sources
Fatwa 12.C 2003 bolehkah membaca tahlilan (SM No 08 2003)
Summary
Naskah lengkap sudah disalin ke Fatwa 12.C 2003 bolehkah membaca tahlilan (SM No 08 2003).
Entitas yang Disebut
- Abu Dawud — Perawi hadis yang dikutip mengenai amalan yang sampai kepada orang meninggal.
- Ahmad bin Hanbal — Perawi hadis yang dirujuk dalam naskah.
- Asy-Syafi’i — Ulama yang berpendapat bahwa pahala bacaan tidak sampai kepada orang mati.
- H.M. Syarwani Abdan — Penyusun buku "Simpanan Berharga" yang dijadikan rujukan oleh kelompok yang membolehkan tahlilan.
- Ibnu Hibban — Perawi hadis yang dikutip dalam naskah.
- Ibnu Katsir — Ulama tafsir yang pandangannya dikutip mengenai anjuran menghadiahkan pahala.
- Ibnu Majah — Perawi hadis yang dikutip dalam naskah.
- Ibnu Rusyd — Pengarang kitab Bidayatul Mujtahid yang dikutip naskah.
- Majelis Tarjih — Lembaga Muhammadiyah yang mengeluarkan fatwa dan Himpunan Tanya Jawab Agama.
- Malik bin Anas — Ulama yang berpendapat bahwa pahala bacaan tidak sampai kepada orang mati.
- Mulyadi S. — Penanya dalam naskah yang berasal dari Kendal, Jawa Tengah.
- Suara Muhammadiyah — Majalah resmi Muhammadiyah yang disarankan sebagai sumber rujukan.
Istilah Kunci
- Al-Quran (القرآن) — Sumber hukum utama Islam yang menjadi rujukan manhaj Muhammadiyah.
- As-Sunnah Ash-Shahihah (السنة الصحيحة) — Salah satu rujukan nash dalam menetapkan hukum menurut Muhammadiyah.
- Bid’ah (بدعة) — Penyebutan perbuatan yang tidak ada tuntunannya dalam agama.
- Dzikir (ذكر) — Amalan yang pahalanya diperselisihkan ulama apakah sampai kepada orang mati.
- Ijtihad (اجتهاد) — Metode penetapan hukum yang tidak boleh dilakukan dalam bidang ta'abbudi menurut Muhammadiyah.
- Khilafiyah (خلافية) — Masalah yang di dalamnya terdapat perbedaan pendapat di antara ulama.
- Sedekah Jariyah (صدقة جارية) — Amalan yang pahalanya terus mengalir bagi orang yang sudah meninggal dunia.
- Ta’abbudi (تعبدي) — Bidang ibadah khusus atau ritual yang dalam manhaj Muhammadiyah tidak boleh menggunakan ijtihad.
- Tahlilan (تهليل) — Masalah khilafiyah yang diperselisihkan ulama dan sering dianggap sebagai doa.
Rujukan Al-Qur'an
Tidak ada rujukan ayat terdeteksi.
Catatan Ekstraksi
- Ayat & nomor surat dideteksi dengan aturan (regex), bukan model bahasa.
Source File
raw/Naskah Fatwa Tarjih/Fatwa 2003/Fatwa 2003 Edited/Fatwa 12.C-2003_bolehkah membaca tahlilan (SM No 08 2003).md
- Al Quran
- As Sunnah Ash Shahihah
- Bid‘ah
- Dzikir
- Ijtihad
- Khilafiyah
- Sedekah jariyah
- Ta’abbudi
- Tahlilan
- Abu Dawud
- Ahmad bin Hanbal
- Ats Syafi’i
- H.M. Syarwani Abdan
- Ibnu Hibban
- Ibnu Katsir
- Ibnu Majah
- Ibnu Rusyd
- Majelis Tarjih
- Malik bin Anas
- Mulyadi S.
- Suara Muhammadiyah
- Fatwa 12.C 2003 bolehkah membaca tahlilan (SM No 08 2003)

