putusan
Tanya Jawab Agama 3 Masalah Gerakan dalam Shalat
MASALAH GERAKAN DALAM SHALAT
- Meletakkan Dua Tangan Pada Lutut Atau Pada Tumit?
Tanya: Setelah saya membaca buku TanyaJawab Agama Jilid I pada
pembahasan tentang “Masalah Bacaan dan Gerakan dalam Shalat” pasal
Thuma'ninah dalam Ruku' dan Sujud” yang dimuat pada halaman 65 dan
66, saya menemukan kejanggalan. Kejanggalan tersebut saya temukan pada
kalimat membungkukkan badan dengan meletakkan kedua telapak tangannya pada
kedua tumit, dan pada kalimat tujuh anggota badanyakni dua ujung kaki, dua tumit
dan dua telapak tangan serta muka yakni dahi dan ujung hidung menyentuh lantai
tempat sujud. Dalam kalimat tersebut ada kata-kata yang menurut saya
janggal yaitu kata tumit. Apakah yang dimaksud itu benar-benar tumit,
ataukah yang dimaksud itu sebenarnya /utut? Mohon penjelasan! (Suripto,
SMA Muhammadiyah, Jl. Jend. Ahmad Yani No. 83 Kebumen, Abdul Bari T's, Pasir
Eurih RT.01/08 No. 59, Jl. Kpt. Yusuf (Matoa Ciapus), Ciomas, Bogor).
Jawab: Sebelum menjelaskan persoalan yang saudara penanya
kemukakan, terlebih dahulu kami ingin mengucapkan terima kasih kepada
saudara atas ketelitian dan kecermatan saudara dalam membaca buku Tanya
Jawab Agama tersebut sehingga saudara dapat menemukan kejanggalan
yang terdapat di dalamnya. Kami juga merasa bangga karena saudara dapat
menyampaikan persoalan ini kepada kami. Sikap dan tindakan yang saudara
lakukan ini menurut kami sangat bijaksana dan memang hal yang demikian
inilah yang kami harapkan.
Setelah kami meneliti ulang terhadap masalah yang saudara
penanya kemukakan itu, ternyata apa yang dikemukakan itu benar dan
untuk lebih jelasnya kami kutipkan kembali tulisan tersebut secara ringkas:
Thumakninah di dalam ruku' ialah tenang atau diam sebentar, di dalam
pelaksanaannya membungkukkan badan dengan meletakkan kedua telapak
tangannya pada kedua tumit, sedang punggung datar atau rata. Adapun mengenai
Thuma'ninah di dalam sujud, maka dilaksanakan sujud itu dengan diam atau tenang
sebentar dikala sejumlah tujuh anggota badan yakni dua njung kaki, dua tumit dan
dua telapak tangan serta mukayakni dua dahi dan dua ujung hidung menyentuh lantai
tempat sujud ......
Kata-kata tumit yang terdapat pada kalimat-kalimat yang dikutip di
atas itu jelas keliru yang benar adalah lutut, sehingga kutipan di atas itu
harus dibaca Thuma'ninah di dalam ruku' ialah tenang atau diam sebentar, di dalam
pelaksanaan membungkukkan badan dengan meletakkan kedua telapak tangannya
pada kedua lutut, sedang punggung datar atau rata ...... Adapun mengenai
Thuma'ninah di dalam sujud, maka dilaksanakan sujud itu dengan diam atau tenang
sebentar dikala sejumlah tujuh anggota badanyakni dua ujung kaki, dua lutut dan dua
lelapak tangan serta muka yakni dahi dan ujung hidung menyentuh lantai tempat
SUJUD. ve esevveeee
Untuk memberikan kejelasan mengenai tata cara ruku' dan sujud
yang dilakukan oleh Rasulullah saw, berikut ini akan kami bacakan beberapa
Hadits yang menerangkan hal itu.
a. Hadits riwayat Imam al-Bukhari dari Abu Humaid as-Saai'di ra:
$44; 332 3 , , Kia
SES
ESE
ga
2
pe
SA
ESA
ب
‘A
ae 17
“Aw
بو KA AhANN We ول9A}
IO“ eg ve ix a7AK 2.
Ka Ss.nanجاee B37 4-1i Kadir ta Ya AGESK3
49
دص
KE
MA
ركه
Reels
SETAN
van
PA
AAL
FESS al esviea
BNI 538xxGy
AAA(رواهالارىوصعيججها
Artinya: Dari Abu Humaid as-Saa'idi ra. ia berkata: “Saya lebih cermat
(bafal) daripadamu tentang shalat Rasulullah saw. Kulihat apabila beliau bertakbir,
mengangkat kedua tangannya sejurus dengan bahunya dan apabila ruku' meletakkan
kedua tangannya pada lututnya, lalu membungkukkan punggungnya, lalu apabila
mengangkat kepalanya ia berdiri tegak sehingga luruslah tiap tulang-tulang
punggungnya seperti semula, lalu apabila ia sujud meletakkan lengan dan tidak
merapatkan pada lambung dan ujung-ujungjari kakinya dihadapan ke arah Oiblat.
Kemudian apabila duduk pada rakaat kedua ia diatas kaki kirinya dan
menumpukkan kaki yang kanan. Kemudian apabila duduk pada rakaat yang
terakhir ia majukan kaki kirinya dan menumpukkan kaki kanannya serta duduk
bertumpupadapantatnya. (HR. Imam al-Bukhari dari Abu Humaid as Saa'idi).
b. Hadits riwayat Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dari Ibnu
'Abbasra.:
Ad
LK ee
Ais
KA
ve
7
I,
La
َ لالنَوصَل SSCICME AIG) EP
“A 47مHe “3 47S 947% ¢ S9 LO Ae 77 he
أعظمء Aa
ce
Sede
sy
Sali
pi
AN!
AL EN Nina Mb 2
واليدين
وا|
نينر
اف
asl
desi,
Ta
RA
1”
KAA
Artinya: Dari Ibnu "Abbas ra. ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Aku
perintahkan supaya bersujud di atas tujuh tulang dahi seraya menunjukkan pada
hidungnya - di atas dua belah telapak tangan, kedua lutut di atas kedua ujung kaki.
(HR. Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dari 'Ibnu'Abbas).
c. Hadits riwayat lima orang Imam Hadits kecuali Imam Ahmad
dari Waa'il bin Hujr ra.:
CableMN, SET
lols
BS
57
WK
MEALS
B58
Sh
9
اهةماعل ena25
Artinya: Dari Waa'il bin Hujr berkata: “Aku melihat Rasulullah saw: ia
bersujud meletakkan kedua lutut sebelum kedua telapak tangannya dan kalau berdiri
mengangkat kedua tangannya sebelum kedua lututnya. (AR. Lima orang Imam
Hadits kecuali Imam Ahmad dari Waa'il bin Hujr).
Berdasarkan Hadits-Hadits di atas, maka Majlis Tarjih memberikan
tuntunan mengenai hal tersebut di atas, sebagaimana tersebut dalam buku
Himpunan Putusan Tarjih cetakan ke-3 halaman 77 dan 78. Mengenal
ruku', dalam buku tersebut dikatakan: Kemudian angkatlah kedua belah
tanganmu seperti dalam takbir permulaan lalu ruku'lah dengan bertakbir seraya
melempangkan (meratakan) punggungmu dengan lehermu, memegang kedua lututnya
dengan dua belah tanganmu ... Sedangkan mengenai sujud, dalam buku
tersebut dikatakan: Lalu sujudlah dengan bertakbir: letakkan kedua lututmu dan
Jari kakimu di atas tanah, lalu kedua tanganmu, kemudian dahi dan hidungmu dengan
menghadapkan ujung jari kakimu ke arah Oiblat serta merenggangkan tanganmu
daripada kedua lambungmu dengan mengangkat sikumu.
Demikianlah penjelasan yang dapat kami berikan pada kesempatan
ini, semoga dapat memenuhi harapan saudara penanya dan semoga
bermanfaat bagi kita semua.
2. Rak'atan Dalam HPT, Berarti Rakaat atau Ruku'?
Tanya: Dalam “Himpunan Putusan Tarjih” halaman 117,
disebutkan bahwa makmum harus membaca Fatihah. Tetapi makmum
yang mendapati ruku' imam makmum tersebut menurut Tim, dianggap
telah mendapati rakaat yang sempurna. Demikian disebutkan dalam
halaman 88 buku “Tanya Jawab Agama”. Menurut pendapat saya, kata
RAK'ATAN dalam Hadits yang tersebut dalam HPT itu berarti rakaat
bukan ruku'. Sehingga makmum yang mendapatkan ruku' imam bukan
mendapat satu rakaat. (Taufig Idris, Kampung Pasirawu-Menes Pandegelang).
Jawab: Pemahaman Tim terhadap HPT sebagaimana yang
dituangkan dalam HPT itu sendiri, yakni rak'atan dalam HPT berarti ruku'.
Untuk itu dapat dilihat lagi pada dalil dan terjemahannya sebagai berikut:
a
Z 17 “7 5 EI 75 +7
lc dhg gN98مصحهaD toSyteركعَة
دو
,,?
17
و
656
5“
٠ FPA balesSNE AGE
Artinya: Dan di dalam riwayat Daruguthniyang dipandang sahih oleh Ibnu
Hibban bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa menjumpai ruku' dari shalat
sebelum Imam berdiri tegak dari ruku'nya maka berarti dia telah mendapati rakaat
sempurna”.
Jadi kata-kata rak'atan dalam dalil berarti ruku'. Pengertian
demikian berdasarkan pada kata-kata sesudahnya, yakni QABLA AN
YUOIEMAL IMAAMU SHULBAHU (sebelum imam menegakkan
punggungnya) yang memperjelas kata-kata rak'atan berarti ruku' sampai
waktu habisnya waktu ruku', yakni imam menegakkan punggungnya.
3. Sikap Tangan Saat Iktidal
Tanya: Ada pendapat yang mengatakan bahwa sikap tangan pada
saat iktidal adalah bersikap seperti semula dalam shalat (setelah ta£biratul
ihram). Bagaimana sikap tangan pada saat iktidal tersebut menurut
Himpunan Putusan Tarjih? Adakah Hadits yang menjelaskan hal tersebut?
Mohon penjelasan. (Sueb Rizal, Jl. Alun-alun Timur nomor 2, Bangil).
Jawab: Pertanyaan Saudara berkaitan dengan masalah sikap atau
posisi kedua belah tangan pada saat iktidal (pada saat berdiri tegak setelah
bangkit dari ruku'), apakah bersedekap seperti pada saat membaca al-
Fatihah misalnya, ataukah dilepaskan lurus ke bawah. Mengenai hal ini
dalam Himpunan Putusan Majlis Tarjih dituntunkan sebagai berikut:
Tuntunan tersebut didasarkan pada Hadits-Hadits Rasulullah saw
bagai berikut:
MAUT
ASIP
BAE
SB
7
ee Oh EKA at GAN 4
EM
Ea!
oe
ae!
5k:
Ne
7مرو
2Pan an تلم Fa Ara
ل Ii Ara PAI GUN / 2 0 ad (24 a.
SA CAلهja
TAG - oo - NSN
se)
SUN
Artinya: Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Sesungguhnya Nabi saw
bersabda: “Apabila kamu menunaikan shalat bertakbirlah, lalu membaca ayat al-
Our'anyang mudah bagimu, lalu ruku' sehingga tenang (tumakninah), terus bangkit
sehingga berdiri (tegak), kemudian sujud sehingga tenang, lalu sujud lagi sehingga
tenang, kemudian duduklah sehingga tenang, lalu sujud lagi sehingga tenang pula,
kemudian lakukanlah seperti itu dalam semua shalatmu”.
)
aoj
BA
NAKI
og
AB
eS
الله
ALIG
GA
UMS
kaG
KESAN
asei Gea’oe rete
Gl
(42 AAA
C07
6555
ل
Fr
و
12027)
5000:A GE) 1
170 II ب II 9 3 ya?
Doane 2000TI yy - سسسس3رو 1 201
يكبيفومهر MaeISS
Artinya: Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: “Rasulullah saw apabila
menunaikan shalat ia bertakbir ketika berdiri, lalu bertakbir ketika ruku', lalu
membaca “sami'allahu liman hamidah”, ketika mengangkat punggungnya (bangun)
dari ruku', lalu membaca “rabbana walakalhamd” tatkala ia telah berdiri tegak, lalu
takbir tatkala hendak sujud, lalu bertakbir tatkala mengangkat kepala (duduk
antara dua sujud), lalu takbir tatkala hendak sujud, lalu bertakbir tatkala hendak
berdiri, kemudian melakukan itu dalam semua shalatnya hingga selesai serta bertakbir
tatkala berdiri dari rakaat yang kedua sesudah duduk”.
Gn “4 Pd 62A a7 JI La
ja NU قال ae AN Qo الستاعرىرم KS
TEBET
AG
ALAN
AN
25
IIو
مو
at
»
11
1
9
ay
“AI
gr
NA
SIS
ALS
9d
An
IS Ne.
Ace
BG
IME
Se
ys
Be
Anyer,
SEN
S3
Sa
بو
كينو
SS
IG
EWE
SBI
ABS
ell
aby
IE
RIN
EB
وبصت
الم
OH
JESSE
GEN
CES
EOI,
558
3555
معحدته
(رواه
MAS(
Artinya: Dari Abu Humaid as Sa'idy r.a. ia berkata: “Saya lebih hafal dari
padamu tentang shalat Rasulullah saw. Kulihat apabila beliau bertakbir, mengangkat
kedua tangannya sejurus dengan bahunya dan apabila ruku' meletakkan kedua
tangannya pada lututnya, lalu mmbungkukkan punggungnya, lalu apabila
mengangkat kepalanya ia berdiri tegak sehingga tulang kembali ketempatnya seperti
semula, lalu apabila sujud, ia letakkan kedua telapak tangannya pada tanah dengan
tidak meletakkan lengan dan tidak merapatkannya pada lambung, dan ujung-ujung
jari kakinya dihadapkan ke arah Kiblat. Kemudian apabila duduk pada rakaat
kedua, ia duduk di atas kaki kirinya dan menumpukkan kakinya yang kanan.
Kemudian apabila duduk pada rakaatyang terakhir ia majukan kaki kirinya dan
menumpukkan kaki kanannya serta duduk bertumpupadapantatnya.
Demikian tuntunan yang terdapat dalam Himpunan Putusan
Tarjih. Seperti Saudara lihat, dalam Himpunan Putusan Tarjih tersebut
belum dituntunkan secara tegas mengenai sikap atau posisi kedua belah
tangan pada saat iktidal. Demikian pula halnya dalam Hadits-Hadits yang
dijadikan dasar dalam Himpunan Putusan Tarjih tersebut tidak secara tegas
menyebutkan sikap atau posisi pada kedua belah tangan pada saat iktidal
itu. Hadits yang pertama menegaskan sikap iktidal secara umum, yaitu
berdiri tegak. Demikian pula halnya pada Hadits yang kedua, di dalamnya
hanya dijelaskan adanya iktidal, yaitu bangkit dari ruku' (mengangkat tulang
punggung) sambil membaca “sami 'allahu liman hamidah” dan kemudian
berdiri tegak, apabila sudah berdiri tegak maka hendaklah membaca
rabbana wa lakal hamd”. Pada Hadits yang “ee yang terakhir ungkapan:
“8,
»
Pa
AN
a4
Lip
SK. NS
SGASENANG
(Apabila mengangkat kepalanyaia berdiri tegak, sehingga setiap
tulang kembali ke tempatnya seperti semula). Dari ungkapan itu dapat
dipahami, bahwa yang dimaksud dengan setiap tulang itu termasuk tulang-
tulang kedua belah tangan. Agar tulang-tulang kedua belah tangan itu
kembali ke tempatnya seperti semula, maka kedua belah tangan itu tentu
saja harus dilepaskan lurus ke bawah.
Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan sementara ini atas
pertanyaan yang saudara ajukan kepada kami, semoga menjadi bahan kajian
dan telaah lebih lanjut secara lebih tegas lagi.

