putusan
Tanya Jawab Agama 3 Masalah Al Quran dan Hadist
MASALAH AL-OUR'AN DAN HADIST
- Dalil al-Qur'an Sebagai Sumber Hukum
Tanya: Dalam HPT disebutkan, bahwa dasar mutlak untuk
berhukum dalam agama Islam adalah al-Qur'an dan al-Hadits, tetapi tidak
disebutkan dasar-dasar penetapan yang demikian. Agar hal ini mendapat
perhatian. (Salah satupenanya daripesertapenataranAMM Yogya Timur).
Jawab: Pertanyaan yang bagus, tandanya Anda membaca HPT dan
berpikir kritis. Rumusan keputusan merupakan hasil Muktamar khusus
yang berlangsung pada tahun 1954-1955 M, dalam rangka menjawab
“Pemasalahan lima” yang sejak tahun 1935 telah disebarluaskan untuk
ditanggapi oleh ulama di wilayah-wilayah dan karena adanya Perang Dunia
ke-II, baru tahun 1954-1955 itulah dapat diadakan Muktamar. Tentu saja
dalam Muktamar dibicarakan pula dalil-dalilnya, tetapi dalam perumusan
tidak disertakan. Untuk menemukan arsip makalah-makalah yang dahulu
diperbincangkan dirasa sulit. Untuk memenuhi permintaan Anda
barangkali baik di bawah ini beberapa ayat dan Hadits dapat disampaikan.
Di samping itu banyak ayat lain yang dapat ditelaah sendiri dalam al-Qur'an.
a. Diantara ayat yang menyebutkan agar dalam berhukum dalam
Agama Islam mendasarkan kepada al-Qur'an adalah ayat 105 surat an-Nisa
dan ayat 49-50 surat al-Maidah, setelah kita dapat memahami bahwa hukum
dalam Agama Islam hanyalah yang didasarkan atas hukum Allah (surat Al
An'aam ayat 57).
إن
AAA
LE
(الرنعام
:0ه
)
Artinya: Menetapkan hukum yaitu hanyalah hak Allah. (Allah)
menerangkan hal yang sebenarnya dan (Allah) Pemberi keputusanyangpaling baik.
3
NI
AAAمينليليك
)htdiw( eor iO eP TS254 FU
Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab (al-Our'an)
kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia
dengan apa yang Allah telah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi
penantang (orangyang tak bersalah) karena (membela) orang-orangyang berkhianat.
(Surat IV ayat 105).
Di samping kedua ayat yang ditulis di muka masih banyak ayat yang
dapat dijadikan dasar bahwa al-Qur'an sebagai sumber hukum Islam.
Seperti pada surat al-Maidah ayat 49 dan 50, surat al-An'aam ayat 155, surat
al-A'raaf ayat 3 dan masih banyak lagi.
nupadA stidaH gnay nakidajid rasad napatenep awhabna'ruQ-la.حا
iagabes rebmus mukuh aratna nial halai stidaH tayawir unbI hiawadraMnad
tayawir unbI.nabbiH
)
MIA
AN
LL
AE
ATA
Ia
ut
TS
AAN EN APA SA EK STAN AL AN
HANS ِ فَاَحِذْوْه
اِمَامَاوَكَايدًا.
[BL Coke:
Aa;
47497 2 4 3 TA w
anna)
SAI
heh
GUNS
Artinya: Dari Ali ra berkata: Rasulullah saw pernah bersabda:
“Hendaklah kamu sekalian (berpegang teguh) kepada al-Our'an, makajadikanlah ia
sebagai- pemuka dan penuntun, karena sesungguhnya ta, firman Allah semesta alam,
yang datang dari pada-Nya dan akan kembali kepada-Nya”. (Riwayat Ibnu
Mardawaih).
Riwayat Ibnu Hibban dart Jabir
Hr gnu ay o III AK Ae par gle e 7
دصلاللهعليه | ae Jb عَنْجَابريرضىاللهعنه
Mw 77 hes Je GE AIG NAZI Tee
ara
45
-7
شح
مسممح
ON
ans
os
OWI
Peda heh
KO
da
Kata
ar
LAKI
الثان
JS
aa
ومن
KAI أمامه
قاد
ه
إلى)
DariJabir ra berkata: Rasulullah sawpernah bersabda: “Al-Our'an ituyang
ditolong danyang diterima pertolongannya, dan pembelayang dibenarkan: barangsiapa
Jang menjadikan dia dimukanya ta menuntunnya ke syurga, dan barangsiapa yang
menjadikan di belakangnya ia menghalaunya ke neraka”. (Riwayat Ibnu Hibban).
c. Mengenai Hadits sebagai sumber hukum Islam juga terdapat
pada al-Qur'an. Al-Qur'an memerintahkan agar menaati Rasul-Nya, yakni
Nabi Muhammad saw, termasuk apa yang dibawanya, yakni as-Sunnah atau
Hadits. Hal ini antara lain dapat kita lihat pada ayat 31 surat Ali Imran, ayat
64 surat an-Nisa, surat al-Hasyr ayat 7 dan masih banyak lagi.
NA RU LAU 77 MOY a4 7 4 /
ERE LeSHGAS NYISN
(vi adr) MEI
Artinya: “Dan apa-apayang diberikan Rasul (Muhammad) kepada kamu
sekalian, maka hendaklah kamu mengambilnya, dan apa-apa yang dilarang kamu
mengerjakannya, maka hendaklah kamu menjauhinya, dan takutlah kamu kepada
Allah, karena on Allah itu sangat keras siksa-Nya”. (Al-Hasyr ayat 7).
“1 ١ وو7 م 7S Glow ga 2D لتم 7) 1%
PAN البعووهكُم MRS OP
٠
ره
(ws
so
FS)
fo
LEDs
| م
Ses
190
لحم
Artinya: “Katakanlah (Muhammad): Jika kamu sekalian cinta kepada
Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah cinta kepada kamu, dan mengampuni dosa-
dosa kamu, dan Allah itu Pengampun, Penyayang”. (Ali Imran ayat 31).
Surat An-Nisa ayat 64
AINAM ,ASونالل(ضاء:ة)
Artinya: “Dan Kami (Allah) tidak mengutus seorang pun dari Rasul
melainkan untuk ditaati dengan izin Allah”.
d. Dari Hadits sendiri kita dapati riwayat Bukhari dan Muslim dari
Abu Hurairah yang menerangkan bahwa menaati Rasulullah pada
hakikatnya mentaati pula pada Allah. Ini berarti kita harus menjadikan
Hadits sebagai sumber hukum dalam rangka ketaatan kita kepada Allah.
Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah.
LASGS IE LNGTAG
) NC7 9/7 At ad AA 9
AW ZEAES WESومن UTANG KELAPA KA AG
١ وابرماره Am rg WK 2رو2)
Artinya:Dari Abi Hurairah ra berkata: Rasulullah saw pernah bersaba
“Barangsiapa telah mentaati aku, maka sesungguhnya ia telah mentaati Allah, dan
barangsiapa mendurbakai aku, maka sesungguhnya ia telah mendurbakai Allah”.
(Riwayat Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah).
e. Sebagai penguat dan pelengkap di bawah ini kiranya baik juga
disebutkan beberapa ayat maupun Hadits yang menyebutkan kewajiban
kita untuk menjadikan al-Qur'an dan as-Sunnah atau Hadits sebagai
sumber hukum Islam.
- Surat al-Anfal ayat 20:
—7t- PENSYAN IAKAAOA!
ys ) مم da"
مسمعون
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman taatlah kamu sekalian kepada
Allah dan kepada Rasul-Nya, dan jangan kamu berpaling daripada-Nya, padahal
kamu sekalian mendengar”. - Surat Muhammadon 33:
15 37 LA 122 4s 7 ere “KA,
- vy 48 )
Artinya: “Hai orang-orangyang beriman! Taatlah kamu sekalian kepada
Allah dan taatlah kamu sekalian kepada Rasul, dan janganlah kamu sekalian
merusakkan amal-amal kebaikan kamu”.
- Surat an-Nur ayat 54:
Se
A, 7
TEGAL GSOPINI
DIMay paseAAN VASEAZ miles
(ost
wy)
eel
AC
rant
Artinya: “Katakanlah (Muhammad): Taatlah kamu cs kepada
Allah dan taatlah kamu sekalian kepada Rasul,jika kamu sekalian berpaling, maka
bahwasanya atasnya (Rasul) itu apa-apa yang dipikul dan atas kamu sekalian apa-
apayang dipikul: danjika kamu mentaatinya, pasti kamu mendapatpetunjuk. Dan
tidaklah atas Rasul itu, melainkan menyampaikanpesanyang nyata”.
4. Suratal-Anfalayat 1
71 IIA yp yATi7
VJ) مول OA MN ab
Artinya: “Dan taatlah kamu sekalian kepada Allah dan kepada Rasul-
Nya,jika kamu orang-orangyang beriman”.
5. “wayat Al Hakim dari Abu Hurairah
40aaniَ مَمَعَنْهُكَالWA AN
SEBY. is ,7 حمبرعي 2 CBE: AcLA
"tf, 7 ka (KALA AI
fosay) pons405OCB5 الدعArtinya:Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw pernah bersabda:
“Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang tidak akan sesat
kamu dengan keduanya, yaitu Kitab Allah dan Sunnahku, dan kedua-duanya tidak
akan berpisah sehingga kedua-duanya datang kepadaku -kelak- di telaga”. (Riwayat
Al Hakim).
6. Riwayat Al-Hakim dari Ibnu 'Abbas
(4 7,ASSAY i FA PahaWAG aiالله YonOne Aas
2 TN
Adi 7274
. سنكرسو NK HARAPaa
"”.
Le EN TN AN Ank TA
eit. wa ee
2s ديعاسوى WO Ge
4
7
az
(Eni 35 33)000apain
AKAL
sah
|
LE
AS
Ay
KAA
ان
rob)
Artinya: “Dari Ibnu 'Abbas ra berkata: Bahwasanya Rasulullah saw
pernah berkhutbah (memberi nasihat) kepada orang banyak di kala haji yang
penghabisan, beliau bersabda: “Sesungguhnya syaitan itu telah putus asa bahwa ia
akan disembah di tanahmu ini, tetapi ia ridha ditaatipada selain demikian dari apa-
apayang kamu anggap rendah dari amalperbuatan kamu, maka dari itu hati-hatilah
kamu. Sesungguhnya aku telah meninggalkan buat kamu, jika kamu berpegang teguh
kepadanya, maka tidaklah kamu akan sesat selama-lamanyayaitu: Kitab Allah dan
Sunnah Nabi-Nya”. (Riwayat Al Hakim).
2. Wahyu yang Pertama Surat Igra atau Lainnya
Tanya: Saya mendengar penjelasan bahwa surat pertama yang
turun adalah surat Igra', tetapi dalam al-Qur'an kita baca surat yang pertama
al-Bagarah dan terakhir surat an-Naas. Mohon penjelasan. (Basuki,
Susukan).
Jawab: Berdasarkan riwayat Bukhari dari Aisyah, ayat yang
pertama turun ialah ayat 1 sampai 5 Surat al-'Alag, yakni Igra' 71
Rabbikalladzie Khalag sampai ayat yang berbunyi 'Allamal Insaana maa lam
ya'lam. Kalau kita menilik riwayat Bukhari dan Muslim dari Jabir bin
'Abdullah, ayat yang pertama turun adalah Al-Mudatstsir yang bermula
dengan “Yaa Ayyuhal Mudatstsir”. Menurut penjelasan As-Sayuthy, yang
ditanyakan Abdurrahman kepada Jabir bin 'Abdullah adalah surat yang
pertama turun, sehingga Jabir menjelaskan surat yang pertama turun secara
utuh adalah surat al-Mudatstsir. Sedang ayat yang pertama turun adalah
Igra'. Ayat ini turun hanya sebanyak5 ayat, tidak utuh satu surat.
Dari keterangan di atas dapat dikemukakan bahwa ayat yang
pertama turun adalah ayat Igra', sedang surat yang pertama turun adalah
surat Al-Mudatstsir, khususnya surat yang pertama turun sesudah masa
kekosongan waktu. Ada pendapat lain sebagaimana pendapat Ibnu 'Abbas
dan sebagian mufassirin; menerangkan bahwa surat yang pertama turun
adalah surat al-Fatihah. Hal ini didasarkan pada berita yang disampaikan
oleh Abi Maisarah. Tetapi riwayat ini kurang kuat sanadnya, bahkan ada
yang menilai mursal.
Muhammad 'Abduh berpendapat bahwa surat yang pertama turun
adalah surat al-Fatihah mengingat surat itu yang ada di awal al-Qur'an dan
kandungannya lengkap.
Dalam al-Qur'an sendiri tidak disebutkan mana yang pertama
turun. Yang jelas, sejak pertama turun wahyu, dihafallah wahyu al-Qur'an
itu dan kemudian setelah Nabi mempunyai sekretaris diperintahkan untuk
ditulis dan disusun, serta diletakkanlah ayat-ayat itu sesuai dengan tuntunan
wahyu dan bimbingan Jibril. Jadi susunan al-Qur'an seperti itu memang
sejak dari masa Rasulullah, hanya saja masih tertulis pada berbagai tempat
yang kemudian dikumpulkan pada masa Abu Bakar menjadi Khalifah dan
kemudian diseragamkan penulisannya pada masa 'Utsman bin Affan
disebut tulisan 'Utsmani atau Rasam 'Utsmani atau Khat 'Utsman.
Kesimpulannya, ayat yang pertama turun ialah ayat 1-5 Surat Igra'
berdasarkan riwayat Bukhari dari "Aisyah. Sedang surat yang pertama turun
(setelah lama Nabi tidak menerima wahyu) ialah surat al-Mudatstsir,
berdasarkan riwayat Bukhari dan Muslim dan Jabir. Ada yang menganggap
surat yang pertama turun didasarkan pada kenyataan mushhaf sekarang
ialah surat al-Fatihah, bukan al-Bagarah seperti Anda tanyakan.
3. Firman Allah Menggunakan Kalimat Rabbi (Tuhanku)
Tanya: Dalam surat Al-Kahfi ayat 109, mengapa Allah
menggunakan kata-kata RABBI yang artinya TUHANKU, padahal itu
firman Allah? Mohon penjelasan. (Ali Mahmudi, Jl. A. Yani 238, Bojonegoro).
Jawab: Ayat 109 surat Al Kahfi adalah perintah Allah kepada Nabi
Muhammad mengatakan kepada ummatnya. Adapun bagaimana yang
harus diucapkan oleh Muhammad kepada ummatnya adalah:
LAUKAANAL BAHRU MI DAADAL LIKALIMAATI RABBI dst.
Artinya: “Sekiranya lautan itu dijadikan tinta untuk menulis kalimat
Tuhanku (maksudnya Tuhan Muhammad). Jadilah kata-kata RABBI itu
bukan berarti “Tuhannya Tuhan”. Untuk jelasnya perlu dibaca ayat itu
dengan tarjamah yang telah ditafsirkan sebagai berikut:
eZ TA 7778
In Cd ونا SI — قل
AAR4 Se CA
مدد
AKA
Can
9
Ju =
a7 Ie 2 aبير /, OE iid ف
hKعمقبلانلنغد
Artinya: “Katakanlah (Hai Rasul): “Sekiranya (air) laut menjadi tinta
untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah (air) lautan itu sebelum
habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku. Meskipun kami tambah sebanyak itupula.
4. Memegang al-Our'an atau Tafsir Tanpa Wudhu
Tanya: Bagaimana hukumnya memegang al-Qur'an atau tafsir al-
Qur'an tanpa wudhu? Bagaimana kedudukan Hadits bahwa Nabi kirim
surat untuk 'Amr bin Hazm yang melarang menyentuh al-Qur'an bagi orng
yang tidak suci? (Muh. Husni, SMP, Badan Wagaf Sultan Agung Semarang).
Jawab: Menyentuh atau memegang al-Qur'an atau tafsir al-Qur'an
tanpa wudhu boleh saja, artinya tidak haram hukumnya akibatnya tidak
berdosa. Setiap orang Muslim itu suci jadi boleh menyentuh al-Qur'an
tanpa wudhu. Memang utamanya wudhu, apalagi kalau membacanya. Nabi
tidak menyukai nama Allah kecuali dalam keadaan suci.
Namun bukan kewajiban, karena Hadits Nabi yang memuat
perintah seperti Anda tanyakan di atas, nilainya lemah. Untuk lebih jelasnya
dapat diterangkan bahwa Hadits itu tersebut pada kitab Al-Muwaththa.
Dalam kitab itu dinyatakan nilainya mursal tidak sambung perawi-
perawinya sampai kepada Nabi, yakni an-Nasai dan Ibnu Hibban, tetapi ada
perawi-perawinya yang lemah. karenanya tidak dapat untuk dapat
penetapan bahwa menyentuh al-Qur'an atau tafsir al-Qur'an harus wudhu.
- Penulisan Ayat Al-Qur'an dan Terjemahannya
Tanya: Pada Suara Muhammadiyah nomor 18/17/1992 dalam
ruang Tafsir terdapat kekeliruan dalam menulis ayat tertulis:
KIA
NA
Bote
Cro]
Qos
yang betul mestinya:
YEN
و
س
TA
3
مثواى
Cp
Demikian pula terjemahan ayat, menurut hemat kami terjemahan
itu tidak tepat bahkan menyimpang. Terjemahan tersebut tidak sama
dengan terjemahan yang ada dalam al-Qur'an dan terjemahan dari
Departemen Agama. Mohon penjelasan. (Darsono, pelanggan SM anggota
pengajian Pimpinan Cabang Muhammadiyah).
Jawab: Terimakasih atas koreksi saudara dan inilah kami tunggu,
sehingga kekeliruan-kekeliruan dapat segera dibetulkan.
Setelah diteliti ulang, memang terdapat kesalahan tulis/ ketik yang
tidak sengaja, sehingga menimbulkan kekeliruan dalam pemahaman. Hal
ini dapat kami jelaskan sebagai berikut:
a. Kutipan Surat Yusuf (12) ayat 23, yang betul adalah:
(Dp SIG وو
Gin Sel gy aol
b. Terjemahannya dalam SM, tertulis: “Sungeuh swamiku adalah
tuanku, ia telah memperlakukan aku dengan baik”, yang betul adalah:
“Sungguh suamimu adalah tuanku ia telah memperlakukanku dengan baik”.
Mengenai terjemahan ayat al-Qur'an penulis tidak selalu
mengambil dari Terjemahan al-Qur'an yang diterbitkan oleh Departemen
Agama, sekalipun tidak meninggalkan sama sekali, melainkan juga
mengambil dari kitab tafsir lainnya yang mu'tabar. Misalnya mengenai ayat
tersebut di atas dijelaskan sebagai berikut:
|
(\
adalah harf al-ta'kid, dhamir, yang ada pada kata
Adalah ismuinna dan kata
adalah &khabar inna
Maka terjemahannya dari kata-kata adalah: “Sungeuh dia
(suamimu) adalah tuanku”. Demikianlah, semoga menjadi maklum.
6. Maksud Surat Al-Anfal Ayat 35
Tanya: 1. Siapakah yang dimaksud dengan orang yang
mengerjakan shalat di rumah, shalatnya dianggap main-main sebagaimana
terdapat dalam ayat 35 suratal-Anfalitu?
2. Siapa suami dari perempuan yang masuk surga dan siapa pula
suami dari perempuan yang masuk surga yang sewaktu di dunia dithalak
oleh suaminya dan hingga mati tidak bersuami lagi? Mohon penjelasan.
(Ah. Satori Karyawan Depag. Cirebon).
Jawab: Firman Allah dalam surat al-Anfal ayat 35 yang saudara
sebutkan tu adalah:
gA
“
wA
Gتسد
1 KN َ عِنْدالي BE
(yo: Mays)
Artinya:Sembahyang mereka disekitar Baitullah, tiada lain hanyalah siulan
dan tepuk tangan ...
Dari munasabah ayat ini dengan ayat sebelumnya dapat diketahui
bahwa yang dimaksud dengan “mereka” dalam ayat ini ialah orang-orang
musyrik Makkah yang selalu menghalangi kaum Muslimin yang akan
mendatangi Masjidil Haram.
Perhatikanlah firman Allah dalam surat yang sama ayat 34:
GP KP eh اردارو cu AIA
al
Peel
ye
Q
PA ag دحم
الله
SSSI(ys
(لدئفال:
Artinya:Mengapa Allah tidak akan mengazab mereka, padahal mereka
selalu menghalangi orang untuk mendatangi Magjidil Haram ...
Demikian juga pada akhir ayat 35 Allah SWT dengan tegas
memberi ancaman bahwa siksa:
“2327
7
og
947
CO:
JA
كرون
RE
OMNIS
335
Artinya:... maka rasakanlah azab karena kekafiranmu itu ... (Al-
Anfal, 8: 35).
Jelas ancaman itu tidak ditujukan kepada orang-orang Islam.
Kata al-bait tidak dapat diartikan dengan rumah. Perhatikanlah
penjelasan Rasyid Ridha dalam al-Manar Juz IX halaman 660
eiL
eej
ا
لله
الوذ
ا
(
وشنار.؟
:
Artinya: Termasuk yang diketahui bahwa kata “al-bait” jika ditentukan
dalam bentuk definite (makrifah) menurutpara mufassir maknanya diarahkan pada
Baitullahyang terkenal dengan “Ka'bah”.
Sedangkan shalat yang dikerjakan di rumah baik secara munfarid
maupun jamaah, tidak termasuk dalam kategori main-main, hanya saja bila
dikerjakan di masjid lebih utama.
Demikianlah jawaban kami untuk pertanyaan nomor satu di atas.
Untuk menjawab pertanyaan yang ke dua, perhatikanlah firman
Allah dengan surat al-Bagarah ayat 25. Dalam ayat ini disebutkan berbagai
macam pahala yang akan di karuniakan kepada orang-orang yang beriman
dan beramal shaleh antara lain mereka akan mendapat pasangan yang
bersih dan mereka kekal dalam ip
2 سارESD tI 74 9 23
ast Ys Ae واجمطهرةو WG ads...
Artinya:... dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteriyang suci dan
mereka kekal di dalamnya.
Perhatikanlah penjelasan Rasyid Ridha dalam al-Manar Juz I
halaman 233-234.
EUR
AG
SANG SS KS ge
SESGa,AA IAI
NA SA ANمَكنْكك
2 - A4 1 Sony 99977
SNNpp خ AO Ap eee
؟؟؟5)75؟- رطان ١( WANG
Artinya: Pergaulan perjodohan di akhirat seperti halnya urusan-urusan
Ghaib (lainnya), kitayakini keteranganyang diberikan Allah tentang urusan ghaib itu.
Kita tidak menambah atau mengurangi keterangan dan tidak pula membahas
perinciannya, tetapi kita pahami secara global bahwa perkembangan kehidupan di
akbirat itu lebih tinggi dan lebih sempurna nilainya dari kehidupan dunia seperti telah
diterangkan. Kita ketahui bahwa hikmahyang terdapat dalam nikmatnya perjodohan
dengan pergaulan suami isteri secara tertentu ialah “berkembang biak” dan
mengembangkanjenis (keturunan) tetapi tidak disebutkan bahwa di akhriat terdapat
perkembangbiakan itu.
Memang dalam Hadits terdapat keterangan bahwa tiap-tiap orang
di surga akan mendapat dua orang isteri yang oleh ulama dikatakan bahwa
seorang isteri berasal dari isteri di dunia sedang yang lain isteri dari surga,
hanya sayang keterangan-keterangan yang termuat dalam Hadits itu tidak
shahih.
Keterangan yang dikutip Rasyid Ridha dalam al-Manar Juz I
halaman 234
A Wk gr 2“ ١ ' ٠ w ff a & : مMULA
(
Ye
)
Nv)
Ga
oe
Artinya: Ulama mengatakan bahwa salah satu isterinya ialah isterinya di
dunia dan yang lain dari surga, dan keterangan-keterangan tentang halyang sama
meskipun banyak tetapi tidaklah shahih.
Oleh sebab itu ketentuan masalah thalag atau beristeri lebih dari
satu atau bersuami berkali-kali, ketentuannya hanya berlaku di dunia yang
sulit untuk dikiaskan ke kehidupan di akhirat.

