putusan
Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 08 16 30 April Surah yang Dibaca Nabi pada Saat Shalat Subuh 3
Surah yang Dibaca Nabi pada Saat Shalat Subuh
(3)
Hadits Riwayat Muslim
َُّوَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْن ُ حَبِيب ٍ الْحَارِثِي ُّ حَدَّثَنَا خَالِد ُ بْن ُ الْحَارِث ِ حَدَّثَنَا شُعْبَة ُ َخْبَرَنِي
سَيَّار ُ بْن ُ سَلَامَة َ قَال َ سَمِعْت ُ َبِي يَسَْل ُ َبَا بَرْزَة َ عَن ْ صَلَاة ِ رَسُول ِ اЦ َِّ صَلَّى اЦ
َعَلَيْه ِ وَسَلَّم َ قَال َ قُلْت ُ آنْت َ سَمِعْتَه ُ قَال َ فَقَال َ كََنَّمَا َسْمَعُك َ السَّاعَة َ قَال َ سَمِعْت ُ َبِي
َيَسَْلُه ُ عَن ْ صَلَاة ِ رَسُول ِ اЦ َِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ فَقَال َ كَان َ ل َا يُبَالِي بَعْض
َتَْخِيرِهَا قَال َ يَعْنِي الْعِشَاء َِلَى نِصْف ِ اللَّيْل ِ وَل َا يُحِب ُّ النَّوْم َ قَبْلَهَا وَل َا الْحَدِيث
َبَعْدَهَا قَال َ شُعْبَة ُ ثُم َّ لَقِيتُه ُ مَرَّة ً ُخْرَى فَقَال َ َو ْ ثُلُث ِ اللَّيْل ِ قَال َ وَكَان َ يُصَلِّي الظُّهْر
َحِين َ تَزُول ُ الشَّمْس ُ وَالْعَصْر َ يَذْهَب ُ الرَّجُل ُِلَى َقْصَى الْمَدِينَة ِ وَالشَّمْس ُ حَيَّة ٌ قَال
وَالْمَغْرِب َ ل َا َدْرِي َي َّ حِين ٍ ذَكَر َ قَال َ ثُم َّ لَقِيتُه ُ بَعْد ُ فَسََلْتُه ُ فَقَال َ وَكَان َ يُصَلِّي الصُّبْح
ِفَيَنْصَرِف ُ الرَّجُل ُ فَيَنْظُر ُِلَى وَجْه ِ جَلِيسِه ِ الَّذِي يَعْرِف ُ فَيَعْرِفُه ُ قَال َ وَكَان َ يَقْرَ ُ فِيهَا
بِالسِّتِّين َِلَى الْمِاɅَة
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Habib Al Haritsi, telah menceritakan kepada
kami Khalid bin Al-Harits, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, telah mengabarkan
kepadaku Sayyar bin Salamah ia berkata, aku mendengar ayahku bertanya Abu Barzah
tentang shalat Rasulullah saw., Sayyar menjawab, aku pernah bertanya kepada ayahku,
“Apakah engkau mendengarnya dari Abu Barzah? Ayahku menjawab, “Seperti aku
memperdengarkan kepadamu saat ini.” Kata Sayyar; aku dengar ayahku bertanya kepada
Abu Barzah tentang shalat Rasulullah saw.. Kata ayahku; Rasulullah tidak mempedulikan,
sebagian beliau akhirkan, kata ayahku, yakni shalat Isya hingga pertengahan malam, dan
beliau tidak suka tidur sebelum Isya, tidak suka bicara setelah Isya.” Kata Syu'bah;
Kemudian aku menanyainya dan ia berkata, “Rasulullah saw. menyukai Dzuhur ketika
matahari tergelincir dan Ashar ketika seseorang pergi ke penghujung Madinah dan
matahari masih meninggi.” Syu'bah melanjutkan, “Waktu shalat Magrib, aku tidak
mengetahuinya, bagaimana ia menyebutkan, setelah itu aku menemui Abu Barzah dan
bertanya kepadanya, dia menjawab, “Beliau melaksanakan shalat Subuh dan beranjak pergi
ketika seseorang mengenal wajah teman duduknya, dan beliau membaca enam puluh
sampai seratus ayat (dalam shalat Subuh).”
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari terdapat dalam al-Jami' as-Sahih li Al-
Bukhari kitab Waktu-Waktu Shalat bab Waktu Shalat Ashar. Sedangkan hadits yang
diriwayatkan oleh Imam Muslim terdapat pada al-Jami' as-Sahih li Muslim kitab Masjid dan
Tempat-Tempat Shalat bab Disunahkannya Bersegera dalam Melaksanakan Shalat Subuh di
Awal Waktu. Status hadits ini adalah sahih karena telah memenuhi lima syarat hadits sahih
di antaranya adalah ittishalu as-sanadi (bersambungnya sanad), ‘adalatu ar-ruwah (rawinya
adil), dlabthu ar-ruwah (rawinya kuat hafalan dan dokumentasinya).
Hadits 10
Membaca surah Ar-Rum
a. Hadits Riwayat An-Nasa'iِ
َْخْبَرَنَا مُحَمَّد ُ بْن ُ بَشَّار ٍ قَال َ حَدَّثَنَا عَبْد ُ الرَّحْمَن ِ قَال َ َنْبََنَا سُفْيَان ُ عَن ْ عَبْد ِ الْمَلِك ِ بْن
عُمَيْر ٍ عَن ْ شَبِيب ٍ َبِي رَوْح ٍ عَن ْ رَجُل ٍ مِن ْ َصْحَاب ِ النَّبِي ِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ عَن
َالنَّبِي ِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ َنَّه ُ صَلَّى صَلَاة َ الصُّبْح ِ فَقَرَ َ الرُّوم َ فَالْتَبَس َ عَلَيْه ِ فَلَمَّا
َصَلَّى قَال َ مَا بَال ُ َقْوَام ٍ يُصَلُّون َ مَعَنَا ل َا يُحْسِنُون َ الطُّهُور َ ف َ ِنَّمَا يَلْبِس ُ عَلَيْنَا الْقُرْآن
ُولɄَِك
Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Basyar dia berkata, telah menceritakan
kepada kami Abdurrahman dia berkata, telah memberitakan kepada kami Sufyan dari
Abdul Malik bin Umair dari Syabib Abu Rauh dari salah seorang sahabat Rasulullah saw,
dari Nabi saw, bahwa beliau saw. pernah shalat Subuh dengan membaca surah Ar-Rum, lalu
bacaan beliau bercampur dengan lainnya. Setelah selesai shalat beliau bersabda,
“Bagaimana keadaan orang-orang yang shalat tanpa bersuci dengan baik? Bacaan Al-Qur'an
kita menjadi kacau karena mereka.”
b. Hadits Riwayat Ahmad
ِحَدَّثَنَا ِسْحَاق ُ بْن ُ يُوسُف َ عَن ْ شَرِيك ٍ عَن ْ عَبْد ِ الْمَلِك ِ بْن ِ عُمَيْر ٍ عَن ْ َبِي رَوْح ٍ الْكَلَاعِيِّ
َقَال َ صَلَّى بِنَا رَسُول ُ اЦ َِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ صَلَاة ً فَقَرَ َ فِيهَا بِسُورَة ِ الرُّوم
ٍفَلَبَس َ عَلَيْه ِ بَعْضُهَا قَال َِنَّمَا لَبَّس َ عَلَيْنَا الشَّيْطَان ُ الْقِرَاءَة َ مِن ْ َجْل ِ َقْوَام ٍ يَْتُون
ٍالصَّلَاة َ بِغَيْر ِ وُضُوء ٍ ف َ ِذَا َتَيْتُم ُ الصَّلَاة َ فََحْسِنُوا الْوُضُوء َ حَدَّثَنَا مُحَمَّد ُ بْن ُ جَعْفَر
حَدَّثَنَا شُعْبَة ُ عَن ْ عَبْد ِ الْمَلِك ِ بْن ِ عُمَيْر ٍ قَال َ سَمِعْت ُ شَبِيبًا َبَا رَوْح ٍ يُحَدِّث ُ عَن ْ رَجُل
ُمِن ْ َصْحَاب ِ النَّبِي ِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ عَن ْ النَّبِي ِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ َنَّه ُ صَلَّى
الصُّبْح َ فَقَرَ َ فِيهَا الرُّوم َ فََوْهَم َ فَذَكَرَه
Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Yunus dari Syarik dari Abdul Malik bin ‘Umair
dari Abu Rauh Al-Kalla'i berkata, Rasulullah saw shalat bersama kami, membaca surah Ar-
Rum. Beliau mengalami kebingungan pada sebagian surah yang dibaca, dan bersabda, “Yang
membuat kita bingung pada waktu membaca surah dalam shalat adalah setan, disebabkan
kaum yang mendirikan shalat tanpa berwudhu. Jika kalian mendatangi shalat, perbaguslah
wudu.” Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far, telah menceritakan kepada
kami Syu'bah dari Abdul Malik bin ‘Umair berkata, saya telah mendengar Syabib, Abu Rauh
menceritakan dari salah seorang sahabat Nabi saw., dari Nabi saw, beliau shalat Subuh,
membaca surah Ar-Rum, lalu beliau mengalami kebingungan, lalu dia menyebutkan secara
lengkap.
Hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasa'i terdapat dalam Sunan an-Nasa'i kitab Iftitah bab
Membaca Ketika Subuh dengan Al-Falaq dan An-Nas. Hadits ini memiliki sanad yang
bersambung dan tidak ada penilaian cacat pada rawi di setiap tingkatannya. Namun,
memiliki masalah yang sama dengan beberapa hadits yang sebelumnya yaitu adanya
kemajhulan rawi pada tingkatan sahabat, di mana Syabib bin Abu Rauh meriwayatkan dari
seseorang yang tidak diketahui nama dan identitasnya.
Dalam jalur lain yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang terdapat dalam Musnad Ahmad
bin Hanbal kitab Musnad Penduduk Makkah bab Hadits Abu Rauh Al-Kila'i ra memiliki dua
jalur periwayatan. Jalur pertama tidak ditemukan penilaian cacat pada rawi oleh ulama jarh
wa ta'dil, sedangkan pada jalur kedua diketahui ada rawi yang majhul pada tingkatan
sahabat sebagaimana halnya hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasa'i. Karena adanya
kesamaan masalah hadits dengan beberapa hadits sebelumnya mengenai kemajhulan rawi
pada tingkatan sahabat, maka dapat diambil kesimpulan bahwa hadits ini termasuk dalam
kategori hadits sahih karena telah memenuhi lima syarat hadits sahih.
Hadits 11
Membaca surah Qaf dan Yaasiin
Hadits Riwayat Ahmad
ِحَدَّثَنَا يُونُسُ، حَدَّثَنَا َبُو عَوَانَةَ، عَن ْ سِمَاك ِ بْن ِ حَرْبٍ، عَن ْ رَجُل ٍ مِن ْ َهْل ِ الْمَدِينَةِ، َنَّهُ
ِصَلَّى خَلْف َ النَّبِي ِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّمَ، فَسَمِعَه ُ يَقْرَ ُ فِي صَلَاة ِ الْفَجْر ِ ق وَالْقُرْآن
الْمَجِيد ِ و َ يس وَالْقُرْآن ِ الْحَكِيم
Telah menceritakan kepada kami Yunus, telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari
Simak bin Harb dari seorang laki-laki penduduk Madinah dia shalat di belakang Nabi saw.
lalu dia mendengar beliau membaca surah Qaf dan surah Ya Sin dalam shalat fajar.
Hadits ini terdapat dalam Musnad Ahmad bin Hanbal kitab Musnad Penduduk Madinah bab
Hadits Seorang Laki-Laki dari Penduduk Madinah dari Nabi. Kami tidak menemukan hadits
lain yang setema dengan jalur yang berbeda. Hadits ini memiliki sanad yang bersambung
(ittishalu as-sanadi) serta tidak terdapat ‘illah dan syadz. Permasalahan hadits ini sama
dengan hadits yang ke-2 yaitu dalam sanadnya diketahui ada rawi yang bernama Simak bin
Harb yang mendapatkan penilaian adil dan penilaian cacat dan penilaian cacatnya tidak
sampai pada derajat daif karena ia juga mendapatkan penilaian adil, sehingga dapat
disimpulkan bahwa hadits ini termasuk kategori hadits hasan.
Hadits 12
Membaca surah Al-Mukminun
Hadits Riwayat Muslim
ُوَحَدَّثَنَا هَارُون ُ بْن ُ عَبْد ِ اЦ َِّ حَدَّثَنَا حَجَّاج ُ بْن ُ مُحَمَّد ٍ عَن ْ ابْن ِ جُرَيْج ٍ قَال َ ح وَحَدَّثَنِي
ِمُحَمَّد ُ بْن ُ رَافِع ٍ وَتَقَارَبَا فِي اللَّفْظ ِ حَدَّثَنَا عَبْد ُ الرَّزَّاق ِ َخْبَرَنَا ابْن ُ جُرَيْج ٍ قَال َ سَمِعْت
ُّمُحَمَّد َ بْن َ عَبَّاد ِ بْن ِ جَعْفَر ٍ يَقُول ُ َخْبَرَنِي َبُو سَلَمَة َ بْن ُ سُفْيَان َ وَعَبْد ُ اЦ َِّ بْن ُ عَمْرِو بْن
ُالْعَاص ِ وَعَبْد ُ اЦ َِّ بْن ُ الْمُسَيَّب ِ الْعَابِدِي ُّ عَن ْ عَبْد ِ اЦ َِّ بْن ِ السَّاɅِب ِ قَال َ صَلَّى لَنَا النَّبِي
َصَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ الصُّبْح َ بِمَكَّة َ فَاسْتَفْتَح َ سُورَة َ الْمȡُْمِنِين َ حَتَّى جَاء َ ذِكْر
مُوسَى وَهَارُون َ َو ْ ذِكْر ُ عِيسَى َخَذَت ِ النَّبِي َّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ سَعْلَة ٌ فَرَكَع
ِوَعَبْد ُ اЦ َِّ بْن ُ السَّاɅِب ِ حَاضِر ٌ ذَلِك َ وَفِي حَدِيث ِ عَبْد ِ الرَّزَّاق ِ فَحَذَف َ فَرَكَع َ وَفِي
حَدِيثِه ِ وَعَبْد ُ اЦ َِّ بْن ُ عَمْرٍو وَلَم ْ يَقُل ِ ابْن َ الْعَاص
Telah menceritakan kepada kami Harun bin Abdullah, telah menceritakan kepada kami
Hajjaj bin Muhammad dari Ibnu Juraij dia berkata, --lewat jalur periwayatan lain— dan
telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi' dan keduanya berdekatan dalam lafaz
tersebut, telah menceritakan kepada kami Abdurrazzag, telah mengabarkan kepada kami
Ibnu Juraij dia berkata, saya mendengar Muhammad bin ‘Abbad bin Ja'far berkata, telah
mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin Sufyan dan Abdullah bin Amru bin Al-‘Ash serta
Abdullah bin Al-Musayyab Al-‘Abidi dari Abdullah bin As-Saib dia berkata, “Nabi saw shalat
Subuh mengimami kami di Makkah, lalu beliau membukanya dengan membaca surah Al-
Mukminin (Qad aflahal-mukminun) hingga sampai pada penyebutan Musa dan Harun atau
penyebutan Isa, -Muhammad bin Abbd ragu-ragu atau mereka berselisih padanya- maka
mulailah Nabi saw. suaranya serak, lalu beliau rukuk.” Abdullah bin As-Sa'ib hadir pada
peristiwa tersebut. Dalam hadits Abdurrazzag, “Lalu beliau menghentikan bacaannya, lalu
rukuk.” Sedangkan dalam haditsnya, “Abdullah bin Amru, dan bukan Ibnu Al-Ash.
Hadits ini terdapat dalam al-Jami’ as-Sahih li Muslim kitab Shalat bab Bacaan dalam Shalat
Subuh. Status hadits ini adalah sahih karena telah memenuhi lima syarat hadits sahih yaitu
ittishalu as-sanadi (bersambungnya sanad), ‘adalatu ar-ruwah (rawinya adil), dlabthu ar-
ruwah (rawinya kuat hafalan dan dokumentasinya), ‘adamu asy-syudzudz (tidak
bertentangan dengan hadits yang lebih kuat), dan ‘adamu al-‘illah (tidak ada kecacatan).
Hadits 13
Membaca surah Ash-Shaffat
Hadits Riwayat Ahmad bin Hanbal:ِ
َُّحَدَّثَنَا حَمَّاد ُ بْن ُ خَالِد ٍ عَن ْ ابْن ِ َبِي ذɅِْب ٍ وَيَزِيد ُ قَال َ َنْبََنَا ابْن ُ َبِي ذɅِْب ٍ عَن ْ الْحَارِث
ِبْن ِ عَبْد ِ الرَّحْمَن ِ عَن ْ سَالِم ِ بْن ِ عَبْد ِ اЦ َِّ عَن ْ َبِيه ِ قَال َِن ْ كَان َ رَسُول ُ اЦ َِّ صَلَّى اЦ
عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ لَيَْمُرُنَا بِالتَّخْفِيف ِ و َ ِن ْ كَان َ لَيȡَُمُّنَا بِالصَّافَّات ِ قَال َ يَزِيد ُ فِي الصُّبْح
Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Khalid dari Ibnu Abu Dzi'b, dan Yazid
berkata, telah memberitakan kepada kami Al-Haris bin Abdurrahman dari Salim bin
Abdullah dari ayahnya ia berkata, “Rasulullah saw memerintahkan kami untuk
meringankan bacaan, meskipun beliau mengimami kami dengan membaca surah Ash-
Shaffat.” Yazid berkata, “Yakni dalam shalat Subuh.”
Hadits ini terdapat dalam Musnad Ahmad bin Hanbal kitab Musnad Sahabat yang Banyak
Meriwayatkan Hadits bab Musnad Abdullah bin ‘Umar bin Al-Khattab ra. Kami belum
menemukan hadits lain yang setema dengan jalur yang berbeda. Dalam sanad hadits ini
tidak ditemukan adanya keterputusan sanad dan penilaian cacat terhadap rawi dari ulama
jarh wa ta'dil. Sehingga hadits ini termasuk kategori hadits sahih karena telah memenuhi
kelima syarat hadits sahih yaitu ittishalu as-sanadi (bersambungnya sanad), ‘adalatu ar-
ruwah (keadilan rawi), dlabthu ar-ruwah (rawinya kuat hafalan dan dokumentasinya),
‘adamu asy-syudzudz (tidak bertentangan dengan hadits yang lebih kuat), dan ‘adamu
al-‘illah (tidak ada kecacatan).
Hadits 14
Membaca surah As-Sajadah dan Al-Insan
Hadits Riwayat Muslim:
حَدَّثَنِي زُهَيْر ُ بْن ُ حَرْب ٍ حَدَّثَنَا وَكِيع ٌ عَن ْ سُفْيَان َ عَن ْ سَعْد ِ بْن ِِبْرَاهِيم َ عَن ْ عَبْدِ
الرَّحْمَن ِ الْ َعْرَج ِ عَن ْ َبِي هُرَيْرَة َ عَن ْ النَّبِي ِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ َنَّه ُ كَان َ يَقْرَ ُ فِي
الْفَجْر ِ يَوْم َ الْجُمُعَة ِ الم تَنْزِيل ُ وَهَل ْ َتَى
Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Waki'
dari Sufyan dari Sa’d bin Ibrahim dari Abdurrahman bin Al-A’raj dari Abu Hurairah dari
Nabi saw, bahwa biasanya Nabi saw dalam shalat Subuh pada hari Jum’at, beliau membaca,
“Alif laam miim tanziil” (surah As-Sajdah) dan “hal ataa” (surah Al-Insan).
Hadits ini terdapat dalam al-Jami’ as-Sahih li Muslim kitab Jum’at bab Bacaan pada Hari
Jum’at. Status hadits ini adalah sahih karena telah memenuhi lima syarat yaitu ittishalu as-
sanadi (bersambungnya sanad), ‘adalatu ar-ruwah (keadilan rawi), dlabthu ar-ruwah
(rawinya kuat hafalan dan dokumentasinya), ‘adamu asy-syudzudz (tidak bertentangan
dengan hadits yang lebih kuat), dan ‘adamu al-‘illah (tidak ada kecacatan).
Hadits 15
Memanjangkan bacaan pada rakaat yang pertama dan memendekkan bacaan pada rakaat
yang kedua
a. Hadits Riwayat Al-Bukhariْ
ِحَدَّثَنَا َبُو نُعَيْم ٍ حَدَّثَنَا هِشَام ٌ عَن ْ يَحْيَى بْن ِ َبِي كَثِير ٍ عَن ْ عَبْد ِ اЦ َِّ بْن ِ َبِي قَتَادَة َ عَن
َِبِيه ِ َن َّ النَّبِي َّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ كَان َ يُطَوِّل ُ فِي الرَّكْعَة ِ الْ ُولَى مِن ْ صَلَاة ِ الظُّهْر
وَيَقْصُر ُ فِي الثَّانِيَة ِ وَيَفْعَل ُ ذَلِك َ فِي صَلَاة ِ الصُّبْح
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim, telah menceritakan kepada kami Hisyam dari
Yahya bin Abu Katsir dari ‘Abdullah bin Abu Qatadah dari Bapaknya, bahwa Nabi saw.
dalam shalat Dzuhur memanjangkan bacaan pada rakaat pertama dan memendekkannya
pada rakaat kedua. Beliau lakukan pula seperti itu pada shalat Subuh.”
b. Hadits Riwayat Muslim
َوَحَدَّثَنَا مُحَمَّد ُ بْن ُ الْمُثَنَّى الْعَنَزِي ُّ حَدَّثَنَا ابْن ُ َبِي عَدِي ٍّ عَن ْ الْحَجَّاج ِ يَعْنِي الصَّوَّافَ
عَن ْ يَحْيَى وَهُو َ ابْن ُ َبِي كَثِير ٍ عَن ْ عَبْد ِ اЦ َِّ بْن ِ َبِي قَتَادَة َ وََبِي سَلَمَة َ عَن ْ َبِي قَتَادَة
ُقَال َ كَان َ رَسُول ُ اЦ َِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ يُصَلِّي بِنَا فَيَقْرَ ُ فِي الظُّهْر ِ وَالْعَصْر ِ فِي
ِالرَّكْعَتَيْن ِ الْ ُولَيَيْن ِ بِفَاتِحَة ِ الْكِتَاب ِ وَسُورَتَيْن ِ وَيُسْمِعُنَا الْآيَة َ َحْيَانًا وَكَان َ يُطَوِّل
الرَّكْعَة َ الْ ُولَى مِن ْ الظُّهْر ِ وَيُقَصِّر ُ الثَّانِيَة َ وَكَذَلِك َ فِي الصُّبْح
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Mutsanna Al-Anazi, telah
menceritakan kepada kami Ibnu Abi Adi dari Al-Hajjaj, yaitu Ash-Shawwaf dari Yahya, yaitu
Ibnu Abi Katsir dari Abdullah bin Abi Qatadah dan Abu Salamah dari Abu Qatadah dia
berkata, “Dahulu Rasulullah shalat bersama kami (sebagai imam), lalu membaca Al-Fatihah
dan dua surah dalam shalat Dzuhur dan Ashar pada dua rakaat yang pertama. Terkadang
beliau memperdengarkan (bacaan) ayat. Beliau memanjangkan rakaat pertama dari shalat
Dzuhur dan memendekkan yang kedua. Demikian juga dalam shalat Subuh.
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari di atas terdapat dalam al-Jami’ as-Sahih li
Al-Bukhari kitab Azan bab Memanjangkan Bacaan Surah pada Rakaat Pertama. Sedangkan
hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim terdapat dalam al-Jami’ as-Sahih li Muslim
kitab Shalat bab Bacaan dalam Shalat Dzuhur dan Ashar. Status kedua hadits di atas adalah
sahih karena telah memenuhi lima syarat hadits sahih yaitu ittishalu as-sanadi
(bersambungnya sanad), ‘adalatu ar-ruwah (rawinya adil), dlabthu ar-ruwah (rawinya kuat
hafalan dan dokumentasinya), ‘adamu asy-syudzudz (tidak bertentangan dengan hadits
yang lebih kuat), dan ‘adamu ‘illah (tidak ada kecacatan).
Demikian penjelasan mengenai kualitas kesahihan 15 hadits yang Bapak tanyakan. Sebagai
kesimpulan, kami akan merincikannya dalam bentuk tabel sebagai berikut:
Hadis ke- | Kualitas
Hadis ke-1 | Hasan
Hadis ke-2 | Daif
Hadis ke-3 | Sahih
Hadis ke-4 | Sahih
Hadis ke-5 | Sahih
Hadis ke-6 | Sahih
Hadis ke-7 | Hasan
Hadis ke-8 | Sahih
Hadis ke-9 | Sahih
Hadis ke-10 | Sahih
Hadis ke-11 | Daif
Hadis ke-12 | Sahih
Hadis ke-13 | Sahih
Hadis ke-14 | Sahih
Hadis ke-15 | Sahih
Dalam Ilmu Hadits, hadits sahih dan hasan termasuk kategori hadits maqbul yaitu hadits
yang diterima, dapat diamalkan dan dapat dijadikan sebagai hujah. Sedangkan hadits daif ia
termasuk kategori hadits mardud yang berarti tertolak dan tidak dapat diamalkan, ia dapat
diamalkan apabila banyak jalur periwayatannya, terdapat qarinah yang menunjukkan
keotentikannya dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan hadits sahih.
Menyikapi hal ini dan keterkaitannya dengan hadits yang Bapak tanyakan, bukan berarti
surah Al-Waqi’ah tidak boleh dibaca dalam shalat Subuh karena adanya periwayatan hadits
daif (hadits ke-2). Membaca surah Al-Waqi’ah tetap dibolehkan akan tetapi tidak boleh
menjadikan hadits daif ini sebagai hujjah. Berdasarkan perintah umum yang telah Allah
jelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Muzammil ayat 20:ِ
فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّر َ مِن َ الْقُرْآن
“Bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Qur’an”,
Potongan ayat di atas menunjukkan bahwa umat Islam bebas untuk memilih ayat manapun
dari Al-Qur’an yang dipandang mudah untuk dibaca sesuai dengan kemampuan masing-
masing.
Demikian jawaban atas pertanyaan Bapak, semoga bermanfaat dan mencerahkan.
Wallahu ‘alam bish-shawwab.

