putusan
KITAB JENAZAH BAGIAN 06 MENGUBUR
KITAB JENAZAH
06 MENGUBUR
٥) ِﺔَﻠْﺑِﻘْﻟا ﻲِﻠِﺑْﻘَﺗْﺳُﻣ اوُﺳِﻠْﺟﺎَﻓ( ٣٥ ) ِرْﺑَﻗ ﻰَﻠَﻋ اوُﺳِﻠْﺟَﺗ َﻻَو( ِنْﯾَﺗﱠﯾَﺗْﺑِﺳِﺑِروُﺑُﻘْﻟا َنْﯾَﺑ اوُﺳَﻣَﺗ َﻻَو )٣٥( ٤٥ ) تﯾﺑﺛﺗﻟا ُﮫَﻟ اوُﻟَﺄْﺳاَو ُﮫَﻟاو ُرِﻔْﻐَﺗْﺳاَو اوُﻋْدﺎَﻓ ِﮫِﻧْﻓَد ْنِﻣ ْمُﺗْﻏَرَﻓ اَذِﺈَﻓ (
E. CARA MENGUBUR MAYAT
Sesudah dishalatkan, bawalah jenazah itu ke pekuburan dengan cepat-cepat497 (33) dan iringlah ia dengan berjalan di sekelilingnya, dekat padanya, dengan diam498 (34). Dan janganlah orang wanita pergi mengiringnya499 (35). Dan jangan kamu duduk hingga jenazah itu diletakkan500 (36).
ﻟِﺣَدِﯾْثِ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ : أَنﱠ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ : اﺳْرِﻋُوا ﺑِﺎﻟْﺟَﻧَﺎزَةِ ﻓَﺈِنْ ﻛَﺎﻧَتْ ﺻَﺎﻟِﺣَﺔً ﻗَرﱠﺑْﺗُﻣُوھَﺎ إﻟَﻰ اﻟْﺧَﯾْرِ وَإِنْ ﻛَﺎﻧَتْ ﻏَﯾْرُ ذَﻟِكَ ﻓَﺷَرَ ﺗَﺿَﻌُوْﻧَﮫُ ﻋَنْ رِﻗَﺎﺑِﻛُمْ . ) رَوَاهُ اﻟْﺟَﻣَﺎﻋَﺔُ(
Menurut hadits Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Percepatkanlah jenazah. Kalau jenazah itu baik kamu telah mendekatkannya (menyegerakan) kepada yang baik, dan kalau ia tidak demikian, maka kamu akan melepaskan yang jelek itu dari bahumu". (Diriwayatkan oleh Jama'ah).
ﻟِﻣَﺎ ﺗَﺑَتَ ﻓِﻲ ﺻَﺣِﯾﺢِ ﻣُﺳْﻠِمٍ وَﻏَﯾْرِهِ أَنﱠ اﻟﺻﱠﺣَﺎﺑَﺔَ ﻛَﺎﻧُوا ﯾَﻣْﺷُونَ ﺣَوْلَ ﺟَﻧَﺎزَةِ اﺑْنِ اﻟدﱠﺣْدَاحِ . وَﻟِﻣَﺎ اﺧْرَﺟَﮫُ اﺣْﻣَدُ وَأَﺑُودَاوُدَ وَاﻟﻧِّﺳَﺎﺋِﻲ وَاﻟﺗﱠرْﻣِذِي وَﺻَﺣْﺣَﮫُ وَاﺑْنُ ﺣِﺑﱠﺎنَ وَﺻَﺣْﺣَﮫُ أَﯾْﺿًﺎ وَاﻟْﺣَﺎﻛِمُ وَﻗَﺎلَ ﻋَﻠَﻰ ﺷَرْطِ اﻟْﺑُﺧَﺎرِي ﻣِنْ ﺣَدِﯾثِ اﻟْﻣَﻐَﯾﱠرَةِ أَنﱠ اﻟﻧﺑﻲ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ : اﻟرﱠاﻛِبُ ﺧَﻠْفَ اﻟﺟَﻧﺎزَةِ وَاﻟْﻣَﺎﺷِﻲ أَﻣَﺎ ﻣَﮭَﺎ ﻗَرِﯾﺑًﺎ ﻣِﻧْﮭَﺎ ﻋَنْ ﯾَﻣِﯾﻧِﮭَﺎ وَﻋَنْ ﯾَﺳَﺎرِھَﺎ. وَﻓِﻲ ﻟﻔظ ﻷَِﺣْﻣَدَ وَاﻟﻧِّﺳَﺎﺋِﻲ وَاﻟﺗﱠرْﻣِذِي اﻟرﱠاﻛِبُ ﺧَﻠْفَ اﻟْﺟَﻧَﺎزَةِ وَاﻟْﻣَﺎﺷِﻲ ﺣَﯾْثُ ﺷَﺎءَ ﻣِﻧْﮭَﺎ . وَاﺣِدِﯾْثِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ اﻧﱠﮫُ رَأَى اﻟﻧﺑﻲ ﺻﻠﻌم وَأَﺑَﺎ ﺑَﻛْرٍ وَﻋُﻣَرَ ﯾَﻣْﺷُونَ اﻣَﺎمَ اﻟْﺟَﻧَﺎزَةِ . )رَوَاهُ اﻟْﺧَﻣْﺳَﺔُ( ﻲِﻓ ِمِّدَﻘَﺗُﻣْﻟا َةَرْﯾَرُھ ﻲِﺑَأ ِثْﯾِدَﺣﻟاَو- ٦٢ - ِفْﺣﱠرﻟا َدْﻧِﻋَو ِنآْرُﻘْﻟا ِةَوَﻼِﺗ َدْﻧِﻋ : ٍثَﻼَﺛ َدْﻧِﻋ َتَﻣﱠﺻﻟا ﱡبِﺣُﯾ َﱠاللها ﱠنِإ : ثﯾِدَﺣﻟاَو وَﻋِﻧْدَ اﻟْﺟَﻧَﺎزَةِ . رَوَاهُ اﻟطﱠﺑَرَاﻧِﻲ ﻋَنْ زَﯾْدِ ﺑْنِ أَرْﻗَمَ ( .
Menilik yang tersebut dalam Sahih Muslim dan lainnya, bahwa para shahabat berjalan sekeliling jenazah, Ibnu Dahdah. Dan menilik pula riwayat dari Ahmad, Abu Dawud, Nasai, Tirmidzi dan Ibnu Hibban. Tirmidzi dan Ibnu Hibban menshahihkannya dan Hakim menshahihkan juga serta mengatakan menurut syarat Bukhari yaitu hadits Mughirah, bahwasannya Nabi saw. bersabda: "Orang yang berkendaraan itu dibelakang jenazah, dan yang berjalan kaki di depannya, dekat daripadanya dari arah kanan kirinya". Dan menurut bunyi riwayat Ahmad, Nasai dan Tirmidzi "Orang yang berkendaraan itu dibelakang jenazah dan yang berjalan kaki dimana yang dikehendakinya." Dan menurut hadits Ibnu Umar, bahwa ia melihat Nabi saw. serta Abu Bakar dan 'Umar berjalan di muka jenazah. (Diriwayatkan oleh Lima Ahli Hadits). Dan melihat hadits Abu Hurairah sebelumnya no. 26. "Sesungguhnya Allah itu menyukai ketenangan pada tiga waktu: waktu pembacaan Al-Qur'an, waktu perang dan waktu ada jenazah". (Diriwayatkan oleh Thabarani dari Zaid bin Arqam).
اﻟﺣَدِﯾثِ أَمْ ﻋَطِﯾﱠﺔً ﻗَﺎﻟَتْ : ﻧُﮭِﯾﻧَﺎ ﻋَنِ اﺗﱠﺑَﺎعِ اﻟْﺟَﻧَﺎزَةِ وَﻟَمْ ﯾُﻌْزَمْ ﻋَﻠَﯾْﻧَﺎ . ) رَوَاهُ اﻟْﺑُﺧَﺎرِي وَﻣُﺳْﻠِمُ ( . وَاﻟﺣَدِﯾﺗِﮭَﺎ أَﯾْﺿًﺎ ﻋِﻧْدَ اﻟطﱠﺑَرَاﻧِﻲ وَﻓِﯾﮫِ أنﱠ اﻟﻧﺑﻲ ﺻﻠﻌم ﻧَﮭَﺎ ھُنﱠ أَنْ ﯾَﺧْرُﺟْنَ ﻓﻲ ﺟَﻧَﺎزَةٍ .
Menilik hadits Ummi 'Athiyah katanya: "Kami (wanita) dilarang mengikuti jenazah meskipun larangan itu tidak diperkeras. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim). Dan mengingat haditsnya pula dalam riwayat Thabarani, bahwa Nabi saw. melarang mereka (wanita) keluar mengantarkan jenazah.
ﻟِﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ ﺳَﻌِﯾدٍ ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم : إِذَا رَأَﯾْﺗُمُ اﻟْﺟَﻧَﺎزَةَ ﻓَﻘُوﻣُوا ﻟَﮭَﺎ ﻓَﻣَنِ اﺗﱠﺑَﻌَﮭَﺎ ﻓَﻼَ ﯾَﺟْﻠِسٌ ﺣَﺗﱠﻰ ﺗُوﺿَﻊَ : ) رَوَاهُ اﻟْﺟَﻣَﺎﻋَﺔُ إِﻻﱠ اﺑْن ﻣَﺎﺟَﺔ (
Karena hadits Abu Sa'id bahwa Rasulullah saw bersabda: "Bilamana kamu melihat jenazah, maka berdirilah dan barangsiapa mengiringkannya, maka jangan sampai duduk sehingga jenazah diletakkan. (Diriwayatkan oleh Jama'ah kecuali Ibnu Majah).
Dan apabila kamu melihat jenazah, meskipun jenazah Yahudi, maka berdirilah sehingga melalui kamu atau diletakkan501 (37). Dan kuburlah mayat itu dalam lubang yang baik dan dalam502 (38). Buatlah baginya galian lahat serta pasanglah di atasnya batu bata mentah503 (39) dalam kuburan kaum Muslimin504 (40). Masukkanlah mayat itu dari arah kaki kubur505 (41) dan bacalah ketika meletakkannya dalam kubur "Bismilla-hiwa'ala-millati Rasulilla-h"506 (42) serta tutuplah atas kubur mayat wanita waktu di kuburnya507 (43), dan turunlah ke dalam kuburnya, orang yang tak
٦٣ ) ﺎًﻔﻧآ ٍدﯾِﻌَﺳ ﻲِﺑَأ ِثﯾِدَﺣِﻟ( : َﻊَﺿوُﺗْوا ُمُﻛَﻔُﻠْﺧﺗ ﻰﱠﺗَﺣ اوُﻣْوُﻘَﻓ َةَزﺎَﻧَﺟْﻟا ُمُﺗْﯾَأَر اَذِإ : َلﺎَﻗ مﻌﻠﺻ ِّﻲِﺑﱠﻧﻟا ِنَﻋ َﺔَﻌﯾِﺑَر ِثﯾِدِﺣاَو ) رَوَاهُ اﻟْﺟَﻣَﺎﻋَﺔُ ( . وَاﺣِدِﯾثِ ﺳَﮭْلِ اﺑْنِ ﺣُﻧَﯾْفٍ وَﻗَﯾْسٍ ﺑْنِ ﺳَﻌْدٍ ﻗَﺎلَ : إِنﱠ رَﺳُولَ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻣَرﱠتَ ﺑِﮫِ ﺟَﻧَﺎزَةٌ ﻓَﻘَﺎمَ ﻓَﻘِﯾلَ ﻟَﮫُ : إِﻧﱠﮭَﺎ ﺟَﻧَﺎرَةُ ﯾَﮭُودِي ، ﻓَﻘَﺎلَ : اﻟْﯾَﺳَتْ ﻧَﻔْﺳًﺎ . ) ﻣُﺧْﺗَﺻَرُ ﻣِنَ اﻟْﺑُﺧَﺎرِي وﻣﺳﻠم ( .
Mengingat hadits Abu Sa'id, tersebut nomor 36 di atas. Dan mengingat hadits Rabi'ah dari Nabi saw. sabdanya: "Bilamana kamu melihat jenazah, maka berdirilah sehingga melewati kamu atau diletakkannya". (Diriwayatkan oleh Jama'ah). Dan lagi hadits Sahl bin Hunaif dan Qais bin Sa'd, katanya bahwa Rasulullah saw. dilalui jenazah, maka beliau berdiri. Maka dikatakan pada beliau, bahwa itu jenazah orang Yahudi. Sahut beliau: "Bukankah ia itu manusia juga?". (Ringkasan dari hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
ﻟِﺣَدِﯾثِ ھِﺷَﺎمِ ﺑْنِ ﻋَﺎﻣِرٍ ﻗَﺎلَ : ﺷَﻛَوْﻧَﺎ إِﻟَﻰ رَﺳُولِ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﯾَوْمَ اﺣَدٍ ﻓَﻘُﻠْﻧَﺎ : ﯾَﺎ رَﺳُولَ االلهﱠِ اﻟْﺣَﻔْرُ ﻋَﻠَﯾْﻧَﺎ ﻟِﻛُلِّ إِﻧْﺳَﺎنِ ﺷَدِﯾدٌ . ﻓَﻘَﺎلَ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم : اﺣْﻔِرُ وا وَاﻋْﻣِﻘُوا وَاﺣْﺳِﻧُوا اﻟْﺣَدِﯾثَ . رَوَاهُ اﻟﻧِّﺳَﺎﺋِﻲ واﻟﺗﱠرْﻣِذِي ﺑِﻧَﺣْوِهِ وَﺻَﺣْﺣَﮫُ ( .
Menurut hadits Hisyam bin 'Amir katanya: kami mengadu kepada Rasulullah saw. pada hari Uhud, kami berkata: "Ya Rasulullah, membuat liang kubur untuk tiap-tiap orang itu berat bagi kami?". Maka sabda Rasulullah saw: "Galilah, perdalamkanlah dan kerjakanlah dengan baik..." seterusnya hadits (Diriwayatkan oleh Nasai dan Tirmidzi meriwayatkan hadits serupa itu dan dishahihkannya).
ﻟِﺣَدِﯾْثِ ﻋَﺎﻣِرِ ﺑْنِ ﺳَﻌْدِ ﺑْنِ ﺳَﻌْدٍ ﻗَﺎلَ : اﻟْﺣِدُ وَاﻟِﻲ ﻟَﺣَدًا وَاﻧْﺻِﺑُوا ﻋَﻠَﻰ اﻟﻠﱠﯾنَ ﻧَﺻْﺑًﺎ ﻛَﻣَﺎ ﺻُﻧِﻊَ ﺑِرَﺳُولِ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم . ) رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ وَﻣُﺳْﻠِم(
Menilik hadits 'Amir bin Sa'd katanya: "Buatlah bagiku liang lahat dan pasanglah di atas kuburku batu bata sebagaimana yang diperbuat pada Rasulullah saw." (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim).
ﻟِوُﻗُوعِ ذَﻟِكَ ﻓِﻲ اﻟْﻘُرُونِ اﻟﺛﱠﻼَﺛَﺔِ
Karena hal ini telah berlaku selama tiga abad.
ﻟِﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ إِﺳْﺣَﺎقَ ﻗَﺎلَ : أَوْﺻَﻰ اﻟﺣرث أنْ ﯾُﺻَﻠِّﻲ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ﻋَﺑْدُ االلهﱠِ ﺑْنُ ﯾَزِﯾدَ ﻓَﺻَﻠﱠﻰ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ﺛُمﱠ أَدْﺧَﻠَﮫُ اﻟْﻘَﺑَرُ ﻣِنْ ﻗِﺑَلِ رِﺟْﻠَﻲ اﻟْﻘَﺑْرِ وَﻗَﺎلَ : ھُذَا ﻣِنَ اﻟﺳﱡﻧﱠﺔِ ) رَوَاهُ اﺑوُدَاوُدَ وَرِﺟَﺎلُ إِﺳْﻧَﺎدِهِ رِﺟَﺎلُ اﻟﺻﱠﺣِﯾﺢ(
Menilik hadits Abu Ishak, katanya: "Al-Harts berpesan supaya ia dishalatkan oleh 'Abdullah bin Yazid. Lalu 'Abdullah menshalatkannya kemudian memasukkan jenazahnya ke dalam kubur dari arah kedua kakinya seraya berkata: "Inilah daripada Sunnah". (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan sanadnya shahih).
ﻟِﺣَدِﯾثِ اﺑْنِ ﻋُﻣَرَ ﻋَنِ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ: ﻛَﺎنَ إِذَا وُﺿِﻊَ اﻟْﻣَﯾِّتُ ﻓِﻲ ﻗَﺑْرِهِ ﻗَﺎلَ: " ﺑِﺳْمِ االلهﱠِ وَﻋَﻠَﻰ ﻣِﻠﱠﺔِ رَﺳُولِ االلهﱠِ رَوَاهُ اﻟْﺧَﻣْﺳَﺔُ اﻻﱠ اﻟﻧﱠﺳَﺎﺋِﻲ(
Menurut hadits Ibnu 'Umar dari Nabi saw. Ibnu 'Umar berkata: "Adalah Rasulullah bila mayat telah diletakkan dalam kubur, beliau membaca: "Bismillahi wa'ala-millati rasu-lilla-h". (Diriwayatkan oleh Lima Ahli Hadits kecuali Nasai).
ِمِّدَﻘَﺗُﻣْﻟا ِﮫِﺛﯾِدَﺣَوْﺣَﻧ َقﺎَﺣْﺳِإ ﻲِﺑَأ ْنَﻋ ِﮫِﻧَﻧُﺳ ﻲِﻓ ٌدﯾِﻌَﺳ ُﮫَﺟَرْﺧَأ ﺎَﻣِﻟ ﻲﻓ- ١٤ - ُﻊَﻧْﺻُﯾ ﺎَﻣﱠﻧِﺈَﻓ َبوﱠﺛﻟا اوُطِﺷْﻧا : َلﺎَﻗ ﱠمُﺛ : َداَزَو ھَذَا ﺑِﺎﻟﻧِّﺳَﺎءِ. وَﻋِﻧْدَ اﺑْنِ أَﺑِﻲ ﺷَﯾْﺑَﺔَ ﺑِﻠَﻔْظِ : ﻓَﻣَدِّوا ﻋَﻠَﻰ ﻗَﺑْرِهِ ﻧَوْﺑًﺎ ﻓَﺟَذَﺑَﮫُ ﻋَﺑْدُ االلهﱠِ ﺑْنُ ﯾَزِﯾدَ وَﻗَﺎلَ : إِﻧﱠﻣَﺎ ھُوَ رَﺟُلٌ.
bersetubuh pada tadi malamnya508 (44). Dan letakkanlah mayat itu menghadap qiblat509 (45). Janganlah kamu menguburkan mayat pada waktu. matahari terbit kecuali sesudah naik pada waktu tengah-tengah hari (matahari di arah atas kepala), dan pada waktu hampir terbenam kecuali sesudah terbenam510 (46), serta janganlah meninggikan kubur lebih dari sejengkal511 (47) serta janganlah kamu buat tembok di atasnya512 (48) tetapi buatlah tanda di atasnya dengan batu umpamanya, pada arah kepalanya513 (49). Dan taburilah dengan tanah dari arah
Menilik hadits Sa'id dalam kitab Sunannya, dari Abu Ishak sebagaimana yang tersebut pada nomor 41 di atas, dengan tambahan: Kemudian berkata: "Gulunglah kain itu, karena yang demikian itu dikerjakan pada wanita". Dan hadits Ibnu Abi Syaibah dengan perkataan: "Maka mereka membentangkan kain di atas kuburnya, lalu 'Abdullah bin Yazid menariknya dengan berkata: "Dia seorang pria".
اﻟﺣدِﯾْثِ أَﻧَسٍ ﻗَﺎلَ : ﺷَﮭِدَتُ ﺑﻧت رَﺳُولِ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﺗُدْﻓَنُ وَھُوَ ﺟَﺎﻟِسٌ ﻋَﻠَﻰ اﻟْﻘَﺑْرِ ﻓَرَأَﯾْتُ ﻋَﯾْﻧَﯾْﮫِ ﺗَدْ ﻣَﻌَﺎنِ ﻓَﻘَﺎلَ : ھَلْ ﻓِﯾﻛُمْ ﻣِنْ أَﺣَدٍ ﻟَمْ ﯾُﻘَﺎرِفِ اﻟﻠﱠﯾْﻠَﺔَ ؟ ﻓَﻘَﺎلَ أَﺑُو طَﻠْﺣَﺔَ: اﻧَﺎ . ﻓَﻘَﺎلَ : ﻓَﺎﻧْزِلْ ﻓِﻲ ﻗَﺑْرِھَﺎ، ﻓَﻧَزَلَ ﻓِﻲ ﻗَﺑْرِھَﺎ . ) رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ وَاﻟْﺑُﺧَﺎرِيﱡ(.
Mengingat hadist Anas, katanya: "Aku melihat anak perempuan Rasulullah saw. ketika dikubur dan ketika beliau duduk di sisi kuburan itu maka aku melihat kedua mata beliau berlinang-linang, maka sabdanya: "Adalah di antaramu yang tidak bercampur tadi malam?" Maka jawab Abu Thalhah Sayal Kemudian beliau bersabda: "Turunlah ke dalam kuburnya!" Ia lalu turun ke dalam kuburnya. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Ahmad).
ﺗَوَﻗﱠفَ ﻣَﺟْﻠِسُ اﻟﺗﱠرْﺟِﯾﺢِ ﻓِﯾﮫِ.
Dalam hal "meletakkan mayat menghadap qiblat dalam kubur", Majelis Tarjih "tawaqquf", belum mentarjihkan dalilnya.
ﻲﻓ مِّدَﻘَﺗُﻣْﻟا ٍرِﻣﺎَﻋ ِنْﺑ َﺔَﺑْﻘُﻋ ِثﯾِدَﺣِﻟ- ٢٣
–
٠
Mengingat hadits 'Uqbah bin 'Amir, yang tersebut pada nomor 32 di atas
ﻟِﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ اﻟْﮭَﯾﱠﺎجِ اﻷَْﺳَدِي ﻋَنْ ﻋَﻠﻰ ﻗَﺎلَ : اﺑْﻌَﺗُكَ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﺑَﻌَﺛْﻧِﻲ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻻ ﺗَدَعْ ﺗِﻣﺛﺎﻻ إﻻ طَﻣَﺳْﺗَﮫُ وَﻻَ ﻗَﺑَرًا ﻣُﺷْرِﻓًﺎ اﻷَﺳَوﱠﯾْﺗَﮫُ. ) رَوَاهُ اﻟْﺟَﻣَﺎﻋَﺔُ إِﻻﱠ اﻟْﺑُﺧَﺎرِي وَاﺑْنَ ﻣَﺎﺟَﮫُ( وَاﻟِﺣِدِﯾثِ ﺳُﻔْﯾَﺎنَ اﻟﺗﱠﻣﱠﺎرِ أَﻧﱠﮫُ رَأَى ﻗَﺑْرَ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻣُﺳَﻠﱠﻣﺎ . )رَوَاهُ اﻟْﺑُﺧَﺎرِيﱡ(. وَاﻟﺣَدِﯾْثِ ﺻَﺎﻟِﺢِ ﺑْنِ أَﺑِﻲ ﺻَﺎﻟِﺢٍ ﻗَﺎلَ: رَأَﯾْتُ ﻗَﺑْرَ رَﺳُولِ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﺷِﺑْرًا أَوْ ﻧَﺧَوَﺷِﺑْرٍ ) رَوَاهُ اﺑَودَاوُدَ ﻓِﻲ اﻟْﻣَرَاﺳِﯾلِ
( .
Menilik hadits Abu Hayyat Asadi dari 'Ali ra. katanya: "Aku mengutus kamu, sebagai Rasulullah saw. mengutus aku. Jangan kamu membiarkan area kecuali harus kamu singkirkan dan kuburan yang ditinggikan melainkan kamu ratakanlah" (Diriwayatkan oleh Jama'ah kecuali Bukhari dan Ibnu Majah). Dan menilik hadits Sufyan Tammar, bahwa ia melihat kubur Rasulullah beronggok (Diriwayatkan oleh Bukhari). Lagi menilik hadits Shalih bin Abi Shalih, katanya: "Aku melihat kubur Rasulullah saw, sejengkal atau sekadar sejengkal tingginya" (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitabnya Marasil).
ﻟِﺣَدِﯾثِ ﺟَﺎﺑِرِ ﻧَﮭَﻰ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ان ﯾُﺟﺻَصَ اﻟﻘَﺑْرُ وَانْ ﯾُﻘْﻌَدَ ﻋَﻠَﯾْﮫِ وَأَنْ ﯾُﺑْﻧَﻰ ﻋَﻠَﯾْﮫِ . ) رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ وَ ﻣُﺳْﻠِم وَاﺑُودَاوُدَ وَاﻟﻧِّﺳَﺎﺋِﻲ (
Menilik hadits Jabir, bahwa Nabi saw melarang orang menembok kuburan dan duduk di atas kuburan serta melarang mendirikan bangunan di atasnya (Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Nasai).
ﻟِﺣَدِﯾثِ ﻣُطﱠﻠِبِ ﺑْنِ ﻋَﺑْدِ االلهﱠِ ﻗَﺎلَ : ﻟَﻣﱠﺎ ﻣَﺎتَ ﻋُﺛْﻣَﺎنُ ﺑْنُ ﻣَظْﻌُونٍ ﺧَرَجَ ﺑِﺟَﻧَﺎزَﺗِﮫِ ﻓَدُ ﻓِنَ ، ﻓَﺄَﻣَرَ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱡ ﺻﻠﻌم رَﺟُﻼً أَنْ ﯾَﺄْﺗِﻲ ﺑِﺣَﺟَرٍ ﻓَﻠَمْ ﯾَﺳْﺗَطِﻊْ ﺣَﻣْﻠَﮫُ ﻓَﻘَﺎمَ إِﻟَﯾْﮫِ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم وَﺣَﺳَرَ ﻋَﻠَﻰ ذِرَاﻋَﯾْﮫِ . ﻗَﺎلَ ﻗَﺎلَ اﻟﱠذِي أَﺧْﺑَرَﻧِﻲ ﻛَﺎﻧِﻲ اﻧْظُرُ إِﻟَﻰ ﺑَﯾَﺎضِ ذِرَاﻋَﻰ رَﺳُولِ االلهﱠِ ﺣِﯾْنَ ﺣَﺳَرَ ﻋَﻧْﮭُﻣَﺎ ﺛُمﱠ ﺣَﻣَﻠَﮭَﺎ ﻓَوَﺿَﻌَﮭَﺎ ﻋِﻧْدَ رَأْﺳِﮫِ ﻓَﻘَﺎلَ : أَﻋَﻠِّمُ ﺑِﮭَﺎ ﻗَﺑْرَاﻧِﻲ وَادْ ﻓِنْ إِﻟَﯾْﮫِ ﻣَنْ ﻣَﺎتَ ﻣِنْ أَھْﻠِﻲ. ) رَوَاهُ أَﺑُو دَاوُدَ(
(49) Karena hadits Muththalib bin 'Abdullah, katanya bahwa ketika 'Utsman bin Madh'un wafat, jenazah-nya dibawa ke luar dan dikubur, lalu Nabi saw, perintahkan kepada seorang laki-laki supaya mengambil batu, tetapi tidak kuat mengangkatnya, lalu Rasulullah saw., mendekatinya dan menyingsingkan kedua lengannya. Berkata
kepala tiga kali514 (50). Dan kalau kamu tiba di kuburan sedang kubur belum selesai digali, maka duduklah menghadap qiblat515 (51). Dudukmu jangan di atas kuburan516 (52) dan janganlah kamu berjalan di antara kuburan dengan alas kaki517 (53). Bila sudah selesai menguburkan, maka do'akanlah, mintakan ampun dan ketetapan hati bagi mayat518 (54).
اﻟﺗﱠﻌْزِﯾَﺔُ وَإِذَا أَﺻَﺎﺑَﺗْﻛُمْ ﻣُﺻِﯾﺑَﺔٌ ﻓَﻘُوﻟُوا: إِﻧﱠﺎ لِلَّهِ وَإِﻧﱠﺎ إِﻟَﯾْﮫِ رَاﺟِﻌُونَ اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﺟِرْﻧِﻲ ﻓِﻲ ﻣُﺻِﯾﺑَﺗِﻲ وَاﺧْﻠُفُ ﻟِﻲ ٦٥ ) ِرْﺑﱠﺻﻟا ﻰَﻠَﻋ ْمُھوﱠﺗَﺣَو ِتِّﯾَﻣْﻟا َلْھَأ اوُزَﻋَو . ه ﺎﮭﻧﻣ اًرْﯾَﺧ( ٧٥ ) ِتِّﯾَﻣْﻟا ﻰَﻠَﻋ اوُﺣوُﻧَﺗ َﻻَو( َﻻَو ٨٥ ) ِﺔﱠﯾِﻠِھﺎَﺟﻟا ىَوْﻋَدِﺑ اوُﻋْدَﺗَو َبوُﯾِﺟْﻟا اوﻘﺷﺗو َدوُدُﺧْﻟا اوُﺑِرْﺿَﺗ( ِﮫْﯾَﻠَﻋ ِءﺎَﻛُﺑﻟﺎِﺑ َسْﺄَﺑ َﻻَو
Muththalib: Berkata seseorang yang mengkabarkan kepadanya seolah-olah aku melihat kedua lengan Rasulullah saw yang putih waktu disingsingkannya. Kemudian beliau saw mengangkat batu itu dan meletakkannya di arah kepalanya dengan sabdanya: "Aku memberi tanda kubur ahliku yang meninggal di situ juga" (Diriwayatkan oleh Abu Dawud).
ﻟﻣﺎ روَى اﺑْنُ ﻣَﺎﺟَﮫُ وَأَﺑَودَاوُدَ وَﺻَﺣْﺣَﮫُ ﻋَنْ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ رَض ان اﻟﻧﺑﻲ ﺻﻠﻌم ﺻَﻠﱠﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺟَﻧَﺎزَةٍ ﺛُمﱠ أَﺗَﻰ ﻗَﺑْرَ اﻟْﻣَﯾِّتِ ﻓَﺗَﻰ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ﻣِنْ ﻗِﺑَلِ رَأْﺳِﮫِ ﺛﻼﺛًﺎ .
Menilik hadits Ibnu Majah dan Abu Dawud serta dishahihkannya, dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi saw men-shalatkan jenazah, lalu datang pada kubur si mayat, maka menaburkan tanah atasnya dari arah kepala tiga kali.
ﻟِﺣَدِﯾثِ اﻟْﺑَرَاءِ ﺑْنِ ﻋَﺎزِبٍ ﻗَﺎلَ: ﺧَرَﺟْﻧَﺎ ﻣَﻊَ رَﺳُولِ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﻓِﻲ ﺟَﻧَﺎزَةِ رَﺟُلٍ ﻣِنَ اﻷَْﻧﺻَﺎرِ ﻓَﺎﻧْﺗَﮭَﯾﱠﻧَﺎ إِﻟَﻰ اﻟْﻘَﺑْرِ وَﻟَمْ ﯾُﻠْﺣَدٌ ﻓَﺟَﻠَسَ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻣُﺳْﺗَﻘْﺑِلَ اﻟْﻘِﺑْﻠَﺔِ وَﺟَﻠَﺳْتُ ﻣَﻌَﮫُ.( رَوَاهُ أَﺑُو دَاوُدَ ( .
Menurut hadits Al-Bara' bin 'Azib, bahwa kami keluar bersama Rasulullah saw mengantarkan jenazah seorang sahabat Anshar, maka sampailah kami ke kubur, padahal belum digali, maka duduklah Rasulullah saw. menghadap Qiblat dan akupun duduk juga (Diriwayatkan oleh Abu Dawud).
ﻟِﻣَﺎ رُوِيَ ﻋَنْ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم : ﻻن ﯾَﺟْﻠِسَ أَﺣَدُﻛُمْ ﻋَﻠَﻰ ﺟَﻣْرَةٍ ﻓَﺗَﺣَرِّقَ ﺛِﯾَﺎﺑَﮫُ ﻓَﺗَﺧْﻠُصُ إِﻟَﻰ ﺟِﻠْدِهِ ﻲﻓ َمﱠدَﻘَﺗ ﺎَﻣِﻟَو . ( يِذِﻣْرﱠﺗﻟاَو يِرﺎَﺧُﺑﻟا ﱠﻻِإ ُﺔَﻋﺎَﻣَﺟْﻟا ُهاَوَر ) . ٍرْﺑَﻗ ﻰَﻠَﻋ َسِﻠْﺟَﯾ ْنَأ ْنِﻣ ُﮫَﻟ ٌرْﯾَﺧ- ٨٤
–
٠
Mengingat hadits Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda: "Sungguh seorang dari padamu duduk di atas bara api hingga membakar pakaiannya sampai tembus ke kulitnya, lebih baik daripada duduk di atas kubur" (Diriwayatkan oleh Jama'ah selain Bukhari dan Tirmidzi). Lagi mengingat hadits yang tersebut pada nomor 49 di atas.
ﻟِﻣَﺎ رُوِيَ ﻋَنْ ﺑَﺷِﯾرِ ﺑْنِ اﻟﺧَﺻَﺎﺻِﯾﱠﺔِ أَنﱠ رَﺳُولَ ﷲِ ﺻﻠﻌم رَأَى رَﺟُﻼً ﯾَﻣْﺷِﻲ ﻓِﻲ ﻧَﻌْﻠَﯾْنِ ﺑَﯾْنَ اﻟْﻘُﺑُورِ ﻓَﻘَﺎلَ : ﯾَﺎ ﺻَﺎﺣِبَ اﻟﺳِّﺑْﺗِﯾﺗَﯾْنِ اﻟْﻘِﮭِﻣَﺎ ، أَﺧْرَﺟَﮫُ اﺑْنُ أَﺑِﻲ ﺷَﯾْﺑَﺔَ ﻓِﻲ ﻣُﺻَﻧِّﻔِﮫِ ، وَأَﺑُودَاوُدَ اﻟطﱠﯾَﺎﻟِﺳِﻲ وَاﺣْﻣَدُ ﻓِﻲ ﻣَﺳَﺎﺋِﯾدِ ھِﻣَﺎ وَاﻷَرْﺑَﻌَﺔُ اﻻ اﻟﺗﱠرْﻣِذِي وَاﻟْﺣَﺎﻛِمَ وَﻗَﺎلَ : ﺻَﺣِﯾﺢُ اﻹِْﺳْﻧَﺎدِ وَﻟَمْ ﯾُﺧْرِﺟَﺎهُ ( .
Mengingat riwayat dari Basyir bin Khashashiyah, bahwa Rasulullah saw melihat seorang lelaki berjalan dengan sandal di atas kubur, maka sabda beliau: "Hai orang yang bersandal, lepaskan-lah sandal!"" (Hadits ini diriwayatkan oleh Abi Syaibah dalam Mushannafnya dan Ibnu Abu Dawud Thayalisi dan Ahmad dalam musnadnya masing-masing, juga diriwayatkan oleh Empat Ahli Hadits Kecuali Tirmidzi; begitu juga oleh Hakim dengan katanya bahwa hadits itu sanadnya shahih hanya Bukhari-Muslim tidak meriwayatkannya.
ﻟِﻣَﺎ رُوِيَ ﻋَنْ ﻋُﺛْﻣَﺎنَ ﻗَﺎلَ : ﻛَﺎنَ اﻟﻧﺑﻲ ﺻﻠﻌم إِذَا ﻓَرَغَ ﻣِنْ دَﻓْنِ اﻟْﻣَﯾِّتِ وَﻗَفَ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ﻓَﻘَﺎلَ : اﺳْﺗَﻐْﻔِرُ واﻷَﺧِﯾﻛُمُ وَﺳَﻠُوا ﻟَﮫُ اﻟﺗﱠﻧْﺑِﯾْتَ ﻓَﺈِﻧﱠﮫُ اﻵْنَ ﯾُﺳْﺄَلُ ) رَوَاهُ أَﺑُو دَاوُدَ (
Menurut hadits Utsman bahwa Rasulullah saw bila selesai dari mengubur mayat, berdiri di sisinya seraya bersabda: "Mintakanlah ampun bagi saudaramu dan mohonkanlah ketetapan baginya, karena sekarang ia sedang disoal (ditanya)!" (Diriwayatkan oleh Abu Dawud).

