putusan
Tanya Jawab Agama 2023 Edisi 04 16 28 Februari Hukum Mengimami Shalat dalam Keadaan Duduk
Hukum Mengimami Shalat dalam Keadaan
Duduk
Pertanyaan:
Assalaamu ‘alaikum wr wb.
Perkenalkan saya Muhammad Nur Zaman, ingin menanyakan perihal shalat berjamaah.
Apakah sah seorang imam yang sudah tua mengimami dengan cara duduk? Apakah
Rasulullah saw. pernah melakukannya, dan bagaimana hukumnya? Terima kasih.
Wassalaamu ‘alaikum wr wb.
Muhammad Nur Zaman, e-mail: mhdnurzaman@gmail.com
(Disidangkan pada Jum‘at, 13 Safar 1444 H/9 September 2022 M)
Jawaban:
Wa ‘alaikumus-salam wr wb.
Terima kasih atas kepercayaan Bapak kepada kami untuk menjawab pertanyaan yang
diajukan. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dahulu akan disampaikan
mengenai definisi shalat berjamaah.
Shalat adalah berasal dari Bahasa Arab dari akar kata, shalla-yushalli-shalatan yang
bermakna berdoa atau mendirikan. Sedangkan shalat menurut istilah adalah ibadah yang
terdiri dari perbuatan dan ucapan tertentu yang dimulai dari takbir dan diakhiri dengan
salam.
Sedangkan kata jamaah berasal dari akar kata, jama’a-yajma’u-jam’an yang berarti
menyatukan sesuatu yang berserakan dan mengumpulkannya. Kata jamaah artinya
kumpulan manusia yang disatukan dengan tujuan yang satu. Dalam kaitan dengan
pelaksanaan shalat, shalat jamaah adalah,ٍ
اِرْتِبَاط ُ صَلَاة ِ الْمَْمُوم ِ بِصَلَاة ِ الْ ِمَام ِ بِشُرُوط ٍ مَخْصُوصَة
Ikatan shalat makmum dengan shalat imam, yang dilaksanakan dengan syarat-syarat
khusus.
Masalah shalat berjamaah ini pernah dibahas pada Musyawarah Nasional Tarjih ke-30
Tahun 2018 di Makassar, Sulawesi Selatan, namun belum ditanfidzkan oleh Pimpinan Pusat
Muhammadiyah.
Syarat-syarat Imam
Seseorang dapat dijadikan imam shalat dengan syarat sebagai berikut,
- Islam, syarat ini disepakati oleh para ulama.
- Orang yang paling bagus bacaan Al-Qur’an-nya.
- Orang yang paling bagus dalam penguasaannya terhadap hadits/sunah Nabi saw.
- Orang yang lebih dulu hijrah.
- Orang yang lebih tua umurnya.
Syarat-syarat tersebut berdasarkan hadits Nabi saw berikut,َ
عَن ْ َبِي مَسْعُود ٍ الْ َنْصَارِي ِّ قَال َ قَال َ رَسُول ُ اЦ َِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ يȡَُم ُّ الْقَوْم
َقْرȠَُهُم ْ لِكِتَاب ِ اЦ َِّ ف َ ِن ْ كَانُوا فِي الْقِرَاءَة ِ سَوَاء ً فََعْلَمُهُم ْ بِالسُّنَّة ِ ف َ ِن ْ كَانُوا فِي
السُّنَّة ِ سَوَاء ً فََقْدَمُهُم ْ هِجْرَة ً ف َ ِن ْ كَانُوا فِي الْهِجْرَة ِ سَوَاء ً فََكْبَرُهُم ْ سِنًّا
“Dari Abu Mas’ud Al-Anshari (diriwayatkan) bahwa Rasulullah saw. bersabda: Orang yang
paling berhak untuk menjadi imam pada suatu kaum adalah yang paling bagus dalam
membaca Al-Qur’an. Jika mereka sama dalam membaca Al-Qur’an, maka yang paling paham
dengan sunah. Jika mereka sama dalam pemahaman sunah, maka yang paling dahulu
hijrah. Jika mereka sama dalam hijrah, maka yang paling tua umurnya ...” [HR At-Tirmidzi
no. 218].
Terkait persoalan apakah Rasulullah saw pernah melaksanakan shalat dalam keadaan
duduk, kasus ini pernah terjadi ketika beliau mengimami shalat dalam keadaan duduk
karena sakit. Hal ini berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah berikut,َ
عَن ْ عَاɅِشَة َ رَضِي َ اЦ َُّ عَنْهَا قَالَت ِ اشْتَكَى رَسُول ُ اЦ َِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ فَدَخَل
َعَلَيْه ِ نَاس ٌ مِن ْ َصْحَابِه ِ يَعُودُونَه ُ فَصَلَّى رَسُول ُ اЦ َِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ جَالِسًا
فَصَلَّوْا بِصَلَاتِه ِ قِيَامًا فََشَار َِلَيْهِم ْ َن ْ اجْلِسُوا فَجَلَسُوا فَلَمَّا انْصَرَف َ قَال َِنَّمَا جُعِل
الْ ِمَام ُ لِيȡُْتَم َّ بِه ِ ف َ ِذَا رَكَع َ فَارْكَعُوا و َ ِذَا رَفَع َ فَارْفَعُوا و َ ِذَا صَلَّى جَالِسًا فَصَلُّوا
جُلُوسًا
“Dari Aisyah ra (diriwayatkan), bahwa Rasulullah saw mengeluh sakit, para sahabat datang
menjenguk beliau, lalu Rasulullah saw shalat dengan duduk, orang-orang di belakangnya
berdiri, tapi Rasulullah saw mengisyaratkan mereka agar mereka duduk, akhirnya mereka
pun duduk. Setelah selesai shalat, Rasulullah saw bersabda: Imam itu diangkat untuk diikuti,
jika dia rukuk maka rukuklah, jika dia bangun maka bangunlah, jika dia duduk maka
duduklah [HR Al-Bukhari no. 647, Muslim no. 623].
Dalam hadits lain disebutkan,
َعَن ْ َبِي هُرَيْرَة َ رَضِي َ اЦ َُّ عَنْه ُ قَال َ قَال َ رَسُول ُ اЦ َِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ و َ ِذَا
صَلَّى قَاɅِمًا فَصَلُّوا قِيَامًا و َ ِذَا صَلَّى قَاعِدًا فَصَلُّوا قُعُودًا َجْمَعُون
“Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan) dia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: Jika dia
shalat berdiri maka shalatlah kalian dengan berdiri, jika dia shalat duduk shalatlah kalian
dengan cara duduk” [HR Muslim no. 628].
Hukum shalatnya imam dalam keadaan duduk
Hukum shalat imam dalam keadaan duduk adalah sah jika seorang imam tidak mampu
untuk melaksanakan shalat dengan berdiri, berdasarkan kepada sabda Rasulullah saw.
sebagai berikut,
ْعَن ْ عِمْرَان َ بْن ِ حُصَيْن ٍ رَضِي َ اЦ َُّ عَنْه ُ قَال َ كَانَت ْ بِي بَوَاسِير ُ فَسََلْت ُ النَّبِي َّ صَلَّى
ٍاЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ عَن ِ الصَّلَاة ِ فَقَال َ صَل ِّ قَاɅِمًا ف َ ِن ْ لَم ْ تَسْتَطِع ْ فَقَاعِدًا ف َ ِن ْ لَم ْ تَسْتَطِع
فَعَلَى جَنْب
“Dari Imran bin Husain r.a (diriwayatkan) ia berkata: Suatu kali aku menderita sakit wasir
lalu aku tanyakan kepada Nabi saw. tentang cara shalat. Beliau menjawab: Shalatlah dengan
berdiri, jika kamu tidak sanggup lakukanlah dengan duduk dan bila tidak sanggup juga
lakukanlah dengan berbaring pada salah satu sisi badan [HR Al-Bukhari 1050].
Kesimpulan
Status shalat imam dengan duduk adalah sah, berdasarkan perbuatan Rasulullah saw yang
pernah mengimami shalat dalam keadaan duduk karena sakit. Bolehnya seseorang
mengimami shalat dalam keadaan duduk jika memiliki uzur tertentu yang membuatnya
tidak mampu berdiri, seperti karena sudah tua.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan mencerahkan.
Wallahu a’lam bish-shawab.*

