putusan
KITAB MASALAH LIMA
MASALAH LIMA
A. AGAMA
اﻟدﯾن اﻟدﯾن )أي اﻟدﯾن اﻹﺳﻼﻣﻲ( اﻟذي ﺟﺎء ﺑﮫ ﻣﺣﻣد ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯾﮫ وﺳﻠم ھو ﻣﺎ أﻧزﻟﮫ ﷲ ﻓﻰ اﻟﻘرآن وﻣﺎ ﺟﺎءت ﺑﮫ اﻟﺳﻧﺔ اﻟﺻﺣﯾﺣﺔ ﻣن اﻷواﻣر واﻟﻧواھﻰ واﻹرﺷﺎدات ﻟﺻﻼح اﻟﻌﺑﺎد دﻧﯾﺎھم وأﺧراھم. اﻟدﯾن ھو ﻣﺎ ﺷرﻋﮫ ﷲ ﻋﻠﻰ ﻟﺳﺎن أﻧﺑﯾﺎﺋﮫ ﻣن اﻷواﻣر واﻟﻧواھﻰ واﻹرﺷﺎدات ﻟﺻﻼح اﻟﻌﺑﺎد دﻧﯾﺎھم وأﺧراھم.
1. Agama yakni Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, ialah apa yang
diturunkan Allah di dalam Quran dan yang tersebut dalam Sunnah yang shahih, berupa perintah-perintah dan larangan-larangan serta petunjuk untuk kebaikan manusia di Dunia dan Akhirat.
2. Agama adalah apa yang disyari’atkan Allah dengan perantaraan Nabi-nabi-Nya, berupa
perintah-perintah dan larangan-larangan serta petunjuk-petunjuk untuk kebaikan manusia di Dunia dan Akhirat.
B. DUNIA
اﻟدﻧﯾﺎ اﻟﻣراد ))ﺑﺄﻣر اﻟدﻧﯾﺎ(( ﻓﻲ ﻗوﻟﮫ ﺻﻠﻌم: أﻧﺗم أﻋﻠم ﺑﺄﻣر دﻧﯾﺎﻛم، ھو اﻷﻣور اﻟﺗﻲ ﻟم ﯾﺑﻌث ﻷﺟﻠﮭﺎ اﻷﻧﺑﯾﺎء.
DUNIA
Yang dimaksud “urusan dunia’ dalam sabda Rasulullah saw. “Kamu lebih mengerti urusan duniamu” ialah segala perkara yang tidak menjadi tugas diutusnya para Nabi (yaitu perkara-
perkara /pekerjaan-pekerjaan/urusan-urusan yang diserahkan sepenuhnya kepada kebijaksanaan manusia).
C. ‘IBADAH
اﻟﻌﺑﺎدة اﻟﻌﺑﺎدة ھﻲ اﻟﺗﻘرب إﻟﻲ ﷲ ﺑﺎﻣﺗﺛﺎل أواﻣره واﺟﺗﻧﺎب ﻧواھﯾﮫ واﻟﻌﻣل ﺑﻣﺎ أذن ﺑﮫ اﻟﺷﺎرع وھﻲ ﻋﺎﻣﺔ وﺧﺎﺻﺔ، ﻓﺎﻟﻌﺎﻣﺔ ﻛل ﻋﻣل أذن ﺑﮫ اﻟﺷﺎرع واﻟﺧﺎﺻﺔ ﻣﺎ ﺣدده اﻟﺷﺎرع ﻓﯾﮭﺎ ﺑﺟزﺋﯾﺎت وھﯾﺋﺎت وﻛﯾﻔﯾﺎت ﻣﺧﺻوﺻﺔ.
IBADAH
’Ibadah ialah bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah, dengan jalan menta’ati segala perintah-perintah-Nya, menjauhi larangan-larangan-Nya dan meng’amalkan segala yang diidzinkan Allah. ’Ibadah itu ada yang umum dan ada yang khusus: a. Yang umum ialah segala ’amalan yang diidzinkan Allah. b. Yang khusus ialah apa yang telah ditetapkan Allah akan perincian-perinciannya, tingkah dan cara-caranya yang tertentu.
D. SABILILLAH
ﺳﺑﯾل ﷲ ﺳﺑﯾل ﷲ ھو اﻟطرﯾق اﻟﻣوﺻل إﻟﻰ ﻣﺎ ﯾرﺿﺎه ﷲ ﻣﻧم ﻛل ﻋﻣل أذن ﷲ ﺑﮫ ﻹﻋﻼء ﻛﻠﻣﺗﮫ وﺗﻧﻔﯾذ أﺣﻛﺎﻣﮫ.
SABILILLAH
Sabilillah ialah jalan yang menyampaikan kepada keridlaan Allah, berupa segala ’amalan yang diidzinkan Allah untuk rnemuliakan kalimat-(agama)-Nya dan melaksanakan hukum- hukum-Nya.
E. QIYAS
اﻟﻘﯾﺎس
-1 ﺑﻌد اﻟﺑﺣث ﺣول ﻣﺳﺋﻠﺔ اﻟﻘﯾﺎس ﻓﻲ ﺛﻼث ﺟﻠﺳﺎت ﯾﺳﺗﻣﻊ ﻓﯾﮭﺎ اﻟﻣؤﺗﻣر ﻟﺑﺣوث اﻟﻣؤﺗﻣرﯾن ﻓﻲ ﺛﻼث دورات وﻣﺣﺎورة ﺑﯾن اﻟﻔرﯾﻘﯾن ﻓﻲ دورة واﺣدة. -2وﺑﻌد ﺗﺗﺑﻊ ﺳﯾر اﻟﻣﻧﺎﻗﺷﺎت واﺳﺗﻘﺻﺎء اﻷدﻟﺔ اﻟﺗﻰ ﺳﺎﻗﮭﺎ اﻟﻔرﯾﻘﺎن وﻣﻊ اﻟﻌﻠم أن أي ﻗرار ﯾﺗﺧذ إﻧﻣﺎ ھو ﺗرﺟﯾﺢ ﺑﯾن اﻵراء اﻟﻣﻌروﺿﺔ دون اﺑطﺎل أي رأي ﻣﺧﺎﻟف. ﻗرر اﻟﻣؤﺗﻣر: -1أن اﻷﺻل ﻓﻲ اﻟﺗﺷرﯾﻊ اﻹﺳﻼﻣﻲ ﻋﻠﻰ اﻹطﻼق ھو اﻟﻘرآن اﻟﻛرﯾم واﻟﺣدﯾث اﻟﺷرﯾف. -2وﻣﺗﻰ اﺳﺗدءت اﻟظروف ﻋﻧد ﻣواﺟﮭﺔ أﻣور وﻗﻌت ودﻋت اﻟﺣﺎﺟﺔ إﻟﻰ اﻟﻌﻣل ﺑﮭﺎ وﻟﯾﺳت ھﻲ ﻣن أﻣور اﻟﻌﺑﺎدات اﻟﻣﺣﺿﺔ وﻟم ﯾرد ﻓﻲ ﺣﻛﻣﮭﺎ ﻧص ﺻرﯾﺢ ﻣن اﻟﻘرآن أو اﻟﺳﻧﺔ اﻟﺻﺣﯾﺣﺔ، ﻓﺎﻟوﺻول إﻟﻰ ﻣﻌرﻓﺔ ﺣﻛﻣﮭﺎ ﻋن طرﯾق اﻹﺟﺗﮭﺎد واﻹﺳﺗﻧﺑﺎط ﻣن اﻟﻧﺻوص اﻟواردة ﻋﻠﻰ أﺳﺎس ﺗﺳﺎوى اﻟﻌﻠل ﻛﻣﺎ ﺟرى ﻋﻠﯾﮫ اﻟﻌﻣل ﻋﻧد ﻋﻠﻣﺎء اﻟﺳﻠف واﻟﺧﻠف.
QIYAS
1. Setelah persoalan qiyas dibicarakan dalam waktu tiga kali sidang, dengan mengadakan tiga
kali pemandangan umum dan satu kali tanya-jawab antara kedua belah pihak;
2. Setelah mengikuti dengan teliti akan jalannya pembicaraan dan alasan-alasan yang
dikemukakan oleh kedua belah pihak, dan dengan MENGINSYAFI bahwa tiap-tiap keputusan yang diambil olehnya itu hanya sekedar mentarjihkan di antara pendapat- pendapat yang ada, tidak berarti menyalahkan pendapat yang lain. Memutuskan:
1. Bahwa DASAR muthlaq untuk berhukum dalam agama Islam adalah Al-Quran dan Al-Hadits.
2. Bahwa di mana perlu dalam menghadapi soal-soal yang telah terjadi dan sangat dihajatkan
untuk diamalkannya, mengenai hal-hal yang tak bersangkutan dengan ’ibadah mahdlah pada hal untuk alasan atasnya tiada terdapat nash sharih dl dalam Al-Quran atan Sunnah shahihah, maka dipergunakanlah alasan dengan jalan Ijtihad dan Istinbath dari pada Nash-nash yang ada, melalui persamaan ’illat; sebagaimana telah dilakukan oleh ’ulama-’ulama Salaf dan Khalaf.

