putusan
Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 09 1 15 Mei Doa dan Ayat Pilihan untuk Mengusir Menangkal dan Melemahkan Setan
DOA DAN AYAT PILIHAN UNTUK MENGUSIR,
MENANGKAL, DAN MELEMAHKAN SETAN
(Disidangkan pada Jum'at, 22 Rabiulakhir 1446 H/25 Oktober 2024 M)
Pertanyaan:
Assalamu 'alaikum wr wb.
Bapak/Ibu yang saya hormati.
Saya ingin bertanya, apakah ada doa atau ayat yang bisa dijadikan sebagai pengusir atau
penangkal atau pelemah setan atau pun sebagai pencegah didatangi oleh dia (setan).
Terima kasih sebelumnya.
Wassalamu 'alaikum wr wb.
Jauzi Sandiah, melalui akun fanpage Facebook
Jawaban :
Wa 'alaikumus salam, wr wb.
Terima kasih atas kepercayaan yang telah penanya berikan kepada Majelis Tarjih Tajdid
Muhammadiyah. Berdasarkan penelusuran kami, memang belum ada fatwa yang secara
spesifik membahas tentang hal yang berkaitan dengan pertanyaan tersebut. Oleh karena itu,
untuk menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dahulu kami jelaskan mengenai jin, iblis, dan
setan.
Umar Sulaiman Al-Asyqar menjelaskan mengenai Jin, Iblis, dan setan dalam kitabnya 'Ālam
al-Jin wa asy-Syayāṭīn, bahwa jin adalah makhluk sebagaimana manusia dan malaikat,
mereka juga memiliki akal, memiliki ilmu pengetahuan, dan memiliki kesadaran. Selain itu,
mereka juga dibebani dengan syariat-syariat yang berupa perintah dan larangan.
Berdasarkan firman Allah dalam Qs Al-Kahfī (18): 50, iblis merupakan golongan jin yang
membangkang karena tidak mau sujud kepada Adam. Umar Sulaiman Al-Asyqar juga
menjelaskan setan adalah kata yang digunakan untuk seluruh makhluk yang
membangkang, baik itu jin, manusia maupun binatang.
Jin, iblis, dan setan memang diberikan otoritas untuk mengganggu manusia oleh Allah SwT.
Beberapa ayat telah menjelaskan hal tersebut, di antaranya,ُ
َثُم َّ لَآتِيَنَّهُم مِّن بَيْن ِ َيْدِيهِم ْ وَمِن ْ خَلْفِهِم ْ وَعَن ْ َيْمَانِهِم ْ وَعَن ْ شَمَاɅِلِهِم ْ وَل ا َ تَجِد
َكْثَرَهُم ْ شَاكِرِين
Kemudian, pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan
dari kiri mereka. Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur [Qs Al-A'rāf
(7):17].
Ayat ini dijelaskan dalam Tafsīr Al-Qur'ān al-'Aẓīm karya Ibnu Kaṡir, bahwa bentuk
gangguan jin mulai dari menyesatkan hamba dari jalan Allah, membuat hamba cinta pada
dunia, sampai mendorongnya untuk berbuat maksiat.
Dalam ayat yang lain Allah juga menjelaskan,ِ
وَقُل رَّب ِّ َعُوذ ُ بِك َ مِن ْ هَمَزَات ِ الشَّيَاطِين
Katakanlah, Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan [Qs Al-
Mu'minūn (23): 97].ِ
الَّذِي يُوَسْوِس ُ فِي صُدُور ِ النَّاس
Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia [Qs An-Nās (114): 5]
Selain ayat Al-Qur'an tersebut, ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang gangguan jin,
iblis, dan setan, seperti:َّ
عَن ْ سَبْرَة َ بْن ِ َبِي فَاكِه ٍ قَال َ سَمِعْت ُ رَسُول َ اهلل ِ صَلَّى اهلل ُ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ يَقُول ُِن
.]رواه النساɅي[ ِ الشَّيْطَان َ قَعَد َ لِابْن ِ آدَم َ بَِطْرُقِه
Dari Sabrah bin Abi Fakih (diriwayatkan) ia berkata, saya mendengar Rasulullah saw
bersabda, setan mengintai untuk menghalang-halangi anak Adam di seluruh jalannya [HR
An-Nasai, No. 3083].ِّ
عَن ْ َبِي َيُّوب َ َنَّه ُ كَان َ فِي سَهْوَة ٍ لَه ُ فَكَانَت ِ الْغُول ُ تَجِيء ُ فَتَْخُذ ُ فَشَكَاهَا ِلَى النَّبِي
رواه[ ِ صَلَّى اهلل ُ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ فَقَال َِذَا رََيْتَهَا فَقُل ْ بِسْم ِ اهلل ِ َجِيبِي رَسُول َ اهلل
]حمد
Dari Abu Ayyub (diriwayatkan) ia tengah mengurus untanya lalu ada jin datang dan
mengambilnya, ia mengadukan hal itu kepada Nabi saw, beliau bersabda, bila kau
melihatnya, ucapkanlah Bismillah, turutilah Rasulullah [HR Ahmad No. 22488].
Berdasarkan dua hadits tersebut, dapat dipahami bahwa setan akan melakukan segala cara
agar bisa mengganggu manusia dan menjauhkan mereka dari rahmat Allah. Perlu diketahui
bahwa gangguan setan bisa berakibat pada aspek psikis manusia seperti mendatangkan
sifat malas, takut, dan cemas pada diri manusia. Oleh karena itu Nabi saw mengajarkan
kepada umatnya agar senantiasa meminta perlindungan dari sifat-sifat tercela tersebut
yaitu dengan membaca doa berikut,َ
ِاللَّهُم َِّنِّي َعُوذ ُ بِك َ مِن َ الْكَسَل ِ وََعُوذ ُ بِك َ مِن َ الْجُبْن ِ وََعُوذ ُ بِك َ مِن َ الْهَرَم ِ وََعُوذ ُ بِك
مِن َ الْبُخْل
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas, dan berlindung kepada-Mu dari sifat
pengecut, dan berlindung kepada-Mu dari sifat pikun dan aku berlindung kepada-Mu dari
sifat kikir [HR Al-Bukhari No 6371]
Umar Sulaiman Al-Asyqar menjelaskan bahwa gangguan setan dapat terjadi dalam banyak
bentuk di antaranya serangan fisik, mimpi buruk, mengganggu manusia tatkala
sakratulmaut, mengganggu bayi yang baru lahir, mendatangkan ṭā'ūn, ikut bergabung
dengan manusia tatkala makan atau minum, dan lain-lain. Semua bentuk gangguan tersebut
dapat terjadi pada semua kondisi manusia. Menurutnya, ada beberapa cara yang dapat
dijadikan sebagai senjata untuk melawan setan, di antaranya,
- Berhati-hati dan waspada
- Berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunah
- Berlindung kepada Allah
- Menyibukkan diri untuk berdzikir kepada Allah
- Senantiasa berkumpul dengan orang-orang Muslim
- Mengetahui cara-cara setan mengganggu manusia
- Bertobat dan memohon ampun kepada Allah
Selain itu, untuk mengusir, menangkal, dan melemahkan gangguan setan, sudah ada doa-
doa yang termuat di dalam Al-Qur'an maupun hadits Nabi Muhammad saw, di antaranya,
Membaca Al-Qur'an, berdasarkan hadits,
حَدِيث ُ بُسْر ِ بْن ِ سَعِيد ٍ يَقُول ُ سَمِعْت ُ سَعْد َ بْن َ َبِي وَقَّاص ٍ يَقُول ُ سَمِعْت ُ خَوْلَة َ بِنْتَ
ًا
ْحَكِيم ٍ السُّلَمِيَّة َ تَقُول ُ سَمِعْت ُ رَسُول َ اهلل ِ صَلَّى اهلل ُ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ يَقُول ُ مَن ْ نَزَل َ مَنْزِل
ثُم َّ قَال َ َعُوذ ُ بِكَلِمَات ِ اهلل ِ التَّامَّات ِ مِن ْ شَر ِّ مَا خَلَق َ لَم ْ يَضُرُّه ُ شَيْء ٌ حَتَّى يَرْتَحِل َ مِن
]رواه مسلم[ َ مَنْزِلِه ِ ذَلِك
Hadits dari Busr bin Sa'id berkata: Aku mendengar Sa'd bin Abi Waqqash berkata: Aku
mendengar Khaulah binti Hakim as-Sulamiyyah berkata, aku mendengar Rasulullah saw
bersabda: Siapa saja yang singgah pada suatu tempat, kemudian ia berdoa; A'ūżu bi
kalimātillāhit-tāmmāti min syarri mā khalaq (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang
sempurna dari keburukan apa saja yang Dia ciptakan), niscaya tidak akan ada yang
membahayakan dirinya hingga ia pergi dari tempat tersebut [HR Muslim No. 2708].
Imam An-Nawawi dalam Ṣaḥīḥ Muslim Syarḥ an-Nawawi mengartikan lafaz الكلمات dalam
hadits tersebut dengan Al-Qur'an. Oleh karena itu, semua ayat yang terdapat di dalam Al-
Qur'an dapat digunakan untuk berlindung dari berbagai ancaman dan bahaya termasuk
ancaman dari jin, setan, dan iblis.
Membaca Ayat Kursi (Qs Al-Baqarah (2): 255), berdasarkan hadits,َ
وَقَال َ غُثْمَان ُ بْن ُ الْهَيْثَم ِ حَدَّثَنَا عَوْف ٌ عَن ْ مُحَمَّد ِ بْن ِ سِيرِين َ عَن ْ َبِي هُرَيْرَة َ رَضِي
ِاهلل ُ عَنْه ُ قَال َ وَكَّلَنِي رَسُول ُ اهلل ِ صَلَّى اهلل ُ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ بِحِفْظ ِ زَكَاة ِ رَمَضَان َ فََتَانِي
َآت ٍ فَجَعَل َ يَحْثُو مِن َ الطَّعَام ِ فََخَذْتُه ُ فَقُلْت ُ لَ َرْفَعَنَّك َِلَى رَسُول ِ اهلل ِ صَلَّى اهلل ُ عَلَيْه
َوَسَلَّم َ فَقَص َّ الْحَدِيث َ فَقَال َِذَا َوَيْت َِلَى فِرَاشِك َ فَاقْرَ ْ آيَة َ الْكُرْسِي ِّ لَن ْ يَزَال َ مَعَك
مِن َ اهلل ِ حَافِظ ٌ وَل ا َ يَقْرَبُك َ شَيْطَان ٌ حَتَّى تُصْبِح َ وَقَال َ النَّبِي ُّ صَلَّى اهلل ُ عَلَيْه ِ وَسَلَّم
]رواه البخاري[ ٌ صَدَقَك َ وَهُو َ كَذُوب ٌ ذَاك َ شَيْطَان
Usman bin Al-Haisam berkata, telah menceritakan kepada kami 'Auf dari Muhammad bin
Sirin dari Abu Hurairah ra, ia berkata; Rasulullah saw menugaskanku untuk menjaga harta
zakat. Lalu pada suatu hari ada seseorang yang menyusup hendak mengambil makanan,
maka aku pun menyergapnya seraya berkata, Aku benar-benar akan menyerahkanmu
kepada Rasulullah saw .... Lalu ia bercerita dan berkata, jika kamu hendak beranjak ke
tempat tidur maka bacalah ayat kursi, niscaya Allah akan senantiasa menjagamu dan setan
tidak akan mendekatimu hingga pagi. Nabi saw. pun bersabda, ia telah berkata benar
padamu, padahal ia adalah pendusta. Si penyusup tadi sebenarnya adalah setan [HR Al-
Bukhari].
Hadits ini menjelaskan bahwa Allah akan menjaga orang-orang yang sebelum tidurnya
membaca ayat kursi. Penjagaan yang dilakukan oleh Allah ini meliputi segala hal termasuk
dari gangguan setan.
Membaca Qs Al-Baqarah (2) ayat 285-286, berdasarkan hadits,َ
َحَدَّثَنَا َبُو نُعَيْم ٍ حَدَّثَنَا سُفْيَان ُ عَن ْ مَنْصُور ٍ عَن ِْبْرَاهِيم َ عَن ْ عَبْد ِ الرَّحْمَن ِ بْن ِ يَزِيد
عَن ْ َبِي مَسْعُود ٍ رَضِي َ اهلل ُ عَنْه ُ قَال َ قَال َ النَّبِي ُّ صَلَّى اهلل ُ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ مَن ْ قَرَ
]رواه البخاري[ ُ بِالْآيَتَيْن ِ مِن ْ آخِر ِ سُورَة ِ الْبَقَرَة ِ فِي لَيْلَة ٍ كَفَتَاه
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari
Manshur dari Ibrahim dari Abdurrahman bin Yazid dari Abu Mas'ud ra (diriwayatkan) ia
berkata, Nabi saw. Bersabda, siapa saja yang membaca dua ayat terakhir dari surah Al-
Baqarah pada suatu malam, niscaya kedua ayat itu akan mencukupinya [HR Al-Bukhari, No.
4722].
Hadits ini menjelaskan bahwa seseorang yang membaca dua ayat terakhir dari surah Al-
Baqarah niscaya cukup baginya. Kata 'cukup' dalam hadits dijelaskan oleh Ibnu Hajar dalam
Fatḥ al-Bārī, bahwa dia akan dilindungi dari kejahatan manusia, jin, setan, dan seluruh
kejahatan yang ada.
Membaca Qs Al-Falaq dan An-Nasْ
ْحَدَّثَنَا َبُو بَكْر ِ بْن ُ َبِي شَيْبَة َ حَدَّثَنَا سَعِيد ُ بْن ُ سُلَيْمَان َ عَن ْ عَبَّاد ٍ عَن ِ الْجُرَيْرِي ِّ عَن
َبِي نَضْرَة َ عَن ْ َبِي سَعِيد ٍ قَال َ كَان َ رَسُول ُ اهلل ِ صَلَّى اهلل ُ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ يَتَعَوَّذ ُ مِن
رواه[ َ عَيْن ِ الْجَان ِّ ثُم َّ َعْيُن ِ الِنْس ِ فَلَمَّا نَزَلَت ِ الْمُعَوِّذَتَان ِ َخَذَهُمَا وَتَرَك َ مَا سِوَى ذَلِك
]ابن ماجه
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah, telah menceritakan kepada
kami Sa'id bin Sulaiman dari 'Abbad dari Al-Jurairi dari Abu Nadlrah dari Abu Sa'id
(diriwayatkan) ia berkata, seringkali Rasulullah saw berlindung dari 'ain (tatapan mata) jin
dan manusia, tatkala turun surah Al-Mu'awwiżatain, beliau menggunakannya dan
meninggalkan yang lainnya [HR Ibnu Majah No. 3511].
Tentang Al-Mu'awwizatain, dalam kitab Injāz al-Hājah Syarḥ Sunan Ibnī Mājah, Muhammad
Ali Janbaz dijelaskan bahwa dahulu Rasulullah saw. ketika meminta perlindungan dari
kejahatan 'ain dan setan beliau mengucapkan doa
َعُوذ ُ بِاهلل ِ مِن َ الْجَان ِّ وَعَيْن ِ الِنْسِ
Namun, ketika turun surah Al-mu'awwiżatain beliau mengganti doa tersebut dengan
membaca An-Nas dan Al-Falaq untuk meminta perlindungan dari kejahatan 'ain dan setan.
Selain itu, Ibnu Kaṡir juga menyebutkan hadits ini di dalam kitab tafsirnya, Tafṣīr Al-Qur'ān
al-'Aẓīm.
Membaca doa "A'ūżu bi kalimātillāhit-tāmmati min gaḍabihī wa syarri 'ibādihī wa min
hamazātisy-syayāṭīni wa an yaḥḍurūn."
Imam An-Nawawi dalam kitabnya al-Ażkār pada Bab Mā Yaqūluhu Iżā Ra'āhu Sya'iun aw
Fazī'a telah menyebutkan doa tersebut. Doa tersebut terdapat dalam hadits berikut,َ
ْعَن ْ عَمْرِو بْن ِ شُعَيْب ٍ عَن ْ َبِيه ِ عَن ْ جَدِّه ِ َن َّ رَسُول َ اهلل ِ صَلَّى اهلل ُ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ كَان
يُعَلِّمُهُم ْ مِن َ الْفَزَع ِ كَلِمَات ٍ َعُوذ ُ بِكَلِمَات ِ اهلل ِ التَّامَّة ِ مِن ْ غَضَبِه ِ وَشَر ِّ عِبَادِه ِ وَمِن
]رواه بو داود[ ِ هَمَزَات ِ الشَّيَاطِين ِ وََن ْ يَحْضُرُون
Dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya (diriwayatkan) bahwa Rasulullah saw.
pernah mengajari mereka beberapa kalimat (agar terhindar) dari rasa takut, yaitu A'ūżu bi
kalimātillāhit-tāmmati min gaḍabihī wa syarri 'ibādihī wa min hamazātisy-syayāṭīni wa an
yaḥḍurūn (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan-
Nya serta kejahatan para hamba-Nya, dan dari bisikan setan serta kedatangan mereka
kepadaku) [HR Abu Dawud No. 3395].
Syeikh Syariful Haq menjelaskan dalam 'Awn al-Ma'būd bahwa doa ini digunakan untuk
berlindung dari bisikan setan, kejahatan hamba, murka Allah, dan berlindung dari
kedatangan setan itu sendiri.
Membaca doa "Bismillāhillażī lā yaḍurru ma'asmihī syaiun fil-arḍi wa lā fis-samāi wa
huwas-samī'ul-'alīm."ُ
ِعَن ْ َبَان َ بْن ِ عُثْمَان َ قَال َ سَمِعْت ُ عُثْمَان َ بْن َ عَفَّان َ يَقُول ُ سَمِعْت ُ رَسُول َ اهلل ِ صَلَّى اهلل
َعَلَيْه ِ وَسَلَّم َ يَقُول ُ مَا مِن ْ عَبْد ٍ يَقُول ُ فِي صَبَاح ِ كُل ِّ يَوْم ٍ وَمَسَاء ِ كُل ِّ لَيْلَة ٍ بِسْم ِ اهلل
الَّذِي ل ا َ يَضُر ُّ مَع َ اسْمِه ِ شَيْء ٌ فِي الَرْض ِ وَل ا َ فِي السَّمَاء ِ وَهُو َ السَّمِيع ُ الْعَلِيم ُ ثَلاث
]رواه ابن ماجه[ ٌ مَرَّات ٍ فَيَضُرُّه ُ شَيْء
Dari Aban bin Utsman (diriwayatkan) ia berkata, saya mendengar 'Utsman bin 'Affan
berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, tidaklah seorang hamba yang membaca
pada pagi dan sore hari di setiap malamnya: Bismillāhillażī lā yaḍurru ma'asmihī syaiun fil-
arḍi wa lā fis-samāi wa huwas-samī'ul-'alīm (Dengan menyebut nama Allah yang tidaklah
sesuatu yang ada di bumi dan di langit akan celaka dengan nama-Nya, dan Dia Maha
mendengar lagi Maha Mengetahui), sebanyak tiga kali, niscaya tidak akan dicelakakan oleh
sesuatu [HR Ibnu Majah No. 3869].
Hadits ini menunjukkan salah satu doa yang sering dibaca oleh Nabi Muhammad saw. pada
pagi dan sore hari. Syeikh Muhammad Ali Al-Janbaz menjelaskan bahwa faedah dari
membaca doa tersebut adalah terhindarnya seorang hamba dari segala bahaya dan
gangguan yang bisa mencelakakannya termasuk gangguan dari setan pada pagi dan sore
hari.
Membaca doa "A'ūżu bi kalimātillāhit-tāmmati min kulli syaitānin wa hāmmatin wa min
kulli 'ainin lāmmah."
Terdapat hadits riwayat Al-Bukhari dari Ibnu Abbas ra tentang kebiasaan Nabi saw
memohonkan perlindungan untuk Hasan dan Husein dengan kalimat ini, yaitu,ُّ
عَن ِ الْمِنْهَال ِ عَن ْ سَعِيد ِ بْن ِ جُبَيْر ٍ عَن ِ ابْن ِ عَبَّاس ٍ رَضِي َ اهلل ُ عَنْهُمَا قَال َ كَان َ النَّبِي
ٍصَلَّى اهلل ُ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ يُعَوِّذ ُ الْحَسَن َ وَالْحُسَيْن َ وَيَقُول ُِن َّ َبَاكُمَا كَان َ يُعَوِّذ ُ بِهَا
ِسْمَاعِيل َ و َ ِسْحَاق َ َعُوذ ُ بِكَلِمَات ِ اهلل ِ التَّامَّة ِ مِن ْ كُل ِّ شَيْطَان ٍ وَهَامَّة ٍ وَمِن ْ كُل ِّ عَيْن
]رواه البخاري[ ٍ لاَمَّة
Dari Al-Minhal dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas ra (diriwayatkan) ia berkata, Nabi saw
biasa memohonkan perlindungan untuk Al-Hasan dan Al-Husein (dua cucu beliau) dan
berkata, sesungguhnya nenek moyang kamu pernah memohonkan perlindungan untuk
Isma'il dan Ishaq dengan kalimat A'ūżu bi kalimātillāhit-tāmmati min kulli syaitānin wa
hāmmatin wa min kulli 'ainin lāmmah (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang
sempurna dari setiap setan dan segala makhluk berbisa dan dari setiap mata jahat yang
mendatangkan petaka) [HR Al-Bukhari].
Ibnu Hajar dalam Fatḥ al-Bārī menjelaskan bahwa الشَّيْطَان mencakup gangguan setan dari
golongan jin dan manusia.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa gangguan setan dapat ditangkal
dengan beberapa bacaan, di antaranya: membaca Al-Qur'an, membaca Ayat Kursi, membaca
dua ayat terakhir surah Al-Baqarah, membaca surah Al-Falaq dan An-Nas, serta membaca
doa-doa sebagaimana tersebut di atas.
Pada dasarnya, setan mengganggu manusia sepanjang hari, mulai dari bangun tidur sampai
tidur lagi. Rasulullah saw mengajarkan kepada umatnya agar selalu berdoa dalam segala
aktivitas yang dilakukan. Seperti ketika hendak masuk rumah, hendak makan, selesai
makan, memakai baju, masuk kamar mandi, dan lain-lain. Semua doa tersebut ditujukan
agar aktivitas yang dilakukan oleh umat Muslim mendapat keberkahan dari Allah SwT dan
terhindar dari segala bentuk gangguan setan.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan mencegahkannya.
Wallāhu a'lam biş-şawāb.

