putusan
Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 22 16 30 November Doa Iftitah dalam Shalat Idul Fitri
DOA IFTITAH DALAM SHALAT IDUL FITRI
Pertanyaan:
Assalamu 'alaikum wr wb.
Izin bertanya pada admin, dalam shalat Idul Fitri apakah membaca doa iftitah atau tidak ya?
Jazakumullah atas jawabannya.
Wassalamu 'alaikum wr wb.
Pertanyaan dari Akun Facebook Wahjo Poerbo Boewono, melalui Fanpage Facebook Majelis
Tarjih dan Tajdid, 8 September 2021
(Disidangkan pada Jumat, 9 Dzulkaidah 1445 H/17 Mei 2024 M)
Jawaban:
Wa 'alaikumussalam wr wb.
Terima kasih kami ucapkan kepada Saudara atas pertanyaan yang telah disampaikan.
Semoga saudara selalu dalam lindungan Allah SwT.
Terkait pertanyaan yang Saudara sampaikan, telah ada fatwa dengan pembahasan serupa
yang dimuat dalam rubrik Tanya Jawab Agama Majalah Suara Muhammadiyah nomor 14
tahun 2013. Dalam fatwa tersebut dinyatakan kesimpulan bahwa doa iftitah disyariatkan
untuk dibaca baik pada shalat wajib maupun shalat sunah, termasuk shalat Idul Fitri dan
Idul Adha. Merujuk pada fatwa di atas, kami akan menjawab pertanyaan dari Saudara
tersebut.
Shalat Idul Fitri adalah shalat sunah yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Syawal, seusai umat
Islam menunaikan ibadah puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Shalat Idul Fitri
termasuk ibadah mahdah yang waktu dan tata caranya telah ditentukan. Dengan demikian,
pelaksanaan shalat Idul Fitri harus sesuai dengan tuntunan dari Rasulullah saw,
sebagaimana disebutkan dalam kaidah ibadah mahdah,ُ
الْ َصْل ُ فِإي الْعِإبَادَة ِإ الْحَظْرُ، فَل َا يُشْرَع ُ مِإنْهَا ِإل هَّللا مَا شَرَعَه ُ اЦ هَّللُ وَرَسُولُه
Hukum asal ibadah adalah dilarang, kecuali apa yang telah disyariatkan Allah dan Rasul-
Nya (Abdurrahman bin Nasir As-Sa'di, dalam al-Qawa'id wa al-Ushul al-Jami'ah wa al-Furuq
wa al-Taqasim al-Badi'ah al-Nafi'ah, 2001)
Dasar pelaksanaan shalat idulfitri, terdapat dalam hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan
oleh Anas ra,
َعَن ْ َبِإي سَعِإيد ٍ الْخُدْرِإي ِّ قَال َ كَان َ رَسُول ُ اЦ هَّللِإ صَلهَّللى اЦ هَّللُ عَلَيْه ِإ وَسَلهَّللم َ يَخْرُج ُ يَوْمَ
ُالْفِإطْر ِإ وَالْ َضْحَى ِإلَى الْمُصَلهَّللى فََوهَّللل ُ شَيْء ٍ يَبْدَ ُ بِإه ِإ الصهَّلللَاة ُ ثُم هَّلل يَنْصَرِإف ُ فَيَقُوم ُ مُقَابِإل
النهَّللاس ِإ وَالنهَّللاس ُ جُلُوس ٌ عَلَى صُفُوفِإهِإم ْ فَيَعِإظُهُم ْ وَيُوصِإيهِإم ْ وَيَْمُرُهُم ْ ف َ ِإن ْ كَان َ يُرِإيد
]رواه البخاري[ ُ َن ْ يَقْطَع َ بَعْثًا قَطَعَه ُ َو ْ يَْمُر ُ بِإشَيْء ٍ َمَر َ بِإه ِإ ثُم هَّلل يَنْصَرِإف
Dari Abu Sa'id al-Khudri ra (diriwayatkan) ia berkata: Rasulullah saw, keluar ke lapangan
tempat shalat (mushalla) pada hari Idul Fitri dan Idul Adha, lalu hal pertama yang
dilakukannya adalah shalat, kemudian ia bangkit dan berdiri menghadap jamaah,
sementara jamaah tetap duduk pada saf masing-masing, lalu Rasulullah menyampaikan
wejangan, pesan, dan beberapa perintah (HR Al-Bukhari).
Sementara itu, membaca doa iftitah dalam shalat hukumnya sunah, termasuk di dalam
shalat Idul Fitri maupun Idul Adha, sebagaimana hadits riwayat Al-Bukhari berikut,ِإ
هَّللِإحَدهَّللثَنَا َبُو هُرَيْرَة َ قَال َ كَان َ رَسُول ُ اЦ هَّللِإ صَلهَّللى اЦ هَّللُ عَلَيْه ِإ وَسَلهَّللم َ يَسْكُت ُ بَيْن َ التهَّللكْبِإير
َوَبَيْن َ الْقِإرَاءَة ِإِإسْكَاتَة ً قَال َ َحْسِإبُه ُ قَال َ هُنَيهَّللة ً فَقُلْت ُ بِإَبِإي وَُمِّي يَا رَسُول َ اЦ
ُ ِإسْكَاتُك َ بَيْن َ التهَّللكْبِإير ِإ وَالْقِإرَاءَة ِإ مَا تَقُول ُ قَال َ َقُول ُ اللهَّللهُم هَّلل بَاعِإد ْ بَيْنِإي وَبَيْن َ خَطَايَاي
كَمَا بَاعَدْت َ بَيْن َ الْمَشْرِإق ِإ وَالْمَغْرِإب ِإ اللهَّللهُم هَّلل نَقِّنِإي مِإن َ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقهَّللى الثهَّللوْب ُ الْ َبْيَض
]رواه البخاري[ِإ مِإن َ الدهَّللنَس ِإ اللهَّللهُم هَّلل اغْسِإل ْ خَطَايَاي َ بِإالْمَاء ِإ وَالثهَّلللْج ِإ وَالْبَرَد
Telah menceritakan kepada kami Abu Hurairah (diriwayatkan) ia berkata: Rasulullah saw
diam antara takbir dan membaca Al-Fatihah. Ia (Abu Zur'ah) berkata: aku mengira Abu
Hurairah berkata, 'diam sebentar'. Lalu aku berkata: wahai Rasulullah, demi bapak dan
ibuku! Engkau berdiam antara takbir dan membaca Al-Fatihah. Apa yang engkau baca di
antaranya? Beliau bersabda, aku membaca (doa iftitah): Ya Allah, jauhkanlah diriku dengan
kesalahanku sebagaimana engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah bersihkanlah
diriku dari segala kesalahan sebagaimana bersihnya kain putih dari kotoran. Ya Allah
cucilah segala kesalahanku dengan air, salju dan embun" (HR Al-Bukhari).
Hadits di atas menjelaskan tentang bacaan iftitah yang dilakukan Rasulullah saw dalam
shalatnya. Namun di dalamnya tidak dijelaskan secara spesifik jenis shalat yang sedang
dilaksanakan oleh Rasulullah saw saat itu, sehingga hadits ini dapat diberlakukan secara
umum untuk seluruh jenis shalat, termasuk shalat Idul Fitri dan Idul Adha (Idain). Hal ini
selaras dengan kaidah fikih berikut ini,
ِإ ِإذَا وَرَد َ فِإي النهَّللص ِّ الشهَّللرْعِإي ِّ لَفْظ ٌ عَام ٌّ وَلَم ْ يَقُم ْ دَلِإيل ٌ عَلَى تَخْصِإيصِإهِإ، وَجَب َ عَلَى
عُمُومِإه
Apabila dalam nas syar'i ada lafal yang umum dan tidak ada satu dalil pun yang
mentakhsisnya, maka wajib membawa (mengamalkan) nas itu pada keumumannya (Abd Al-
Wahhab Khallaf, dalam Ilmu Ushul al-Fiqh, 2022).
Adapun mengenai kapan waktu membaca iftitah pada shalat Idul Fitri maupun Idul Adha,
kalimat dalam hadits di atas menyebutkan "engkau berdiam antara takbir dan membaca Al-
Fatihah, apa yang engkau baca di antaranya?". Jadi, waktu membaca doa iftitah adalah
antara takbiratulihram dan membaca Al-Fatihah. Namun, dalam shalat Idul Fitri dan Idul
Adha terdapat takbir zawaid (takbir tambahan), dan sejauh penelusuran kami tidak
ditemukan hadits lain yang menjelaskan kapan waktu membaca doa iftitah pada shalat Idul
Fitri dan Idul Adha. Oleh karena itu, doa iftitah dapat dibaca sebelum takbir zawaid atau
pun setelah takbir zawaid. Hal ini sejalan dengan pendapat jumhur ulama yang bersikap
tanawwu' pada masalah waktu membaca doa iftitah pada shalat id ini.
Demikian jawaban yang dapat kami berikan, semoga dapat menjawab pertanyaan yang
saudara ajukan. Semoga bermanfaat dan mencerahkan.
Wallahu a'lam bish-shawab.

