sources
Fatwa 26 1999 Mengangkat Tangan Takbir Rakaat Ketiga dan Cara Duduk Antara Dua Sujud
Summary
Naskah lengkap sudah disalin ke Fatwa 26 1999 Mengangkat Tangan Takbir Rakaat Ketiga dan Cara Duduk Antara Dua Sujud.
Entitas yang Disebut
- ‘Aisyah — Perawi hadis mengenai tata cara duduk iftirasy.
- Abu Daud — Penyusun kitab hadis yang dijadikan rujukan hukum.
- al-Bukhari — Penyusun kitab hadis yang dijadikan rujukan hukum.
- an-Nasa’i — Penyusun kitab hadis yang dijadikan rujukan hukum.
- Anton Wahyu Nugroho — Penanya terkait tata cara salat tahajud dan duduk di antara dua sujud.
- Ibnu Abbas — Pemberi keterangan bahwa duduk simpuh adalah sunnah.
- Ibnu Umar — Perawi hadis yang menjadi rujukan dalam masalah mengangkat tangan saat salat.
- Ibnu Zubair — Perawi hadis mengenai tata cara duduk simpuh.
- Nafi’ — Perawi hadis yang meriwayatkan tentang mengangkat tangan saat berdiri rakaat ketiga.
- Tawus — Sosok yang bertanya kepada Ibnu Abbas mengenai duduk simpuh.
Istilah Kunci
- Duduk iftirasy — Cara duduk dengan menghamparkan kaki kiri dan menegakkan telapak kaki kanan.
- Salat Tahajud — Salat yang tidak menggunakan tahiyat awal.
- Takbiratul Ihram — Salah satu posisi mengangkat tangan dalam salat.
Rujukan Al-Qur'an
Tidak ada rujukan ayat terdeteksi.
Catatan Ekstraksi
- Ayat & nomor surat dideteksi dengan aturan (regex), bukan model bahasa.
Source File
raw/Naskah Fatwa Tarjih/Fatwa 1999/Fatwa 26-1999_Mengangkat Tangan Takbir Rakaat Ketiga dan Cara Duduk Antara Dua Sujud.md

