sources
Fatwa 46 1998 Hadis Angkat Tangan Berdoa dan Haid belum Salat
Summary
Naskah lengkap sudah disalin ke Fatwa 46 1998 Hadis Angkat Tangan Berdoa dan Haid belum Salat.
Entitas yang Disebut
- Anas — Sahabat yang meriwayatkan hadis tentang mengangkat tangan saat berdoa.
- Ibnu Ahmad — Penanya dalam naskah yang berasal dari Yogyakarta.
- Ibnu Taimiyah — Tokoh yang menilai salah satu hadis tidak dapat dijadikan hujjah.
- Jabir bin Abdullah — Sahabat yang meriwayatkan kisah salat saat Perang Khandaq.
- Majelis Tarjih — Lembaga yang menyusun buku Tanya Jawab Agama yang dirujuk dalam naskah.
- Umar bin Khathab — Sahabat yang meriwayatkan hadis tentang mengusap wajah setelah berdoa.
Istilah Kunci
- Fadailul a’mal — Amalan baik yang dianggap bisa menggunakan hadis lemah.
- Haid — Kondisi wanita yang menghalangi pelaksanaan salat dan kewajiban qada.
- Istisqa (الِاسْتِسْقَاءِ) — Salat untuk memohon hujan yang dibahas terkait hukum mengangkat tangan.
- Mauquf — Kategori sanad hadis yang berhenti pada sahabat.
- Qada — Hukum melakukan salat di luar waktunya bagi yang meninggalkan salat.
- Sahih — Kategori validitas hadis yang dibahas dalam naskah.
Rujukan Al-Qur'an
Tidak ada rujukan ayat terdeteksi.
Catatan Ekstraksi
- Ayat & nomor surat dideteksi dengan aturan (regex), bukan model bahasa.
Source File
raw/Naskah Fatwa Tarjih/Fatwa 1998/Fatwa 46-1998_Hadis Angkat Tangan Berdoa dan Haid belum Salat.md

