya: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku sangat dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran. [Al- Baqarah (2):186].
2. Berdoa langsung kepada Allah tanpa perantara, sebagaimana disebutkan dalam firman
Allah Swt:
إِﯾﱠﺎكَ ﻧَﻌْﺑُدُ وَإِﯾﱠﺎكَ ﻧَﺳْﺗَﻌِﯾنُ ) اﻟﻔﺎﺗﺣﺔ )١( : ٥(
Artinya: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan. [Al-Fatihah (1): 5]
3. Memperbanyak istighfar (minta ampun) kepada Allah sebelum berdoa
…اﺳْﺗَﻐْﻔِرُوا رَﺑﱠﻛُمْ إِﻧﱠﮫُ ﻛَﺎنَ ﻏَﻔﱠﺎرًا ﯾُرْﺳِلِ اﻟﺳﱠﻣَﺎءَ ﻋَﻠَﯾْﻛُمْ ﻣِدْرَارًا وَﯾُﻣْدِدْﻛُمْ ﺑِﺄَﻣْوَالٍ وَﺑَﻧِﯾنَ وَﯾَﺟْﻌَلْ ﻟَﻛُمْ ﺟَﻧﱠتٍ ١٧ ) عوﻧ) اًرَﮭْﻧَأ ْمُﻛَﻟ ْلَﻌْﺟَﯾَو( : ٠١-٢١(
Artinya: Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. [Q.S. Nuh (71): 10-12].
4. Yakin bahwa doa yang diucapkan itu akan dikabulkan Allah.
ادْﻋُوﻧِﻲ أَﺳْﺗَﺟِبْ ﻟَﻛُمْ ) اﻟﻣؤﻣﻧون ) ٠٤١ : ٠٦(
280 Ibid., II:1258, hadits no. 3828; Abu Dawud, Sunan Abu Dawud, 1:345, hadits no. 1479, "Kitabud-Du'a"; al-Hakim, al-Mustadrak, I:1812
Artinya: Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu. [Q. al-Mu'min (40) : 60].
5. Berdo'a disertai dengan usaha (bekerja). Allah berfirman:
ا ﱠنِإالله٣١ ) دﻋرﻟا ْمِﮭِﺳُﻔْﻧَﺄِﺑ ﺎَﻣ اوُرِّﯾَﻐُﯾ ﻰﱠﺗَﺣ ٍموَﻘِﺑ ﺎَﻣ ُرِّﯾَﻐُﯾ َﻻ َﱠ( : ١١(
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. [Ar-Ra'd (13): 11].
E. Waktu yang Lebih Makbul Untuk Berdoa
1. Pada hari Jumat, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah
a. Hadits dari Abu Hurairah
ﻋَنْ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ أَنﱠ رَﺳُولَ ﷲِ ﷺ ذَﻛَرَ ﯾَوْمَ اﻟْﺟُﻣُﻌَﺔِ ﻓَﻘَﺎلَ: ﻓِﯾﮫِ ﺳَﺎﻋَﺔً ﻻَ ﯾُوَاﻓِﻘُﮭَﺎ ﻋَﺑْدُ ﻣُﺳْﻠِمٌ وَھُوَ ﻗَﺎﺋِمٌ ﯾُﺻَﻠِّﻲ ﯾَﺳْﺄَلُ ﷲَ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺷَﯾْﺋًﺎ إِﻻﱠ أَﻋْطَﺎهُ إِﯾﱠﺎهُ، وَأَﺷَﺎرَ ﺑِﯾَدِهِ ﯾُﻘَﻠِﻠُﮭَﺎ . ) رواه اﻟﺗﺳﻌﺔ واﻟﻠﻔظ ﻟﻠﺑﺧﺎري (
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW berbicara tentang hari Jumat. Maka beliau bersabda: "Pada hari Jum'at itu terdapat suatu saat (waktu) yang tidak dijumpai oleh seorang muslim yang sedang melaksanakan shalat dengan memohon (berdoa) sesuatu kepada Allah kecuali dikabulkan doanya. Dan Rasulullah SAW mengisyaratkan dengan tangannya tentang singkatnya waktu itu. (HR at-Tis'ah dengan lafal dari al- Bukhariy).281 b. Hadits dari Abu Burdah
ﻋَنْ أَﺑِﻲ ﺑُرْدَةَ ﺑْنِ أَﺑِﻲ ﻣُوﺳَﻰ اﻷَْﺷْﻌَرِي ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ ﻟِﻲ ﻋَﺑْدُ االلهﱠِ اﺑْنُ ﻋُﻣَرَ: أَﺳَﻣِﻌْتَ أَﺑَﺎكَ ﯾُﺣَدِّثُ ﻋَنْ رَﺳُولِ االلهﱠِ ﷺ ﻓِﻲ ﺷَﺄْنِ ﺳَﺎﻋَﺔِ اﻟْﺟُﻣُﻌَﺔِ؟ ﻗَﺎلَ : ﻗُﻠْتُ : ﻧَﻌَمْ ، ﺳَﻣِﻌْﺗُﮫُ ﯾَﻘُولُ: ﺳَﻣِﻌْتُ رَﺳُولَ ﷲِ ﷺ ﯾَﻘُولُ : ھِﻲَ ﻣَﺎ ﺑَﯾْنَ أَنْ ﯾَﺟْﻠِسَ اﻹِْﻣَﺎمُ إِﻟَﻰ أَنْ ﺗُﻘْﺿَﻰ اﻟﺻﱠﻼَةُ. ) رواه ﻣﺳﻠم و أﺑو داود
( Artinya: Diriwayatkan dari Abu Burdah bin Abu Musa al-Asy'ari ia berkata: Abdullah bin Umar bertanya kepada saya: Apakah kamu mendengar ayahmu bercerita tentang Rasulullah SAW tentang hal ihwal saat yang penting pada hari Jumat. Abu Musa berkata: Saya menjawab: Ya. Saya mendengar ayahku berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Yaitu waktu antara imam duduk sampai selesai melaksanakan shalat. (HR Muslim dan Abu Daud dengan lafal dari Muslim).282
2. Waktu berpuasa
Memperbanyak doa sewaktu berpuasa.
281 al-Bukhariy, Shahih al-Bukhariy,“ Kitab al-Jum'ah" I: 224 282 6 Muslim, Shahih Muslim, "Bab fii's-Sa'ati'l-latiy fii Yaumil Jumu'ah", 1: 357. hadits Nomor 853
ﻋَنْ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ ﻗَﺎلَ: ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ ﷲِ ﷺ : ﺛَﻼَﺛَﺔٌ ﻻَ ﺗُرَدﱡ دَﻋْوَﺗُﮭُمْ : اﻟﺻﱠﺎﺋِمُ ﺣَﺗﱠﻰ ﯾُﻔْطِرَ وَاﻹِْﻣَﺎمُ اﻟْﻌَﺎدِلُ وَدَﻋْوَةُ اﻟْﻣَظْﻠُوْمِ ﯾَرْﻓَﻌُﮭَﺎ ﷲُ ﻓَوْقَ اﻟْﻐَﻣَﺎمِ وَﯾَﻔْﺗَﺢُ ﻟَﮭَﺎ أَﺑْوَابَ اﻟﺳﱠﻣَﺎءِ وَﯾَﻘُوْلُ اﻟرﱠبﱡ : وَﻋِزﱠﺗِﻲ ﻷََﻧْﺻُرَﻧﱠكِ وَﻟَوْ ﺑَﻌْدَ ﺣِﯾْنٍ ، ﻗَﺎلَ أَﺑُوْ ﻋِﯾﺳَﻰ ھَذَا ﺣَدِﯾْثُ ﺣَﺳَنُ . ) رواه اﻟﺗﻧدي واﺑن ﻣﺎﺟﮫ (
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Tiga kelompok yang doanya tidak tertolak yaitu: orang yang berpuasa sampai berbuka, imam (pemimpin) yang adil, dan doa orang teraniaya. Allah mengangkat doa itu di atas awan dan dibukakan baginya pintu-pintu langit dan Tuhan berfirman: Demi Keagungan-Ku Aku betul- betul akan menolongmu walaupun sesudah waktu ini. (HR at-Tirmidziy dan Ibnu Majah). Abu Isa (at-Tirmizi) berkata: Ini adalah hadits hasan."283
3. Waktu sepertiga malam yang terakhir, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah
SAW
ﻋَنْ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ أَنﱠ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﷺ ﻗَﺎلَ : ﯾَﻧْزِلُ رَﺑﱡﻧَﺎ ﺗَﺑَﺎرَكَ وَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻛُلﱠ ﻟَﯾْﻠَﺔٍ إِﻟَﻰ اﻟﺳﱠﻣَﺎءِ اﻟدﱡﻧْﯾَﺎ ﺣِﯾْنَ ﯾَﺑْﻘَﻰ ﺛُﻠُثُ اﻟﻠﱠﯾْلِ اﻵْﺧِرُ ﯾَﻘُولُ : ﻣَنْ ﯾَدْﻋُوْﻧِﻲ ﻓَﺄَﺳْﺗَﺟِﯾْبَ ﻟَﮫُ ﻣَنْ ﯾَﺳْﺄَﻟُﻧِﻲ ﻓَﺄُﻋْطِﯾَﮫُ ﻣَنْ ﯾَﺳْﺗَﻐْﻔِرُﻧِﻲ ﻓَﺄَﻏْﻔِرَ ﻟَﮫُ ) رواه اﻟﺑﺧﺎري واﻟﻠﻔظ ﻟﮫ وﺳﻠم واﻟﺗرﻣذي وأﺑو داود واﺑن ﻣﺎﺟﮫ وأﺣﻣد
( Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: Allah tabaaraka wa ta'aala turun ke langit dunia setiap malam ketika sepertiga malam yang terakhir seraya berfirman: Barangsiapa berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan. Barangsiapa meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri serta barangsiapa meminta ampun kepada-Ku, maka akan Aku ampuni. (HR. al-Bukhariy, Muslim, at-Tirmidziy, Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad dengan lafal dari al-Bukhariy)."284
4. Pada waktu antara adzan dan iqamat, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulillah
SAW:
ﻋَنْ أَﻧَسِ ﺑْنِ ﻣَﺎﻟِكٍ ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ ﷲِ ﷺ : ﻻَ ﯾُرَدﱡ اﻟدﱡﻋَﺎءُ ﺑَﯾْنَ اﻷَْذَانِ وَاﻹِﻗَﺎﻣَﺔِ. ) رواه أﺑو داود واﻟﺗﻧدي وأﺣﻣد (
Artinya: Diriwayatkan dari Anas Ibn Malik ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Tidak ditolak doa yang dipanjatkan pada waktu antara adzan dan iqamat. (HR Abu Daud, at- Tirmidziy dan Ahmad)."285
5. Pada waktu sujud, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulillah saw:
ﻋَنْ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ أَنﱠ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﷺ ﻗَﺎلَ: أَﻗْرَبُ ﻣَﺎ ﯾَﻛُوْنُ اﻟْﻌَﺑْدُ ﻣِنْ رَﺑِّﮫِ وَھُوَ ﺳَﺎﺟِدٌ ﻓَﺄَﻛْﺛِرُوا اﻟدﱡﻋَﺎءَ . ) رواه ﺳﻼم واﻟﻠﻔظ ﻟﮫ واﻟﺗرﻧدي وأﺣﻣد (
283 7 Ibnu Majah, Sunan Ibn Majah, 1:557, hadits no. 1752, "Baab fish-Sha'im laa Turaddu Da'watuh." 284 Al-Bukhariy, Shahih al-Bukhariy, 11:59, hadits no. 1145, "Kitab at-Tahajjud." Lihat juga VII:193, hadits no. 6321, "Kitab ad-Da'awat," dan VIII:248, hadits no. 7494, "Kitabat-Tauhid." 285 Abu Dawud, Sunan Abii Dawud, 1:137, hadits no. 521, Kitab ash-Shalah."
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda: Saat seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya adalah tatkala ia sedang sujud. Maka perbanyaklah berdo'a (pada saat itu). (HR Muslim, an-Nasa'iy, Abu Dawud dan Ahmad dengan lafadl dari Muslim). 286
F. Adab Berdoa
Di antara adab berdo'a adalah:
1. Mengangkat tangan ketika berdo'a, sebagaimana dijelaskan dalam sunnah Nabi saw
ﺣَدﱠﺛَﻧَﺎ أَﺑُوْ ﺑِﺷَرِ ﺑَﻛْرُ ﺑْنُ ﺧَﻠَفٍ ﺣَدﱠﺛَﻧَﺎ اﺑْنُ أَﺑِﻲ ﻋَدِي ﻋَنْ ﺟَﻌْﻔَرِ ﺑْنِ ﻣَﯾْﻣُونٍ ﻋَنْ أَﺑِﻲ ﻋُﺛْﻣَﺎنَ ﻋَنْ ﺳَﻠْﻣَﺎنَ ﻋَنِ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﷺ ﻗَﺎلَ: إِنﱠ رَﺑﱠﻛُمْ ﺣَﺑِﻲﱞ ﻛَرِﯾمٌ ﯾَﺳْﺗَﺣْﯾِﻲ ﻣِنْ ﻋَﺑْدِهِ أَنْ ﯾَرْﻓَﻊَ إِﻟَﯾْﮫِ ﯾَدَﯾْﮫِ ﻓَﯾَرُدﱠھُﻣَﺎ ﺻِﻔْرًا أَوْ ﻗَﺎلَ: ﺧَﺎﺋِﺑَﺗَﯾْنِ . )رواه اﺑن ﻣﺎﺟﮫ (
Artinya: Telah meriwayatkan kepada kami Abu Bisyrin Bakar bin Khalafin, telah meriwayatkan kepada kami Ibnu Abi Adiy dari Ja'far ibnu Maimun dari Abu 'Utsman ra dari Salman dari Nabi saw beliau bersabda: Sesungguhnya Tuhanmu adalah "sangat malu" lagi Maha Pemurah, Dia "merasa malu" kepada hamba-Nya yang menengadahkan kedua tangannya kepada-Nya, kemudian ditolak-Nya sama sekali atau sia-sia. (H.R. Ibnu Majah)"287
2. Memulai berdoa dengan memuji Allah dan bershalawat atas Nabi Muhammad SAW,
sebagaimana dijelaskan dalam sunnah Rasulullah SAW.
ﻋَنْ ﻓَﺿَﺎﻟَﺔَ ﺑْنِ ﻋُﺑَﯾْدٍ ﺻَﺎﺣِبِ رَﺳُولِ ﷲِ ﷺ ... ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ ﷲِ ﷺ : إِذَا ﺻَﻠﱠﻰ أَﺣَدُﻛُمْ ﻓَﻠْﯾَﺑْدَأَ ﺑِﺗَﻣْﺟِﯾْدِ رَﺑِّﮫِ ﺟَلﱠ وَﻋَزﱠ وَ اﻟﺛﱠﻧَﺎءِ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ﺛُمﱠ ﯾُﺻَﻠِّﻲ ﻋَﻠَﻰ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﷺ ﺛُمﱠ ﯾَدْﻋُوْ ﺑَﻌْدُ ﺑِﻣَﺎ ﺷَﺎءَ . ) رواه أﺻﺣﺎب اﻟﺳﻣن واﻟﻠﻔظ ﻷﺑﻲ داود (
Artinya: Diriwayatkan dari Fudhalah bin Ubaid sahabat Rasulullah, Rasulullah SAW bersabda: ...Apabila seseorang di antaramu berdoa, hendaklah ia mulai dengan mengagungkan dan memuji Tuhan yang Maha Agung dan Maha Perkasa, kemudian bershalawat untuk Nabi SAW, kemudian setelah itu berdoa dengan doa yang dikehendaki. (HR Ashabus Sunan, dan lafadh ini adalah lafal Abu Dawud).288
3. Berdoa dengan tadharru' (merendahkan diri) dan suara perlahan sebagaimana dijelaskan
dalam firman Allah:
َنﯾِدَﺗْﻌُﻣْﻟا ﱡبِﺣُﯾ َﻻ ُﮫﱠﻧِإ ًﺔَﯾْﻔُﺧَو ﺎًﻋﱡرَﺿَﺗ ْمُﻛﱠﺑَر اوُﻋْدا ) ٧) فارﻋﻷا( : ٥٥(
Artinya: Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. [Q.S. al-A'raf (7): 55].
4. Menutup doa dengan hamdalah, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah:
286 Muslim, Shahih Muslim, I:221, hadits no. 482, "Bab maa Yuqalu far-Ruku'." 287 Ibnu Majah, Sunan, hadits no 3855, "Baabad-Du'a" 288 Abu Dawud, Sunan Ibn Majah, 1:345, hadits no. 1481, "Baabud-Du'a' min Kitabish-Shalaah
ُدْﻣَﺣْﻟا ِنَأ ْمُﮭُﺑوْﻋَد ُرِﺧاَو ٌمْﻠَﺳ ﺎَﮭﯾِﻓ ْمُﮭُﺗﱠﯾِﺣَﺗَو ﱠمُﮭﱠﻠﻟا َكَﻧْﺣْﺑُﺳ ﺎَﮭﯾِﻓ ْمُﮭُﺑوْﻋَداللهِ٠١ ) سﻧوﯾ ) َنﯾِﻣَﻟﺎَﻌْﻟا ِّبَر ِﱠ(:٠١(
Artinya: Doa mereka di dalamnya ialah: subhaanakalla-humma, dan salam penghormatan mereka ialah: salaam. Dan penutup doa mereka ialah: Alhamdu lillaahi rabbil 'alamin. [Yunus (10): 10]
G. Orang-orang yang Maqbul Doanya:
Ada beberapa golongan manusia yang doanya maqbul (diterima) di sisi Allah SWT. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa golongan manusia yang maqbul doanya ialah: Doa orang yang berpuasa, pemimpin yang adil, doa orang teraniaya, orang tua (ayah dan ibu) dan musafir sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW: a. Hadits Abu Hurairah
ﻋَنْ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ ﻗَﺎلَ: ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ ﷲِ ﷺ : ﺛَﻼَﺛَﺔٌ ﻻَ ﺗُرَدﱡ دَﻋْوَﺗُﮭُمْ : اﻟﺻﱠﺎﺋِمُ ﺣَﺗﱠﻰ ﯾُﻔْطِرَ وَاﻹِْﻣَﺎمُ اﻟْﻌَﺎدِلُ وَدَﻋْوَةُ اﻟْﻣَظْﻠُومِ ﯾَرْﻓَﻌُﮭَﺎ ﷲُ ﻓَوْقَ اﻟْﻐَﻣَﺎمِ وَﯾَﻔْﺗَﺢُ ﻟَﮭَﺎ أَﺑْوَابَ اﻟﺳﱠﻣَﺎءِ وَﯾَﻘُولُ اﻟرﱠبﱡ : وَﻋِزﱠﺗِﻲ ﻷََﻧْﺻُرَﻧﱠكِ وَﻟَوْ ﺑَﻌْدَ ﺣِﯾْنِ . ) رواه اﻟدﻧﻲ و اﺑن ﻣﺎﺟﮫ ، ﻗﺎل أﺑو ﻋﯾﺳﻰ ھذا ﺣدﯾث ﺣﺳن (
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Tiga kelompok yang doanya tidak tertolak yaitu: orang yang berpuasa sampai berbuka, imam (pemimpin) yang adil, dan doa orang teraniaya Allah mengangkat doa itu di atas awan dan dibukakan baginya pintu-pintu langit dan Tuhan berfirman: Demi Keagungan-Ku Aku betul- betul akan menolongmu walaupun sesudah waktu ini. (HR. at-Tirmidziy dan Ibnu Majah). Abu Isa (at-Tirmidziy) berkata: Ini adalah hadits hasan.289 b. Hadits Abu Hurairah
ﻋَنْ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ أَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱠ ﷺ ﻗَﺎلَ: ﺛَﻼَثُ دَﻋَوَاتٍ ﻣُﺳْﺗَﺟِﺑَﺎتٌ ﻻَ ﺷَكٍّ ﻓِﯾﮭِنﱠ : دَﻋْوَةُ اﻟْوَاﻟِدِ وَدَﻋْوَةُ اﻟْﻣُﺳَﺎﻓِرِ وَدَﻋْوَةُ اﻟْﻣَظْﻠُومِ . ) رواه أﺑو داود واﻟﻠﻔظ ﻟﮫ واﻟﺗرﻧدي واﺑن ﻣﺎﺟﮫ وأﺣﻣد (
Artinya: Dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda: Tiga doa yang tidak diragukan pasti diterima, yaitu doa orang tua, doa orang musafir, dan doa orang yang teraniaya. (HR Abu Dawud-dan ini lafadl Abu Dawud-, at-Tirmidziy, Ibnu Majah dan Ahmad)."290
H. Cara Allah Mengabulkan Do'a Hamba-Nya
Kalau kita benar-benar beriman kepada Allah SWT memenuhi segala syarat-syarat berdoa, berusaha dan bekerja, niscaya Allah akan mengabulkan doa kita. Sesuai dengan firman Allah:
ادْﻋُوﻧِﻲ أَﺳْﺗَﺟِبْ ﻟَﻛُمْ ) اﻟﻣؤﻣﻧون ) ٠٤١ : ٠٦(
Artinya: Berdoalah kamu sekalian kepadaku, niscaya Aku kabulkan bagimu [Q.S. al-Mu'min (40): 60].
289 At-Tirmidziy, Sunan at-Tirmidziy; Ibnu Majah, Sunan Ibn Majah, 1:557, hadits no. 1752, "Baab fish- Shaa'im laa Turaddu Da'watuh." 290 14 Abu Dawud, SunanAbii Dawud,
Adapun yang perlu diketahui adalah cara Allah mengabulkan doa seseorang, yaitu pertama, doanya segera dikabulkan atau beberapa waktu kemudian, kedua, ditabung untuk di akhirat, dan ketiga, dijauhkan dari keburukan yang sebanding dengan doanya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi SAW:
ﻋَنْ أَﺑِﻲ ﺳَﻌِﯾدٍ أَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱠ ﷺ ﻗَﺎلَ: ﻣَﺎ ﻣِنْ ﻣُﺳْﻠِمٍ ﯾَدْﻋُوْﺑِدَﻋْوَةٍ ﻟَﯾْسَ ﻓِﯾﮭَﺎ إِﺛْمٌ وَﻻَ ﻗَطِﯾﻌَﺔُ رَﺣِدٍ إِﻻﱠ أَﻋْطَﺎهُ االلهﱠُ ﺑِﮭَﺎ إِﺣْدَى ﺛَﻼَثٍ : إِﻣﱠﺎ أَنْ ﺗُﻌَﺟﱠلَ ﻟَﮫُ دَﻋْوَﺗُﮫُ وَإِﻣﱠﺎ أَنْ ﯾَدﱠﺧِرَھَﺎ ﻟَﮫُ ﻓِﻲ اﻵْﺧِرَةِ وَإِﻣﱠﺎ أَنْ ﯾَﺻْرِفَ ﻋَﻧْﮫُ ﻣِنَ اﻟﺳﱡوْءِ ﻣِﺛْﻠَﮭَﺎ ، ﻗَﺎﻟُوا : إِذًا ﺗﻛْﺛِرُ ، ﻗَﺎلَ: االلهﱠُ أَﻛْﺛَرُ ) رواه أﺣﻣد (
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Sa'id bahwa Nabi SAW bersabda: Tiadalah seorang muslim yang memanjatkan suatu doa tanpa disertai ada dosa dan pemutusan tali silatur-rahim melainkan diberi oleh Allah salah satu dari tiga hal: do'anya segera dikabulkan, atau ditabung untuknya di akhirat, atau ia dijauhkan dari keburukan yang sebanding dengan doa itu. Mereka (para sahabat) berkata: Jadi kami (harus) banyak berdo'a. Rasulullah bersabda: Sebutlah nama Allah yang Maha banyak (karunia-Nya). (HR. Ahmad).291
I. Lafal-lafal Do'a
Pada prinsipnya, lafal-lafal doa yang dapat dan baik digunakan untuk berdoa adalah lafal-lafal doa yang terdapat dalam al-Qur'an dan sunah maqbulah. Ini kaitannya dengan berdoa sebagai salah satu bentuk ibadah. Kecuali untuk doa-doa tertentu yang memang tidak ditemukan dalam al-Qur'an atau sunah maqbulah, maka boleh menggunakan lafal dan bahasa yang lain.
BAB III
MATAN DZIKIR DAN DOA SESUDAH SHALAT FARDHU
A. Matan Dzikir Sesudah Shalat Fardhu
1. Membaca istighfar tiga kali
أَﺳْﺗَﻐْﻔِرُ ﷲَ )٣ ﻣَرﱠاتٍ (
Astaghfirullaah [3x]
2. Mengucapkan Allaahumma antas-Salaam
Mustadrak,I:1816 - Hakim, al - Musnad, hadits. No. 10709; al - Ahmad, al
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﻧْتَ اﻟﺳﱠﻼَمُ وَﻣِﻧْكَ اﻟﺳﱠﻼَمُ ﺗَﺑَﺎرَﻛْتَ ﯾَﺎذَا اﻟْﺟَﻼَلِ وَاﻹِْﻛْرَامِ.
Allaahumma antas-Salaam, wa minkas-salaam, tabaarakta yaa Dzal-jalaali wal-ikraam. Khusus sesudah shalat Subuh, setelah membaca bacaan nomor 1 dan 2 di atas, dibaca bacaan "a" dan "b" di bawah ini. Bacaan "a" dibaca 10 kali dan bacaan "b" dibaca 7 kali. a. Membaca 10 kali bacaan berikut:
ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ االلهﱠُ وَﺣْدَهُ ﻻَ ﺷَرِﯾكَ ﻟَﮫُ، ﻟَﮫُ اﻟْﻣُﻠْكُ وَﻟَﮫُ اﻟْﺣَﻣْدُ ، ﺑِﯾَدِهِ اﻟْﺧَﯾْرُ ﯾُﺣْﯾِﻲ وَﯾُﻣِﯾْتُ ، وَھُوَ ٠١ ) .ٌرﯾِدَﻗ ٍءْﻲَﺷ ِّلُﻛ ﻰَﻠَﻋ ( ٍتاﱠرَﻣ
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika-lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, biyadihil khairu yuhyii wa yumiit wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir, [10 x] b. Membaca bacaan berikut sebanyak 7 kali
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﺟِرْﻧِﻲ ﻣِنَ اﻟﻧﱠﺎرِ . ) ﻣَرﱠاتٍ (
Allaahumma ajirnii minan-naar. [7x].
Sedangkan sesudah shalat maghrib, setelah membaca bacaan nomor 1 dan 2 di atas, dibaca bacaan "a" dan "b" di bawah ini. Untuk "a" dibaca 10 kali dan "b" dibaca 7 kali. a. Bacaan di bawah dibaca 10 kali
ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ االلهﱠُ وَﺣْدَهُ ﻻَ ﺷَرِﯾكَ ﻟَﮫُ، ﻟَﮫُ اﻟْﻣُﻠْكُ وَﻟَﮫُ اﻟْﺣَﻣْدُ ، ﺑِﯾَدِهِ اﻟْﺧَﯾْرُ ﯾُﺣْﯾِﻲ وَﯾُﻣِﯾْتُ ، وَھُوَ ﻋَﻠَﻰ ٠١ ) .ٌرﯾِدَﻗ ٍءْﻲَﺷ ِّلُﻛ ( ٍتاﱠرَﻣ
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika-lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, biyadihil khairu yuhyii wa yumiit wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir, [10x] b. Bacaan di bawah ini dibaca 7 kali
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﺳْﺄَﻟُكَ اﻟْﺟَﻧﱠﺔَ، اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﺟِرْﻧِﻲ ﻣِنَ اﻟﻧﱠﺎرِ. ) ﻣَرﱠاتٍ(
Allaahumma innii as'alukal-jannah, Allahumma ajirnii minan-naar. [7x].
3. Membaca laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah...
ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ االلهﱠُ وَﺣْدَهُ ﻻَ ﺷَرِﯾكَ ﻟَﮫُ، ﻟَﮫُ اﻟْﻣُﻠْكُ وَﻟَﮫُ اﻟْﺣَﻣْدُ، ﺑِﯾَدِهِ اﻟْﺧَﯾْرُ ﯾُﺣْﯾِﻲ وَﯾُﻣِﯾتُ ، وَھُوَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُلِّ ﺷَﻲْءٍ ﻗَدِﯾرٌ، ﻻَ ﺣَوْلَ وَﻻَ ﻗُوﱠةَ إِﻻﱠ ﺑِﺎاللهﱠِ ، ﻻَ إِﻟَﮫَ ، إِﻻﱠ ﷲُ ، وَﻻَ ﻧَﻌْﺑُدُ إِﻻﱠ إِﯾﱠﺎهُ . ﻟَﮫُ اﻟﻧِّﻌْﻣَﺔُ وَﻟَﮫُ اﻟْﻔَﺿْلُ ، وَﻟَﮫُ اﻟﺛﱠﻧَﺎءُ اﻟْﺣَﺳَنُ ، ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ االلهﱠُ ﻣُﺧْﻠِﺻِﯾنَ ﻟَﮫُ اﻟدِّﯾنَ وَﻟَوْ ﻛَرِهَ اﻟْﻛَﺎﻓِرُونَ.
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, biyadihil khairu yuhyii wa yumiit wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir, laa hawla wa laa quwwata illaa billaah, laa ilaaha illallaah, wa laa na'budu illaa iyyaah, lahun-ni'matu wa lahul-fadhlu, wa lahuts- tsana'ul hasan, laa ilaaha illallaahu muhklishiina lahu-diin walau karihal-kaafiruun.
4. Membaca Allaahumma laa maani'a limaa a' thaita
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ ﻻَ ﻣَﺎﻧِﻊَ ﻟِﻣَﺎ أَﻋْطَﯾْتَ وَﻻَ ﻣُﻌْطِﻲَ ﻟِﻣَﺎ ﻣَﻧَﻌْتَ وَﻻَ ﯾَﻧْﻔَﻊُ ذَا اﻟْﺟَدِ ﻣِﻧْكَ اﻟْﺟَدﱡ.
Allaahumma laa maani'a limaa a'thaita, wa laa mu'thiya limaa mana' ta, wa laa yanfa'u dzal-jaddi minkal-jadd.
5. Membaca ayat kursi
اللَّهُ ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ ھُوَ اﻟْﺣَﻲﱡ اﻟْﻘَﯾﱡومُ ﻻَ ﺗَﺄْﺧُذُهُ ﺳِﻧَﺔٌ وَﻻَ ﻧَوْمٌ ﻟَﮫُ ﻣَﺎ ﻓِﻲ اﻟﺳﱠﻣَوتِ وَﻣَﺎ ﻓِﻲ اﻷَْرْضِ ﻣَنْ ذَا اﻟﱠذِي ﯾَﺷْﻔَﻊُ ﻋِﻧْدَهُ إِﻻﱠ ﺑِﺈِذْﻧِﮫِ ﯾَﻌْﻠَمُ ﻣَﺎ ﺑَﯾْنَ أَﯾْدِﯾﮭِمْ وَﻣَﺎ ﺧَﻠْﻔَﮭُمْ وَﻻَ ﯾُﺣِﯾطُوْنَ ﺑِﺷَﻲْءٍ ﻣِنْ ﻋِﻠْﻣِﮫِ إِﻻﱠ ﺑِﻣَﺎ ﺷَﺎءَ وَﺳِﻊَ ﻛُرْﺳِﯾﱡﮫُ اﻟﺳﱠﻣَوتِ وَاﻷَْرْضَ وَﻻَ ﯾَﺋُودُهُ ﺣِﻔْظُﮭُﻣَﺎ وَھُوَ اﻟْﻌَﻠِﻲﱡ اﻟْﻌَظِﯾمُ
Allaahu laa ilaaha illa huwal-hayyul-qayyuum, laa ta'khudzuhuu sinatuw wa laa naum, lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardhi, man dzal-ladzi yasyfa'u 'indahuu illaa bi idznihi, ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiithuuna bi syai'in min 'ilmihii illaa bimaa syaa', wasi'a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardha, walaa ya'uuduhuu hifdzuhumaa, wa huwal-'aliyyul-'adziim.
6. Membaca Allaahumma a'innii...
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﻋِﻧِّﻲ ﻋَﻠَﻰ ذِﻛْرِكَ وَﺷُﻛْرِكَ وَﺣُﺳْنِ ﻋِﺑَﺎدَﺗِكَ.
Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik.
7. Membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali dan takbir 33 kali serta laa ilaaha illallaahu
wahdahuu laa syariika lah...
ِﷲ َنﺎَﺣْﺑُﺳ )٣٣(
Subhaanallah [33x]
ِﱠِالله ُدْﻣَﺣْﻟا )٣٣(
Alhamdulillaah [33x]
٣٣ ) ُرَﺑْﻛَأ ُﷲ(
Allaahu Akbar [33x]
ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ االلهﱠُ وَﺣْدَهُ ﻻَ ﺷَرِﯾكَ ﻟَﮫُ، ﻟَﮫُ اﻟْﻣُﻠْكُ وَﻟَﮫُ اﻟْﺣَﻣْدُ وَھُوَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُلِّ ﺷَﻲْءٍ ﻗَدِﯾرٌ.
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir.
8. Membaca Allaahumma innii a'uudzubika minal jubni…
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﻋُوْذُ ﺑِكَ ﻣِنَ اﻟْﺟُﺑْنِ وَأَﻋُوْذُ ﺑِكَ أَنْ أَرَدﱠ إِﻟَﻰ أَرْذَلِ اﻟْﻌُﻣُرِ وَأَﻋُوْذُ ﺑِكَ ﻣِنْ ﻓِﺗْﻧَﺔِ اﻟدﱡﻧْﯾَﺎ وَأَﻋُوْذُ ﺑِكَ ﻣِنْ ﻋَذَابِ اﻟْﻘَﺑْرِ.
Allaahumma innii a'uudzu bika minal-jubni, wa a'uudzu bika an uradda ilaa ardzalil-'umuri, wa a'uudzu bika min fitnatid-dunyaa, wa a'uudzu bika min 'adzaabil-qabr.
9. Membaca al-Mu'awwidzaat (Surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas)
أَﻋُوذُ ﺑِﺎاللهﱠِ ﻣِنَ اﻟﺷﱠﯾْطَﺎنِ اﻟرﱠﺣِﯾمِ ﺑِﺳْمِ ﷲِ اﻟرﱠﺣْﻣٰنِ اﻟرﱠﺣِﯾمِ ﻗُلْ ھُوَ ﷲُ أَﺣَدٌ االلهﱠُ اﻟﺻﱠﻣَدُ ﻟَمْ ﯾَﻠِدْ وَﻟَمْ ﯾُوﻟَدْ وَﻟَمْ ﯾَﻛُنْ ﻟَﮫُ ﻛُﻔُوًا أَﺣَدٌ
A'udzu billahi minasy-syaithaanir-rajiim. Bismillahir-rahmaanirra-hiim. Qul huwallahu ahad. Allahush-shamad. Lam yalid wa lam yuulad, wa lam yakul-lahuu kufuwan ahad.
ﺑِﺳْمِ ﷲِ اﻟرﱠﺣْﻣَنِ اﻟرﱠﺣِﯾمِ * ﻗُلْ أَﻋُوذُ ﺑِرَبِّ اﻟْﻔَﻠَقِ * ﻣِنْ ﺷَرِّ ﻣَﺎ ﺧَﻠَقَ وَﻣِنْ ﺷَرِّ ﻏَﺎﺳِقٍ إِذَا وَﻗَبَ * وَﻣِنْ ﺷَرِ Y Y اﻟﻧﱠﻔْتِ ﻓِﻲ اﻟْﻌُﻘَدِ وَﻣِنْ ﺷَرِّ ﺣَﺎﺳِدٍ إِذَا ﺣَﺳَدَ
Bismillahirrahmaanirrahiim. Qul a'uudzu bi rabbil-falaq. Min syarri maa khalaq. Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab. Wa min syarrin-naffaatsaati fil-'uqad. Wamin-syarri haasidin idzaa hasad.
ﺑِﺳْمِ ﷲِ اﻟرﱠﺣْﻣَنِ اﻟرﱠﺣِﯾمِ ﻗُلْ أَﻋُوْذُ ﺑِرَبِّ اﻟﻧﱠﺎسِ ﻣَﻠِكِ اﻟﻧﱠﺎسِ إِﻟَﮫِ اﻟﻧﱠﺎسِ ﻣِنْ ﺷَرِّ اﻟْوَﺳْوَاسِ اﻟْﺧَﻧﱠﺎسِ Y اﻟﱠذِي ﯾُوَﺳْوِسُ ﻓِﻲ ﺻُدُورِ اﻟﻧﱠﺎسِ ﻣِنَ اﻟْﺟِﻧﱠﺔِ وَاﻟﻧﱠﺎسِ
Bismillahirrahmaanirrahiim. Qul a'udzubirabbin-naas. Malikin-naas.llaahin-naas. Min- syarril waswaasil-khannaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin-naas. Minal jinnati wan-naas
B. Terjemahan Dzikir
1. Aku mohon ampunan kepada(Mu) ya Allah (3x)
2. Ya Allah, Engkau lah Yang Maha Damai, dan dari-Mu jua (datang) kedamaian; Maha
Banyak berkah-Mu wahai Tuhan Pemilik keagungan dan kemuliaan. Khusus setelah shalat subuh a. Tiada tuhan selain Allah sendiri yang tiada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memiliki segala kekuasaan dan Dia pula yang memiliki segala pujian di tangan-Nyalah segala kebaikan, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (10X) b. Ya Allah lindungilah aku dari api neraka. (7 x) Khusus shalat maghrib
a. Tiada tuhan selain Allah sendiri-Nya yang tiada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memiliki segala kekuasaan dan Dia pula yang memiliki segala pujian di tangan-Nyalah segala kebaikan, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (10 x) b. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu (diberi) syurga, ya Allah lindungilah aku dari api neraka. (7x)
3. Tiada tuhan selain Allah sendiri-Nya yang tiada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memiliki
segala kekuasaan dan Dia pula yang memiliki segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan berada pada Allah semata. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah melainkan hanya kepada-Nya. Dia lah yang memiliki segala nikmat dan Dia pula yang memiliki segala keutamaan, dan Dia yang memiliki segala pujian yang indah. Tiada tuhan selain Allah, (kami) mengikhlaskan agama kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir membenci.
4. Ya Allah, tidak ada satupun yang menghalangi apa saja yang Engkau berikan, dan tidak
ada satupun yang dapat memberi apa saja yang Engkau halangi. Dan kekayaan itu tidak berguna bagi pemiliknya (untuk menyelamatkan diri) dari (siksaan) Mu.
5. Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi
terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kekuasaan-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
6. Ya Allah, tolonglah aku dalam mengingat-Mu, dan bersyukur kepada-Mu dan melakukan
ibadah yang baik kepada-Mu.
7. Maha Suci Allah (33x),
Segala puji bagi Allah (33x), Allah Maha Besar (33x),
Tiada tuhan selain Allah sendiri-Nya yang tiada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memiliki segala kekuasaan dan Dia pula yang memiliki segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
8. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu dari
usia pikun, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur.
9. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah:
Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan Yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia Raja manusia Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikan kejahatan ke dalam dada manusia dari jin dan manusia.
BAB IV
DALIL DAN KETERANGAN TENTANG DZIKIR DAN DOA SESUDAH
SHALAT FARDU
A. Dalil-dalil tentang Dzikir dan Doa
1. Istighfar
Bagian pertama dalam dzikir sesudah shalat fardlu adalah mengucapkan istighfar tiga kali, yaitu:
أَﺳْﺗَﻐْﻔِرُ ﷲَ ، أَﺳْﺗَﻐْﻔِرُ ﷲَ ، أَﺳْﺗَﻐْﻔِرُ ﷲَ.
Artinya: Aku mohon ampunan kepada Allah, Aku mohon ampunan kepada Allah, Aku mohon ampunan kepada Allah.
berikut. Ini didasarkan kepada hadits Nabi SAW sebagai
ﻋَنْ ﺛَوْﺑَﺎنَ ﻗَﺎلَ: ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﷺ إِذَا أَرَادَ أَنْ ﯾَﻧْﺻَرِفَ ﻣِنْ ﺻَﻼَﺗِﮫِ ﻗَﺎلَ : أَﺳْﺗَﻐْﻔِرُ االلهﱠَ ﺛَﻼَﺛًﺎ ﺛُمﱠ ﯾَﻘُولُ: اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﻧْتَ اﻟﺳﱠﻼَمُ وَﻣِﻧْكَ اﻟﺳﱠﻼَمُ ﺗَﺑَﺎرَﻛْتَ ذَا اﻟْﺟَﻼَلِ وَاﻹِْﻛْرَامِ). رواه أﺣﻣد (
Artinya: Diriwayatkan dari Tsauban ia berkata: Adalah Rasulullah SAW apabila selesai melaksanakan shalatnya beliau mengucapkan Astagh-firullah tiga kali, kemudian mengucapkan: Allaahumma antas-Salaam, wa minkas-salaam, tabaarakta Dzal-jalaali wal- ikraam. (HR Ahmad).292 Dalam riwayat Ahmad yang lain dari Tsauban juga dinyatakan,
ﻋَنْ ﺛَوْﺑَﺎنَ ﻣَوْﻟَﻰ رَﺳُولِ ﷲِ ﷺ ﻗَﺎلَ: ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ ﷲِ ﷺ إِذَا أَرَادَ أَنْ ﯾَﻧْﺻَرِفَ ﻣِنْ ﺻَﻼَﺗِﮫِ اﺳْﺗَﻐْﻔَرَ ﺛَﻼَثَ ﻣَرﱠاتٍ ﺛُمﱠ ﻗَﺎلَ: اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﻧْتَ اﻟﺳﱠﻼَمُ وَﻣِﻧْكَ اﻟﺳﱠﻼَمُ ﺗَﺑَﺎرَﻛْتَ ﯾَﺎ ذَا اﻟْﺟَﻼَلِ وَاﻹِْﻛْرَامِ . )رواه أﺣﻣد (
Artinya: Diriwayatkan dari Tsauban, maula Rasulullah SAW, (dilaporkan bahwa) ia berkata: Adalah Rasulullah saw apabila hendak bangkit dari shalatnya beristighfar tiga kali, kemudian mengucapkan: Allaahumma antas-Salaam, wa minka-salaam, tabaa-rakta yaa Dzal-jalaali wal-ikraam. (HR Ahmad).293
2. Mengucapkan Allaahumma antas-Salaam...
Setelah beristighfar tiga kali dilanjutkan dengan mengucapkan,
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﻧْتَ اﻟﺳﱠﻼَمُ وَﻣِﻧْكَ اﻟﺳﱠﻼَمُ ﺗَﺑَﺎرَﻛْتَ ﯾَﺎذَا اﻟْﺟَﻼَلِ وَاﻹِْﻛْرَامِ.
Artinya: Ya Allah, Engkau lah Yang Maha Damai, dan dari- Mu jua (datang) kedamaian; Maha Banyak berkah-Mu wahai Tuhan Pemilik keagungan dan kemuliaan.
Bacaan ini didasarkan kepada hadits-hadits yang diriwayatkan oleh jamaah ahli hadits selain al-Bukhari. Antara lain dua hadits riwayat Ahmad yang dikutip di atas. Hadits- hadits lain adalah,
ﻋَنْ ﺛَوْﺑَﺎنَ ﻗَﺎلَ : ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﷺ إِذَا اﻧْﺻَرَفَ ﻣِنْ ﺻَﻼَﺗِﮫِ اﺳْﺗَﻐْﻔَرَ ﺛَﻼَﺛًﺎ وَﻗَﺎلَ : اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﻧْتَ اﻟﺳﱠﻼَمُ وَﻣِﻧْكَ اﻟﺳﱠﻼَمُ ﺗَﺑَﺎرَﻛْتَ ذَا اﻟْﺟَﻼَلِ وَاﻹِْﻛْرَامِ . )رواه ﻣﺳﻠم (
Artinya: Diriwayatkan dari Tsauban ia berkata: Adalah Rasulullah SAW, apabila selesai melaksanakan shalatnya, beristighfar tiga kali, lalu mengucapkan: Allaahumma antas- Salaam, wa minkas-salaam, tabaarakta Dzal-jalaali wal-ikraam. (HR Muslim).294
292 Ibid., V:275, hadits no. 21331. 293 Ahmad, Al-Musnad, V:279-280, "Baqi Musnad al-Anshar," hadits no.21374 294 3 Muslim, Sahih Muslim, 1:264, hadits no. 591.
ﻋَنْ ﺛَوْﺑَﺎنَ ﻗَﺎلَ: ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﷺ إِذَا أَرَادَ أَنْ ﯾَﻧْﺻَرِفَ ﻣِنْ ﺻَﻼَﺗِﮫِ اﺳْﺗَﻐْﻔَرَ االلهﱠَ ﺛَﻼَثَ ﻣَرﱠاتٍ ﺛُمﱠ ﻗَﺎلَ: اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﻧْتَ اﻟﺳﱠﻼَمُ وَﻣِﻧْكَ اﻟﺳﱠﻼَمُ ﺗَﺑَﺎرَﻛْتَ ﯾَﺎ ذَا اﻟْﺟَﻼَلِ وَاﻹِْﻛْرَامِ ﻗَﺎلَ أَﺑُوْﻋِﯾﺳَﻰ ھَذَا ﺣَدِﯾثٌ ﺣَﺳَنٌ ﺻَﺣِﯾﺢٌ . ) رواه اﻟﺗﻧدي (
Artinya: Diriwayatkan dari Tsauban ia berkata: Adalah Rasulullah SAW, apabila selesai melaksanakan shalatnya beristighfar kepada Allah tiga kali, kemudian mengucapkan: Allaahumma antas-Salaam, wa minkas-salaam, tabaarakta yaa Dzal-jalaali wal-ikraam. Abu 'Isa (at. Tirmidziy) mengata-kan: Ini adalah hadits hasan sahih.295 Perlu dijelaskan bahwa pada bagian akhir dari bacaan ini terdapat perbedaan kecil dalam berbagai riwayat tabaarakta dzal-jalaali wal-ikraam dan tabaarakta yaa dzal-jalaali wal-ikraam. Dalam hadits Muslim di atas tampak susunan kata tersebut berbunyi tabaarakta dzal-jalaali wal-ikraam (tanpa didahului yaa), sedangkan dalam riwayat at-Tirmidziy berbunyi tabaarakta yaa dzal-jalaali wal-ikraam (dengan tambahan yaa). Namun dalam jalur lain hadits Muslim susunan kata tersebut berbunyi yaa dzal-jalaali wal-ikraam (dengan yaa). Muslim sendiri menjelaskan,
وَﻓِﻲ رِوَاﯾَﺔِ اﺑْنِ ﻧُﻣَﯾْرٍ ﯾَﺎذَا اﻟْﺟَﻼَلِ وَاﻹِْﻛْرَامِ وَﺣَدﱠﺛَﻧَﺎهُ اﺑْنُ ﻧُﻣَﯾْرٍ ﺣَدﱠﺛَﻧَﺎ أَﺑُوْ ﺧَﺎﻟِدٍ ﯾَﻌْﻧِﻲ اﻷَْﺣْﻣَرَ ﻋَنْ ﻋَﺎﺻِمٍ ﺑِﮭَذَا اﻹِْﺳْﻧَﺎدِ وَﻗَﺎلَ ﯾَﺎ ذَا اﻟْﺟَﻼَلِ وَاﻹِْﻛْرَامِ وَﺣَدﱠﺛَﻧَﺎ ﻋَﺑْدُ اﻟْوَارِثِ ﺑْنُ ﻋَﺑْدِ اﻟﺻﱠﻣَدِ ... ﻋَنْ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ أَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱠ ﷺ ﻗَﺎلَ ﺑِﻣِﺛْﻠِﮫِ ، ﻏَﯾْرَ أَﻧﱠﮫُ ﻛَﺎنَ ﯾَﻘُوْلُ : ﯾَﺎ ذَا اﻟْﺟَﻼَلِ وَاﻹِْﻛْرَامِ. ) رواه ﻣﺳﻠم (
Artinya.... dan dalam riwayat Ibnu Numair yaa dzal-jalaali wal-ikraam. Dan telah meriwayatkan kepada kami Ibnu Numair, telah meriwayatkan kepada kami Abu Khalid al- Ahmar dari Asim melalui jalur sanad ini dan ia mengatakan: yaa dzal-jalaali wal-ikraam. Dan telah meriwayatkan kepada kami 'Abdul-Waris Ibnu 'Abdish-Shamad "Aisyah bahwa Nabi SAW bersabda seperti di atas, hanya saja beliau mengatakan yaa Dzal-jalaali wal- ikraam (HR. Muslim). 296 Selain dari at-Tirmidziy riwayat yaa dzal-jalaali wal-ikraam juga dibawakan oleh Ibn Majah, Ahmad dan ad-Darimiy. Dalam riwayat Ibnu Majah dikatakan,
ﻋَنْ ﺛَوْﺑَﺎنَ أَنﱠ رَﺳُولَ ﷲِ ﷺ ﻛَﺎنَ إِذَا اﻧْﺻَرَفَ ﻣِنْ ﺻَﻼَﺗِﮫِ اﺳْﺗَﻐْﻔَرَ ﺛَﻼَثَ ﻣَرﱠاتٍ ﺛُمﱠ ﯾَﻘُولُ: اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﻧْتَ اﻟﺳﱠﻼَمُ وَﻣِﻧْكَ اﻟﺳﱠﻼَمُ ﺗَﺑَﺎرَﻛْتَ ﯾَﺎ ذَا اﻟْﺟَﻼَلِ وَاﻹِْﻛْرَامِ . )رواه اﺑن ﻣﺎﺟﮫ(
Artinya: Diriwayatkan dari Tsauban bahwa Rasulullah saw apabila selesai melaksanakan shalatnya beristighfar tiga kali, lalu mengucapkan: Allaahumma antas-Salaam, wa minkas- salaam, tabaarakta yaa Dzal-jalaali wal-ikraam. (HR Ibnu Majah)."297 Dengan demikian kedua kata tersebut dapat digunakan, yaitu dengan yaa ( ﺗَﺑَﺎرَﻛْتَ
ﺑَﺎذَا اﻟْﺟَﻼَلِ وَاﻹِْﻛْرَام ) atau tanpa yaa ( ﺗَﺑَﺎرَﻛْتَ ذَا اﻟْﺟَﻼَلِ وَاﻹِْﻛْرَامِ )
Khusus Shalat Subuh dan Khusus Shalat Maghrib
295 4 At-Tirmidziy, Sunan at-Tirmidziy, 1:184, hadits no. 299, "Baab Maa Yaquulu Idzaa Sallama." 296 5 Muslim, Sahih Muslim, 1:264, hadits no. 592. 297 6 Ibnu Majah, Sunan Ibn Majah, 1:300, hadits no. 928, "Kitab Iqaamaish-Shalaah..."
Khusus untuk shalat subuh dan magrib sesudah membaca allaahumma antas-salaam wa minkas salaam..., membaca,
ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ االلهﱠُ وَﺣْدَهُ ﻻَ ﺷَرِﯾكَ ﻟَﮫُ، ﻟَﮫُ اﻟْﻣُﻠْكُ وَﻟَﮫُ اﻟْﺣَﻣْدُ ، ﺑِﯾَدِهِ اﻟْﺧَﯾْرُ ﯾُﺣْﯾِﻲ وَﯾُﻣِﯾْتُ ، وَھُوَ ﻋَﻠَﻰ ٠١ ) .ٌرﯾِدَﻗ ٍءْﻲَﺷ ِّلُﻛ ( ٍتاَرَﻣ
Dasar bacaan ini adalah hadits riwayat Ahmad dari Sahabat Abdur-Rahman Ibn Ghanm,
ﻋَنْ ﻋَﺑْدِ اﻟرﱠﺣْﻣَنِ ﺑْنِ ﻏَﻧْمٍ ﻋَنِ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﷺ أَﻧﱠﮫُ ﻗَﺎلَ: ﻣَنْ ﻗَﺎلَ ﻗَﺑْلَ أَنْ ﯾَﻧْﺻَرِفَ وَﯾَﺛْﻧِﻲَ رِﺟْﻠَﮫُ ﻣِنْ ﺻَﻼَةِ اﻟْﻣَﻐَرْبِ وَاﻟﺻﱡﺑْﺢِ ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ ﷲُ وَﺣْدَهُ ﻻَ ﺷَرِﯾكَ ﻟَﮫُ، ﻟَﮫُ اﻟْﻣُﻠْكُ وَﻟَﮫُ اﻟْﺣَﻣْدُ ، ﺑِﯾَدِهِ اﻟْﺧَﯾْرُ ﯾُﺣْﯾِﻲ وَﯾُﻣِﯾتُ ، وَھُوَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُلِّ ﺷَﻲْءٍ ﻗَدِﯾرٌ، ﻋَﺷْرَ ﻣَرﱠاتٍ ﻛُﺗِبَ ﻟَﮫُ ﺑِﻛُلِّ وَاﺣِدَةٍ ﻋَﺷْرُ ﺣَﺳَﻧَﺎتٍ وَﻣُﺣِﯾَتْ ﻋَﻧْﮫُ ﻋَﺷْرُ ﺳَﯾِّﺋَﺎتٍ وَرُﻓِﻊَ ﻟَﮫُ ﻋَﺷْرُ دَرَﺟَﺎتٍ وَﻛَﺎﻧَتْ ﺣِرْزًا ﻣِنْ ﻛُلِّ ﻣَﻛْرُوهِ وَﺣِرْزًا ﻣِنَ اﻟﺷﱠﯾْطَﺎنِ اﻟرﱠﺟِﯾمِ وَﻟَمْ ﯾَﺣِلﱠ ﻟِذَﻧْبِ ﯾُدْرِﻛْﮫُ إِﻻﱠ اﻟﺷﱠرْكَ ﻓَﻛَﺎنَ ﻣِنْ أَﻓْﺿَلِ اﻟﻧﱠﺎسِ ﻋَﻣَﻼً إِﻻﱠ رَﺟُﻼً ﯾَﻔْﺿُﻠُﮫُ ﯾَﻘُوْلُ أَﻓْﺿَلَ ﻣِﻣﱠﺎ ﻗَﺎلَ . )رواه أﺣﻣد ، ﻣﺳﻧد اﻟﺷﺎﻧﺗﯾﯾن رﻗم : ٥٠٣٧١(
Artinya: Dari Abdur-Rahman bin Ghanm (dilaporkan) dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda: Barang siapa sebelum beranjak dan mengangkat kaki dari tempat shalat saat shalat magrib dan subuh mengucapkan Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, bi yadihil-khairu, yuhyii wa yumiit, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir sebanyak sepuluh kali, maka setiap sekali ucapan dicatat sepuluh kebaikan baginya, dan dihapuskan dari orang itu sepuluh keburukan, diangkat derajatnya sepuluh tingkat; dan ucapan itu menjadi pelindung baginya dari setiap hal yang tidak baik dan dari setan yang terkutuk. Tidak ada dosa yang bisa melekat padanya kecuali syirik. Ia menjadi orang yang paling utama amalnya kecuali ada orang lain yang melebihinya, yaitu orang yang mengucapkan ucapan tersebut lebih dari yang ia ucapkan. [HR Ahmad].298 Khusus untuk shalat subuh sesudah membaca laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu... - membaca 7 kali bacaan:
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﺟِرْﻧِﻲ ﻣِنَ اﻟﻧﱠﺎرِ . ) ﻣَرَاتٍ (
Allahumma ajirni minannaari [7x] Artinya: Ya Allah lindungilah aku dari api neraka.
Khusus untuk shalat magrib sesudah membaca laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu ..-, membaca 7 kali bacaan,
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﺳْﺄَﻟُكَ اﻟْﺟَﻧﱠﺔَ، اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﺟِرْﻧِﻲ ﻣِنَ اﻟﻧﱠﺎرِ )ﻣَرﱠاتٍ (
Allahumma innii as'alukal jannata Allahumma ajirnii minan-naari (7 x) Artinya: Ya Allah aku mohon kepada-Mu (diberi) surga, Ya Allah lindungilah aku dari api neraka.
298 7 Ahmad, al-Musnad, IV:227, hadits no. 17305, "Musnad asy-Syamiyyin."
Kedua bacaan di atas didasarkan kepada hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, yaitu:
ﻋَنْ ﻣُﺳْﻠِمِ ﺑْنِ اﻟْﺣَﺎرِثِ اﻟﺗﱠﻣِﯾﻣِﻲ ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ ﻟِﻲ رَﺳُولُ ﷲِ ﷺ: إِذَا ﺻَﻠﱠﯾْتَ اﻟﺻﱡﺑْﺢَ ﻓَﻘُلْ ﻗَﺑْلَ أَنْ ﺗُﻛَﻠِّمَ أَﺣَدًا ﻣِنَ اﻟﻧﱠﺎسِ : اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﺟِرْﻧِﻲ ﻣِنَ اﻟﻧﱠﺎرِ ﺳَﺑْﻊَ ﻣَرﱠاتٍ ﻓَﺈِﻧﱠكَ إِنْ ﻣِتﱠ ﻣِنْ ﯾَوْﻣِكَ ذﻟِكَ ﻛَﺗَبَ ﷲُ ﻋَزﱠ وَﺟَلﱠ ﻟَكَ ﺟِوَارًا ﻣِنَ اﻟﻧﱠﺎرِ ، وَإِذَا ﺻَﻠﱠﯾْتَ اﻟْﻣَﻐَرِبَ ﻓَﻘُلْ ﻗَﺑْلَ أَنْ ﺗُﻛَﻠِّمَ أَﺣَدًا ﻣِنَ اﻟﻧﱠﺎسِ: اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﺳْﺄَﻟُكَ اﻟْﺟَﻧﱠﺔَ ، اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﺟِرْﻧِﻲ ﻣِنَ اﻟﻧﱠﺎرِ ﺳَﺑْﻊَ ﻣَرﱠاتٍ ﻓَﺈِﻧﱠكَ إِنْ ﻣِتﱠ ﻣِنْ ﻟَﯾْﻠَﺗِكَ ﺗِﻠْكَ ﻛَﺗَبَ االلهﱠُ ﻋَزﱠ وَﺟَلﱠ ﻟَكَ ﺟِوَارًا ﻣِنَ اﻟﻧﱠﺎرِ) رواه أﺣﻣد (
Artinya: Diriwayatkan dari Muslim bin al-Harits at-Tamimiy ia berkata: Rasulullah SAW mengatakan kepadaku: Jika engkau selesai shalat subuh, sebelum kamu berbicara dengan orang lain, bacalah: Allaahumma ajirnii minan-naar sebanyak tujuh kali. Jika engkau meninggal pada hari itu, Allah akan memberikan perlindungan kepadamu dari api neraka. Dan apabila engkau selesai shalat magrib, sebelum berbicara dengan orang lain, maka ucapkanlah: Allaahumma innii as'alukal-jannah, allaahumma ajirnii minan-naar sebanyak tujuh kali. Jika engkau meninggal pada malam itu, maka Allah akan memberi perlindungan kepadamu dari api neraka. (HR. Ahmad).299
3. Membaca Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah...
ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ االلهﱠُ وَﺣْدَهُ ﻻَ ﺷَرِﯾكَ ﻟَﮫُ، ﻟَﮫُ اﻟْﻣُﻠْكُ وَﻟَﮫُ اﻟْﺣَﻣْدُ ، وَھُوَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُلِّ ﺷَﻲْءٍ ﻗَدِﯾرٌ ، ﻻَ ﺣَوْلَ وَﻻَ ﻗُوﱠةَ إِﻻﱠ ﺑِﺎاللهﱠِ ، ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ االلهﱠُ ، وَﻻَ ﻧَﻌْﺑُدُ إِﻻﱠ إِﯾﱠﺎهُ ، ﻟَﮫُ اﻟﻧِّﻌْﻣَﺔُ وَﻟَﮫُ اﻟْﻔَﺿْلُ ، وَﻟَﮫُ اﻟﺛﱠﻧَﺎءُ اﻟْﺣَﺳَنُ ، ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ االلهﱠُ ﻣُﺧْﻠِﺻِﯾنَ ﻟَﮫُ اﻟدِّﯾنَ وَﻟَوْ ﻛَرِهَ اﻟْﻛَﺎﻓِرُوْنَ.
Artinya: Tiada tuhan selain Allah sendiri-Nya yang tiada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memiliki segala kekuasaan dan Dia pula yang memiliki segala pujian dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan berada pada Allah semata. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah melainkan hanya kepada-Nya. Dialah
yang memiliki segala nikmat dan Dia pula yang memiliki segala keutamaan, dan Dia yang memiliki segala pujian yang indah. Tiada tuhan selain Allah dengan mengikhlaskan agama kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir membenci. Bacaan ini didasarkan kepada hadits Nabi SAW sebagai berikut,
ﻋَنْ أَﺑِﻲ اﻟزﱡﺑَﯾْرِ ﻗَﺎلَ : ﻛَﺎنَ اﺑْنُ اﻟزﱡﺑَﯾْرِ ﯾَﻘُوْلُ ﻓِﻲ دُﺑُرِ ﻛُلِّ ﺻَﻼَةٍ ﺣِﯾْنَ ﯾُﺳَﻠِّمُ : ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ ﷲُ وَﺣْدَهُ ﻻَ ﺷَرِﯾكَ ﻟَﮫُ، ﻟَﮫُ اﻟْﻣُﻠْكُ وَﻟَﮫُ اﻟْﺣَﻣْدُ ، وَھُوَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُلِّ ﺷَﻲْءٍ ﻗَدِﯾرٌ ، ﻻَ ﺣَوْلَ وَﻻَ ﻗُوﱠةَ إِﻻﱠ ﺑِﺎاللهﱠِ ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ االلهﱠُ ، وَﻻَ ﻧَﻌْﺑُدُ إِﻻﱠ إِﯾﱠﺎهُ ، ﻟَﮫُ اﻟﻧِّﻌْﻣَﺔُ وَﻟَﮫُ اﻟْﻔَﺿْلُ ، وَﻟَﮫُ اﻟﺛﱠﻧَﺎءُ اﻟْﺣَﺳَنُ ، ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ االلهﱠُ ﻣُﺧْﻠِﺻِﯾنَ ﻟَﮫُ اﻟدِّﯾنَ وَﻟَوْ ﻛَرِهَ اﻟْﻛَﺎﻓِرُونَ، وَﻗَﺎلَ : ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﷺ ﯾُﮭَﻠِّلُ ﺑِﮭِنﱠ دُﺑُرَ ﻛُلِّ ﺻَﻼَةٍ. )رواه ﻣﺳﻠم(
Artinya: Diriwayatkan dari Abuz-Zubair ia berkata: Adalah Ibn az-Zubair setiap selesai shalat sesudah mengucapkan salam selalu mengucapkan Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir, laa haula wa laa
299 Ahmad. Musnad, IV:234, hadits no. 17362, "Musnad asy-Syamiyyin."
quwwata illaa billaah, laa ilaaha illallaah, wa laa na budu illaa iyyaah, lahun-ni'matu wa lahul-fadllu, wa lahuts-tsanaa'ul-hasan, laa ilaaha illallaahu mukhlishiina lahud-diina walau karihal-kaafiruun. Dan Ibn az-Zubair mengatakan: Adalah Rasulullah SAW selalu mengucapkan laa ilaaha illallaah disertai dengan lainnya setiap selesai melaksanakan shalat (H.R. Muslim).300
4. Membaca Allaahumma laa maani'a limaa a'thaita wa laa mu'thiya limaa mana'ta…
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ ﻻَ ﻣَﺎﻧِﻊَ ﻟِﻣَﺎ أَﻋْطَﯾْتَ وَﻻَ ﻣُﻌْطِﻲَ ﻟِﻣَﺎ ﻣَﻧَﻌْتَ وَﻻَ ﯾَﻧْﻔَﻊُ ذَا اﻟْﺟَدِ ﻣِﻧْكَ اﻟْﺟَدُ.
Artinya: Ya Allah, tidak ada satupun yang menghalangi apa saja yang Engkau berikan, dan tidak ada satupun yang dapat memberi apa saja yang Engkau halangi. Dan kekayaan itu tidak berguna bagi pemiliknya (untuk menyelamatkan diri) dari (siksaan) Mu Bacaan ini didasarkan pada hadits Nabi SAW di bawah ini:
ﻋَنْ ﻣُﺣَﻣﱠدِ ﺑْنِ ﻛَﻌْبٍ اﻟْﻘُرَظِﻲ ﻗَﺎلَ: ﺳَﻣِﻌْتُ ﻣُﻌَﺎوِﯾَﺔَ ﯾَﻘُولُ : ﺳَﻣِﻌْتُ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﷺ ﯾَﻘُولُ إِذَا اﻧْﺻَرَفَ ﻣِنَ اﻟﺻﱠﻼَةِ : اﻟﻠﱠﮭُمﱠ ﻻَ ﻣَﺎﻧِﻊَ ﻟِﻣَﺎ أَﻋْطَﯾْتَ وَﻻَ ﻣُﻌْطِﻲَ ﻟِﻣَﺎ ﻣَﻧَﻌْتَ وَﻻَ ﯾَﻧْﻔَﻊُ ذَا اﻟْﺟَدِ ﻣِﻧْكَ اﻟْﺟَد ) رواه أﺣﻣد (
Artinya: Dari Muhammad Ibn Ka'ab al-Quradhi ia berkata: Aku mendengar Mu'awiyah berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW ketika ia selesai dari shalatnya mengucapkan Allaahumma laa maani'a limaa a'thaita, wa laa mu'thiya limaa mana'ta, wa laa yanfa'u dzal. jaddi minkal-jadd. (HR. Ahmad). 301
5. Membaca Ayat Kursi
Bacaan ayat kursi, yaitu:
اللَّهُ ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ ھُوَ اﻟْﺣَﻲﱡ اﻟْﻘَﯾﱡومُ ﻻَ ﺗَﺄْﺧُذُهُ ﺳِﻧَﺔٌ وَﻻَ ﻧَوْمٌ * ﻟَﮫُ ﻣَﺎ ﻓِﻲ اﻟﺳﱠﻣَواتِ وَﻣَﺎ ﻓِﻲ اﻷَْرْضِ ﻣَنْ ذَا اﻟﱠذِي ﯾَﺷْﻔَﻊُ ﻋِﻧْدَهُ اﻻ ﺑﺎذﻧﮫ ﺗﻌْﻠَمُ ﻣَﺎ ﺑَﯾْنَ أَﯾْدِﯾﮭِمْ وَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻔَﮭُمْ وَﻻ ﯾُﺣِﯾطُونَ ﺑِﺷَﻲْءٍ ﻣِنْ ﻋِﻠْﻣِﮫِ إِﻻﱠ ﺑِﻣَﺎ ﺷَﺎءَ وَﺳِﻊَ ﻛُرْﺳِﯾﱡﮫُ اﻟﺳﱠﻣَﺎتِ وَاﻷَْرْضَ وَﻻَ ﯾَﺋُودُهُ ﺣِﻔْظُﮭُﻣَﺎ وَھُوَ اﻟْﻌَﻠِﻲﱡ اﻟْﻌَظِﯾمُ
Artinya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan- Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kekuasaan-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. Bacaan di atas didasarkan kepada hadits Nabi Muhammad SAW:
ﻋَنْ اَﺑِﻲ اُﻣَﺎﻣَﺔً وَ ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ ﷲِ : ﻣَنْ ﻗَرَأ آﯾﺔ ﻋَنْ أَﺑِﻲ أَﻣَﺎﻣَﺔً اﻟﻛُرْﺳِﻲ دُﺑُرَﻛُلِّ ﺻَﻼَةٍ ﻣَﻛْﺗُوﺑَﺔٍ ﻟَمْ ﯾَﻣْﻧَﻌْﮫُ ﻣِنْ دُﺧُولِ اﻟْﺟَﻧﱠﺔِ إِﻻﱠ أَنْ ﯾَﻣُوْتَ . ) رواه اﻟطﺑراﻧﻲ (
300 Muslim, Sahih Muslim, I:265, hadits no. 593, "Kitab al-Masajid." 301 Ahmad, al-Musnad, IV:97, hadits no. 16284, "Musnad asy Syamiyyin"; bandingkan dengan 3 hadits lainnya, IV:93 dan 95,
Artinya: Dari Abu Umamah R.A. berkata: Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa membaca ayat al-Kursiy pada setiap akhir shalat fardu, maka tiada suatu pun yang dapat mencegahnya untuk masuk surga sampai mati. (HR. at-Tabarani)."302
6. Membaca Allaahumma a'innii...
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﻋِﻧِّﻲ ﻋَﻠَﻰ ذِﻛْرِكَ وَﺷُﻛْرِكَ وَﺣُﺳْنِ ﻋِﺑَﺎدَﺗِكَ.
Artinya: Ya Allah, tolonglah aku dalam mengingat-Mu, dan bersyukur kepada-Mu dan melakukan ibadah yang baik kepada-Mu. Dalilnya adalah hadits Nabi SAW,
ﻋَنْ ﻣُﻌَﺎذِ ﺑْنِ ﺟَﺑَلٍ أَنﱠ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﷺ أَﺧَذَ ﺑِﯾَدِهِ وَﻗَﺎلَ ﯾَﺎ ﻣُﻌَﺎذَا وَااللهﱠِ إِﻧِّﻲ ﻷَُﺣِﺑﱡكَ، وَااللهﱠِ إِﻧِّﻲ ﻷَُﺣِﺑﱡكَ ، ﻓَﻘَﺎلَ : أُوْﺻِﯾكَ ﯾَﺎ ﻣُﻌَﺎدُ ﻻَ ﺗَدَﻋَنﱠ ﻓِﻲ دُﺑُرِ ﻛُلِّ ﺻَﻼَةٍ ﺗَﻘُوْلُ: اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﻋِﻧِّﻲ ﻋَﻠَﻰ ذِﻛْرِكَ وَﺷُﻛْرِكَ وَﺣُﺳْنِ ﻋِﺑَﺎدَﺗِكَ. )رواه أﺑو داود واﻟﻧﺳﺎﺋﻲ وأﺣﻣد واﻟﺣﺎﻛم وﻗﺎل : ھذا ﺣدﯾث ﺻﺣﯾﺢ ﻋﻠﻰ ﺷرط اﻟﺷﯾﺧﯾن وﻟم ﯾﺧرﺟﺎه (
Artinya: Diriwayatkan dari Mu'adz Ibn Jabal bahwasanya Rasulullah SAW memegang tangannya dan berkata: Demi Allah saya sungguh menyukaimu wahai Mu'adz. Kemudian ia mengatakan lagi: Saya akan memberi pesan kepadamu, wahai Muadz, setiap selesai shalat janganlah kamu tinggalkan mengucapkan Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik. (HR. Abu Dawud, an-Nasa'i, Ahmad dan al-Hakim; ia mengatakan hadits ini sahih menurut kriteria al-Bukhari dan Muslim, sekalipun keduanya tidak meriwayatkannya). 303
7. Membaca Tasbih 33 kali, Tahmid 33 kali dan Takbir 33 kali serta laa ilaaha illallahu
wahdahuu laa syariika lah... Membaca tasbih 33 kali, yaitu Subhaanallaah ) ﺳُﺒْﺤَﺎنَ ﷲِ ( ]Maha Suci Allah]; tahmiid 33 kali, yaitu al-hamdulillaah ) اَﻟْﺤَﻤْﺪُ £ِﱠِ ( ]Segala puji bagi Allah]; dan takbir 33 kali, yaitu ( ﷲ أَﻛْﺒَﺮُ (Allah Maha Besar[. Kemudian diteruskan dengan membaca,
ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ االلهﱠُ وَﺣْدَهُ ﻻَ ﺷَرِﯾكَ ﻟَﮫُ، ﻟَﮫُ اﻟْﻣُﻠْكُ وَﻟَﮫُ اﻟْﺣَﻣْدُ، وَھُوَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُلِّ ﺷَﻲْءٍ ﻗَدِﯾرٌ.
302 Ath-Thabarani, al-Mu'jam al-Ausath, diedit oleh Tariq Ibn 'Iwadullah al-Husainiy (Kairo: Dar al-Haramain, 1415 H), VIII:93, hadits no. 8068; lihat juga dengan lafal sedikit berbeda Abu Bakr ar-Rauyaniy, Musnad ar- Rauyaniy diedit oleh Aiman Abu 'Ali Yamani (Kairo: Mu'assasah Qurthubah, 1416 H), 2:311, hadits no. 1268, As-Sayuthiy, Jami' al-Ahadits, VII:336-337, hadits no. 22786-22794; al-Manaawii, Faidlul-Qadir, VI:197, hadits no. 8926. Dalam al-Mu'jam al-Kabir at-Tabarani meriwayatkan dari Ali dengan lafal,
ﻣَنْ ﻗَرَأَ آﯾَﺔَ اﻟْﻛُرْﺳِﻲ ﻓِﻲ دُﺑُرِ اﻟﺻﱠﻼَةِ اﻟْﻣَﻛْﺗُوﺑَﺔِ ﻛَﺎنَ ﻓِﻲ ذِﻣﱠﺔِ االلهﱠِ إِﻟَﻰ اﻟﺻﱠﻼَةِ اﻷُْﺧْرَى.
Artinya: Barang siapa membaca ayat al-Kursi sesudah shalat wajib, dia berada dalam perlindungan Allah hingga shalat berikutnya. Lihat at-Thabaraniy, al-Mu'jam al-Kabiir, tahqiq Hamdi Ibn 'Abdil-Maktabatul- 'Uluum wal-Hikam, 1983), iii: Majid as-Salafiy (Mosul: 83, hadits No. 2733. 303 12 Abu Daud, Sunan Abii Dawud, 1:353, hadits no. 1522, "Kitaab ash-Shalah, Bab al-Istighfar"; al-Hakim, al-Mustadrak, 1:273, "Kitab ash Shalah, Baab ad-Du'a' ba'dash-Shalah."
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah sendiri-Nya yang tiada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memiliki segala kekuasaan dan Dia pula yang memiliki segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Bacaan di atas didasarkan pada hadits Nabi saw sebagai berikut:
ﻋَنْ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ ﻋَنْ رَﺳُولِ االلهﱠِ ﷺ ﻗَﺎلَ: ﻣَنْ ﺳَﺑﱠﺢَ االلهﱠَ ﻓِﻲ دُﺑُرِ ﻛُلِّ ﺻَﻼَةٍ ﺛَﻼَﺛًﺎ وَﺛَﻼَﺛِﯾنَ وَﺣَﻣِدَ االلهﱠَ ﺛَﻼَﺛًﺎ وَﺛَﻼَﺛِﯾنَ وَﻛَﺑﱠرَ االلهﱠَ ﺛَﻼَﺛًﺎ وَﺛَﻼَﺛِﯾنَ ﻓَﺗْﻠِكَ ﺗِﺳْﻌَﺔُ وَﺗِﺳْﻌُوْنَ وَﻗَﺎلَ ﺗَﻣَﺎمَ اﻟْﻣِﺎﺋَﺔِ : ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ االلهﱠُ وَﺣْدَهُ ﻻَ ﺷَرِﯾكَ ﻟَﮫُ، ﻟَﮫُ اﻟْﻣُﻠْكُ وَﻟَﮫُ اﻟْﺣَﻣْدُ، وَھُوَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُلِّ ﺷَﻲْءٍ ﻗَدِﯾرٌ ، ﻏُﻔِرَتْ ﺧَطَﺎﯾَﺎهُ وَإِنْ ﻛَﺎﻧَتْ ﻣِﺛْلَ زَﺑَدِ اﻟْﺑَﺣْرِ . )رواه ﻣﺳﻠم و أﺣﻣد (
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW (bahwa beliau bersabda): Barangsiapa bertasbih pada setiap selesai melaksanakan shalat sebanyak 33 kali, bertahmid 33 kali dan bertakbir 33 kali, itu semua berjumlah 99 kali. Kemudian Rasulullah bersabda: Sempurnakanlah menjadi seratus (bacalah): Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul- hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir, maka dosanya diampuni oleh Tuhan meskipun sebanyak buih di laut. (HR Muslim dan Ahmad).304
8. Membaca Allaahumma innii a'uudzu bika minal jubni
Setelah membaca tasbih, tahmid dan takbir di atas dilanjutkan dengan membaca,
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﻋُوْذُ ﺑِكَ ﻣِنَ اﻟْﺟُﺑْنِ وَأَﻋُوْذُ ﺑِكَ أَنْ أَرَدﱠ إِﻟَﻰ أَرْذَلِ اﻟْﻌُﻣُرِ وَأَﻋُوذُ ﺑِكَ ﻣِنْ ﻓِﺗْﻧَﺔِ اﻟدﱡﻧْﯾَﺎ وَأَﻋُوْذُ ﺑِكَ ﻣِنْ ﻋَذَابِ اﻟْﻘَﺑْرِ.
Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada- Mu dari usia pikun, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlindung kepada- Mu dari siksa kubur. Dasar bacaan ini adalah hadits Sa'ad bin Abi Waqqash r.a:
ﻋَنْ ﺳَﻌْدِ ﺑْنِ أَﺑِﻲ وَﻗَﺎصٍ ﻛَﺎنَ ﯾَﺄْﻣُرُ ﺑِﮭَؤُﻻَءِ اﻟْﺧَﻣْسِ وَﯾُﺣَدِّﺛُﮭُنﱠ ﻋَنِ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ : اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﻋُوْذُ ﺑِكَ ﻣِنَ اﻟْﺟُﺑْنِ وَأَﻋُوذُ ﺑِكَ أَنْ أَرَدﱠ إِﻟَﻰ أَرْذَلِ اﻟْﻌُﻣُرِ وَأَﻋُوذُ ﺑِكَ ﻣِنْ ﻓِﺗْﻧَﺔِ اﻟدﱡﻧْﯾَﺎ وَأَﻋُوذُ ﺑِكَ ﻣِنْ ﻋَذَابِ اﻟْﻘَﺑْرِ . ) أﺧرﺟﮫ اﻟﺑﺧﺎري ، ﻛﺗﺎب اﻟدﻋوات ، ٧١:٠٧(
Artinya: Dari Sa'ad bin Abi Waqqash r.a. Ia menyuruh mohon perlindungan dari lima perkara, dan ia menyampaikan hadits tentang lima perkara itu dari Nabi SAW: Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, dan aku berlindung kepada-Mu dari usia pikun, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. (Ditakhrijkan oleh al-Bukhariy, Kitab ad-Da'wat, IV: 70). 305
304 13 Muslim, Shahih Muslim, 1:267, hadits no. 597, "Kitab al-Masajid.": lihat ad-Darimi, Sunan ad-Darimiy, I: 312, "Babut-Tasbih fii Duburish-Shalah" 305 14 al-Bukhariy, Sahih al-Bukhariy, IV: 70.
9. Membaca Al-Mu'awwidzaat (an-Ikhlash, al-Falaq, dan an-Naas).
Membaca al-Mu'awidzaat, yaitu tiga surat terakhir dalam al-Qur'an, ialah al- Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas, yaitu:
أَﻋُوْذُ ﺑِﺎUﱠِ ﻣِنَ اﻟﺷﱠﯾْطَﺎنِ اﻟرﱠﺣِﯾمِ ﺑِﺳْمِ ﷲِ اﻟرﱠﺣْﻣٰنِ اﻟرﱠﺣِﯾمِ ﷲِ ﻗُلْ ھُوَ ﷲُ أَﺣَدٌ اللَّهُ اﻟﺻﱠﻣَدُ ﻟَمْ ﯾَﻠِدْ وَﻟَمْ ﯾُوﻟَدْ وَﻟَمْ ﯾَﻛُن ﻟﱠﮫُ ﻛُﻔُوًا أَﺣَدٌ
Artinya: Aku berlindung dari segala godaan syaitan yang terkutuk, Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Katakanlah: Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.
ﺑِﺳْمِ ﷲِ اﻟرﱠﺣْﻣَنِ اﻟرﱠﺣِﯾمِ ﻗُلْ أَﻋُوذُ ﺑِرَبِّ اﻟْﻔَﻠَقِ ﻣِنْ ﺷَرِّ ﻣَﺎ ﺧَﻠَقَ وَﻣِنْ ﺷَرِّ ﻏَﺎﺳِقٍ إِذَا وَﻗَبَ * وَﻣِنْ ﺷَرِ اﻟﻧﱠﻔْتِ ﻓِﻲ اﻟْﻌُﻘَدِ وَﻣِنْ ﺷَرِّ ﺣَﺎﺳِدٍ إِذَا ﺣَﺳَدَ
Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Katakanlah Aku berlindung kepada Tuhan Yang menguasai subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.
ﺑﺳْمِ ﷲِ اﻟرﱠﺣْﻣٰنِ اﻟرﱠﺣِﯾمِ ﻗُلْ أَﻋُوذُ ﺑِرَبِّ اﻟﻧﱠﺎسِ * ﻣَﻠِكِ اﻟﻧﱠﺎسِ * إِﻟَﮫِ اﻟﻧﱠﺎسِ ﻣِنْ ﺷَرِّ اﻟْوَﺳْوَاسِ اﻟْﺧَﻧﱠﺎسِ اﻟﱠذِي ﯾُوَﺳْوِسُ ﻓِﻲ ﺻُدُورِ اﻟﻧﱠﺎسِ ﻣِنَ اﻟْﺟِﻧﱠﺔِ وَاﻟﻧﱠﺎسِ
Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia Raja manusia, Sembahan manusia dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi Yang membisikan kejahatan ke dalam dada manusia dari jin dan manusia. Bacaan di atas didasarkan kepada hadits Nabi SAW yang diriwayatkan dari 'Uqbah Ibn 'Amir,
ﻋَنْ ﻋُﻘْﺑَﺔَ ﺑْنِ ﻋَﺎﻣِرٍ ﻗَﺎلَ : أَﻣَرَﻧِﻲ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﷺ أَنْ أَﻗْرَأَ ﺑِﺎﻟْﻣُﻌَوِذَاتِ دُﺑُرَ ﻛُلِّ ﺻَﻼَةٍ . ) رواه أﺑو داود واﻟﻧﺳﺎﺋﻲ وأﺣﻣد (
Artinya: Diriwayatkan dari 'Uqbah Ibn 'Amir ia berkata: Rasulullah SAW menyuruhku untuk membaca surat Mu'awwidzaat 306(al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas) pada setiap selesai shalat. (HR Abu Dawud, an-Nasa'i dan Ahmad). 307
306 al-Mu'awwidzat mencakup surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Naas. Ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan riwayat al-Bukhariy dalam Sahilnya bab "Kitab ad-Da'awat, dari Aisyah sebagai berikut:
ﻋَنْ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ ، أَنﱠ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﷺ ﻛَﺎنَ إِذَا أَﺧَذَ ﻣَﺿْﺟَﻌَﮫُ ﻧَﻔَثَ ﻓِﻲ ﯾَدَﯾْﮫِ وَﻗَرَأَ ﺑِﺎﻟْﻣُﻌَوﱠذَاتِ وَﻣَﺳَﺢَ ﺑِﮭِﻣَﺎ ﺟَﺳَدَهُ.
Kata al-Mu'awwidzaat di atas dijelaskan oleh hadits riwayat dari Aisyah yang lain yang diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunannya bab "al-Adab"
ﻋَنْ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ أَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﷺ ﻛَﺎنَ إِذَا أَوَى إِﻟَﻰ ﻓِرَاﺷِﮫِ ﻛُلﱠ ﻟَﯾْﻠَﺔٍ ﺟَﻣَﻊَ ﻛَﻔﱠﯾْﮫِ ﺛُمﱠ ﻧَﻔَثَ ﻓِﯾﮭِﻣَﺎ وَﻗَرَأَ ﻓِﯾﮭِﻣَﺎ ﻗُلْ ھُوَ االلهﱠُ أَﺣَدٌ وَﻗُلْ أَﻋُوْذُ ﺑِرَبِّ اﻟْﻔَﻠَقِ وَﻗُلْ أَﻋُوْذُ ﺑِرَبِّ اﻟﻧﱠﺎسِ ﺛُمﱠ ﯾَﻣْﺳَﺢُ ﺑِﮭِﻣَﺎ ﻣَﺎ اﺳْﺗَطَﺎعَ ﻣِنْ ﺟَﺳَدِهِ ﯾَﺑْدَأُ ﺑِﮭِﻣَﺎ ﻋَﻠَﻰ رَأْﺳِﮫِ وَوَﺟْﮭِﮫِ وَﻣَﺎ أَﻗْﺑَلَ ﻣِنْ ﺟَﺳَدِهِ ﯾَﻔْﻌَلُ ذَﻟِكَ ﺛَﻼَثَ ﻣَرَاتٍ.
307 16 Abu Dawud, Sunan abi Daawud, 1:353, hadits no. 1523, "Kitab ash-Shalah, Bab fil-Istighfar."
Riwayat lain
أَﻣَرَﻧِﻲ رَﺳُولُ ﷲِ ﷺ أَنْ أَﻗْرَأَ ﺑِﺎﻟْﻣُﻌَوﱠذَﺗَﯾْنِ ﻓِﻲ دُﺑُرِ ﻛُلِّ ﺻَﻼَةٍ) رواه اﻟﺗرﻣذي (
Artinya: Rasulullah SAW menyuruhku untuk membaca al-Mu'awwidzatain (surah al-Falaq dan an-Nas) pada setiap selesai shalat (H.R. at-Tirmidziy).308
B. Keterangan
Bacaan zikir dan doa di atas tidak wajib dibaca seluruhnya dan tidak harus berurutan (tertib). Apa yang dikemukakan di atas berasal dari hadits-hadits Nabi SAW yang menerangkan bahwa Rasulullah membaca dzikir dan doa setelah shalat fardu.
BAB V
CONTOH PUJIAN, SHALAWAT DAN DOA
A. Contoh Pujian Mengawali Doa
اﻟْﺣَﻣْدُ لِلَّهِ رَبِّ اﻟْﻌَﺎﻟَﻣِﯾنَ ، ﺣَﻣْدًا ﯾُوَا ﻓِﻲ ﻧِﻌَﻣَﮫُ وَﯾُﻛَﺎﻓِﻲ ﻣَزِﯾدَهُ ، ﯾَﺎ رَﺑﱠﻧَﺎ ﻟَكَ اﻟْﺣَﻣْدُ ﻛَﻣَﺎ ﯾَﻧْﺑَﻐِﻲ ﻟِﺟَﻼَلِ وَﺟْﮭِكَ وَﻋَظِﯾْمِ ﺳُﻠْطَﺎﻧِكَ.
Artinya: Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dengan pujian yang memenuhi segala nikmat-Nya dan meliputi seluruh kelebihan-Nya, Wahai Tuhan kami, segala puji hanya milik-Mu, sebagai yang layak bagi keagungan wajah-Mu dan kebesaran kerajaan-Mu.
B. Contoh Shalawat
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ ﺻَلِّ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ وَﻋَﻠَﻰ آلِ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ ﻛَﻣَﺎ ﺻَﻠﱠﯾْتَ ﻋَﻠَﻰ آلِ إِﺑْرَاھِﯾمَ إِﻧﱠكَ ﺣَﻣِﯾدٌ ﻣَﺟِﯾدٌ ، اﻟﻠﱠﮭُمﱠ ﺑَﺎرِكْ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ وَﻋَﻠَﻰ آلِ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ ﻛَﻣَﺎ ﺑَﺎ رَﻛْتَ ﻋَﻠَﻰ آلِ إِﺑْرَاھِﯾمَ إِﻧﱠكَ ﺣَﻣِﯾدٌ ﻣَﺟِﯾدٌ.
Artinya: Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberinya kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Pemurah. Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Pemurah.
Bacaan shalawat di atas didasarkan pada hadits:
ﻋَنْ أَﺑِﻲ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ ﻛَﻌْبِ ﺑْنِ ﻋُﺟْرَةَ ﻓَﻘَﺎلَ : أَﻻَ أُھْدِي ﻟَكَ ھَدِﯾﱠﺔً ﺧَرَجَ ﻋَﻠَﯾْﻧَﺎ رَﺳُولُ ﷲِ ﷺ ﻓَﻘُﻠْﻧَﺎ : ﻗَدْ ﻋَرَﻓْﻧَﺎ ﻛَﯾْفَ ﻧُﺳَﻠِّمُ ﻋَﻠَﯾْكَ ﻓَﻛَﯾْفَ ﻧُﺻَﻠِّﻲ ﻋَﻠَﯾْكَ؟ ﻗَﺎلَ: ﻗُوْﻟُوْا : اﻟﻠﱠﮭُمﱠ ﺻَلِّ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ وَﻋَﻠَﻰ آلِ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ ﻛَﻣَﺎ ﺻَﻠﱠﯾْتَ ﻋَﻠَﻰ آلِ إِﺑْرَاھِﯾمَ إِﻧﱠكَ ﺣَﻣِﯾدٌ ﻣَﺟِﯾدٌ ، اﻟﻠﱠﮭُمﱠ ﺑَﺎرِكْ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ وَﻋَﻠَﻰ آلِ
308 17 At-Tirmidziy, Sunan at-Tirmidziy, "Kitab Fadla'ilul Qur'an," hadits No. 2828.
ﻣُﺣَﻣﱠدٍ ﻛَﻣَﺎ ﺑَﺎرَﻛْتَ ﻋَﻠَﻰ آلِ إِﺑْرَاھِﯾمَ إِﻧﱠكَ ﺣَﻣِﯾدٌ ﻣَﺟِﯾدٌ . ) ﺷﻔق ﻋﻠﯾﮫ واﻟﻠﻔظ ﻟﻠﺑﺧﺎري ﻛﺗﺎب اﻟدﻋوات (
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Muhammad Ibn 'Ujzah r.a, ia berkata: Maukah kamu ku beri hadiah? Rasulullah SAW pernah keluar mendatangi kami, kemudian kami bertanya: Kami telah mengerti bagaimana cara memberi salam kepadamu, maka bagaimanakah cara memberi shalawat kepadamu? Rasulullah SAW bersabda: Kalian ucapkan: Allahumma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa shallaita alaa aali Ibraahim Innaka hamiidum majiid. Allaahumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa baarakta 'alaa aali Ibrahim Innaka hamiidun majiid. (HR. Muttafaq Alaih, lafal dari al-Bukhariy, Kitab ad Da'awat).
C. Doa-doa yang Terdapat dalam Ayat-ayat Al-Qur'an
Di antara doa-doa yang terdapat dalam al-Qur'an adalah:
1. Doa memohon kebaikan dunia dan akhirat.
٢) ةرﻘﺑﻟا ) ِرﺎﱠﻧﻟا َباَذَﻋ ﺎَﻧِﻗَو ًﺔَﻧَﺳَﺣ ِةَرِﺧْﻵا ﻲِﻓَو ًﺔَﻧَﺳَﺣ ﺎَﯾْﻧﱡدﻟا ﻲِﻓ ﺎَﻧِﺗآ ﺎَﻧﱠﺑَر( : ١٠٢(
Artinya: Ya Tuhan Kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka [Al-Baqarah (2): 201].
2. Doa memohon rahmat dan petunjuk
٨١ ) فﮭﻛﻟا ) ** اًدَﺷَر ﺎَﻧِرْﻣَأ ْنِﻣ ﺎَﻧَﻟ َﻲَھَو ًﺔَﻣْﺣَر َكْﻧُدﱠﻟ نِﻣ ﺎَﻧِﺗآ ﺎَﻧﱠﺑَر(: ٠١(
Artinya: ...Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami. [Al-Kahfi (18): 10].
3. Doa memohon dihindarkan dari kesesatan dan dikaruniai rahmat.
رَﺑﱠﻧَﺎ ﻻَ ﺗُزِغْ ﻗُﻠُوﺑَﻧَﺎ ﺑَﻌْدَ إِذْ ھَدَﯾْﺗَﻧَﺎ وَھَبْ ﻟَﻧَﺎ ﻣِنْ ﻟﱠدُﻧْكَ رَﺣْﻣَﺔً إِﻧﱠكَ أَﻧْتَ اﻟْوَھﱠﺎبُ ) آل ﻋﻣران )٣( : ٨ (
Artinya: Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia) [Ali Imran (3): 8].
4. Doa memohon ampunan bagi diri sendiri dan saudara seiman.
رَﺑﱠﻧَﺎ اﻏْﻔِرْ ﻟَﻧَﺎ وَﻹِِﺧْوَاﻧِﻧَﺎ اﻟﱠذِﯾنَ ﺳَﺑَﻘُوْﻧَﺎ ﺑِﺎﻹِْﯾْﻣَﺎنِ وَﻻَ ﺗَﺟْﻌَلْ ﻓِﻲ ﻗُﻠُوْﺑِﻧَﺎ ﻏِﻼ‚ ﻟِﻠﱠذِﯾنَ آﻣَﻧُوا رَﺑﱠﻧَﺎ إِﻧﱠكَ رَءُوْفٌ رﱠﺣِﯾمٌ) اﻟﺣﺷر ) ٩٥:٠١(
Artinya: Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara- saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari pada kami dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang [Al-Hasyr (59): 10].
5. Doa memohon ampunan, teguhkan pendirian dan mohon pertolongan dari orang-orang
kafir.
رَﺑﱠﻧَﺎ اﻏْﻔِرْ ﻟَﻧَﺎ ذُﻧُوﺑَﻧَﺎ وَإِﺳْرَاﻓَﻧَﺎ ﻓِﻲ أَﻣْرِﻧَﺎ وَﺛَﺑِّتْ أَﻗْدَاﻣَﻧَﺎ وَاﻧْﺻُرْﻧَﺎ ﻋَﻠَﻰ اﻟْﻘَوْمِ اﻟْﻛَﻔِرِﯾنَ ) آل ﻋﻣران )٣( : ٧٤١(
Artinya: Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan, dan tetapkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir [Ali Imran (3): 147].
6. Doa memohon ampunan dan dipelihara dari siksa api neraka.
٣نارﻣﻋ لآ ) ِرﺎﱠﻧﻟا َباَذَﻋ ﺎَﻧِﻗَو ﺎَﻧَﺑوُﻧُذ ﺎَﻧَﻟ ْرِﻔْﻏﺎَﻓ ﺎﱠﻧَﻣآ ﺎَﻧﱠﻧِإ ﺎَﻧﱠﺑَر(: ٦١(
Artinya: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan jagalah kami dari siksa neraka [Ali Imran (3): 16].
7. Doa memohon tidak dihukum karena keliru atau bersalah dan dihindarkan dari beban yang
berat.
رَﺑﱠﻧَﺎ ﻻَ ﺗُؤَاﺧِذْﻧَﺎ إِنْ ﻧﱠﺳِﯾﻧَﺎ أَوْ أَﺧْطَﺄْﻧَﺎ رَﺑﱠﻧَﺎ وَﻻَ ﺗَﺣْﻣِلْ ﻋَﻠَﯾْﻧَﺎ إِﺻْرًا ﻛَﻣَﺎ ﺣَﻣَﻠْﺗَﮫُ ﻋَﻠَﻰ اﻟﱠذِﯾنَ ﻣِنْ ﻗَﺑْﻠِﻧَﺎ رَﺑﱠﻧَﺎ وَﻻَ ﺗُﺣَﻣِّﻠْﻧَﺎ ﻣَﺎ ﻻَ طَﺎﻗَﺔَ ﻟَﻧَﺎ ﺑِﮫِ وَاﻋْفُ ﻋَﻧﱠﺎ وَاﻏْﻔِرْ ﻟَﻧَﺎ وَارْﺣَﻣْﻧَﺎ أَﻧْتَ ﻣَوْﻟُﻧَﺎ ﻓَﺎﻧْﺻُرْﻧَﺎ ﻋَﻠَﻰ اﻟْﻘَوْمِ اﻟْﻛَﻔِرِﯾنَ ( ) اﻟﺑﻘرة )٢( : ٦٨٢(
Artinya: Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir [Al-Baqarah (2): 286].
٣٢ ) نوﻧﻣوﻣﻟا) ِنوُرُﺿْﺣَﯾ ْنَأ ِّبَر َكِﺑ ُذْوُﻋَأَو ِنْﯾِطْﯾﱠﺷﻟا ِتَزَﻣَھ ْنِﻣ َكِﺑ ُذْوُﻋَأ ِّبَر( : ٧٩ - ٨٩(
Artinya: Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku [Al- Mukminun (23): 97-98].
8. Doa memohon diberikan hikmah dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang saleh,
menjadi buah tutur yang baik dan mewarisi surga.
رَبِّ ھَبْ ﻟِﻲ ﺣُﻛْﻣًﺎ وَاﻟْﺣِﻘْﻧِﻲ ﺑِﺎﻟﺻﱠﻠِﺣِﯾنَ وَاﺟْﻌَلْ ﻟِﻲ ﻟِﺳَﺎنَ ﺻِدْقٍ ﻓِﻲ اﻵْﺧِرِﯾنَ وَاﺟْﻌَﻠْﻧِﻲ ﻣِنْ وَرَﺛَﺔِ ﺟَﻧﱠﺔِ اﻟﻧﱠﻌِﯾمِ ) ٦٢ ) ءارﻌﺷﻟا( : ٣٨-٥٨ (
Artinya: Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan [Asy-Syu'ara (26): 83-85].
9. Doa memohon kebenaran dan pertolongan
٧١ ) ءارﺳﻹا ) اًرﯾِﺻَﻧ ﺎَﻧَطْﻠُﺳ َكْﻧُدَﻟ ْنِﻣ ﻲِﻟ ْلَﻌْﺟاَو ٍقْدِﺻ َجَرْﺧُﻣ ﻲِﻧْﺟِرْﺧَأَو ٍقْدِﺻ َلَﺧْدُﻣ ﻲِﻧْﻠِﺧْدَأ ِّبَر( ٠٠٨ (
Artinya: Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku kekuasaan yang menolong [Al-Isra (17):80].
10. Doa memohon kelapangan hati, kemudahan dalam segala urusan serta kelancaran dalam menyampaikan pembicaraan.
٠٢ ) ﮫط ) ﻲِﻟْوَﻗ اوُﮭَﻘْﻔَﯾ لﻣ ًةَدْﻘُﻋ ْلُﻠْﺣاَو يِرْﻣَأ ﻲِﻟ ْرِّﺳَﯾَو يِرْدَﺻ ﻲِﻟ ْحَرْﺷا ِّبَر( : ٥٢ - ٨٢( ِنﺎَﺳِﻟ ْنِﻣ ٠٢ ) ﮫط ) ﻲِﻟْوَﻗ اوُﮭَﻘْﻔَﯾﯾ( : ٥٢ - ٨٢(
Artinya: ...Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti ucapanku [Thaha (20): 24-28]. 11. Doa memohon anugerah jodoh dan keturunan yang menyenangkan hati serta mohon dijadikan imam bagi orang-orang yang bertakwa.
٥٢ ) نﺎﻗرﻔﻟا ) ﺎًﻣﺎَﻣِإ َنﯾِﻘﱠﺗُﻣْﻠِﻟ ﺎَﻧْﻠَﻌْﺟاَو ٍنُﯾْﻋَأ َةَرُﻗ ﺎَﻧِﺗَﯾِّرُذَو ﺎَﻧِﺟاَوْزَأ ْنِﻣ ﺎَﻧَﻟ ْبَھ ﺎَﻧﱠﺑَر( : ٤٧(
Artinya: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sehingga menyenangkan hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa [Al-Furqan (25): 74]. 12. Doa memohon keturunan yang baik
٣) نارﻣﻋ لآ ) ِءﺎَﻋﱡدﻟا ُﻊﯾِﻣَﺳ َكﱠﻧِإ ًﺔَﺑِّﯾَط ًﺔﱠﯾِّرُذ َكْﻧُدﱠﻟ نِﻣ ﻲِﻟ ْبَھ ِّبَر( : ٨٣(
Artinya: Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar Doa [Ali Imran (3): 38]. 13. Doa memohon ditetapkan diri dan anak keturunannya sebagai orang yang mendirikan shalat.
ِءﺎَﻋُد ْلﱠﺑَﻘَﺗَو ﺎَﻧﱠﺑَر ﻲِﺗﱠﯾِّرُذ ْنِﻣَو ِةوُﻠﱠﺻﻟا َمﯾِﻘُﻣ ﻲِﻧْﻠَﻌْﺟا ِّبَر) ٤١ ) مﯾھارﺑإ( : ٠٤ (
Artinya: Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhanku perkenankanlah doaku [Ibrahim (14): 40]. 14. Doa memohon amalannya diterima.
ے ﺎَﻧﱠﺑَر ْلﱠﺑَﻘَﺗ ﺎﱠﻧِﻣ َكﱠﻧِإ َتْﻧَأ ُﻊﯾِﻣﱠﺳﻟا ُمﯾِﻠَﻌْﻟا ) ةرﻘﺑﻟا )٢( : ٧٣١(
Artinya: Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amalan kami). Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui [Al-Baqarah (2): 127].
D. Doa yang Terdapat dalam Hadits.
Di antara doa yang terdapat dalam Hadits adalah:
1. Sayyidul Istighfar (Seutama-utamanya istighfar)
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﻧْتَ رَﺑِّﻲ ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ أَﻧْتَ ﺧَﻠَﻘْﺗَﻧِﻲ وَأَﻧَﺎ ﻋَﺑْدُكَ وَأَﻧَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﮭْدِكَ وَوَﻋْدِكَ ﻣَﺎ اﺳْﺗَطَﻌْتُ أَﻋُوْذُ ﺑِكَ ﻣِنْ ﺷَرِّ ﻣَﺎ ﺻَﻧَﻌْتُ أَﺑُوءُ ﻟَكَ ﺑِﻧِﻌْﻣَﺗِكَ ﻋَﻠَﻲﱠ وَأَﺑُوْءُ ﻟَكَ ﺑِذَﻧْﺑِﻲ ﻓَﺎﻏْﻔِرْ ﻟِﻲ ﻓَﺈِﻧﱠﮫُ ﻻَ ﯾَﻐْﻔِرُ اﻟذﱡﻧُوبَ إِﻻﱠ أَﻧْتَ.
Artinya: Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada tuhan melainkan Engkau yang menciptakan aku. Dan aku adalah hamba-Mu, aku berada pada ikatan dan perjanjian-Mu sepanjang kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan semua yang telah kulakukan. Aku mengakui kenikmatan yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan aku mengakui dosa- dosaku; maka ampunilah diriku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa- dosa melainkan Engkau. Doa tersebut diterangkan dalam hadits:
ﻋَنْ ﺷَدﱠادِ ﺑْنِ أَوْسٍ ، ﻋَنِ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﷺ ﺳَﯾِّدُ اﻻﺳْﺗِﻐْﻔَﺎرِ أَنْ ﺗَﻘُولَ: اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﻧْتَ رَﺑِّﻲ ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ أَﻧْتَ ﺧَﻠَﻘْﺗَﻧِﻲ وَأَﻧَﺎ ﻋَﺑْدُكَ وَأَﻧَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﮭْدِكَ وَوَﻋْدِكَ ﻣَﺎ اﺳْﺗَطَﻌْتُ أَﻋُوْذُ ﺑِكَ ﻣِنْ ﺷَرِ ﻣَﺎ ﺻَﻧَﻌْتُ أَﺑُوءُ ﻟَكَ ﺑِﻧِﻌْﻣَﺗِكَ ﻋَﻠَﻲﱠ وَأَﺑُوءُ ﻟَكَ ﺑِذَﻧْﺑِﻲ ﻓَﺎﻏْﻔِرْ ﻟِﻲ ﻓَﺈِﻧﱠﮫُ ﻻَ ﯾَﻐْﻔِرُ اﻟذﱡﻧُوبَ إِﻻﱠ أَﻧْتَ . ) رواه اﻟﺑﺧﺎري
( Artinya: Diriwayatkan dari Syaddad Ibnu Aus r.a, ia berkata Rasulullah saw bersabda Sayyidul Istighfar yaitu seorang berdoa: Allahumma Anta Rabbii Laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana 'abduka wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika maastatha'tu, a'udzubika min syarri maa shana'tu abu-u laka bini'matika alayya wa abuu-u bidzanbi faghfirlii fainnahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta. (H.R. Al-Bukhari).
2. Doa mohon kemashlahatan di dunia dan di akhirat.
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﺻْﻠِﺢْ ﻟِﻲ دِﯾﻧِﻲ اﻟﱠذِي ھُوَ ﻋِﺻْﻣَﺔُ أَﻣْرِي وَأَﺻْﻠِﺢْ ﻟِﻲ دُﻧْﯾَﺎيَ اﻟﱠﺗِﻲ ﻓِﯾﮭَﺎ ﻣَﻌَﺎﺷِﻲ وَأَﺻْﻠِﺢْ ﻟِﻲ آﺧِرَﺗِﻲ اﻟﱠﺗِﻲ ﻓِﯾﮭَﺎ ﻣَﻌَﺎدِي وَاﺟْﻌَلِ اﻟْﺣَﯾَﺎةَ زِﯾَﺎدَةً ﻟِﻲ ﻓِﻲ ﻛُلِّ ﺧَﯾْرٍ وَاﺟْﻌَلِ اﻟْﻣَوْتَ رَاﺣَﺔً ﻟِﻲ ﻣِنْ ﻛُلِّ ﺷَرٍ.
Artinya: Ya Allah jadikanlah mashlahah untukku agamaku, yang merupakan pegangan segala urusanku; jadikanlah mashlahah bagiku duniaku yang padanya merupakan tempat penghidupanku; jadikanlah mashlahah bagiku akhiratku yang kepadanya tempat kembaliku; jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematian itu sebagai pelepasan diriku dari segala kejahatan.
Doa tersebut diterangkan dalam hadits:
ﻋَنْ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ ﻗَﺎلَ: ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﷺ ﯾَﻘُولُ: اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﺻْﻠِﺢْ ﻟِﻲ دِﯾﻧِﻲ اﻟﱠذِي ھُوَ ﻋِﺻْﻣَﺔُ أَﻣْرِي وَأَﺻْﻠِﺢْ ﻟِﻲ دُﻧْﯾَﺎيَ اﻟﱠﺗِﻲ ﻓِﯾﮭَﺎ ﻣَﻌَﺎﺷِﻲ وَأَﺻْﻠِﺢْ ﻟِﻲ آﺧِرَﺗِﻲ اﻟﱠﺗِﻲ ﻓِﯾﮭَﺎ ﻣَﻌَﺎدِي وَاﺟْﻌَلِ اﻟْﺣَﯾَﺎةَ زِﯾَﺎدَةً ﻟِﻲ ﻓِﻲ ﻛُلِّ ﺧَﯾْرٍ وَاﺟْﻌَلِ اﻟْﻣَوْتَ رَاﺣَﺔً ﻟِﻲ ﻣِنْ ﻛُلِّ ﺷَﯾْرٍ . )رواه ﻣﺳﻠم (
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: Rasulullah SAW berdoa: Allahumma ashlih lii diinilladzii huwa 'ishmatu 'amrii wa ashlih lii dunyaayallatii fiiha ma'aasyii wa ashlih lii aakhiratiiyallati ilaiha ma'aadi waj'alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khairin waj'alil mauta raahatan lii min kulli syarrin. (H.R. Muslim).
3. Doa mohon ampunan.
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻏْﻔِرْ ﻟِﻲ ﺧَطِﯾﺋَﺗِﻲ وَﺟَﮭْﻠِﻲ وَإِﺳْرَاﻓِﻲ ﻓِﻲ أَﻣْرِي وَﻣَﺎ أَﻧْتَ أَﻋْﻠَمُ ﺑِﮫِ ﻣِﻧِّﻲ ، اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻏْﻔِرْ ﻟِﻲ ﺟِدِي وَھَزْﻟِﻲ وَﺧَطَﺋِﻲ وَﻋَﻣْدِي وَﻛُلﱡ ذَﻟِكَ ﻋِﻧْدِي ، اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻏْﻔِرْ ﻟِﻲ ﻣَﺎ ﻗَدﱠﻣْتُ وَﻣَﺎ أَﺧَرْتُ وَﻣَﺎ أَﺳْرَرْتُ وَﻣَﺎ أَﻋْﻠَﻧْتُ وَﻣَﺎ أَﻧْتَ أَﻋْﻠَمُ ﺑِﮫِ ﻣِﻧِّﻲ أَﻧْتَ اﻟْﻣُﻘَدِّمُ وَأَﻧْتَ اﻟْﻣُؤَﺧِّرُ وَأَﻧْتَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُلِّ ﺷَﻲْءٍ ﻗَدِﯾرٌ
Artinya: Ya Allah ampunilah aku (dari) kesalahanku, kebodohanku, keterlaluanku dalam segala urusanku, dan dalam segala hal yang Engkau lebih mengetahuinya dari padaku. Ya Allah ampunilah dosaku baik yang kulakukan dengan sungguh-sungguh, dengan main-main, yang tidak kusengaja maupun yang kusengaja. Ya Allah ampunilah aku dari semua dosa yang kukerjakan masa lalu dan yang masa akan datang, dan yang kusembunyikan dan yang terang-terangan kulakukan dan dari segala hal yang Engkau lebih mengetahuinya daripadaku. Engkau yang mendahulukan dan Engkau yang mengakhirkan dan Engkau pula yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu.
ﻋَنْ أَﺑِﻲ ﺑُرْدَةَ ﺑْنِ أَﺑِﻲ ﻣُوﺳَﻰ اﻷَْﺷْﻌَرِي ﻋَنْ أَﺑِﯾْﮫِ ﻋَنِ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ أَﻧﱠﮫُ ﻛَﺎنَ ﯾَدْﻋُو ﺑِﮭَذَا اﻟدﱡﻋَﺎءِ : اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻏْﻔِرْ ﻟِﻲ ﺧَطِﯾﺋَﺗِﻲ وَﺟَﮭْﻠِﻲ وَإِﺳْرَا ﻓِﻲ ﻓِﻲ أَﻣْرِي وَﻣَﺎ أَﻧْتَ أَﻋْﻠَمُ ﺑِﮫِ ﻣِﻧِﻲ اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻏْﻔِرْ ﻟِﻲ ﺟِدِي وَھَزْﻟِﻲ وَﺧَطَﺋِﻲ وَﻋَﻣْدِي وَﻛُلﱡ ذَﻟِكَ ﻋِﻧْدِي اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻏْﻔِرْ ﻟِﻲ ﻣَﺎ ﻗَدﱠﻣْتُ وَﻣَﺎ أَﺧَرْتُ وَﻣَﺎ أَﺳْرَرْتُ وَﻣَﺎ أَﻋْﻠَﻧْتُ وَﻣَﺎ أَﻧْتَ أَﻋْﻠَمُ ﺑِﮫِ ﻣِﻧِّﻲ أَﻧْتَ اﻟْﻣُﻘَدِّمُ وَأَﻧْتَ اﻟْﻣُؤَﺧِّرُ وَأَﻧْتَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُلِّ ﺷَﻲْءٍ ﻗَدِﯾرٌ ) ﺷﻔق ﻋﻠﯾﮫ (
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy'ari r.a, dari bapaknya ia berkata bahwa Rasulullah saw berdoa: Allahummaghfirlii khathi'atii wa jahlii wa israafii fi amrii wa maa anta a'lamu bihi minnii. Allahummaghfirlii jiddii wa hazlii wa khatha'ii wa 'amdii wa kullu dzalika 'indii. Allahummaghfirlii maa qaddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a'lantu wa maa anta a'lamu bihi minnii. Antal muqaddimu wa antal muakhkhiru wa anta 'alaa kulli syai’in qadir. (Muttafaq ‘alaih)
4. Doa mohon perlindungan dari hilangnya kenikmatan, keselamatan dan dihindarkan dari
siksa serta murka Allah.
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﻋُوْذُ ﺑِكَ ﻣِنْ زَوَالِ ﻧِﻌْﻣَﺗِكَ وَﺗَﺣَوﱡلِ ﻋَﺎﻓِﯾَﺗِكَ وَﻓُﺟَﺎءَةِ ﻧِﻘْﻣَﺗِكَ وَﺟَﻣِﯾﻊِ ﺳَﺧَطِكَ.
Artinya: Ya Allah saya berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berpalingnya keselamatan-MМи, mendadaknya siksa-Mu dan segala murka-Mu. Doa tersebut diterangkan dalam hadits:
ﻋَنْ ﻋَﺑْدِ االلهﱠِ ﺑْنِ ﻋُﻣَرَ ﻗَﺎلَ : ﻛَﺎنَ ﻣِنْ دُﻋَﺎءِ رَﺳُولِ ﷲِ ﷺ : اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﻋُوْذُ ﺑِكَ ﻣِنْ زَوَالِ ﻧِﻌْﻣَﺗِكَ وَﺗَﺣَوﱡلِ ﻋَﺎﻓِﯾَﺗِكَ وَﻓُﺟَﺎءَةِ ﻧِﻘْﻣَﺗِكَ وَﺟَﻣِﯾﻊِ ﺳَﺧَطِكَ . ) رواه ﻣﺳﻠم (
Artinya: Dari Ibnu Umar r.a, ia berkata bahwa Rasulullah saw berdoa: Allahumma innii a'udzubika min zawaal ni'matika wa tahawwuli 'aafiyatika wa fajaa-ati ni'matika wa jamii'i sakhatika. (H.R. Muslim).
5. Doa mohon perlindungan dari kelemahan, kemalasan, pengecut, pikun, dan bakhil serta
fitnah kehidupan dan kematian
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﻋُوْذُ ﺑِكَ ﻣِنَ اﻟْﻌَﺟْزِ وَاﻟْﻛَﺳَلِ وَاﻟْﺟُﺑْنِ وَاﻟْﮭَرَمِ وَاﻟْﺑُﺧْلِ وَأَﻋُوْذُ ﺑِكَ ﻣِنْ ﻋَذَابِ اﻟْﻘَﺑْرِ وَﻣِنْ ﻓِﺗْﻧَﺔِ اﻟْﻣَﺣْﯾَﺎ وَاﻟْﻣَﻣَﺎتِ .
Artinya: Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, pengecut, pikun dan bakhil; dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, serta aku berlindung kepada- Mu dari fitnah kehidupan dan kematian. Doa tersebut diterangkan dalam hadits:
ﻋَنْ أَﻧَسِ ﺑْنِ ﻣَﺎﻟِكٍ ﻗَﺎلَ : ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ ﷲِ ﷺ ﯾَﻘُوْلُ : اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﻋُوذُ ﺑِكَ ﻣِنَ اﻟْﻌَﺟْزِ وَاﻟْﻛَﺳَلِ وَاﻟْﺟُﺑْنِ وَاﻟْﮭَرَمِ وَاﻟْﺑُﺧْلِ وَأَﻋُوذُ ﺑِكَ ﻣِنْ ﻋَذَابِ اﻟْﻘَﺑْرِ وَ ﻣِنْ ﻓِﺗْﻧَﺔِ اﻟْﻣَﺣْﯾَﺎ وَاﻟْﻣَﻣَﺎتِ )رواه ﻣﺳﻠم
( Artinya: Diriwayatkan dari Anas r.a, bahwa Rasulullah saw berdoa: Allahumma innii a'udzu bika minal 'ajzi wal kasali wal jubni wal harami wal bukhli wa a'uudzubika min 'adzabil qabri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat, (H.R. Muslim).
6. Doa mohon perlindungan dari kejahatan semua perbuatan yang dilakukan dan yang tidak
dilakukan.
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﻋُوْذُ ﺑِكَ ﻣِنْ ﺷَرِّ ﻣَﺎ ﻋَﻣِﻠْتُ وَﻣِنْ ﺷَرِّ ﻣَﺎ ﻟَمْ أَﻋْﻣَلْ.
Artinya: Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan semua perbuatan yang kulakukan dan yang tidak kulakukan. Doa tersebut diterangkan dalam hadits:
ﻋَنْ ﻓَرْوَةَ ﺑْنِ ﻧَوْﻓَلِ اﻷَْﺷْﺟَﻌِﻲ ﻗَﺎلَ: ﺳَﺄَﻟْتُ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ ﻋَﻣﱠﺎ ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ ﷲِ ﷺ ﯾَدْﻋُوْ ﺑِﮫِ االلهﱠَ ، ﻗَﺎﻟَتْ : ﻛَﺎنَ ﯾَﻘُولُ : اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﻋُوْذُ ﺑِكَ ﻣِنْ ﺷَرِّ ﻣَﺎ ﻋَﻣِﻠْتُ وَﻣِنْ ﺷَرِّ ﻣَﺎ ﻟَمْ أَﻋْﻣَلْ . ) رواه ﻣﺳﻠم (
Artinya: Diriwayatkan dari Farwah bin Naufal al-Asyja'i berkata: Saya bertanya kepada 'Aisyah r.a, mengenai do'a Rasulullah saw kepada Allah: Aisyah berkata: Rasulullah SAW doanya beliau mengucapkan: Allahumma innii a'udzubika min syarri maa 'amiltu wa min syarri maa lam a'mal (H.R. Muslim).
7. Doa mohon keselamatan dan keamanan dalam beragama, kehidupan dunia, keluarga dan
harta.
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﺳْﺄَﻟُكَ اﻟْﻌَﻔْوَ وَاﻟْﻌَﺎﻓِﯾَﺔَ ﻓِﻲ اﻟدﱡﻧْﯾَﺎ وَاﻵْﺧِرَةِ، اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﺳْﺄَﻟُكَ اﻟْﻌَﻔْوَ وَاﻟْﻌَﺎﻓِﯾَﺔَ ﻓِﻲ دِﯾﻧِﻲ وَدُﻧْﯾَﺎيَ وَأَھْﻠِﻲ وَﻣَﺎﻟِﻲ ، اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﺳْﺗُرْ ﻋَوْرَاﺗِﻲ وَآﻣِنْ رَوْﻋَﺎﺗِﻲ وَاﺣْﻔَظْﻧِﻲ ﻣِنْ ﺑَﯾْنِ ﯾَدَيﱠ وَﻣِنْ ﺧَﻠْﻔِﻲ وَﻋَنْ ﯾَﻣِﯾﻧِﻲ وَﻋَنْ ﺷِﻣَﺎﻟِﻲ وَﻣِنْ ﻓَوْﻗَﻰ وَأﻋُوذُ ﺑِكَ أَنْ أَﻋْﺗَﺎلَ ﻣِنْ ﺗَﺣْﺗِﻰَ.
Artinya: Ya Allah, saya mohon kepada-Mu diberikan ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, saya mohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan dalam menjalankan agamaku, kehidupanku di dunia, keluargaku dan hartaku. Ya Allah tutuplah aib-aibku dan amankanlah kekhawatiranku serta jagalah diriku dari depan, belakang, kanan dan kiri serta dari sebelah atasku. Saya berlindung dengan keagungan-Mu dari dikenakan bahaya yang datang dari bawahku. Doa tersebut diterangkan dalam hadits:
ﻋَنِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ ﯾَﻘُولُ : ﻟَمْ ﯾَﻛُنْ رَﺳُولُ ﷲِ ﷺ ﯾَدَعُ ھَؤُﻻَءِ اﻟدﱠﻋَوَاتِ ﺣِﯾنَ ﯾُﻣْﺳِﻲ وَﺣِﯾْنَ ﯾُﺻْﺑِﺢُ : اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﺳْﺄَﻟُكَ اﻟْﻌَﻔْوَ وَاﻟْﻌَﺎﻓِﯾَﺔَ ﻓِﻲ اﻟدﱡﻧْﯾَﺎ وَاﻵْﺧِرَةِ ، اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﺳْﺄَﻟُكَ اﻟْﻌَﻔْوَ وَاﻟْﻌَﺎﻓِﯾَﺔَ ﻓِﻲ دِﯾﻧِﻲ وَدُﻧْﯾَﺎيَ وَأَھْﻠِﻲ وَﻣَﺎﻟِﻲ ، اَﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﺳْﺗُرْ ﻋَوْرَاﺗِﻲ وَآﻣِنْ رَوْﻋَﺎﺗِﻲ وَاﺣْﻔَظْﻧِﻲ ﻣِنْ ﺑَﯾْنِ ﯾَدَيﱠ وَﻣِنْ ﺧَﻠْﻔِﻲ وَﻋَنْ ﯾَﻣِﯾﻧِﻲ وَﻋَنْ ﺷِﻣَﺎﻟِﻲ وَﻣِنْ ﻓَوْﻗِﻲ وَأَﻋُوْذُ ﺑِكَ أَنْ أُﻏْﺗَﺎلَ ﻣِنْ ﺗَﺣْﺗﻲ ) رواه اﻟﻧﺳﺎﺋﻲ واﺑن ﻣﺎﺟﮫ وﺗﺣم اﻟﺣﺎﻛم (
Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra, ia berkata: Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan berdoa dengan kalimat-kalimat ini, di waktu sore dan pagi yaitu: Allahumma innii as-alukal 'afwa wal 'aafiyata fii diinii wa dunyaaya wa ahlii wa maalii. Allahummastur 'auraatii wa aamin rau'aati wahfadhnii min baini yadayya wa min khalfii wa 'an yamiinii wa'an syimaalii ughtaala min wa min fauqii wa a'udzu bi'udhmika an tahtii. (H.R. An-Nasa'iy dan Ibnu Majah serta dishahihkan oleh Al-Hakim),
8. Doa mohon perlindungan dari kejahatan yang berselubung dalam hati.
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ ﻓَﺎطِرَ اﻟﺳﱠﻣَوَاتِ وَاﻷَْرْضِ ﻋَﺎﻟِمَ اﻟْﻐَﯾْبِ وَاﻟﺷﱠﮭَﺎدَةِ أَﻧْتَ رَبﱡ ﻛُلِّ ﺷَﻲْءٍ وَﻣَﻠِﯾْﻛُﮫُ أَﺷْﮭَدُ أَنْ ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ أَﻧْتَ وَﺣْدَكَ ﻻَ ﺷَرِﯾكَ ﻟَكَ وَأَنﱠ ﻣُﺣَﻣﱠدًا ﻋَﺑْدُكَ وَرَﺳُوْﻟُكَ أَﻋُوْذُ ﺑِكَ ﻣِنْ ﺷَرِّ ﻧَﻔْﺳِﻲ وَﺷَرِّ اﻟﺷﱠﯾْطَﺎنِ وَﺷِرْﻛِﮫِ.
Artinya: Ya Allah pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang tampak, Engkau Tuhan segala sesuatu dan Pemiliknya. Saya bersaksi tidak ada tuhan selain Engkau sendiri, tidak ada sekutu bagi-Mu, dan bahwa Muhammad adalah hamba-Mu dan utusan-Mu. Saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang ada pada diriku dan kejahatan saitan serta kejahatan sekutu-sekutunya. Doa tersebut diterangkan dalam hadits:
ﻋَنْ ﻣُﺟَﺎھِدٍ ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ أَﺑُو ﺑَﻛْرِ اﻟﺻﱠدِّﯾقُ : أَﻣَرَﻧِﻲ رَﺳُولُ اللَّه ﷺ أَنْ أَﻗُوْلَ إِذَا أَﺻْﺑَﺣْتُ وَإِذَا أَﻣْﺳَﯾْتُ وَإِذَا أَﺧَذْتُ ﻣَﺿْﺟَﻌِﻲ ﻣِنَ اﻟﻠﱠﯾْلِ : اﻟﻠﱠﮭُمﱠ ﻓَﺎطِرَ اﻟﺳﱠﻣَوَاتِ وَاﻷَْرْضِ ﻋَﺎﻟِمَ اﻟْﻐَﯾْبِ وَاﻟﺷﱠﮭَﺎدَةِ أَﻧْتَ رَبﱡ ﻛُلِّ ﺷَﻲْءٍ وَﻣَﻠِﯾْﻛُﮫُ أَﺷْﮭَدُ أَنْ ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ أَﻧْتَ وَﺣْدَكَ ﻻَ ﺷَرِﯾكَ ﻟَكَ وَأَنﱠ ﻣُﺣَﻣﱠدًا ﻋَﺑْدُكَ وَرَﺳُوْﻟُكَ أَﻋُوْذُ ﺑِكَ ﻣِنْ ﺷَرِّ ﻧَﻔْﺳِﻲ وَﺷَرِ اﻟﺷﱠﯾْطَﺎنِ وَﺷِرْﻛِﮫِ . ) رواه أﺑو داود واﻟﺗرﻣذي (
Artinya: Diriwayatkan dari Mujahid berkata: Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a, berkata: Rasulullah saw menyuruhku berdo'a di waktu pagi dan sore dan di malam hari saat akan tidur: Allahumma fathiras samaawaati wal ardh 'aalimal ghaibi wasy syahadah, anta rabbu kullu syai-in wa maliikahu. Asyhadu anlaa ilaaha illa anta. A'uudzubika min syarri nafsii wa syarrisy syaithani wa syirkihi. la berkata: Ucapkanlah di waktu pagi, sore dan jika kamu akan tidur. (H.R. Abu Dawud dan at-Tirmidziy).
9. Doa mohon petunjuk, ketakwaan, kesucian dan kekayaan (jiwa).
اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﺳْﺄَﻟُكَ اﻟْﮭُدَى وَاﻟﺗﱠﻘَﻰ وَاﻟْﻌَﻔَﺎفَ وَاﻟْﻐِﻧَﻰ.
Artinya: Ya Allah saya mohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian dan kaya (jiwa). Doa tersebut diterangkan dalam hadits:
ﻋَنْ ﻋَﺑْدِ االلهﱠِ ﻋَنِ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﷺ أَﻧﱠﮫُ ﻛَﺎنَ ﯾَﻘُولُ: اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﺳْﺄَﻟُكَ اﻟْﮭُدَى وَاﻟﺗﱠﻘَﻰ وَاﻟْﻌَﻔَﺎفَ وَاﻟْﻐِﻧَﻰ. )رواه ﻣﺳﻠم واﻟﺗﻧدي و اﺑن ﻣﺎﺟﮫ (
Artinya: Diriwayatkan dari Abdullah dari Nabi SAW bahwa beliau berdoa: Allahumma innii as'alukal hudaa wat tuqaa wal afaaf wal ghina (H.R. Muslim, at-Tirmidziy dan Ibnu Majah). 10. Doa mohon dihindarkan dari bencana.
ﺑِﺳْمِ ﷲِ اﻟﱠذِي ﻻَ ﯾَﺿُرﱡ ﻣَﻊَ اﺳْﻣِﮫِ ﺷَﻲْءٌ ﻓِﻲ اﻷَْرْضِ وَﻻَ ﻓﻲ اﻟﺳﱠﻣَﺎءِ وَھُوَ اﻟﺳﱠﻣِﯾﻊُ اﻟْﻌَﻠِﯾمُ.
Artinya: Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak satupun yang di langit maupun yang ada di bumi dapat memudaratkannya (membuat bencana), dan dia adalah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Doa di atas di baca tiga kali. Doa tersebut di terangkan dalam hadits:
ﻋَنْ ﻋُﺛْﻣَﺎنَ ﯾَﻌْﻧِﻲ اﺑْنَ ﻋَﻔﱠﺎنَ ﯾَﻘُوْلُ : ﺳَﻣِﻌْتُ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﷺ ﯾَﻘُولُ : ﻣَنْ ﻗَﺎلَ ﺑِﺳْمِ االلهﱠِ اﻟﱠذِي ﻻَ ﯾَﺿُرﱡ ﻣَﻊَ اﺳْﻣِﮫِ ﺷَﻲْءٌ ﻓِﻲ اﻷَْرْضِ وَﻻَ ﻓِﻲ اﻟﺳﱠﻣَﺎءِ وَھُوَ اﻟﺳﱠﻣِﯾﻊُ اﻟْﻌَﻠِﯾمُ ﺛَﻼَثَ ﻣَرَاتٍ ﻟَمْ ﯾُﺻِﺑْﮫُ ﻓَﺟَﺄَةُ ﺑَﻼَءٍ ﺣَﺗﱠﻰ ﯾُﺻْﺑِﺢَ وَﻣَنْ ﻗَﺎﻟَﮭَﺎ ﺣِﯾْنَ ﯾُﺻْﺑِﺢُ ﺛَﻼَثَ ﻣَرﱠاتٍ ﻟَمْ ﯾُﺻِﺑْﮫُ ﻓَﺟْﺄَةُ ﺑَﻼَءٍ ﺣَﺗﱠﻰ ﯾُﻣْﺳِﻲَ) .رواه أﺑو داود (
Artinya: Dari Utsman Ibn Affan r.a, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang mengucapkan Bismillahi alladzi laa yadlurru ma'asmihi syai-un fil ardli wa laa fis samaai wa huwa sami'ul aliim. Tiga kali, tidak tertimpa musibah mendadak sampai waktu subuh dan barangsiapa yang mengucapkannya tiga kali di waktu subuh, tidak terkena musibah mendadak sehingga sore harinya. (H.R. Abu Dawud).
E. Contoh Hamdalah Penutup Doa.
ﺳُﺑْﺣَﺎنَ رَﺑِّكَ رَبِّ اﻟْﻌِزﱠةِ ﻋَﻣﱠﺎ ﯾَﺻِﻔُونَ وَﺳَﻼَمٌ ﻋَﻠَﻰ اﻟْﻣُرْﺳَﻠِﯾنَ وَاﻟْﺣَﻣْدُ لِلَّهِ رَبِّ اﻟْﻌَﺎﻟَﻣِﯾنَ .
Artinya: Maha Suci Tuhanmu yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.

