putusan
Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 22 16 30 November Bacaan dalam Shalat Jenazah
BACAAN DALAM SHALAT JENAZAH
Pertanyaan:
Assalamu 'alaikum wr wb.
Saya mau bertanya pak. Kalau bacaan shalat jenazah biasanya rakaat pertama saya
memakai bacaan Al-Fatihah dan shalawat, rakaat kedua bacaan Allahummaghfir lahu,
rakaat ketiga bacaan Allahummagfir li hayyina, dan rakaat keempat Allahumma la
tahrimna, lalu salam. Tetapi sebagian orang pada rakaat pertama memakai bacaan Al-
Fatihah, rakaat kedua shalawat. Mana yang biasa dilaksanakan Muhammadiyah? Terima
kasih atas perhatian dan jawabannya.
Wassalamu 'alaikum wr wb.
Pertanyaan dari Aliamin Tanjung, melalui halaman fb Majelis Tarjih dan Tajdid, 18 April
2024
(Disidangkan pada Jumat, 20 Syakban 1445 H/1 Maret 2024 M)
Jawaban:
Wa 'alaikumus salam wr wb.
Terima kasih atas kepercayaan yang telah Bapak berikan kepada kami untuk menjawab
pertanyaan yang bapak ajukan. Perlu kami perjelas terlebih dahulu bahwa yang dimaksud
rakaat pertama, kedua, ketiga dan keempat pada pertanyaan bapak adalah takbir pertama,
kedua, ketiga dan keempat, karena dalam pelaksanaan shalat jenazah yang ada adalah
empat kali takbir, bukan empat rakaat.
Selanjutnya, perlu diketahui bahwa menurut pemahaman Muhammadiyah, dalam ibadah,
terdapat beberapa variasi pelaksanaan cara beribadah (tanawwu'), seperti bacaan iftitah,
doa rukuk, doa sujud, dan termasuk pula bacaan shalat jenazah. Shalat jenazah adalah
termasuk ibadah mahdah yang kaifiatnya harus dilaksanakan sesuai dengan tuntunannya.
Menurut Putusan Tarjih Muhammadiyah, shalat jenazah dapat dilaksanakan dengan
menggunakan dua versi bacaan doa. Penjelasan mengenai hal tersebut dapat dilihat dalam
buku Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Jilid 3.
Berikut ini dua versi bacaan shalat jenazah menurut Putusan Tarjih tersebut:
Versi Pertama
- Setelah takbir pertama dibaca surah al-Fatihah dan bacaan shalawat,
)3( ِ الرَّحْمَٰن ِ الرَّحِيم )2( َ الْحَمْد ُ Ц َِِّ رَب ِّ الْعَالَمِين )1( ِ بِسْم ِ اЦ َِّ الرَّحْمَٰن ِ الرَّحِيم
)6( َ اهْدِنَا الصِّرَاط َ الْمُسْتَقِيم )5( ُ ِيَّاك َ نَعْبُد ُ و َ ِيَّاك َ نَسْتَعِين )4( ِ َمَالِك ِ يَوْم ِ الدِّين
آمِين )7( َ ْصِرَاط َ الَّذِين َ َنْعَمْت َ عَلَيْهِم ْ غَيْر ِ الْمَغْضُوب ِ عَلَيْهِم ْ وَل َا الضَّالِّين
ٌاللَّهُم َّ صَل ِّ عَلَى مُحَمَّد ٍ وَعَلَى آل ِ مُحَمَّد ٍ كَمَا صَلَّيْت َ عَلَى ِبْرَاهِيم َ وَآل ِِبْرَاهِيم َ وَبَارِك
عَلَى مُحَمَّد ٍ وَآل ِ مُحَمَّد ٍ كَمَا بَارَكْت َ عَلَى ِبْرَاهِيم َ وَآل ِِبْرَاهِيم َِنَّك َ حَمِيد ٌ مَجِيد
- Setelah takbir kedua membaca doa pertama,ٍ
اللَّهُم َّ اغْفِر ْ لَه ُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِه ِ وَاعْف ُ عَنْه ُ وََكْرِم ْ نُزُلَهُ، وَوَسِّع ْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْه ُ بِمَاء
ِوَثَلْج ٍ وَبَرَدٍ، وَنَقِّه ِ مِن َ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْب ُ الْ َبْيَض ُ مِن َ الدَّنَسِ، وََبْدِلْه ُ دَارًا
ِخَيْرًا مِن ْ دَارِهِ، وََهْل ًا خَيْرًا مِن ْ َهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِن ْ زَوْجِهِ، وَقِه ِ فِتْنَة َ الْقَبْر
وَعَذَاب َ النَّار - Setelah takbir ketiga membaca doa kedua,َّ
اللَّهُم َّ اغْفِر ْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَاɅِبِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَُنْثَانَا، اللَّهُم
َا
ُمَن ْ َحْيَيْتَه ُ مِنَّا فََحْيِه ِ عَلَى الْ ِسْلَامِ، وَمَن ْ تَوَفَّيْتَه ُ مِنَّا فَتَوَفَّه ُ عَلَى الْ ِيمَانِ، اللَّهُم َّ ل
تَحْرِمْنَا َجْرَه ُ وَل َا تُضِلَّنَا بَعْدَه - Setelah takbir keempat salam,
Versi Kedua - Setelah takbir pertama dibaca surah Al-Fatihah.
- Setelah takbir kedua dibaca bacaan shalawat.
- Setelah takbir ketiga dibaca doa pertama.
- Setelah takbir keempat dibaca doa kedua, kemudian salam.
Perbedaan kedua versi di atas adalah, pada versi pertama, surah Al-Fatihah dan bacaan
shalawat dibaca berurutan setelah takbir pertama, lalu pada takbir keempat setelah takbir
langsung salam. Sementara pada versi kedua, surah Al-Fatihah dibaca setelah takbir
pertama dan bacaan shalawat dibaca setelah takbir kedua, kemudian pada takbir keempat
dibaca doa kedua lalu salam.
Kedua versi ini digunakan oleh Muhammadiyah dalam pelaksanaan shalat jenazah,
sebagaimana tercantum dalam HPT Jilid 3. Adapun bacaan-bacaan shalat jenazah tertera
pada HPT Jilid 1 Kitab Jenazah.
Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat dan mencerahkan.
Wallahu a'lam bish-shawab.

