putusan
Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 02 16 31 Januari Keistimewaan Shalat Subuh Berjamaah
Keistimewaan Shalat Subuh Berjamaah
Pertanyaan: Assalamu 'alaikum wr wb. Mohon maaf, izin bertanya mengenai keistimewaan
shalat subuh berjamaah. Terima kasih. Wassalamu 'alaikum wr wb. Pertanyaan Dari:
Barnabas Ahmad, dari inbox Halaman FB Majelis Tarjih dan Tajdid (Disidangkan pada
Jum'at, 3 Rabiulawal 1446 H/6 September 2024 M)
Jawaban: Wa 'alaikumus-salam wr wb. Terima kasih atas kepercayaan saudara kepada kami
untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Sebagaimana diketahui, shalat Subuh
merupakan salah satu shalat lima waktu yang wajib untuk dilaksanakan. Begitu juga,
melaksanakan shalat wajib secara berjamaah, merupakan hal yang sangat dianjurkan.
Shalat Subuh secara umum memiliki beberapa keistimewaan. Hal ini dapat diketahaui dari
beberapa dalil yang terdapat dalam Al-Qur'an maupun Sunah Nabi saw. Berikut ini
beberapa keistimewaan shalat Subuh disertai dalilnya, 1. Disaksikan oleh para malaikat. Hal
ini, sesuai dengan firman Allah SwT,
Berjamaahَ
َقِم ِ الصَّلَاة َ لِدُلُوك ِ الشَّمْس ِِلَى غَسَق ِ اللَّيْل ِ وَقُرْآن َ الْفَجْر ِِن َّ قُرْآن َ الْفَجْر ِ كَان
.]الإسراء: 78[ مَشْهُودًا
Dirikanlah shalat dari waktu sesudah matahari tergelincir sampai waktu gelapnya malam
dan (laksanakan pula shalat) Subuh. Bahwa, Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan
(oleh para malaikat)... [Qs Al-Isra’ (17): 78]
Rasulullah juga bersabda sesuai dari Hadits yang termuat dalam Sahih Al-Bukhari pada bab
Fadlu Salati al-Asr:ٌ
عَن ْ َبِي هُرَيْرَةَ: َن َّ رَسُول َ اЦ َِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ قَالَ: يَتَعَاقَبُون َ فِيكُم ْ مَلَاɅِكَة
رواه البخاري[ ِ بِاللَّيْل ِ وَمَلَاɅِكَة ٌ بِالنَّهَارِ، وَيَجْتَمِعُون َ فِي صَلَاة ِ الْفَجْر ِ وَصَلَاة ِ الْعَصْر
]ومسلم
Dari Abu Hurairah ra )diriwayatkan (bahwasanya Rasulullah saw bersabda: Malaikat
bergantian melihat kalian pada siang dan malam. Para malaikat itu bertemu di shalat Subuh
dan shalat Ashar.... [HR Al-Bukhari dan Muslim).
Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa Abdullah bin Mas'ud mengatakan bahwa kedua
malaikat penjaga bertemu pada shalat Subuh. Malaikat-malaikat yang telah berjaga naik ke
langit, sedangkan malaikat yang baru datang akan menggantikannya. Hal yang sama
dikatakan oleh Ibrahim An-Nakha'i, Mujahid,
Gatadah serta ulama lainnya bukan hanya satu orang mengenai tafsir ayat ini.
2. Mendapat jaminan masuk surga, sebagaimana hadits yang termuat dalam Sahih Al-
Bukhari pada bab Fadlu Salati al-Fajr:
عن بي بكر بن بي موسى عن بيه ن رسول اЦ صلى اЦ عليه وسلم قال: من
.]متفق عليه[ صلى البردين دخل الجنة
Dari Abu Bakr bin Abi Musa ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda: Siapa saja yang shalat
bardain
(dua waktu yang dingin) -yakni shalat
Subuh dan shalat Ashar-, maka ia
akan masuk surga (Muttafag ‘alaih]. Hadits ini menunjukkan bahwa
shalat Subuh merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Selain mendapatkan pahala yang
berlipat ganda, shalat Subuh juga
menjadi salah satu kunci utama untuk meraih janji Allah yaitu masuk surga. Dengan
konsisten menunaikan shalat Subuh berjamaah, seorang Muslim telah mendekatkan diri
pada ridha Allah dan membuka pintu keberkahan dalam hidupnya. Hadits tersebut
menjelaskan bahwa orang yang melaksanakan shalat Subuh berjamaah, pahalanya akan
seperti orang yang shalat sepanjang malam. Ini menunjukkan
betapa besar pahala yang akan di-
peroleh bagi mereka yang konsisten
melaksanakan shalat Subuh ber-
jamaah, meskipun hanya sebentar
waktunya.
3. Mendapat jaminan terhindar dari api neraka, sebagaimana hadits yang termuat dalam
Sahih Muslim dalam bab Fadlu Salati al-'Isyai wa subhi
عن جندب بن عبد اЦ يقول: قال رسول اЦ صلى اЦ عليه وسلم: من صلى
صلاة الصبح فهو في ذمة اЦ، فل ا يطلبنكم اЦ من ذمته بشيء فيدركه فيكبه
.]رواه مسلم[ في نار جهنم
Dari Jundub bin Abdillah, ia [telah] berkata: Rasulullah bersabda:
Siapa saja yang melaksanakan
shalat Subuh maka dia berada
dalam jaminan Allah. Maka jangan sampai Allah menuntut kalian sesuatu apapun pada
jaminan-Nya.
Karena barangsiapa yang Dia tuntut
pada jaminan-Nya, pasti Dia akan
mendapatkannya. Kemudian dia akan ditelungkupkan pada wajahnya
di dalam Neraka (HR Muslim, dari
Jundub ibn Abdillah Al-Bajali ra]. Juga, terdapat pada hadits yang
termuat dalam Sahih Muslim pada
bab Fadlu Salati Subhi wa al-Asri:ِ
مِن ْ َبِي بَكْر ِ بْن ِ عُمَارَة َ بْن ِ رȠَُيْبَةَ، عَن ْ َبِيهِ، قَالَ: سَمِعْت ُ رَسُول َ اЦ َِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه
يَعْنِي - َِّوَسَلَّمَ، يَقُولُ: لَن ْ يَلِج َ النَّار َ َحَد ٌ صَلَّى قَبْل َ طُلُوع ِ الشَّمْسِ، وَقَبْل َ غُرُوبِهَا
، فَقَال َ لَه ُ رَجُل ٌ مِن ْ َهْل ِ الْبَصْرَةِ: َنْت َ سَمِعْت َ هَذَا مِن ْ رَسُول ِ اЦ- َ َِّالْفَجْر َ وَالْعَصْر
صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّمَ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَال َ الرَّجُلُ: وََنَا َشْهَد ُ َنِّي سَمِعْتُه ُ مِن ْ رَسُول ِ اЦ
]رواه مسلم[ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّمَ، سَمِعَتْه ُ ُذُنَايَ، وَوَعَاه ُ قَلْبِي
Dari Abu Bakar bin Umarah ra dari bapaknya, (ia) berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw
bersabda, “Tidak akan masuk ke dalam Neraka seorang yang shalat sebelum terbitnya fajar
(Subuh) dan terbenamnya matahari (Ashar) [HR Muslim, dari Abu Bakar bin ‘Umarah].
Hadits di atas menegaskan, shalat Subuh juga menjadi benteng pertahanan diri dari
pedihnya siksa api neraka. Keberkahan dan pahala yang diperoleh dari menunaikan shalat
Subuh berjamaah menjadi bukti nyata akan kasih sayang Allah SwT kepada hamba-Nya
yang senantiasa taat.
Adapun shalat jamaah, ia adalah suatu ibadah yang sangat dianjurkan. Berbicara tentang
shalat jamaah, di dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah (2) ayat 43 disebutkan,
.]البقرة: 43[ َ وََقِيمُوا الصَّلَاة َ وَآتُوا الزَّكَاة َ وَارْكَعُوا مَع َ الرَّاكِعِين
Tegakkanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk (Qs
Al-Baqarah (2): 43].
Maksud rukuk di sini adalah shalat, “rukuklah bersama orang yang rukuk” maksudnya
adalah shalatlah bersama orang lain, yakni berjamaah.
Selain itu, terdapat juga pembahasan keistimewaan shalat berjamaah dengan makna yang
lebih umum, seperti yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin
Umar dalam kitab Sahih Bukhari bab Fadlu Salati al-Jama'ahِ
عَن ْ عَبْد ِ اЦ َِّ بْن ِ عُمَرَ: َن َّ رَسُول َ اЦ َِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ قَالَ: صَلَاة ُ الْجَمَاعَة
]رواه البخاري[ ً تَفْضُل ُ صَلَاة َ الْفَذ ِّ بِسَبْع ٍ وَعِشْرِين َ دَرَجَة
Dari Abdullah bin Umar (diri-
wayatkan), bahwa Rasulullah saw
bersabda: Adapun shalat berjama-
ah lebih utama 27 derajat diban-
ding dengan shalat sendirian (HR Al-Bukhari.
Hadits di atas menegaskan bahwa Shalat berjamaah lebih utama dibandingkan shalat Subuh
sendirian, apalagi shalatnya dikerjakan secara berjamaah akan mendapatkan pahala 27
derajat.
Dalam kitab Bidayatul Mujtahid, Ibnu Rusyd menyebutkan bahwa melaksanakan shalat
secara berjamaah termasuk dalam perkara yang dianjurkan, shalat jamaah diumpamakan
sebagai tambahan yang menyempurnakan shalat wajib. Sehingga, Nabi seakan-akan
mengatakan dalam hadits tersebut bahwa melaksanakan shalat secara jamaah lebih
sempurna daripada melaksanakan shalat sendiri. karena itu mengerjakan shalat berjamaah
adalah hal yang harus senantiasa diusahakan. Dalam buku Himpunan Putusan Tarjih jilid |
halaman 118 disebutkan:
Berusahalah kamu dalam mengerjakan shalat-shalat fardhu dengan berjamaah di masjid,
mushala, atau lainnya”.
Setelah mengetahui keistimewaan Shalat subuh dan shalat berjamaah, ada pula
keistimewaan khusus
dalam shalat Subuh berjamaah. Shalat Subuh berjamaah bukan hanya sekadar ibadah rutin,
namun memiliki makna yang jauh lebih dalam, salah satunya, mengajarkan tentang
kedisiplinan, ketaatan, dan persaudaraan. Selain itu, melalui shalat, kita dapat mempererat
hubungan dengan Allah dan memohon keberkahan dalam segala urusan. Oleh karenanya,
sangat wajar jika banyak keistimewaan yang terkandung di dalamnya. Keistimewaan shalat
Subuh secara berjamaah antara lain adalah,
- Seperti orang yang shalat sepanjang malam, sebagaimana hadits dalam Musnad Ahmad
pada bab Musnad Usman bin ‘Affan:ِ
ِحَدَّثَنَا عَبْد ُ الرَّحْمَنِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ. وَعَبْد ُ الرَّزَّاقِ، قَالَ: َخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَن ْ عُثْمَان َ بْن
َحَكِيمٍ، عَن ْ عَبْد ِ الرَّحْمَن ِ بْن ِ َبِي عَمْرَة َ عَن ْ عُثْمَان َ بْن ِ عَفَّانَ؛ قَال َ عَبْد ُ الرَّزَّاقِ: عَن
النَّبِي ِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ قَالَ: مَن ْ صَلَّى صَلَاة َ الْعِشَاء ِ وَالصُّبْح ِ فِي جَمَاعَةٍ، فَهُو
كَقِيَام ِ لَيْلَةٍ، وَقَال َ عَبْد ُ الرَّحْمَنِ: مَن ْ صَلَّى الْعِشَاء َ فِي جَمَاعَة ٍ فَهُو َ كَقِيَام ِ نِصْف ِ لَيْلَةٍ،
]رواه حمد[ ٍ وَمَن ْ صَلَّى الصُّبْح َ فِي جَمَاعَة ٍ فَهُو َ كَقِيَام ِ لَيْلَة
Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman, telah menceritakan kepada kami Sufyan.
Abdurrazzag berkata: telah mengabarkan kepada kami Sufyan, dari Utsman bin Hakim, dari
Abdurrahman bin Abi Amrah dari Utsman bin Affan: Abdurrazzag berkata: dari Nabi saw
bersabda: Siapa saja yang melaksanakan shalat Isya dan Subuh secara berjamaah, maka
(pahala-
nya) seperti melakukan giyamul-lail (shalat malam) satu malam penuh. Abdurrahman
berkata: Siapa saja yang melaksanakan shalat Isya secara berjamaah maka (pahalanya)
seperti melakukan giyamul-lail setengah malam, dan siapa saja yang melaksanakan shalat
Subuh secara berjamaah maka (pahalanya) seperti melakukan giyamul-lail satu malam
penuh [HR Ahmad]. - Terhindar dari sifat kemunafikan, sebagaimana hadits yang termuat dalam Sahih Al-
Bukhari pada bab Fadlu Salati al-'Isyai fi al-Jama'ah:
عن بي هريرة قال: قال رسول اЦ صلى اЦ عليه وسلم: ليس صلاة ثقل على
رواه[ المنافقين من الفجر والعشاء، ولو يعلمون ما فيهما لأتوهما ولو حبوا
.]البخاري ومسلم
Dari Abu Hurairah (diriwayatkan) ia berkata: Nabi saw bersabda: Tidak ada shalat yang
lebih berat (ditunaikan) bagi orang-orang munafik daripada melaksanakan shalat Subuh
dan Isya. Seandainya mereka tahu (keistimewaan) yang terdapat di dalamnya, niscaya
mereka akan melakukannya kendati dengan merangkak. Sungguh aku telah hendak
memerintahkan kepada petugas adzan untuk ikamat (shalat) kemudian aku mengambil
bara api dan membakar (rumah) orang yang belum tidak keluar melaksanakan shalat (di
masjid) [HR Al-Bukhari dan Muslin].
Berdasar pada hadits di atas dapat diketahui bahwa shalat Subuh berjamaah merupakan
benteng kokoh melawan sifat kemunafikan. Dengan mengalahkan rasa malas dan
menunaikan shalat di masjid, seorang Muslim telah menampakkan keikhlasan imannya.
Keberadaan di tengah jamaah juga menjadi pengingat akan tanggung jawab sosial dan
memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Berbagai dalil dari nas yang telah disebutkan di atas menekankan berbagai keistimewaan
dari shalat Subuh. Shalat ini tidak hanya memiliki manfaat dari aspek spiritual, tetapi juga
menjadi indikator penting tentang keimanan umat Islam. Terlebih lagi, jika dilaksanakan
secara berjamaah, maka tentu keistimewaan yang didapatkan akan bertambah.
Oleh sebab itu, umat Islam sangat perlu memiliki komitmen yang teguh dalam
melaksanakan shalat berjamaah, baik pada shalat Subuh maupun shalat-shalat fardu lain
yang memang dianjurkan pelaksanaannya secara berjamaah.
Begitu pula, umat Islam diharapkan mampu menyiapkan diri untuk melaksanakannya
dengan bersungguh-sungguh, tanpa timbul rasa enggan dan malas. dimulai dengan shalat
subuh berjamaah yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan dan kesadaran akan
memberikan dampak yang positif bagi kehidupan seseorang.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan mencerahkan.
Wallahu a'lam bish-shawab.

