sources
Fatwa 17 2017 Hukum Doa Nadi Ali Kabir
Summary
Naskah lengkap sudah disalin ke Fatwa 17 2017 Hukum Doa Nadi Ali Kabir.
Entitas yang Disebut
- ‘Ali — Tokoh yang namanya disebut dalam bait doa Nadi Ali Kabir sebagai objek seruan.
- ‘Ali al Qari — Seorang ulama Hanafi ahli hadis yang menegaskan bahwa hadis Nadi Aliyyan adalah palsu.
- Abdurrahman bin Abu Bakrah — Perawi hadis mengenai dosa besar syirik yang dikutip sebagai dalil.
- al Bukhari — Penulis kitab hadis yang menjadi rujukan dalil dosa syirik.
- Ibn Mas’ud — Sahabat yang namanya dicatut secara keliru oleh al-Ha’iri sebagai perawi hadis Nadi Aliyyan.
- Imam Fauzan — Penulis kitab at-Tauhid yang dikutip dalam pembahasan mengenai tawasul.
- Majelis Tarjih dan Tajdid — Lembaga yang menerbitkan buku Tuntunan Dzikir dan Doa serta memberikan fatwa mengenai doa Nadi Ali Kabir.
- Muḥammad Baqir Ibn Muḥammad Taqi al Majlisi — Ulama Syiah yang menulis kitab Miftah al-Jinan dan Bihar al-Anwar yang memuat teks doa Nadi Ali.
- Syiah — Kelompok keagamaan yang literatur kitabnya memuat doa Nadi Ali.
Istilah Kunci
- Adzan (أَذَان) — Salah satu penanda waktu yang dianggap makbul untuk berdoa.
- Doa (دُعَاء) — Salah satu bentuk ketundukan dan ikhtiar seorang hamba dalam mewujudkan apa yang diharapkannya.
- Hadis Palsu — Sebutan bagi ucapan yang diklaim sebagai hadis namun secara historis tidak bersumber dari Nabi saw.
- Iqamah (إِقَامَة) — Penanda waktu yang berpasangan dengan adzan saat doa dianggap makbul.
- Jumat (جُمعة) — Salah satu waktu yang makbul untuk berdoa menurut Majelis Tarjih dan Tajdid.
- Sujud (سُجُود) — Salah satu waktu yang makbul untuk berdoa.
- Syirik (إِشْرَاك) — Dosa besar menyekutukan Allah yang dianggap terdapat dalam unsur kalimat doa Nadi Ali.
- Tawashul (تَوَسُّل) — Salah satu unsur dalam doa Nadi Ali yang dianggap bermasalah dari segi isi.
Rujukan Al-Qur'an
Catatan Ekstraksi
- Ayat & nomor surat dideteksi dengan aturan (regex), bukan model bahasa.
Source File
raw/Naskah Fatwa Tarjih/Fatwa 2017/Fatwa 17 2017 Hukum Doa Nadi Ali Kabir.md

