putusan
Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 19 1 15 Oktober Masbuk Shalat Jumat
MASBUK SHALAT JUMAT
Pertanyaan:
Assalamu 'alaikum wr wb.
Pak, saya ingin bertanya mengenai bab shalat Jum'at. Bagaimana jika mendapati situasi
ketika khatib di masjid khutbahnya singkat, sudah shalat rakaat ke-2, itu bagaimana pak?
Apakah saya harus menambah rakaat 1 lagi biar tetap 2 rakaat yang dilaksanakan, atau
bagaimana? Hal ini karena kadang-kadang saya mendapati situasi seperti itu, entah saat
saya sedang berada di kampung tempat domisili saya atau ketika dalam keadaan bermusafir.
Bagaimana tuntunannya pak? Mohon jawabannya. Terima kasih.
Wassalamu 'alaikum wr wb.
Penanya: Maftuhan Han
(Disidangkan pada Jum'at, 7 Zulhijah 1445 H/14 Juni 2024 M)
Jawaban:
Wa 'alaikumus-salam wr wb.
Bapak Maftuhan Han yang dirahmati Allah, semoga bapak selalu dalam lindungan Allah dan
selalu diberikan kesehatan serta kelancaran rezeki. Amin. Kami mengucapkan terima kasih
atas kepercayaan bapak kepada kami untuk menjawab pertanyaan yang bapak ajukan
kepada Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait permasalahan
tentang masbuk pada saat shalat Jum'at.
Pertanyaan terkait dengan masbuk shalat Jum'at sudah pernah ditanyakan dan dimuat
dalam Buku Tanya Jawab Agama (TJA) Jilid 2. Dalam fatwa tersebut dijelaskan bahwa orang
yang masbuk artinya makmum yang tertinggal dalam melakukan shalat Jum'at, yang datang
ketika imam telah melakukan rukuk atau sujud atau bahkan telah melakukan tahiyat akhir,
berdasarkan pendapat para imam mazhab harus melakukan shalat Dzuhur. Berdasarkan
riwayat-riwayat di bawah, makmum yang masbuk shalat Jum'at tidak perlu melakukan
shalat Dzuhur, tetapi cukup menyempurnakan kekurangannya. Hadits-hadits itu antara lain,
a. Hadits riwayat Al-Bukhari, Muslim dan ahli hadits lain,
ِذَا سَمِعْتُم ُ الْ ِقَامَة َ فَامْشُوا ِلَى الصَّلَاة ِ وَعَلَيْكُم ْ بِالسَّكِينَة ِ وَالْوَقَار ِ وَل َا تَسْرَعُوا فَمَا
َدْرَكْتُم ْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُم ْ فََتِمُّوا
]رواه البخاري ومسلم وغيرهما[
Apabila kamu mendengar ikamah, hendaknya kamu berjalan menuju tempat shalat dengan
tenang dan tenteram, dan jangan tergesa-gesa. Apa yang kamu dapati pada shalat itu kamu
kerjakan dan apa yang terluput kamu sempurnakan [HR Al-Bukhari dan Muslim].
b. Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim,
َ ِذَا ثُوِّب َ بِالصَّلَاة ِ فَل َا يَسْع َِلَيْهَا َحَدُكُم ْ وَلَكِن ْ لِيَمْش ِ وَعَلَيْه ِ السَّكِينَة ُ وَالْوَقَار ُ صَل ِّ مَا
َدْرَكْت َ وَاقْض ِ مَا سَبَقَك
]رواه البخاري ومسلم وغيرهما[
Apabila dimulai ikamah untuk shalat, maka janganlah seseorang di antaramu berlari-lari
daripadanya, tetapi hendaknya ia berjalan dengan tenang dan tenteram, maka shalatlah
dengan yang kau dapati dan penuhi apa yang terlampau [HR Al-Bukhari dan Muslim].
Terkait pertanyaan yang bapak ajukan, terlebih dahulu kami akan menguraikan tentang
pengertian shalat Jum'at. Shalat Jum'at adalah ibadah shalat yang dikerjakan di hari Jum'at,
pada waktu Dzuhur, dua rakaat secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah. Setiap
Muslim yang mukalaf diwajibkan melaksanakan shalat Jum'at sebagaimana perintah Allah
di dalam Al-Qur'an surah Al-Jumuah (62): 9 sebagai berikut,
َيَا َيُّهَا الَّذِين َ آمَنُوا ِذَا نُودِي َ لِلصَّلَاة ِ مِن ْ يَوْم ِ الْجُمُعَة ِ فَاسْعَوْا ِلَى ذِكْر ِ اЦ َِّ وَذَرُوا
الْبَيْع َ ذَلِكُم ْ خَيْر ٌ لَكُم ِْن ْ كُنْتُم ْ تَعْلَمُون
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada
hari Jum'at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian
itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui [Qs Al-Jumuah (62): 9].
Oleh karena shalat Jum'at merupakan salah satu ibadah yang disyariatkan dalam Islam yang
pada pelaksanaannya mencakup khutbah dan shalat, maka sebagai seorang mukalaf
hendaknya tidak menunggu pelaksanaan shalat Jum'at, namun bersegera datang ke masjid
agar tidak terlambat mendengarkan khutbah dan pelaksanaan shalatnya. Hal ini
sebagaimana makna dari lafal di dalam ayat tersebut. Dalam Tafsir Al-Azhar karya Buya
Hamka Jilid 9 halaman 131 disebutkan, lafal yang artinya bersegeralah, bukan semata-mata
hendak mengejar shalat Jum'at, melainkan mengejar ibadah Jum'at yang di dalamnya
termasuk mendengar khutbah. Bahkan Rasulullah saw juga memberikan motivasi kepada
umat Islam agar tidak terlambat mengikuti rangkaian ibadah Jum'at, sebagaimana hadits-
hadits berikut ini,
ِعَن ْ َبِي هُرَيْرَة َ رَضِي َ اЦ َُّ عَنْه ُ َن َّ رَسُول َ اЦ َِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ قَال َ مَن ِ اغْتَسَلَ
َيَوْم َ الْجُمُعَة ِ غُسْل َ الْجَنَابَة ِ ثُم َّ رَاح َ فَكََنَّمَا قَرَّب َ بَدَنَة ً وَمَن ْ رَاح َ فِي السَّاعَة ِ الثَّانِيَة
فَكََنَّمَا قَرَّب َ بَقَرَة ً وَمَن ْ رَاح َ فِي السَّاعَة ِ الثَّالِثَة ِ فَكََنَّمَا قَرَّب َ كَبْشًا َقْرَن َ وَمَن ْ رَاح
َفِي السَّاعَة ِ الرَّابِعَة ِ فَكََنَّمَا قَرَّب َ دَجَاجَة ً وَمَن ْ رَاح َ فِي السَّاعَة ِ الْخَامِسَة ِ فَكََنَّمَا
قَرَّب َ بَيْضَة ً ف َ ِذَا خَرَج َ الْ ِمَام ُ حَضَرَت ِ الْمَلَاɅِكَة ُ يَسْتَمِعُون َ الذِّكْر
]رواه مسلم : ٨٥٠[
Dari Abu Hurairah ra (diriwayatkan bahwa) Rasulullah saw bersabda: "Siapa saja yang
mandi pada hari Jum'at seperti mandi janabah kemudian berangkat ke tempat shalat Jum'at,
ia mendapat pahala seakan-akan ia berkurban seekor unta. Siapa saja yang berangkat pada
waktu yang kedua, seakan-akan ia berkurban lembu. Siapa saja yang berangkat pada waktu
yang ketiga, seakan-akan ia berkurban seekor kurban bertanduk. Siapa saja yang berangkat
pada waktu yang keempat, seakan-akan ia berkurban seekor ayam betina. Siapa saja yang
berangkat pada waktu yang kelima, seakan-akan ia berkurban sebutir telur. Jika imam telah
muncul, maka malaikat pun hadir untuk mendengarkan khutbahnya [HR Muslim, no. 850].َ
ُعَن ْ َبِي هُرَيْرَة َ عَن ِ النَّبِي ِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ قَال َ مَن ِ اغْتَسَل َ ثُم َّ َتَى الْجُمُعَة
ٍفَصَلَّى مَا قُدِّر َ لَه ُ ثُم َّ َنْصَت َ حَتَّى يَفْرُغ َ مِن ْ خُطْبَتِه ِ ثُم َّ يُصَلِّي مَعَه ُ غُفِر َ لَه ُ مَا بَيْنَه
وَبَيْن َ الْجُمُعَة ِ الْ ُخْرَى وَفَضْل َ ثَلَاثَة ِ َيَّام
]رواه مسلم : ٨٥٨[
Dari Abu Hurairah (diriwayatkan) dan Nabi saw, beliau bersabda: Siapa saja yang mandi
kemudian mendatangi shalat Jumat, lalu ia shalat semampunya dan diam (mendengarkan
khutbah) hingga selesai, kemudian ia lanjutkan dengan shalat bersama imam, diampuni
(dosa-dosa yang dilakukannya) antara hari itu dan hari Jum'at yang lain, bahkan hingga
lebih tiga hari [HR Muslim no. 858].
Seorang Muslim hendaknya berusaha untuk memperoleh keutamaan dan pahala yang telah
dijanjikan sebagaimana tersebut dalam hadits di atas, yaitu dengan bergegas pergi ke masjid
agar tidak terlambat melaksanakan ibadah Jumat. Adapun jika keterlambatan tersebut tidak
disengaja karena ketiduran atau hal-hal lain di luar kesengajaan, maka ketika pada saat
masbuk masih menjumpai rakaat pertama dan imam dalam keadaan rukuk, ia telah
mendapatkan rakaat pertama tersebut dan oleh karenanya ia telah melaksanakan salat
Jumat secara lengkap. Sementara jika keterlambatannya itu menjumpai rakaat kedua, maka
ia harus melengkapi satu rakaat yang tertinggal setelah imam salam, dan gugurlah
kewajiban pelaksanaan ibadah Jumatnya. Namun keutamaan dan pahala shalat Jumatnya
tentu tidak sama dengan mereka yang mengikuti sejak awal rangkaian ibadah Jumat,
sebagaimana hadits berikut ini.ْ
عَن ْ َبِي هُرَيْرَة َ عَن ِ النَّبِي ِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ قَال َ مَن ْ َدْرَك َ مِن َ الصَّلَاة ِ رَكْعَة ً فَقَد
]رواه الترمذي : ٥٢٤[ َ َدْرَك َ الصَّلَاة
Dari Abu Hurairah (diriwayatkan) dari Nabi saw beliau bersabda: Siapa saja yang
mendapatkan satu rakaat dalam shalat (rukuk), ia mendapatkan (satu rakaat) shalat [HR At-
Tirmidzi no. 524].
Sedangkan bagi yang masbuknya menjumpai rakaat kedua setelah imam rukuk, ia belum
mendapatkan shalat Jumat dua rakaat, sehingga harus melanjutkan dengan shalat Zuhur.
Adapun bagi orang yang dalam keadaan musafir atau sakit, termasuk golongan yang
mendapatkan rukhsah atau kebolehan tidak melaksanakan shalat Jumat dan menggantinya
dengan shalat Zuhur. Hal ini sebagaimana hadits-hadits berikut ini,
رواه[ ٌ عَن ْ ابْن ِ عُمَر َ عَن ِ النَّبِي ِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ قَال َ لَيْس َ عَلَى الْمُسَافِر ِ جُمُعَة
]الدارقطني : ١٦٠١
Dari Ibnu Umar (diriwayatkan) dari Nabi saw. beliau bersabda: Tidak ada kewajiban shalat
Jumat bagi musafir [HR Ad-Daruquthni no. 1601].
عَن ْ طَارِق ِ بْن ِ شِهَاب ٍ عَن ِ النَّبِي ِّ صَلَّى اЦ َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ قَال َ الْجُمُعَة ُ حَق ٌّ وَاجِب ٌ عَلَى
رواه بو[ ٌ كُل ِّ مُسْلِم ٍ فِي جَمَاعَة ٍِل َّا َرْبَعَة ً عَبْد ٌ مَمْلُوك ٌ َو ِ امْرََة ٌ َو ْ صَبِي ٌّ َو ْ مَرِيض
]داود : ١٦٠٩
Dari Thariq bin Syihab (diriwayatkan) dari Nabi saw beliau bersabda: Jum'at itu hak wajib
bagi setiap Muslim dengan berjamaah, kecuali empat golongan, yaitu hamba sahaya, wanita,
anak kecil dan orang yang sakit [HR Abu Dawud 1609].
Demikian jawaban kami, semoga dapat menjadi solusi terhadap permasalahan yang bapak
hadapi. Semoga bermanfaat dan mencerahkan.
Wallahu a'lam bish-shawab.

