sources
Fatwa 37 1998 Menirukan Lafaz Azan Subuh
Summary
Naskah lengkap sudah disalin ke Fatwa 37 1998 Menirukan Lafaz Azan Subuh.
Entitas yang Disebut
- Abu Sa’id al Khudriy — Perawi hadis mengenai anjuran menirukan lafaz azan.
- Subinarto — Penanya dari Tirtorahayu, Galur, Kulonprogo.
- Umar bin Khathab — Perawi hadis mengenai tata cara menjawab azan.
Istilah Kunci
- Adzan (أَذَان) — Seruan untuk melaksanakan shalat.
- Ash-shalatu khairum minan naum (الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ) — Kalimat tambahan pada azan Subuh.
- Hayya alal falah (حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ) — Kalimat seruan dalam azan untuk menuju kemenangan.
- Hayya alash shalah (حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ) — Kalimat seruan dalam azan untuk menuju shalat.
Rujukan Al-Qur'an
Tidak ada rujukan ayat terdeteksi.
Catatan Ekstraksi
- Ayat & nomor surat dideteksi dengan aturan (regex), bukan model bahasa.
Source File
raw/Naskah Fatwa Tarjih/Fatwa 1998/Fatwa 37-1998_Menirukan Lafaz Azan Subuh.md

