sources
KITAB JENAZAH BAGIAN 06 MENGUBUR
Summary
Naskah lengkap sudah disalin ke KITAB JENAZAH BAGIAN 06 MENGUBUR.
Entitas yang Disebut
- 'Utsman bin Madh'un — Sahabat yang wafat dan disebut dalam hadits Muththalib.
- Abdullah bin Yazid — Sahabat yang menshalatkan dan menguburkan Al-Harts sesuai sunnah.
- Abu Dawud — Perawi hadits yang disebut dalam beberapa riwayat, termasuk hadits Muththalib dan Ibnu Majah.
- Abu Dawud Thayalisi — Disebut sebagai perawi hadits Basyir bersama Ahmad.
- Abu Hurairah — Perawi hadits tentang mempercepatkan jenazah.
- Abu Ishak — Perawi hadits tentang memasukkan jenazah dari arah kaki kubur.
- Abu Sa'id — Perawi hadits tentang berdiri untuk jenazah.
- Abu Thalhah — Sahabat yang turun ke kubur atas perintah Nabi.
- Ahmad — Disebut sebagai perawi hadits Basyir dalam musnadnya.
- Al Hakim — Disebut sebagai perawi yang menilai sanad hadits Basyir shahih.
- Al-Bara' bin 'Azib — Perawi hadits tentang duduk menghadap qiblat saat menunggu kubur digali.
- Amir bin Sa'd — Perawi hadits tentang liang lahat dan batu bata di kubur.
- Anas — Perawi hadits tentang turun ke kubur untuk jenazah wanita.
- Basyir bin Khashashiyah — Perawi hadits tentang larangan berjalan di kuburan dengan sandal.
- Bukhari — Disebut sebagai pengecualian dalam riwayat hadits tentang duduk di kubur.
- Hisyam bin 'Amir — Perawi hadits tentang menggali dan memperdalam kubur.
- Ibnu Abi Syaibah — Disebut sebagai perawi hadits Basyir dalam Mushannafnya.
- Ibnu Majah — Perawi hadits yang disebut bersama Abu Dawud dalam hadits tentang menabur tanah.
- Ibnu Umar — Perawi hadits tentang bacaan saat meletakkan mayat dalam kubur.
- Jabir — Perawi hadits larangan menembok dan mendirikan bangunan di atas kubur.
- Majelis Tarjih — Lembaga yang mentawaqqufkan masalah menghadap qiblat dalam kubur.
- Muththalib bin 'Abdullah — Disebut sebagai perawi hadits tentang pemberian tanda kubur untuk Utsman bin Madh'un.
- Thabarani — Perawi hadits dari Zaid bin Arqam.
- Tirmidzi — Disebut sebagai pengecualian dalam riwayat hadits tentang duduk di kubur.
- Ummi 'Athiyah — Perawi hadits larangan wanita mengikuti jenazah.
- Utsman — Perawi hadits tentang doa dan istigfar setelah penguburan.
- Utsman bin Mazh'un — Sahabat yang kuburnya diberi tanda batu oleh Nabi.
- Zaid bin Arqam — Perawi hadits tentang ketenangan saat jenazah.
Istilah Kunci
- Batu Bata Mentah — Bahan penutup liang lahat setelah mayat diletakkan.
- Bismillahi wa'ala millati Rasulillah (بسم الله وعلى ملة رسول الله) — Bacaan yang diucapkan saat meletakkan mayat dalam kubur.
- Doa (دعاء) — Permohonan kepada Allah untuk mayat setelah penguburan.
- Jenazah (جنازة) — Istilah untuk mayat yang dishalatkan, disebut dalam hadits Ibnu Majah.
- Kubur (قبر) — Istilah untuk liang lahat, disebut dalam banyak hadits tentang larangan duduk dan berjalan di atasnya.
- Lahad (لحد) — Galian miring di dasar kubur untuk meletakkan mayat.
- Qiblat (قبلة) — Arah kiblat sebagai posisi mayat dalam kubur.
- Sejengkal — Ukuran maksimal tinggi kubur menurut sunnah.
- Shalat Jenazah (صلاة الجنازة) — Shalat yang dilakukan atas jenazah, disebut dalam hadits Ibnu Majah.
- Takziah (التعزية) — Istilah untuk belasungkawa yang disebut dalam teks Arab setelah nomor 54.
Rujukan Al-Qur'an
Tidak ada rujukan ayat terdeteksi.
Source File
raw/Referensi Tarjih/Fikih Muhammadiyah/KITAB-JENAZAH/KITAB-JENAZAH-BAGIAN-06-MENGUBUR.md
- Batu Bata Mentah
- Bismillahi wa'ala millati Rasulillah
- Doa
- Jenazah
- Kubur
- Lahad
- Qiblat
- Sejengkal
- Shalat Jenazah
- Takziah
- Tawaqquf
- Abdullah bin Yazid
- Abu Dawud
- Abu Dawud Thayalisi
- Abu Hurairah
- Abu Ishak
- Abu Sa’id
- Abu Thalhah
- Ahmad
- Al Hakim
- Amir bin Sa’d
- Anas
- aṭ Ṭabarānī
- Bara’ bin ‘Azib
- Bashir bin Al Khashashiyah
- Bukhari
- Fikih Muhammadiyah
- Hisyam bin 'Amir
- Ibnu Abi Syaibah
- Ibnu Majah
…dan 11 halaman lain.

