putusan
KITAB JENAZAH BAGIAN 07 MELAWAT ZIARAH KUBUR
KITAB JENAZAH
07 MELAWAT ZIARAH KUBUR
)٩٥( ٠٦ ) ﺎًﻣﺎَﻌَط ِتِّﯾَﻣْﻟا ِلَﻵ اوُﻌَﻧْﺻاَو( ُثْﯾَﺣ ِﮫِﻧْﻓَد َدْﻌَﺑ ِتِّﯾَﻣْﻟا ِلْھَأ ﻰَﻟِإ اوُﻌِﻣَﺗْﺟَﺗ َﻻَو ١٦ ) َمﺎَﻌﱠطﻟا ُمُﻛَﻟ َنوُﻌَﻧْﺻَﯾ(
F. HAL MELAWAT
Bilamana kamu mendapat malapetaka maka berdo'alah: "In-nalilla-hi wa inna-ilaihi ra-ji'u- n. Alla-humma ajirni-fi-mushi-bati-wakhlufli-khairan minha."519 (55) Lawatlah ahli mayat dan anjurilah bersabar520 (56). Jangan kamu meratapi mayat521 (57) dan jangan pula menampar pipi, merobek pakaian dan meratap ratapan jahiliyah522 (58), tetapi tidak mengapa
ﻟِﻘَوْﻟِﮫِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : اﻟﱠذِﯾنَ إِذَا أَﺻَﺎﺑَﺗْﮭُمْ ﻣُﺻِﯾﺑَﺔٌ ﻗَﺎﻟُوا إِﻧﱠﺎ لِلَّهِ وَإِﻧﱠﺎ إِﻟَﯾْﮫِ رَاﺟِﻌُونَ . ) اﻟْﺑَﻘَرَة : ٦٥١ ( . ﺎَﮭﱠﻧَأ َﺔَﻣَﻠَﺳ ِّمَأ ِثْﯾِدِﺣاَو ﻗَﺎﻟَتْ : ﺳَﻣِﻌْتُ رَﺳُولَ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﯾَﻘُولُ : ﻣَﺎ ﻣِنْ ﻋَﺑْدٍ ﺗُﺻِﯾﺑُﮫُ ﻣُﺻِﯾﺑَﺔٌ ﻓَﯾَﻘُولُ : إِﻧﱠﺎ لِلَّهِ وَإِﻧﱠﺎ إِﻟَﯾْﮫِ رَاﺟِﻌُونَ اﻟﻠﱠﮭُمﱠ أَﺟِرْﻧِﻲ ﻓِﻲ ﻣُﺻِﯾﺑَﺗِﻲ وَاﺧْﻠُفْ ﻟِﻲ ﺧَﯾْرًا ﻣِﻧْﮭَﺎ ، إِﻻﱠ أَﺟَرَهُ ﺑِﮫِ ﻓِﻲ ﻣُﺻِﯾﺑَﺗِﮫِ وَاﺧْﻠَفَ ﻟَﮫُ ﺧَﯾْرًا ﻣِﻧْﮭَﺎ اﻟْﺣَدِﯾثَ ) رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ وَ ﻣُﺳْﻠِﮭِمْ وَاﺑْنُ ﻣَﺎﺟَﮫُ
( .
Menilik firman Allah Ta'ala: "Bilamana mereka mendapat malapetaka, berkatalah: "Inna-lilla-hi wa inna-ilaihi ra-ji'un" (Sungguh kami kepunyaan Allah dan sungguh kami akan kembali kepadaNya) (Al-Quran surat Al- Baqarah ayat 156). Lagi menilik hadits Ummu Salamah, bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda: "Kalau seorang hamba terkena malapetaka lalu berdo'a: "Inna-lilla-hi wa inna-ilaihi ra-ji'u-n. Alla-humma ajirni-fi mushi-bati wakhlufli khairan minha-", tentulah Allah memberikan pahala dan ganti kebaikan kepadanya..." seterusnya hadits (Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah).
ﻟِﺣَدِﯾثِ أَﺳَﺎﻣَﺔَ ﺑْنِ زَﯾْدٍ ﻗَﺎلَ : ﻛﻧﱠﺎ ﻋِﻧْدَ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻓَﺄَرْﺳَﻠَتْ إِﺣْدَى ﺑَﻧَﺎﺗِﮫِ ﺗَدْﻋُوهُ وَﺗُﺧْﺑِرُهُ أَنﱠ ﺻَﺑِﯾ‘ﺎ ﻟَﮭَﺎ ﻓِﻲ اﻟْﻣَوْتِ ﻓَﻘَﺎلَ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم : ارﺟﻊ إِﻟَﯾْﮭَﺎ ﻓَﺄَﺧْﺑِرُھَﺎ أَنﱠ لِلَّهِ ﻣَﺎ أَﺧَذَ وَﻟَﮫُ ﻣَﺎ أَﻋْطَﻰ وَﻛُلﱠ ﺷَﻲْءٍ ﻋِﻧْدَهُ ﺑِﺄَﺟَلٍ ﻣُﺳَﻣﱠﻰ ﻓَﻣُرُھَﺎ وَﻟْﺗَﺣْﺗَﺳِبْ . اﻟْﺣَدِﯾثَ . ( رَوَاهُ اﻟْﺑُﺧَﺎرِي وَﻣُﺳْﻠِمٌ ( . وَاﻟﺣَدِﯾثِ اﻧسٍ ﻗَﺎلَ : إِنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱠ ﺻﻠﻌم ﻣَرﱠ ﺑِﺎﻣْرَأَةِ ﺗﺑﻛﻲ ﻋِﻧْدَ ﻗَﺑْرٍ ﻓَﻘَﺎلَ : اﺗﱠﻘِﻲ االلهﱠُ وَاﺻْﺑِرِي. اﻟْﺣَدِﯾثَ . )رَوَاهُ اﻟْﺟَﻣَﺎﻋَﺔُ (.
Menurut hadits Usamah bin Zaid, katanya: "Kami sedang di hadapan Nabi saw., maka seorang anak perempuan beliau memanggilnya dan mengkabarkannya bahwa seorang anaknya dalam sakaratul-maut, maka sabda Nabi saw.: "Kembalilah kepadanya dan beritahukanlah adalah hak Allah untuk mengambil dan memberi. Segala sesuatu itu ada batas ketentuannya. Suruhlah ia mengharapkan pahala Tuhan....." seterusnya hadits. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim). Dan menilik hadits Anas, bahwa Nabi saw lewat dekat seorang wanita yang menangis di kuburan, maka sabdanya: "Berbaktilah kamu kepada Allah dan sabarlah!..." seterusnya hadits (Diriwayatkan oleh Jama'ah).
ﻟِﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ ﻣَﺎﻟِكِ اﻷَْﺷْﻌَرِي أنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱠ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ : أَرْﺑَﻊُ ﻓِﻲ اﻣْﺗَﻰ ﻣِنْ أﻣْرِ اﻟْﺟَﺎھِﻠِﯾﱠﺔِ ﻻَ ﯾَﺗْرُﻛُوﻧَﮭُنﱠ اﻟْﻔَﺧْرُ ﺑِﺎﻷَﺣْﺳَﺎبِ وَاﻟطﱠﻌْنُ ﻓِﻲ اﻷَْﻧْﺳَﺎبِ وَاﻻﺳْﺗِﺳْﻘَﺎءُ ﺑِﺎﻟﻧﱡﺟُومِ وَاﻟﻧِّﯾَﺎﺣَﺔُ وَﻗَﺎلَ اﻟﻧﱠﺎﺋِﺣَﺔُ إِذَا ﻟَمْ ﺗَﺗَبَ ﻗَﺑْلَ ﻣَوْﺗِﮭَﺎ ﺗُﻘَﺎمُ ﯾَوْمَ اﻟْﻘِﯾَﺎﻣَﺔِ وَﻋَﻠَﯾْﮭَﺎ ﺳِرْﺑَﺎلُ ﻣِنْ ﻗَطِرَانٍ وَدِرْعُ ﻣِنْ ﺟَرَبٍ . )رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ وَﻣُﺳْﻠِمٌ (
Menilik hadits Abu Malik Asy'ari bahwa Nabi saw bersabda: "Di tengah-tengah umatku ada empat hal dari jahiliyah yang belum mereka tinggalkan: 1. Membanggakan kedudukan. 2. Mencela keturunan. 3. Minta hujan kepada binatang dan 4. Meratapi mayat". Dan bersabda: "Wanita yang meratapi mayat bila tidak bertobat sebelum matinya akan dibangkitkan di hari Qiyamat dengan pakaian daripada getah dan baju daripada koreng" (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim).
ﻟِﺟَدِﯾْثِ اﺑْنِ ﻣَﺳْﻌُودٍ أَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻗَﺎلَ : ﻟَﯾْسَ ﻣِﻧﱠﺎ ﻣَنْ ﺿَرَبَ اﻟﺧُدُودَ وَﺷَقﱠ اﻟْﺟِﯾُوبَ وَدَﻋَﺎ ﺑِدَﻋْوَى اﻟﺟَﺎھِﻠِﯾﱠﺔِ ، وَاﻟﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ ﺑُرْدَةَ أَنﱠ اﺑﺎ ﻣُوﺳَﻰ ﻗَﺎلَ ﺣِﯾنَ أَﻓَﺎقَ ﻣِنْ ﻏَﺷْﯾَﺔِ وَﺟَﻌِﮫِ : أَﻧَﺎ ﺑَرِيءٌ ﻣِّﻣﱠنْ ﺑَرِئَ ﻣِﻧْﮫُ رَﺳُولُ ﷲ ﺻﻠﻌم ، إِنﱠ رَﺳُولَ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﺑَرِي ﻣِنَ اﻟﺻﱠﺎﻟِﻘَﺔِ وَاﻟْﺧَﺎﻟِﻘَﺔِ وَاﻟﺷﱠﺎﻗَﺔِ ) ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ ( .
Menurut hadits Ibnu Mas'ud, bahwa Nabi saw bersabda: "Bukan golongan kami, orang yang menampar pipi dan merobek-robek pakaian serta berteriak-teriak cara jahiliyah". Dan hadits Abu Burdah, bahwa Abu Musa berkata ketika ia siuman dari pingsannya: "Aku cuci tangan dari mereka, sebagaimana halnya Rasulullah saw
menangisinya523 (59). Buatkanlah makanan bagi kerabat mayat524 (60) dan janganlah kamu berkumpul di tempat keluarga jenazah sesudah dikuburnya di mana mereka membuat makanan bagi kamu525 (61).
زِﯾَﺎرَةُ اﻟْﻘُﺑُورِ ٢٦ ) َةَرِﺧْﻵا اوُرُﻛْذَﺗِﻟ َروُﺑُﻘْﻟا اوُروُز( ُمُﻛ ِءﺎَﻋُدَﻛ ُﮫَﻟْوُﺳَرَو ُﱠاللها ِﮫِﺑ ْنَذْﺄَﯾ ْمَﻟ ﺎَﻣ ﺎَھَدْﻧِﻋ اوُﻠَﻌْﻔَﺗ ﻻَو ٣١ ) ِﱠاللها ﻰَﻟِإ ِﮫِﺑ ِلِّﺳَوﱠﺗﻟاَو َتﱠﯾَﻣْﻟا( َنﯾِﻧِﻣْؤُﻣ ٍمْوَﻗ َراَد ْمُﻛْﯾَﻠَﻋ ُمَﻼﱠﺳﻟا " : اوُﻟوُﻘَﻓ ُةَرَﺑْﻘَﻣْﻟا ُمُﺗْﯾَﺗآ اَذِﺈَﻓ ٤١ ) ْمُھَدْﻌَﺑ ﺎَﻧِﺗْﻔَﺗ َﻻَو ْمُھَرْﺟَأ ﺎَﻧْﻣِرْﺣَﺗ َﻻ ﱠمُﮭﱠﻠﻟا َنوُﻘِﺣَﻻ ْمُﻛِﺑ ُﱠاللها َءﺎَﺷ ْنِإ ﺎﱠﻧِإَو( َﺔَﻠْﺑِﻘﻟا اوُﻠِﺑْﻘَﺗْﺳاَو )٥٦( ا اوُﻋْدا ﱠمُﺛالله٦٦ ) َﺔَﯾِﻓﺎَﻌْﻟا ُمُﮭَﻟ اوُﻟَﺄْﺳاَو ْمُﮭَﻟاَو ُرِﻔْﻐَﺗْﺳاَو َﱠ( ِروُﺑُﻘْﻟا َةَرﺎَﯾِز َةَأْرَﻣْﻟا رِﺛْﻛُﺗ َﻻَو )٧٦(
G. ZIARAH KUBUR
Ziarahlah ke kubur, agar kamu ingat akan Akhirat526 (62) dan janganlah mengerjakan di situ sesuatu yang tiada diizinkan oleh Allah dan RasulNya, seperti; meminta-minta kepada mayat
cuci tangan; yaitu Rasulullah saw cuci tangan dari perempuan yang meratapi, mencukur rambutnya dan merobek-robek pakaian (pada waktu kematian). (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
ﻟِﺣَدِﯾثِ ﺟَﺎﺑِرٍ ﻗَﺎلَ : أَﺻِﯾبَ أﺑﻲ ﯾَوْمَ أَﺣُدٍ ﻓَﺟَﻌَﻠْتُ اﺑْﻛِﻲ ﻓَﺟَﻌَﻠُوا ﯾَﻧْﮭَوﻧِﻲ وَرَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﻻَ ﯾَﻧْﮭَﺎﻧِﻲ ﻓﺟَﻌَﻠَتْ ﻋَﻣﱠﺗِﻲ ﺗَﺑْﻛِﻲ ﻓَﻘَﺎلَ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱡ ﺻﻠﻌم: ﺗَﺑْﻛِﯾنَ أَوْﻻَ ﺗَﺑْﻛِﯾنَ ﻣَﺎ زَاﻟَتِ اﻟْﻣَﻼَﺋِﻛَﺔُ ﺗظِﻠﱡﮫُ ﺑِﺎﺟْﻧِﺣَﺗِﮭَﺎ ﺣَﺗﱠﻰ رَﻓَﻌْﺗُﻣُوهُ . ) ﻣُﺗﱠﻔَقٌ ﻋَﻠَﯾْﮫِ (
Menilik hadits Jabir, katanya: "Bapakku gugur pada hari perang Uhud, maka aku menangisinya; lalu mereka mencegah aku, padahal Rasulullah saw tidak mencegah. Begitu juga bibiku menangisi juga, maka sabda Nabi s.a.w: "Baikpun kau tangisi ataupun tidak, Malaikat selalu menaunginya dengan sayapnya, hingga kamu mengangkatnya" (Muttafaq 'alaih atau diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
اﻟﺣَدِﯾثِ ﻋَﺑْدِ االلهﱠِ ﺑْنِ ﺟَﻌْﻔَرٍ ﻗَﺎلَ : ﻟَﻣﱠﺎ ﺟَﺎءَ ﻧَﻌَﻰ ﺟَﻌْﻔَرِ ﺣِﯾْنَ ﻗُﺗِلَ ﻗَﺎلَ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم : اﺻْﻧَﻌُو اﻵل ﺟَﻌْﻔَرِ طَﻌَﺎﻣًﺎ ﻓَﻘَدْ آﺗَﺎھُمْ ﻣَﺎ ﯾُﺷْﻔِﻠُﮭُمْ )رَوَاهُ اﻟْﺧَﻣْﺳَﺔُ(
Menurut hadits 'Abdullah bin Ja'far, bahwa ketika datang kabar terbunuhnya Ja'far, bersabdalah Nabi saw.: "Buatlah makanan bagi kerabat Ja'far, karena mereka sedang dalam kesusahan" (Diriwayatkan oleh Lima Ahli Hadits).
ﻟِﺣَدِﯾثِ ﺟَرِﯾرِ ﺑْنِ ﻋَﺑْدِ االلهﱠِ اﻟﺑَﺟَﻠِﻲ ﻗَﺎلَ : ﻛُﻧﱠﺎ ﻧَﻌُدُ اﻹِْﺟْﺗَﻣَﺎعَ إِﻟﻰ أَھْلِ اﻟْﻣَﯾِّتِ وَﺻُﻧْﻌَﺔَ اﻟطﱠﻌَﺎمِ ﺑَﻌْدَ دَﻓْﻧِﮫِ ﻣِنَ اﻟﻧِّﯾَﺎﺣَﺔِ . ) رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ(
Menilik hadits Jarir bin 'Abdullah Bajali, katanya: "Kami menganggap bahwa berkumpul di rumah keluarga yang kematian dan mengadakan jamuan sesudah mayat dikubur itu termasuk ratapan (yang dilarang)" (Diriwayatkan oleh Ahmad).
ﻟِﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ ﻗَﺎلَ : زارَ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم ﻗَﺑْرَاﻣِﮫِ ﻓَﺑَﻛَﻰ وَاﺑْﻛَﻰ ﻣَنْ ﺣَوْﻟَﮫُ ﻓَﻘَﺎلَ : اﺳْﺗَﺄْذَﻧْتُ رَﺑِّﻲ ﻓِﻲ أَنْ اﺳْﺗَﻐْﻔِرَ ﻟَﮭَﺎ ﻓَﻠَمْ ﯾُؤْذَنَ ﻟِﻲ وَاﺳْﺗَﺄْذَﻧْﺗُﮫُ ﻓِﻲ أَنْ أَزْوُرَ ﻗَﺑَرَھَﺎ ﻓَﺄَذِنَ ﻟﻲ . ﻓَزُورُوا اﻟْﻘُﺑُورَ ﻓَﺈِﻧﱠﮭَﺎ ﺗُذَﻛِّرُ اﻟﻣوتَ . ) رَوَاهُ اﻟْﺟَﻣَﺎﻋَﺔُ ( . وَاﺣِدِﯾْثِ ﺑُرَﯾْدَةَ ﻗَﺎلَ : ﻗَﺎلَ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻛُﻧتُ ﻧَﮭَﯾْﺗُﻛُمْ ﻋَنْ زِﯾَﺎرَةِ اﻟﻘُﺑُورِ ﻓَﻘَدْ أَذِنَ ﻟِﻣِﺣَﻣﱠدٍ ﻟِزِﯾَﺎرَةِ ﻗَﺑْرِ اﻣِﮫِ ﻓَرُورُھَﺎ ﻓَﺈِﻧﱠﮭَﺎ ﺗُذﻛِّرُ اﻵْﺧِرَةَ. ( رَوَاهُ ﻣُﺳْﻠِمٌ وَأَﺑُو دَاوُدَ وَاﻟﺗﱠرْﻣِذِي وَاﺑْنُ ﺣِﺑﱠﺎنَ وَاﻟْﺣَﺎﻛِمُ ( .
Menurut hadits Abu Hurairah, katanya: "Nabi saw, berziarah kubur ibunya lalu menangis dan menyebabkan orang-orang yang ada di sekelilingnya ikut menangis. Maka sabdanya: "Aku memohon izin kepada Tuhanku
dan membuatnya perantaraan hubungan kepada Allah527 (63). Bila kamu sekalian datang ke kuburan, maka ucapkanlah:"Assala-mu'alaikum da-ra qaumin mukmini-na wa inna-insya- allahu bikum la-hiqu-n. Alla-humma latahrimna-ajrahum wala-taftin-na-ba'dahum"528 (64); kemudian menghadaplah qiblat529 (65) lalu berdo'a kepada Allah, memintakan, ampun dan 'afiyat bagi mereka530 (66). Janganlah orang perempuan sering berziarah kubur 531(67)
agar aku diperkenankan memohonkan ampun bagi ibuku, maka tidak diizinkan. Lalu aku mohon izin untuk berziarah ke kuburnya, maka diizinkannya. Oleh karena itu ziarahlah ke kubur, sebab hal itu dapat mengingatkan mati" (Diriwayatkan oleh Jama'ah Ahli Hadits). Dan menilik hadits Buraidah bahwa Rasulullah saw bersabda: "Dahulu aku pernah melarang ziarah kubur, maka telah diizinkan bagi Muhammad berziarah kubur bundanya. Maka berziarahlah kubur, sebab hal itu mengingatkan akhirat" (Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim).
ﻟِﻘَوْﻟِﮫِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : وَﻻَ ﺗَدْعُ ﻣِنْ دُونِ االلهﱠِ ﻣَﺎ ﻻَ ﯾَﻧْﻔَﻌُكَ وَﻻَ ﯾَﺿُرﱡكَ ﻓَﺈِنْ ﻓَﻌَﻠْتَ ﻓَﺈِﻧﱠكَ إِذَا ﻣِنَ اﻟظﱠﺎﻟِﻣِﯾنَ. )ﯾوﻧس : ٦٠١ ( . وَاﻟﱠذِﯾنَ اﺗﱠﺧَذُوا ﻣِنْ دُوﻧِﮫِ أَوْﻟِﯾَﺎءَ ﻣَﺎ ﻧَﻌْﺑُدُھُمُ اﻻﱠ ﻟِﯾُﻘَرِّﺑُوﻧَﺎ إﻟﻰ ﷲِ زُﻟﻔﻰ . ) اﻟزﱠﻣَرُ : ٣ ( .
Karena firman Allah Ta'ala "Dan janganlah memohon kepada selain Allah yang tiada dapat memanfaati dan membahayakan kamu; maka apabila kamu mengerjakannya juga, niscayalah kamu tergolong orang-orang yang menganiaya (Dhalim)" (Al-Quran surat Yunus ayat 106). Dan mereka yang mengambil pelindung (penguasa) selain Allah berkata: "Kami tidak menyembah mereka kecuali agar mereka memperdekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya" (Al-Quran surat Az-Zumar ayat 3).
ﻟِﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ أَنﱠ اﻟﻧﱠﺑِﻲِّ ﺻﻠﻌم اﻟﻰ اﻟْﻣَﻘْﺑَرَةَ ﻓَﻘَﺎلَ : " اﻟﺳﻼم ﻋَﻠَﯾْﻛُمْ دَارَ ﻗَوْمٍ ﻣُؤْﻣِﻧِﯾنَ وَإِﻧﱠﺎ إِنْ ﺷَﺎءَ ﷲُ ﺑِﻛُمْ ﻻﺣِﻘُونَ«. )رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ وَﻣُﺳْﻠِمُ وَاﻟﻧﱠﺳَﺎﺋِﻲﱡ ( . وَﻷَِﺣْﻣَدَ ﻣِنْ ﺣَدِﯾثِ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ ﻣِﺛْﻠُﮫُ وَزَادَ اﻟﻠﱠﮭُمﱠ ﻻ ﺗَﺣْرِ ﻣَﻧَﺎ أَﺟْرَھُمْ وَﻻَ ﺗَﻔْﺗِﻧَﺎ ﺑَﻌْدَھُمْ (
Mengingat hadits Abu Hurairah bahwa Nabi saw datang ke kuburan, maka beliau ucapkan "Assala-mu 'alaikum da-ra qau-min Mukmini-n, wa inna-insya-alla-hu bikum la-hiqu-n!" (Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim dan Nasai). Dan hadits 'Aisyah r.a, sebagai itu, dengan tambahan: "Alla-humma la-tahrimna-ajrahum walataftinna- ba'dahum" (Diriwayatkan oleh Ahmad).
اﻟﺣَدِﯾثِ اﻟْﺑَرَاءِ أَﻧﱠﮫُ ﺟَﻠَسَ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﻣُﺳْﺗَﻘْﺑِلَ اﻟْﻘِﺑْﻠَﺔِ ﻟَﻣﱠﺎ ﺧَرَجَ إِﻟَﻰ اﻟْﻣَﻘْﺑَرَةِ : ) رَوَاهُ أَﺑُو دَاوُدَ(
Menilik hadits Bara' bahwasanya Rasulullah saw. duduk menghadap Qiblat ketika pergi berziarah kubur. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud).
اﻟﺣَدِﯾثِ ﺑُرَﯾْدَةَ ﻗَﺎلَ : ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﯾُﻌَﻠِّﻣُﮭُمْ إِذَا ﺧَرَﺟُوا إﻟَﻰ اﻟْﻣَﻘَﺎﺑِرِ ﻓَﻛَﺎنَ ﻗَﺎﺋِﻠُﮭُمْ ﯾَﻘُولُ: اﻟﺳﱠﻼَمُ ﻋَﻠَﯾْﻛُمْ أَھْلَ اﻟدِّﯾَﺎرِ ﻣِنَ اﻟْﻣُؤْﻣِﻧِﯾنَ وَاﻟْﻣُﺳْﻠِﻣِﯾنَ وَإِﻧﱠﺎ إِنْ ﺷَﺎءَ ﷲُ ﻟﻼﺣِﻘُونَ ، أَﺳْﺄَلُ االلهﱠَ ﻟَﻧَﺎ وَﻟَﻛُمُ اﻟﻌﺎﻓﯾﺔ . ) رَوَاهُ اﺣْﻣَدُ وَﻣُﺳْﻠِمَ وَاﺑْنُ ﻣَﺎﺟَﺔ( . وَاﻟﺣَدِﯾثِ ﻣُﺳْﻠِمٍ ﻋَنْ ﻋَﺎﺋِﺷَﺔَ اﻧﱠﮭَﺎ ﻗَﺎﻟَتْ : ﻛَﺎنَ رَﺳُولُ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﻛُﻠﱠﻣَﺎ ﻛَﺎنَ ﻟَﯾْﻠَﺗَﮭﺎ ﻣِنْ رَﺳُولِ االلهﱠِ ﺻﻠﻌم ﯾَﺧْرُجُ ﻣِنْ أﺧر اﻟﻠﱠﯾْلِ إِﻟَﻰ اﻟْﺑَﻘِﯾﻊِ ﻓَﯾَﻘُولُ : " اﻟﺳﱠﻼَمُ ﻋَﻠَﯾْﻛُمْ دَارَ ﻗَوْمٍ ﻣُؤْﻣِﻧِﯾنَ وَأَﺗَﺎﻛُمْ ﻣَﺎ ﺗُوﻋَدُونَ ﻏَدًا ﻣُؤَﺟَﻠُونَ وَإِﻧﱠﺎ إِنْ ﺷَﺎءَ ﷲُ ﺑِﻛُمْ ﻻَﺣِﻘُونَ . اﻟﻠﱠﮭُمﱠ اﻏْﻔِرْ ﻷَِھْلِ ﺑﻘﯾﻊ اﻟْﻐَرْﻗَدِ ، وَﻟَﮫُ ﻋَﻧْﮭَﺎ أَﯾْﺿًﺎ أَنﱠ رَﺳُولَ ﷲِ ﺻﻠﻌم ﺧَرَجَ ﻟَﯾْﻼً إِﻟَﻰ اﻟْﺑَﻘِﯾﻊ ﯾَﺳْﺗَﻐْﻔِرُ ﻟَﮭُمْ وَأَطَﺎلَ اﻟﻘِﯾَﺎمَ وَرَﻓَﻊَ ﯾَدَﯾْﮫِ ﺛَﻼَثَ ﻣَرﱠاتٍ . ﻣُﺧْﺗَﺻَرًا .
Mengingat hadits Buraidah katanya: "Adalah Rasulullah saw mengajar mereka bilamana mereka pergi ke kuburan, agar supaya membaca: "Assala-mu 'alaikum ahlad diya-ri minal Mukmini-na wal Muslimi-na, wa inna-insya alla-hu lala-hiqu-n. As alulla-ha lana wa lakumul 'a-fiyah" (Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah). Dan menilik hadits dari 'Aisyah r.a. bahwasanya Rasulullah saw pada tiap malam gilirannya, pergi ke Baqi' pada akhir malam, dengan ucapannya: "Assala-mu 'alaikum da-ra qaumin Mukmini-n wa ata- kum ma-tu-'adu-na ghadan muaj jalu-n, wa inna-insya-alla-hu bikum la-hiqu-n. Allahum maghfir liahli Baqi'il Gharqad" (Diriwayatkan oleh Muslim). Dan hadits lainnya dari Aisyah ra juga, bahwa Rasulullah saw pergi pada waktu malam ke Baqi', beliau lama berdo'a, memohon ampun bagi mereka, dengan mengangkat kedua tangannya tiga kali. (Hadits diringkaskan dan diriwayatkan oleh Muslim juga).
اﻟﺣَدِﯾثِ أَﺑِﻲ ھُرَﯾْرَةَ أَنﱠ رَﺳُولَ ﷲ ﺻﻠﻌم ﻟَﻌَنَ زَوﱠارَاتِ اﻟْﻘُﺑُورِ رَوَاهُ أَﺣْﻣَدُ ، ﺑِﻣَﺎ ﺗَﻘْﻘَﻧِﯾﮫِ اﻟﺻِﯾﻐَﺔُ ﻣِنَ اﻟْﻣُﺑَﺎﻟَﻐَﺔِ (
H. MEMBUKA ALAS KAKI DI KUBURAN
Menjelaskan tanfidz kami akan keputusan Madjlis Tarjih dalam Muktamar ke 27 di Malang, tentang: "Membuka terumpah dalam kuburan" yang sudah kami muat dalam Suara Muhammadiyah no. 7 tahun 1938 muka 181 183; bahwa membuka alas kaki, terumpah, sepatu, sandal dsb. itu kalau sudah berjalan di antara sela kuburan-kuburan; tetapi di jalanan dalam kuburan tidak mengapa belum dibuka. Sebagai contoh digambarkan di bawa:
Dengan penjelasan tersebut, maka penanya-penanya akan mendapat keterangan yang cukup. Kemudian supaya dipenuhi sebagaimana mestinya. Hoofdbestuur (Pimpinan Pusat) MUHAMMADIYAH (Nukilan Suara Muhammadiyah no. 5-6 th. 1358/1959)
Lebih jelas periksalah kitab Beberapa Masalah pada nomor 13 di belakang
Menurut hadits Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw melaknati (mengutuk) perempuan-perempuan yang selalu ziarah kubur. (Diriwayatkan oleh Ahmad, dengan mengingat kalimat zawwarat, dalam shighah mubalaghah, yakni ahli ziarah atau selalu berziarah kubur).

